Doc.
No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 1
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
PROJECT NAME PROJECT XXXX
LOCATION SUDIRMAN - JAKARTA
METHOD of STATEMENT
BORE PILE
Prepared by : Acknowledge by : Approved by :
TOTAL CONSULTANT OWNER/MK
(……………………………………) (……………………………………) (……………………………………)
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 2
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
PROJECT NAME PROJECT XXXX
LOCATION SUDIRMAN - JAKARTA
TABLE of CONTENT
1. INTRODUCTION
2. MATERIAL
3. TOOLS & EQUIPMENT
4. DESCRIPTION OF WORK METHOD
4.1. SEQUENCE
4.2. CONSTRUCTION MTEHOD
5. HEALTH AND SAFETY
6. QUALITY CONTROL
7. SUPPORTING DOCUMENT
7.1. BROCURE (if any)
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 3
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
[Link]
Pondasi adalah bagian terpenting yang mendukung kestabilan bangunan yang berfungsi
meneruskan gaya dari segala arah bangunan di atasnya ke tanah. Bored pile juga merupakan pondasi
dalam yang masih satu tipe dengan tiang pancang, yang membedakan adalah cara pembuatannnya.
Bored pile di buat dengan cara tanah di bor terlebih dahulu dengan menggunakan alat berat seperti
Hydraulic Drilling Rig, Reserved Circular Drilling. Lalu di masukan besi tulangan yang sudah di install,
kemudian pipa tremie dimasukan sampai kedasar lubang bor lalu beton di masukan melalui pipa tremie
secara bertahap.
Gambar 1. Mesin Bor Reserved Circular Drilling
Gambar 2. Mesin Bor Hydraulic Drilling Rig
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 4
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
Bore pile di gunakan apabila tanah dasar yang kokoh mempunyai daya dukung besar terletak
sangat dalam, yaitu lebih dari 15 meter serta keadaan sekitar tanah bangunan sudah banyak berdiri
bangunan – bangunan besar seperti gedung – gedung bertingkat sehingga di khawatirkan dapat
menimbulkan retak – retak pada bangunan yang sudah ada akibat getaran – getaran yang di timbulkan
oleh kegiatan pemancangan apabila di pakai pondasi tiang pancang. Daya dukung bore pile di peroleh
dari daya dukung unjung ( end bearing capacity ) yang di peroleh dari tekanan ujung tiang dan daya
dukung geser atau selimut ( friction bearing capacity ) yang di peroleh dari daya dukung gesek atau
gaya adhesi antara bored pile dan tanah di sekelilingnya. Bored pile berinteraksi dengan tanah untuk
menghasilkan daya dukung yang mampu memikul dan memberikan keamanan pada struktur atas dan
untuk menghasilkan daya dukung yang akurat maka di perlukan suatu penyelidikan tanah yang akurat
juga.
Ada beberapa alasan di gunakannya pondasi bored pile dalam konstruksi :
1. Bore pile tunggal dapat digunakan pada tiang kelompok atau pile cap.
2. Kedalaman tiang dapat divariasikan.
3. Ketika proses pemancangan di lakukan, getaran tanah akan mengakibatkan kerusakan pada
bangunan yang ada di dekatnya, tetapi dengan pengunaan pondasi bored pile hal ini dapat
dicegah.
4. Pada pondasi tiang pancang, proses pemancangan pada tanah lempung akan membuat tanah
bergelombang dan menyebabkan tiang pancang sebelumnya bergerak ke samping. Hal ini tidak
terjadi pada konstruksi pondasi bored pile.
5. Selama pelaksanaan pondasi bored pile tidak ada suara yang ditimbulkan oleh alat pancang seperti
yang terjadi pada pelaksanaan pondasi tiang pancang.
6. Karena dasar dari pondasi bored pile dapat di perbesar, hal ini memberikan ketahanan yang besar
untuk gaya keatas.
7. Pondasi bored pile mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap beban lateral.
Gambar 3. Skematik Bore Pile
[Link]
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 5
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
Material yang di gunakan untuk pekerjaan Bored Pile :
1. Beton ready mix
- Mutu beton yang dipakai adalah fc’ 40 Mpa (silinder) pada 28 hari.
