0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan50 halaman

Proposal

Laporan ini membahas pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan apotik sederhana di Kelurahan Pelumutan, Purbalingga, untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku. Tujuan pemeriksaan adalah untuk menilai kondisi fisik bangunan dan memberikan rekomendasi perbaikan sebelum penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kegiatan ini melibatkan evaluasi aspek arsitektur, struktur, utilitas, dan aksesibilitas bagi penyandang cacat.

Diunggah oleh

YogaS TV 04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan50 halaman

Proposal

Laporan ini membahas pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan apotik sederhana di Kelurahan Pelumutan, Purbalingga, untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku. Tujuan pemeriksaan adalah untuk menilai kondisi fisik bangunan dan memberikan rekomendasi perbaikan sebelum penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kegiatan ini melibatkan evaluasi aspek arsitektur, struktur, utilitas, dan aksesibilitas bagi penyandang cacat.

Diunggah oleh

YogaS TV 04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KELAIKAN

FUNGSI BANGUNAN
Lokasi: Kelurahan Pelumutan - Kec. Kemangkon - Kab. Purbalingga

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLF)


BANGUNAN APOTIK SEDERHANA

Tahun
2025
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

BAB I PENDAHULUAN
1.1. PENDAHULUAN

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, memiliki peran
yang sangat penting dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas serta jatidiri.
Selain itu juga bangunan gedung berfungsi sebagai tempat manusia melakukan
kegiatannya baik untuk hunian atau tempat tinggal, keagamaan, berusaha, sosial budaya
maupun kegiatan khusus.
Penyelenggaraan penataan bangunan gedung dan peningkatan kehidupan serta
penghidupan dan penghidupannya serta mewujudkan bangunan yang fungsional serta
seimbang, selaras dan selaras dengan lingkungannya, perlu adanya pengaturan yang
sesuai, terlebih bangunan tersebut bersifat publik yang melibatkan banyak orang
didalamnya, sehingga kelaikan fungsi gedung sangat penting untuk menghindari hal – hal
yang tidak diinginkan.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud kegiatan pemeriksaan Kelaikan Bangunan Gedung (SLF) adalah untuk


melakukan pemeriksaan tahap awal terhadap persyaratan administrasi maupun teknis
kalaikan bangunan, untuk selanjutnya dapat ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten
Manggarai Barat dalam melakukan Pemeriksaan kelaikan bangunan gedung yang lebih
lengkap.
Tujuan : 1. Terlaksananya pemeriksaan kelaikan bangunan gedung, pengamatan
visual, ditinjau dari persyaratan administrasi teknis, terhadap kesesuaian
pemanfaatan Ruang.
1. Terindikasinya tingkat kelaikan dan rekomendasi upaya perbaikan dalam
rangka penerbitan Sertifikat Laik Fungsi.
2. Terciptannya bangunan gedung yang layak sesuai yang diamanatkan
dalam UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan sesuai
dengan Peraturan Pelaksanannya PP No. 36 Tahun 2005 di daerah.
2|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

1.3. DASAR HUKUM

1. Uu No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung menyatakan bahwa pengaturan


bangunan gedung bertujuan untuk;
a. Mewujudkan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung
yang serasi dan selaras dengan lingkungannya
b. Mewujudkan penyelenggaraan – penyelenggaraan bangunan yang menjamin
kelaikan teknis bangunan gedung dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan
dan kemudahan
c. Mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung.
2. PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang No. 28 tahun
2022 tentang Bangunan Gedung.
3. Permen PU No. 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Pemeliharaan dan
Perawatan Bangunan Gedung
4. Permen PU No. 25/PRT/2007 Tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan
Gedung
5. Permen PU No. 11/PRT/M/2018 tentang Tim Ahli Bangunan Gedung, Pengkaji
Teknis dan Penilik Bangunan.

1.4. KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN

1. Pengecekan komponen bangunan:

Pemeriksaan Kelaikan Bangunan

Gedung

a. Data Umum
- Nama Bangunan
- Lokasi/Alamat
- Fungsi

3|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

- Luas/Jumlah Lantai
- Pemilik

4|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

b. Data Penunjang
- Tahun Pembangunan
- Sejarah Kepemilikan, kerusakan dan fungsi bangunan gedung
- Perencana
- Kontraktor
- Pengawas
- Gambar Bangunan
- Nomor IMB/PBG
- Data Arsitektur
● Permen PU 26/PRT/2008 (Perencana Arsitektur & Elektricakal)
● Standart Penyandang Cacat Permen PU 30/PRT/2006 (Perencana Arsitektur)
● Permen PU Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan
Aksesibilitas pada Bangunan gedung dan Lingkungan.
c. Data Struktur
- Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk rumah dan gedung SNI
1726;2012,
- Beban minimum untuk merancang bangunan gedung dan struktur lain
SNI1727;2013,
- Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 2847/2013,
d. Data Utilitas
- Permen PU 26/PRT/2008, Tentang persyaratan Teknis Sistem Proteksi
Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungannya
- Permen PU 26/PRT/2008 (Perencana Arsitektur dan Elektrikal)
- Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Secara umum pemeriksaan kelaikan bangunan bangunan gedung dilakukan dengan


cara pengamatan visual kondisi fisik bangunan terhadap fisik bangunan, terhadap
komponen Arsitektur, Struktur, Utilitas dan pemenuhan fasilitas aksesibilitas bagi
penyandang cacat.

5|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Untuk pemeriksaan utilitas bangunan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan


infrared thermographic thermal imaging radiometers. Setiap komponen pemeriksaan wajib
disiapkan gambar rencana atau asbuild drawings untuk kebutuhan pemeriksaam
dilapangan. Bila gambar - gambar yang dimaksud tidak tersedia, konsultan wajib membuat
gambar sesuai dengan kebutuhan.

