Tugas K3
Tugas K3
PENDAHULUAN
IDENTIFIKASI TINGKAT
USULAN PENGENDALIAN
BAHAYA RESIKO
IDENTIFIKASI TINGKAT
USULAN PENGENDALIAN
BAHAYA RESIKO
Paparan asap dan gas Sedang-Tinggi Mendesain komponen agar tidak
beracun dari proses memerlukan pengelasan di lokasi yang
pengelasan,luka bakar berbahaya (sulit),Menggunakan metode
Akibat percikan api, kontak penyambungan lain yang lebih aman
dengan material panas, atau jika memungkinkan (contoh: baut, klem
radiasi UV/IR,Kerusakan - jarang cocok untuk semua
mata,Akibat flash burn dari aplikasi),Pemasangan sistem ventilasi
busur listrik atau percikan lokal (local exhaust ventilation/LEV)
api,Bahaya atau fume extractor yang efektif untuk
Listrik,Kebakaran Percikan menghilangkan asap dan
api yang mengenai material gas,Pemasangan layar pengelasan
mudah terbakar atau gas. (welding screen) atau tirai non-
combustible untuk melindungi pekerja
IDENTIFIKASI TINGKAT
USULAN PENGENDALIAN
BAHAYA RESIKO
IDENTIFIKASI TINGKAT
USULAN PENGENDALIAN
BAHAYA RESIKO
Mengganti proses yang membutuhkan
bahan kimia berbahaya dengan yang
Paparan kulit/mata Akibat
lebih aman (sulit),Mengganti bahan
tumpahan, percikan, atau
kimia yang sangat berbahaya dengan
kontak langsung dengan
yang kurang berbahaya (jika
bahan kimia
memungkinkan),Menggunakan bahan
korosif/iritan,Inhalasi Uap,
kimia dalam bentuk yang lebih aman
gas, atau partikel bahan kimia
Sedang-Tinggi (misalnya, granul daripada bubuk jika
beracun,Kebakaran/ledakan
debu berbahaya),Pemasangan sistem
yang mengakibatkan Bahan
ventilasi umum atau lokal (misalnya,
kimia mudah terbakar atau
fume hood di laboratorium),Sistem
reaktif,Reaksi kimia tak
penyimpanan yang aman untuk bahan
terkendali Pencampuran
kimia (lemari tahan api, area berventilasi
bahan kimia yang tidak tepat.
baik, terpisah dari bahan tidak
kompatibel).
2.1.5 Pekerjaan Listrik
IDENTIFIKASI TINGKAT
USULAN PENGENDALIAN
BAHAYA RESIKO
Merancang sistem agar komponen listrik
dapat diservis tanpa perlu intervensi
manual (sulit diterapkan
sepenuhnya),Menggunakan peralatan
Sengatan listrik yang
dengan tegangan yang lebih rendah jika
mengakibatkan Kontak
memungkinkan (jarang),Mengganti
langsung dengan konduktor
komponen yang rusak dengan yang baru
bertegangan,Luka bakar
daripada memperbaiki secara
listrik, akibat busur listrik Tinggi
langsung,Pemasangan lock out/tag out
atau kontak langsung,Jatuh
(LOTO) device pada semua sumber
akibat terkejut atau
energi sebelum memulai
kehilangan keseimbangan
pekerjaan,Memastikan grounding yang
saat tersengat listrik,
tepat pada peralatan dan
sistem,Pemasangan penutup pelindung
yang memadai pada komponen
bertegangan.
