0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan37 halaman

Contoh RKT

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia dan upaya peningkatan mutu serta pemerataan pendidikan melalui program-program terencana. SD Negeri 01 Tanjung Rejo, dengan jumlah siswa yang meningkat, melakukan asesmen nasional dan menyusun Rencana Kerja Tahunan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pendidikan berdasarkan hasil rapor pendidikan. Perencanaan berbasis data ini bertujuan untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkesinambungan dengan melibatkan analisis dan refleksi dari capaian yang ada.

Diunggah oleh

indrawanw773
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan37 halaman

Contoh RKT

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia dan upaya peningkatan mutu serta pemerataan pendidikan melalui program-program terencana. SD Negeri 01 Tanjung Rejo, dengan jumlah siswa yang meningkat, melakukan asesmen nasional dan menyusun Rencana Kerja Tahunan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pendidikan berdasarkan hasil rapor pendidikan. Perencanaan berbasis data ini bertujuan untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkesinambungan dengan melibatkan analisis dan refleksi dari capaian yang ada.

Diunggah oleh

indrawanw773
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam
pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai upaya untuk meningkatkan
mutu dan pemerataan pendidikan, maka dipandang perlu adanya upaya yang
dilaksanakan secara terencana, terarah, dan terpadu untuk menyempurnakan kegiatan-
kegiatan sekolah, sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan
memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas (quality) dan
pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui penerapan program
wajib belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan, pembiayaan,
sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen dan pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan
ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
SD Negeri 01 Tanjung Rejo merupakan satuan pendidikan dasar yang berlokasi di
Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur yang memiliki
pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 1 operator sekolah,
6 guru kelas, 1 orang guru mata pelajaran PJOK, dan 1 orang guru mata pelajaran PAI.
SD Negeri 01 Tanjung Rejo mempunyai jumlah peserta didik pada tahun pelajaran
2024/2025 adalah 75 siswa, sedangkan untuk tahun pelajaran 2025/2026 adalah 87
siswa. Berdasarkan data tersebut SD Negeri 01 Tanjung Sari mengalami kenaikan
jumlah peserta didik dari tahun pelajaran sebelumnya yakni sejumlah 12 orang siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 7 siswa. Hasil dari asesmen tersebut maka
keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang diperoleh
melalui platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang memberikan gambaran
nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang selanjutnya oleh satuan
pendidikan dasar dijadikan acuan untuk membuat perencanaan baik rencana kerja
tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).
Rencana Kerja Tahunan SD Negeri 01 Tanjung Rejo Tahun 2024 ini merupakan
hasil dari proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dari laporan rapor pendidikan
tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses Asesmen Nasional tahun 2024 yang
terkenal dengan istilah ANBK.
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas pendidikan
dasar dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim
keamanan sekolah dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut dianalisis
berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi kemampuan siswa.
Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis melalui proses identifikasi, refleksi dan
benahi (IRB) yang akan menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data (PBD).
Perencanaan Berbasi Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform
Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervenasi satuan maupun Dinas Pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian Pendidikannya dan bertujuan untuk
mencapai peningkatan serta perbaikan mutu Pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang
efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga
disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi
masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian
mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan
melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan
refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan. Terdapat 3 langkah
sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.

B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan :
Pasal 28 berbunyi :
 Perencanaan kegiatab Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas, proses
dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan
Pendidikan.
 Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka
pendek dan rencana jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi :
 Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan terhadap:
a. pendidikan anak usia dini; dan
b. pendidikan dasar dan menengah.
 Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan
Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah ;
Pasal 24 berbunyi :
 Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil
pendidikan daerah.
 Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini, dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Pasal 26 berbunyi :
 Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan
dan perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi,
dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28 berbunyi :
 Mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
 Mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
 Melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah.
BAB II
PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN

A. Profil Pendidikan
Profil Pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan Pendidikan
sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk
penngkatan mutu layanan Pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan. Profil Pendidikan
terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan
dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran

8 Standar Nasional Pendidikan

Output Proses Input

Standar Standar Isi Standar

Kompetensi Lulusan
Standar Proses

Standar Kompetensi Lulusan


Dimensi A Dimensi B Standar Penilaian

Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Lulusan


Standar Pengelolaan
Dimensi C Dimensi E

Dimensi D

Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan


B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan yang
merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja
daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun. Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka
Kepala sekolah atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor
Pendidikan melalui tautan [Link] atau Platform
rapor pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang
menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor
Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan
kewenangannya.
Pada Rapor Pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas Pendidikan
dasar diantaranya :
A.1 Kemampuan Literasi
A.2 Kemampuan Numerasi
A.3 Karakter
D.4 Iklim Keamanan Sekolah
D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya Selain itu hasil
Rapor Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses
dan meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan
dalam melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalah dengan melakukan
Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
a. Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut :
 Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
 Merujuk kepada daftar indicator prioritas
 Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
b. Tahapan proses reflekasi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan oleh
kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut :
 Dari masalah yang akan diintervensi dilakukan analisis untuk mencari akar
masalah.
c. Tahapan proses reflekasi (menentukan program dan kegiatan) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut :
 Membuat program, dan
 Menyusun kegiatan sebagai Solusi untuk setiap akar masalah yang
ditetapkan.

2. Rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo

DIMENSI A

Kemampuan Literasi A1 Kemampuan Numerasi A2 Indeks Karakter A3

Gambar 3 Dimensi A Tahun 2023

Gambar 4 Dimensi A Tahun 2024


DIMENSI
D

Iklim Keamanan D4 Iklim D8 Kualitas


SP Kebinekaan Pembelajaran
D1

Gambar 5 Dimensi D Tahun 2023

Gambar 6 Dimensi D Tahun 2024

Berdasarkan hasil analisi dari platform rapor pendidikan SD Negeri 01


Tanjung Rejo maka didapat data berikut ini :

1) Mutu Hasil Peserta Didik


Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkogntif.
Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi pserta didik,
sementara aspek non koknitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan
dengan nilai Pancasila.
a. Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri 01 Tanjung Rejo dari 25%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk kompetensi
mengevaluasi dan merefleksikan isi teks mengalami peningkatan cukup
siginifikan yaitu 32,71%.
b. Kemampuan Numerasi peserta didik SD Negeri 01 Tanjung Rejo kurang
dari 8,25% sudah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.
c. Indek karakter peserta didik SD Negeri 01 Tanjung Rejo terbiasa
menerapkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia,
bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun 2024 indeks karakter turun
mencapai 3,63% dari tahun 2023.

2) Iklim Keamanan dan iklusivitas di Satuan Pendidikan


Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan
kualitas pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena
mengalami perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau
kondisi fisiknya akan kesulitan dalam mengikuti Pelajaran.

a. Iklim Keamanan SD Negeri 01 Tanjung Rejo memiliki lingkungan sekolah


yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya
kasus perundungan, hukum fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan
narkoba. Satuan Pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah
dalam mencegah dan menangani kasu untuk menciptakan iklim keamanan
di lingkungan sekolah.
b. Iklim Kebinekaan SD Negeri 01 Tanjung Rejo sudah menghadirkan proses
pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan
budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung
kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme

c. Iklim Inklusivitas di SD Negeri 01 Tanjung Rejo mulai mengembangkan


suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi
peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat Istimewa.

3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang
bersetifikat Pendidik dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu,
jumlah kehadiran GTK di kelas bisa menggambarkan bagaiman kinerja mereka
sehari-hari. Tak hanya melihat kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi
perkembangan mutu dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan
keterlibatan mereka menjadi GTK.
a. Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Negeri 01 Tanjung Rejo dengan rata-rata
UKG sudah baik.

b. Pengalaman pelatihan guru di SD Negeri 01 Tanjung Rejo telah


berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
c. Kehadiran guru dikelas terdiri dari : kehadiran guru menurut laporan murid
dan kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah.
d. Proporsi GTK di SD Negeri 01 Tanjung Rejo berkualifikasi S1 baik
dibidang guru kelas maupun guru bidang studi.

4) Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel


Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktifitas, sekolah penting untuk
melibatkan warga sekolah (orang tua dan peserta didik). Dari sisi pengelolaan
dana, perlu diperhatikan proporsi jenis belanja yang dilakukan, dan bagaimana
Tingkat pemanfaatan TIK dalam melakukan perencanaan dan pembelajaran
anggaran.
a. Partisipasi Warga Sekolah
Partispasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua dan partisipasi
murid,
b. Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri
dari :
 Proporsi pembelajaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
 Proporsi pembelajaran non personal mutu pembelajaran
c. Pemanfaatan TIK untuk adminitrasi
Pemanfaatan TIK di SD Negeri 01 Tanjung Rejo selain untuk administrasi
dan pembelajaran juga digunakan untuk mengelola anggaran yang terdiri
dari :
 Proporsi perencanaan dana bos secara digital
 Indeks penggunaan platform sumber daya sekolah – ketepatan waktu
dan kelengkapan pelaporan.
BAB III
PERENCANAAN BERBASIS DATA

A. Pengertian
Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor
Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk
mencapai peningkatan serta perbaikan mutu Pendidikan yang berkesinambungan.
Tahapan yang dilakukan oleh SD Negeri 01 Tanjung Rejo dalam Perencanaan Berbasis
Data (PBD) dari rapor Pendidikan adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat
dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo dengan tahapan sebagai berikut :
 Mengunduh profil Pendidikan dari platfrom Rapor Pendidikan
 Mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
 Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi Satuan
Pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
 Memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
 Dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo diperoleh data/indikator yang
bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indikator
yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada table di bawah ini.

Tabel 1. Proses Indentifikasi


Rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo tahun 2024
Indikator yang Indikator Prioritas Dikdasmen Indikator yang akan
bermasalah diintervensi
A.1 K. Literasi A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi
A.2 K. Numerasi A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi
A.3 Karakter
D.1 Kualitas Pembelajaran
D.4 Iklim Keamanan
D.5 Iklim Kebhinekaan
Keterangan :
 A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaian di bawah kompetensi minimum (25%) dan berwarna
meraH
 A.2 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaiannya di bawah kompetensi minimum (6,25%) dan
berwarna merah
 Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa SD Negeri 01 Tanjung Rejo Kurang
dari 25% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca.
 Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 01 Tanjung Rejo
Kurang dari 6,25% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum untuk
numerasi.
 Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator prioritas yang
diintervensi oleh SD Negeri 01 Tanjung Rejo.

