0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan21 halaman

Trafo

Makalah ini membahas tentang transformator sebagai alat listrik yang berfungsi mengubah daya listrik AC dari satu level ke level lain melalui prinsip induksi elektromagnetis. Terdapat berbagai jenis transformator, termasuk step-up, step-down, dan tiga fasa, yang masing-masing memiliki aplikasi dan karakteristik tertentu. Selain itu, penjelasan mengenai komponen utama transformator dan prinsip kerjanya juga disertakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Diunggah oleh

abkeriting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan21 halaman

Trafo

Makalah ini membahas tentang transformator sebagai alat listrik yang berfungsi mengubah daya listrik AC dari satu level ke level lain melalui prinsip induksi elektromagnetis. Terdapat berbagai jenis transformator, termasuk step-up, step-down, dan tiga fasa, yang masing-masing memiliki aplikasi dan karakteristik tertentu. Selain itu, penjelasan mengenai komponen utama transformator dan prinsip kerjanya juga disertakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Diunggah oleh

abkeriting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

TEKNIK TENAGA LISTRIK


TRANSFORMATOR

Oleh :

MUH ARIF RAHMAN W


F1C 113 031

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2018

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring meningkatnya tuntutan manusia akan kemudahan dalam proses


penyaluran energi listrik, maka berbagai usaha akan di tempuh dengan penerapan
ilmu dan teknologi, usaha tersebut semakin mudah dilakukan ketika manusia mampu
mengembangkan ilmu dan teknologi. Berbagai masalah yang dapat dijadikan
implementasi adalah dari ilmu dan teknologi, salah satunya dalam hal mengubah daya
listrik AC dari satu level ke level yang lain dalam suatu instalasi kelistrikan.

Proses kerja transformator telah menjadi tinjauan yang penting dalam suatu
instalasi listrik, pemakaian transformator dalam suatu instalasi listrik menjadi hal
pokok yang sangat berpengaruh pada kelangsungan dan kemajuan proses penyaluran
energi listrik, beberapa hal yang nampak mencolok dari hasil penggunaan
transformator adalah beragam jenis perangkat elektronik yang dapat digunakan pada
instalasi listrik dengan tegangan yang cukup tinggi.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut, maka dapat disimpulkan rumusan masalah


sebagai berikut :

1. Apakah pengertian, prinsip kerja serta komponen dalam trafo?


2. Bagaimanakah teori mengenai trafo?
3. Apa sajakah jenis-jenis dari trafo?
4. Apakah hubungan trafo tiga phasa itu ?
5. Bagaimanakah teori mengenai motor listrik AC?
6. Bagaimanakah teori mengenai motor listrik DC?
7. Bagaimanakah Jenis-Jenis dan Contoh Perhitungan dalam soal

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Transformator (Trafo)

Transformator merupakan suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang


berfungsi untuk memindahkan dan mengubah daya listrik dari suatu rangkaian listrik
ke rangkaian listrik lainnya, dengan frekuensi yang sama dan perbandingan
transformasi tertentu melalui suatu gandengan magnet dan bekerja berdasarkan
prinsip induksi elektromagnetis, dimana perbandingan tegangan antara sisi primer
dan sisi sekunder berbanding lurus dengan perbandingan jumlah lilitan dan
berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya. Transformator (trafo) adalah alat
yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC).

Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama


(primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak
sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang
dihasilkan.

Dalam bidang teknik listrik pemakaian transformator dikelompokkan menjadi:


1. Transformator daya

2. Transformator distribusi

3. Transformator pengukuran; yang terdiri dari transformator arus dan transformator


tegangan.

