0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

CK

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah pemilihan agihan frekuensi dan analisis frekuensi untuk menghitung curah hujan rancangan menggunakan metode Gumbel. Parameter statistik seperti koefisien skewness (Cs), varians (Cv), dan kurtosis (Ck) dihitung untuk menentukan jenis agihan frekuensi yang tepat. Analisis hidrologi bertujuan untuk memahami potensi air di lokasi tertentu untuk perencanaan bangunan pengairan.

Diunggah oleh

Sahrul Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

CK

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah pemilihan agihan frekuensi dan analisis frekuensi untuk menghitung curah hujan rancangan menggunakan metode Gumbel. Parameter statistik seperti koefisien skewness (Cs), varians (Cv), dan kurtosis (Ck) dihitung untuk menentukan jenis agihan frekuensi yang tepat. Analisis hidrologi bertujuan untuk memahami potensi air di lokasi tertentu untuk perencanaan bangunan pengairan.

Diunggah oleh

Sahrul Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ck = 5,40 dan Cs = 1,14 ; Sedangkan Log Pearson III harga Cs dan Cv nya bebas.

a. Pemilihan Agihan Frekuensi


Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pemilihan agihan frekuensi adalah :
1. Menghitung curah hujan maksimum rerata dengan persamaan :
1 n
xo =  xi
n i =1
2. Menghitung simpangan baku, dengan persamaan :
n

 (x
i =1
i − xo )
Sx =
n −1
3. Menghitung parameter-parameter statistik, yang meliputi koefisien
skewnes/penyimpangan (Cs), koefisien varians (Cv), dan koefisien kurtosis (Ck), dengan
persamaan :

Cs =
 (x i − xo ) 3
(n − 1) (n − 2) Sx 3

Ck =
n 2
 (x i − xo ) 4
(n − 1) (n − 2) (n − 3) Sx 3

Sx
Cv =
xo
4. Dengan melihat harga Cs, Cv, dan Ck sehingga dapat ditentukan agihan frekuensi mana
yang akan digunakan.
Keterangan :
xi = curah hujan, mm
xo = curah hujan rata-rata, mm
n = jumlah data
Sx = standar deviasi
Cs = koefisien skewnes/penyimpangan
Cv = koefisien varians
Ck = koefisien kurtosis

b. Analisis Frekuensi
Analisis frekuensi diperlukan untuk menetapkan hujan rancangan dengan periode ulang
terentu dari serangkaian data curah hujan.
1). Metode Gumbel
Untuk menghitung besarnya curah hujan rancangan pada suatu daerah, Gumbel telah
merumuskan suatu metode untuk menghitung curah hujan tersebut berdasarkan nilai-
nilai ekstrim yang diambil dari analisis hasil pengamatan curah hujan di lapangan.
Adapun prosedur perhitungan dari metode Gumbel adalah :
1. Menghitung curah hujan maksimum rerata
2. Menghitung simpangan baku
3. Menghitung nilai K dengan persamaan :
Yt − Yn
K =
Sn
4. Menghitung curah hujan rancangan, dengan persamaan Gumbel :
XT = x o + K.S x

keterangan :
XT = curah hujan rancangan dengan periode ulang T tahun (mm)
Yt = reduced variate (fungsi periode ulang)
  Tr −1 
= − ln − ln   , disajikan dalam tabel
  Tr 
Yn = reduced mean yang tergantung dari besarnya sampel .
Sn = reduced standard deviation, tergantung dari besarnya sampel
Sx = simpanan baku
K = faktor penyimpangan Gumbel
xo = curah hujan maksimum rerata (mm)

Tabel 1.1. Hubungan Antara Kala Ulang dengan Faktor Reduksi


Kala Ulang (Tahun) Faktor Reduksi (Yt)
2 0.3665
5 1,4999
10 2,2502
25 3,1985
50 3,9019
100 4,6001

