Determinan Dan Invers Matriks
Determinan Dan Invers Matriks
oleh
Iwan Ernanto
Matriks
1 Determinan Matriks
2 Invers Matriks
Contoh 1
1 2 3
Perhatikan matriks berikut: 0 2 4
3 1 0
1 2 3 0 2 4
R1 ↔ R2 : 0 2 4 −→ 1 2 3
3 1 0 3 1 0
1 2 3 1 2 3
3R2 : 0 2 4 −→ 0 6 12
3 1 0 3 1 0
1 2 3 1 2 3 1 2 3
R3 + (−2)R1 : 0 2 4 −→ 0 2 4 = 0 2 4
3 1 0 3 − 2.1 1 − 2.2 0 − 2.3 1 −3 −6
det(A) = − det(B).
1
det(A) = det(B).
c
Teorema 1
Determinan dari suatu matriks segitiga atas sama dengan perkalian semua
elemen-elemen diagonalnya.
a11 a12 ··· a1n
0 a22 ··· a2n
det . .. = a11 × a22 × · · · × ann .
.. ..
.. . . .
0 0 ··· ann
Langkah-langkah:
1 Perhatikan kolom ke-1. Bila semua elemennya nol, maka
determinannya 0. Jika tidak, lakukan operasi baris elementer
sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan
sisanya adalah 0.
2 Perhatikan kolom ke-2. Bila semua elemennya nol, maka
determinannya 0. Jika tidak, lakukan operasi baris elementer kembali
sedemikian sehingga baris ke-2 tak nol dan semua elemen di bawah
baris ke-2 bernilai nol.
3 Lanjutkan langkah-langkah di atas untuk kolom-kolom yang lain
secara berurutan sehingga didapat suatu matriks segitiga atas.
4 Determinan matriks A dapat diperoleh dengan memanfaatkan sifat-sifat
determinan terkait OBE dan determinan matriks segitiga atas yang
diperoleh.
Aljabar Matriks Departemen Matematika 6 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer
Contoh 2
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0
Penyelesaian:
1 Pandang kolom pertama. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan sisanya adalah 0.
1 2 3 1 2 3
R3 −3R1
A = 0 2 4 −−−−→ 0 2 4 =B
3 1 0 0 −5 −9
Contoh 2
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0
Penyelesaian:
2 Pandang kolom ke-2. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-2 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
1 2 3 5
R3 + 2 R2
1 2 3
B = 0 2 4 −−−− → 0 2 4 = C
0 −5 −9 0 0 1
Contoh 2
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0
Penyelesaian:
3 Perhatikan bahwa matriks C merupakan matriks segitiga atas.
1 2 3
C = 0 2 4 .
0 0 1
Penyelesaian:
1 Pandang kolom pertama. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan sisanya adalah 0.
−1
0 2 1 1 1 3 0
1 3 −1 0 R1 ↔R2 0 2 1 1
A= −2 −1 4 −1
−−−−→
−2 −1 4 −1
1 1 0 1 1 1 0 1
−1 −1
1 3 0 1 3 0
R3 +2R1 0 2 1 1 R4 +(−1)R1 0 2 1 1
−−−−−→
0 5 2 −1
−−−−−−−→
0 5 2 −1
=B
1 1 0 1 0 −2 1 1
Penyelesaian:
2 Pandang kolom ke-2. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-2 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
1 3 −1 0
−1
1 3 0
0 2 1 1 R3 +(− 52 )R2 0 2 1 1
B= 0 5 2 −1
−−−−−−−→
0 0 − 12 − 72
0 −2 1 1 0 −2 1 1
−1
1 3 0
R4 +R2 0 2 1 1
−−−−→
0 0 − 12 − 27
=C
0 0 2 2
Perhatikan bahwa det(B) = det(C).
