DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................ 1
BAB 1: FONDASI POLIMER ................................................................... 2
1.1 Apa itu Polimer? .................................................................................... 2
1.2 Klasifikasi Berdasarkan Asal .................................................................. 2
A. Polimer
Alam ..................................................................................... 2
B. Polimer
Sintetis .................................................................................. 3
C. Polimer Semi-
sintetis ......................................................................... 3
1.3 Struktur Rantai
Polimer .......................................................................... 3
A. Polimer
Linear .................................................................................... 3
B. Polimer
Bercabang ............................................................................. 3
C. Polimer Jaringan Tiga
Dimensi ........................................................... 4 Derajat Polimerisasi
(DP) ........................................................................... 4
BAB 2: SINTESIS POLIMER ................................................................. 5
2.1 Mekanisme Polimerisasi Adisi ................................................................ 5
Tahapan Polimerisasi
Adisi .................................................................... 5
Contoh Polimerisasi
Adisi ....................................................................... 5
2.2 Mekanisme Polimerisasi
Kondensasi .....................................................6
Tahapan Polimerisasi
Kondensasi .......................................................... 6
Contoh Polimerisasi
Kondensasi ............................................................ 6
Perbedaan Polimerisasi Adisi dan Kondensasi
(Tabel) ........................... 7
1
BAB 3: KARAKTERISTIK DAN DAMPAK LINGKUNGAN ....................... 8
3.1 Sifat Termal Polimer ............................................................................... 8
A.
Termoplastik ......................................................................................
8
B.
Termoset ...........................................................................................
9
3.2 Aplikasi Polimer dalam
Industri ............................................................... 9 3.3 Isu
Lingkungan dan Biopolimer ...............................................................
10
A. Masalah Lingkungan Polimer
Konvensional ........................................ 10
B. Solusi:
Biopolimer ............................................................................... 11
C. Strategi Pengelolaan
Polimer .............................................................. 12
LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASAN ................................................... 13
Soal 1: Perbedaan Adisi &
Kondensasi .................................................. 13
Soal 2: Daur Ulang Termoplastik vs
Termoset ........................................ 14
Soal 3: Perhitungan Massa Molekul Relatif
(Mr) ..................................... 14
Soal 4: Dampak Negatif & Solusi
Lingkungan ........................................ 15
Soal 5: Karakteristik
PET ........................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 17
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya modul pembelajaran
tentang polimer ini. Modul ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif
mengenai polimer, mulai dari konsep dasar, sintesis, hingga aplikasi dan dampaknya terhadap
lingkungan.
Polimer merupakan salah satu materi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari
plastik pembungkus makanan, pakaian yang kita kenakan, hingga komponen kendaraan
bermotor, semuanya melibatkan polimer. Memahami polimer tidak hanya penting dari sisi
akademis, tetapi juga untuk menghadapi tantangan lingkungan global yang berkaitan dengan
limbah plastik.
Modul ini dirancang secara sistematis agar mudah dipahami oleh pembaca. Setiap bab
dilengkapi dengan penjelasan konsep, contoh aplikasi, dan di akhir modul disediakan latihan
soal beserta pembahasannya untuk mengukur pemahaman.
Semoga modul ini bermanfaat bagi para pembaca dalam memahami dunia polimer yang luas
dan menarik.
3
Penyusun
BAB 1: FONDASI POLIMER
1.1 Apa itu Polimer?
Polimer berasal dari bahasa Yunani, "poly" yang berarti banyak dan "meros" yang berarti
bagian. Polimer adalah molekul besar (makromolekul) yang terbentuk dari pengulangan unit-
unit kecil yang disebut monomer. Monomer-monomer ini bergabung melalui ikatan kovalen
membentuk rantai panjang.
Contoh sederhana:
Monomer: etilena (C₂H₄)
Polimer: polietilena [(C₂H₄)ₙ], dimana n adalah jumlah pengulangan unit
Ciri khas polimer adalah massa molekul relatif yang sangat besar, berkisar dari puluhan ribu
hingga jutaan gram/mol. Sifat-sifat polimer sangat berbeda dari monomernya. Misalnya,
etilena adalah gas pada suhu kamar, sedangkan polietilena adalah padatan yang dapat
dibentuk menjadi berbagai produk plastik.
