Tuberkulosis {TBC}
Tharifah putri
qawami
Xl keperawatan
KDTK
pendahuluan
TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit menular
akibat bakteri yang menyerang paru-paru dan
menular lewat udara.
TBC penting dibahas karena mudah menular,
masih banyak terjadi, dan dapat berakibat fatal
jika tidak diobati.
Pengertian TBC
TBC adalah penyakit infeksi menular yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru.
Penyakit ini menular melalui udara saat penderita
batuk, bersin, atau berbicara. Jika tidak diobati,
TBC dapat menimbulkan gangguan kesehatan
serius, namun dapat disembuhkan dengan
pengobatan yang teratur dan tuntas.
PENYEBAB TBC
Penyebab TBC adalah bakteri
Mycobacterium tuberculosis yang
menyebar melalui udara. Penularan
terjadi ketika seseorang menghirup
percikan dahak dari penderita TBC saat
batuk, bersin, atau berbicara. Risiko
penularan lebih besar pada lingkungan
yang padat dan kurang ventilasi, serta
pada orang dengan daya tahan tubuh
yang menurun.
cara penularan nya
TBC menular melalui udara saat penderita TBC
paru batuk, bersin, berbicara, atau meludah,
sehingga bakteri keluar bersama percikan dahak.
Percikan tersebut dapat melayang di udara dan
terhirup oleh orang lain, terutama dalam waktu
lama di ruangan tertutup dengan ventilasi yang
buruk, sehingga meningkatkan risiko penularan.
faktor resiko
Faktor risiko TBC meliputi daya tahan tubuh yang
menurun seperti pada penderita HIV/AIDS,
diabetes, lansia, atau orang yang mengalami stres
berkepanjangan. Kontak erat dan lama dengan
penderita TBC, kondisi gizi buruk, serta kebiasaan
merokok dan konsumsi alkohol juga meningkatkan
risiko. Selain itu, tinggal di lingkungan padat,
rumah dengan ventilasi dan pencahayaan buruk,
serta sanitasi yang tidak memadai turut berperan
dalam penularan TBC.
tanda & gejala umum
Tanda dan gejala umum TBC meliputi batuk yang
berlangsung lebih dari dua minggu, biasanya
disertai dahak dan kadang bercampur darah.
Penderita juga sering mengalami demam ringan
yang muncul terutama pada sore atau malam hari,
keringat malam tanpa aktivitas berat, penurunan
berat badan, dan nafsu makan menurun. Selain
itu, keluhan lain yang sering dirasakan adalah
badan lemas, cepat lelah, sesak napas, dan nyeri
dada, terutama bila penyakit sudah cukup berat.
diagnosi
Diagnosis TBC ditegakkan melalui beberapa tahap
pemeriksaan. Pemeriksaan utama adalah pemeriksaan dahak,
baik secara mikroskopis, Tes Cepat Molekuler (TCM), maupun
kultur, untuk menemukan bakteri Mycobacterium
tuberculosis.
Selain itu, dilakukan rontgen dada untuk melihat gambaran
kerusakan paru-paru yang khas pada TBC. Pada kondisi
tertentu, dokter juga dapat melakukan tes darah, tes
tuberkulin (Mantoux), atau pemeriksaan penunjang lain sesuai
gejala dan kondisi pasien untuk memastikan diagnosis.
jenis TBC
1. TBC Laten
2. Kondisi ketika bakteri TBC ada di dalam tubuh tetapi tidak
menimbulkan gejala dan tidak menular. Namun, dapat berkembang
menjadi TBC aktif jika daya tahan tubuh menurun.
3. TBC Aktif
4. TBC yang menunjukkan gejala jelas dan dapat menular, sehingga
memerlukan pengobatan segera dan teratur.
5. TBC Resistan Obat (TBC RO)
6. TBC yang kebal terhadap obat TBC tertentu akibat pengobatan tidak
teratur atau tidak tuntas, sehingga memerlukan terapi khusus dengan
waktu pengobatan lebih lama.
pengobatan TBC
Pengobatan TBC dilakukan dengan obat anti
tuberkulosis (OAT) yang harus diminum secara teratur
dan tuntas selama minimal 6 bulan. Pengobatan
terdiri dari dua tahap, yaitu tahap intensif untuk
membunuh sebagian besar bakteri dan tahap lanjutan
untuk mencegah kekambuhan.
Selama pengobatan, penderita harus patuh minum
obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, tidak boleh
berhenti sebelum waktunya, dan rutin kontrol.
Pengobatan yang teratur dapat menyembuhkan TBC
dan mencegah penularan serta resistensi obat.
pencegahan TBC
Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan
beberapa cara, antara lain imunisasi BCG pada
bayi untuk mencegah TBC berat. Selain itu,
menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,
seperti menutup mulut saat batuk, tidak
meludah sembarangan, serta menjaga
kebersihan lingkungan.
Ventilasi rumah yang baik, pencahayaan cukup,
dan menghindari lingkungan padat juga penting
untuk mencegah penularan. Bagi penderita TBC,
pengobatan yang teratur dan tuntas sangat
penting agar tidak menularkan penyakit kepada
orang lain.
peran keluarga &
masyarakat
Peran keluarga dalam mengatasi TBC yaitu mendukung
penderita agar patuh minum obat, mengingatkan kontrol
rutin, serta menjaga kebersihan dan ventilasi rumah.
Peran masyarakat adalah meningkatkan kesadaran
tentang TBC, mencegah stigma terhadap penderita, serta
mendukung upaya pencegahan dan pengobatan di
lingkungan sekitar.
komplikasi jika
tidak diobati
Jika TBC tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan
paru-paru, batuk darah, sesak napas, serta penyebaran
infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, dan ginjal.
Kondisi ini juga dapat berakibat fatal dan meningkatkan
penularan ke orang lain.
data TBC di
indonesia
Berikut data TBC di Indonesia (berdasarkan laporan terbaru):
📌 Jumlah kasus TBC
• Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 1 juta kasus TBC
setiap tahun, menjadikannya negara dengan beban TBC
terbesar kedua di dunia setelah India. Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia+1
📌 Estimasi kasus & temuan
• Diperkirakan sekitar 1.090.000 kasus TBC per tahun di
Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
• Pada 2024, sekitar 885.000 kasus TBC berhasil ditemukan,
termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak
📌• TBC
Angka kematian
diperkirakan menyebabkan sekitar 125.000 kematian
per tahun di Indonesia, yaitu sekitar 14 orang meninggal per
jam. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
📌 Tingkat penemuan kasus
• Pada 2024, sekitar 81 % dari estimasi kasus TBC berhasil
diidentifikasi, meningkat dari sebelumnya. Antara News
📌 Perbandingan global
• Indonesia menyumbang sekitar 10 % dari seluruh kasus TBC
di dunia.
KESIMPULAN DAN SARAN
📌Tuberkulosis
Kesimpulan
(TBC) masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat yang serius di Indonesia karena jumlah kasus dan
angka kematiannya masih tinggi. Penyakit ini mudah menular,
namun dapat dicegah dan disembuhkan apabila dideteksi
dini serta diobati secara teratur dan tuntas.
📌Diperlukan
Saran
peningkatan kesadaran masyarakat tentang TBC,
pemeriksaan dini bagi yang berisiko, serta kepatuhan
penderita dalam menjalani pengobatan. Dukungan keluarga,
masyarakat, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk
mencegah penularan dan menurunkan angka TBC di
Indonesia.
Thank
You