Aljabar Matriks Departemen Matematika 8 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer
Penyelesaian:
3 Pandang kolom ke-3. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-3 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
1 3 −1 0 1 3 −1 0
0 2 1 1 R4 +4R3 0 2 1 1
C = 0 0 − 12 − 72
−−−−−→
0 0 − 12 − 72
=D
0 0 2 2 0 0 0 −12
Penyelesaian:
3 1 2 2 1
−6 −4 3 0 1
det(A) = −1 −4 1 1 2
3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1
1 −2 1 0 0
−6 −4 3 0 1
B1 +(−1)B5
−−−−−−−→ det(A) = −1 −4 1 1 2
3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1
1 −2 1 0 0
0 −16 9 0 1
B +6B1 ,B2 +B1
−−−2−−−− −−−−−→ det(A) = 0 −6 2 1 2
B4 +(−3)B1 ,B5 −2B1
0 8 −1 0 −2
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 −2 7 4 3
B2 +2B5 ,B3 +B5
−− −−−−−−−→ det(A) = 0 1 1 3 3
B4 +(−1)B5
0 1 0 −2 −3
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B2 ↔B4
−− −−→ det(A) = − 0 1 1 3 3
0 −2 7 4 3
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B3 +(−1)B2 ,B4 +2B2
−−−−−−−−−−−−→ det(A) = − 0 0 1 5 6
B5 −7B2
0 0 7 0 −3
0 0 −1 16 22
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B4 +(−7)B3
−−−−−−−→ det(A) = − 0 0 1 5 6
B5 +B3
0 0 0 −35 −45
0 0 0 21 28
−1 1 −2 1 0 0
B4 × 0 1 0 −2 −3
5
−−−−−−→ det(A) = (−1) × (−5) × (7) 0 0 1 5 6
1 0 0 0 7 9
B5 ×
7 0 0 0 3 4
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B4 +(−2)B5
−−−−−−−→ det(A) = 35 0 0 1 5 6
0 0 0 1 1
0 0 0 3 4
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B5 +(−3)B4
−−−−−−−→ det(A) = 35 0 0 1 5 6
0 0 0 1 1
0 0 0 0 1
det(A) = 35 × 1 × 1 × 1 × 1 × 1 = 35
Matriks
1 Determinan Matriks
2 Invers Matriks
Definisi Invers
Definisi 1
Matriks A dikatakan memiliki invers jika terdapat matriks persegi B dengan
ukuran yang sama sehingga
AB = BA = In .
Definisi Invers
Definisi 2
Matriks A dikatakan memiliki invers jika terdapat matriks persegi B dengan
ukuran yang sama sehingga
AB = BA = In .
Eksistensi invers
Teorema 2
Matriks persegi A memiliki invers jika dan hanya jika det(A) ̸= 0.
Contoh 5
1 2
1 Jika A = , maka det(A) = −2. Hal ini berarti, A memiliki
3 4
invers.
1 2
2 Jika B = , maka det(B) = 0. Hal ini berarti, B tidak memiliki
2 4
invers.
Formula invers
Misalkan matriks A memiliki invers.
a b
1 Jika A berukuran 2 × 2, yakni A = , maka invers dari A adalah
c d
−1 1 d −b
A =
ad − bc −c a
1
A−1 = Adj(A)
det(A)
Penyelesaian:
Jadi,
3
−4 3 2 −2 1
1 1 2
A−1 = Adj(A) = 12 −9 −4 = 6 − 92 −2
det(A) 2 5
−6 5 2 −3 2 1
Matriks Elementer
Definisi 3
Matriks elementer berukuran n × n adalah suatu matriks yang dapat diperoleh dengan
melakukan satu operasi baris elementer pada matriks identitas.
Matriks Elementer
Definisi 3
Matriks elementer berukuran n × n adalah suatu matriks yang dapat diperoleh dengan
melakukan satu operasi baris elementer pada matriks identitas.
Contoh 7
1 Matriks-matriks berikut merupakan matriks elementer
1 0 0 1 0 2 1 0 0 0 1 0
0 0 1 , 0 1 0 , 0 2 0 , 1 0 0
0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0
0 1 0 , 0 1 0 , 0 1 2 , 4 1 0
3 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1
Matriks Elementer
Teorema 3
Jika E adalah suatu matriks elementer yang berkorespondensi dengan suatu
operasi baris elementer, maka matriks EA sama dengan matriks yang
diperoleh dengan melakukan operasi baris elementer yang sama pada A.
Matriks Elementer
Contoh 8
Diberikan matriks A berikut ini
5 0 2
A= 0 3 −4 .
