Contoh RKT
Contoh RKT
PENDAHULUAN
B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan :
Pasal 28 berbunyi :
Perencanaan kegiatab Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas, proses
dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan
Pendidikan.
Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka
pendek dan rencana jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi :
Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan terhadap:
a. pendidikan anak usia dini; dan
b. pendidikan dasar dan menengah.
Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan
Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah ;
Pasal 24 berbunyi :
Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil
pendidikan daerah.
Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini, dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Pasal 26 berbunyi :
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan
dan perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi,
dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28 berbunyi :
Mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
Mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
Melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah.
BAB II
PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN
A. Profil Pendidikan
Profil Pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan Pendidikan
sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk
penngkatan mutu layanan Pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan. Profil Pendidikan
terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan
dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran
Kompetensi Lulusan
Standar Proses
Dimensi D
DIMENSI A
3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang
bersetifikat Pendidik dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu,
jumlah kehadiran GTK di kelas bisa menggambarkan bagaiman kinerja mereka
sehari-hari. Tak hanya melihat kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi
perkembangan mutu dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan
keterlibatan mereka menjadi GTK.
a. Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Negeri 01 Tanjung Rejo dengan rata-rata
UKG sudah baik.
A. Pengertian
Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor
Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk
mencapai peningkatan serta perbaikan mutu Pendidikan yang berkesinambungan.
Tahapan yang dilakukan oleh SD Negeri 01 Tanjung Rejo dalam Perencanaan Berbasis
Data (PBD) dari rapor Pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat
dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo dengan tahapan sebagai berikut :
Mengunduh profil Pendidikan dari platfrom Rapor Pendidikan
Mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi Satuan
Pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
Memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
Dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo diperoleh data/indikator yang
bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indikator
yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada table di bawah ini.
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD Negeri
01 Tanjung Rejo dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1 Kemampuan Literasi
dan A.2 Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 01 Tanjung Rejo masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
o Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah yang
dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara yang
beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data yang
kompleks.
o Akar masalah dapat dilakukan dengan :
1. Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau kuning)
2. Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
o Dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo diperoleh akar masalah dari
indicator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini
Tabel 2 Proses Refleksi
Rapor Pendidikan SD Negeri Kuala Bubon
Identifikasi Refleksi (Akar Maslah)
A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar terutama
dalam hal kompetensi membaca teks informasi (34.43)*, kompetensi
membaca teks sastra (38.24)*, kompetensi mengakses dan menemukan isi
A.1 K. teks (L1) (40.78)*, kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks
Literasi (L2) (36.23)*, dan kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks
(L3) (28.99)*, angka dalam kurung “0” merupakan nilai domain tersebut.
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru baik
A.2 Sebagian besar peserta didk dalam kategori cakap dan dasar terutama
dalam kompetensi pada domain bilangan (20,57)*, Aljabar (18,26)*,
A.2 K. Geometri (19,96), Data dan Ketidakpastian (52,86), Kompetensi
Numerasi mengetahui (L1) (17,96), menerapkan (L2) (20), menalar (L3) (26,83)
D.1 Kualitas pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan Perbaikan pembelajaran oleh guru baik
A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Sedang dalam karakter
A.3 Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
Karakter Gotong Royong, kreativitas, Nalar kritis, kebhinekaan global dan
Kemandirian
D.4 D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru turun 4,44%
Keamanan
3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut :
o Dari akar masalah yang sudah dirumuskan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentiikasi.
