SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
Klausul dalam SSUK Pengaturan dalam SSKK
1. Perbuatan yang Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan di setor ke Kas Negara.
dilarang dan
sanksi
2. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:
Satuan Kerja Pejabat Penandatangan Kontrak:
Nama : Satuan Brimob Polda Sulsel
Alamat : Jl. Ks. Tubun No. 10 Makassar
Telepon :____________________
Website :____________________
Faksimili :____________________
e-mail :____________________
Penyedia:
Nama :____________________
Alamat :____________________
Telepon :____________________
Website :____________________
Faksimili :____________________
e-mail :____________________
3. Wakil Sah Para Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
Pihak
Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak_________
Untuk Penyedia: __________
Pengawas Pekerjaan : __________sebagai wakil sah Pejabat
Penandatangan Kontrak (apabila ada)
4. Pengalihan 4.1 Daftar Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan:
dan/atau
Subkontrak 1. ____________________
2. ____________________
3. _________ dst
[diisi pada saat finalisasi kontrak, sesuai dengan
penawaran Penyedia]
4.2 Pelanggaran terhadap ketentuan Pengalihan dan/atau
Subkontrak dikenakan sanksi : Dilakukan Pemutusan
Kontrak dan Blacklist.
5. Jangka Waktu Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal SPMK
Pelaksanaan diterbitkan sampai dengan bulan Desember 2025
Pekerjaan
6. Mobilisasi Mobilisasi paling lambat dilaksanakan 1 hari kalender sejak
peralatan dan tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.
personel (Apabila
diperlukan )
7. Pemeriksaan 7.1 Pemeriksaan dan/atau pengujian dilakukan oleh Pejabat
dan/atau Penandatangan Kontrak dibantu oleh Panitia Pemeriksa
Pengujian Hasil Pekerjaan
7.2 Pemeriksaan dan pengujian disaksikan oleh PPK dan
penyedia jasa.
7.3 Pemeriksaan dan/atau pengujian yang dilaksanakan
meliputi :
- kesesuaian Jasa yang dilaksanakan dengan jenis jasa
yang tercantum dalam Kontrak;
- kesesuaian volume jasa pemeliharaan dengan yang
tercantum dalam Kontrak;
- kesesuaian jenis kendaraan yang dilakukan
pemeliharaan dengan kontrak
7.4 Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan dilokasi
dimana Pekerjaan pemeliharaan dan perawatan
kendaraan tersebut dilaksanakan.
8. Peristiwa Penyedia dapat memperoleh kompensasi apabila :
Kompensasi a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal yang
dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
b. Keterlambatan pembayaran kepada penyedia.
c. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan kepada
pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang
setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpangan.
d. Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memberikan gambar-
gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang
dibutuhkan.
e. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaan
pelaksanaan pekerjaan.
9. Perpanjangan Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan pertimbangan
Waktu Pengawas Pekerjaan (apabila ada) menetapkan ada tidaknya
perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat 50
(lima puluh) hari kalender setelah Penyedia meminta
perpanjangan.
10 . Pemberian Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan
Kesempatan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak
berakhirnya jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.
11. Serah Terima Serah terima dilakukan pada : Satuan Brimob Polda Susel, JL. Ks.
Pekerjaan Tubun No. 10 Makassar.
12. Pemutusan Tidak ada waktu penghentian pekerjaan, penyedia wajib
Kontrak oleh menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu penyelesaian pekerjaan
Pejabat
Penandatangan
Kontrak
13. Pemutusan 13.1 Batas waktu untuk penerbitan surat perintah
Kontrak oleh pembayaran paling lama 7 (tujuh) hari kalender.
Penyedia
13.2 Dalam hal pemutusan Kontrak maka Pejabat
Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia
sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan tanggal
berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda
keterlambatan yang harus dibayar Penyedia (apabila
ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan
kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya
menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.