2.2 Form JSA
2.2.1 Pekerjaan Konstruksi
[Link] INDAH JAYA
Nama : Nama
Nama :
JSA - PT. DPP Copies : HSE BCT
2.2.5 Pekerjaan Listrik
[Link] INDAH JAYA
Nama : Nama
Nama :
JSA - PT. DPP Copies : HSE BCT
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Laporan Job Safety Analysis (JSA) ini telah mengidentifikasi dan menganalisis
secara sistematis potensi bahaya, tingkat risiko, dan langkah-langkah pengendalian yang
diusulkan untuk lima jenis pekerjaan yang memiliki profil risiko signifikan, yaitu konstruksi
(pemasangan struktur baja), pengelasan, pekerjaan ruang terbatas, penanganan bahan kimia
berbahaya, dan pekerjaan listrik (perbaikan panel listrik tegangan rendah). Setiap pekerjaan
dievaluasi berdasarkan bahaya spesifik yang melekat padanya, tingkat keparahan dan
kemungkinan terjadinya insiden, serta rekomendasi pengendalian yang berpegang teguh pada
hierarki pengendalian bahaya: eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, kontrol administratif,
dan alat pelindung diri (APD).
Analisis menunjukkan bahwa penerapan hierarki pengendalian secara komprehensif
adalah kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sebagai
contoh, untuk pekerjaan konstruksi di ketinggian, prioritas diberikan pada rekayasa teknik
seperti pemasangan guardrail dan jaring pengaman, sebelum beralih ke APD berupa full
body harness. Demikian pula, dalam pekerjaan ruang terbatas, ventilasi paksa dan prosedur
lock out/tag out menjadi fundamental untuk mengeliminasi atau mengurangi risiko
asphyxiation dan ledakan.
Secara keseluruhan, JSA ini menyoroti bahwa keselamatan kerja bukanlah sekadar
kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah investasi proaktif dalam melindungi sumber
daya manusia dan keberlanjutan operasional. Implementasi rekomendasi yang disajikan
dalam laporan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman,
mengurangi angka insiden, dan meningkatkan budaya keselamatan di seluruh lini pekerjaan
yang diidentifikasi. Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, mulai dari manajemen
hingga pekerja lapangan, akan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan penerapan JSA ini.
3.2 Saran
Berdasarkan analisis komprehensif yang telah dilakukan dalam Job Safety Analysis
(JSA) ini, beberapa saran strategis dapat diajukan untuk meningkatkan keselamatan kerja dan
memitigasi risiko yang teridentifikasi. Saran-saran ini diformulasikan dengan
mempertimbangkan prinsip-prinsip hierarki pengendalian bahaya dan bertujuan untuk
menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Pertama, penekanan pada eliminasi dan substitusi bahaya harus menjadi prioritas
utama. Meskipun tidak semua bahaya dapat dieliminasi sepenuhnya dalam setiap pekerjaan,
identifikasi peluang untuk menghilangkan sumber bahaya atau menggantinya dengan proses,
material, atau peralatan yang lebih aman akan memberikan dampak yang paling signifikan.
Kedua, penguatan kontrol teknis dan administratif harus diimplementasikan
secara sistematis. Kontrol teknis, seperti pemasangan guard pada mesin, sistem ventilasi yang
memadai, atau desain ulang stasiun kerja secara ergonomis, terbukti efektif dalam
mengurangi paparan pekerja terhadap bahaya.
Ketiga, implementasi program pengawasan dan evaluasi berkelanjutan sangat
krusial. JSA bukanlah dokumen statis, melainkan alat dinamis yang memerlukan tinjauan dan
pembaruan berkala. Disarankan untuk membentuk tim audit keselamatan yang rutin meninjau
efektivitas kontrol yang telah diterapkan, mengidentifikasi bahaya baru yang mungkin
muncul, dan menilai kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan.
Secara keseluruhan, implementasi saran-saran ini secara holistik dan terencana akan
berkontribusi signifikan terhadap penciptaan budaya keselamatan yang kuat, mengurangi
tingkat kecelakaan dan cedera, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja. Keberhasilan
program keselamatan tidak hanya bergantung pada identifikasi bahaya, tetapi juga pada
komitmen berkelanjutan untuk menerapkan, memantau, dan terus memperbaiki langkah-
langkah pencegahan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] D. C. W. Graham and R. C. McH`ugh, Principles of Health and Safety at Work. IOSH,
2019.