1.
1 Penilaian Risiko
Penilaian risiko dimulai dengan melakukan identifikasi risiko-risiko yang
dapat terjadi dan akan mempengaruhi proyek. Setelah risiko diidentifikasi, langkah
selanjutnya adalah melakukan analisis risiko yang dilakukan berdasarkan pada
kemungkinan terjadinya (probabilitas) dan dampak yang terjadi pada proyek.
Evaluasi risiko kemudian dilakukan untuk menentukan tingkat atau kategori
risikonya. Pada bagian berikut disampaikan langkah-langkah dan hal-hal yang
harus diperhatikan pada setiap proses penilaian risiko.
1.1.1 Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Curah pendapat (brain storming);
b. Menggunakan daftar contoh risiko yang telah ada;
c. Menyusun struktur uraian risiko (risk breakdown structure);
d. Mengevaluasi pengalaman pada proyek sejenis;
e. Konsultasi dengan pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman;
f. Konsultasi dengan pihak-pihak yang berpengalaman pada proyek sejenis;
g. Cara-cara lain yang diberikan pada berbagai referensi lainnya.
Dalam proses identifikasi risiko, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan,
yaitu:
• Kompleksitas dan kematangan teknologi yang diterapkan;
• Buruknya kondisi tanah/batuan dan air tanah yang tidak diperkirakan;
• Ketidakmampuan teknis dan/atau pengelolaan/manajerial;
• Faktor manusia dan/atau kesalahan manusia;
• Kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pihak internal dan eksternal;
• Kombinasi dari beberapa peristiwa yang tidak diinginkan, yang jika
terjadi secara tersendiri tidak selalu bersifat kritis.
1.1.2 Analisis Risiko
Langkah-langkah dalam melakukan klasifikasi risiko, yaitu:
WANDA AQIQAH PUTRI/ 412 24 220
a. Menilai besarnya probabilitas.
Probabilitas dinilai berdasarkan pada jumlah potensi kejadian pada setiap
tahapan kegiatan yang dibagi menjadi lima kelas (skala Likert), yang dapat
dilakukan dengan merujuk pada Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Probabilitas
Nilai Probabilitas Terjadinya Keterangan
1 Sangat rendah Diabaikan/tidak mungkin terjadi
2 Rendah Sangat jarang terjadi
3 Sedang Kemungkinan terjadi kecil
4 Tinggi Kemungkinan terjadi besar
5 Sangat tinggi Sangat mungkin/hampir pasti terjadi
b. Menilai besarnya dampak.
Seperti pada klasifikasi probabilitas, kl asifikasi dampak juga dibagi
menjadi 5 kelas. Klasifikasi dampak umumnya dibuat berdasarkan potensi
dampak terhadap kenaikan biaya, waktu penyelesaian pekerjaan, kesehatan dan
keselamatan, serta lingkungan, seperti ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2. Klasifikasi Dampak
Dampak terhadap
Nilai Potensi Dampak terhadap Dampak terhadap waktu kesehatan & Dampak terhadap lingkungan
dampak biaya proyek keselamatan
Tidak ada dampak
Sangat Kenaikan biaya <1% Tidak ada keterlambatan
1 yang Tidak ada dampak yang berarti
rendah (Diabaikan) yang berarti
berarti
Kenaikan biaya antara Penyelesaian terlambat < 3 bulan
2 Rendah Cedera ringan Insiden lingkungan kecil
1% - 5%
Kenaikan biaya Penyelesaian terlambat 3 Insiden memerlukan masukan
3 Sedang Cedera berat
antara 5% - 10% bulan pengelolaan lingkungan
Kenaikan biaya antara Penyelesaian terlambat > 3 bulan Insiden lingkungan yang mengarah
4 Tinggi Kematian
10% - 50% ke tuntutan dan aksi demonstrasi
Menimbulkan Insiden lingkungan yang besar
Sangat Kenaikan biaya > Penyelesaian terlambat beberapa dengan efek yang permanen &
5
tinggi 50% melampaui tahun anggaran korban kematian ancaman
terhadap kesehatan masyarakat
atau sumber alam yang dilindungi
C. Menilai besarnya risiko.
Klasifikasi risiko disusun berdasarkan nilai probabilitas dan nilai
dampaknya, sesuai persamaan di dalam ketentuan 4.2.e. Tingkat risiko dapat
bervariasi dari tingkat yang sangat rendah atau dapat diabaikan hingga tingkat
WANDA AQIQAH PUTRI/ 412 24 220
yang tidak dapat diterima atau risiko sangat tinggi, seperti ditunjukkan pada 3.