−2 3 7
Jika pada matriks A dilakukan operasi baris elementer yaitu baris pertama ditambah
dengan dua kali baris ketiga, maka diperoleh matriks A′ di bawah ini:
5 0 2 1 6 16
B1 +2B3 ′
A= 0 3 −4 −−−−−→ A = 0 3 −4
−2 3 7 −2 3 7
Matriks Elementer
Contoh 9
Diberikan matriks A berikut ini
5 0 2
A= 0 3 −4 .
−2 3 7
Jika pada matriks A dilakukan operasi baris elementer yaitu baris kedua dikalikan dengan
dua, maka diperoleh matriks A′ di bawah ini:
5 0 2 5 0 2
B2 ×2 ′
A= 0 3 −4 −−−→ A = 0 6 −8
−2 3 7 −2 3 7
Dengan melakukan beberapa OBE, jika bentuk yang dicari adalah bentuk
eselon baris tereduksi dari matriks A (misalkan MBET tersebut adalah B),
maka dapat diilustrasikan sebagai berikut:
B = Ek Ek−1 · · · E2 E1 A
Kesimpulan
Jika diberikan matriks bujursangkar A berukuran n × n, maka dengan
menerapkan operasi baris elementer sebanyak berhingga akan dicapai
bentuk eselon baris tereduksi. Hal tersebut digambarkan sebagai berikut:
A → E1 A → E2 E1 A → · · · → Ek Ek−1 · · · E2 E1 A
Jika bentuk eselon tereduksi matriks A, yaitu perkalian matriks yang paling
kanan, berupa matriks identitas, maka artinya:
Ek Ek−1 · · · E2 E1 A = In
a11 a12 ··· a1n 1 0 ··· 0 1 0 ··· 0 b11 b12 ··· b1n
a21 a22 ··· a2n 0 1 ··· 0 0 1 ··· 0 b21 b22 ··· b2n
.. → ..
. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..
.. . . . . . . . . . . . . . . .
am1 am2 ··· amn 0 0 ··· 1 0 0 ··· 1 bn1 bn2 ··· bnn
Langkah-langkah:
1 Misalkan A = [aij ] matriks yang determinannya tidak nol. Bentuk matriks gabungan
seperti gambar di atas (bagian kiri).
2 Perhatikan kolom ke-1. Bila tidak semuanya nol, lakukan operasi baris elementer
sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-1 bernilai 1 dan sisanya adalah 0.
3 Perhatikan kolom ke-2. Bila tidak semuanya nol, lakukan operasi baris elementer
kembali sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-2 yang bernilai 1 dan sisanya adalah
0.
4 Lanjutkan langkah-langkah di atas sedemikian sehingga diperoleh matriks identitas pada
bagian kiri matriks gabungannya, seperti gambar di atas (bagian kanan).
5 Matriks B = [bij ] merupakan invers dari matriks A.
Contoh 10
Tentukan invers matriks
1 0 2
A = 1 2 1
3 5 3
−1 −10 4
Diperoleh A−1 = 0 3 1 .
1 5 −2
Selanjutnya di cek
−1 −10 4 1 0 2 1 0 0
A−1 A = 0 3 1 1 2 1 = 0 1 0
1 5 −2 3 5 3 0 0 1
−1 −10 4
Jadi invers matriks A adalah A−1 = 0 3 1 .
1 5 −2
Latihan
1 Tentukan determinan matriks-matriks berikut:
" #
−8
1 5 0 2 6 8
(a) 2 4 −1 3 −9 5 10
(d)
−2 −3 0 1 −2
"0 #0 1 −4 0 6
1 2 3
(b) 4 5 6
"7 8 9
# 8 2 1 1
1 −4 2 3 −4 −3 2
(e)
(c) −2 8 −9 4 2 0 −1
−1 7 0 2 3 −1 3
a b c
2 Diketahui det d e f = 6. Tentukan determinan
g h i
matriks-matriks berikut:
" # " #
−2a −2b −2c g h i
(a) d e f (b) a b c
g − 3d h − 3e i − 3f d e f
Latihan
3 Tentukan invers matriks-matriks berikut (jika ada):
" #
1 5 0
a 2 4 −1
−2
"0 #0
1 2 3
b 4 5 6
"7 8 9
#
1 −4 2
c −2 8 −9
−1 7 0
−8 6
2 8
3 −9 5 10
d
−3 0 1 −2
1 −4 0 6
8 2 1 1
3 −4 −3 2
e
4 2 0 −1
2 3 −1 3