0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan81 halaman

Project Development Schedule

Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, tujuan, dan unsur-unsur perencanaan proyek, serta siklus dan fase-fase dalam manajemen proyek. Terdapat penjelasan mengenai pengembangan jadwal proyek, termasuk kegiatan perencanaan dan standar kinerja yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan proyek. Selain itu, dokumen ini juga membahas alat dan software yang digunakan dalam perencanaan jadwal pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

Febrianto Andono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan81 halaman

Project Development Schedule

Dokumen ini menjelaskan tentang pengertian, tujuan, dan unsur-unsur perencanaan proyek, serta siklus dan fase-fase dalam manajemen proyek. Terdapat penjelasan mengenai pengembangan jadwal proyek, termasuk kegiatan perencanaan dan standar kinerja yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan proyek. Selain itu, dokumen ini juga membahas alat dan software yang digunakan dalam perencanaan jadwal pelaksanaan proyek.

Diunggah oleh

Febrianto Andono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROJECT SCHEDULE

DEVELOPMENT (BL)
[Link]

Bulan Mei 2021


ELFIN KURNIAWAN
UPDL BOGOR
Proyek Secara Umum
Pokok Bahasan

2.1. Pengertian Proyek


2.2. Tujuan Proyek
2.3. Unsur-Unsur Perencanaan Proyek
2.4. Kegiatan Perencanaan Proyek
2.5. Standar Kinerja Proyek

[Link] |
APA ITU PROYEK?

Apa itu PROYEK ?

Sementara – ada batasan Waktu

Unik – produk, hasil, pelayanan

Keterkaiatan kegiatan – ada Tujuan

[Link] |
Definisi Proyek
 A temporary endeavor undertaken to create a unique product,
service, or result.
(Usaha sementara dilaksanakan untuk menciptakan suatu
produk, jasa atau hasil yang unik)
 Sementara artinya: Mempunyai tanggal start dan finish yang pasti
 Unique artinya:
 Sesuatu yang Unique dan kejadiannya hanya sekali,
 Mempunyai tujuan khusus, dan diselesaikan didalam spesifikasi yang
pasti,
 Dibatasi oleh anggaran dan sumberdaya yang terbatas,
 Hal yang dapat diurai dengan jelas dan dapat dilaksanakan,
 Hasil deliverablenya terukur dan dapat dikuantifikasi.
 Dapat direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan

PMBOK ® ed 2013,
[Link] |
Pengertian Proyek

Proyek merupakan aktivitas atau tugas yang direncanakan untuk mencapai


sasaran yang dinyatakan secara konkret dan diselesaikan dalam waktu
tertentu dengan menggunakan material, tenaga manusia dan alat-alat yang
terbatas, proyek dapat juga diartikan sebagai berikut:
a) Proyek adalah usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan produk
atau layanan yang unik, melibatkan beberapa orang yang saling
berhubungan aktivitasnya dengan sumber daya yang dihimpun dalam
organisasi sementara untuk mencapai suatu tujuan tertentu untuk
menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan tepat waktu.
b) Proyek adalah kegiatan atau aktivitas yang komplek, tidak rutin, dan usaha
satu waktu yang dibatasi waktu, anggaran, sumber daya, dan dirancang
sesuai dengan spesifikasi kinerja.

[Link] |
CONTOH PROYEK
[Link] |
Proses berjalan
Temporary

Tidak ada Mulai - Selesai Ada Mulai - Selesai

Bertahap dan
Berulang
keterkaitan

Operasional PROYEK
"(PMBOK Guide, 6th Edition, Project Management Institute Inc., 20017)
vs
[Link] |
Siklus Proyek
INITIATING
Menentukan proyek baru atau fase
baru dari proyek eksisting

PLANNING
CLOSING
Menetapkan ruang
lingkup proyek Finalisasi seluruh aktivitas di
(spesifikasi, WBS,dll), seluruh lingkup proyek dan
mempertajam tujuan serah terima proyek

EXECUTING
Menyelesaikan aktivitas MONITORING & CONTROLLING
yang sudah
direncanakan Tracking dan review kemajuan
pelaksanaan proyek (adakah
perubahan rencana ?)
[Link] |
"(PMBOK Guide, 6th Edition, Project Management Institute Inc., 20017)
FASE PROYEK KETENAGALISTRIKAN