1. Data Arsitektur

a. Menyiapkan gambar-gambar arsitektur yang diperlukan

b. menyiapkan formulir isian data lapangan

c. Periksa dan cara kondisi fisik komponen arsitektur, sesuai formulir yang telah dibuat

2. Struktur

a. Menyiapkan gambar-gambar struktur yang diperlukan

b. Menyiapkan formulir isian lapangan

c. Periksa dan catat kondisi fisik komponen struktur

3. Utilitas

a. Menyiapkan gambar - gambar Utilitas gedung, seperti Utilitas Plumbing, sistem


penghawaan buatan, penerangan buatan, transportasi vertikal(lift, eskalator),
jaringan listrik, jaringan komunikasi, sanitasi dan peralatan lain yang menunjang
fungsi bangunan gedung.

b. Menyiapkan formulir isian data lapangan

c. periksa dan catat komponen utilitas yang ada baik didalam bangunan maupun diluar
bangunan

d. Menyiapkan (gambar-gambar prasarana dan sarana kebakaran pada bangunan


gedung seperti ; hidran, springkler, tangga darurat, dll, sesuai dengan Permen PU
No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Prototipe Kebakaran pada
Bangunan Gedung dan Lingkungan.

6|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

e. Menyiapkan formulir isian data lapangan.

f. Perangkat dan cara komponen prasarana dan sarana kebakaran

g. Menyiapkan gambar-gambar aksesibilitas penyandang cacat pada bangunan gedung


sesuai dengan Permen PU Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis
Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungannnya.

h. Menyiapkan rekomendasi elemen aksesibilitas dan persyaratan untuk bangunan


gedung.

1.5. BATASAN KEGIATAN

1. Pemeriksaan diutamakan pada :


a. Bangunan Gedung Negara/Kantor Pemerintahan
b. Bangunan Gedung Komersial (pabrik dan ruko)
c. Bangunan Gedung pelayanan umum seperti : rumah sakit, hotel, pusat
perbelajaan, terminal, Apotik, stasiun dan bandara
2. Pemeriksaan dilakukan dengan cara pengamatan visual terhadap komponen
Arsitektur, Struktur dan Utilitas
3. Untuk pemeriksaan struktur beton, pemeriksaan dilakukan dengan Hammer Test
serta berpedoman pada dokumen hasil pelaksanaan lapangan terhadap rencana
struktur.
4. Pemeriksaan kelaikan bangunan dilakukan pada komponen :
a) Arsitektur
Pemeriksaan Arsitektur dilaksanakan pada finishing bangunan baik yang berada pada
bagian dalam bangunan gedung maupun yang berada pada bagian luar bangunan
gedung., mencakup
● Fungsi bangunan gedung terhadap kesesuaian peruntukan lahan
● Interior, antara lain: finishing lantai/selubung bangunan, dinding, pintu,
plafond, jendela, kaca dan meubeler terpasang.
● Eksterior, antara lain: finishing dinding, lantai, pagar dan penataan lanscape.

7|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

b) Struktur
Evaluasi dilakukan terhadap sistem struktur, pondasi, kolom, balok, dinding, core,
shear-wall dan atap.
c) Utilitas/Mekanikal dan Elektrikal
- Evaluasi dilakukan terhadap sistem trasportasi vertikal (STV), sistem utilitas
plambing, sistem utilitas listrik, sistem utilitas tata udara, sistem utilitas
penangkal petir, sistem utilitas komunikasi dan tata suara, sistem pembuangan
sampah dan sistem BAS (Building Automatic System)
- Persyaratan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, dilakukan evaluasi
pada sistem proteksi pasif dan aktif yang terdapat pada objek bangunan gedung,
termasuk pemeriksaan terhadap peralatan pemadam kebakaran, material
insulator kebakaran.
- Aksesibilitas penyandang cacat, dilakukan evaluasi pada elemen aksesibilitas
yang terdapat pada bangunan gedung, sesuai dengan ketentuan Permen PU No.
30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada
Bangunan Gedung dan Lingkungan.

1.6. INDIKATOR KELUARAN

1.6.1. INDIKATOR KELUARAN (KUALITATIF)


1. Pemilihan bangunan gedung diprioritaskan kepada bangunan gedung yang sudah
memiliki IMB/PBG atau bangunan gedung yang belum memiliki IMB/PBG tetapi
pemanfaatan ruangnnya sesuai dengan ketentuan Tata Ruang.
2. Meningkatnya kinerja pembinaan teknis bangunan gedung didaerah; meningkatnya
kelaikan bangunan gedung dan perlengkapannya dalam menunjang fungsi bangunan
gedung dan tercapainya unsur-unsur keselamatan, kenyamanan, kesehatan,
komunikasi dan mobilisasi didalam bangunan gedung tersebut.
3. Mengurangi kegagalan struktur yang diikuti oleh runtuhnya sebagian atau seluruh
gedung dan mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam seperti angin
kencang, gempa, tanah longsor perubahan fungsi dan lain sebagainya.
4. Terbinanya aparat Pemerintah Daerah dalam persiapan pemberlakuan SLF

8|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

1.6.2. KELUARAN (KUANTITATIF)


Laporan hasil pelaksanaan pemeriksaan audit kelaikan bangunan Apotik Sederhana berupa
laporan pemeriksaan kelaikan bangunan gedung (SLF)

1.6.3. LOKASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Kegiatan Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Gedung dalam hal ini Apotik, dilaksanakan di Jalan
Raya Panican – Kedungbenda ,Kelurahan Pelumutan - Kec. Kemangkon - Kab.
Purbalingga.

9|Bangunan Apotik
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

BAB II METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN


2.1. PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI BANGUNAN

Secara umum pemeriksaan kelaikan bangunan gedung dilakukan dengan cara


Pengamatan Visual kondisi fisik bangunan, terhadap komponen Arsitektur, Struktur, Utilitas,
Kebakaran dan pemenuhan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang cacat.

Untuk pemeriksaan struktur beton, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan


Hammer Test atau pemeriksaan terhadap dokumen kesesuaian pelaksanaan dari dokumen
perencanaan yang dibuat.

Untuk pemeriksaan instalasi bangunan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan


alat pemantau suhu ruangan dan alat lainnya yang diperlukan.

Setiap komponen pemeriksaan wajib disiapkan gambar rencana atau as built drawings
untuk kebutuhan pemeriksaan dilapangan. Bila gambar yang dimaksud tidak tersedia
konsultan/pengkaji teknis wajib membuat gambar sesuai dengan kebutuhan.