2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD Negeri
01 Tanjung Rejo dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1 Kemampuan Literasi
dan A.2 Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 01 Tanjung Rejo masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
o Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah yang
dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara yang
beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data yang
kompleks.
o Akar masalah dapat dilakukan dengan :
1. Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau kuning)
2. Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
o Dari rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo diperoleh akar masalah dari
indicator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini
Tabel 2 Proses Refleksi
Rapor Pendidikan SD Negeri Kuala Bubon
Identifikasi Refleksi (Akar Maslah)
A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar terutama
dalam hal kompetensi membaca teks informasi (34.43)*, kompetensi
membaca teks sastra (38.24)*, kompetensi mengakses dan menemukan isi
A.1 K. teks (L1) (40.78)*, kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks
Literasi (L2) (36.23)*, dan kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks
(L3) (28.99)*, angka dalam kurung “0” merupakan nilai domain tersebut.
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru baik
A.2 Sebagian besar peserta didk dalam kategori cakap dan dasar terutama
dalam kompetensi pada domain bilangan (20,57)*, Aljabar (18,26)*,
A.2 K. Geometri (19,96), Data dan Ketidakpastian (52,86), Kompetensi
Numerasi mengetahui (L1) (17,96), menerapkan (L2) (20), menalar (L3) (26,83)
D.1 Kualitas pembelajaran sudah baik
D.2 Refleksi dan Perbaikan pembelajaran oleh guru baik
A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Sedang dalam karakter
A.3 Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
Karakter Gotong Royong, kreativitas, Nalar kritis, kebhinekaan global dan
Kemandirian
D.4 D.4.2 Kesejahteraan psikologis (wellbeing) guru turun 4,44%
Keamanan

3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut :
o Dari akar masalah yang sudah dirumuskan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentiikasi.
o Dalam penentuan program dan kegiatan SD Negeri 01 Tanjung Rejo merujuk
pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek (ada pada lampiran)
o Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi terhadap
rapor pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo, maka proses benahi atau
menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Proses Benahi
Rapor Pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar peserta didik dalam  Pemanfaatan platform merdeka mengajar
kategori cakap dan dasar terutama dalam untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala
hal kompetensi membaca teks informasi sekolah terkait materi literasi (Benahi 1)
(34.43)*, kompetensi membaca teks  Penguatan pembelajaran literasi dengan
sastra (38.24)*, kompetensi mengakses menggunakan modul literasi berbasis tema dan
dan menemukan isi teks (L1) (40.78)*, sumber lainnya diluar platform merdeka
kompetensi menginterpretasi dan mengajar (Benahi 2)
memahami isi teks (L2) (36.23)*, dan  Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
kompetensi mengevaluasi dan buku dari berbagai sumber dan genre secara
merefleksikan isi teks (L3) (28.99)*, rutin oleh guru dan siswa (Benahi 3)
angka dalam kurung “0” merupakan nilai  Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
domain tersebut. untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah baik sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran terkait literasi (Benahi 4)
oleh guru baik  Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran literasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah, contohnya dengan penerapan kurikulum
merdeka (Benahi 6)
A.2 Sebagian besar peserta didk dalam  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
kategori cakap dan dasar terutama dalam peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
kompetensi pada domain bilangan terkait materi numerasi (Benahi 1)
(20,57)*, Aljabar (18,26)*, Geometri  Penguatan pembelajaran numerasi dengan
(19,96), Data dan Ketidakpastian menggunakan modul numerasi berbasis tema
(52,86), Kompeten si mengetahui (L1) dan sumber lainnya di luar platform merdeka
(17,96), menerapkan (L2) (20), menalar mengajar (Benahi 2)
(L3) (26,83)  Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Numerasi (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran numerasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan numerasi sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
Maha Esa, dan Berakhlak Mulia turun peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
Refleksi Benahi
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
Berakhlak mulia dengan sumber lainnya di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia (Benahi 4)
 Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan Beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.2 Gotong royong turun  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter gotong royong (Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter gotong royong dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter karakter gotong royong (Benahi
4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter karakter gotong royong
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter gotong royong sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.3 Kreatifitas turun  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kreatifitas (Benahi 1)

Refleksi Benahi
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
kreatifitas dengan menggunakan sumber lainnya
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kreatifitas (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran kreatifitas dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter kreatifitas sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.4 Nalar Kritis naik  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Nalar Kritis (Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Nalar Kritis dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Nalar Kritis (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Nalar Kritis dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Nalar Kritis sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.5 Kebhinekaan Global naik  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kebhinekaan Global
(Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kebhinekaan Global dengan
menggunakan sumber lainnya di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)

