0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Bab Iii Landasan Teori: 3.1 Manajemen Dan Sistem Manajemen

Dokumen ini membahas konsep manajemen dan sistem manajemen, serta fokus pada Contractor Safety Management System (CSMS) yang bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja kontraktor. CSMS meliputi tahapan pembuatan dan pengelolaan yang sistematis untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Selain itu, dokumen ini juga mengkategorikan risiko berdasarkan berbagai perspektif yang relevan.

Diunggah oleh

aditara ginting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Bab Iii Landasan Teori: 3.1 Manajemen Dan Sistem Manajemen

Dokumen ini membahas konsep manajemen dan sistem manajemen, serta fokus pada Contractor Safety Management System (CSMS) yang bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja kontraktor. CSMS meliputi tahapan pembuatan dan pengelolaan yang sistematis untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Selain itu, dokumen ini juga mengkategorikan risiko berdasarkan berbagai perspektif yang relevan.

Diunggah oleh

aditara ginting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Manajemen dan Sistem Manajemen


Definisi manajemen menurut G. R. Terry (2018:2) yang dialih bahasakan oleh
R. Supomo dan Eti Nurhayati, manajemen adalah suatu metode yang dijalankan
guna mencapai tujuan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
Menurut Afandi (2018:1) Manajemen adalah proses kerja sama antar
karyawan untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan pelaksanaan fungsi
fungsi perencanaan, pengorganisasian, personalia, pengarahan, kepemimpinan, dan
pengawasan. Proses tersebut dapat menentukan pencapaian sasaran-sasaran yang
telah ditentukan dengan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber sumber
daya lainnya untuk mencapai hasil yang lebih efisien dan efektif.
Menurut Bayu Kristiawan dan Sukadi dalam (Heriyanto, 2018) sistem adalah
suatu jaringan kerja dari prosedur prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen dapat
didefinisikan sebagai kumpulan manajemen yang terdiri dari berbagai divisi atau
elemen pada level yang lebih kecil dalam organisasi yang bekerja sama satu sama
lain untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

3.2 Contractor Safety Management System


Contractor Safety Management System yang disebut juga dengan CSMS
merupakan sistem untuk memastikan bahwa kontraktor yang menjalankan
pekerjaan yang diserahkan perusahaan telah kompeten dan dinilai mampu
melaksanakannya dengan aman dan baik, khususnya dari aspek keselamatan,
CSMS bertujuan untuk mengelola aspek keselamatan, kesehatan kerja (K3) untuk
kontraktor selama pelaksanaan pekerjaannya (Soehatman Ramli, 2017).

13
14

CSMS merupakan sebuah dokumen yang berisi suatu mekanisme kontrol


dalam bentuk pedoman dengan standar usaha untuk pengelolaan Kinerja
Keselamatan dan Kesehatan dari para kontraktor (OGP,2010).
Contractor Safety Management System (CSMS) adalah sistem manajemen
keselamatan kontraktor yang telah diterapkan sesuai dengan standar SMK3 PP No.
50 tahun 2012 dan/atau standar internasional ISO 45001:2018.
Sebagaimana dijelaskan dalam peraturan BP Migas Kpts 13/BP00000/2006-
S8 tentang pengelolaan keselamatan, kesehatan kerja dan perlindungan lingkungan,
CSMS merupakan dokumen standar yang diwajibkan oleh kontraktor atau
subkontraktor sebagai sistem manajemen K3 untuk mengelola pekerja, pemilik,
tamu harus mematuhinya. sistem K3 dalam proyek. CSMS sendiri dikenal juga
dengan sebutan SMK3 Kontraktor. CSMS diciptakan untuk meminimalisir
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, agar setiap orang di lokasi proyek
khususnya pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman, sebagai alat untuk
menjaga dan meningkatkan kinerja K3 dan Selain itu mencegah dan meminimalisir
kerugian material dan korban jiwa akibat aktivitas pekerjaan kontraktor, CSMS
juga menjadi jembatan antara Sistem Manajemen K3 perusahaan (OHSMS
Perusahaan) dengan Sistem Manajemen K314 milik kontraktor (Contractor
OHSMS), apabila dalam peusahaan tersebut memiliki sistem manajemen K3 yang
baik maka dapat memberikan kerangka dasar bagi pengembangan sistem
manajemen K3 kontraktor serta meningkatkan citra baik bagi sebuah perusahaan.