1. INISIASI 2. PERENCANAAN 3. PRA-PELAKSANAAN 4. PELAKSANAAN 5. PENYELESAIAN

Terdapat 5 Fase Utama atau Fase Level 1 pada Siklus Proyek Ketenagalistrikan di Lingkungan PT PLN (Persero) yaitu :
1. Fase Inisiasi
2. Fase Perencanaan
3. Fase Pra-Pelaksanaan
4. Fase Pelaksanaan
5. Fase Penyelesaian

Perdir 099.K/DIR/2014
Project Life Cycle

Process Group
Initiating Planning Executing Monitoring & Closing
Processes Processes Processes Controlling Processes
Processes

= Phase Gate
10 Knowledge Areas
Keberhasilan Proyek?

JADWAL

BIAYA

Toor, Shamas-Ur-Rehman., & Ogunlana, O. Stephen. (2008). Problem Causing Delays in [Link] |
Major Construction Projects in Thailand. Construction Management and Economics, Vol.
26., p. 395-408.
PROJECT SCHEDULE DEVELOPMENT

Input Tools Output


• CPM • Schedule Baseline
• WBS
• Schedule Network • Cost Baseline
• Project Plan

[Link] |
"(PMBOK Guide, 6th Edition, Project Management Institute Inc., 20017)
Tujuan Proyek

Tujuan proyek adalah melaksanakan aktivitas yang berlangsung


dalam kurun waktu tertentu dengan hasil tertentu dan untuk
memuaskan kebutuhan pelanggan.

[Link] |
Unsur-Unsur Perencanaan Proyek

adalah untuk memutuskan tujuan dan cara mencapainya, yaitu


memberikan jawaban atas 5W+1H:
• W-1 (what) ; tindakan apa yang harus dilakukan?
• W-2 (why) ; apa sebabnya tindakan itu harus dilakukan?
• W-3 (where) ; dimana tindakan tersebut dilakukan?
• W-4 (when); kapan tindakan tersebut dilakukan?
• W-5 (who); siapa yang akan melakukan tindakan
• H-1, (how) ; bagaimana cara melakasanakan tindakan tersebut, unsur-
unsur perencanaan ini dapat mempengaruhi Jadwal pengembangan
proyek (Project Development Schedule).

[Link] |
INFORMASI DASAR DARI PROYEK
1. APA YANG DIBANGUN? (SCOPE)
2. BERAPA BIAYANYA? (COST)
3. BERAPA LAMA MEMBANGUNNYA? (TIME)
4. APA SPESIFIKASI MATERIAL & PERALATANNYA? (QUALITY)
5. APA SAJA YANG AKAN MEMPENGARUHI KINERJA PROYEK? ( RISK)

[Link] |
Kegiatan Perencanaan Proyek

Beberapa kegiatan perencanaan proyek adalah :


■ Meramalkan (Forecasting),
■ Menetapkan Maksud Dan Tujuan (Establishing Objective),
■ Mengacarakan (Programming),
■ Menyusun Tata Waktu (Schedulling),
■ Menyusun Anggaran (Budgeting),
■ Mengembangkan Prosedur (Developing Prosedure)
■ Menetapkan & Menafsirkan Kebijakan (Establishing & Interpreting
Policy).

[Link] |
Standard Kinerja Proyek (1)

Dengan menggunakan jadwal pengembangan proyek, maka seluruh


urutan kegiatan proyek harus memiliki standar kinerja proyek yang
dibuat dengan akurat, yaitu dengan cara membuat format perencanaan
berikut:
a) Kurva S, selain dapat mengetahui progres waktu proyek, kurva S
berguna juga untuk mengendalikan kinerja biaya. Hal ini ditunjukkan
dari bobot pengeluaran kumulatif setiap kegiatan yang dapat
dikontrol dengan membandinkannya dengan baseline periode
tertentu sesuai dengan kemajuan aktual proyek.