Refleksi Benahi
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global
dengan melibatkan pemangku kepentingan
sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Kebhinekaan Global sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.6 Kemandirian masih turun  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter Kemandirian (Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kemandirian dengan menggunakan
sumber lainnya di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kemandirian (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kemandirian dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum
operasional satuan Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter Kemandirian sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah
(Benahi 6)
D.1 Kualitas Pembelajaran baik  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kualitas Pembelajaran (Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
karakter Kualitas Pembelajaran dengan
menggunakan sumber lainnya di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait Kualitas Pembelajaran (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran Kualitas Pembelajaran dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah
(Benahi 5)

Refleksi Benahi
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan Pendidikan yang terkait peningkatan
Kualitas Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan kondisi sekolah (Benahi 6)
D.4 Keamanan  Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Keamanan (Benahi 1)
 Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
Keamanan dengan menggunakan sumber lainnya
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
 Pembentukan dan optimalisasi kumunitas
belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan
diskusi terkait Keamanan (Benahi 4)
 Reflekasi pembelajaran oleh guru dan kepala
sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran Keamanan dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
 Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan Pendidikan yang terkait peningkatan
Keamanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
dan kondisi sekolah (Benahi 6)

BAB IV
RENCANA KEGIATAN TAHUNAN
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
Rencana kerja tahuna adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan
ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 SD Negeri 01 Tanjung Rejo disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor Pendidikan
TAHUN 2024. Proses penyusunan RKT SD Negeri 01 Tanjung Rejo dirumuskan
mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan tahun
2024/2025.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti:
 Dari tahapan Identifikasi, Refleksi dan Benahi sebelumnya, selanjutya dimasukkan
dalam format RKT.
 Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan yang akan
masuk ke dalam RKAS.
 Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di dalam
RKAS.
 Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada
sebelumnya RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
SD Negeri 01 Tanjung Rejo Tahun 2025

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


A.1 A.1 Sebagian besar Pemanfaatan platform Peningkatan kompetensi secara
Literasi Peserta merdeka mengajar untuk daring. Guru dan kepala
didik dalam kategori peningkatan kapasitas sekolah dapat bersama-sama
cakap dan dasar guru dan kepala sekolah menggunakan fasilitas internet
terutama dalam hal terkait materi literasi untuk mengakses berbagai
kompetensi membaca (Benahi 1) fitur yang menunjang
teks informasi (34.43)*, Penguatan pembelajaran kompetensi diri.
kompetensi membaca literasi dengan Pengadaan berbagai referensi
teks sastra (38.24)*, menggunakan modul untuk guru dan siswa yang
kompetensi mengakses literasi berbasis tema dan dapat menunjang
dan menemukan isi teks sumber lainnya diluar pembelajaran, pengembangan
(L1) (40.78)*, platform merdeka minat baca, dan upaya
kompetensi mengajar (Benahi 2) peningkatan kompetensi
menginterpretasi dan Kegiatan membaca dan literasi dan numerasi untuk
memahami isi teks (L2) mendiskusikan beragam siswa, guru dan kepala
(36.23)*, dan buku dari berbagai sekolah.
kompetensi sumber dan genre secara Peningkatan kompetensi untuk
mengevaluasi dan rutin oleh guru dan siswa pembelajaran literasi dan
merefleksikan isi (Benahi 3) numerasi perlu dilakukan guru
teks(L3) (28.99)*, Pembentukan dan berbagai mata pelajaran.
angka dalam kurung optimalisasi komunitas Peningkatan kualitas ini dapat
“0” belajar untuk dilakukan secara daring
merupakan nilai domain peningkatan kompetensi maupun luring, secara
tersebut. guru dan kepala sekolah berkelompok atau individu.
dengan berbagi Peningkatan wawasan
pengetahuan dan diskusi pembelajaran literasi dan
terkait literasi (Benahi 4) numerasi kepala sekolah perlu
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan berbagai
oleh guru dan kepala cara, baik secara daring
sekolah untuk maupun luring, secara
mengidentifikasi berkelompok maupun
tantangan dalam individu. Tujuan utamanya
pembelajaran literasi adalah agar kepala sekolah
dengan melibatkan dapat mengembangkan
pemangku kepentingan kebijakan yang mendukung
sekolah (Benahi 5) peningkatan kompetensi
Penyusunan dan penerapan literasi dan numerasi siswa.
kurikulum operasional Optimalisasi peran perpustakaan
satuan Pendidikan yang sebagai sentra pembelajaran
terkait dengan kebutuhan literasi, diantaranya dengan
peserta didik dan kondisi menyelenggarakan kegiatan
sekolah, contohnya, forum dan/atau program
dengan penerapan diskusi dan membuat karya
kurikulum merdeka berbasis bukti bacaan sesuai
(Benahi 6) minat, konteks, atau topik
tertentu

