GAUSSS
GAUSSS
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
DAS merupakan satuan gerak air yang bersifat bebas dari DAS lainnya,
yaitu dua buah DAS adalah DAS yang satu sama yang lainnya berbeda dalam
hal pengaliran air. Dengan demikian, suatu DAS secara jelas dapat dipandang
sebagai satu kesatuan ekosistem hidrologi, geografi atau unsur fisik lainnya
dengan unsur utamanya sumber daya tanah, air, flora, dan fauna. Analisis
sehingga apabila debit air lebih dari yang diperkirakan, sistem drainase
genangan air pada saat hujan turun dan banjir pada saat air sungai pasang di
Sub Das Aur Palembang (Studi Kasus : Pemukiman 9/10 Ulu) (Defi Tesha
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
sudah menjadi tradisi tahunan yang wajib dirasakan apabila musim
sungai, dimana pada saat-saat cuaca ekstrem hujan yang terjadi sangatlah
lebat sehingga air yang jatuh ke permukaan melebihi kapasitas yang ada
B. Pengertian Drainase
bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat manusia.
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau
membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan
(Suripin, 2004).
diatur dalam SK menteri PU No. 233 tahun 1987. Menurut SK tersebut, yang
dari genangan air, baik dari hujan lokal maupun luapan sungai melintas di
dalam kota.
yang berskala besar dan luas seperti saluran drainase primer, kanal-
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
kanal atau sungai-sungai. Perencanaan drainase makro ini umumnya
dan lain sebagainya dimana debit air yang dapat ditampungnya tidak
terlalu besar
dengan masa ulang 2, 5 atau 10 tahun tergantung pada tata guna lahan
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
D. Jenis – Jenis Drainase
flow.
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang,
3. Menurut konstruksi
a. Saluran Terbuka
b. Saluran Tertutup
4. Menurut fungsi
a. Single Purpose
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
b. Multy Purpose
kawasan atau wilayah tergantung dari topografi daerah dan tata guna lahan
kawasan tersebut. Adapun tipe atau jenis pola jaringan drainase sebagai
berikut.
kota.
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
2. Jaringan Drainase Paralel
menyesuaikan.
Saluran Cabang
Saluran Cabang
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Saluran Cabang
Saluran Utama
Saluran Cabang
arah.
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
F. Siklus hidrologi
Siklus hidrologi adalah suatu rangkaian proses yang terjadi dengan air
yang terdiri dari penguapan, presipitasi, infiltrasi dan pengaliran keluar (out
flow). Penguapan terdiri dari evaporasi dan transpirasi. Uap yang dihasilkan
kembali menjadi air dan turun sebagai presipitasi. Sebelum tiba di permukaan
kemudian mengalir ke tempat yang lebih rendah (run off), masuk ke sungai-
mengalami penguapan. Air yang masuk ke dalam tanah sebagian akan keluar
lagi menuju sungai yang disebut dengan aliran antara (interflow), sebagian
akan turun dan masuk ke dalam air tanah yang sedikit demi sedikit dan masuk
ke dalam sungai sebagai aliran bawah tanah (ground water flow). Gambar
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Gambar 2.7 Siklus Hidrologi
Secara gravitasi (alami) air mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah
laut. Aliran air ini disebut aliran permukaan tanah karena bergerak di atas
muka tanah. Aliran ini biasanya akan memasuki daerah tangkapan atau
daerah aliran menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau ataupun waduk.
aliran permukaan (surface run off). Aliran permukaan sebagian akan meresap
sebagian air infiltrasi akan mengalir kembali ke dalam sungai (river), atau
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
genangan lainya seperti waduk, danau sebagai interflow. Sebagian dari
air eksfiltrasi (exfiltration) dan dapat terkumpul lagi dalam alur sungai
hujan yang terjadi hanya pada satu tempat atau titik saja (point
maka untuk kawasan yang luas, satu alat penakaran hujan belum dapat
kemiringan).
