0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Program 7k

Program Kegiatan 7K di SMAN 1 Kalijati bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah yang selama ini terganggu oleh sampah, terutama plastik. Program ini mencakup tujuh aspek: Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan, yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang optimal. Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan kondisi sekolah menjadi lebih baik dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Diunggah oleh

ichigokurosakai26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Program 7k

Program Kegiatan 7K di SMAN 1 Kalijati bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah yang selama ini terganggu oleh sampah, terutama plastik. Program ini mencakup tujuh aspek: Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan, yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang optimal. Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan kondisi sekolah menjadi lebih baik dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Diunggah oleh

ichigokurosakai26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN 7K

SMAN 1 KALIJATI

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT


CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH IV
2023-2024
LEMBAR PENGESAHAN

PROGRAM KEGIATAN 7 K
SMA NEGERI 1 KALIJATI KAB. SUBANG

Kalijati, Juli 2023

Mengesahkan,
Kepala SMAN 1 Kalijati Wakasek Kesiswaan

[Link] ,[Link] , [Link]. Toto Suparto, [Link].,[Link]


NIP. 196502281988031005 NIP.196708191991031002
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program ini dilandasi oleh sebuah kenyataan bahwa kebersihan di SMAN 1 Kalijati
selama ini tidak dapat maksimal. Sampah berserakan di mana-mana. Tempat sampah yang
sudah tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara baik. Kamar mandi/WC siswa terlihat kotor dan
berbau tidak sedap.
Persoalan sampah di sekolah yang selalu menjadi persoalan yang sangat menarik untuk
dibicarakan adalah sampah yang terutama yang berasal dari plastik. Seperti diketahui bersama
bahwa di setiap sekolah akhir-akhir ini banyak sekali penjual atau pedagang yang menjajakan
dagangannya di sekitar sekolah, misalnya sate pentol, siomay, bakso tusuk, dan minuman yang
dibungkus dengan menggunakan plastik.
Memang saat ini plastik dirasa merupakan sarana yang praktis sebagai pembungkus
makanan atau minuman. Selain mudah didapat, harganya juga murah. Para pedagang juga
merasa praktis karena tidak perlu menyiapkan tempat makan atau minum (piring, gelas),
mereka juga tidak perlu repot harus mencuci piring atau gelas tersebut. Para siswa juga merasa
lebih praktis karena ketika mereka membeli makanan atau minuman tersebut, habis makan dan
minum, plastik bekas pembungkusnya tinggal dibuang dan selesai. Namun hal ini menimbulkan
dampak buruk yang luar biasa. Pada musim kemarau sampah plastik bertebaran di mana-mana
karena tertiup angin. Pada musim penghujan, samapah plastik terlihat kotor dan menjijikkan.
Lebih-lebih plastik bekas pembungkus sate pentol atau siomay yang di dalamnya terdapat sisa
saus. Hal ini benar-benar terlihat menjijikkan dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Sampah yang paling banyak adalah sampah plastik. Banyak sekali penjual atau
pedagang (misalnya sate pentol, siomay, bakso tusuk, dan minuman) yang menjajakan
dagangannya di sekitar sekolah dengan menggunakan plastik. Tidak dapat dipungkiri, bahwa
plastik memang merupakan alat pembungkus yang murah, praktis, dan mudah didapat.
Petugas kebersihan sekolah sudah dibina sedemikian rupa, agar melaksanakan
kebersihan secara benar. Sekolah sudah membuat pembagian tugas dan pembagian wilayah
yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Secara rutin kepala sekolah dan kepala urusan tata
usaha telah mengadakan pembinaan kepada para petugas kebersihan sekolah tersebut. Setiap
mereka melaksanakan tugas kebersihan selalu dipantau dan diawasai. Namun hasilnya tetap
belum maksimal.
Di tiap-tiap kelas telah dibentuk regu kerja untuk kebersihan kelas masing- masing.
Regu kerja tersebut bertugas untuk membersihkan kelasnya masing-masing, menyiapkan
keperluan kelas pada hari bersangkutan, yang berkaitan dengan penyiapan alat tulis kelas
(kapur, spidol, penghapus, jangka, penggaris, dan lain-lain) dan kebersihan papan tulis. Namun
hal itu juga belum bisa mengatasi persoalan sampah tersebut.
Kondisi yang seperti ini sangat mengganggu pelaksanaan proses pembelajaran di
sekolah. Kondisi sekolah yang seperti itu membuat para siswa tidak nyaman dalam belajar. Para
gurupun merasa tidak nyaman mengelola pembelajaran dengan kondisi kebersihan yang seperti
itu. Hal ini akan mengakibatkan pembelajaran tidak dapat optimal sehingga hasil pembelajaran
pun juga tidak optimal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kondisi kebersihan sekolah
yang kurang baik menyebabkan pencapaian tujuan pembelajaran tidak maksimal.
Sementara itu Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) bersama- sama dengan
Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, dan Departemen Dalam Negeri
menetapkan kebijakan tentang Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Kebijakan ini merupakan
kebijakan dasar sebagai arahan bagi semua pemangku kepentingan dalam melaksanakan dan
mengembangkan PLH di Indonesia. PLH diyakini sebagai solusi yang paling tepat untuk
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap penyelamatan dan pelestarian
lingkungan.
Sebagai realisasi kebijakan tersebut, Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri
Pendidikan Nasional pada tanggal 21 Februari 2006 telah mencanangkan Program Adiwiyata,
yaitu sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Bertolak dari faktor penyebab sampah yang
menumpuk, berserakan, dan sangat mengganggu proses pembelajaran di SMA Negeri 1
Kalijati, salah satunya disebabkan oleh budaya sekolah yang kurang mendukung. Oleh karena
itu program ini akan mengatasi masalah sampah yang menumpuk, berserakan, dan sangat
mengganggu proses pembelajaran melalui program kegiatan 7K di sekolah. Berkaitan dengan
hal itu permasalahan yang dibicarakan dalam Program ini dibatasi pada upaya meningkatkan
7K di SMA Negeri 1 Kalijati.
B. Dasar
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tenang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan pemerintah Nomor 66 tahun 2010 tentang atas perubahan PP Nomor 17 Tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
3. Premendikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perrmendikbud Nomor 59
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA
4. Premendikbud Nomor 32 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal
Pendidikan
5. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan
6. Premendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan
Pendidikan Formal