o Dalam penentuan program dan kegiatan SD Negeri 01 Tanjung Rejo merujuk
pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek (ada pada lampiran)
o Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi terhadap
rapor pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo, maka proses benahi atau
menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Proses Benahi
Rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar peserta didik dalam Pemanfaatan platform merdeka mengajar
kategori cakap dan dasar terutama dalam untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala
hal kompetensi membaca teks informasi sekolah terkait materi literasi (Benahi 1)
(34.43)*, kompetensi membaca teks Penguatan pembelajaran literasi dengan
sastra (38.24)*, kompetensi mengakses menggunakan modul literasi berbasis tema dan
dan menemukan isi teks (L1) (40.78)*, sumber lainnya diluar platform merdeka
kompetensi menginterpretasi dan mengajar (Benahi 2)
memahami isi teks (L2) (36.23)*, dan Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
kompetensi mengevaluasi dan buku dari berbagai sumber dan genre secara
merefleksikan isi teks (L3) (28.99)*, rutin oleh guru dan siswa (Benahi 3)
angka dalam kurung “0” merupakan nilai Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
domain tersebut. untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah baik sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran terkait literasi (Benahi 4)
oleh guru baik Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah, contohnya dengan penerapan kurikulum
merdeka (Benahi 6)
A.2 Sebagian besar peserta didk dalam Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
kategori cakap dan dasar terutama dalam peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
kompetensi pada domain bilangan terkait materi numerasi (Benahi 1)
(20,57)*, Aljabar (18,26)*, Geometri Penguatan pembelajaran numerasi dengan
(19,96), Data dan Ketidakpastian menggunakan modul numerasi berbasis tema
(52,86), Kompeten si mengetahui (L1) dan sumber lainnya di luar platform merdeka
(17,96), menerapkan (L2) (20), menalar mengajar (Benahi 2)
(L3) (26,83) Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Numerasi (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran numerasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan numerasi sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
Maha Esa, dan Berakhlak Mulia turun peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
Refleksi Benahi
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
Berakhlak mulia dengan sumber lainnya di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia (Benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan Beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.2 Gotong royong turun Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter gotong royong (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter gotong royong dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter karakter gotong royong (Benahi
4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter karakter gotong royong
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter gotong royong sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.3 Kreatifitas turun Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kreatifitas (Benahi 1)
Refleksi Benahi
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
kreatifitas dengan menggunakan sumber lainnya
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kreatifitas (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran kreatifitas dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter kreatifitas sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.4 Nalar Kritis naik Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Nalar Kritis (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Nalar Kritis dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Nalar Kritis (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Nalar Kritis dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Nalar Kritis sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.5 Kebhinekaan Global naik Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kebhinekaan Global
(Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kebhinekaan Global dengan
menggunakan sumber lainnya di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)
Refleksi Benahi
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Kebhinekaan Global sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.6 Kemandirian masih turun Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kemandirian (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kemandirian dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kemandirian (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kemandirian dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Kemandirian sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
D.1 Kualitas Pembelajaran baik Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kualitas Pembelajaran (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kualitas Pembelajaran dengan
menggunakan sumber lainnya di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kualitas Pembelajaran (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran Kualitas Pembelajaran dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
Refleksi Benahi
Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan Pendidikan yang terkait peningkatan
Kualitas Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.4 Keamanan Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Keamanan (Benahi 1)
Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
Keamanan dengan menggunakan sumber lainnya
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Keamanan (Benahi 4)
Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran Keamanan dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan Pendidikan yang terkait peningkatan
Keamanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
dan kondisi sekolah (Benahi 6)
BAB IV
RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
Rencana kerja tahuna adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan
ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 SD Negeri 01 Tanjung Rejo disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor Pendidikan
TAHUN 2024. Proses penyusunan RKT SD Negeri 01 Tanjung Rejo dirumuskan
mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan tahun
2024/2025.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti:
Dari tahapan Identifikasi, Refleksi dan Benahi sebelumnya, selanjutya dimasukkan
dalam format RKT.
Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan yang akan
masuk ke dalam RKAS.
Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di dalam
RKAS.
Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada
sebelumnya RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
SD Negeri 01 Tanjung Rejo Tahun 2025
A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang didasarkan
pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui proses analisis
terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi
rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB Terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas Pendidikan
dasar yakni indikator;
A1. Kemampuan Literasi
A2. Kemampuan Numerasi
A3. Karakter
D4. Iklim Keamanan
D8. Iklim Kebhinekaan Sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang baik
(bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level
2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh
terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri 01 Tanjung Rejo untuk tahun 2025
tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport
Pendidikan Tahun 2023/2024
B. REKOMENDASI
1. Satuan Pendidikan
Diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program sesuai
program yang telah disusun dalam RKT
Diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan biaya
dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip pengelolaan pembiayaan
2. Warga Sekolah
Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi manajer
dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai dengan tugas dan
fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.