3.3 Tahapan dan Pembuatan Contractor Safety Management System (CSMS)


Menurut Gregory William Smith (2013) menyatakan bahwa pendekatan
formula CSMS menyarankan bahwa keamanan kontraktor harus sederhana,
kebijaksanaan konvensional merekomendasikan pendekatan sistematis yang
mencakup.
1. Determining the contract requirement (Menentukan persyaratan kontrak) kepala
kontraktor menentukan persyaratan K3 serta rencana pekerjaan yang perlu
dilakukan pada saat sebelum kontrak pekerjaan, dalam hal ini juga
15

diperlukannya penilaian pada setiap risiko yang timbul akibat keputusan


kontrak.
2. Assess the contractor (Menilai kontraktor) setelah menentukan persyaratan
kontrak, kepala kontraktor memulai memilih kontraktor yang telah memenuhi
syarat untuk ditempatkan.
3. Awarding the contract (Pemberian kontrak) setelah terpilihnya kontraktor
selanjutnya yaitu menegosiasikan serta mensetujui persyaratan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) yang akan dikelola dalam suatu proyek.
4. Managing the contract (Mengelola kontrak) pengelolaan ini bertujuan untuk
memastikan kontraktor telah melakukan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang
telah disetujui sebelumnya. Pembuatan CSMS dibuat menggunakan pendekatan
OHSAS 18001 dan ISO 45000 di mana CSMS merupakan bagian dari elemen
4.4.6 Operational Control. Operational Control memiliki keterkaitan dengan
seluruh elemen yang terdapat di dalam OHSAS 18001 sehingga tidak berdiri
sendiri. CSMS akan dibuat sebelum suatu perusahaan akan mengikuti tender
proyek. Dalam proses pembuatannya CSMS dibuat atas kesepakatan kontraktor
dengan mitra kerja, sehingga mitra kerja dapat mengetahui progress dari
program K3 yang dijalankan dalam proyek.
Bagian utama proses pembuatan CSMS adalah Tahap Administrasi
(Administration Stage) dan Tahap Pelaksanaan (Implementation Stage). Tahap-
tahap tambahan yang dilakukan termasuk tahap berikut:
1. Tahap Administrasi
Pada bagian tahap administrasi terbagi menjadi 3 tahap yaitu.
a. Tahapan Penilaian Risiko (Risk Assessment) Tahap penilaian risiko dilakukan
untuk mengetahui tingkat risiko dari suatu pekerjaan yang akan diberikan
pada kontraktor.
b. Prakualifikasi (Pre-Qualification)
Tahap Prakualifikasi dilaksanakan sebagai seleksi awal kontraktor yang telah
memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam
melakukan pekerjaan. Evaluasi atas dasar daftar isian yang diserahkan oleh
kontraktor tentang persyaratan administrative, organisasi K3, personel K3
16