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


Penambahan dan/atau perawatan
buku dan koleksi perpustakaan
Guru dan kepala sekolah belajar
bersama dalam komunitas
belajar di sekolah secara rutin
2-4 kali setiap bulannya.
Agenda pertemuan di
anataranya mendiskusikan
permasalahan atau
peningkatan kualitas
pembelajaran, iklim keamanan
sekolah, dan peningkatan
kompetensi guru secara umum
Komunitas belajar merupakan
kelompok pendidik tenaga
Pendidikan serta berwujud
KKG/KKKS atau lainnya.
Guru dan kepala sekolah juga
dapat aktif berkegiatan dalam
KKG/KKKS untuk
meningkatkan kompetensi diri,
melalui interaksi bersama
rekan sejawat
Proses refleksi adalah kegiatan
mengingat Kembali dan
menilai strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya yaitu
untuk mengidentifikasi praktik
baik dan hal-hal yang perlu
diperbaiki serta strategi yang
perlu dilakukan oleh gutu dan
kepala sekolah
Secara mandiri guru dapat
melakukan proses refleksi
bersama peserta didik setiap
selesai datu tujuan
pembelajaran. Kepala sekolah
bisa berrefleksi bersama guru
setidaknya satu semester sekali
serta dapat melibatkan orang
tua siswa atau pemangku
kepentinganagar proses
refleksi dapat lebih bermakna
Kegiatan refleksi juga dapat
dilakukan dengan melibatkan
pemangku kepentigan.
Misalnya sebagai fasilitator
yang memandu proses refleksi

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


Di Tingkat satuan pendidikan
kurikulum yang dikembangkan
adalah kurikulum satuan
Pendidikan tercakup di
dalamnya yaitu
pengembangan, perencanaan,
pembelajaran dan asesmen,
misalnya alur tujuan
pembelajaran atau silabus,
rencapa pembelajaran dan
asesmen, perencanaan projek
menguatan profil pelajar
Pancasila, pengembangan
modul ajar, modul projek
penguatan profil pelajar
Pancasila dan lainnnya
D.1 Kualitas Pemanfaatan platform Guru mempelajari dan
Pembelajaran merdeka mengajr untuk mendiskusikan video inspirasi
peningkatan kapsitas seri guru abad 21 di platform
guru dan kepala sekolah merdeka mengajar
terkait materi kualitas Guru mempelajari pelatihan
pembelajaran (benahi 1) mandiri dalam platform
Pembentukan dan merdeka mengajar dan
optimalisasi komunitas membahasnya di komunitas
belajar, untuk untuk belajar di topik penyesuaian
peningkatan kompetensi pembelajaran dengan
guru dan kepala seklah kebutuhan dan karakteristik
dengan berbagi murid
pengetahuan dan diskusi Pembentukan komunitas belajar
terkait kualitas Guru dan kepala sekolah belajar
pembelajatan (benahi 4) bersama dalam komunitas
Refleksi pembelajaran oleh belajar di sekolah secara rutin
guru dan kepala sekolah 2 -4 kali dalam setiap
untuk mengidetifikasi bulannya. Agenda pertemuan
tantangan dalam kualitas diantaranya mendiskusikan
pebelajaran dengan permasalahan atau
melibatkan pemangku peningkatan kompetensi guru
kepentingan sekolah secara umum
(benahi 5) Refleksi kepala sekolah dan guru
terhdapa proses pembelajaran
Proses refleksi adalah kegiatan
mengingat kembali dan
menilai strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya yaitu
untuk mengidentifikasi praktik
baik dan hal yang perlu
diperbaiki serta strategi yang

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


perlu dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah
Secara mandiri guru dapat
melakukan proses refleksi
bersama peserta didik setiap
selesai pembelajaran. Kepala
sekolah bisa berrefleksi
bersama guru setidaknya satu
semester sekali, serta dapat
melibatkan orang tua siswa
atau pemangku kepentingan
agar proses refleksi dapat lebih
bermakna.
Kegiatan refleksi juga dapat
dilakukan dengan melibatkan
pemangku kepetingan,
misalnya sebagai fasilitator
yang memandu proses refleksi
D.2 Pemanfaatan platform Guru mempelajari topik
Kemampuan merdeka mengajar untuk perencanaan pada PMM dan
guru peningkatan kapasitas mendiskusikan modul refleksi
melakukan guru dan kepala sekolah pembelajaran dalam
refleksi terkait materi refleksi Komunitas Belajar Guru di
masih rendah pembelajaran (benahi 1) sekolah
Pembentukan dan Guru dan kepala sekolah belajar
optimalisasi komunitas bersama dalam komunitas
belajar untuk peningkatan belajar di sekolah secara rutin
kompetensi guru dan 2-4 kali setiap bulannya.
kepala sekolah dengan Agenda pertemuan di
berbagi pengetahuan dan antaranya mendiskusikan
diskusi terkait permasalahan atau
kemampuan melakukan peningkatan kualitas kualitas
refleksi (benahi 4) pembelajaran. Iklim kemanan
Refleksi pembelajaran oleh sekolah dan penigkatan
guru dan kepala sekolah kompetensi guru secara umum
untuk mengidentifikasi Proses refleksi adalah kegiatan
tantangan dalam kualitas mengingat Kembali dan
pembelajaran dengan menilai strateg yang sudah
melibatkan pemangku dilakukan dalam proses
kepentingan sekolah pembelajaran. Tujuannya yaitu
(benahi 5) untuk mengidentifikasi praktik
baik dan hal-hal yang perlu
diperbaiki serta strategi yang
perlu diperbaiki serta strategi
yang perlu dilakukan oleh guru
dan kepala sekolah
Secara mandiri guru dapat
melakukan proses refleksi
bersama peserta didik setiap
selesai pembelajaran. Kepala

