MODUL AJAR
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Instansi SMA Batik 2 Surakarta
Topik Teks Inspiratif
Kelas X (Sepuluh)
Alokasi Waktu 20 x 40
Nama Penyusunan Azzahra Alyanisa Kusuma
IDENTIFIKASI
Peserta Didik:
Peserta didik memiliki:
✔ Pengetahuan dasar tentang teks naratif (alur, tokoh, latar)
✔ Kemampuan menemukan informasi faktual, inferensial, dan
evaluatif dalam bacaan.
✔ Kemampuan sederhana menceritakan kembali isi cerita.
✔ Kemampuan menulis teks naratif pendek.
Kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan seperti ketekunan, kerja keras,
empati, dan keberanian yang biasa muncul dalam cerita inspiratif
Materi Pelajaran:
Materi pembelajaran teks cerita inspiratif mencakup pemahaman tentang
pengertian teks inspiratif sebagai kisah yang memberi teladan dan
motivasi, penguasaan struktur cerita yang terdiri atas orientasi, masalah,
klimaks, resolusi, dan pesan moral, serta pengenalan ciri kebahasaan
seperti kata kerja tindakan, kalimat langsung tidak langsung, dan
konjungsi urutan waktu. Selain itu, siswa dilatih mengembangkan
keterampilan membaca kritis untuk menilai sikap tokoh dan pesan moral,
keterampilan menulis naratif untuk menghasilkan cerita inspiratif yang
runtut dan bermakna, serta keterampilan berbicara melalui kegiatan
menceritakan kembali atau storytelling. Seluruh proses pembelajaran
dilakukan dengan menggunakan metode Quizz Team yang menekankan
kerja sama, keaktifan, dan kompetisi sehat antartim sehingga
pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna.
Dimensi Profil lulusan:
(DPL.3) Penalaran Kritis
(DPL.4) Kreativitas
(DPL.5) Kolaborasi
(DPL.6) Komunikasi
(DPL.8) Mandiri
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi teks
cerita inspiratif secara kritis dan kreatif melalui kegiatan membaca,
berdiskusi, menulis, dan menceritakan kembali cerita, serta bekerja sama
melalui metode Quizz Team.
Lintas Disiplin Ilmu:
IPS, PPKn, PAI, Bahasa Jawa, Sosiologi
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu:
1. Memahami pengertian, struktur, dan ciri kebahasaan teks cerita
inspiratif.
2. Mengidentifikasi pesan moral, sikap tokoh, dan makna cerita
secara kritis.
3. Menanggapi isi cerita secara lisan maupun tertulis.
4. Menulis cerita inspiratif pendek dengan struktur yang benar.
5. Menceritakan kembali isi cerita secara ekspresif.
6. Berkolaborasi dan berkompetisi sehat melalui metode Quizz
Team.
Topik Pembelajaran:
Teks Cerita Inspiratif – Membaca, Menulis, dan Berbicara melalui
Metode Quizz Team.
Praktik Pedagogik:
1. Guru memberi bimbingan dan contoh teks inspiratif.
2. Siswa membaca kritis dan berdiskusi.
3. Siswa mengerjakan kuis kelompok (Quizz Team).
4. Siswa menulis dan menceritakan kembali cerita inspiratif.
Kemitraan Pembelajaran:
1. Diskusi teman sebaya
2. Perpustakaan sekolah
3. Lingkungan sekolah untuk mencari inspirasi menulis
Lingkungan Pembalajaran:
1. Fisik: Kelas, perpustakaan, ruang literasi
2. Virtual: Google Classroom, blog sekolah
3. Budaya: Kolaboratif, kritis, apresiatif
4. Digital: Canva, Google Docs, YouTube (storytelling)
Pemanfaatan Digital:
1. Perencanaan: Canva, google slides
2. Pelaksanaan: e-book, Perpustakaan daring
3. Asesmen: Asesmen tertulis dan lisan
PENGALAMAN BELAJAR
AWAL (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik dan guru membuka pembelajaran dengan
salam, salah satu peserta didik memimpin doa.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
3. Peserta didik bersama guru berdiskusi mengenai pertanyaan
pemantik. Seperti “Apa cerita paling menginspirasi yang pernah
kalian baca?”
4. Peserta didik dan guru melakukan asesmen diagnostik dengan
membahas pengalaman membaca cerita motivasi sebelumnya.
5. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan pembelajaran hari
ini, yaitu game Quizz Team dengan materi analisis cerita
inspiratif
6. Guru mengadakan ice breaking berupa permainan membuat
cerita inspiratif hanya 4 kata.
Pertemuan 1
INTI (Bermakna, Menggembirakan)
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Pengalaman belajar dapat berlangsung dalam beberapa
pertemuan.