2.2. PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG


Proses penyelenggaraan bangunan gedung secara garis besar dibagi menjadi dua
bagian yaitu bangunan gedung pada umumnya dan bangunan gedung tertentu.

Diagram 1. Alur Pelayanan PBG secara umum

10 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

4.1. Tata Cara Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi.

Diagram 2. Alur Pelayanan SLF secara umum

11 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

2.3. TATA CARA PENERBITAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

Sertifikat Laik Fungsi bangunan gedung yang diberikan oleh Pemerintah Kota untuk
bangunan gedung, kepada pemilik/pengguna bangunan gedung meliputi :

- Penerbitan SLF untuk pertama kali; dan


- Perpanjangan SLF selanjutnya.

1. Penyelenggaraan Bangunan Gedung

a. Lingkup penyelenggaraan bangunan gedung; sebagai satu kesatuan sistem dalam


pelaksanaan urusan wajib pemerintahan dibidang bangunan gedung meliputi :
Pembangunan, Pemanfaatan, Pelestarian dan Pembongkaran bangunan gedung.

b. Pengendalian penyelenggaraan bangunan gedung; dilakukan dengan:

- Penerbitan IMB/PBG

- Penerbitan SLF bangunan gedung, perpanjangan SLF bangunan gedung; dan

- Persetujuan Rencana Teknis Pembongkaran (RTB) bangunan gedung.

c. Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung; diberikan untuk bangunan gedung yang telah
selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung
sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan.

2. Prinsip-prinsip pemberian SLF Bangunan Gedung

a. Pelayanan Prima

b. Tanpa Pungutan Biaya

3. Persyaratan Penerbitan SLF Bangunan Gedung

a. Pemenuhan Persyaratan Administratif

1. Pemeriksaan pada proses penerbitan SLF bangunan gedung untuk menilai


pemenuhan persyaratan administratif meliputi;

12 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

a) Kesesuaian data aktual dengan data dalam dokumen status hak atas lahan.

b) Kesesuaian data aktual dengan data IMB/PBG, dan/atau dokumen ststus


kepemilikan bangunan gedung yang semula telah ada/dimiliki; dan

c) Kepemilikan dokumen IMB/PBG

2. Pemeriksaan pada proses perpanjangan SLF dengan bangunan gedung untuk


menilai pemenuhan persyaratan administratif meliputi:

a) Kesesuaian data aktual dan/atau individu adanya perubahan dalam dokumen


status kepemilikan bangunan gedung berdasarkan pada perubahan
kepemilikan;

b) Kesesuaian data aktual dan/atau adanya perubahan dalam dokumen status


kepemilikan tanah;dan

c) Kesesuaian data aktual dan/atau adanya perubahan data dalam dokumen IMB
berdasarkan antara lain adanya pemecahan IMB/PBG atas permohonan pemilik
bangunan.

b. Pemenuhan Persyaratan Teknis

1. Pemeriksaan dan pengujian pada proses penerbitan SLF Bangunan Gedung untuk
menilai pemenuhan persyaratan teknis meliputi;

a) Kesesuaian data aktual dengan data dalam dokumen pelaksanaan konstruksi


bangunan gedung termasuk as built drawing, pedoman pengoperasian dan
pemeliharaan/perawatan bangunan gedung, peralatan serta perlengkapan
mekanikal dan elektrikal bangunan gedung serta dokumen-dokumen
pendukung lainnya.

b) pengujian/test dilapangan (onsite) dan/atau laboratorium untuk aspek


keselamatan, kesehata, kenyamanan dan kemudahan, pada struktur peralatan
dan perlengkapan bangunan gedung serta prasarana bangunan gedung pada
komponen konstruksi atau peralatan yang memerlukan data teknis yang
akurat; dan

13 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

c) Pengujian/test sebagaimana dimaksud pada butir b.1) b) dan b.1) c) dilakukan


sesuai dengan pedoman teknis dan tata cara pemeriksaan kelaikan fungsi
bangunan gedung.

2. Pemeriksaan dan pengujian pada proses perpanjangan SLF bangunan gedung


untuk menilai pemenuhan persyaratan teknis meliputi;

a) Kesesuaian data aktual dengan data dalam dokumen laporan hasil


pemeriksaan berkala, laporan pengujian struktur, peralatan dan perlengkapan
bangunan gedung serta prasarana bangunan gedung, laporan hasil perbaikan
dan/atau penggantian dalam kegiatan perawatan, termasuk dengan adanya
perubahan fungsi pada bangunan gedung, intensitas, arsitektur bangunan
gedung dan dampak lingkungan yang ditimbulkan;

b) Pengujian/test lapangan (on site) dan/atau dilaboratorium untuk aspek


keselamatan, kesehatan kenyamanan dan kemudahan, pada struktur,
peralatan dan perlengkapan bangunan gedung prasarana bangunan gedung
pada struktur, komponen konstruksi bangunan gedung dan peralatan yang
memerlukan data akurat, termasuk adanya perubahan fungsi bangunan
gedung, peruntukan dan intensitas, arsitektur bangunan gedung serta dampak
lingkungan yang ditimbulkan; dan

c) Pengujian/test sebagaiman dimaksud dalam butir b) dilakukan sesuai dengan


pedoman teknis dan tata cara pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung

d) Lingkup dan metode pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung.

1. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung meliputi :

a. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administratif, pemeriksaan


mengidentifikasi kelengkapan, keabsahan dan kebenaaran/kesesuaian
data dalam dokumen.

b. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis meliputi pemenuhan


persyaratan tata bangunan, dan persyaratan keandalan bangunan
gedung. Tata cara pemeriksaan pemenuhan persyaratan tata bangunan
14 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

dan persyaratan keandalan bangunan gedung meliputi persyaratan


keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan lebih rinci diatur
dalam pedoman teknis kelaikan.

15 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

2.5. PENGOLAHAN DATA DAN PENENTUAN PENILAIAN KELAIKAN

Kondisi fisik yang dicatat dalam formulir untuk masing-masing komponen


digunakan untuk proses pengolahan dan penentuan nilai kelaikan dari segi arsitektur,
struktur, utilitas, kebakaran dan aksesibilitas dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan dan kesesuaian dan penyimpangan hasil pemeriksaan kondisi fisik


terhadap gambar desain arsitektur yang terkait.