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


sekolah bisa berefleksi
bersama guru setidaknya satu
semester sekali, serta dapat
melibatkan orang tua siswa
atau pemangku kepentingan
agar proses refleksi dapat lebih
bermakna.
Kegiatan refleksi juga dapat
dilakukan dengan melibatkan
pemangku kepetingan,
misalnya sebagai fasilitator
yang memandu proses refleksi
A.2 A.1 Sebagian besar  Penguatan pembelajaran Guru mempelajari buku
Numerasi peserta didik dalam Numerasi dengan matematika yang sudah
kategori cakap dan menggunakan modul tersedia di PMM.
dasar terutama dalam numerasi berbasis tema Guru membaca modul numerasi
hal kompetensi dan sumber lainnya di di laman bersama
membaca teks luar platform merdeka Guru mempelajari asesmen awal
informasi (34.43)*, mengajar (benahi 2) pembelajaran dan akm kelas
kompetensi membaca  Pembentukan dan pada domain aljabar geometri
teks sastra (38.24)*, optimalisasi komunitas dan data ketidakpastian
kompetensi belajar untuk kemudian merefleksikan diri
mengakses dan peningkatan kompetensi kemampuannya dan
menemukan isi teks guru dan kepala sekolah bagaimana akan
(L1) (40.78)*, dengan berbagi mengajarkannya
kompetensi pengetahuan dan diskusi Peningkatan kapasitas satuan
menginterpretasi dan terkait numerasi (benahi Pendidikan secara mandiri
memahami isi teks 4) untuk mengajar literasi dan
(L2) (36.23)*, dan  Refleksi pembelajaran numerasi secar lebih efektif
kompetensi oleh guru dan kepala Pembentukan komunitas belajar
mengevaluasi dan sekolah untukRefleksi kepala sekolah dan guru
merefleksikan isi teks mengidentifikasi terhadap proses pembelajaran
(L3) (28.99)*, angka tantangan dalam Dalam Kurikulum Merdeka,
dalam kurung “0” pembelajaran numerasi projek penguatan profil pelajar
merupakan nilai dengan melibatkan Pancasila disrancang untuk
domain tersebut. pemangku kepentingan mengembangkan karakter.
sekolah (benahi 5) Proek penguatan profil
 Penyusunan dan pelajara Pancasila dapat
penerapan kurikulum diterapkan juga untuk sekolah
operasional satuan yang menggunakan Kurikulum
Pendidikan yang terkait 2013, dengan konsekuensi
peningkatan numerasi penambahan jam Pelajaran.
sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (benahi 6)
D.1 Kualitas Pembelajaran sudah  Peningkatan kapasitas guru Guru mempelajari dan
baik dan kepala sekolah terkait mendiskusikan video
materi kualitas inspirasi seri Guru Abad 21
pembelajaran (benahi 1) di Platform Merdeka
 Pembentukan dan Mengajar
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
optimalisasi komunitas  Guru mempelajari Pelatihan
belajar untuk peningkatan Mandiri dalam Platform
kompetensi guru dan kepala Merdeka Mengajar dan
sekolah dengan berbagi membahasnya di komunitas
pengetahuan dan diskusi belajar di topik
terkait kualitas Penyusuaian Pembelajaran
pembelajaran (benahi 4) dengan kebutuhan dan
 Refleksi pembelajaran oleh karakteristik murid
guru dan kepala sekolah Pembentukan komunitas
untuk mengidentifikasikan belajar
tantangan dalam kualitas Kegiatan KKG dan KKKS
pembelajaran dengan Melakukan refleksi dan
melibatkan pemangku monitoring
kepentingan sekolah
(benahi 5)
D.2 Kemampuan guru melakukan  Pemanfaatan platform Guru mempelajari topik
refleksi sudah baik merdeka mengajar untuk perencanaan pembelajaran
peningkatan kapasitas guru pada PMM dan
dan kepala sekolah terkait mendiskusikan modul
materi refleksi refleksi pembelajaran dalam
pembelajaran (benahi 1) Komunitas Belajar Guru di
 Pembentukan dan Sekolah
optimalisasi komunitas Membentuk Komunitas
belajar untuk peningkatan Belajar
kompetensi guru dan kepala Kegiatan KKG dan KKKS
sekolah dengan berbagi Refleksi kepala sekolah dan
pengetahuan dan diskusi guru terhadap proses
terkait kemampuan pembelajaran.
melakukan refleksi (benahi
4)
 Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(benahi 5)
A.3 A.3.1 Beriman,  Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
Karakter bertakwa kepada merdeka mengajar untuk Mandiri dalam Platform
tuhan YME dan peningkatan kapasitas guru Merdeka Mengajar dan
dan kepala sekolah terkait
materi beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia (benahi 1)
 Penguatan pembelajaran
karakter terkait tema
beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak
mulia dengan menggunakan

