PROGRAM SEMESTER ( PROSEM )
FASE F KELAS XI
Satuan Pendidikan : SMA IT Bina Taqwa Boarding School
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1
Tahun Penyusunan : 2025 / 2026
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDYA FASE F
Pada akhir Fase F (Kelas XI – XII SMA) diharapkan peserta didik mampu melihat keterhubungan dan berkolaborasi dengan bidang keilmuan
lain atau masyarakat. Fase F, masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of Decision) dimana kepercayaan diri telah tumbuh. Fase ini ditandai
dengan kemampuan peserta didik dalam menganalisa dan mengevaluasi sebuah pesan, gagasan, medium dan penggunaan unsur-unsur rupa
secara efektif. Kesadaran peserta didik terhadap keterlibatan seni dalam segala aspek kehidupan diharapkan mulai tumbuh pada fase ini. Di
akhir fase F, peserta didik diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon
keterkaitan diri dan lingkungannya secara mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, peserta didik sudah dapat menentukan
bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Peserta didik juga diharapkan sudah dapat bekerja secara
produktif, inventif atau inovatif baik secara mandiri maupun berkelompok. Selain itu, peserta didik juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan
secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya, secara efektif, runut, terperinci dan
menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan
pengamatannya terhadap keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari -hari secara visual dengan menggunakan
proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya peserta didik mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik,
teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat, kemampuan dan ketersediaan di daerahnya).
Menciptakan Pada akhir fase F, peserta didik mampu menciptakan karya seni yang menunjukkan penguasaan atas pilihan
(Making/Creating) keterampilan, medium, pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya,
dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
Merefleksikan (Reflecting) Pada akhir fase F, peserta didik mampu secara kritis dan mendalam mengevaluasi dan menganalisa efektivitas dampak
karya pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran
selanjutnya.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase F, peserta didik mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada
Artistik (Thinking and karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Peserta didik mampu menggunakan kreativitasnya,
Working Artistically) mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai sudut pandang
untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Peserta didik juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang
keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar.
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
No TUJUAN PEMBELAJARAN
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5
UNIT 1 : MENCIPTAKAN KARYA SENI RUPA YANG BERDAMPAK BAGI LINGKUNGAN SEKITAR
SUB UNIT 1.1 : MEMAHAMI MASALAH DI LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH
1 11.1.1 Menemukan sebuah permasalahan 4 JP
sosial atau lingkungan di
sekolahnya.
11.1.2 Mengumpulkan informasi yang
dibutuhkan untuk memahami
masalah tersebut.
11.1.3 Mengidentifikasi masalah
menggunakan teknik peta konsep
(mind mapping).
11.1.4 Menunjukaan kerjasama kelompok
dalam melakukan kegiatan .
11.1.5 Mendokumentasi dan
mempersentasikan permasalahan
tersebut.
SUB UNIT 1.2 : PERANCANGAN KARYA SENI RUPA
2 11.1.6 Merancang karya seni rupa untuk 4 JP
mengatasi masalah yang sudah
diidentikasi sebelumnya.
11.1.7 Menunjukan kerjasama kelompok
dalam melakukan kegiatan .
11.1.8 Mendokumentasikan permasalahan
tersebut.
SUB UNIT 1.3 : MEMBUAT KARYA SENI RUPA
3 11.1.9 Menunjukkan kemampuan 4 JP
menggunakan alat dan media
dengan baik dan benar, tanpa ada
kecelakaan kerja.
11.1.10 Mengahasilkan karya yang sesuai
dengan perencanaan minimal 90%
(toleransi penyimpangan 10 %
untuk menyesuaikan dengan
perkembangan kreatifitas pada
saat pengerjaan).
11.1.11 Menunjukan kerjasama kelompok
dalam melakukan kegiatan .
11.1.12 Menunjukkan tertib kerja meliputi
persiapan, pelaksanaan, dan
pengakhiran dengan menjaga
kebersihan lingkungan kerja.
SUB UNIT 1.4 : MENYUSUN BAHAN PRESENTASI PROSES KREATIF BERKARYA
4 11.1.13 Menyusun materi presentasi dari 4 JP
seluruh proses kreatif berkarya
dengan susunan materi yang baik
dengan menggunakan kosa kata
seni rupa dengan tepat.
SUB UNIT 1.5 : PRESENTASI PROSES KREATIF BERKARYA
5 11.1.14 Mempresentasikan proyek 4 JP
berkarya seni rupa dengan
susunan yang baik dan
menggunakan kosa kata seni rupa
yang benar.
11.1.15 Memberikan argumentasi dengan
logis tentang proyek karyanya.
UNIT 2 : APRESIASI SENI RUPA INDONESIA
SUB UNIT 2.1 : APRESIASI SENI RUPA
6 11.2.1 Menyatakan secara lisan atau 4 JP
tertulis tentang apa yang dialami
dan dirasakan ketika mengapresiasi
sebuah karya seni rupa.