Memahami
1. Guru menjelaskan pengertian dan struktur teks inspiratif.
2. Siswa membaca satu teks inspiratif pendek.
Mengaplikasi
[Link] mengidentifikasi tokoh, masalah, solusi, dan pesan moral.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
[Link] mengungkapkan kesan tentang cerita: bagian mana yang paling
menyentuh.
PERTEMUAN 2
INTI (Bermakna, Menggembirakan)
Memahami
Guru menjelaskan metode Quizz Team:
1. Guru memberikan contoh kuis dan cara penilaian
2. Siswa dibagi menjadi 5-6 orang pertim
Mengaplikasi
1. Semua tim mengikuti kompetisi Quizz Team
2. Tim tercepat dan paling tepat mendapatkan poin.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
[Link] merenungkan kerja sama tim dan pembelajaran yang diperoleh.
PERTEMUAN 3
INTI (Bermakna, Menggembirakan)
Memahami
[Link] menjelaskan teknik menulis, orientasi – masalah – klimaks –
resolusi – pesan moral.
Mengaplikasi
[Link] menulis cerita inspiratif tentang pengalaman orang lain minimal
3 paragraf.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
[Link] membacakan sebagian karya dan mendapatkan masukan teman.
PERTEMUAN 4
INTI (Bermakna, Menggembirakan)
Memahami
1. Guru menejelaskan cara bercerita ekspresif.
2. Siswa menceritakan kembali cerita inspiratif yang dipilih atau
yang ditulis sendiri.
Mengaplikasi
[Link] menceritakan kembali cerita inspiratif tentang pengalaman
pribadi.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
[Link] menyampaikan pengalaman setelah bercerita dan belajar dari
cerita teman.
PENUTUP (berkesadaran)
1. Murid dan guru mereviw seluruh pembelajaran yang telah
dilakukan dari awal hingga akhir.
2. Guru memberikan apresiasi kepada murid atas hasil kuis dan karya
murid.
3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya yang masih
berkaitan dengan materi berikutnya.
4. Murid bersama guru menutup kegiatan dengan doa dan salam.
ASESMEN PEMBELAJARAN
Asemen pada Awal Pembelajaran Observasi, Pertanyaan
pemantik, dan Tanya jawab.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Penilaian kerja tim (Quizz
Team), Ketepatan menjawab
kuis, dan Diskusi dan
kolaborasi.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tes tertulis (analisis teks
inspiratif), Penilian menulis
naratif, dan penilaian lisan/story
telling.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 LKPD
A. Asesmen Formatif
1. Asesmen observasi terhadap kemampuan murid dalam membaca,
memahami, dan memberikan tanggapan terhadap teks cerita inspiratif.
B. Asemen Sumatif
1. Asesmen proses pembelajaran
a. Murid mampu memahami unsur teks cerita inspiratif
(pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan.
b. Murid berdiskusi bersama teman sebaya mengenai teks cerita inspiratif.
c. Murid menulis hasil diskusi bersama teman sebaya mengenai teks cerita
inspiratif.
2. Asesmen akhir pembelajaran
a. Murid mengerjakan proyek membuat teks cerita inspiratif tentang
pengalaman pribadi.
Lampiran 2 Rubrik Penilaian
A. Asesmen Formatif
1. Asesmen Observasi pada Pemahaman dan Analisis Teks Cerita Inspiratif
(Lisan dan Tertulis)
1) Siswa mampu mengidentifikasi 4-5 unsur cerita (tokoh,masalah,
konflik/klimkas, resolusi, pesan moral).
2) Analisis mendalam dan dilengkapi alasan logis serta contoh
bagian teks.
3) Bahasa runtut, jelas, dan menunjukkan kemampuan membaca
kritis.
b. Baik:
1) Siswa mampu mengidentifikasi 3–4 unsur cerita.
2) Analisis cukup tepat namun belum mendalam atau belum disertai
alasan yang kuat.
3) Bahasa cukup runtut tetapi masih umum.
c. Kurang Baik:
1) Siswa mengidentifikasi kurang dari 3 unsur cerita atau hanya
menyalin isi teks.
2) Analisis dangkal dan tidak menunjukkan pemahaman terhadap
pesan moral.
3) Bahasa kurang terstruktur dan tidak relevan dengan isi teks.
Penilaian Lisan (Kemampuan Menjelaskan dan Storytelling)
a. Sangat Baik:
1) Siswa menjelaskan isi dan pesan moral cerita secara lancar, runtut,
dan penuh penghayatan.
2) Menunjukkan kemampuan berpikir kritis terhadap sikap tokoh.
3) Penyampaian ekspresif, percaya diri, kontak mata baik
b. Baik:
1) Siswa menjelaskan isi cerita secara cukup jelas namun kurang
ekspresif.
2) Penghayatan masih terbatas tetapi menunjukkan pemahaman isi
teks.
3) Percaya diri cukup namun kadang ragu.
c. Kurang Baik:
1) Siswa sulit menjelaskan makna cerita atau penyampaiannya
tidak runtut.