[Link] | 22
Standard Kinerja Proyek (2)

b) Diagram cash flow, menunjukkan rencana aliran pengeluaran dan


pemasukan biaya selama proyek berlangsung. Diagram ini
diharapkan dapat mengendalikan seluruh biaya proyek secara detail
sehingga tidak mengganggu keseimbangan kas proyek.
c) Nilai Kurva Perolehan (Curva earned value), menyatakan nilai
uang yang telah dikeluarkan pada baseline tertentu sesuai dengan
kemajuan aktual proyek. Apabila ada indikasi biaya yang dikeluarkan
melebihi rencana, biaya tersebut dikoreksi dengan melakukan
penjadwalan ulang dan meramalkan besar biaya yang harus
dikeluarkan hingga akhir proyek karena penyimpangan tersebut.

[Link] | 23
Pengertian dan Manfaat
Project Schedule
Development
Pengertian Project Schedule Development (1)

Project Schedule Development (Jadwal pengembangan proyek) adalah


merupakan suatu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan
informasi Jadwal rencana dan kemajuan proyek:
• Sumber Daya,
• Biaya
• Rencana Durasi Proyek
• Progres Waktu Pelaksanaan Proyek

[Link] |
Pengertian Project Schedule Development (2)

Urutan aktivitas pengembangan Jadwal proyek konstruksi adalah perencanaan,


penyusunan jadwal (penjadwalan), dan Pengendalian.
Tujuannya agar pelaksanaan proyek sesuai dengan perencanaan.
Dalam perencanaan jadwal pengembangan proyek, diperlukan pengetahuan
yang berhubungan dengan arti proyek, pembatas proyek, diagram kerja
(network diagram), dan perencanaan jaringan kerja (network planning).

[Link] |
[Link] |
Pertimbangan Menyusun Jadwal Kegiatan Proyek

Pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pembuatan jadwal pelaksanaan


proyek, yaitu sebagai berikut:
a) Situasi dan kondisi lapangan.
b) Faktor cuaca yang dapat mempengaruhi kecepatan dan prestasi kerja.
c) Kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh pelaksana kerja.
d) Jenis dan volume yang akan dilaksanakan.
e) Spesifikasi pekerjaan yang dilaksanakan.
f) Pekerjaan yang harus didulukan atau diprioritaskan.

[Link] |
Software Perencanaan Jadwal Pelaksanaan Proyek

Software yang umum digunakan sebagai alat bantu (tools) untuk membuat
perencanaan jadwal pelaksanaan suatu proyek, seperti:
a) Microsoft Excel, untuk jumlah kegiatan yang dikategorikan sedikit
(biasanya sekitar satu sampai seratus kegiatan).
b) Microsoft Project, untuk jumlah kegiatan yang dikategorikan sedang (dari
satu kegiatan sampai dengan ratusan kegiatan).
c) Oracle Primavera, program ini sering digunakan dalam manejemen
konstruksi, perusahaan yang menggunakan program dalam ruang lingkup
yang lengkap, terukur, terintegrasi untuk perencanaan (planning),
pengaturan (organizing), pengawasan (controlling) dan koordinasi
(coordinating) proyek.

[Link] |
PMBOK ® Guide

[Link] |
Pengenalan 10 Knowledge Area :
1. Project Integration Management
Knowledge Area: 2. Project Scope Management
Area yang teridentifikasi 3. Project Schedule Management
pada Manajemen Proyek 4. Project Cost Management
berdasarkan kebutuhan 5. Project Quality Management
ilmu/knowledge dan
dideskripsikan sebagai 6. Project Resource Management
bagian dari proses, 7. Project Communication Management
pelatihan, input, output, 8. Project Risk Management
tools dan technique 9. Project Procurement Management
10. Project Stakeholder Management

[Link] |
Pengenalan 10 Knowledge Area :
1. Project Integration Management
Knowledge Area: 2. Project Scope Management
Area yang teridentifikasi 3. Project Schedule Management
pada Manajemen Proyek 4. Project Cost Management
berdasarkan kebutuhan 5. Project Quality Management
ilmu/knowledge dan
dideskripsikan sebagai 6. Project Resource Management
bagian dari proses, 7. Project Communication Management
pelatihan, input, output, 8. Project Risk Management
tools dan technique 9. Project Procurement Management
10. Project Stakeholder Management

