0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Determinan Dan Invers Matriks

Dokumen ini membahas tentang aljabar matriks, khususnya determinan dan invers matriks, serta metode operasi baris elementer (OBE) untuk menghitung determinan. Terdapat penjelasan mengenai sifat-sifat determinan yang terkait dengan OBE dan langkah-langkah untuk mencari determinan menggunakan OBE. Contoh-contoh diberikan untuk menunjukkan penerapan metode ini dalam menghitung determinan matriks.

Diunggah oleh

valentinaresti.2023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Determinan Dan Invers Matriks

Dokumen ini membahas tentang aljabar matriks, khususnya determinan dan invers matriks, serta metode operasi baris elementer (OBE) untuk menghitung determinan. Terdapat penjelasan mengenai sifat-sifat determinan yang terkait dengan OBE dan langkah-langkah untuk mencari determinan menggunakan OBE. Contoh-contoh diberikan untuk menunjukkan penerapan metode ini dalam menghitung determinan matriks.

Diunggah oleh

valentinaresti.2023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1 2

MMS1415 Aljabar Matriks


Determinan dan Invers Matriks

oleh
Iwan Ernanto

Departemen Matematika FMIPA UGM

Semester Genap 2024/2025

Aljabar Matriks Departemen Matematika 1 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Matriks

1 Determinan Matriks

2 Invers Matriks

Aljabar Matriks Departemen Matematika 2 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Operasi Baris Elementer


3 tipe operasi baris elementer:
▶ Ri ↔ Rj : menukar baris ke-i dengan baris ke-j.
▶ cRi : mengalikan baris ke-i dengan skalar c.
▶ Ri + cRj : menambah baris ke-i dengan c kali baris ke-j.

Contoh 1
 
1 2 3
Perhatikan matriks berikut: 0 2 4
3 1 0
   
1 2 3 0 2 4
R1 ↔ R2 : 0 2 4 −→ 1 2 3
 
3 1 0 3 1 0
   
1 2 3 1 2 3
3R2 : 0 2 4 −→ 0 6 12
3 1 0 3 1 0
     
1 2 3 1 2 3 1 2 3
R3 + (−2)R1 : 0 2 4 −→  0 2 4  = 0 2 4 
3 1 0 3 − 2.1 1 − 2.2 0 − 2.3 1 −3 −6

Aljabar Matriks Departemen Matematika 3 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Sifat Determinan terkait OBE


Diberikan matriks persegi A.
▶ Jika B merupakan matriks yang dihasilkan dengan menukar dua buah
baris yang berlainan dari A, yakni Ri ↔ Rj , maka berlaku

det(A) = − det(B).

▶ Jika B merupakan matriks yang dihasilkan dengan mengalikan suatu


baris dari A dengan skalar c ̸= 0, yakni cRi , maka berlaku

1
det(A) = det(B).
c

▶ Jika B merupakan matriks yang dihasilkan dengan menambah suatu


baris dari A dengan hasil skalar baris lainnya, yakni Ri + cRj , maka
berlaku
det(A) = det(B).

Aljabar Matriks Departemen Matematika 4 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Mencari Determinan Memanfaatkan OBE

Teorema 1
Determinan dari suatu matriks segitiga atas sama dengan perkalian semua
elemen-elemen diagonalnya.

 
a11 a12 ··· a1n
 0 a22 ··· a2n 
det  . ..  = a11 × a22 × · · · × ann .
 
.. ..
 .. . . . 
0 0 ··· ann

Dengan memanfaatkan teorema di atas dan sifat-sifat determinan


sebelumnya, dapat diperoleh suatu metode untuk mencari determinan suatu
matriks dengan memanfaatkan OBE.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 5 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Mencari determinan menggunakan OBE


   
a11 a12 ··· a1n b11 b12 ··· b1n
 a21 a22 ··· a2n  0 b22 ··· b2n 
A= . ..  →  ..
   