11.2.2 Mempraktikan salah satu jenis
apresiasi karya seni rupa.
11.2.3 Menunjukkan keanekaragaman 4 JP
budaya Indonesia melalui wujud
visualnya.
11.2.4 Menjelaskan salah satu peninggalan
budaya dari periode jaman tertentu.
11.2.5 Menerangkan pengertian budaya
visual melalui contoh yang diambil
dari lingkungan sekitarnya.
11.2.6 Mengidentifikasi elemen rupa,
bahan, dan teknik pada karya rupa
dari khazanah tradisi.
11.2.7 Menjelaskan pengertian seni rupa
modern Indonesia dengan benar.
11.2.8 Menginterpretasikan karya
berdasarkan pengamatan pada
elemen rupa, tema, dan pesan pada
karya.
11.2.9 Menentukan pilihan karya yang
akan dijadikan inspirasi berkarya.
UNIT 3 : MEMBUAT KARYA SENI RUPA YANG DIKEMBANGKAN DARI HASIL
7 11.3.1 Mengekplorasi gagasan berkarya 4 JP
berdasarkan apresiasi karya seni
rupa Indonesia sebagai rujukan.
11.3.2 Mengkombinasikan gagasan sendiri
dengan karya rujukan.
11.3.3 Memilih dan menyiapkan media
berkarya dengan baik
SUB UNIT 3.2 : APRESIASI KARYA SENI RUPA TEMAN SEKELAS
8 11.3.4 Menunjukkan sikap apresiatif 4 JP
ditandai dengan mencari tahu
tentang gagasan karya.
11.3.5 Memberikan penilaian pada karya
teman.
Cadangan 2 JP
JUMLAH JAM PELAJARAN 38 JP
Mengetahui, Tetebatu Selatan, ................. 2025
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
M. D. NASRUN, [Link].,[Link].,CHt RUJIATUL AZMI, [Link], [Link]
PROGRAM SEMESTER ( PROSEM )
FASE F KELAS XI
Satuan Pendidikan : SMA IT Bina Taqwa Boarding School
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 2
Tahun Penyusunan : 2025/ 2026
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI TEATER FASE F
Pada akhir fase F, peserta didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinl dengan sentuhan baru dengan tema remaja/ isu kekinian
atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan
dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau
memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari. Melalui pengalaman ini, pada akhir
fase F, peserta didik diharapkan tidak hanya peka terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam melihat
dan menyampaikan sebuah karya, serta berpikir kreatif dalam memanfaatkan media, teknologi serta sumber daya yang tersedia di sekitarnya
untuk menyampaikan pesan melalui Seni Teater.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Berpikir dan Bekerja Proses dilakukan oleh peserta didik berpikir dan bermain dengan tata artistik panggung, mulai dari mengeksplorasi,
Secara Artistik merancang, memproduksi, dan memainkan dan mengkritisi konsep tata artistik panggung. Konsep ini dilakukan dengan
kerja ansambel untuk melatih peserta didik bertanggung jawab atas peran masing masing dalam pertunjukan baik secara
artistik maupun non-artistik, serta mengusung dan mensukseskan pertunjukan bersama.
Mengalami Latihan olah tubuh dan vokal merupakan dasar keaktoran yang dilakukan untuk penguasaan gerak tubuh agar mampu
(Experiencing) memainkan karakter apa saja, termasuk penguasaan membaca dialog atau naskah dengan penekanan kuat pada ekspresi
wajah, artikulasi dan intonasi. Eksplorasi bahasa tubuh, wajah, dan suara dilakukan untuk menunjukkan kepekaan
terhadap persoalan sosial, dan eksplorasi komunikasi non-verbal.
Proses mengalami dilakukan ketika observasi dan fokus pada konsentrasi dengan mencatat dan merekam tokoh
dan perwatakannya berdasar analisis fisik, fisiologis dan sosiologis, mencatat dan merekam hasil investigasi dan riset
teknik/ genre teater, mencatat dan merekam ragam ide penokohan, peristiwa dan bentuk lakon modern dengan
melakukan analisis pertunjukan karya teman sebaya atau profesional, termasuk di dalamnya mencatat dan merekam
proses gladi resik.
Menciptakan Imajinasi adalah proses menciptakan penokohan baru (biografi tokoh hasil analisis peran), sekaligus menyusun kembali
(Making/Creating) cerita dan alur pertunjukan, dan menciptakan naskah orisinil (alur permulaan, klimaks dan akhir, tensi, emosi)
dengan mengkombinasikan ragam gaya/genre teater menjadi alur cerita berkonsep atau berbentuk baru. Proses berikutnya
adalah merancang pertunjukan yaitu dengan membuat konsep dan menampilkan sebuah pertunjukan sederhana dengan
panduan. Secara empirik peserta didik terlibat atau tampil secara mandiri dalam merancang, dan mempresentasikan
proposal pertunjukan orisinil atau adaptasi, sepenuhnya terlibat dalam manajemen produksi pertunjukan.