4
1.2 Klasifikasi Berdasarkan Asal
A. Polimer Alam
Polimer alam adalah polimer yang ditemukan di alam atau dihasilkan oleh makhluk hidup.
Contohnya:
1. Karbohidrat: Selulosa (pada kayu dan kapas), pati (pada beras dan jagung), glikogen
2. Protein: Kolagen (pada kulit), keratin (pada rambut dan kuku), hemoglobin
3. Asam Nukleat: DNA dan RNA yang menyimpan informasi genetik
4. Karet Alam: Getah pohon karet (Hevea brasiliensis)
B. Polimer Sintetis
Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat melalui proses kimia di laboratorium atau
industri. Contohnya:
1. Polietilena (PE): Kantong plastik, botol
2. Polivinilklorida (PVC): Pipa air, kabel listrik
3. Polipropilena (PP): Wadah makanan, tali
4. Polisterena (PS): Styrofoam, kemasan elektronik
5. Nilon: Serat tekstil, tali pancing
6. Teflon (PTFE): Lapisan anti lengket pada wajan
C. Polimer Semi-sintetis
Polimer yang dibuat dengan memodifikasi polimer alam, seperti seluloid (dari selulosa) dan
rayon.
1.3 Struktur Rantai Polimer
Struktur rantai polimer mempengaruhi sifat fisik dan kimia material. Terdapat tiga jenis
struktur utama:
A. Polimer Linear
Monomer tersusun dalam rantai lurus tanpa percabangan. Contoh: polietilena densitas tinggi
(HDPE), PVC. Polimer linear cenderung lebih kuat dan memiliki titik leleh lebih tinggi
karena rantainya dapat tersusun rapat.
B. Polimer Bercabang
Rantai utama memiliki cabang-cabang samping. Contoh: polietilena densitas rendah (LDPE).
Struktur bercabang membuat rantai tidak dapat tersusun serapat polimer linear, sehingga
densitas dan titik lelehnya lebih rendah.
C. Polimer Jaringan Tiga Dimensi
5
Rantai-rantai polimer saling terhubung membentuk jaringan tiga dimensi yang kaku. Contoh:
resin epoksi, bakelit. Struktur ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan panas.
Derajat Polimerisasi (DP)
Derajat polimerisasi adalah jumlah unit monomer dalam satu molekul polimer. Semakin
tinggi DP, semakin panjang rantai polimer dan umumnya semakin kuat material tersebut.
BAB 2: SINTESIS POLIMER
2.1 Mekanisme Polimerisasi Adisi
Polimerisasi adisi adalah proses penggabungan monomer-monomer tanpa melepaskan
molekul kecil. Monomer yang digunakan biasanya memiliki ikatan rangkap (C=C).
Tahapan Polimerisasi Adisi:
1. Inisiasi Radikal bebas, kation, atau anion terbentuk untuk memulai reaksi. Contoh dengan
radikal bebas:
Inisiator (benzoil peroksida) → 2R• (radikal bebas)
R• + CH₂=CH₂ → R-CH₂-CH₂•
2. Propagasi Radikal bebas bereaksi dengan monomer lain secara berulang:
R-CH₂-CH₂• + CH₂=CH₂ → R-CH₂-CH₂-CH₂-CH₂•
Proses ini terus berlanjut membentuk rantai panjang
6
3. Terminasi Reaksi berhenti ketika dua radikal bebas bergabung:
R-(CH₂-CH₂)ₙ• + •(CH₂-CH₂)ₘ-R → R-(CH₂-CH₂)ₙ₊ₘ-R
Contoh Polimerisasi Adisi:
A. Polietilena dari Etilena
n CH₂=CH₂ → [−CH₂−CH₂−]ₙ
B. Polivinilklorida (PVC) dari Vinilklorida
n CH₂=CHCl → [−CH₂−CHCl−]ₙ
C. Polipropilena dari Propilena
n CH₂=CH−CH₃ → [−CH₂−CH(CH₃)−]ₙ
Karakteristik Polimerisasi Adisi:
Tidak menghasilkan produk sampingan
Komposisi kimia polimer sama dengan monomer
Umumnya memerlukan katalis atau inisiator
Reaksi eksotermik (melepas panas)
2.2 Mekanisme Polimerisasi Kondensasi
Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan monomer dengan melepaskan molekul
kecil seperti H₂O, HCl, atau NH₃. Monomer biasanya memiliki dua gugus fungsi reaktif.
