0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Sap PHBS Rustida

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga, yang ditujukan untuk keluarga dengan durasi 30 menit. Penyuluhan ini bertujuan agar keluarga memahami pengertian, tujuan, manfaat, dan indikator PHBS, serta melibatkan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga.

Diunggah oleh

dini aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Sap PHBS Rustida

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga, yang ditujukan untuk keluarga dengan durasi 30 menit. Penyuluhan ini bertujuan agar keluarga memahami pengertian, tujuan, manfaat, dan indikator PHBS, serta melibatkan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga.

Diunggah oleh

dini aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan : PHBS di Rumah Tangga

Subpokok bahasan : Edukasi

Sasaran : Keluarga

Waktu : 30 Menit

Hari,tanggal : Rabu, 12 Juni 2024

Pukul : 08.00 - selesai

Tempat : Aula

Penyuluh :

1. Ayunda Eka Damayanti

2. Clarizha Falah Ika Putri Zelianty

3. Intan Puspita Sari

4. Iswatul Qoridha

5. Novita Wijaya

6. Nur Hidayati

7. Tri Wanda Aprilia

8. Wildan Ibnu Batutoh

A. Tujuan Penyuluhan Umum (TPU)

Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan keluarga mampu memahami tentang


PHBS di Tatanan Rumah Tangga.

B. Tujuan Penyuluhan Khusus (TPK)

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan keluarga mampu:

1. Menjelaskan pengertian PHBS di Tatanan Rumah Tangga


2. Menjelaskan tujuan PHBS di Tatanan Rumah Tangga

3. Menjelaskan manfaat dilakukannya PHBS di Rumah Tangga

4. Menjelaskan tentang indikator PHBS Di Rumah Tangga

C. Materi

1. PHBS di Rumah Tangga

2. Pengertian PHBS di Tatanan Rumah Tangga

3. Tujuan PHBS di Tatanan Rumah Tangga

4. Manfaat PHBS di Tatanan Rumah Tangga

5. Indikator PHBS di Tatanan Rumah Tangga

D. Metode pembelajaran

Ceramah dan diskusi

E. Media pembelajaran

Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan
Tahap/Waktu Kegiatan Kegiatan Media/Alat Metode
Penyuluhan Peserta

Pendahuluan 1. Memberi salam Menjawab Leaflet Ceramah


pembuka dan salam dan
(5 menit) memperkenalkan memperhatikan
diri
2. Menginformasikan
materi yang akan
disampaikan dan
waktu penyuluhan
3. Menjelaskan
tujuan yang ingin
dicapai pada akhir
penyuluhan
4. Apresiasi dengan
cara menggali
pengetahuan yang
dimiliki oleh
peserta

Penyajian 1. Menjelaskan Mendengarkan Leaflet Ceramah dan


Materi tentang pengertian dan Tanya Jawab
PHBS di Tatanan memperhatikan
(18 menit) Rumah Tangga
2. Menjelaskan
tujuan PHBS di
Tatanan Rumah
Tangga
3. Menjelaskan
manfaat PHBS di
Tatanan Rumah
Tangga
4. Menjelaskan
indicator PHBS di
Tatanan Rumah
Tangga
5. Memberikan
kesempatan Bertanya
kepada peserta
untuk bertanya
seputar materi Menjawab
yang telah pertanyaan
diberikan
6. Memberikan
kesempatan Mendengarkan
kepada peserta lain dan
untuk menjawab memperhatikan
pertanyaan
7. Menjelaskan dan
menjawab
pertanyaan

Evaluasi Memberikan Menjawab Lisan Tanya Jawab


pertanyaan kepada pertanyaan
(5 menit) peserta seputar materi
yang telah diberikan

Penutup 1. Menyimpulkan Mendengarkan Lisan Ceramah


materi dan menjawab
(2 menit) 2. Menutup salam
pertemuan dan
mengucapkan
salam penutup

