0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Sop Ipv

Dokumen ini menjelaskan prosedur pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada bayi usia 4 bulan untuk mencegah penyakit Polio. Terdapat kebijakan, referensi, alat, bahan, dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses imunisasi. Penting untuk memastikan vaksin disimpan dengan benar dan tidak terkena cahaya matahari langsung.

Diunggah oleh

aisya syalindri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Sop Ipv

Dokumen ini menjelaskan prosedur pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada bayi usia 4 bulan untuk mencegah penyakit Polio. Terdapat kebijakan, referensi, alat, bahan, dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses imunisasi. Penting untuk memastikan vaksin disimpan dengan benar dan tidak terkena cahaya matahari langsung.

Diunggah oleh

aisya syalindri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pemberian Imunisasi Polio

IPV

(Inactivated Polio Vaksin)

[Link] :

[Link] :
SOP
Tanggal Terbit : 2023

Halaman : 1/2

UPTD Puskesmas Bandar Jaya dr. JOSI HARNOS

NIP. 198206172014121002

1. Pengertian Imunisasi Inactivated Polio Vaksin ( IPV ) adalah suatu kegiatan


pemberian vaksinasi kepada bayi usia 4 bln (imunisasi dasar)..

2. Tujuan Pemberian imunisasi Polio agar anak mempunyai daya tahan


terhadap penyakit Polio Penyebab kelumpuhan.

3. Kebijakan Berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bandar Jaya


No. / / / /2023 tentang pemberian imunisasi IPV
( Inactivated Polio Vaksin ).

4. Referensi 1. Pedoman Teknis Program Imunisasi Tahun 2013,


2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,Jakarta,2013,
3. Peraturan Menteri Kesehatan No.42 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi,
4. Keputusan Menteri Kesehatan 482 Tahun 2010 Tentang
Gerakan Akselerasi Imunisasi,
5. Pedoman Teknis Introduksi Inactivated Polio Vaccine ( IPV),
6. Peraturan Menteri Kesehatan No.12 Tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi

5. Prosedur 1. Alat
a. Termos/Vaksin carrier,
b. Cool Pack / Kotak dingin cair,
c. Vaksin, Pelarut ,
d. Alat suntik ( 0,05 cc dan 5 cc ),
e. Safety box (kotak pengaman),
f. Pemotong/kikir ampul vaksin,
2. Bahan
a. ATK ( Kertas,Pena ),
b. APD ( Masker dan Handscoon ),
c. Formulir ( Daftar Hadir dan Buku Kuning ),
d. Inform Consent,
e. Air Hangat,
f. Kapas dan wadah,
g. Bahan penyuluhan (poster, leaflet, dan lainnya),
h. Kartu-kartu Imunisasi (KMS, kartu TT),
i. Buku register bayi ,
j. Tempat sampah,
k. Sabun untuk cuci tangan.
6. Langkah-langkah 1. Petugas mencuci tangan ,
2. Pastikan vaksin yang akan di gunakan dalam keadaan baik
( nomor batch,tgl kadaluarsa,dan VVM ),
3. Jelaskan kepada ibu anak tersebut, umur anak (4 bulan) jumlah
suntikan 1x untuk imunisasi IPV ,
4. Ambil 0,5 cc vaksin IPV,
5. Bersihkan 1/3 paha bagian luar dengan kapas steril (air hangat),
6. Suntikan secara intra muskuler (im),
7. Rapikan alat-alat,
8. Melepaskan APD,
9. Petugas mencuci tangan,
[Link] dalam buku.

a.

7. Bagan alir

8. Hal-hal yang perlu 1. Pastikan vaksin polio IPV tidak terkena cahaya matahari
diperhatikan langsung,
2. Pastikan Coldpack cukup dingin untuk penyimpanan vaksin polio
(vaksin IPV tdk boleh bersentuhan langsung dengan coldpack yg
beku).

9. Unit terkait 1. Lintas Program,

2. Lintas Sektor.

[Link] terkait -

[Link] historis
perubahan
No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai