0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan16 halaman

Metode Jacking

Metode jacking adalah teknik pemasangan pipa dengan cara membor tanah di bawah permukaan jalan dan mendorong pipa menggunakan tekanan hidrolis, yang bertujuan untuk mengurangi gangguan pada lingkungan dan lalu lintas. Metode ini menggunakan tipe slurry untuk efisiensi dan meminimalkan kerusakan, serta melibatkan pembuatan dua shaft (departure dan arrival) untuk proses jacking. Pipa yang dipasang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan metode galian terbuka, dan proses pelaksanaannya melibatkan kontrol ketat terhadap kelurusan dan kemiringan pipa.

Diunggah oleh

akbar kalam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan16 halaman

Metode Jacking

Metode jacking adalah teknik pemasangan pipa dengan cara membor tanah di bawah permukaan jalan dan mendorong pipa menggunakan tekanan hidrolis, yang bertujuan untuk mengurangi gangguan pada lingkungan dan lalu lintas. Metode ini menggunakan tipe slurry untuk efisiensi dan meminimalkan kerusakan, serta melibatkan pembuatan dua shaft (departure dan arrival) untuk proses jacking. Pipa yang dipasang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan metode galian terbuka, dan proses pelaksanaannya melibatkan kontrol ketat terhadap kelurusan dan kemiringan pipa.

Diunggah oleh

akbar kalam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

N

A
I
G
A
B

Metode Jacking
Metode Jacking

METODE JACKING

Jacking adalah suatu metode


pemasangan pipa dengan melakukan
pemboran tanah di bawah
permukaan jalan lalu mendorongkan
pipa dengan menggunakan tekanan
hidrolis. Metode ini merupakan salah
satu metode pemasangan pipa yang
dipergunakan pada proyek DSDP.
A

Metode jacking yang digunakan

adalah tipe slurry. Lumpur (tanah


bercampur air) yang dihasilkan
dibuang ke tempat penampungan /
pengolahan, dimana tanah yang
terendap dapat ditimbun dengan baik
dan airnya dibuang ke saluran umum

Lokasi shaft di salah satu ruas jalan

A. Lalu lintas masih dapat melintas disekitar aktivitas di shaft


B. Lubang shaft yang tertutup deck plate dapat dilalui kendaraan

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 36.
Metode Jacking

3.1. LATAR BELAKANG PENGGUNAAN METODE JACKING

Proses ini dilakukan dengan tujuan menghindari pekerjaan galian terbuka yang cukup

dalam untuk memasang pipa yang dapat mengakibatkan gangguan ekstrim pada

lingkungan dan pada struktur atas atau permukaan jalan, berkenaan dengan arus lalu

lintas, geometri jalan dan kondisi sosial masyarakat. Dengan menggunakan metode

jacking diharapkan persoalan‐persoalan tersebut dapat teratasi atau diminimalkan,

karena ruang publik yang dimanfaatkan proyek dapat direduksi, tingkat kebisingan

dapat ditekan, tingkat kebersihan lokasi dapat ditingkatkan dan tidak diperlukan

penutupan jalan.

Pohon di tepi jalan yg harus ditebang agar


Ilustrasi Situasi di Sekitar Lokasi Departure Shaft : kendaraan dapat lewat

Pohon tepi jalan yg harus ditebang agar


kendaraan dapat lewat

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 37.
Metode Jacking

3.2. KARAKTERISTIK PIPA UNTUK JACKING

Pipa yang dipasang dengan metode LUBRICATION HOLE LUBRICATION HOLE


( Optional )
( Optional )

jacking memiliki kekuatan yang lebih


besar dari pada pipa yang dipasang
dengan metode galian terbuka karena
pipa akan ditekan dengan kekuatan
yang besar dalam proses jacking. Mutu
beton dari pipa yang digunakan pada
pemasangan dengan metode jacking
adalah k‐550.
LONGITUDINAL SECTION

2
d

COLLAR DETAIL

CROSS SECTION
STEEL COLLAR

RUBBER
RING

RUBBER RING

JOINT DETAIL

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 38.
Metode Jacking

3.3. METODE PELAKSANAAN

Langkah kerja pemasangan pipa dengan metode jacking seperti diagram alir berikut :

Mulai

Data:
- Jalur pipa
- Posisi

Tes pit

Ya
Ada
perubah
Pindahkan posisi Tidak

Konstruksi departure Konstruksi arrival Sha t


Shaft

Persiapan mesin jacking (di luar shaft)


dan mesin slurry

Persiapan mesin jacking Pemasangan Demobilisasi mesin jacking


di dalam sha t Manhole dan ke titik berikutnya
bon kar Sha t

Perakitan bagian‐bagian mesin jacking

Timbunan dan
Memposisikan masin jacking dan
i a‐ i a ada
ada re
reln
ln a

Selesai
Pelaksanaan jacking

Pengamanan mesin jacking di


arrival shaft

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 39.
Metode Jacking

Tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan sama dengan pemasangan pipa dengan metode

galian terbuka. Jalur pipa yang terletak di tengan jalan dan memiliki kedalaman hingga

6,0 m, sangat jarang terhalangi oleh utilitas kecuali pada galian shaft. Dengan demikian

tes pit cukup dilakukan di posisi shaft.

3.3.1. Pembuatan Shaft Jacking

Pekerjaan jacking memerlukan 2 buah shaft (departure dan arrival) sehingga jacking
akan efektif bila shaft diposisikan pada posisi manhole. Dengan demikian galian shaft
sekaligus galian untuk manhole. Selain itu, departure shaft sebaiknya digunakan untuk
dua arah. Dan bila ternyata terdapat lebih dari satu manhole, arah tujuan, pada posisi
garis lurus, maka dapat saja jacking diteruskan sampai manhole berikutnya. Dengan
catatan mesin jacking mampu menekan pipa hingga manhole berikutnya.

Arah 1 Arah 2

Arah Jacking Diteruskan bila mampu

Arrival Departure Arrival Arrival


Shaft 1 Shaft Shaft 2 Shaft 3

Ilustrasi arah jacking

3.3.2. Karakteristik Shaft

Kegiatan pemasangan pipa dengan Jacking dilakukan di bawah permukaan tanah,


namun masih diperlukan kegiatan galian untuk pembuatan shaft. Shaft merupakan
suatu lubang yang digunakan untuk menempatkan peralatan jacking dan sebagai

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 40.
Metode Jacking

tempat berakhirnya pipa. Terdapat dua buah shaft yaitu departure shaft dan arrival
shaft. Departure shaft adalah tempat yang didisain sebagai awal dari jacking dan
merupakan ruang kontrol pelaksanaan jacking. Dalam departure shaft terdapat mesin
jacking dan segala perlengkapan untuk kegiatan jacking.

TIPIKAL DEPARTURE SHAFT

Mesin Pompa S lurry


lurry H - Beam Beton
Jacking
As ke as Sh eet Pile

lie j
p
t
e e
e il
h p
S t
e
m e
h
la S
a D s
d a
n D =3.2 – 3.6 m
ia e
k
g s
a
b A
k
a
r j
a
J
i

h g f e d c b a
L1
Tergantung
Pendorong
diameter pipa
L 1 = 6.6 ‐ 7 m

Profil Sheet Pile yang digunakan pada Shaft Jacking

Dimensi aktual yang di lapangan selalu lebih besar dari kebutuhan. Ini disebabkan sheer pile yang digunakan

memiliki dimensi 40 cm dan jumlahnya selalu kelipatan 40 cm agar didapat jumlah sheet pile yang pas.

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 41.
Metode Jacking

Arrival shaft adalah suatu lubang tempat berakhirnya pipa jacking dan digunakan untuk
demobilisasi mesin bor jacking.
Arrival shaft dan departure shaft memiliki perbedaan dimensi. Departure shaft memiliki
dimensi yang lebih besar karena banyak digunakan peralatan jacking dan alat lainnya.
Sedangkan arrival shaft dimensinya lebih kecil dan hanya berfungsi untuk mengeluarkan
mata bor jacking. Untuk kedalaman, disesuaikan dengan kebutuhan elevasi pipa.

TIPIKAL ARRIVAL SHAFT

Sheet pile H - Beam H - Beam


As ke as Sh ee t pi le

e
li j
p
t
e
e
h
S D B
s Mesin
a
e
k
s j
A
i

a2 b 2 f b2 a 2 B = 3.2 – 3.6 m
L2
Bagian dalam Shee t pile

L 2 = 4.40 m

3.3.3. Konstruksi Shaft

Untuk meminimalisasi penggunaan lahan dan kemacetan lalu lintas disekitar area shaft,

digunakanlah deck beton bertulang sebagai penutup lubang galian sehingga ruang
publik yang dipergunakan lebih kecil dan kendaraan dapat melintas di atas lubang yang
tertutup deck dengan baik.

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 42.
Metode Jacking

Penggunaan tutup deck beton bertulang disesuaikan dengan kegiatan:

1. Pada arrival shaft : setelah seluruh pekerjaan


pembuatan lubang shaft selesai, lubang akan
ditutup dengan deck beton bertulang. Tutup deck
beton bertulang akan dibuka hanya pada saat
mesin jacking telah sampai dan siap dikeluarkan.

2. Pada departure shaft : tutup deck beton akan


digunakan untuk menutup sebagian lubang shaft
sehingga penggunaan ruang publik dapat
seminimal mungkin. Pembukaan tutup deck beton
pada departure shaft hanya dilakukan saat
memasukkan pipa beton yang akan dijacking.

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 43.
Metode Jacking
DIAGRAM ALIR KONSTRUKSI SHAFT :

Mulai

Penggalian ½ bagian (A):


(B)
- Bongkar lapis permukaan
(A)
- Gali tanah sedalam 1,0 m

Bagian (A); pasang H‐beam sbg girder

Bagian (A);
- pancang sheet pile
- pasang deck beton dan pindah ke bagian (B)

Penggalian ½ bagian (B): Timbunan dgn


- Bongkar lapis permukaan agregat celah
- Gali tanah sedalam 1,0 m yang terbentuk
antara badan
jalan dengan
Bagian (B);
girder H‐beam
- pasang H‐beam sbg girder
- pancang sheet pile (B)

(A)

Bagian (B):
- Gali hingga kedalaman 2,5 m
- Pasang perkuatan sheet pile
- Pasang deck beton dan pindah ke bagian (A)

Bagian (A);
- pancang sheet pile

Bagian (A):
- Gali hingga kedalaman 2,5 m
- Pasang perkuatan sheet pile (A)
- Pasang deck beton dan pindah ke bagian (B) (B)

Bagian (B);
- gali hingga elevasi yang dibutuhkan
- pasang deck beton dan pindah ke bagian (A)

Bagian (A);
- gali hingga elevasi yang dibutuhkan

Cor lantai kerja beton

Selesai

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 44.
Metode Jacking

3.3.4. Metode Pelaksanaan Jacking Pipa

Tipe jacking yang digunakan adalah slurry karena tipe ini lebih cepat dan lebih tidak
merusak struktur di atas (permukaan tanah) lokasi jacking dari pada tipe yang lainnya
(Earth Pressure Balance Jacking and Tuyure Jacking).

Garis Besar Pekerjaan Jacking

Downstream Upstream

Arrival Departure Arrival

Ke shaft Salvage and Installation


berikutn
berikutn a of machine

Alur pekerjaan secara garis besar sebagai berikut:

a. Pelaksanaan Jacking

Mekanisme Jacking metode slurry:

1. Mesin bor (shield machine) pada bagian depannya (Bulkhead) membor tanah. Tanah
hasil bor akan masuk ke dalam shield machine dan dicampur dengan cairan slurry
agar larut sehingga dapat dialirkan keluar melalui pipa‐pipa slurry. Dalam melakukan
pemboran, besarnya tekanan slurry dalam mesin bor harus disesuaikan dengan
tekanan tanah dan air tanah tujuannya agar diperoleh tingkat kestabilan yang cukup
dalam melaksanakan pemotongan (pengeboran) tanah.

2. Cairan slurry yang bercampur tanah akan dikeluarkan dari shaft dengan pompa

slurry dan dikontrol dengan valve. Cairan tanah dan slurry akan dialirkan melalui
pipa vertikal dan akan dipisahkan kembali sebagai cairan slurry dan tanah
menggunakan mesin proses slurry yang dipasang di luar shaft.