Tahapan Polimerisasi Kondensasi:
1. Dua monomer dengan gugus fungsi berbeda bereaksi
2. Terbentuk ikatan kovalen dan molekul kecil terlepas
3. Proses berulang membentuk rantai polimer
Contoh Polimerisasi Kondensasi:
A. Nilon 6,6 dari Heksametilendiamina dan Asam Adipat
n H₂N−(CH₂)₆−NH₂ + n HOOC−(CH₂)₄−COOH →
[−NH−(CH₂)₆−NH−CO−(CH₂)₄−CO−]ₙ + 2n H₂O
B. Polietilena Tereftalat (PET) dari Etilena Glikol dan Asam Tereftalat
n HO−CH₂−CH₂−OH + n HOOC−C₆H₄−COOH →
[−O−CH₂−CH₂−O−CO−C₆H₄−CO−]ₙ + 2n H₂O
C. Poliester
7
n HO−R−OH + n HOOC−R'−COOH → [−O−R−O−CO−R'−CO−]ₙ + 2n H₂O
Perbedaan Polimerisasi Adisi dan Kondensasi:
Polimerisasi
Aspek Polimerisasi Adisi
Kondensasi
Molekul
Tidak ada Ada (H₂O, HCl, dll)
hilang
Monomer Ikatan rangkap Gugus fungsi ganda
Sama dengan Berbeda dari
Komposisi
monomer monomer
Contoh PE, PVC, PS Nilon, PET, Protein
BAB 3: KARAKTERISTIK DAN DAMPAK LINGKUNGAN
3.1 Sifat Termal Polimer
Berdasarkan respons terhadap panas, polimer dibagi menjadi dua kategori utama:
A. Termoplastik
Termoplastik adalah polimer yang dapat melunak saat dipanaskan dan mengeras kembali saat
didinginkan. Proses ini dapat diulang berkali-kali tanpa mengubah sifat kimia polimer secara
signifikan.
Karakteristik:
Struktur linear atau bercabang
Ikatan antar rantai lemah (Van der Waals)
Dapat didaur ulang dengan peleburan
Mudah dibentuk saat dipanaskan
Contoh Termoplastik:
1. Polietilena (PE): Botol susu, kantong plastik
8
2. Polipropilena (PP): Wadah makanan, serat karpet
3. Polivinilklorida (PVC): Pipa, jendela
4. Polisterena (PS): Kemasan makanan, insulasi
5. PET: Botol minuman, serat tekstil
6. Nilon: Pakaian, tali
B. Termoset
Termoset adalah polimer yang mengeras secara permanen setelah dipanaskan pertama kali.
Setelah mengeras, tidak dapat dilunakkan kembali dengan pemanasan.
Karakteristik:
Struktur jaringan tiga dimensi
Ikatan silang (cross-linking) kuat
Tidak dapat didaur ulang dengan peleburan
Tahan terhadap panas tinggi
Kaku dan kuat
Contoh Termoset:
1. Bakelit: Pegangan panci, soket listrik
2. Resin epoksi: Perekat, pelapis
3. Melamin: Peralatan makan, laminasi
4. Poliuretan: Busa kasur, insulasi
5. Resin fenolik: Papan sirkuit elektronik
Proses Cross-linking pada Termoset:
Saat dipanaskan, rantai-rantai polimer membentuk ikatan silang yang menghubungkan satu
rantai dengan rantai lainnya, menciptakan jaringan tiga dimensi yang kaku dan tidak dapat
diputus tanpa merusak struktur kimia.