[Link] |
Peta Jumlah Proses Teridentifikasi pada Management
Proyek (49 Proses)

[Link] |
Detail Proses Teridentifikasi pada Management Proyek
(49 Proses)

[Link] |
Detail Proses Teridentifikasi pada Management Proyek
(49 Proses)
Knowledge Project Management Process Group
Area
Initiation Planning Executing Monitoring & Closing
Controlling
6. Resources - 6.1 Plan Resource 6.3 Acquire Resources 6.6 Control Resources -
Management 6.4 Develop Team
6.2 Estimate Activity 6.5 Manage Team
Resources

7. - 7.1 Plan 7.2 Manage 7.3 Monitor -


Communication Communication Management
Communicati Management
on
8. Risk - 8.1 Plan Risk 8.5 Implement Risk 8.6 Monitor Risks -
Management Responses
8.2 Identify Risks
8.3 Perform
Qualitative Risk
Analysis
8.4 Perform
Quantitative Risk
Analysis

9. - 9.1 Plan Procurement 9.2 Conduct 9.3 Control -


Management Procurement Procurement
Procurement
10. 10.1 Identify Stakeholder 10.2 Plan Stakeholder 10.3 Manage 10.4 Monitor -
Engagement Stakeholder Stakeholder
Stakeholder Engagement Engagement

[Link] |
Project Integration Management

Proses dan kegiatan yang meliputi mengidentifikasi, mendefinisikan,


menggabungkan, menyatukan, dan mengkoordinasikan berbagai
proses dan kegiatan manajemen proyek dalam Process Group
Manajemen Proyek.
Beberapa kegiatan Integration Management :
- Alokasi Sumber Daya
- Menyeimbangkan permintaan dengan pelaksanaan proyek
- Mengevaluasi alternative pendekatan dan solusi kendala
- Mengkonsolidasikan masing-masing proses untuk memenuhi
tujuan proyek
- Mengelola keterkaitan antar knowledge area

[Link] |
Project Scope Management

Proses yang diperlukan meliputi pada memastikan cakupan/lingkup


semua pekerjaan yang diperlukan pada proyek, dan hanya pekerjaan
yang diperlukan, untuk menyelesaikan proyek dengan sukses.
Scope Creep : Adanya perubahan lingkup pekerjaan yang tidak terdokumentasi
dan/atau tidak disetujui.
Terjadi ketika perubahan lingkup pekerjaan tidak terdeteksi sejak awal atau tidak
terkelola dengan baik.
Biasanya terjadi dari banyaknya perubahan minor akan tetapi terakumulasi dan dapat
berdampak signifikan pada anggaran, jadwal, dan kualitas

Gold Plating : melaksanakan pekerjaan yang melebihi dari yang dipersyaratkan.


Sebaiknya dihindari untuk menjaga anggaran, jadwal melebihi dari yang diperjanjikan

[Link] |
Project Schedule Management
Proses yang diperlukan untuk mengelola penyelesaian proyek tepat waktu
Jenis kompresi / percepatan jadwal pekerjaan
Crashing:
• Memindahkan sumber daya dari tugas yang kurang penting ke kegiatan yang Critical Path.
• Menambah sumber daya untuk mengurangi durasi pekerjaan
• Mengurangi lingkup pekerjaan atau persyaratan (hanya bila project sponsor dan major
stakeholder memberikan persetujuan)
• Sebagian besar crashing menyebabkan peningkatan biaya

Fast Tracking :
• Meningkatkan beban kerja dan risiko tanpa menambah sumber daya
• Memerlukan/meningkatkan perhatian lebih pada komunikasi
• Meningkatkan risiko probabililitas untuk rework/ mengulang pekerjaan

Note : masing – masing percepatan pekerjaan mempunyai kelebihan dan kekurangan

[Link] |
Definisi

• Project Schedule Management adalah Proses yang diperlukan untuk


mengelola penyelesaian proyek tepat waktu

• Proses yang ada di dalam Schedule Management adalah :


• Merencanakan Manajemen Penjadawalan (Plan Schedule Management)
• Menentukan aktivitas (Define activities)
• Memberikan urutan aktivitas (Sequence activities)
• Mengestimasi durasi aktivitas(Estimate Activity Durations)
• Mengembangkan Jadwal (Develop Schedule)
• Mengendalikan jadwal (Control Schedule)

[Link] |
Project Cost Management

Proses yang meliputi perencanaan pembiayaan, estimasi biaya, penganggaran,


pendanaan, pengelolaan biaya, dan pengendalian biaya sehingga proyek dapat
diselesaikan dalam anggaran yang disetujui.

Contingency Reserves: Jumlah cadangan biaya yang harus dialokasikan dari perkiraan
untuk mengurangi risiko proyek kekurangan biaya hingga tingkat yang dapat diterima
oleh organisasi/struktur/pejabat yang bertanggung jawab secara finansial (sudah dapat
diprediksi pada saat analisa risiko proyek). Saat ini penggunaan kalimat contingency
reserves saat ini merambah pada cadangan sumberdaya dan waktu
Management Reserves : Jumlah cadangan biaya dan waktu yang digunakan untuk
mengelola risiko yang tidak teridentifikasi. Management reserves dianggap sebagai
batas atas kemampuan perusahaan/organisasi untuk memutuskan lanjut atau tidaknya
sebuah proyek.

[Link] |
Definisi

• Project Cost Management adalah Proses yang meliputi perencanaan


pembiayaan, estimasi biaya, penganggaran, pendanaan, pengelolaan
biaya, dan pengendalian biaya sehingga proyek dapat diselesaikan dalam
anggaran yang disetujui

• Proses yang ada di dalam Cost Management adalah :


• Merencanakan Manajemen Biaya (Plan Cost Management)
• Mengestimasi biaya (Estimate Costs)
• Menentukan anggaran (Determine Budget)
• Mengendalikan biaya (Control Costs)

[Link] |
Project Quality Management

Proses yang meliputi penggabungan kebijakan mutu dari organisasi mengenai


perencanaan mutu, pengelolaan mutu, dan pengendalian persyaratan kualitas
proyek dan produk, untuk memenuhi harapan pemangku kepentingan
Quality VS Grade
Quality : Total karakteristik dari suatu entitas yang memiliki kemampuan untuk
memuaskan/memenuhi tingkat yang tertulis (kesesuaian dengan persyaratan)
Grade : Jenis kategori atau peringkat yang diberikan kepada suatu entitas serupa tetapi
dalam persyaratan kualitas yang berbeda
Note : Low Quality selalu menjadi masalah, akan tetapi Low Grade tidak menjadi
masalah karena sesuai dengan persyaratan/permintaan yang disepakati

Precission VS Accuracy
Precission = consistent
Accuracy = correct
[Link] |
[Link]
Project Resource Management

Proses untuk meliputi kegiatan mengidentifikasi, memperoleh, dan


mengelola sumber daya yang diperlukan untuk keberhasilan
penyelesaian proyek

Resource Levelling : Teknik di mana tanggal mulai dan selesai


disesuaikan berdasarkan kendala sumber daya dengan tujuan
menyeimbangkan permintaan sumber daya dengan pasokan yang
tersedia. Digunakan untuk menyeimbangkan beban kerja sumber daya
utama selama proyek berlangsung

[Link] |
Project Communication Management
Proses yang diperlukan untuk memastikan perencanaan,
pengumpulan, pembuatan, distribusi, penyimpanan, pengambilan,
control, monitoring, dan disposisi akhir dari informasi proyek
Hal yang perlu diperhatikan terkait komunikasi :
Berdasarkan Tujuan :
• Internal
• Eksternal

Berdasarkan tingkat :
• Formal
• Informal

Berdasarkan media :
• Written (tertulis)
• Oral (suara)

[Link] |
Project Risk Management

Proses yang meliputi kegiatan perencanaan manajemen risiko,


identifikasi, analisis, perencanaan respons, implementasi respons,
dan pemantauan risiko pada suatu proyek.

Tujuan :
• untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang tidak masuk dalam lingkup proses
manajemen proyek yang lain
• Untuk meningkatkan probabilitas dan dampak dari risiko positif
• Untuk mengurangi probabilitas dan dampak dari risiko negatif

[Link] |
Project Procurement Management
Proses yang diperlukan untuk pengadaan (membeli atau
memperoleh) produk, layanan, atau hasil yang dibutuhkan dari luar
tim proyek.