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 45.
Metode Jacking

3. Cairan slurry yang telah dipisahkan tadi kemudian dialirkan kembali ke mesin bor
tanah sedangkan tanah hasil pemboran akan ditampung sementara di truk tangki
untuk diangkut ke tempat pembuangan bila sudah penuh. Sirkulasi sistem tersebut
akan berlangsung selama jacking dan membutuhkan alat pengendali berupa dial
pengukur tekanan, katup‐katup dan pompa‐pompa.

4. Sementara itu pada saat yang bersamaan hydraulic jack akan menekan pipa masuk
ke dalam tanah yang telah digali / dibor.

5. Untuk memastikan bahwa kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana, maka akan
dilakukan pemantauan pada ruang kontrol.

Illustrasi pelaksanaan jacking pipa

Crane equipment
Soil cut
Slurry discarge pipe

3
Control monitoring
nitori ng system

Hydraulic pump for the main


hydraulic jack Slurry prosesing system
2 Slurry feed pump
Generator
5
Hydraulic hose Slurry feed pipe
Strut
Entrance ring
Thrust wall
Bulkhead

4
Main Hydraulic jack RC Pipe 1
Shield machine
Guide Rail

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 46.
Metode Jacking

3.3.5. Monitoring Kelurusan dan Kemiringan Pipa Jacking

Kontrol terhadap kelurusan dan kemiringan pipa dilakukan dengan menetapkan mesin
jacking sebagai target dalam menentukan arah pemboran tanah. Mengetahui apakah
arah pemboran sudah tepat dengan menempatkan perlengkapan survey berupa laser

transit di departure shaft. Hasil survey elevasi dan poligonnya harus menjadi acuan
dalam melakukan monitoring ini.

A B

Kegiatan monitoring pada kegiatan Jacking pipa:


A. Mesin Monitoring B. Laser Beam

Skema Monitoring Pipa Jacking :


VIEW ON TV MONITOR
IN CONTROL ROOM

CONTROL ROOM

SHAFT
SURVEYING ONCE PER-SHIFT

Shield MachineVIDEO CAMERA


LASER BEAM

ADJUSTER

LASER TARGET

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 47.
Metode Jacking
DOKUMENTASI SETTING PERALATAN SLURRY

DOKUMENTASI SETTING MESIN BOR TANAH ( SHIELD MACHINE )

DOKUMENTASI JACKING PIPA PERTAMA

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 48.
Metode Jacking

DOKUMENTASI SETTING MESIN PENEKAN DAN JACKING

DOKUMENTASI PEMBONGKARAN MESIN BOR TANAH (SHIELD MACHINE) PADA ARRIVAL SHAFT

DOKUMENTASI PELAKSANAAN PEMASANGAN MANHOLE

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 49.
Metode Jacking

3.3.6. Pipa Service Air Limbah

Pipa utama (main sewer) yang dipasang


dengan metode jacking harus Kotak
Sambungan Rumah
Trotoar

dilengkapi dengan pipa service. Hal ini


BatasKepemilikan Pipa Lateral
PVC 150 mm
n
0 a
0
5 m
a
r T

dikarenakan tidak dimungkinkan untuk 0


0
0
1
a
o
t
o
r
T

memasang pipa lateral pada pipa yang


di‐jacking. Pipa service ini berfungsi PipaSkunder/service
PVC 200 mm
Manhole Service
Pipa Jacking Manhole Jacking

mengalirkan air limbah dari 0


0
RC 1000 mm n
a
l
a
J
n
0 a
8
d

sambungan rumah. Air limbah yang


a
B

Pipa service
RC 200 mm

masuk ke dalam pipa service akan


dialirkan ke pipa utama melalui r
0 a
0 o
t

manhole. Sebagai pipa service 0


1
0
0
5
o
r
T n
a
m
a
T

digunakan pipa beton dengan diameter


200 mm (sama dengan pipa sekunder).

Ilustrasi sambungan rumah – pipa service – pipa utama ( jacking ) Jaringan pipa air limbah

Batas Kepemilikan

Trotoar
Badan Jalan

Pipa lateral Pipa lateral


Kotak Sambungan rumah Kotak sambungan rumah

Pipa Sekunder/service
RC 200 mm

Manhole Pipa Service

Pipa PVC 150 mm

Pipa Jacking

Manhole Jacking

Pemasangan Pipa Air Limbah dengan Metode Clean Construction – Agustus 2008 50.

Anda mungkin juga menyukai