3.2 Aplikasi Polimer dalam Industri
A. Industri Kemasan
PE dan PP untuk kantong, pembungkus makanan
PET untuk botol minuman berkarbonasi
PS untuk wadah sekali pakai
PVC untuk blister pack obat-obatan
9
B. Industri Tekstil
Nilon untuk pakaian olahraga, tali
Poliester untuk kain, benang jahit
Akrilik untuk sweater, selimut
Spandex untuk pakaian elastis
C. Industri Otomotif
Polipropilena untuk bumper, dashboard
Poliuretan untuk jok mobil
Resin epoksi untuk cat dan pelapis
ABS untuk panel interior
D. Industri Konstruksi
PVC untuk pipa air, kabel listrik
Polisterena untuk insulasi termal
Resin epoksi untuk lantai industrial
Poliuretan untuk sealant
E. Industri Medis
Polipropilena untuk alat suntik sekali pakai
Silikon untuk implant
PVC untuk selang infus
PET untuk kemasan obat steril
F. Industri Elektronik
Teflon untuk isolator kabel
Epoksi untuk papan sirkuit
Polikarbonat untuk casing laptop
ABS untuk keyboard komputer
3.3 Isu Lingkungan dan Biopolimer
A. Masalah Lingkungan Polimer Konvensional
1. Non-biodegradable Polimer sintetis seperti PE, PP, dan PVC membutuhkan ratusan
hingga ribuan tahun untuk terurai di lingkungan. Hal ini menyebabkan akumulasi sampah
plastik di tempat pembuangan akhir dan lautan.
10
2. Mikroplastik Degradasi plastik menghasilkan partikel mikroplastik (< 5 mm) yang
mencemari air, tanah, dan masuk ke rantai makanan, mengancam kesehatan ekosistem dan
manusia.
3. Polusi Laut Diperkirakan 8 juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahun, membahayakan
kehidupan laut melalui tertelan atau terjerat sampah plastik.
4. Emisi Karbon Produksi plastik dari bahan bakar fosil menghasilkan emisi CO₂ yang
berkontribusi pada perubahan iklim.
5. Pembakaran Plastik Pembakaran plastik dapat menghasilkan dioksin dan furan yang
bersifat karsinogenik.
B. Solusi: Biopolimer
Biopolimer adalah polimer yang berasal dari sumber terbarukan dan/atau dapat terurai secara
biologis.
Jenis Biopolimer:
1. Polihidroksialkanoat (PHA)
Diproduksi oleh bakteri
Dapat terurai sempurna dalam kompos
Aplikasi: kemasan makanan, alat medis
2. Polilaktat (PLA)
Dibuat dari asam laktat (fermentasi pati jagung)
Biodegradable dalam kondisi kompos industrial
Aplikasi: gelas plastik, wadah makanan, benang jahit bedah
3. Pati Termoplastik
Dari pati jagung, kentang, atau singkong
Terurai cepat di lingkungan
Aplikasi: kantong plastik biodegradable
4. Selulosa Asetat
Modifikasi dari selulosa
Semi-biodegradable
Aplikasi: frame kacamata, filter rokok
Keunggulan Biopolimer:
Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
Jejak karbon lebih rendah
11
Dapat terurai di lingkungan
Tidak beracun
Tantangan Biopolimer:
Biaya produksi lebih tinggi
Sifat mekanik kadang lebih rendah dari plastik konvensional
Memerlukan kondisi khusus untuk terurai (suhu, kelembaban)
Kompetisi dengan lahan pangan untuk bahan baku
C. Strategi Pengelolaan Polimer
1. Reduce (Mengurangi) Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan menggunakan
produk yang dapat digunakan berulang kali.
2. Reuse (Menggunakan Kembali) Menggunakan kembali produk plastik sebelum dibuang,
misalnya botol yang dapat diisi ulang.
3. Recycle (Mendaur Ulang) Mengolah limbah plastik menjadi produk baru. Termoplastik
lebih mudah didaur ulang dibanding termoset.
4. Replace (Mengganti) Beralih ke alternatif ramah lingkungan seperti biopolimer atau
material non-plastik.
5. Recovery (Pemulihan Energi) Mengubah limbah plastik menjadi energi melalui
teknologi waste-to-energy yang terkontrol.
LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASAN
SOAL 1
Jelaskan perbedaan antara polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi! Berikan masing-
masing dua contoh reaksi.