G. PENILAIAN
1. Evaluasi struktur
a. Persiapan materi
b. Persiapan alat
c. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Tegal pakis, kalibaru
2. Evaluasi Proses
a. Penyuluhan dimulai sesuai dengan waktu yang ditentukan
b. Selama penyuluhan keluarga antusias dalam menerima materi
c. Selama penyuluhan keluarga aktif bertanya dan menjawab mengenai materi
yang disampaikan
3. Evaluasi Hasil
a. Keluarga mampu memahami tentang PHBS
b. Dari 100% diharapkan 70% kelurga dapat memahami dan menerapkan
pengetahuan tentang perilaku hidup bersih sehat di lingkungan keluarga

H. LAMPIRAN
1. Materi
Lampiran 1. Materi Penyuluhan

PHBS DI RUMAH TANGGA

A. Pengertian
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas
kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di
bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan- kegiatan kesehatan dimasyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan
masyarakat, dengan membuka jalan komunikasi, memberikan informasi dan melakukan
edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan
pimpinan (advokasi), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat
(empowerman) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan
mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan masing-masing, agar dapat menerapkan
cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan menigkatkan Kesehatan.
B. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi,
memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social
Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian
masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan
masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan
menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
C. Tujuan PHBS di Tatanan Rumah Tangga
Adapun tujuan dilakukannya PHBS di Rumah adalah :
1. Mengerti dan memahami perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
2. Meningkatkan kesehatan keluarga
3. Menjaga keluarga agar tidak mudah terserang penyakit
4. Agar anak dapat tumbuh sehat dan cerdas
5. Meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga
6. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan modal usaha.
D. Manfaat PHBS di Tatanan Rumah Tangga
Manfaat rumah tangga ber-PBHS antara lain:
1. Seluruh anggota keluarga dan masyarakat menjadi sehat
2. Anak akan tumbuh cerdas dalam lingkungan yang sehat
3. Masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat
4. Mampu mencegah dan menaggulangi penyakit dan masalah Kesehatan
5. Biaya untuk kesehatan (penyakit) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Dengan
meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya
dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya
pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah
tangga
6. Salah satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota
dibidang Kesehatan
7. Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang Kesehatan
8. Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.
E. Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga
Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan
kesehatan di rumah tangga. Indikator mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM)
bidang kesehatan. Ada 10 indikator PHBS yang terdiri dari 6 indikator perilaku dan 4
indikator lingkungan. Dengan rincian sebagai berikut :
1. Ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan. Sebaiknya setiap persalinan setiap
anggota keluarga ditolong oleh tenaga kesehatan contohnya Bidan dan Dokter. Hal
ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi. Angka kematian
pada ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi maka dari itu salah satu cara
mengurangi angka kematian ibu dan anak adalah dengan bersalin yang ditolong
oleh tenaga Kesehatan.
2. Ibu hanya memberikan ASI Eksklusif. ASI adalah asupan gizi yang cukup untuk
bayi dan sesuai dengan pencernaan bayi. Sampai usia bayi 6 bulan hanya diberi ASI
saja, tidak boleh diberi makanan/minuman lain. Menyusui harus dipersiapkan sejak
hamil, karna ibu hamil memerlukan perawatan payudara agar nantinya ASI dapat
keluar dengan lancar dan dapat melakukan ASI eksklusif. Maka rencanakanlah
perawatan payudara sejak awal kehamilan. Adapun penunjang dari ASI ekslusif
adalah: Agama, Psikologi, Program pemerintah.
3. Keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM). Adalah anggota
rumah tangga mempunyai pembiayaan praupaya kesehatan seperti Askes, Kartu
Sehat, Dana Sehat, Jamsostek, Asuransi perusahaan dll.