3
Gambar 1.1 Contoh Transformator Gambar 1.2 Bagian Transformator

Gambar 1.3 Lambang Transformator

Prinsip kerja dari sebuah transformator yaitu Transformator terdiri atas dua
buah kumparan (primer dan sekunder) yang bersifat induktif. Kedua kumparan ini
terpisah secara elektris namun berhubungan secara magnetis melalui jalur yang
memiliki reluktansi (reluctance) rendah. Apabila kumparan primer dihubungkan
dengan sumber tegangan bolak-balik maka fluks bolak-balik akan muncul di dalam
inti yang dilaminasi, karena kumparan tersebut membentuk jaringan tertutup maka
mengalirlah arus primer. Akibat adanya fluks di kumparan primer maka di
kumparan primer terjadi induksi (self induction) dan terjadi pula induksi di kumparan
sekunder karena pengaruh induksi dari kumparan primer atau disebut sebagai induksi
bersama (mutual induction) yang menyebabkan timbulnya fluks magnet di kumparan
sekunder, maka mengalirlah arus sekunder jika rangkaian sekunder di bebani,
sehingga energi listrik dapat ditransfer keseluruhan (secara magnetisasi)

4
Dimana : e = gaya gerak listrik (Volt)
N = jumlah lilitan (turn)

= perubahan fluks magnet (weber/sec)
dt
Perlu diingat bahwa hanya tegangan listrik arus bolak-balik yang dapat
ditransformasikan oleh transformator, sedangkan dalam bidang elektronika,
transformator digunakan sebagai gandengan impedansi antara sumber dan beban
untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak-balik antara
rangkaian. Tujuan utama menggunakan inti pada transformator adalah untuk
mengurangi reluktansi (tahanan magnetis) dari rangkaian magnetis (common
magnetic circuit).

Komponen transformator terdiri


dari dua bagian, yaitu peralatan
utama dan peralatan bantu.
Peralatan utama transformator
terdiri dari:

Kumparan Trafo; kumparan trafo terdiri dari beberapa lilitan kawat


tembaga yang dilapisi
dengan bahan isolasi
(karton, pertinax, dll) untuk
mengisolasi baik terhadap
inti besi maupun kumparan
lain. . Untuk trafo dengan
daya besar lilitan dimasukkan dalam minyak trafo sebagai media
pendingin. Banyaknya lilitan akan menentukan besar tegangan dan arus
yang ada pada sisi [Link] kala transformator memiliki kumparan
tertier. Kumparan tertier diperlukan untuk memperoleh tegangan tertier
atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan

5
tertier selalu dihubungkan delta. Kumparan tertier sering juga untuk
dipergunakan penyambungan peralatan bantu seperti kondensator
synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt.

Inti Besi; dibuat dari lempengan-lempengan feromagnetik tipis yang


berguna untuk mempermudah jalan
fluksi yang ditimbulkan oleh arus
listrik yang melalui kumparan. Inti
besi ini juga diberi isolasi untuk
mengurangi panas (sebagai rugi-rugi
besi) yang ditimbulkan oleh arus eddy “Eddy Current”.

Minyak Trafo; berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Minyak


trafo mempunyai sifat media pemindah panas (disirkulasi) dan mempunyai
daya tegangan tembus tinggi.

Pada power transformator, terutama


yang berkapasitas besar, kumparan-
kumparan dan inti besi transformator
direndam dalam minyak-trafo. Syarat
suatu cairan bisa dijadikan sebagai
minyak trafo adalah sebagai berikut:

1. Ketahanan isolasi harus tinggi ( >10kV/mm )


2. Berat jenis harus kecil, sehingga partikel-partikel inert di dalam
minyak dapat mengendap dengan cepat
3. Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan
pendinginan menjadi lebih baik
4. Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang dapat
membahayakan

6
5. Tidak merusak bahan isolasi padat
6. Sifat kimia yang stabil

Table ket. Minyak Trafo:

Bushing; sebuah konduktor (porselin) yang


menghubungkan kumparan transformator
dengan jaringan luar. Bushing diselubungi
dengan suatu isolator dan berfungsi sebagai
konduktor tersebut dengan tangki
transformator. Selain itu juga bushing juga
berfungsi sebagai pengaman hubung singkat antara kawat yang
bertegangan dengan tangki trafo.