2) Tidak menunjukkan penghayatan atau pemahaman kritis.
3) Kurang percaya diri dan tidak fokus selama kegiatan.
B. Asemen Sumatif
1. Asesmen proses pembelajaran
a. Murid Asesmen Proses Pembelajaran dan Proyek Akhir
(Menulis Cerita Inspiratif) Penilaian
NO Aspek Penilaian Skor (20)
1. Kualitas pertanyaa kuis
(kedalaman, kesesuaian, tingkat
berpikir tinggi)
2. Ketepatan dan kelengkapan
jawaban kuis
3. Kerja sama dan keterlibatan
seluruh jawaban kuis
4. Kemampuan berdiskusi dan
mempertahankan argumen
5. Sikap positif dan sporti
b. Menganalisis Unsur Intrinsik Puisi
Rubrik Penilaian
b. Sangat Baik: Mampu menganalisis unsur teks cerita inspiratif
(pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan)
secara akurat dan mendalam.
1) Baik: Mampu menganalisis sebagian besar unsur teks cerita
inspiratif tetapi ada satu atau dua aspek yang kurang lengkap.
2) Perlu Perbaikan: Hanya mampu mengidentifikasi sebagian kecil
unsur teks cerita inspiratif secara umum tanpa penjelasan yang
tepat.
c. Menulis Teks Cerita Inspiratif
Rubrik Penilaian
No. Aspek Penilaian Skor (20)
1. Kesesuaian tema dengan cerita
inspiratif
2. Ketepatan struktur (orientasi –
masalah – klimaks – resolusi –
pesan moral)
3. Kekuatan diksi dan kejelasan alur
4. Kreativitas dan orisinalitas cerita
5. Kerapian penulisan dan
penggunaan ciri kebahasaan
a. Proyek Menulis dan Storytelling Cerita Inspiratif
Rubrik Penilaian
No. Aspek Penilaian Skor (20)
1. Penghayatan dan ekspresi saat
bercerita
2. Lafal, intonasi, dan ketepatan
pengucapan
3. Kejelasan suara dan kelancaran
penyampaian
4. Bahasa tubuh, kontak, mata, dan
ekspresi
5. Kepercayaan diri dan penguasaan
panggung
2. Asesmen akhir pembelajaran
a. Murid mengerjakan proyek membuat teks cerita inspiratif tentang
pengalaman pribadi.
Rubrik Penilaian
No. Aspek Penilaian Skor (20)
1. Keterpaduan antara isi cerita dan
pesan moral
2. Kedalaman makna, relevansi
nilai, dan keteladanan
3. Kekuatan diksi dan koherensi
anatar paragraf
4. Kreativitas dan orisinalitas
gagasan
5. Penghayatan saat
mempresentasikan/membacakan
Lampiran 3 Materi
Teks cerita Inspiratif melalui Metode Quizz Team
Teks cerita inspiratif adalah jenis teks naratif yang berisi kisah atau pengalaman
seseorang baik nyata maupun rekaan—yang mampu memberikan motivasi, teladan,
semangat, dan pesan moral kepada pembacanya.
Cerita inspiratif biasanya menggambarkan tokoh yang mengalami suatu masalah
atau tantangan, kemudian berusaha keras untuk mengatasinya hingga mencapai
perubahan positif. Dari perjalanan tokoh itulah pembaca dapat mengambil hikmah,
nilai kehidupan, dan dorongan untuk berbuat lebih baik.
Ciri utamanya:
Mengandung nilai moral atau pesan positif.
Tokohnya menunjukkan sikap seperti ketekunan, kejujuran, keberanian, kerja
keras, atau kepedulian.
Alurnya menggambarkan proses perjuangan.
Memberikan efek semangat dan inspirasi bagi pembaca.
Contoh sederhana cerita inspiratif: kisah siswa yang tetap berprestasi meski berasal
dari keluarga sederhana, seseorang yang bangkit setelah gagal, atau cerita tentang
kebaikan kecil yang membawa perubahan besar.
Rani adalah siswi yang berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya bekerja
sebagai buruh harian, sementara ibunya menjahit di rumah. Meskipun keadaan
ekonomi pas-pasan, Rani tidak pernah menyerah untuk meraih cita-citanya. Ia rajin
belajar, sering meminjam buku di perpustakaan, dan belajar kelompok bersama
teman-temannya. Suatu hari, sekolah mengadakan lomba pidato tingkat kabupaten.
Rani awalnya ragu karena tidak memiliki baju yang pantas, tetapi orang tuanya
meyakinkan bahwa yang terpenting adalah kemampuan dan percaya diri. Dengan
modal latihan yang tekun, Rani berhasil meraih juara pertama. Prestasi itu membuat
banyak orang bangga dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang
untuk sukses.
Surakarta, 26 November 2025
Mengesahkan, Guru Mata Pelajaran
Azzahra Alyanisa Kusuma
(236151007)