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


berakhlak mulia sumber lain diluar platform membahasnya di komunitas
sedang merdeka mengajar (benahi belajar di topik Proyek
2) Penguatan Profil Pelajar
Pembentukan dan optimalisasi Pancasila
komunitas belajar untuk
peningkatan kompetensi
guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait karakter
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak
mulia (benahi4)
Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak
mulia dengan melibatkan
pemangku kepentingan
sekolah (benahi 5)
Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak
muliasesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan
kondisi sekolah (benahi 6)
A.3.2 Gotong Royong Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
Sedang merdeka mengajar untuk Mandiri dalam Platform
peningkatan kapasitas guru Merdeka Mengajar dan
dan kepal sekolah terkait membahasnya di komunitas
materi karakter gotong belajar di topik Proyek
royong (benahi 1) Penguatan profil pelajar
Penguatan pembelajaran pancasila
karakter gotong royong
dengan menggunakan
sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (benahi
2)
Pembentukan dan optimalisasi
komunitas belajar untuk
peningkatan kompetensi
guru dan kepala sekolah
dengan berbagi pengetahuan
dan diskusi

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


A.3.2 Gotong Royong terkait karakter gotong
Sedang royong (benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter
gotong royong dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (benahi
5)
Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter gotong
royong sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan
kondisi sekolah (benahi 6)
A.3.3 Kreatifitas  Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
masih sedang merdeka mengajar untuk Mandiri dalam platform
peningkatan kapasitas guru merdeka mengajar dan
dan kepala sekolah terkait membahasnya di komunitas
materi kreatifitas (benahi 1) belajar di topik Proyek
 Penguatan terkait tema Penguatan Profil Pelajar
kreativitas dengan Pancasila
menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka
mengajar (benahi 2)
 Pembentukan dan
optimalisasi komunitas
belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
terkait karakter kreatifitas
(benahi 4)
 Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter
kreativitas dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan
kurikulum operasional
satuan Pendidikan yang
terkait peningkatan karakter
kreativitas sesuai peserta

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


dan kondisi sekolah (benahi
6)
A.3.4 Nalar Kritis  Pemanfaatan platform
naik merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru
dan kepala sekolah terkait
materi karakter nalar kritis
(benahi 1)
 Penguatan pembelajaran
karakter nalar kritis dengan
menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka
mengajar (benahi 2)
Pembentukan dan
optimalisasi komunitas
belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
terkait karakter nalar kritis
(benahi 4)
Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter nalar
kritis dengan melibatkan
pemangku kepentingan
sekolah (benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter nalar
kritis sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (benahi 6)
A.3.5. Kebhinekaan  Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
Global naik merdeka mengajar untuk Mandiri dalam platform
peningkatan kapasitas guru merdeka mengajar dan
dan kepala sekolah terkait membahasnya di komunitas
materi karakter belajar di topik Proyek
Kebhinekaan Global Penguatan Profil Pelajar
(benahi 1) Pancasila
 Penguatan pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka
mengajar (benahi 2)
 Pembentukan dan

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


optimalisasi komunitas
belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
terkait karakter
Kebhinekaan Global
(benahi 4)
 Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter
Kebhinekaan Global
dengan melibatkan
pemangku kepentingan
sekolah (benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai
dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (benahi
6)
A.3.6  Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
Kemandirian merdeka mengajar untuk Mandiri dalam platform
turun peningkatan kapasitas guru merdeka mengajar dan
dan kepala sekolah terkait membahasnya di komunitas
materi karakter belajar di topik Proyek
Kemandirian (benahi 1) Penguatan Profil Pelajar
 Penguatan pembelajaran Pancasila
karakter Kemandirian
dengan menggunakan
sumber lain diluar platform
merdeka mengajar (benahi
2)
 Pembentukan dan
optimalisasi komunitas
belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
terkait karakter
Kemandirian (benahi 4)
 Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


A.3.6 Kemandirian dengan
Kemandirian melibatkan pemangku
turun kepentingan sekolah
(benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter
Kemandirian sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (benahi 6)
D.1 Kualitas  Pemanfaatan platform Guru mempelajari Pelatihan
pembelajaran merdeka mengajar untuk Mandiri dalam platform
sudah baik peningkatan kapasitas guru merdeka mengajar dan
dan kepalasekolah terkait membahasnya di komunitas
materi karakter Kualitas belajar ditopik Proyek
Pembelajaran (benahi 1) Penguatan Profil Pelajar
 Penguatan pembelajaran Pancasila
karakter Kualitas
Pembelajaran dengan
menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka
mengajar (benahi 2)
Pembentukan dan
optimalisasi komunitas
belajar untuk peningkatan
kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kualitas
Pembelajaran (benahi 4)
 Refleksi pembelajaran oleh
guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran karakter
Kualitas Pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku kepentingan
sekolah (benahi 5)
 Penyusunan dan penerapan
kurikulum satuan
Pendidikan yang terkait
peningkatan karakter
Kualitas
Pembelajaransesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (benahi 6)
D.4 Kekerasan Seksual  Pemanfaatan platform Peraturan dan tata tertib
keamanan merdeka mengajar mengatur hal-hal yang