[Link] |
Project Stakeholder Management

Proses yang diperlukan untuk mengidentifikasi orang, kelompok,


atau organisasi yang dapat berdampak atau terpengaruh oleh
proyek, untuk menganalisa harapan pemangku kepentingan dan
dampaknya terhadap proyek, dan untuk mengembangkan strategi
manajemen yang tepat untuk melibatkan pemangku kepentingan
secara efektif dalam keputusan dan pelaksanaan proyek.
High Power
Stakeholder Analysis Sample of stake holder
Keep Manage - Sponsor
Satisfied Closely - Customer & User
- Seller
Low Interest
- Business Partner
High Interest
Keep - Project Team
Monitor Informed
- Government

Low Power [Link] |


[Link] |
TOOLS &
INPUTS TECHNIQUES
OUTPUTS
6. 1. DEFINE ACTIVITIES OUTPUTS
.1. Activity List (Daftar Kegiatan)

Adalah daftar aktivitas menyeluruh termasuk semua schedule aktivitas


yang direncanakan dan dilaksanakan pada proyek.

IAMPI-PS

(PMBOK © Guide p. 129)


GEDUNG KANTOR
LEVEL 1
01.

MEKANIKAL &
BANGUNAN UMUM & PENDUKUNG
01.01
ELEKTRIKAL
01.03
LEVEL 2
01.02

STRUKTUR ELEKTRIKAL ELEKTRIKAL MEKANIKAL


SUBSTRUKTUR FINISHING SITE SAFETY
01.01.01
ATAS
01.01.03
ARUS KUAT ARUS LEMAH UMUM
01.03.01 01.03.02
LEVEL 3
01.01.02 01.02.01 01.02.02 01.02.03

GALIAN & KOLOM DINDING [Link] PLUMBING SITE


[Link].1-40 [Link]
DEWATERING LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 CLEARING
[Link] [Link] [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

LEVEL 4
BLK & PLAT PLAFOND EL.N0NSTD [Link] HVAC SITE
PONDASI GEDUNG
LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 FACILITIES
[Link] [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

URUGAN TANGGA LANTAI [Link] MATVCCTV LIFT/ESC


EQUIP.
KEMBALI LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40
[Link]
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

[Link]&PL [Link] COND COND AIR BERSIH


[Link] LT.1-40
TC
LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40
[Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link].
[Link].
01 01 01 01 01 01 01

[Link]&PL [Link] KABEL KABEL AIR KOTOR


STRT
LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40
LIFT ORG LEVEL 5
[Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link].
[Link].
02 02 02 02 02 02 02

BALANC. [Link]&PL [Link] ARMATUR PABX&UNIT HYDRAN SCHAFF


LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40 LT.1-40
[Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link]. [Link].
[Link].
03 03 03 03 03 03 03 WBS
IAMPI-PS SAMPLE
IAMPI-PS 52
WBS
Level 1

WBS WBS Level WBS


Level 2 2 Level 2

WBS WBS WBS WBS WBS WBS WBS WBS WBS


Level 3 Level Level Level Level Level Level 3 Level 3 Level
3 3 3 3 3 3

IAMPI-PS 53
TOOLS &
INPUTS TECHNIQUES
OUTPUTS
IAMPI-PS
(PMBOK © Guide p. 129)

IAMPI-PS
(PMBOK © Guide p. 129)
IAMPI-PS 56
1. Precedence diagramming method
(PDM)

Metode yang menggunakan kotak atau rectangel sebagai Node dan sebagai
aktivitas yang kemudian dihubungkannya dengan anak panah yang menunjukkan
ketergantungan.

Precedence diagramming method (PDM)


ES EF

ES EF Activity Name
ES EF
Activity Name Duration
Activity Name
Duration LS LF
Duration
ES EF ES EF
LS LF
LS LF
Activity Name Activity Name

Duration Duration

LS LF LS LF

(PMBOK © Guide p. 132)


2. Arrow diagramming method (ADM)
Metode yang menggunakan Anak panah sebagai aktivitas dan menghubungkannya dengan
panah yang menunjukkan ketergantungan.