4. Setiap anggota keluarga tidak merokok didalam rumah, untuk merokok disediakan
tempat diluar rumah, sehingga anggota keluarga yang lain yang bukan perokok
tidak menjadi perokok pasif. Merokok dapat menyebabkan jantung koroner dan
kanker. Dua penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dindonesia. 90%
pada Masyarakat Indonesia meninggal karna kanker paru-paru terjadi pada perokok.
30%-70% disebabkan kanker mulut, tenggorokan, kandung kemih dan pankreas
yang berhubungan dengan merokok. Merokok juga dapt merusak hutan yang
disebabkan sebagian hutan dibabat habis untuk menanam tembakau. Perokok
seharusnya bertimbang rasa terhadap orang lain yang mendapat imbas buruk atas
apa yang telah dia lakukan.
5. Olah raga atau melakukan aktifitas fisik secara teratur. Olah raga atau latihan fisik
bermanfaat untuk membentuk tubuh yang kencang serta kuat dan menghilangkan
lemak dari tubuh. Olahraga dan latihan fisik merupakan kunci pertahanan dari
tubuh dan juga dapat memperkuat jantung dan paru-paru, serta membuat organ-
organ tubuh kita bekerja secara efisien. Olahraga juga dipercaya untuk menurunkan
kadar kolesterol dan memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit dan
mengurangi resiko dari berbagai macam penyakit. Contohnya: jantung koroner dan
stroke. Setiap anggota keluarga dianjurkan olahraga minimal 3-5 kali seminggu.
6. Makan dengan menu gizi seimbang (makan sayur dan buah setiap hari).
Lengkapilah menu makanan sehari hari dengan buah buahan dan sayuran. Menu
seimbang adalah menu yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini
bertujuan agar anggota keluarga tidak bosan dengan menu yang monoton dan
tercukupinya asupan gizi tubuh. Cara yang dapat dilakukan untuk menyiapkan
makanan dan minum yang bersih dan sehat sebagai berikut:
 Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan
makanan dan minuman serta setelah memegang benda-benda yang kotor
 Alat-alat makan dan alat-alat masak harus selalu bersih serta menggunakan lap
yang bersih
 Jangan meletakkan makanan dan minuman di sembarang tempat
 Cucilah sayuran mentah dengan air panas jika digunakan untuk lalapan atau
dimakan mentah
7. Tersedia air bersih. Setiap rumah tangga harus memiliki akses terhadap air bersih
dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari hari yang berasal dari: air dalam
kemasan, air ledeng, air pompa sumur terlindung, dan penampungan air hujan.
Sumber air pompa, Sumur dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari
tempat penampungan kotoran atau limbah. Hal ini bertujuan untuk menghindari
penyakit yang berasal dari air kotor.
8. Tersedia Jamban. Setiap rumah sebaiknya memiliki jamban dalam jenis apapun,
contohnya: jamban leher angsa dengan tanki septic atau lubang penampung kotoran
sebagai pembuangan akhir. Jika dalam suatu rumah yang tidak memiliki jamban,
biasanya masyarakat BAB di lubang-lubang galian, tapi harus memperhatikan yaitu
tempatnya sekurang-kurangnya berjarak 20 meter dari sumber-sumber air (sumur,
sungai, danau, mata air dan sejenisnya), jauh dari pemukiman serta harus ditutp
tanah setelah BAB selesai dilakukan. Dan selalu mencuci tangan dengan air dan
sabun pada air mengalir setelah BAB. Hal ini bertujuan untuk pencegahan terhadap
penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman atau bakteri-bakteri yang terdapat
dalam tinja.
9. Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni. Luas lantai rumah yang ditempati
dan digunakan untuk keperluan sehari hari dibagi jumlah penghuni (9 M² per
orang). Kesesuaian rumah akan berpengaruh pada kesehatan penghuninya. Bila
banyak orang tinggal dalam satu rumah, maka pembersihan dan pengelolaannya
akan amat sulit sehingga menimbulkan ketegangan antara para penghuninya.
Demikian pula pembersihan rumah yang tidak tepat akan menyebabkan debu-debu
berhamburan, hal ini akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan.
10. Lantai rumah bukan dari tanah. Lantai rumah kedap air, bisa terbuat dari semen
(plester), tegel, ubin, keramik, papan/ bambu (rumah panggung). Bila
memungkinkan pilihlah bahan yang tidak mudah terbakar, sebuah rumah harus
mempunyai lantai yang terbuat dari kayu, bambu, ubin, plester atau yang lainnya
sehingga orang yang berjalan diatasnya tidak seperti berjalan diatas tanah terbuka,
lantai itu sendiri akan lebih mudah dibersihkan. Lantai rumah yang tidak dilapisi
atau dari tanah akan dapat menyebabkan anggota keluarga cacingan dan penyakit
lain yang bersumber dari tanah.

Anda mungkin juga menyukai