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


untuk peningkatan harus dilakukan dan tidak
kapasitas guru dan kepala boleh dilakukan untuk
sekolah terkait materi menjaga agar tidak terjadi
karakter Kekerasan Seksual perundungan, kekerasan
(benahi 1) seksual, intoleransi dan
 Penguatan pembelajaran penggunaan narkoba di
karakter Kekerasan Seksual sekolah. Peraturan yang
dengan menggunakan dapat menjadi rujukan
sumber lain di luar platform adalah Permendikbud
merdeka mengajar (benahi 82/2015 tentang
2) Pencegahan
 Pembentukan dan Penanggulangan Tindak
optimalisasi komunitas Kekerasan di Lingkungan
belajar untuk peningkatan Satuan Pendidikan.
kompetensi guru dan kepala Peraturan yang sudah
sekolah dengan berbagi disepakari perlu diuji coba
pengetahuan dan diskusi dan ditegakkan bersama
terkait karakter Kekerasan sama warga sekolah dan
Seksual (benahi 4) dilakukan evaluasi secara
 Pelatihan guru dan kepala periodic sebagai masukan
sekolah serta pembelajaran untuk revisi jika diperlukan.
terkait kekerasan seksual
(benahi 7)
 Sekolah mengadopsi
program ROOTS untuk
pencegahan kekerasan
seksual (benahi 8)
 Pembuatan peraturan dan
tata tertib sekolah terkait
kekerasan seksual (benahi
9)
 Seksual sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (benahi 9)
Rencana kerja tahunan di atas disusun berdasarkan rapor Pendidikan yang telah
dipelajari dan dianalisis dari indikator prioritas.

B. Jadwal Kegiatan Tahunan


Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang telah
disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu pada hasil analisis
dari rapor pendidikan SD Negeri 01 Tanjung Rejo. Penyusunan jadwal kegiatan tahunan
ini tidak lepas dari analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun
berjalan. Selain pada kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini
mengacu pada permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Juknis BOSP (Biaya
Operasional Satuan Pendidikan).

Permendikbud nomor 63 tahun 2023 mengatur tentang penyaluran dana BOS


reguler untuk SD menjadi tahap yaitu Semester 1 periode Januari-Juni dan Semester 2
periode Juli-Desember 2025. Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal
kegiatan tahunan di SD Negeri Padamamur. Berikut jadwal kegiatan tahunan SD Negeri
01 Tanjung Rejo.
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan SD Negeri 01 Tanjung Rejo Tahun 2025
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1 Standar isi
1) Penyusunan Kurikulum Kepala Sekolah Juli 2025 BOS
2 Standar GTK
1) Workshop penentuan KKM Januari
2) Workshop kekerasan seksual Februari
3) Workshop Manajemen kelas Guru dan Januari BOS
4) Workshop metode pembelajaran KS Januari
5) Workshop Penilaian Juni - Des
6) Kegiatan KKG dan KKKS Juni - Des
3 Standar Proses
1) Ekstrakurikuler seni budaya
2) Ekstrakurikuler Olahraga Guru dan Jan - Des BOS
3) Ekstrakurikuler Pramuka Siswa
4) Pesantren Kilat Maret
4 Pengembangan Sarpras
1) Pengadaan Buku Siswa Siswa Maret & Juli
2) Buku Referensi Siswa Agustus
3) Pemeliharaan Listrik
4) Pemeliharaan ruang kelas BOS
5) Pemeliharaan halaman Sekolah Jan - Des
6) Pemeliharaan elektronik
7) Pemeliharaan ruang lab
5 Standar Pengelolaan
1) PPDB Juli
2) FL2SN Siswa Jan – BOS
3) O2SN Maret
4) Pendataan dapodik, Arkas, BKU Guru/KS/ sekolah
5) UKS Sekolah BOS
6) Program kerja KS KS BOS
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
7) Penyusunan RKT / RKAS KS/Guru/ Sekolah Januari
8) Belanja ATK sekolah
9) Pengadaan Alat kebersihan Sekolah Jan - Des BOS
10) Langgawan listrik
11) Langganan internet
7 Standar Pembiayaan
1) Honorarium guru non asn Guru Honor Jan - Des BOS
2) Honorarium operator sekolah Operator Sekolah
8 Standar Penilaian
1) Penilaian Formatif Juli
2) ANBK Oktober BOS
3) Ujian Sumatif Des & Juni
4) Projek P5 Des & Juni
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang didasarkan
pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui proses analisis
terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi
rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB Terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas Pendidikan
dasar yakni indikator;
A1. Kemampuan Literasi
A2. Kemampuan Numerasi
A3. Karakter
D4. Iklim Keamanan
D8. Iklim Kebhinekaan Sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang baik
(bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level
2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh
terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri 01 Tanjung Rejo untuk tahun 2025
tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport
Pendidikan Tahun 2023/2024

B. REKOMENDASI
1. Satuan Pendidikan
 Diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program sesuai
program yang telah disusun dalam RKT
 Diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan biaya
dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip pengelolaan pembiayaan

2. Warga Sekolah
 Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi manajer
dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai dengan tugas dan
fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
 Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.

3. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga


 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga diharapkan agar selalu memberikan
bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan
berbasis data
 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar selalu melakukan sosialisasi
 Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan memahami
dengan tuntas terkait penggunaan dana BOS
.
B
DOKUMENTASI PENYUSUNAN RKT
SEKOLAH DASAR NEGERI 01 TANJUNG REJO

Anda mungkin juga menyukai