Meskipun kurang lazim dibanding dengan PDM akan tetapi teorinya masih digunakan
dalam mengajarkan schedule network di beberapa aplikasi areas.

ADM hanya menggunakan jenis ketergantungan finish to start dan dapat dipakai untuk
“Dummy” atau yang disebut aktivitas dummy, yang biasanya digambarkan dengan garis
strip.

Pada kegiatan dummy tidak menggambarkan schedule aktivitas, maka tidak ada isinya
dan nilainya durasi Zero.

Arrow diagramming method (ADM)


B
C
Start A

Finish
F
D
E

AOA : Activity On Arrow

(PMBOK © Guide p. 133)


3. Schedule network tamplates

Project schedule network diagram template bisa digunakan untuk mempercepat


persiapan network dari aktivitas schedule proyek.

Bisa termasuk seluruh proyek atau hanya bagian tertentu.

Bagian Schedule diagram network proyek sering digunakan sebagai sub


network atau fragment network.

Contohnya: lantai pada high rise office building.

(PMBOK © Guide p. 133)


Activity Relationships Types
Finish To Start Activity A Activity B

Activity A
Activity A
Start To Start
Start To Start SS + 5
With Lag
Activity B
Activity B

Activity A Activity A
Finish To Finish Finish To Finish
FF + 3
Activity B With Lag
Activity B
Activity A
Start To Finish Activity A
Start To Finish
SF - 2
Activity B With Lead = - Lag
Finish To Start FS + 7 Activity B
Activity A Activity B
With Lag
IAMPI-PS 60
CONTOH BAR CHART

Bar Chart = Gantt Charts


Show tasks relative to time (activity start and end dates), expected
duration, usually not show dependencies.
Relatively easy to read start/finish date and view progress
Most proper for the Management
TOOLS &
INPUTS TECHNIQUES
OUTPUTS

IAMPI-PS 62
IAMPI-PS 63
IAMPI-PS 64
Jack R. Meredith, Samuel J. Mantel,JR, Project
Management, p. 344

Higher
Most Likely
(Used in original CPM calculation)
TE

PERT Weighted Average =


Probability Optimistic + 4 X Most Likely + Pessimistic
of
6
Occurrence

Beta Distribution

Optimistic Pessimistic
Lower

Shorter Possible Durations Longer


TOOLS &
INPUT TECHNIQUES
OUTPUT

IAMPI-PS 66
TOOLS &
INPUTS TECHNIQUES
OUTPUTS

IAMPI-PS 67
PARAMETER PEMBATAS
PROYEK

28
Parameter Pembatas Proyek (triple Constrain)

Conventional Project constraints


dalam pengelolaan proyek:
- Time (Waktu)
- Cost (Biaya) dan
- Scope (Ruang lingkup)

SCOPE

[Link] | 29
UPDATED PROJECT CONSTRAINTS

Keberhasilan suatu proyek adalah mampu


mengelola 6 constraint yaitu :
- Schedule (Waktu)
- Cost (Biaya) dan
- Scope (Ruang lingkup)
- Quality (Kualitas)
- Resource (Sumber daya)
- Risk (Risiko)

"(PMBOK Guide, 6th Edition, Project Management Institute Inc., 20017)

[Link] |
Parameter Ruang lingkup atau Scope

Ruang lingkup atau scope proyek pada intinya adalah membahas


batasan-batasan yang ada pada sebuah proyek. Ruang lingkup atau
batasan proyek sangatlah diperlukan dalam suatu proyek, karena hal ini
akan memberikan dampak pada faktor-faktor proyek yang lain,terutama
yang menyangkut biaya dan waktu pengerjaan proyek.
Semakin besar scope atau ruang lingkup suatu proyek tersebut, maka
secara umum akan makin bertambah pula waktu pengerjaan, ini tentu
berdampak pada bertambahnya biaya yang harus dikeluarkan.

[Link] | 30
Parameter Waktu atau Time

Time atau waktu, adalah salah satu komponen yang menjadi target
dalam penyelesaian proyek. Pada intinya faktor waktu ini adalah
bagaimana kita menentukan lamanya waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu proyek. Komponen waktu sangat berarti, terutama
saat-saat yang sangat krusial.
Terkadang suatu proyek dipaksa untuk selesai pada waktu tertentu,
walaupun berdampak pada pembengkakan biaya.