2. Menentukan nilai kelaikan arsitektur berdasarkan hasil pemeriksaan.

3. Menyusun rekomendasi

4. Langkah penanganan bangunan gedung selanjutnya, yaitu apakah bangunan


gedung tersebut perludilakukan penelitian detaillebih lanjut, perawatan,
perbaikan, perkuatan dan sebagainya untuk mencapai kondisi prima atau laik yang
wajib dilakukan oleh pemilik / pengguna bangunan gedung.

16 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

BAB III HASIL DAN ANALISIS


3.1. DESKRISPSI LOKASI PEKERJAAN

Bangunan Apotik berfungsi sebagai Apotik Pelayanan obat beralamat di Jl. Raya Panican -
Kedungbenda, Kelurahan Pelumutan - Kecamatan Kemangkon - Kabupaten Purbalingga.

Gambar 3.1.
Peta Lokasi Bangunan

17 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3.2. PEMERIKSAAN ARSITEKTURAL BANGUNAN GEDUNG

1. Luas Penguasaan Lahan

Berdasarkan keterangan yang telah dihimpun dari pihak pengelola keteknisan gedung, luas
lahan total Apoti Sovi adalah kurang lebih 462 m2.

Tabel.3.1
Luas Hasil Survei Penggunaan Lahan

No Penggunaan Lahan Luas Bangunan Percentase Keterangan


M2 %
1 Luas Tanah 422 90.5 %
2 Luas Bangunan 40 9.5%
Jumlah 462 100 %

2. Luasan Bangunan

Pemeriksaan luasan pada bangunan Apotik Sovi dilakukan dengan mengkaji data yang didapat
dengan hasil pemeriksaan lapangan

Berikut adalah hasil pemeriksaan lapangan

Tabel.3.2
Luas Hasil Survei Luasan Bangunan

No Penggunaan Lahan Luas Bangunan Percentase Keterangan


M2 %
1 Lantai I 40 100
Jumlah 40 100

18 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Gambar 3.2.
Site Plan Apotik Sovi

3.2.1. Bangunan Apotik.

Syarat bangunan Apotik yang selanjutnya adalah bangunan untuk apotik harus bersifat
permanen tapi bisa menjadi satu bagian atau terpisah dari rumah,pusat perbelanjaan,dan
bangunan sejenis [Link] untuk bangunan apotek sendiri minimal sebesar 60 [Link]
Pemeriksaan bangunan Apotek ini di fokuskan kepada : Ruang pelayanan( penerimaan dan
penyerahan resep),Ruang Peracikan obat, Gudang pemyimpanan obat,Dapur,KM/WC dan
pengelolaan tempat sampah sisa pembuatan racikan obat.

1. Ruang Pelayanan
Dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan bangunan gedung ini memiliki sarana ruang
pelayanan yang berfungsi untuk penerimaan dan penyerahan resep [Link]
Ruangan pelayanan sangat memadai karena didalamnya terdapat : Ruang Tunggu dan
ada ruang display informasi untuk menampilkan informasi obat dan produk kesehatan
lainnya.

Sebelum Pemasangan pintu masuk

2
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Setelah Pemasangan Pintu Masuk Alumunium

(Menyesuaikan gambar lay out dinas kesehatan dan hasil survey lapangan dengan dinas PU
Kabupaten Purbalingga)

Gambar [Link] Pelayanan


2. Ruang Peracikan Obat.

Dengan luas bangunan 40 m2 sudah memenuhi kriteria bangunan apotek yang mana
dalam peraturannya adalah minimal 40 m2,bangunan ini memiliki ruangan peracikan

obat yang dalam hal ini setelah diadakan pemeriksaan ruangan ini sangat memenuhi
syarat karena untuk ruangan sangat nyaman ada pemenuhan sirkulasi udara dimana
terdapat jendeladan akses pintu keluar [Link] penggunaan meja terbuat dari
cor beton dan terpasang keramik untuk meja dan keramik dinding serta wastafel cuci
tangan.

3. Gudang Penyimpanan Obat.

Pemeriksaan pada ruang gudang penyimpanan obat terdapat ruangan yang


memenuhi syarat dalam penyimpanan ketersediaan bahan obat,dari aspek ruangan
yang luas,lantai keramik sehingga terjamin untuk kebersihannya,dinding dalam
keadaan bagus.

2
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Gambar 3.3 penyimpanan Obat

4. Kamar Mandi / WC

Selanjutnya untuk ruangan KM/WC setelah diadakan pemeriksaan untuk kondisi


memenuhi persyaratan kesehatan dimana untuk lantai KM/WC sudah menggunakan
keramik kasar ukuran 25x25 cm dan untuk dinding sudah dikeramik dinding setinggi
160 cm menggunakan keramik dinding uk.30x60cm,penggunaan kloset jongkok sudah
memenuhi kriteria .Terdapat Kran air dan Floordrain atau saluran pembuangan air dari
kegiatan mandi atau cuci tangan.

Gambar 3.5. kamar mandi dan WC , keramik kamar mandi 30cm X 60 cm

2
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

5. Bukaan Pintu

Pada bangunan Apotek Sovi ini ditemui beberapa jenis bukaan pintu/kusen
(berdasarkan perbedaan penggunaan material). Dari hasil pengamatan langsung
dilapangan diketahui penggunaan material pada bukaan pintu dapat dibedakan
berdasarkan letaknya. Ditemukan beberapa persamaan karakteristik bukaan pintu
pada masing-masing area publik dan privat.

Pada area publik / pintu utama jenis bukaan pintu dipakai cenderung menggunakan
pintu folding gate karena mengutamakan transparansi ruang pelayanan. Sedangkan
pada area privat jenis bukaan pintu yang dipakai cenderung lebih solid.