PEMBAHASAN:
Perbedaan:
Polimerisasi Adisi:
Monomer bergabung tanpa melepaskan molekul kecil
12
Monomer memiliki ikatan rangkap (C=C)
Komposisi polimer sama dengan total monomer
Memerlukan inisiator (radikal, kation, atau anion)
Polimerisasi Kondensasi:
Monomer bergabung dengan melepaskan molekul kecil (H₂O, HCl, NH₃)
Monomer memiliki dua gugus fungsi reaktif
Komposisi polimer berbeda dari total monomer
Umumnya memerlukan katalis asam atau basa
Contoh Polimerisasi Adisi:
1. Polietilena: n CH₂=CH₂ → [−CH₂−CH₂−]ₙ
2. PVC: n CH₂=CHCl → [−CH₂−CHCl−]ₙ
Contoh Polimerisasi Kondensasi:
1. Nilon 6,6: n H₂N−(CH₂)₆−NH₂ + n HOOC−(CH₂)₄−COOH → [−NH−
(CH₂)₆−NH−CO−(CH₂)₄−CO−]ₙ + 2n H₂O
2. PET: n HO−CH₂−CH₂−OH + n HOOC−C₆H₄−COOH →
[−O−CH₂−CH₂−O−CO−C₆H₄−CO−]ₙ + 2n H₂O
SOAL 2
Mengapa termoplastik dapat didaur ulang sedangkan termoset tidak? Jelaskan berdasarkan
struktur molekulnya!
PEMBAHASAN:
Termoplastik:
Memiliki struktur linear atau bercabang
Rantai polimer diikat oleh gaya Van der Waals yang lemah
Ketika dipanaskan, gaya Van der Waals melemah dan rantai dapat bergerak bebas
(meleleh)
Saat didinginkan, gaya antar molekul menguat kembali dan polimer mengeras
Proses ini reversibel, sehingga dapat dilebur dan dibentuk ulang (didaur ulang)
Termoset:
Memiliki struktur jaringan tiga dimensi dengan ikatan silang (cross-linking)
Ikatan silang adalah ikatan kovalen yang sangat kuat
13
Ketika dipanaskan, ikatan silang tidak putus tetapi justru makin kuat
Pemanasan berlebihan akan menyebabkan degradasi kimia (terbakar) bukan meleleh
Struktur jaringan yang kaku tidak dapat diubah tanpa merusak ikatan kimia
Oleh karena itu, termoset tidak dapat didaur ulang dengan peleburan
Analogi: Termoplastik seperti es batu yang bisa dibekukan dan dicairkan berulang kali.
Termoset seperti telur yang dimasak—setelah mengeras tidak bisa dikembalikan ke bentuk
cair.
SOAL 3
Hitung massa molekul relatif (Mr) polimer polipropilena yang memiliki derajat polimerisasi
5000! (Ar C = 12, H = 1)
PEMBAHASAN:
Langkah 1: Tentukan struktur monomer propilena Propilena = C₃H₆ atau
CH₂=CH−CH₃
Langkah 2: Hitung Mr monomer Mr C₃H₆ = (3 × 12) + (6 × 1) = 36 + 6 = 42
Langkah 3: Hitung Mr polimer Derajat polimerisasi (n) = 5000 Mr polipropilena = n × Mr
monomer Mr polipropilena = 5000 × 42 Mr polipropilena = 210.000
Jawaban: Massa molekul relatif polipropilena tersebut adalah 210.000 atau 210 kDa
(kilodalton)
SOAL 4
Sebutkan dan jelaskan tiga dampak negatif polimer sintetis terhadap lingkungan serta
solusinya!
PEMBAHASAN:
1. Akumulasi Sampah Plastik
Dampak: Polimer sintetis seperti PE dan PP tidak dapat terurai secara alami dalam
waktu singkat (ratusan-ribuan tahun), menyebabkan penumpukan sampah di TPA dan
mencemari lingkungan.