[Link] | 31
Parameter Biaya atau Cost

Biaya atau cost, adalah salah satu faktor atau komponen utama proyek.
Faktor biaya ini sangat dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor ruang lingkup
dan waktu. Secara umum semakin besar ruang lingkup dan semakin
lama waktu, maka akan semakin besar pula biaya suatu proyek.

[Link] | 32
Kaitan Triple Constraint dan Quality (1)

Keterkaitan antara ketiga faktor


pembatas atau triple contraint
(scope, time & cost), serta
terkaitannya terhadap kualitas
suatu target dapat dilihat seperti
gambar berikut.

[Link] | 33
Kaitan Triple Constraint dan Quality (2)

Optimasi triple constrain sangat diperlukan untuk mencapai keseimbangan


dalam mencapai sebuah target. Untuk mencapai kualitas dari suatu target
tertentu, maka setting atau optimasi ketiga komponen tersebut sangatlah
diperlukan.

Triple constrain + quality = quadruple constrain

Apabila terjadi perubahan salah satu dari batasan (scope atau time), maka
untuk mencapai kualitas dari suatu target tertentu akan dapat mempengaruhi
biaya (cost) untuk tetap memperoleh setting atau optimasi ketiga komponen
tersebut sangatlah diperlukan.

[Link] | 34
Kaitan Triple Constraint dan Quality (4)

Akibat terjadinya perubahan scope, target menjadi mengalami perubahan,


namun quality tetap terjaga, maka biaya (cost) akan bertambah. Demikian
juga bila terjadi perubahan atau perpanjangan waktu (time), juga target
menjadi mengalami perubahan, quality tetap terjaga, maka biaya (cost) akan
bertambah.
Ketiga parameter batasan (scope, time & cost), saling mempengaruhi agar
target dan quality tetap dapat dipertahankan.
Pertambahan biaya akan cenderung merugikan pemilik dan atau pelaksana
pekerjaan, karena target pemanfaatan proyek tidak sesuai dengan rencana
awal, juga dapat mempengaruhi sektor-sektor lainnya yang diakibatkan oleh
keterlambatan tersebut.

[Link] | 37
Resource
Budget

Resources Schedule

Scope
Quality

Risk
IAMPI-2014 pto PMBOK ® p. 6
TERIMA KASIH
.3. Schedule compression
Compression (With Crashing)

All Activity Crash

Minimum Cost Total


Program Cost ( $ / IDR )

Crash

Tools : Duration Compression

Crashing :
Doing anything to reduce the schedule
Increase cost completion of the project .

The rule in implementing Crashing are :


Normal Operation a. Crash on Critical Path or
b. Crash Critical Activities
whose have cheapest cost

0 Program completion Time, Weeks

(PMBOK © Guide p. 145)


Compression (With Fast Tracking)

Start Start Mfg

Check Purchase
Design Detail
Material

Purchase
Design Detail
Material

Check
Compression

Tools : Duration Compression

2. Fast Tracking
Activities that schedule sequence are scheduled to be done with some overlap.
2
a
.5. Resource leveling
4
c
1
8
b a
2 Engineer
3 6

Workers
a 4 c c
2 Engineer

c
activity

b 2
Sebelum b b
Resource
c Leveling
Days 1 2 3 4 5

Days 1 2 3 4 5 8

a 6
a b

Workers
activity

b Setelah 4
Resource
Leveling c
c 2
Jack R. Meredith, Samuel J. Mantel,JR,
Project Management, p. 401
Days 1 2 3 4 5 Days 1 2 3 4 5
Earned Value Analysis
JutaIDR% Projected Budget Completed

2000 100 Cost Overrun


1800 90 Actual Cost (AC)
(ACWP)
1600 80
1400 70 Projected Time Completed
Planned Value (PV)
1200 60 (BCWS)

1000 50 Schedule Overrun


Cost

800 40 Work Performed (EV)


600 30 (BCWP)

400 20
200 10
0 0 3 6 12 25 35 52 75 85 95 98 99 100 %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Data Date
Month

IAMPI-PS 85

Anda mungkin juga menyukai