Gambar 3.5.
Bukaan Pintu Pada Area Publik Pintu Utama

21 | B a n g u n a n A p o t i
k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Gambar 3.5.
Bukaan Pintu Pada Area Privat

6. Kebersihan Situasi

22 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Dinilai secara keseluruhan setiap jalur evakuasi (ruangan dan koridor) yang ada
kondisinya tidak terganggu (terbebas) oleh keberadaan barang yang menghalangi.
Untuk koridor kondisinnya sangat terjaga..

Gambar 3.5.
Kondisi Area Koridor dan lantai kerja

7. Penggunaan Jalur Evakuasi


Untuk penggunaan jalur evakuasi sesuai dengan standart yaitu terdapat rencana jalur
evakuasi saat keadaan darurat. Pada bangunan Apotek Sovi terdapat untuk pintu
samping belakang bangunan.

Gambar 3.5.
Rencana Jalur Evakuasi

23 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

8. Area Parkir Apotrek

Syarat area parkir adalah lokasi yang terbuka, lokasi yang strategis diluar bangunan
gedung. Area parkir apotek Sovi sangat luas memiliki ukuran 8 x 10 m, sehingga
pengaturan kendaraan sangat tersusun rapi dan jauh dari jalan raya. Area parkir yang
disediakan Apotik Sovi dapat menampung pengunjung yang menggakan kendaraan
roda 4 (empat) sebanyak 5 unit dan kendaraan roda 2 (dua) sebanyak 10 unit, dalam
hal ini dengan catatan kondisi parkir kendaraan tertata dengan rapi pada saat parkir.

Dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan bangunan Apotek ini pada masing – masing
ruangan terkoneksi sehingga memudahkan dalam pergerakan.

Gambar 3.5.
Area Parkir

9. Jarak Garis Sempadan Bangunan (GSB)


Peraturan Menteri PUPR No. 06/PRT/M/2007 mengatur tentang prosedur umum,
termasuk penetapan GSB jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Garis
Sempadan Bangunan (GSB) adalah garis batas imajiner yang menjadi jarak minimal antara
bangunan dengan batas lahan, seperti jalan, sungai, rel kereta api, atau batas kavling. Garis
Smpadan Bangunan di tetapkan pemerintah daerah setempat dan tujuannya untuk
memastikan keselamatan, ketertiban, kesehatan lingkungan, dan estetika tata ruang kota.
Sedangkan diluar GSB hanya bagian bangunan terbuka seperti taman atau teras. Dari sisi
kesehatan memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya alami yang baik, serta mencegah
penumpukan polusi, sedangkan secara estetika dapat menjaga keindahan dan harmoni
lingkungan, dan yang paling utama adalah menghindari sengketa batas lahan antar
24 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

tetangga. Garis Sempadan Bangunan Apotik Sovi adalah berjarak 18 m dan hal tersebut
sudah sesuai dengan rekomendasi pengukuran dari dinas (PU) kabupaten Purbalingga.

Gambar Sempadan Bangunan


Area Apotik Sovi saat ini memiliki luas lahan 462 m2 dan memiliki luas bangunan 40 m2.
Luas bangunan Apotik telah disesuaikan dan telah mendapatkan persetujuan dinas PU
kabupaten purbalingga dan diketahui oleh dinas kesehatan kabupaten purbalingga. Disini
Apotik Sovi memiliki bangunan yang baik dan masih baru sekitar 1 tahun masa tahun
pembuatan bangunan tersebut. Dalam penggunaan lahan, pembagian terhadap intensitas
bangunan gedung menyesuaikan dengan dengan Rencana detail tata ruang kabupaten
25 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Purbalingga.

26 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3.2.2. Aspek Kesehatan

1. Sistem Penghawaan

Hasil pemeriksaan pada gedung Apotek Sovi diketahui untuk sistem


pengkondisian udara (penghawaan) lebih diutamakan menggunakan sistem
mekanik (AC split). Namun demikian pada setiap ruangan yang terhubung langsung
dengan ruang luar pun dilengkapi dengan jendela hidup untuk alternatif
penghawaan secara alami.

Gambar 3.5.
Sistem penghawaan Buatan

Gambar 3.5.
Sistem penghawaan Alami

27 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

2. Sistem Pencahayaan

Hasil pemeriksaan pada gedung Apotek Sovi diketahui untuk sistem


pencahayaan lebih diutamakan menggunakan sistem pencahayaan alami. serta
pada setiap ruangan yang terhubung langsung dengan ruang luar pun dilengkapi
dengan bukaan-bukaan yang lebar sebagai tambahan alternatif pencahayaan
secara alami, sedangkan bagian dapur dan ruang racik obat (dalam bangunan)
cenderung menggunakan pencahayaan buatan.

Gambar 3.5.
Sistem pencahayaan Buatan

Gambar 3.5.
Sistem Pencahayaan Alami

28 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3. Tempat Pembuangan Sampah (TPS)


Apotek Sovi menggunakan tempat penampungan sampah yang portabel agar
mudah untuk diangkut ke tempat pembuangan sampah. Selain itu untuk dibagian
dalam bangunan pada setiap titik selalu tersedia tempat sampah kecil.

Gambar 3.5.
Tempat Penampungan
Tempat Penampungan Sampah
Sampah Sementara
diluar bangunan
Tempat
Penampungan
Sampah Sementara
didalam bangunan

3.2.3. Aspek Kemudahan

1. Hubungan Sirkulasi Horizontal dan Vertikal

Sirkulasi Pada bangunan secara horizontal alur-alur sirkulasinya sangat luas serta
penempatan perabotannya tidak menghalangi sistem sirkulasinya serta dengan
jarak yang cukup sehingga tidak membatasi ruang gerak pengunjung maupun
pelayan hotel. Dengan kesimpulan hasil pemeriksaan dilapangan sirkulasi horizontal
dinilai sangat memadai, terlihat dari dimensi jalur yang lebih dari cukup untuk
mengakomodir kebutuhan. Demikian juga dengan akses vertikal dinilai sangat
memadai selain lebarnya yang cukup juga tidak ada aksesories atau meubeler yang
menghalangi akses sirkulasi vertikal tersebut.

