0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Modul Subnetting

Dokumen ini membahas tentang subnetting dalam jaringan komputer, termasuk penjelasan mengenai penulisan IP address dan subnet mask. Terdapat tabel subnet mask dan nilai CIDR yang dapat digunakan untuk subnetting pada kelas A, B, dan C, serta contoh perhitungan subnetting. Selain itu, dokumen ini juga memberikan tugas untuk menganalisis dan membuat subnet dari network tertentu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Modul Subnetting

Dokumen ini membahas tentang subnetting dalam jaringan komputer, termasuk penjelasan mengenai penulisan IP address dan subnet mask. Terdapat tabel subnet mask dan nilai CIDR yang dapat digunakan untuk subnetting pada kelas A, B, dan C, serta contoh perhitungan subnetting. Selain itu, dokumen ini juga memberikan tugas untuk menganalisis dan membuat subnet dari network tertentu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

MODUL SUBNETTING
LAYOUT DESIGN : [Link]
SUMBER : [Link]

KELAS
XII
SUBNETTING 1
Penulisan IP address umumnya adalah dengan [Link]. Namun adakalanya
ditulis dengan [Link]/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address [Link]
dengan subnet mask [Link]. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari
penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau den-
gan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.0000000
0 ([Link]). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain
Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk
melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask Nilai CIDR Subnet Mask Nilai CIDR


[Link] /9 [Link] /20
[Link] /10 [Link] /21
[Link] /11 [Link] /22
[Link] /12 [Link] /23
[Link] /13 [Link] /24
[Link] /14 [Link] /25
[Link] /15 [Link] /26
[Link] /16 [Link] /27
[Link] /17 [Link] /28
[Link] /18 [Link] /29
[Link] /19 [Link] /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C


Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi den-
gan sebuah NETWORK ADDRESS [Link]/26 ?
Analisa: [Link] berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11
111111.11111111.11000000 ([Link]).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan
tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok
subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan
seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir sub-
net mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi
Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu
banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah
26 – 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya
adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128,
192.

2 Administrasi Infrastuktur Jaringan


4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat ta-
belnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broad-
cast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet [Link] [Link] [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] [Link]

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melan-
jutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet
mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan
anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet Mask Nilai CIDR


[Link] /25
[Link] /26
[Link] /27
[Link] /28
[Link] /29
[Link] /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B


Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B.
Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti
dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena mas-
ing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang dimainkan berdasarkan blok
subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C,
hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C
yang dimainkan di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok
subnet kita mainkan di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju
(coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask Nilai CIDR Subnet Mask Nilai CIDR


[Link] /17 [Link] /21
[Link] /18 [Link] /22
[Link] /19 [Link] /23
[Link] /20 [Link] /24

SUBNETTING 3
Subnet Mask Nilai CIDR
[Link] /25
[Link] /26
[Link] /27
[Link] /28
[Link] /29
[Link] /30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai
dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network
address [Link]/18.
Analisa: [Link] berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11
111111.11000000.00000000 ([Link]).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir.
Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu
banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214
– 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan
128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet [Link] [Link] [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] 172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan
subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address [Link]/25.
Analisa: [Link] berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11
111111.11111111.10000000 ([Link]).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

4 Administrasi Infrastuktur Jaringan


Subnet [Link] [Link] [Link] … [Link]
Host Pertama [Link] [Link] [Link] … [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] … [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] … [Link]

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C,
dan baca pelan-pelan.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A


Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama
saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di
oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2,
3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnet-
ting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address [Link]/16.
Analisa: [Link] berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.1111
1111.00000000.00000000 ([Link]).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet [Link] [Link] … [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] … [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] … [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] … [Link] [Link]

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah
memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda
ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang
lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-
Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle
dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan

SUBNETTING 5
IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun
di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga
mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih
menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

TUGAS
Analisa dan buatlah subnet dari Network di bawah ini :
1. [Link]/8
2. [Link]/12

6 Administrasi Infrastuktur Jaringan

Anda mungkin juga menyukai