.. .. .. .. .. 
 .. . . .   . . . . 
am1 am2 ··· amn 0 0 ··· bnn

Langkah-langkah:
1 Perhatikan kolom ke-1. Bila semua elemennya nol, maka
determinannya 0. Jika tidak, lakukan operasi baris elementer
sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan
sisanya adalah 0.
2 Perhatikan kolom ke-2. Bila semua elemennya nol, maka
determinannya 0. Jika tidak, lakukan operasi baris elementer kembali
sedemikian sehingga baris ke-2 tak nol dan semua elemen di bawah
baris ke-2 bernilai nol.
3 Lanjutkan langkah-langkah di atas untuk kolom-kolom yang lain
secara berurutan sehingga didapat suatu matriks segitiga atas.
4 Determinan matriks A dapat diperoleh dengan memanfaatkan sifat-sifat
determinan terkait OBE dan determinan matriks segitiga atas yang
diperoleh.
Aljabar Matriks Departemen Matematika 6 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks

Contoh 2
 
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0

Penyelesaian:
1 Pandang kolom pertama. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan sisanya adalah 0.
   
1 2 3 1 2 3
R3 −3R1
A = 0 2 4 −−−−→ 0 2 4 =B
3 1 0 0 −5 −9

Perhatikan bahwa det(A) = det(B).

Aljabar Matriks Departemen Matematika 7 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks

Contoh 2
 
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0

Penyelesaian:
2 Pandang kolom ke-2. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-2 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
   
1 2 3 5
R3 + 2 R2
1 2 3
B = 0 2 4  −−−− → 0 2 4 = C
0 −5 −9 0 0 1

Perhatikan bahwa det(B) = det(C).

Aljabar Matriks Departemen Matematika 7 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks

Contoh 2
 
1 2 3
Tentukan determinan dari matriks berikut A = 0 2 4
3 1 0

Penyelesaian:
3 Perhatikan bahwa matriks C merupakan matriks segitiga atas.
 
1 2 3
C = 0 2 4 .
0 0 1

Diperoleh det(C) = 1.2.1 = 2.

Dengan demikian det(A) = det(B) = det(C) = 2.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 7 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks


Contoh 3
 
0 2 1 1
 1 3 −1 0 
Tentukan determinan dari matriks berikut A=
−2 −1 4

−1
1 1 0 1

Penyelesaian:
1 Pandang kolom pertama. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-1 bernilai tidak nol dan sisanya adalah 0.
−1
   
0 2 1 1 1 3 0
1 3 −1 0  R1 ↔R2 0 2 1 1 
A= −2 −1 4 −1
−−−−→
−2 −1 4 −1
1 1 0 1 1 1 0 1

−1 −1
   
1 3 0 1 3 0
R3 +2R1 0 2 1 1  R4 +(−1)R1 0 2 1 1 
−−−−−→
0 5 2 −1
−−−−−−−→ 
0 5 2 −1
=B
1 1 0 1 0 −2 1 1

Perhatikan bahwa det(A) = − det(B).


Aljabar Matriks Departemen Matematika 8 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks


Contoh 3
 
0 2 1 1
 1 3 −1 0 
Tentukan determinan dari matriks berikut A=

−2 −1 4

−1
1 1 0 1

Penyelesaian:
2 Pandang kolom ke-2. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-2 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
1 3 −1 0 
−1
 
1 3 0
0 2 1 1  R3 +(− 52 )R2 0 2 1 1 
B= 0 5 2 −1
−−−−−−−→
0 0 − 12 − 72
0 −2 1 1 0 −2 1 1

−1
1 3 0

R4 +R2 0 2 1 1 
−−−−→ 
0 0 − 12 − 27
=C
0 0 2 2
Perhatikan bahwa det(B) = det(C).
Aljabar Matriks Departemen Matematika 8 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh: mencari determinan matriks