7
Tangki dan Konservator (khusus untuk transformator basah); pada umumnya
bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo ditempatkan di dalam
tangki baja. Tangki trafo-trafo distribusi umumnya dilengkapi dengan sirip-sirip
pendingin ( cooling fin ) yang berfungsi memperluas permukaan dinding tangki,
sehingga penyaluran panas minyak pada saat konveksi menjadi semakin baik
dan efektif untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan
konservator.

B. Jenis-Jenis Trafo

Berkaitan dengan topic yang dikaji yakni kegunaan transformator, berikut


akan dijabarkan mengenai jenis-jenis transformator :

1. Transformator Step-up

Gambar 2.1 Lambang transformator step-up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih


banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan.
Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik
tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan
dalam transmisi jarak jauh. (Ns > Np).

2. Transformator Step-down

8
Gambar 2.2 Skema transformator step-down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan


primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini
sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC. (Np > Ns).

Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan


sekunder adalah:

1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).


2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Sehingga dapat dituliskan:

3. Autotransformator

Gambar 2.3 Skema transformator

9
Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik,
dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga
merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan
dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa
dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa.
Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan
kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis
ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan
lilitan sekunder. Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai
penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

4. Autotransformator Variabel

Gambar 2.4 Skema Autotransformator Variabel


Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang
sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-
sekunder yang berubah-ubah.

5. Transformator Isolasi
Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan
lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi
pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk
mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi

10
antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak
digantikan oleh kopling kapasitor.

6. Transformator Pulsa
Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk
memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan
material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik
tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan
sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator
hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan
primer berbalik arah.

7. Transformator Tiga Fasa


Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan
secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara
bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ).

 Berdasarkan penyusun intinya


a) Transformator inti besi
trafo inti besi banyak dipakai sebagai alat interface, step up, step down rangkaian
matching impedansi, matching voltage dalam rangkaian elektronik frekuensi
rendah.

Gambar transformator inti besi

b) Transformator inti ferit

11
Trafo inti ferit banyak dipakai sebagai alat interface, Rangkaian matching
Impedansi dalam rangkaian elektronik frekuensi menengah

Gambar transformator inti ferit

c) Transformator inti udara


Trafo inti udara banyak dipakai sebagai alat interface rangkaian matching
impedansi dalam rangkaian elektronik frekuensi tinggi.

Gambar transformator inti udara

C. Hubungan Trafo

Sepeti yang telah dijelaskan dalam jenis trafo, salah satu jenis trafo adala trafo
tiga phasa. Pada prinsipnya dalam transformator tiga phasa, metode atau cara
merangkai belitan kumparan di sisi primer dan sekunder Transformator, umumnya
dikenal 3 cara untuk merangkainya, yaitu hubungan bintang, hubungan delta, dan
hubungan zig zag.

 Trafo 3 fasa Hubung Bintang Bintang (Y-Y)

12
Pada jenis ini ujung ujung pada masing masing terminal dihubungkan secara
bintang. Titik netral dijadikan menjadi satu. Hubungan dari tipe ini lebih ekonomis
untuk arus nominal yang kecil,pada transformator tegangan tinggi

Gambar 3.1 Trafo Hubungan Bintang Bintang

 Trafo Hubung Segitiga-Segitiga (Δ - Δ)

Pada jenis ini ujung fasa dihubungkan dengan ujung netral kumparan lain yang
secara keseluruhan akan terbentuk hubungan delta/ segitiga. Hubungan ini umumnya
digunakan pada sistem yang menyalurkan arus besar pada tegangan rendah dan yang
paling utama saat keberlangsungan dari pelayanan harus dipelihara meskipun salah
satu fasa mengalami kegagalan.

