0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Performance Testing

Performance Testing adalah proses evaluasi kinerja aplikasi untuk memastikan kecepatan, stabilitas, dan ketangguhan sistem di bawah beban tertentu. Terdapat beberapa jenis pengujian, seperti Load Testing dan Stress Testing, yang membantu mengidentifikasi bottleneck dan memastikan aplikasi dapat menangani jumlah pengguna yang tinggi. Melalui pengujian ini, pengembang dapat meningkatkan kualitas dan pengalaman pengguna sebelum aplikasi dirilis.

Diunggah oleh

Chevalier Mz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Performance Testing

Performance Testing adalah proses evaluasi kinerja aplikasi untuk memastikan kecepatan, stabilitas, dan ketangguhan sistem di bawah beban tertentu. Terdapat beberapa jenis pengujian, seperti Load Testing dan Stress Testing, yang membantu mengidentifikasi bottleneck dan memastikan aplikasi dapat menangani jumlah pengguna yang tinggi. Melalui pengujian ini, pengembang dapat meningkatkan kualitas dan pengalaman pengguna sebelum aplikasi dirilis.

Diunggah oleh

Chevalier Mz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teruslah belajar performance testing agar kemampuanmu semakin tajam,

sistem makin optimal, dan kualitas kerjamu semakin unggul. Setiap Oktober 2025
langkah kecil memperkuat masa depanmu di dunia teknologi yang terus
berkembang

[Link]

Presentation

Performance Testing
[Link]
WARDIERE INC.

Pengertian Performance Testing

Performance Testing adalah proses evaluasi kinerja aplikasi untuk mengukur kecepatan,
stabilitas, dan ketangguhan sistem ketika mengalami beban tertentu. Pengujian ini
memastikan bahwa aplikasi mampu berjalan optimal dalam kondisi normal hingga ekstrem.
Dalam konteks pengembangan modern, Performance Testing menjadi kebutuhan utama
karena tingginya ekspektasi pengguna terhadap kecepatan dan pengalaman penggunaan.
Tanpa pengujian ini, aplikasi berpotensi mengalami crash, lag, atau respons lambat saat
digunakan dalam jumlah besar.
WARDIERE INC. [Link]

Tujuan

Tujuan utama Performance Testing adalah memastikan sistem memiliki performa yang
memadai dalam berbagai kondisi pemakaian. Pengujian ini memberikan gambaran akurat
mengenai:
Response time (berapa cepat aplikasi merespon permintaan)
Throughput (jumlah permintaan yang ditangani per detik)
Resource usage (penggunaan CPU, RAM, dan jaringan)
Stabilitas aplikasi dalam jangka panjang
Selain itu, Performance Testing membantu menemukan bagian aplikasi yang menjadi
bottleneck, sehingga pengembang dapat melakukan optimasi lebih awal sebelum aplikasi
dirilis.
WARDIERE INC. [Link]

Jenis Performance Testing


Performance Testing terbagi menjadi beberapa
kategori:
Load Testing : 35%
Stress Testing : 25%
Spike Testing : 10%
Endurance Testing : 15%
Scalability Testing : 15%
Data ini menunjukkan bahwa Load Testing merupakan
metode paling dominan karena hampir semua aplikasi
wajib diuji kemampuan menerima beban sesuai target
pengguna.
WARDIERE INC. [Link]