Tabel 1.2. Simpangan Baku Tereduksi, Sn


N 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 0,94 0,96 0,98 0,99 1,00 1,02 1,03 1,04 1,04 1,05
20 1,06 1,06 1,07 1,08 1,08 1,09 1,09 1,10 1,10 1,10
30 1,11 1,11 1,11 1,12 1,12 1,12 1,13 1,13 1,13 1,13
40 1,14 1,14 1,14 1,14 1,14 1,15 1,15 1,15 1,15 1,15
50 1,16 1,16 1,16 1,16 1,16 1,16 1,16 1,17 1,17 1,17
60 1,17 1,17 1,17 1,17 1,18 1,18 1,18 1,19 1,18 1,18
70 1,18 1,18 1,18 1,18 1,18 1,18 1,19 1,19 1,19 1,19
80 1,19 1,19 1,19 1,19 1,19 1,19 1,19 1,19 1,19 1,20
90 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20 1,20

1.1. Curah Hujan Rancangan


Curah hujan rancangan adalah curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dengan periode
ulang tertentu. Dalam perhitungan curah hujan rancangan digunakan analisis frekuensi. Namun
demikian sebelum menggunakan macam analisis frekuensi perlu dikaji persyaratannya. Adapun
pengujian sebaran data untuk dapat menggunakan analisis frekuensi adalah, dihitung parameter-
parameter statistik, Cs, Cv, Ck, untuk dapat menentukan macam analisis frekuensi. Syarat untuk
EJ. Gumbell, Ck = 5,40 dan Cs = 1,14 ; Sedangkan Log Pearson III harga Cs dan Cv nya bebas.
a. Pemilihan Agihan Frekuensi
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pemilihan agihan frekuensi adalah :
3. Menghitung curah hujan maksimum rerata dengan persamaan :
1 n
xo =  xi
n i =1
4. Menghitung simpangan baku, dengan persamaan :

=
n 2
 (x i − xo ) 4
(n − 1) (n − 2) (n − 3) Sx 3
Sx
Cv =
xo
4. Dengan melihat harga Cs, Cv, dan Ck sehingga dapat ditentukan agihan frekuensi mana
yang akan digunakan.
Keterangan :
xi = curah hujan, mm
xo = curah hujan rata-rata, mm
n = jumlah data
Sx = standar deviasi
Cs = koefisien skewnes/penyimpangan
Cv = koefisien varians
Ck = koefisien kurtosis

b. Analisis Frekuensi
Analisis frekuensi diperlukan untuk menetapkan hujan rancangan dengan periode ulang
terentu dari serangkaian data curah hujan.
1). Metode Gumbel
Untuk menghitung besarnya curah hujan rancangan pada suatu daerah, Gumbel telah
merumuskan suatu metode untuk menghitung curah hujan tersebut berdasarkan nilai-
nilai ekstrim yang diambil dari analisis hasil pengamatan curah hujan di lapangan.
Adapun prosedur perhitungan dari metode Gumbel adalah :
5. Menghitung curah hujan maksimum rerata
6. Menghitung simpangan baku
7. Menghitung nilai K dengan persamaan :
Yt − Yn
K =
Sn
8. Menghitung curah hujan rancangan, dengan persamaan Gumbel :
XT = x o + K.S x

keterangan :
XT = curah hujan rancangan dengan periode ulang T tahun (mm)
Yt = reduced variate (fungsi periode ulang)
  Tr −1 
= − ln − ln   , disajikan dalam tabel
  Tr 
Yn = reduced mean yang tergantung dari besarnya sampel .
Sn = reduced standard deviation, tergantung dari besarnya sampel
Sx = simpanan baku
K = faktor penyimpangan Gumbel
xo = curah hujan maksimum rerata (mm)

Tabel 1.1. Hubungan Antara Kala Ulang dengan Faktor Reduksi


Kala Ulang (Tahun) Faktor Reduksi (Yt)
2 0.3665
5 1,4999
10 2,2502
25 3,1985
50 3,9019
100 4,6001

ANALISIS HIDROLOGI
Maksud dan tujuan dari analisa hidrologi adalah untuk mengetahui potensi air yang ada pada
lokasi pekerjaan yang akan dimanfaatkan, dikembangkan serta mengendalikan potensi air untuk
kepentingan masyarakat sekitarnya. Analisa hidrologi ini sangat penting artinya dalam tahap
desain khususnya untuk perencanaan bangunan pengairan.