C. Tujuan Program
Tujuan Program ini adalah (1) untuk memberi arah informasi yang akurat
mengenai kegiatan dapat meningkatkan 7K di SMA Negeri 1 Kalijati, dan (2) untuk
memperoleh informasi yang akurat mengenai besarnya peningkatan 7K setelah
dilaksanakannya kegiatan 7K SMA Negeri 1 Kalijati
D. Manfaat Program
Manfaat Program ini dibedakan menjadi empat hal, yaitu manfaat bagi sekolah, bagi
guru, bagi siswa, dan bagi masyarakat. (1) Bagi Sekolah manfaat Program ini adalah
pelaksanaan 7K di sekolah meningkat, sehingga dapat menunjang keberhasilan pencapaian
tujuan pembelajaran, (2) Manfaat Program ini bagi guru adalah para guru merasa lebih nyaman,
senang, dan tenang dalam mengelola pembelajaran, kondisi ini membuat para guru dan siswa
merasa enjoy sehingga proses belajar mengajar menjadi maksimal, (3) Program ini bagi siswa
adalah mereka menjadi kerasan dan betah belajar di sekolah. Mereka bisa belajar secara
optimal tanpa diganggu oleh kondisi sampah yang berserakan, kotor, dan bau, (4) bagi
masyarakat, hasil Program ini bermanfaat untuk meningkatkan dukungannya
terhadap sekolah. Mereka merasa bangga dengan keberadaan sekolah yang bersih, sehingga
rasa memiliki sekolah bagi masyarakat akan meningkat.
BAB II
PROGRAM KEGIATAN

A. Pengertian 7K
Secara umum sekolah-sekolah telah memiliki program 7K. Hal itu diprogramkan oleh
sekolah sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman
aman agar pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung kodusif. Hal ini dikarenakan sekolah
yang bersih, indah, dan nyaman sangat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang
dikelola oleh sekolah. Bahkan tidak hanya di sekolah-sekolah, kantor-kantor pemerintah
maupun swasta juga mencanangkan program 7K ini.
7K merupakan singkatan dari Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan,
Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan. Program ini dimaksudkan agar siswa
mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Berperilaku sopan, tidak membuang sampah
sembarangan, selalu menjaga kebersihan lingkungan, kedislipinan, dan lain- lain adalah aspek-
aspek yang dikembangkan di program ini.
B. Jenis Kegiatan
1. Ketertiban
Untuk mewujudkan ketertiban di SMAN 1 Kalijati maka dibuat pereturan sekolah
berupa peraturan akademik dan tata tertib siswa.
2. Keindahan
Untuk mewujudkan keindahan di SMAN 1 Kalijati dilaksanakan gerakan menta
lingkungan sekolah dan kelas oleh seluruh siswa.
3. Kebersihan
Untuk mewujudkan kebersihan sekolah dilaksanakan kegiatan rabu bersih yang
bersamaan dengan kegiatan PBP kesehatan.
4. Keamanan
Untuk mewujudkan keamanan sekolah dilakukan pemasangan CCTV di setiap sudut,
pengaturan piket guru dan satpam serta penjaga malam.
5. Kekeluargaan
Untuk mewujudkan rasa kekeluargaan dibangun rasa saling menghargai, saling
membantu baik antar guru maupun siswa, dalam bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan
pembelajaran dan kegiatan lainnya
6. Kerindangan
Untuk mewujudkan kegiatan kerindangan dadakan gerakan menanam pohon, semua
siswa dan semua warga sekolah untuk membawa bibit pohon yang akan ditanam di
lingkunan sekolah.
7. Kedisiplinan
Untuk mewujudkan kedisiplinan dengan membuat tatatertib bagi siswa dan guru
melaksanakan pembiasaan berupan penumbuhan budi perkerti.

BAB III
PENUTUP

Dengan kesungguhan hati dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, mudah-mudahan
berbagai langkah dan upaya yang telah di programkan dapat dilaksanakan dengan optimal.
Program 7K SMAN 1 Kalijati senantiasa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan kita
semua.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyelesaian program ini,
dan sekaligus mohon kiranya saran dan masukan untuk lebih sempurnanya program pembinaan
kesiswaan di masa yang akan datang. Amiin

Anda mungkin juga menyukai