Jenis Performance Testing

01. Load Testing (35%) 02. Stress Testing (25%) 03. Spike Testing (10%)
Load Testing bertujuan mengetahui kemampuan Stress Testing dilakukan
Stress Testing dilakukan untukuntuk mengetahui
mengetahui Spike Testing mengevaluasi respon aplikasi
aplikasi dalam menangani beban normal hingga batas maksimal
batas maksimal aplikasi
aplikasi sebelum
sebelum mengalami
mengalami terhadap lonjakan pengguna secara tiba-tiba.
beban tinggi yang masih dalam batas wajar. kegagalan. Pengujian
kegagalan. Pengujian ini ini dilakukan
dilakukan dengan
dengan
Misalnya, jika aplikasi diproyeksikan memiliki memberikan beban
memberikan beban jauh jauh di di atas
atas kapasitas
kapasitas Tujuan:
1.000 pengguna aktif, maka Load Testing memeriksa normal untuk
normal untuk melihat
melihat titik
titik kritis
kritis sistem.
sistem. Melihat seberapa cepat sistem beradaptasi
apakah aplikasi tetap cepat meskipun semua terhadap kenaikan trafik mendadak.
Tujuan:
Tujuan: Menilai kestabilan sistem setelah trafik
pengguna mengaksesnya secara bersamaan. Menguji stabilitas
Menguji stabilitas sistem
sistem ketika
ketika beban
beban kembali normal.
Tujuan: melebihi kapasitas
melebihi kapasitas normal.
normal. Mengidentifikasi apakah sistem akan
Mengetahui batas kapasitas sistem. Mengetahui titik
Mengetahui titik kegagalan
kegagalan sistem
sistem dan
dan timeout atau mengalami latency tinggi.
Mengukur waktu respons, throughput, dan bagaimana sistem
bagaimana sistem pulih
pulih setelah
setelah crash.
crash. Contoh:
penggunaan sumber daya (CPU, RAM). Melihat cara
Melihat cara sistem
sistem menangani
menangani kondisi
kondisi Simulasi lonjakan trafik tiba-tiba seperti:
Mendeteksi bottleneck pada kondisi beban yang darurat.
darurat. Tiket konser yang baru dibuka
terus meningkat. Menjalankan request
Menjalankan request hingga
hingga 20.000–50.000
20.000–50.000 Flash sale 11.11
Misalnya sebuah website e-commerce diperkirakan pengguna secara
pengguna secara bersamaan
bersamaan guna guna melihat
melihat Berita viral yang mendadak menarik
akan dikunjungi 5.000 pengguna aktif pada jam apakah server
apakah server mengalami
mengalami crash,crash, error,
error, atau
atau banyak pengunjung
sibuk. Load Testing dilakukan untuk memastikan penurunan performa
penurunan performa drastis.
drastis.
website tetap stabil dan responsif pada jumlah
pengguna tersebut.
WARDIERE INC.

Jenis Performance Testing [Link]

04. Endurance Testing (15%) 05. Scalability Testing (15%)


Scalability Testing mengukur
Scalability Testing mengukur kemampuan
kemampuan
Endurance Testing menguji performa aplikasi dalam aplikasi dalam
aplikasi dalam meningkatkan
meningkatkan kapasitas
kapasitas ketika
ketika
jangka panjang, biasanya antara 12–24 jam. jumlah pengguna
jumlah pengguna bertambah.
bertambah. Hal
Hal ini
ini terkait
terkait
Pengujian ini penting untuk mendeteksi masalah dengan fleksibilitas
dengan fleksibilitas sistem
sistem dalam
dalam menyesuaikan
menyesuaikan
seperti memory leak, penurunan performa bertahap, sumber daya.
sumber daya.
dan kestabilan server
Tujuan:
Tujuan:
Tujuan: Mengukur kemampuan
Mengukur kemampuan sistem sistem untuk
untuk
Menilai apakah sistem mengalami memory leak. melakukan scale-up
melakukan scale-up atau
atau scale-out.
scale-out.
Mengidentifikasi degradasi performa setelah Menentukan apakah
Menentukan apakah penambahan
penambahan CPU, CPU,
penggunaan berjam-jam atau berhari-hari. RAM, atau
RAM, atau node
node dapat
dapat meningkatkan
meningkatkan
Memastikan stabilitas sistem dalam kondisi jumlah pengguna
jumlah pengguna yang
yang dapat
dapat ditangani.
ditangani.
operasional berkelanjutan. Menilai efisiensi
Menilai efisiensi arsitektur
arsitektur sistem.
sistem.
Menjalankan sistem selama 24–72 jam dengan Menambah server
Menambah server dari
dari 22 menjadi
menjadi 44 node
node dan
dan
beban konstan (misalnya 2.000 pengguna) untuk melihat apakah
melihat apakah kapasitas
kapasitas sistem
sistem meningkat
meningkat
memeriksa apakah server tetap stabil. secara proporsional.
secara proporsional.
[Link]
WARDIERE INC.