29 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Gambar 3.5.
Gambar Alur Sirkulasi Horizontal

2. Jalan Keluar/Masuk Sesuai Fungsi (Dimensi, Penempatan, Jarak Tempuh)

Hasil pengamatan untuk jalan keluar/masuk sesuai fungsi (Dimensi, Penempatan,


Jarak Tempuh) sangat luas serta sangat memadai dan juga dapat memudahkan
akses pemadam kebakaran pada bangunan.

Gambar 3.5.
Gambar Akses Keluar Masuk Menuju Apotik Sovi

30 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3. Area Parkir

Area parkir kendaraan pada kawasan bangunan Apotek Sovi telah diperhitungkan
untuk kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Ketersediaan lahan parkir
cukup memadai yaitu untuk kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.

Berdasarkan keterangan dari pengelola parkir, bahwa untuk parkir roda 4 bisa
menampung lebih dari 1 roda 4 serta lebih dari 15 roda dua

Gambar 3.5.
Gambar Area Parkir Kendaraan

3.2.4. Sarana dan Prasarana Pemanfaatan Bangunan Gedung

1. Toilet Bangunan

Toilet Bangunan Apotik Sovi terdapat jumlah yang sudah disesuaikan dengan
kapasitas pengunjung dan juga karyawan. Secara keseluruhan kondisi toilet cukup
bersih dan terawat, serta ketersediaan air bersih yang cukup sehingga siapapun
yang menggunakannya merasa nyaman.

Gambar [Link] Toilet Bangunan

31 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3. Sarana / Papan Informasi

Sarana Informasi Bangunan Apotek Sovi cukup lengkap serta mudah ditemui karena
terletak di ruangan [Link] fungsi-fungsi produk obat
sehingga memudahkan orang atau pengunjung untuk mendapatkan obat apa yang
dibutuhkan.

Gambar 3.5.
Gambar Papan Informasi

4. Pola Penghijauan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Sesuai dengan pemeriksaan dilapangan. Total luas lahan secara keseluruhan adaiah
462 m2, dalam lahan yang di pergunakan sebagai apotik, lahan belakang Kawasan
bangunan Apotik Sovi terdapat ruang terbuka juga cukup luas yang berfungsi
sebagai Ruang Terbuka Hijau serta sebagai area resapan. Persentase ketersediaan
ruang terbuka untuk area resapan air berada diangka ± 30% dari total 462 m2 sekitar
323 m2 yang digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau.

Gambar 3.5.1
Gambar Ruang Terbuka Hijau Kawasan Lahan Apotik Sovi

32 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Gambar 3.5.2
Gambar Ruang Terbuka Hijau Kawasan Lahan Apotik Sovi

5. Jumlah pengguna atau batasan Okupansi


 Peraturan Menteri Kesehatan No 14 tahun 2021 tentang standar kegiatan usaha
dan Produk pada penyelenggaraan Perizinan berusaha berbasis Resiko Sektor
Kesehatan.
Mengenai jumlah pengguna atau batas Okupansi terhadap kegiatan yang
menyangkut kenyamanan terhadap konsumen yang berada dalam ruangan Apotik
Sovi. Adapun secara terinci daftar sumber daya manusia dan data pengunjung pada
apotik Sovi, tercermin pada tabel tersebut di bawah :
33 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Apotik Luas Asumsi 60% dari Faktor Beban Kapasitas


Sovi Bangunan luas bangunan Hunian (Permen PU
No. 26 Tahun 2008
40 m2 24 m2 2.7 8 orang

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa kapasitas yang dianjurkan


berdasarkan Permen PU No. 26 tahun 2008 tentang kapasitas pengunjung Apotik
Sovi adalah sebanyak 8 orang. Dalam hal ini Apotik Sovi wajib mentaati jumlah
kapasitas karyawan dan pengunjung dengan jumlah maksimal sebanyak 8 orang.

34 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3.3. PEMERIKSAAN STRUKTURAL BANGUNAN GEDUNG


3.3.1. Pengamatan Visual Struktur
Struktur Bangunan utama Apotek Sovi terbangun dari Struktur Beton Bertulang.
Termasuk didalamnya untuk penggunaan beton sloof, kolom dan ringbalok. Hasil
pengamatan visual pada bangunan tersebut dapat ditampilkan pada gambar berikut.

Gambar 3.5.
Gambar Struktur Bangunan

35 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

3.3.2. Tinjauan Struktur


Sebelum didirikannya, Bangunan Apotek Sovi telah memenuhi beberapa
prosedur dalam membangun, salah satunya adalah melakukan perencanaan terhadap
bangunan dengan memahami perilaku yang terjadi pada struktur bangunan yang
ditinjau untuk memperoleh hasil perencanaan yang optimal, akurat dan tidak
menimbulkan kegagalan struktur. Namun perlu dianalisa kembali guna untuk
mengetahui perhitungan pada struktur tersebut. Analisa ini mengacu pada gambar AS
BUILD DRAWING (analisa terlampir)

36 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

BAB IV

KELAIKAN BANGUNAN

Dari hasil pemeriksaan terhadap Bangunan Apotek Sovi dilakukan kajian dengan standard dan
peraturan, kemudian disusun dengan kelaikan bangunan gedung berdasarkan 3 (tiga) kriteria
teknis yaitu teknis Arsitektur, Teknis Struktur dan Teknis Utilitas.

Adapun penilaian ketiga teknis tersebut dapat dilihat dibawah ini.