Contoh 3
 
0 2 1 1
 1 3 −1 0 
Tentukan determinan dari matriks berikut A=
−2 −1 4

−1
1 1 0 1

Penyelesaian:
3 Pandang kolom ke-3. Lakukan operasi baris elementer sedemikian
sehingga elemen baris ke-3 bernilai tidak nol dan semua elemen di
bawahnya adalah 0.
1 3 −1 0  1 3 −1 0

0 2 1 1  R4 +4R3 0 2 1 1 
C = 0 0 − 12 − 72
−−−−−→
0 0 − 12 − 72
=D
0 0 2 2 0 0 0 −12

Perhatikan bahwa det(C) = det(D). Karena D matriks segitiga atas,


maka det(D) = 2 × − 12 × −12 = 12.

Dengan demikian det(A) = − det(B) = − det(C) − det(D) = −12.


Aljabar Matriks Departemen Matematika 8 / 28
1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh Mencari Determinan Matriks dengan OBE


Contoh 4
Tentukan determinan matriks
 
3 1 2 2 1
−6 −4 3 0 1 
 
−1
A= −4 1 1 2 
 3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1

Aljabar Matriks Departemen Matematika 9 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

Contoh Mencari Determinan Matriks dengan OBE


Contoh 4
Tentukan determinan matriks
 
3 1 2 2 1
−6 −4 3 0 1 
 
−1
A= −4 1 1 2 
 3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1

Penyelesaian:
3 1 2 2 1
−6 −4 3 0 1
det(A) = −1 −4 1 1 2
3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1
1 −2 1 0 0
−6 −4 3 0 1
B1 +(−1)B5
−−−−−−−→ det(A) = −1 −4 1 1 2
3 2 2 0 −2
2 3 1 2 1

Aljabar Matriks Departemen Matematika 9 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

1 −2 1 0 0
0 −16 9 0 1
B +6B1 ,B2 +B1
−−−2−−−− −−−−−→ det(A) = 0 −6 2 1 2
B4 +(−3)B1 ,B5 −2B1
0 8 −1 0 −2
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 −2 7 4 3
B2 +2B5 ,B3 +B5
−− −−−−−−−→ det(A) = 0 1 1 3 3
B4 +(−1)B5
0 1 0 −2 −3
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B2 ↔B4
−− −−→ det(A) = − 0 1 1 3 3
0 −2 7 4 3
0 7 −1 2 1
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B3 +(−1)B2 ,B4 +2B2
−−−−−−−−−−−−→ det(A) = − 0 0 1 5 6
B5 −7B2
0 0 7 0 −3
0 0 −1 16 22

Aljabar Matriks Departemen Matematika 10 / 28


1 2 Metrode Operasi Baris Elementer

1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B4 +(−7)B3
−−−−−−−→ det(A) = − 0 0 1 5 6
B5 +B3
0 0 0 −35 −45
0 0 0 21 28

−1 1 −2 1 0 0
B4 × 0 1 0 −2 −3
5
−−−−−−→ det(A) = (−1) × (−5) × (7) 0 0 1 5 6
1 0 0 0 7 9
B5 ×
7 0 0 0 3 4
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B4 +(−2)B5
−−−−−−−→ det(A) = 35 0 0 1 5 6
0 0 0 1 1
0 0 0 3 4
1 −2 1 0 0
0 1 0 −2 −3
B5 +(−3)B4
−−−−−−−→ det(A) = 35 0 0 1 5 6
0 0 0 1 1
0 0 0 0 1
det(A) = 35 × 1 × 1 × 1 × 1 × 1 = 35

Aljabar Matriks Departemen Matematika 11 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks

1 Determinan Matriks

2 Invers Matriks

Aljabar Matriks Departemen Matematika 12 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Definisi Invers

Diberikan matriks A berukuran n × n sebagai berikut.


 
a11 a12 · · · a1n
a21 a22 · · · a2n 
A= .
 