13
Gambar 3.2 Trafo Hubungan Delta Delta

 Trafo Hubung Bintang Segi tiga ( Y - Δ)

Pada hubung ini, kumparan pafa sisi primer dirangkai secara bintang (wye)
dan sisi sekundernya dirangkai delta. Umumnya digunakan pada trafo untuk jaringan
transmisi dimana tegangan nantinya akan diturunkan (Step- Down).
Perbandingan tegangan jala- jala 1/√3 kalinperbandingan lilitan transformator.
Tegangan sekunder tertinggal 300 dari tegangan primer.

Gambar 3.3 Trafo Hubungan Bintang Delta

14
 Trafo Hubungan Segitiga Bintang (Δ - Y)

Pada hubung ini, sisi primer trafo dirangkai secara delta sedangkan pada sisi
sekundernya merupakan rangkaian bintang sehingga pada sisi sekundernya terdapat
titik netral. Biasanya digunakan untuk menaikkan tegangan (Step -up) pada awal
sistem transmisi tegangan tinggi. Dalam hubungan ini perbandingan tegangan 3 kali
perbandingan lilitan transformator dan tegangansekunder mendahului sebesar 30°
dari tegangan primernya.

Gambar 3.4 Trafo Hubungan Delta Bintang

 Hubungan Zig – Zag

Kebanyakan transformator distribusi selalu dihubungkan bintang, salah satu


syarat yang harus dipenuhi oleh transformator tersebut adalah ketiga fasanya harus
diusahakan seimbang. Apabila beban tidak seimbang akan menyebabkan timbulnya
tegangan titik bintang yang tidak diinginkan, karena tegangan pada peralatan yang
digunakan pemakai akan [Link] menghindari terjadinya tegangan titik
bintang, diantaranya adalah dengan menghubungkan sisi sekunder dalam hubungan
Zigzag.

15
Dalam hubungan Zig-zag sisi sekunder terdiri atas enam kumparan yang
dihubungkan secara khusus (lihat gambar)

Gambar 3.5 Trafo Hubungan Zig Zag

Ujung-ujung dari kumparan sekunder disambungkan sedemikian rupa, supaya


arah aliran arus didalam tiap-tiap kumparan menjadi bertentangan. Karena e1
tersambung secara berlawanan dengan gulungan e2, sehingga jumlah vektor dari
kedua tegangan itu menjadi :
eZ1 = e1 – e2
eZ2 = e2 – e3
eZ3 = e3 – e1
eZ1 + eZ2 + eZ3 = 0 = 3 eb
Tegangan Titik Bintang eb = 0 e1 = e/2 nilai tegangan fasa ez = e/2 √3 sedangkan
tegangan jala jala Ez = ez √3 = e/2 √3

 Transformator Tiga Fasa dengan Dua Kumparan


Selain hubungan transforamator seperti telah dijelaskan pada sub-bab
sebelumnya, ada transformator tiga fasa dengan dua kumparan. Tiga jenis hubungan
yang umum digunakan adalah :

 V - V atau “ Open Δ “
 “ Open Y - Open Δ “
 Hubungan T – T

16
Ini dimungkinkan untuk mentransformasi sistem tegangan 3 fasa hanya menggunakan
2 buah trafo yang terhubung secara open delta. Hubungan open delta identik dengan
hubungan delta delta tetapi salah satu trafo tidak dipasang. Hubungan ini jarang
digunakan karena load capacity nya hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.
Sebagai contoh:
Jika dua buah trafo 50 kVA dihubungkan secara open delta, maka kapasitas terpasang
yangseharusnya adalah 2 x 50 = 100 kVA. Namun, kenyatannya hanya dapat
menghasilkan 86.6 kVA, sebelum akhirnya trafo mengalami overheat. Dan hubungan
open delta ini umumnya digunakan dalam situasi yang darurat.