4.1. PENILAIAN ARSITEKTUR

Dari segi teknis arsitektur penilaian kelaikan bangunan dibagi lagi menjadi 3 (tiga) sub
utama kriteria, yaitu aspek keselamatan, aspek kesehatan serta aspek kemudahan. Detail
hasil penilaian teknis arsitektur dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel. 3.
Penilaian Arsitektur

No. Komponen Yang dinilai Standart Hasil Kesesuaian Penilai


Pemeriksaan an
Aspek Keselamatan
1 Pintu Darurat Ada Ada sesuai 1
2 Ukuran Pintu Darurat Lebar Min = 90 cm 120 cm sesuai 1
3 Bukaan Pintu Darurat Ada ada sesuai 1
4 Jalur Evakuasi Ada ada sesuai 2
5 Kebersihan Jalur Evakuasi Bebas Hambatan Tersedia sesuai 2
6 Penggunaan Jalur Evakuasi ada Ada sesuai 2
7
8
Aspek Kesehatan
9 Sistem Penghawaan Alami dan Buatan Ada sesuai 3
10 Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan Ada sesuai 3
Aspek Kemudahan

37 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

11 Area Parkir Tersedia dan Ada sesuai 1


Memadai
12 Toilet Bersih dan tidak Ada sesuai 1
berbau
13 Air Bersih dan tidak Ada sesuai 1
berwarna
14 Akses dan Peralatan untuk Ada ada sesuai 1
petugas apar

Ket : 1= Tidak Layak ; 2= Layak dengan syarat


Perbaikan ; 3=Layak

Merujuk dari tabel penilain tersebut dapat disimpulkan bahwa, Bangunan ini mempunyai
persentase penilain sebagai berikut :

Penilaian 1 = 0% Penilaian 2 = 15% Penilaian 3 = 85%

Dari hasil penilaian tersebut bangunan ini memperoleh Penilaian 3 sebesar 85% yang
adalah hasil penilaian baik karena telah memenuhi semua aspek yang dinilai. Sehingga bisa
diambil kesimpulan jika Bangunan Gudang ini masuk dalam kategori “Layak”.

4.2. PENILAIAN STRUKTUR

Berdasarkan Penilaian teknis terhadap Struktur Bangunan melalui analisa dan perhitungan,
maka dapat disimpulkan bahwa : Struktur pada bangunan ini telah sesuai dengan ketentuan
teknis yang telah dominan dipakai pada bangunan-bangunan pada umumnya, dari Berat
Jenis serta Ukuran Besi sesuai dengan Standart Nasional Indonesia.

Berdasarkan penilaian Visual tersebut bahwa Bangunan hotel dan komersial ini dinilai
dalam kategori “Layak”

38 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

4.3. PENILAIAN UTILITAS

Berdasarkan hasil pemeriksaan visual dan pengujian yang telah dilakukan maka dapat
dilihat untuk penilaian teknis mekanikal, elektrikal dan plumbing bangunan pada tabel
dibawah ini.

Tabel. 4.
Penilaian Utilitas Plumbing

Hasil
No. Komponen Yang dinilai Kriteria Penilaian Pemeriksaan Nilai Rekomendasi

Sistem Pemadam Kebakaran


1 Apar Ada/ 1 Baik
berfungsi
Keandalan,
Melindungi dan
Aman
Sistem Penyediaan Air Bersih
3 Sumber Air Bersih Biaya OP dan Sumber Air 1 Baik

Maintenance Bersih PDAM


4 Water Tank rendah serta Ada/ 1 Baik
berfungsi

mudah
dikembangkan/Up
to
date
Sistem Penyediaan Air Kotor
5 Fixture Plumbing : Kehandalan Ada/ 1 Baik
Sink, berfungsi
Lavatory, Kloset, Urinoir, Bath
6 Septictank Performa Sedang Ada/ 1 Baik
berfungsi
Kondisi Aman
Hasil Pemeriksaan 100% dan Melindungi

39 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

Tabel. 4.
Penilaian Utilitas Mekanikal

Hasil
No. Komponen Yang dinilai Kriteria Penilaian Pemeriksaan Nilai Rekomendasi

Sistem Penghawaan
1 Alami Berfungsi, Ada/ 3 Baik
berfungsi
2 Buatan Handal, Ada/ Baik
berfungsi
Melindungi & Nyaman
Sistem Penerangan
3 Alami Berfungsi, Ada/ 3 Baik
berfungsi
4 Buatan Handal, Ada/ 4 Baik
berfungsi
Melindungi & Nyaman
Sistem Transportasi
5 Lift Barang Berfungsi, Ada/ Baik
berfungsi
6 Lift Manusia Handal, Ada/ Baik
berfungsi
Melindungi & Nyaman
Kondisi Aman
Hasil Pemeriksaan 100% dan Melindungi

Dari hasil penilaian terhadap utilitas di bangunan ini berdasarkan bidang


Sistem Plumbing dan Sistem Mekanikal dapat dilihat dibawah ini :
Sistem Plumbing = 100 %
Sistem Mekanikal = 100 %
Berdasakan metode skoring dengan pendekatan likert, hasil dari penilaian Sistem

Plumbing dan Sistem Mekanikal adalah “Layak”.

40 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan pemeriksaan bangunan dari persyaratan administrasi dan


persyaratan teknis dapat disimpulkan untuk masing – masing Teknis Arsitektur, Teknis
Struktur Dan Teknis Utilitas sebagai berikut :

5.1.1 Teknik Arsitektur


Berdasarkan hasil Pengamatan di lapangan untuk Teknis Arsitektur meliputi aspek
kenyamanan, kesehatan, keselamatan, Bangunan ini telah memenuhi semua poin penilaian
dengan baik. Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa bangunan ini telah memenuhi dan
direkomendasikan untuk mendapatkan predikat “Laik Fungsi”.Pemeriksaan ini berfungsi
untuk mengidentifikasi kerusakan atau potensi resiko, memastikan kepatuhan terhadap
peraturan dan sebagai dasar untuk tindakan perbaikan dan pemeliharaan. Aaspek ini meliputi
fungsonal bangunan dan kesesuainnya dengan peruntukan lahan, serta pemeriksaan detail
pada interior (lantai, dinding, plafond, jendela).

Tembok Plafond Lantai Jendela


Gambar arsitektur dan tata bangunan

5.1.2 Teknik Struktur


Berdasarkan hasil pengamatan visual struktur Bangunan gedung Hotel dan Bangunan
Komersial ini, yang telah dilakukan pada Bulan Mei Tahun 2025, struktur gedung sangat kuat
dan kokoh dan Layak Digunakan.