14. Hak dan Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak meliputi :
Kewajiban a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Pejabat Penyedia;
Penandatangan b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai
Kontrak pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;
c. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang
dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
d. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum
dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia;
15. Penanggungan Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal
dan Risiko penandatanganan berita acara penyerahan pekerjaan, semua
resiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan
Perlengkapan merupakan resiko penyedia kecuali kerugian atau
kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian
PPK.
16. Asuransi Khusus 16.1 Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk
dan Pihak Ketiga pekerja, barang atau peralatan yang berisiko tinggi
terjadinya kecelakaan terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan.
16.2 Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk
pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya
terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.
17. Tindakan Tindakan lain Penyedia yang harus terlebih dahulu
Penyedia yang mendapatkan persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan
mensyaratkan Kontrak antara lain :
Persetujuan a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang; dan/atau
Pejabat b. tindakan lainya.
Penandatangan
Kontrak
18. Kerjasama Bagian Pekerjaan yang wajib dikerjasamakan dengan usaha
Penyedia dengan kecil:
Usaha Kecil 1. __________
Sebagai 2. __________
SubPenyedia 3. __________dst
[diisi setelah proses pemilihan selesai, sesuai dengan penawaran
Penyedia baik sebagian maupun seluruhnya]
19. Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen yang
Dokumen dihasilkan dari pekerjaan ini untuk mengikuti kegiatan
pengadaan barang/jasa di instansi lain yang memerlukan
persyaratan lampiran Dokumen Kontrak.
20. Pembayaran 20.1 Pekerjaan Pengadaan Jasa Lainnya ini tidak dapat
diberikan uang muka.
20.2 Pembayaran pekerjaan dilakukan secara sekaligus setelah
semua pekerjaan dilaksanakan dan diserah terimakan
yang dibuktikan dengan berita acara penyelesaian
pekerjaan.
20.3 Pembayaran tagihan harga barang/jasa dalam kontrak
dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN)
20.4 Dokumen penunjang yang dipersyaratkan untuk
mengajukan tagihan pembayaran pekerjaan :
a. Kuitansi (1 asli dan 3 copy);
b. Faktur (1 asli dan 3 copy);
c. Faktur Pajak (1 asli dan 3 copy);
d. Setoran Pajak Tahunan terakhir (3 copy);
e. Nomor Rekening Perusahaan (3 copy);
f. Nomor Pokok Wajib Pajak (3 copy);
g. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (1 asli dan 3
copy);
h. Surat Jaminan Pelaksanaan (12 copy);
i. Surat Perintah Mulai Kerja (1 asli dan 3 copy);
j. Surat Penunjukan Penyedia Jasa (SPPJ)
k. Kontrak
l. Pakta Integritas
[Untuk pembayaran dilakukan secara bulanan, dibayar
berdasarkan perhitungan progress pekerjaan yang
dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan dan
disetujui oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.]
20.5 Pembayaran dilakukan secara bulanan, dibayar
berdasarkan perhitungan progress pekerjaan yang
dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan dan
disetujui oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
20.6 Ganti rugi
Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas
keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari
nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan
tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut
ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan
kompensasi .
20.7 Denda Keterlambatan
Apabila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan,
besarnya denda keterlambatan adalah :
a. 1/1000 (satu persibu) dari sisa harga bagian kontrak
yang belum dikerjakan, apabila bagian pekerjaan
yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi; atau
b. 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak, apabila
bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum
berfungsi.
21. Penyesuaian Kontrak diberlakukan penyesuaian harga
Harga
67. Penyelesaian Dalam hal terdapat sengketa antara Pejabat Penandatangan
Perselisihan Kontrak dengan Penyedia, penyelesaian sengketa akan dilakukan
melalui layanan penyelesaian sengketa yang diselenggarakan
oleh LKPP.
Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak
dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan
lembaga penyelesaian perselisihan tersebut sebagai Pemutus
Sengketa yaitu Pengadilan Negeri Republik Indonesia yang
berkompeten.