Solusi:
o Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
o Menggunakan biopolimer yang biodegradable
o Meningkatkan fasilitas daur ulang plastik
2. Mikroplastik dalam Ekosistem
14
Dampak: Degradasi plastik menghasilkan partikel mikroplastik yang mencemari air,
tanah, dan masuk ke rantai makanan. Mikroplastik dapat terakumulasi dalam tubuh
organisme termasuk manusia dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Solusi:
o Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
o Mengembangkan filter dan teknologi untuk menangkap mikroplastik
o Beralih ke material alternatif yang tidak menghasilkan mikroplastik
3. Polusi Laut
Dampak: Sekitar 8 juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahun, membahayakan
kehidupan laut karena hewan laut dapat tertelan atau terjerat plastik. Plastik juga
merusak ekosistem terumbu karang dan habitat laut.
Solusi:
o Meningkatkan pengelolaan sampah di daratan
o Kampanye pengurangan plastik sekali pakai
o Teknologi pembersihan laut (ocean cleanup)
o Regulasi ketat tentang pembuangan limbah plastik
SOAL 5
Mengapa PET (polietilena tereftalat) banyak digunakan untuk botol minuman? Sebutkan
minimal 4 sifat yang mendukung penggunaan tersebut!
PEMBAHASAN:
PET banyak digunakan untuk botol minuman karena memiliki sifat-sifat:
1. Transparansi Tinggi PET memiliki kejernihan optik yang sangat baik, sehingga
konsumen dapat melihat isi botol dengan jelas. Ini penting untuk menarik konsumen dan
memastikan kualitas produk.
2. Ringan namun Kuat PET memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Botol PET
jauh lebih ringan dibanding kaca tetapi tetap kuat menahan tekanan, terutama penting untuk
minuman berkarbonasi.
3. Barrier yang Baik PET memiliki sifat penghalang (barrier) yang baik terhadap gas CO₂,
O₂, dan uap air. Ini menjaga kesegaran minuman dan mencegah kehilangan karbonasi pada
minuman bersoda.
4. Aman untuk Makanan (Food Grade) PET tidak bereaksi dengan makanan atau
minuman, tidak melepaskan zat berbahaya, dan telah disetujui oleh badan keamanan pangan
untuk kontak langsung dengan makanan dan minuman.
15
5. Dapat Didaur Ulang PET termasuk termoplastik yang mudah didaur ulang (kode daur
ulang #1). Botol PET bekas dapat dilebur dan dibuat menjadi produk baru seperti serat tekstil,
karpet, atau botol baru.
6. Ekonomis Biaya produksi botol PET relatif murah dibanding alternatif seperti kaca,
sehingga menguntungkan secara ekonomi untuk produksi massal.
16
DAFTAR PUSTAKA
1. Billmeyer, F.W. (2007). Textbook of Polymer Science. 3rd Edition. New York: Wiley-
Interscience.
2. Cowie, J.M.G. & Arrighi, V. (2007). Polymers: Chemistry and Physics of Modern
Materials. 3rd Edition. Boca Raton: CRC Press.
3. Ebewele, R.O. (2000). Polymer Science and Technology. Boca Raton: CRC Press.
4. Osswald, T.A. & Menges, G. (2012). Materials Science of Polymers for Engineers.
3rd Edition. Munich: Hanser Publications.
5. Stevens, M.P. (1999). Polymer Chemistry: An Introduction. 3rd Edition. Oxford:
Oxford University Press.
6. Geyer, R., Jambeck, J.R., & Law, K.L. (2017). Production, use, and fate of all plastics
ever made. Science Advances, 3(7), e1700782.
7. PlasticsEurope. (2023). Plastics – the Facts 2023. Brussels: PlasticsEurope.
8. Chandra, R. & Rustgi, R. (1998). Biodegradable polymers. Progress in Polymer
Science, 23(7), 1273-1335.
9. Reddy, M.M., Vivekanandhan, S., Misra, M., Bhatia, S.K., & Mohanty, A.K. (2013).
Biobased plastics and bionanocomposites: Current status and future opportunities.
Progress in Polymer Science, 38(10-11), 1653-1689.
10. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Kimia untuk
SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
SELAMAT BELAJAR!
Modul ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran mandiri atau pendamping
pembelajaran di kelas. Untuk informasi lebih lanjut tentang polimer, silakan merujuk pada
daftar pustaka yang tercantum.
17