.. .. .. 
 .. . . . 
an1 an2 ··· ann

Definisi 1
Matriks A dikatakan memiliki invers jika terdapat matriks persegi B dengan
ukuran yang sama sehingga

AB = BA = In .

Lebih lanjut, B dinamakan invers dari A dan biasanya dinotasikan dengan


A−1 .

Aljabar Matriks Departemen Matematika 13 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Definisi Invers

Diberikan matriks A berukuran n × n sebagai berikut.


 
a11 a12 · · · a1n
a21 a22 · · · a2n 
A= .
 
.. .. .. 
 .. . . . 
an1 an2 ··· ann

Definisi 2
Matriks A dikatakan memiliki invers jika terdapat matriks persegi B dengan
ukuran yang sama sehingga

AB = BA = In .

Lebih lanjut, B dinamakan invers dari A dan biasanya dinotasikan dengan


A−1 .

Aljabar Matriks Departemen Matematika 14 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Eksistensi invers

Teorema 2
Matriks persegi A memiliki invers jika dan hanya jika det(A) ̸= 0.

Contoh 5
 
1 2
1 Jika A = , maka det(A) = −2. Hal ini berarti, A memiliki
3 4
invers.  
1 2
2 Jika B = , maka det(B) = 0. Hal ini berarti, B tidak memiliki
2 4
invers.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 15 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Formula invers
Misalkan matriks A memiliki invers.  
a b
1 Jika A berukuran 2 × 2, yakni A = , maka invers dari A adalah
c d
 
−1 1 d −b
A =
ad − bc −c a

2 Secara umum, invers dari A dapat dicari menggunakan formula berikut:

1
A−1 = Adj(A)
det(A)

dengan Adj(A) adalah adjoin dari A, yakni transpose matriks kofaktor


dari A:
Adj(A) = Ko(A)T

Aljabar Matriks Departemen Matematika 16 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Contoh: invers matriks


Contoh 6
 
1 2 3
Diberikan matriks A = 0 2 4. Tentukan invers A (jika ada).
3 1 0

Penyelesaian:

Aljabar Matriks Departemen Matematika 17 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Contoh: invers matriks


Contoh 6
 
1 2 3
Diberikan matriks A = 0 2 4. Tentukan invers A (jika ada).
3 1 0

Penyelesaian: Diperhatikan bahwa det(A) = 2. Hal ini berarti A memiliki


invers. Selanjutnya berdasarkan Contoh sebelumnya, diperoleh
   
−4 12 −6 −4 3 2
Ko(A) =  3 −9 5  =⇒ Adj(A) = Ko(A)T =  12 −9 −4 .
2 −4 2 −6 5 2

Jadi,
3
   
−4 3 2 −2 1
1 1 2
A−1 = Adj(A) =  12 −9 −4 =  6 − 92 −2
det(A) 2 5
−6 5 2 −3 2 1

Aljabar Matriks Departemen Matematika 17 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks Elementer
Definisi 3
Matriks elementer berukuran n × n adalah suatu matriks yang dapat diperoleh dengan
melakukan satu operasi baris elementer pada matriks identitas.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 18 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks Elementer
Definisi 3
Matriks elementer berukuran n × n adalah suatu matriks yang dapat diperoleh dengan
melakukan satu operasi baris elementer pada matriks identitas.

Contoh 7
1 Matriks-matriks berikut merupakan matriks elementer
       
1 0 0 1 0 2 1 0 0 0 1 0
0 0 1 , 0 1 0 , 0 2 0 , 1 0 0
0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
       
1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0
0 1 0 , 0 1 0 , 0 1 2 , 4 1 0
3 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1

2 Matriks-matriks berikut bukan merupakan matriks elementer


       
1 0 0 1 1 2 3 0 0 1 0 0
0 1 2 , 0 1 0 , 0 2 0 , 2 2 0
0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1
       
0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0
1 2 0 , 0 1 0 , 0 2 0 , 0 1 2
0 0 1 3 2 1 1 0 0 1 0 1