yang dimiliki, pengalaman K3, rekam jejak K3 pada proyek-proyek


sebelumnya, panduan K3 yang dimiliki, serta refrensi yang telah didapatkan.
c. Pemilihan Kontraktor (Selection) Pada tahap pemilihan kontraktor, kontraktor
yang telah memenuhi aspek K3 akan ditunjuk sebagai pemenang tender.
Prakualifikasi aspek K3 juga sebagai salah satu unsur yang menentukan
pemenang tender dalam suatu proyek. Kontraktor yang memenangkan proyek
tersebut nantinya akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan proses
penunjukan atau pelelangan yang berlaku.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada bagian tahap pelakasanaan terbagi menjadi 3 tahap yaitu
a. Permulaan pekerjaan (Preliminery Activities)
Tahap permulaan pekerjaan akan dilaksanaan apabila pemenang tender telah
ditetapkan. Pada tahap permulaan pekerjaan kontraktor diberikan kesempatan
untuk mengenal lokasi proyek serta aktivitas yang akan dikerjakan.
b. Pelaksanaan proyek (On-going project)
Tahap pelaksanaan proyek merupakan implementasi dari dokumen CSMS
yang telah dibuat oleh pihak kontraktor. Pada tahap ini kontraktor akan
melakukan upaya pencegahan risiko kecelakaan sesuai dengan jenis
pekerjaan, jenis bahaya tingkat risiko pekerjaan, serta jumlah tenaga yang
dipekerjakan.
c. Evaluasi menyeluruh (Over all evaluation) dalam tahap evaluasi menyeluruh
hasil CSMS akan dievaluasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut akan
digunakan untuk menilai kinerja dari sebuah kontraktor yang telah
memenangkan tender dengan tujuan untuk meningkatkan program CSMS
dalam suatu perusahaan.

3.4 Kategorisasi Risiko


Didasarkan pada kutipan (Suryaningsum, 2010), berbagai kategori risiko
dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang kita terhadap masalah tersebut.
Jenis-jenis klasifikasi ini adalah sebagai berikut:
17

1. Risiko dari sudut pandang penyebab


Ada dua jenis risiko: risiko operasional dan risiko keuangan. Risiko keuangan
berasal dari Faktor-faktor non-keuangan seperti alam, teknologi, sistem dan
prosedur, dan manusia. Selain risiko dari sudut pandang kausal, terdapat juga
risiko dari sudut pandang strategis, yaitu risiko yang bersifat strategis yang
mempengaruhi entitas karena keputusan strategis yang tidak memenuhi
persyaratan entitas, seperti perubahan politik, keuangan, atau keamanan.
Lingkungan internal dan eksternal organisasi. Selain itu terdapat risiko eksternal
yaitu risiko yang berasal dari faktor eksternal seperti lingkungan, masyarakat,
dan hukum.
Ada dua jenis risiko: risiko murni dan risiko spekulatif. Bila suatu peristiwa
hanya mengakibatkan kerugian dan tidak memungkinkan terjadinya keuntungan
maka disebut risiko murni. Sebaliknya, ketika suatu peristiwa memungkinkan
terjadinya investasi, hal itu disebut risiko spekulatif.
2. Risiko dari sudut pandang aktivitas
Beberapa pekerjaan dapat menimbulkan risiko, seperti misalnya penyaluran
kredit bank atau melakukan pekerjaan sosial.
a. Risiko dari perspektif peristiwa yaitu dari sudut pandang kejadian, misalnya
risiko kebakaran.
b. Risiko dari perspektif jenis risiko meliputi, risiko teknologi, risiko
ekonomi/keuangan, risiko pribadi (kapasitas, hak kekayaan intelektual),
risiko kesehatan, risiko politik, risiko hukum, risiko keamanan dan lainnya.
c. Risiko dari perspektif sumber meliputi, risiko eksternal (politik, keuangan,
bencana alam), risiko internal (reputasi, keamanan, manajemen, informasi
pengambilan keputusan)
d. Risiko dari sudut pandang pengambil atau penanggung risiko meliputi, orang
(risiko manusia), risiko reputasi, hasil program, bangunan dan tanah,
lingkungan (risiko lingkungan), layanan (risiko pemberian layanan) dan
lainnya
e. Perspektif risiko tingkat probabilitas dan dampak risiko (tingkat/kondisi
risiko) meliputi, risiko rendah, risiko sedang, risiko tinggi

Anda mungkin juga menyukai