a. Rata-rata
ଵ
ݔҧ ൌ σୀଵ ݔଵ ........................................................................ (2.1)
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
b. Standar Deviasi (Standard Deviation) :
ഥ ሻ2
σሺXi-X
S =ට n-1
......................................................................... (2.2)
σni=1 ൫ Xi- X ൯Ϳ
Cs = .................................................................... (2.3)
(n-1)(n-2)S3
Dimana:
ഥ
X = tinggi hujan harian maksimum rata-rata selama n tahun (mm)
S = standar deviasi
Cv = koefisien variasi
Cs = koefisien kemencengan
Ck = koefisien kurtosis
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
empat jenis distribusi frekuensi yang paling banyak digunakan dalam
bidang hidrologi:
a. Distribusi Normal
Dengan :
= ்ܭFaktor frekuensi
umumya sudah tersedia dalam tabel, disebut sebagai tabel nilai variabel
Tabel 2.1
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
3,330 0,300 0,520
4,000 0,250 0,670
5,000 0,200 0,840
10,000 0,100 1,280
20,000 0,050 1,640
50,000 0,020 2,050
100,000 0,010 2,330
200,000 0,005 2,580
500,000 0,002 2,880
1000,000 0,001 3,090
Sumber: Suripin, 2004
ିത
= ்ܭ ............................................................................ (2.8)
ௌ
Dengan:
= ்ܭfaktor frekuensi
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
c. Distribusi Gumbel
1) Standar Deviasi
ଵ
Sd = ට തതതଶ .................................................... (2.9)
σୀሺܺ െ ܺሻ
ିଵ
Dengan:
Tipe III merupakan hasil dari transformasi dari distribusi Pearson tipe III
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
dengan mengganti varian menjadi nilai logaritma. Data hujan harian
2) Rata-rata Logaritma
ଵ
Log ܺത = σୀ ܺ .......................................................... (2.12)
3) Standar Deviasi
ଵ
Sd = ට σୀሺ ܺ െ ܺതሻଶ ...................................... (2.13)
ିଵ
4) Koefisien Kemencengan
య
σ ഥ
సబሺ ܺ݅ െ ܺሻ
G= ሺିଵሻሺିଶሻௌௗమ
.......................................................... (2.14)
Dengan :
Sd = Standar deviasi
G = Koefisien kemencengan
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Tabel 2.2. Nilai G untuk Distribusi Log Person III
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
G. Uji Kesesuaian Distribusi Curah Hujan
1. Uji Chi-kuadrat
ሺି ሻమ
୦ଶ ൌ σୋ୧ୀଵ ................................................................ (2.16)
Dengan:
୦ 2sama atau lebih besar dari nilai chi – kuadrat sebenarnya ( ଶ cr).
berikut:
bersangkutan,
d. Menentukan Ei,
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
f. Menentukan derajat kebebasan (Dk) dengan Dk = K-R-1 (nilai R=2,
g. Menentukan nilai ݔ 2cr. Agar distribusi frekuensi yang dipilih dapat
α (Drajat Kepercayaan)
DK
0,995 0,99 0,975 0,95 0,05 0,025 0,01 0,005
1 0,000039 0,00015 0,00098 0,0039 3841 5024 6635 7879
2 0,01 0,0201 0,0506 0,103 5991 7378 9210 10597
3 0,0717 0,115 0,216 0,352 7815 9348 11345 12838
4 0,207 0,297 0,484 0,711 9488 11143 13277 14860
5 0,412 0,554 0,831 1154 11070 12832 15086 16750
6 0,676 0,872 1237 1635 12592 14449 16812 18548
7 0,989 1239 1690 2167 14067 16013 18475 20278
8 1344 1646 2180 2733 15507 17535 20090 21955
9 1735 2088 2700 3325 16919 19023 21666 23589
10 2156 2558 3247 3940 18307 20483 23209 25188
11 2603 3053 3816 4575 19675 21920 24725 26757
12 3074 3571 4404 5226 21026 23337 26712 28300
13 3565 4107 5009 5892 22362 24736 27688 29819
14 4075 4660 5629 6571 23685 26119 29141 31319
15 4601 5229 6262 7261 24996 27488 30578 32801
16 5142 5812 6908 7962 26296 28845 32000 34267
17 5697 6408 7564 8672 27587 30191 33409 35718
18 6265 7015 8231 9390 28869 31526 34805 37156
19 6844 7633 8907 10117 30144 32852 36191 38582
20 7434 8260 9591 10851 31410 34170 37566 39997
21 8034 8897 10283 11591 36271 35479 38932 41401
22 8643 9542 10982 12338 33924 36781 40289 42796
23 9260 10196 11689 13091 36172 38076 41638 44181
24 9886 10856 12401 13848 36415 39364 42980 45558
25 10520 11524 13120 14611 37652 40646 44314 46928
26 11160 12918 13844 15379 38885 41923 45642 48290
27 11808 12879 14573 16151 40113 43194 46963 49645
28 12641 13565 15308 16928 41337 44461 48278 50993
29 13121 14256 16047 17708 42557 45722 49588 52336
30 13787 14953 16791 18493 43773 46979 50892 53672
Sumber : Suripin, 2004
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
2. Uji Smirnov – Kolmogorov
(Suripin, 2004):
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Tabel 2.5. Nilai Kritis D0 untuk Uji Smirnov – Kolmogorof
α
N
0,20 0,10 0,05 0,01
5 0,45 0,51 0,56 0,67
10 0,32 0,37 0,41 0,49
15 0,27 0,3 0,34 0,4
20 0,23 0,26 0,29 0,36
25 0,21 0,24 0,27 0,32
30 0,19 0,22 0,24 0,29
35 0,18 0,2 0,23 0,27
40 0,17 0,19 0,21 0,25
45 0,16 0,18 0,2 0,24
50 0,15 0,17 0,19 0,23
ͳǡͲ ͳǡʹʹ ͳǡ͵ ͳǡ͵
N>50
ܰ ǡହ ܰ ǡହ ܰ ǡହ ܰ ǡହ
Sumber : Suripin, 2004
H. Iintesitas Hujan
Intensitas hujan adalah tinggi atau kedalaman air hujan per satuan waktu
curah hujan dan frekuensi. Adapun rumus intensitas hujan adalah sebagai berikut:
ோ
ܫൌ ௧ .................................................................................. (2.17)
Dengan:
t = waktu (jam).
