KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
DIREKTORAT JENDERAL TATA KELOLA DAN PENGENDALIAN RISIKO
Jl. Raden Patah 1, Nomor 1, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Yth.
1. Pimpinan Tinggi Madya;
2. Pimpinan Tinggi Pratama;
3. Pimpinan Unit Pelaksana Teknis; dan
4. Para Kepala Satuan Kerja/PPK
di lingkungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman;
SURAT EDARAN
Nomor: 04/SE/Dt/2025
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PROGRAM BANTUAN PEMBANGUNAN
RUMAH SWADAYA
A. UMUM
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memiliki
fungsi strategis sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan
keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi
pemiliknya. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman mengamanatkan bahwa Negara bertanggung jawab
melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan
dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta
menghuni rumah yang layak dan terjangkau di dalam lingkungan yang sehat,
aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Selanjutnya Pasal 54 ayat (2) dan ayat (3) menyatakan bahwa pemerintah
dan/atau pemerintah daerah wajib memberikan kemudahan pembangunan
dan perolehan rumah melalui program perencanaan pembangunan
perumahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Kemudahan dan/atau bantuan pembangunan dan perolehan rumah bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) salah satunya berupa stimulan
rumah swadaya. Pemberian stimulan rumah swadaya perlu disertai dengan
upaya pendampingan masyarakat sebagaimana amanat Pasal 15 UU Nomor 1
Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota
melaksanakan pembinaan dengan memberikan pendampingan bagi orang
perseorangan yang melakukan pembangunan rumah swadaya.
Stimulan rumah swadaya dikemas dalam Program Bantuan Pembangunan
Rumah Swadaya yang diselenggarakan berbasis pada pemberdayaan
masyarakat. Program Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya pada
prinsipnya berupaya mendorong prakarsa dan upaya masyarakat agar
memiliki kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi
sendiri pembangunan rumahnya. Program ini diharapkan dapat
menumbuhkembangkan inisiatif keswadayaan penerima bantuan, keluarga,
kerabat, dan/atau tetangga. Bentuk keswadayaan masyarakat dapat berupa
tambahan dana keluarga, tenaga kerja, maupun dukungan lainnya.
Berdasarkan Pasal 65 Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Bantuan
Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus, disebutkan bahwa
Lihat di Scribd
-1-