Merefleksikan Refleksi dalam tahap berikutnya adalah bagaimana peserta didik mampu menggali ingatan emosi dan latar belakang
(Reflecting) tokoh yang diembannya sekaligus memberikan pembelajaran agar persoalan-persoalan yang ada dalam lakon
menginspirasi dalam kehidupan. Bentuk apresiasi karya seni dilakukan untuk menggali kelebihan dan kekurangan
karya sendiri dan orang lain, proses ini pun dapat memberi saran perbaikan menggunakan terminologi teater
sederhana serta memberikan argumentasi dengan pembuktian, serta mulai mengkritisi produksi seniman profesional
dengan menggunakan terminologi teater.
Berdampak (Impacting) Proses belajar dan produk akhir mencerminkan Profil Pelajar Pancasila dengan merancang atau memproduksi pertunjukan
teater (kreatif), manajemen produksi pertunjukan (gotong royong), menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan
karya profesional (kritis, mandiri).
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
No TUJUAN PEMBELAJARAN
Waktu 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
TEATER TRADISIONAL INDONESIA
KEGIATAN 1 : RUANG KEAKRABAN
1 11.4.1 Mengidentifikasi bentuk dan jenis 2 JP
teater tradisional.
KEGIATAN 2 : CERITA UNIK
2 11.4.2 Peserta didik mulai mengenali konsep 4 JP
naskah teater tradisional melalui
permainan.
11.4.3 Peserta didik berlatih menggunakan
ingatan untuk membangun cerita
KEGIATAN 3 : AKTING BERANI MALU
3 11.4.4 Peserta didik dapat mewujudkan 4 JP
tokoh peran yang sesuai dengan
naskah, keunikan suara dan
gestikulasi karakter.
11.4.5 Peserta didik memahami konsep
humor secara fisik dalam teater
tradisional Indonesia
11.4.6 Peserta didik memahami cara
membangun peran dengan totalitas
KEGIATAN 4 : SPONTANITAS
4 11.4.7 Peserta didik dapat mewujudkan 4 JP
karakter tokoh peran yang sesuai dan
memberikan keu nikan suara dan
gestikulasi karakter.
11.4.8 Peserta didik melalukan adegan
improvisasi berdasarkan situasi yang
diberikan
KEGIATAN 5 : PERSIAPAN PEMENTASAN
5 11.4.9 Peserta didik dapat menampilkan 4 JP
pementasan gaya teater tradisional
dan memainkan peran karakter tokoh
yang dilatihkan dengan baik.
11.4.10 Peserta didik mengembangkan alur
dan mengeksplorasi alat musik
untuk mendukung adegan cerita.
UNIT 4 : TEATER KONTEMPORER
KEGIATAN 1 : INSPIRASI
6 11.5.1 Peserta didik dapat membuat 4 JP
perbandingan antara teater tradisional
dan teater barat
11.5.2 Peserta didik dapat mengidentifikasi
keunikan teater tradisional dan teater
barat
11.5.3 Peserta didik dapat mengambil
beberapa idiom atau kekuatan tater
tradisional dan teater barat sebagai
bahan pembuatan teater kreasi baru.
11.5.4 Peserta didik melakukan pemanasan
menjadi apa saja
11.5.5 Peserta didik memahami perpaduan
konsep teater tradisional dan barat
KEGIATAN 2 : KERJA PENATA
7 11.5.6 Membuat perbandingan antara teater 2 JP
tradisional dan teater barat
11.5.7 Mengindentifikasi keunikan teater
tradisonal dan teater barat
11.5.8 Mengambil beberapa idiom atau
kekuatan teater tradisional dan teater
barat sebagai bahan pembuatan teater
kreasi baru
11.5.9 Peserta didik meramu konsep
pementasan kontemporer melalui
diskusi kelompok
KEGIATAN 3 : SET PROPERTI
8 11.5.10 Peserta didik mempersiapkan artistik 2 JP
pementasan
KEGIATAN 4 : SAKSIKANLAH!
9 11.5.11 Peserta didik secara mandiri 4 JP
menyiapkan pementasan
KEGIATAN : KRITIK AKU
10 11.5.12 Membuat perbandingan antara teater 2 JP
tradisional dan teater barat
11.5.13 Mengindentifikasi keunikan teater
tradisonal dan teater barat
11.5.14 Mengambil beberapa idiom atau
kekuatan teater tradisional dan teater
barat sebagai bahan pembuatan
teater kreasi baru
11.5.15 Eksplorasi gerakan tubuh
11.4.16 Peserta didik melakukan penilaian
teman sebaya
JUMLAH JAM PELAJARAN 32 JP
Mengetahui, Tetebatu Selatan, ................. 2025
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
M. D. NASRUN, [Link].,[Link].,CHt RUJIATUL AZMI, [Link], [Link]