- Slump haruslah antar 18 cm sampai 20 cm.
2. Baja tulangan sesuai dengan mutu rencana yang di sayratkan fy = 400 Mpa.
3. Bentonite di gunakan untuk menstabilkan dinding bored pile.
[Link] AND EQUIPMENT
Secara umum alat dan perlengkapan yang digunakan sebagai berikut :
[Link] OF WORK METHOD
4.1. SEQUENCE
Prosedur urutan pekerjaan bored adalah sebagai berikut :
1. Marking posisi pile oleh surveyor
2. Instal casing sementara (Temporary casing)
3. Mulai melakukan pengeboran (Boring)
4. Jika lubang bor tidak stabil, boring harus di lakukan dengan bentonite
5. Setelah pengeboran sudah mencapai Toe level, lakukan inpeksi lapangan untuk konfirmasi
toe level
6. Lowering steel cage kedalam lubang bor
7. Pengecoran dengan pipa tremie
8. Cabut ( extract ) casing
4.2. CONSTRUCTION METHOD
1. Setting Out
Sebelum melakukan pengeboran surveyor harus membuat setting out poin / titik bored pile
yang akan di bor.
2. Temporary casing
Pemasangan casing sementara yaitu dengan menggunakan vibrator (vibro – hammer) yang di
getarkan kedalam tanah atau membuat lubang bor serta dibantu alat berat seperti excavator
untuk memasukan casing kelubang bor.
3. Pengeboran
Jika keadaan tanah penuh lumpur hal yang utama di lakukan adalah alat berat seperti
excavator memberi pelat dasr yang berfungsi sebagai tempat berpijaknya mesin bor sehingga
posisi stabil pada saat pengeboran. Soil auger dan soil bucket di pakai untuk pengeboran
tanah yang halus (soft), pasir (sand) sampai ke tanah keras (hard layer). Apabila dalam
pengeboran di temukan batu (rock) bisa di pakai rock auger atau core barrel. Posisi kelly bar
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 6
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
mesin bor harus tegak lurus secara center di titik bored pile, selama proses pengeboran
dipakai adukan bentonite untuk menjaga agar lubang bor tidak runtuh (collapse). Bentonite
berperan untuk menstabilkan dinding lubang bor. Sampel tanah diambil setiap 5 meter dan
akan di simpan untuk referensi jika dibutuhkan. Selalu melakukan pengukuran kedalaman bor
dengan cara menurunkan meteran (measuring tape) sampai ke dasar lubang bor, diujung
meteran dipasang pemberat yang cukup besar agar memastikan meteran sampai kedasar
lubang bor.
Gambar 4. Sistem pengeboran lubang dengan Mesin Bor Hydraulic Drilling Rig.
Gambar 5. Sistem pengeboran lubang dengan Mesin Bor Reserved Circular Drilling.
4. Reinforcement (steel cage)
Besi tulangan dirakit terlebih dahulu ditempat pabrikasi besi dan lokasi pabrikasi sudah
ditentukan di dalam logistic plan kontraktor. Pada saat perakitan besi spiral akan di las terlebih
dahulu pada tulangan utama, begitu juga dengan lappingnya sehingga besi utama berbentuk
lingkaran serta kuat. Besi tulangan yang sudah di pabrikasi kemudian di angkut dengan
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 7
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
menggunakan Hydraulic Crawler Crane untuk di masukan kedalam lubang bor yang sudah
selesai di bor sampai di desain toe level.
Gambar 6. Pabrikasi Reinforcement Rebbars.
Gambar 7. Pipa Tremie.