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
data curah hujan titik (satu statiun pencatat curah hujan) seperti dalam
Jika data curah hujan yang tersedia adalah data curah hujan harian
Dimana :
R24 : Curah hujan rencana dalam suatu periode ulang, yang nilainya
Keterangan :
Waktu konsentrasi suatu DAS adalah waktu yang diperlukan oleh air hujan
yang jatuh untuk mengalir dari titik terjauh sampai ke tempat keluaran DAS.
Dalam hal ini diasumsikan jika durasi hujan sama dengan waktu konsentrasi.
(Suripin,2004)
ଶ ௗ ǡଵ
࢚ = ሺଷ ͵ݔǡʹͺݔܮݔ ሻ .................................................... (2.19)
ξ௦
࢚ࢊ= ....................................................................................... (2.20)
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
࢚ࢉ = ࢚ + ࢚ࢊ ............................................................................... (2.21)
Keterangan :
s = Kemiringan lahan
DAS melebihi kapasitas infiltrasi, setelah laju infiltrsi terpenuhi air akan
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
cekungan tersebut penuh, selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas
penting dalam siklus air dan salah satu penyebab erosi. Limpasan yang
Ctergantung pada kondisi dan Karakteristik daerah yang akan di drain dan
dikeringkan. Untuk tata guna lahan yang bervariasi, maka nilai C dihitung
Dimana :
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Tabel 2.7. Koefisien aliran permukaan (C)
ditimbulkan oleh hujan pada daerah tangkapan aliran (DTA) kecil. Metode
ini sangat simpel dan mudah penggunaannya, namun terbatas untuk DTA
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
Q = 0,002778 . C . I . A .............................................(2.23)
Dengan:
C = koefisien pengaliran (0 ≤ C ≤ 1)
Saluran terdiri dari saluran terbuka dan tertutup. Untuk aliran air dalam
berbentuk trapesium, segi empat dan segi tiga. dan aliran air dalam saluran
tersebut adalah :
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
1. Penampang Segi Tiga
diperoleh rumus :
ǡହ
ܲ ൌ ʹǤ ξ ݖଶ ͳǤ ቀ ቁ ............................................................ (2.26)
௭
ଵ
ܲଶ ൌ ͶǤ ቀ ݖ ௭ቁǤ ܣ.................................................................. (2.27)
ܴ ൌ ................................................................................... (2.28)
ଶξଶ
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
2. Penampang Persegi
A = b .h ...................................................................................... (2.26)
P = b + 2h ................................................................................. (2.27)
P = ʹ݄ ................................................................................. (2.28)
െ మ ʹ ൌ Ͳ ................................................................................ (2.29)
ଶ మ
ܴ ൌ ସ
ൌ .............................................................................. (2.31)
ଶ
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
3. Penampang Trapesium
A b zh . h.................................................................... (2.32)
ܴൌ (2.32) ................................................................... (2.34)
ଶ
M. Kecepatan Aliran
Dimana :
n = Koefisien Manning
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019
S = Kemiringan saluran
ditentukan.
N. Debit Aliran
Debit aliran adalah jumlah air yang mengalir dalam suatu tempat tiap satu
satuan waktu. Fungsi debit aliran ini adalah untuk mengetahui seberapa
banyak air yang mengalir pada suatu sungai atau saluran dan seberapa cepat
Rumus debit :
Qs = A x V ............................................................................. (2.36)
Keterangan :
Analisis Kapasitas Drainase…, Lintang Lupita Bunga Khoirunisa, Fakultas Teknik Dan Sains UMP, 2019