Gambar 3.6 Trafo Hubungan open Delta / V – V

Kekurangan Hubungan ini adalah :

 Faktor daya rata-rata, pada V - V beroperasi lebih kecil dari P.f beban, kira
kira 86,6% dari faktor daya beban seimbang.
 Tegangan terminal sekunder cenderung tidak seimbang, apalagi saat beban
bertambah.

17
Gambar 3.7 Trafo hubungan Open Y open Delta

Hubungan Open Y - Open Δ diperlihatkan padaGambar diatas, ada perbedaan dari


hubungan V - V karena penghantar titik tengah pada sisi primer dihubungkan ke
netral (ground). Hubungan ini bisa digunakan pada transformator distribusi.

Hubungan Scott atau T – T

Hubungan ini merupakan transformasi tiga fasa ke tiga fasa dengan bantuan dua buah
transformator (Kumparan). Satu dari transformator mempunyai “Centre Taps “ pada
sisi primer dan sekundernya dan disebut “ Main Transformer“. Transformator yang
lainnya mempunyai “0,866 Tap“ dan disebut “Teaser Transformer “. Salah satu ujung
dari sisi primer dan sekunder “teaser Transformer” disatukan ke “ Centre Taps” dari “
main transformer “. “ Teaser Transformer” beroperasi hanya 0,866 dari kemampuan
tegangannya dan kumparan “ main transformer “ beroperasi pada Cos 30 ° = 0,866
p.f, yang ekuivalen dengan “ main transformer “ bekerja pada 86,6 % dari
kemampuan daya semunya

18
Gambar 3.8 Hubungan Scott atau T-T

Kesimpulannya adalah Transformator 3 fasa banyak di aplikasikan untuk


menangani listrik dengan daya yang besar. Terdapat berbagai macam hubungan pada
trafo tiga fasa yang dalam penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan rating
tegangan yang akan dipikulnya.
Salah satu hubungan pada trafo tiga fasa yang sering di pakai adalah
Hubungan Delta Bintang dan Bintang Delta, kedua jenis hubungan ini biasanya
dipakai dalam sistem tenaga listrik khususnya pada bagian transmisi listrik untuk
menaikkan tegangan (Δ-Y) dan menurunkan tegangan (Y - Δ ). Untuk suatu keadaan
darurat, trafo hubung delta dapat dibuat menjadi open delta namun dengan kapasiatas
hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.

D. Perhitungan Dasar Trafo

Perhitungan yang paling dasar dalam trafo yaitu perhitungan gaya gerak listrik
pada trafo. Seperti yang telah dirumuskan sebelumnya, gaya gerak listrik dapat dicari
dengan rumus sebagai berikut :

Dimana : e = gaya gerak listrik (Volt)


N = jumlah lilitan (turn)

19

= perubahan fluks magnet (weber/sec)
dt
Selain perhitungan sederhana tersebut, rumus dasar trafo antara lain:
 Keadaan Transformator Tanpa Beban

Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber


tegangan V 1 yang sinusoidal, akan mengalirkan arus primer I 0 yang juga sinusoidal
dan dengan menganggap belitan N1 reaktif murni. I 0 akan tertinggal 90 0 dari V 1.
Arus primer I 0 menimbulkan fluks (Ф) yang sefasa dan juga berbentuk sinusoidal.

Gambar 5.1 Transformator Dalam Keadaan Tanpa Beban

Gambar 5.2 Rangkaian Ekivalen Transformator Dalam Keadaan Tanpa Beban

Gambar 5.3 Gambar Vektor Transformator Dalam Keadaan Tanpa Beban

20
Gambar 5.4 Gambar Gelombang I 0Tertinggal 90 0 Dari V 1

Fluks yang sinusoid ini akan menghasilkan tegangan induksi е1 (Hukum Faraday):

Dimana :
e1 = gaya gerak listrik (Volt)
N1 = jumlah belitan di sisi primer (turn)
ω = kecepatan sudut putar (rad/sec)

21

Anda mungkin juga menyukai