Tools yang digunakan Performance Testing

Tools yang Digunakan dalam Performance Testing


Berdasarkan frekuensi penggunaan tools dalam penelitian 2024–2025:
JMeter – 50%
Locust – 20%
[Link] – 15%
Gatling – 10%
Lainnya – 5%
JMeter paling sering digunakan karena gratis, mudah dikonfigurasi, dan
mendukung banyak jenis protokol. Sementara [Link] semakin populer
karena lebih ringan dan mendukung script berbasis JavaScript.
WARDIERE INC.
[Link]

Manfaat
Menjamin kecepatan dan responsivitas sistem agar tetap cepat
digunakan.
Mengetahui kapasitas maksimal sistem sebelum terjadi penurunan
performa.
Mengidentifikasi bottleneck seperti CPU tinggi, memory leak, atau
query lambat.
Mengukur ketahanan sistem pada beban normal, ekstrem, lonjakan
mendadak, dan penggunaan jangka panjang.
Menilai kemampuan sistem untuk berkembang (scalability) saat
resource ditambah.
Mengurangi risiko crash dan downtime dengan mengetahui titik
kegagalan.
Meningkatkan kualitas dan stabilitas aplikasi sehingga pengalaman
pengguna lebih baik.
Menghemat biaya operasional melalui perbaikan performa sejak
tahap awal.
WARDIERE INC. [Link]

Kelebihan Kekurangan
Memastikan sistem cepat, stabil, dan responsif. Membutuhkan sumber daya dan infrastruktur
Menemukan bottleneck sebelum sistem dirilis. besar.
Mengurangi risiko crash dan downtime. Memakan waktu cukup lama (terutama endurance
Meningkatkan pengalaman pengguna. testing).
Membantu perencanaan kapasitas dan skalabilitas. Tools performance sering berbiaya mahal.
Menghemat biaya perbaikan di kemudian hari. Kompleks dan membutuhkan tenaga ahli.
Hasil bisa tidak akurat jika lingkungan uji
berbeda dari produksi.
WARDIERE INC. [Link]

Contoh
Comparative Analysis of RESTful, GraphQL, and gRPC APIs: Performance Insight
from Load and Stress Testing

01 Jenis Performance Testing yang Digunakan


Load Testing 03 Hasil Analisis
gRPC menunjukkan kinerja yang paling
seimbang: response time cepat,
Stress Testing penggunaan memori cukup efisien, dan
Hasil menunjukkan bahwa GraphQL
02
stabil di bawah beban tinggi. Pada
Tools yang Digunakan memiliki efisiensi resource terbaik, skenario stress testing, gRPC
Apache JMeter™ terutama pada penggunaan CPU dan mempertahankan stabilitas lebih baik
(untuk simulasi load dan pengukuran memori, sehingga sangat cocok untuk dibanding REST dan GraphQL, dengan
throughput, CPU usage, dan error aplikasi yang memerlukan komunikasi data peningkatan error yang lebih kecil.
rate) minimal namun fleksibel. Hasil riset ini memberikan wawasan
Monitoring tambahan (CPU & Sementara itu, RESTful API bahwa pemilihan jenis API harus
memory) menggunakan tools server menampilkan throughput tertinggi, yakni disesuaikan dengan kebutuhan sistem,
bawaan jumlah request per detik paling besar, apakah lebih fokus pada efisiensi,
namun di sisi lain memiliki konsumsi throughput, atau keseimbangan performa.
resource lebih tinggi, terutama saat
dilakukan stress testing.
WARDIERE INC.
[Link]

Kesimpulan
Performance testing adalah proses pengujian yang bertujuan untuk memastikan bahwa suatu aplikasi
mampu bekerja secara optimal ketika menghadapi berbagai kondisi beban, baik ringan maupun berat.
Melalui pengujian ini, pengembang dapat mengetahui kemampuan sistem dalam hal kecepatan respon
(response time), throughput, kestabilan, efisiensi resource, serta titik batas kinerja (bottleneck) yang
berpotensi mengganggu pengalaman pengguna.
Berdasarkan pembahasan dari jurnal yang dianalisis, dapat kita disimpulkan bahwa performance testing
memainkan peran sangat penting dalam menjamin kualitas perangkat lunak, terutama yang digunakan
oleh banyak pengguna seperti website akademik, layanan transaksi, dan aplikasi publik.
WARDIERE INC.
Oktober 2025

Presentation
[Link]
”Presentasinya selesai. Kalau mau tanya… jangan ya. Takutnya saya jawab,
kalian malah tambah bingung, terus nyalahin saya. Jadi demi kesehatan mental
bersama: JANGAN TANYA!”

Thank you

Anda mungkin juga menyukai