5. Pengecoran dengan pipa tremie.
Metode pengecoran dengan menggunakan pipa tremi dengan cara beton ready mix di tuang
melalui bucket yang berbentuk corong. Panjang pipa tremie per batang bervariasi yaitu 2m,
3m, dan 1m yang disambung dipasang sampai kedasar lubang bor sesuai dengan dalam bor
desain. Selama proses pengecoran harus di perhatikan kenaikan betonnya karena pipa tremie
harus di potong secara kontinyu dan tetap dijaga agar pipa tremi minimal 2 meter tertanam di
bawah concrete level karena mempengaruhi kelancaran aliran beton, selama pengecoran
bored log dan concrete record harus di persiapkan yang berisi data delivery time, volume
concrete level (di ukur kenaikan beton tiap satu mixer yang di tuang ) dan satu sampel silinder
diambil setiap 30 m3 atau sesuai dengan sepesifikasi teknis dari konsultan. Pengecoran akan
di hentikan jika beton sudah mencapai minimum 30 cm di atas cut off level yang disebut over
cast untuk menghindari beton yang bercampur dengan tanah lumpur (bad concrete) sewaktu
pencabutan casing. Setelah 4 jam selesai pengecoran casing harus dicabut lubang bore yang
selesai di cor di tutup kembali dengan pasir atau tanah.
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 8
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
Gambar 8. Pengecoran Bore Pile
6. Bentonite
Bubuk bentonite di campur dengan air dalam di gestor dengan kapasitas 2 m per satu kali
batching. Adukan bentonite di simpan di dalam silo dengan total kapasitas 2,5 x volume total
lubang bor berukuran besar. Adukan di daur ulang dengan mengunakan mesin desanding.
Proses pencatatan laporan Lab hasil pengujian bentonite di simpan dan kemudian dilampirkan
dengan bor log.
Peralatan pengujian betonite slurry terdiri dari :
1. Mud balance (Density test)
2. March cone (Viscocity test)
3. Sand screen set (Sand content test)
4. PH paper (mengukur PH).
Gambar 9. Bentonite Recycling Sistem.
[Link] AND SAFETY
1. TOTAL menyediakan perlengkapan safety yang dibutuhkan untuk melindungi pekerja yang
berada di area konstruksi dan memastikan PPE dalam kondisi bagus. PPE yang di butuhkan
yaitu
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014
Doc. No : NO
METHOD STATEMENT CE-RD/EKC/MS/S-001/14 9
Edition/Rev Date PAGES
BORED PILE 1/0 18-Feb-26 9
o Safety shoes o Safety glasses
o Safety helmet o Ear plugs
o Safety gloves
2. Personal Protective Equipment (PPE) harus memenuhi standar SNI atau mengikuti standar
internasional.
3. Sebelum memasuki area kerja, semua pekerja harus diberikan pengarahan safety tentang
kondisi area kerja dan aspek safety yang harus di perhatikan dan diikuti,
4. Safety inspector harus melakukan inspeksi dan mengidentifikasi kondisi semua alat dan
perlengkapan yang digunakan dan membuat report terhadap alat dan perlengkapan yang
boleh digunakan dan harus di reject.
5. Tool box meeting di adakan setiap hari sebelum di mulainya pekerjaan, jadi setiap pekerjaaan
mengetahui bahaya potensial yang akan dihadapi untuk setiap activitas dan mengetahui cara
preventifnya jika terjadi.
6. Semua kecelakaan dan insiden, walaupun minor harus dilaporkan segera mengunakan
emergency response.
[Link] CONTROL
1. Team QC harus melakukan pengecekan terhadap material dan alat yang akan digunakan.
2. Team QC harus memonitor dan mengecek apakah semua prosedur bisa diaplikasikan
dilapangan sesuai dengan metode yang sudah di approve.
3. Team QC harus memonitor proses pengeboran, apakah dalam dan ukuran pengeboran sudah
sesuai dengan kedalaman rencana.
4. Team QC harus memonitor dan mencek perakitan besi bore pile dan slump test material beton
dan memastikan semuanya sesuai dengan standar dan gambar desain .
5. Team QC harus memonitor proses pengecoran bore pile dan memastikan pelaksanaan dalam
pengecoran sesuai dengan metoda pelaksanaan.
6. Team QC harus memastikan pengambilan sample beton untuk tes uji beton sesuai dengan
standar ASTMC31.
[Link] DOCUMENT
7.1. BROSURE
-
MS_BorePile_R003 © Copyright : CE-RD 2014