41 | B a n g u n a n A p o t i k
5.1.3 Teknik Utilitas
• Sistem Pencahayaan berfungsi dengan baik serta layak digunakan.
• Sistem Pemadam kebakaran Hydrant,
• A i r bersih menggunakan sumber air dari PDAM dengan disalurkan ke bak penampung.
• Sistem air kotor dari Toilet disalurkan ke Sistem Pengolah Limbah Portabel (IPAL)
• Sistem Tata udara menggunakan sistem penghawaan alami dan buatan berfungsi dengan
baik dan layak

42 | B a n g u n a n A p o t i k
PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN APOTIK SOVI DESA PELUMUTAN [Link] [Link]

5.2 REKOMENDASI
5.2.1 Teknik Arsitektur

Hal-hal yang menjadi perhatian rekomendasi terkait kelayakan Fungsi bangunan Hotel
dan Komersial adalah :
a. Pengecekan rutin terkait jalur evakuasi
b. Pemeliharaan secara rutin terhadap alat-alat kelengkapan terkait aspek keselamatan,
Kenyamanan, dan Kesehatan.
c. Pada area-area Koridor dan area komunal agar diperhatikan untuk tidak diletakan
barang-barang atau tidak menumpuk barang-barang disekitar area tersebut.

5.2.2 Teknik Struktur

Berdasarkan hasil Pengamatan serta Perhitungan yang telah dilakukan, Bahwa Struktur
Bangunan ini sangat baik dan kokoh serta “LAIK FUNGSI”

5.2.3 Teknik Utilitas


1.1.2. Melakukan maintenance dan kebersihan pada semua sistem Utilitas secara [Link]
Pencahayaan
No Sampel Standar Pemeriksaan Dokumentasi
Ruang pelayanan Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 652 Lux Gam bar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Limgkungan
(Kefarmasian Minimal :
200 lux)

37 | B a n g u n a n A p o t i k
Gudang Obat Permenkes RI Nomor 2 tahun
Hasil : 168 Lux Gamba r
2023 tentang Peraturan Kondisi Sesuai
Pelaksanaan Peraturan Rekomendasi
Pemerintah Nomor 66
tahun 2014 Tentang
Kesehatan Lingkungan
(Gudang
Minimal : 200 lux)

Ruang konsultasi Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 539 Lux Gambar


tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan
(Kefarmasian Minimal :
200 lux)

1.1.3. Pemeriksaan Kelembaban Udara Dalam ruang


No Sampel Standar Pemeriksaan Dokumentasi
Ruang Pelayanan Permenkes RI Nomor 2 tahunHasil : 59.2% Kondisi Gambar
2023 tentang Peraturan Sesuai
Pelaksanaan Peraturan Rekomendasi
Pemerintah Nomor 66
tahun 2014 Tentang
Kesehatan Lingkungan
(Ruang
Farmasi: 40% – 60%
Gudang Obat Permenkes RI Nomor 2 tahunHasil : 59.4% Kondisi Gambar
2023 tentang Peraturan Sesuai
Pelaksanaan Peraturan Rekomendasi
Pemerintah Nomor 66
tahun 2014 Tentang
Kesehatan Lingkungan
(Ruang
Farmasi: 40% – 60%

37 | B a n g u n a n A p o t i k
3 Ruang konsultasi Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 58.4% Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Ruang
Farmasi: 40% – 60%

1.1.4. Pemeriksaan Kelembaban Udara Dalam ruang


No Sampel Standar Pemeriksaan Dokumentasi
1 Ruang Pelayanan Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 27.4 °C Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Ruang
Farmasi: 20 °C-28 °C)
2 Gudang Obat Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 27.3 °C Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Gudang
Obat: 20 °C-28 °C)
3 Ruang konsultasi Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 27.1°C Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Ruang
Konsultasi : 20 °C-28 °C)

37 | B a n g u n a n A p o t i k
APAR
Rekomendasi Hasil Tindak lanjut
Pemasangan APAR 3 kg Gambar
Sebanyak : 1 unit dan dilengkapi
Dengan penanda APAR

JALUR EVAKUASI
Rekomendasi Hasil Tindak lanjut
Pemasangan Tanda Jalur Gambar
Evakuasi

Tanda Titik Kumpul


Rekomendasi Hasil Tindak lanjut
Penyediaan area titik kumpul Gambar
Dan tanda titik kumpul

37 | B a n g u n a n A p o t i k
Tegangan listrik yang di gunakan di apotik sovi sebesar 3500 watt, dan untuk pelaksaan pembagian daya di
gunakan 4 mcb sebagai pembagi tegangan untuk setiap ruangan. Disini kami juga melakukan uji kelistrikan, uji
kelistrikan ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kapasitas arus listrik di apotik, Kapasitas arus listrik
yang di hasilkan oleh beban kelistrikan. Uji dilakukan menggunakan tang ampere untuk mengukur besarnya
arus listrik yang terjadi dari hasil pengukuran didapatkan niai arus listrik sebesar 0.7 ampere, dimana beban
tersebut masih aman di pergunakan, hal tersebut merujuk pada beban standar kurang dari beban maksimum
sebesar 6 ampere. Beban yang bekerja pada bangunan termasuk kategori ringan pada pemakaian listrik
penerangan dan penghawaan.

Gambar
Meteran Listrik 3500 watt

Gambar
Pengukuran tegangan listrik menggunakan Ampere Meter

37 | B a n g u n a n A p o t i k
1.1.5. Penempatan Titik Listrik
No Sampel Standar Pemeriksaan Dokumentasi
1 Titik AC Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 652 Lux Gam bar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Limgkungan
(Kefarmasian Minimal :
200 lux)
2 Meteran KWH Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 168 Lux Gamba r
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Gudang
Minimal : 200 lux)
3 MCB Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 539 Lux Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Kefarmasian
Minimal : 200 lux)

1.1.3. Penempatan APAR dan Jalur Evakuasi


No Sampel Standar Pemeriksaan Dokumentasi
1 APAR 3 KG Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 59.2% Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Ruang
Farmasi: 40% – 60%
2 Jalur Evakuasi Permenkes RI Nomor 2 Hasil : 59.4% Gambar
tahun 2023 tentang Kondisi Sesuai
Peraturan Pelaksanaan Rekomendasi
Peraturan Pemerintah
Nomor 66 tahun 2014
Tentang Kesehatan
Lingkungan (Ruang
Farmasi: 40% – 60%
37 | B a n g u n a n A p o t i k
37 | B a n g u n a n A p o t i k

Anda mungkin juga menyukai