1.2. Curah Hujan Rancangan


Curah hujan rancangan adalah curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dengan periode
ulang tertentu. Dalam perhitungan curah hujan rancangan digunakan analisis frekuensi. Namun
demikian sebelum menggunakan macam analisis frekuensi perlu dikaji persyaratannya. Adapun
pengujian sebaran data untuk dapat menggunakan analisis frekuensi adalah, dihitung parameter-
parameter statistik, Cs, Cv, Ck, untuk dapat menentukan macam analisis frekuensi. Syarat untuk
EJ. Gumbell, Ck = 5,40 dan Cs = 1,14 ; Sedangkan Log Pearson III harga Cs dan Cv nya bebas.
a. Pemilihan Agihan Frekuensi
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pemilihan agihan frekuensi adalah :
5. Menghitung curah hujan maksimum rerata dengan persamaan :
1 n
xo =  xi
n i =1
6. Menghitung simpangan baku, dengan persamaan :
n

 (x
i =1
i − xo )
Sx =
n −1
3. Menghitung parameter-parameter statistik, yang meliputi koefisien
skewnes/penyimpangan (Cs), koefisien varians (Cv), dan koefisien kurtosis (Ck), dengan
persamaan :

Cs =
 (x i − xo ) 3
(n − 1) (n − 2) Sx 3

ANALISIS HIDROLOGI
Maksud dan tujuan dari analisa hidrologi adalah untuk mengetahui potensi air yang ada pada
lokasi pekerjaan yang akan dimanfaatkan, dikembangkan serta mengendalikan potensi air untuk
kepentingan masyarakat sekitarnya. Analisa hidrologi ini sangat penting artinya dalam tahap
desain khususnya untuk perencanaan bangunan pengairan.
ALISIS HIDROLOGI
Maksud dan tujuan dari analisa hidrologi adalah untuk mengetahui potensi air yang ada pada
lokasi pekerjaan yang akan dimanfaatkan, dikembangkan serta mengendalikan potensi air untuk
kepentingan masyarakat sekitarnya. Analisa hidrologi ini sangat penting artinya dalam tahap
desain khususnya untuk perencanaan bangunan pengairan.

1.3. Curah Hujan Rancangan


Curah hujan rancangan adalah curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dengan periode
ulang tertentu. Dalam perhitungan curah hujan rancangan digunakan analisis frekuensi. Namun
demikian sebelum menggunakan macam analisis frekuensi perlu dikaji persyaratannya. Adapun
pengujian sebaran data untuk dapat menggunakan analisis frekuensi adalah, dihitung parameter-
parameter statistik, Cs, Cv, Ck, untuk dapat menentukan macam analisis frekuensi. Syarat untuk
EJ. Gumbell, Ck = 5,40 dan Cs = 1,14 ; Sedangkan Log Pearson III harga Cs dan Cv nya bebas.
a. Pemilihan Agihan Frekuensi
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pemilihan agihan frekuensi adalah :
7. Menghitung curah hujan maksimum rerata dengan persamaan :
1 n
xo =  xi
n i =1
8. Menghitung simpangan baku, dengan persamaan :
n

 (x
i =1
i − xo )
Sx =
n −1
3. Menghitung parameter-parameter statistik, yang meliputi koefisien
skewnes/penyimpangan (Cs), koefisien varians (Cv), dan koefisien kurtosis (Ck), dengan
persamaan :

Cs =
 (x i − xo ) 3
(n − 1) (n − 2) Sx 3

Ck =
n 2
 (x i − xo ) 4
(n − 1) (n − 2) (n − 3) Sx 3

Sx
Cv =
xo
4. Dengan melihat harga Cs, Cv, dan Ck sehingga dapat ditentukan agihan frekuensi mana
yang akan digunakan.
Keterangan :
xi = curah hujan, mm
xo = curah hujan rata-rata, mm
n = jumlah data
Sx = standar deviasi
Cs = koefisien skewnes/penyimpangan
Cv = koefisien varians
Ck = koefisien kurtosis

Anda mungkin juga menyukai