Aljabar Matriks Departemen Matematika 18 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks Elementer

Teorema 3
Jika E adalah suatu matriks elementer yang berkorespondensi dengan suatu
operasi baris elementer, maka matriks EA sama dengan matriks yang
diperoleh dengan melakukan operasi baris elementer yang sama pada A.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 19 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks Elementer

Contoh 8
Diberikan matriks A berikut ini
 
5 0 2
A= 0 3 −4 .
−2 3 7

Jika pada matriks A dilakukan operasi baris elementer yaitu baris pertama ditambah
dengan dua kali baris ketiga, maka diperoleh matriks A′ di bawah ini:
   
5 0 2 1 6 16
B1 +2B3 ′
A= 0 3 −4 −−−−−→ A =  0 3 −4
−2 3 7 −2 3 7

Matriks A′ juga dapat diperoleh dengan cara:


    
1 0 2 5 0 2 1 6 16

A = EA = 0 1 0  0 3 −4 =  0 3 −4
0 0 1 −2 3 7 −2 3 7

Aljabar Matriks Departemen Matematika 20 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Matriks Elementer

Contoh 9
Diberikan matriks A berikut ini
 
5 0 2
A= 0 3 −4 .
−2 3 7

Jika pada matriks A dilakukan operasi baris elementer yaitu baris kedua dikalikan dengan
dua, maka diperoleh matriks A′ di bawah ini:
   
5 0 2 5 0 2
B2 ×2 ′
A= 0 3 −4 −−−→ A =  0 6 −8
−2 3 7 −2 3 7

Matriks A′ juga dapat diperoleh dengan cara:


    
1 0 0 5 0 2 5 0 2

A = EA = 0 2 0  0 3 −4 =  0 6 −8
0 0 1 −2 3 7 −2 3 7

Aljabar Matriks Departemen Matematika 21 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Dengan melakukan beberapa OBE, jika bentuk yang dicari adalah bentuk
eselon baris tereduksi dari matriks A (misalkan MBET tersebut adalah B),
maka dapat diilustrasikan sebagai berikut:

B = Ek Ek−1 · · · E2 E1 A

Aljabar Matriks Departemen Matematika 22 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Kesimpulan
Jika diberikan matriks bujursangkar A berukuran n × n, maka dengan
menerapkan operasi baris elementer sebanyak berhingga akan dicapai
bentuk eselon baris tereduksi. Hal tersebut digambarkan sebagai berikut:

A → E1 A → E2 E1 A → · · · → Ek Ek−1 · · · E2 E1 A

Jika bentuk eselon tereduksi matriks A, yaitu perkalian matriks yang paling
kanan, berupa matriks identitas, maka artinya:

Ek Ek−1 · · · E2 E1 A = In

Namakan B = Ek Ek−1 · · · E2 E1 sehingga BA = In , yang berarti B adalah


invers matriks A.
Misalkan akan dicari invers dari matriks A. Ide utamanya adalah dengan
membentuk matriks gabungan antara matriks A dengan I, yakni [A|I].
Selanjutnya, melakukan serangkaian OBE untuk memperoleh matriks
berbentuk [E|B] dengan E merupakan matriks bentuk eselon baris tereduksi.
Jika E merupakan matriks identitas, maka matriks B yang diperoleh
merupakan invers dari A.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 23 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Mencari Invers Matriks

a11 a12 ··· a1n 1 0 ··· 0 1 0 ··· 0 b11 b12 ··· b1n
   
 a21 a22 ··· a2n 0 1 ··· 0 0 1 ··· 0 b21 b22 ··· b2n 
..  →  ..
   
 . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 
 .. . . . . . . . . . . . . . . . 
am1 am2 ··· amn 0 0 ··· 1 0 0 ··· 1 bn1 bn2 ··· bnn

Langkah-langkah:
1 Misalkan A = [aij ] matriks yang determinannya tidak nol. Bentuk matriks gabungan
seperti gambar di atas (bagian kiri).
2 Perhatikan kolom ke-1. Bila tidak semuanya nol, lakukan operasi baris elementer
sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-1 bernilai 1 dan sisanya adalah 0.
3 Perhatikan kolom ke-2. Bila tidak semuanya nol, lakukan operasi baris elementer
kembali sedemikian sehingga hanya elemen baris ke-2 yang bernilai 1 dan sisanya adalah
0.
4 Lanjutkan langkah-langkah di atas sedemikian sehingga diperoleh matriks identitas pada
bagian kiri matriks gabungannya, seperti gambar di atas (bagian kanan).
5 Matriks B = [bij ] merupakan invers dari matriks A.

Aljabar Matriks Departemen Matematika 24 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Contoh Mencari Invers Matriks dengan OBE

Contoh 10
Tentukan invers matriks  
1 0 2
A = 1 2 1
3 5 3

Penyelesaian: Diperhatikan langkah-langkah OBE berikut ini.


   
1 0 2 | 1 0 0 1 0 2 | 1 0 0
B2 +(−1)B1
1 2 1 | 0 1 0 −−−−−−−→ 0
 2 −1 | −1 1 0
3 5 3 | 0 0 1 B3 +(−3)B1 0 5 −3 | −3 0 1
   
1 0 2 | 1 0 0 1 0 2 | 1 0 0
B3 +(−2)B2 B2 ↔B3
−−−−−−−→ 0 2 −1 | −1 1 0 −−−−→ 0
 1 −1 | −1 −2 1
0 1 −1 | −1 −2 1 0 2 −1 | −1 1 0
   
1 0 2 | 1 0 0 1 0 0 | −1 −10 4
B3 +(−2)B2 B1 +(−2)B3
−−−−−−−→ 0 1 −1 | −1 −2 −1 −− −−−−−→ 0 1 0 | 0 3 −1
B2 +B3
0 0 1 | 1 5 −2 0 0 1 | 1 5 −2

Aljabar Matriks Departemen Matematika 25 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

 
−1 −10 4
Diperoleh A−1 =  0 3 1 .
1 5 −2
Selanjutnya di cek
    
−1 −10 4 1 0 2 1 0 0
A−1 A =  0 3 1  1 2 1 = 0 1 0
1 5 −2 3 5 3 0 0 1
 
−1 −10 4
Jadi invers matriks A adalah A−1 = 0 3 1 .
1 5 −2

Aljabar Matriks Departemen Matematika 26 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Latihan
1 Tentukan determinan matriks-matriks berikut:
" #
−8
 
1 5 0 2 6 8
(a) 2 4 −1 3 −9 5 10 
(d) 
−2 −3 0 1 −2
"0 #0 1 −4 0 6
1 2 3
(b) 4 5 6
"7 8 9  
# 8 2 1 1
1 −4 2 3 −4 −3 2 
(e) 
(c) −2 8 −9 4 2 0 −1
−1 7 0 2 3 −1 3
 
a b c
2 Diketahui det d e f  = 6. Tentukan determinan
g h i
matriks-matriks berikut:
" # " #
−2a −2b −2c g h i
(a) d e f (b) a b c
g − 3d h − 3e i − 3f d e f

Aljabar Matriks Departemen Matematika 27 / 28


1 2 Invers Matriks Latihan

Latihan
3 Tentukan invers matriks-matriks berikut (jika ada):
" #
1 5 0
a 2 4 −1
−2
"0 #0
1 2 3
b 4 5 6
"7 8 9
#
1 −4 2
c −2 8 −9
−1 7 0
−8 6
 
2 8
3 −9 5 10 
d
−3 0 1 −2
1 −4 0 6
 
8 2 1 1
3 −4 −3 2 
e
4 2 0 −1
2 3 −1 3

Aljabar Matriks Departemen Matematika 28 / 28

Anda mungkin juga menyukai