Untuk mempermudah perhitungan nilai risiko, suatu matriks risiko seperti
ditunjukkan pada Tabel 4 dapat digunakan.
Tabel 3. Klasifikasi Risiko
Nilai R = P x D Kategori Risiko Simbol
≤5 Risiko sangat rendah (dapat diabaikan)
6-9 Risiko rendah (dapat diterima)
10 - 15 Risiko sedang (kritis)
Risiko tinggi - sangat tinggi (tidak dapat diterima, perlu
16 - 25
penyesuaian perencanaan)
Keterangan: R = Risiko, P = Probabilitas, D = Dampak
Tabel 4. Matriks Risiko
Dampak
Sangat Sangat
Kemungkinan/ Rendah Sedang Tinggi
rendah tinggi
Probabilitas 1 2 3 4 5
Sangat rendah 1
Rendah 2
Sedang 3
Tinggi 4
Sangat tinggi 5
WANDA AQIQAH PUTRI/ 412 24 220
A.1 Formulir daftar risiko dan evaluasi risiko
Nama/Lokasi/Tahun Proyek : Proyek Pembangunan Unit Pelaksana: PT. Chimarder 777 Ketua Unit Pelaksana: Pemimpin
Gedung Asrama Mahasiswa UNI Walisongo Semarang/UIN Kontraktor PT. Chimarder 777
Walisongo Semarang/2021
Kategori
Dampak
Kegiatan No. Nama/Jenis Probabilitas (P) Risiko Aktivitas yang telah
Deskripsi (D)
/Pekerjaan Kode Risiko (R= P x D) dilakukan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 n t s i
Pekerjaan
Pekerjaan Cuaca tidak Penjadwalan ulang
A1 terhambat akibat 16
Struktur menentu pekerjaan struktur
hujan dan banjir
Pekerja kelelahan
Pekerjaan Kelelahan
B1 akibat lembur 15 Sistem kerja bergilir
Umum pekerja
berlebihan
Pengadaan Keterlambatan Material datang Evaluasi jadwal &
B2 20
Material material tidak sesuai jadwal suplai material
Alat berat tua
Kerusakan Penggantian &
Alat Berat B3 sering mengalami 16
alat berat penambahan alat
kerusakan
Administrasi Keterlambatan Penandatanganan Koordinasi percepatan
B4 12
Kontrak kontrak kontrak terlambat administrasi
Pengukuran
Pekerjaan Kesalahan Pengukuran ulang
C1 lapangan tidak 8
Lapangan pengukuran bersama
sesuai gambar
Penyelesaian
Manajemen Keterlambatan Lembur & perbaikan
C2 proyek melewati 9
Proyek proyek metode kerja
jadwal
Melakukan koordinasi
semua pihak kemudian
Perubahan gambar
Teknis Perubahan 9 dapat ditentukan
D1 kerja akibat kondisi
Konstruksi Desain perubahan desain
lapangan
sesuai dengan kondisi
di lapangan
WANDA AQIQAH PUTRI/ 412 24 220
Mengatur jadwal
Aktivitas proyek pengecoran atau
Lingkungan Kemacetan
E1 menimbulkan 9 pengiriman material
Proyek lalu lintas
kemacetan dilakukan pada malam
hari
Menambahkan pagar
pengaman dan
pertanda untuk
Keselamatan Kurang Minim rambu dan
F1 9 mencegah kecelakaan,
Kerja pengamanan pagar pengaman
melarang pihak pihak
lain yang memasuki
area proyek
Mencari supplier
Harga material
Kenaikan material alternatif yang
Ekonomi G1 meningkat saat 12
harga material menawarkan harga
proyek
lebih murah
Memperketat akses
masuk ke proyek
khususnya areal
Hilangnya material
gudang untuk
dan peralatan kerja
Keamanan Risiko mengantisipasi
H1 selama 9
Proyek Kriminal pencurian material
berlangsungnya
maupun alat kerja
proyek
dengan menempatkan
petugas keamanan
khusus
Melakukan koordinasi
Keterlambatan Owner terlambat
Keuangan I1 9 ` dengan owner tentang
pembayaran membayar termin
schedule pembayara
WANDA AQIQAH PUTRI/ 412 24 220