PROPOSAL
FESTIVAL KESEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM PHBS
DALAM UPAYA PROMOSI KESEHATAN, PENCEGAHAN, DAN
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN
DAN GIZI MASYARAKAT
BATIN SEMBILAN
PT RESTORASI EKOSISTEM INDONESIA
KLINIK BESAMO 2025
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya
dibutuhkan integrase dari berbagai sector terkait. Terlebih di wilayah areal PT. Restorasi
Ekosistem Indonesia khususnya masyarakat Batin Sembilan yang dominan masih sangat
kental dengan budaya adat serta kebiasaan yang sebagian masih sangat minim pengetahuan
tentang kebersihan lingkungan. Permasalahan dalam lingkingan warga antara lain : Air
Bersih, Jamban Sehat, Kesehatan Pemukiman, Pembuangan Limbah Sampah, Perilaku
Merokok, Makanan dan Minuman, serta Pencemaran Lingkungan.
Masalah diatas sangat banyak factor penyebabnya, salah satunya adalah kesadaran akan
pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat.
Dasar pemikiran dilakukan sosialisasi tentang PHBS ini adalah factor perilaku secara
teoritis 30 – 35 % terhadap derajat kesehatan, sedangkan dampak dari perilaku terhadap
derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah
perilakuyang tidak sehat menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat.
B. Tujuan
1. Tujuan Jangka Pendek
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mendorong masyrakat untuk lebih
memahami dan menerapkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Tujuan Jangka Panjang
Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian PHBS
b. Menjelaskan 10 indikator PHBS
c. Menerapkan PHBS dirumah
d. Menjadi contoh keluarga yang belum mampu menguasai PHBS
PEMBAHASAN
A. Pengertian PHBS
Salah satu upaya menuju kearah perilaku sehat dengan melalui satu program yang dikenal
dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan secara
sistematis dan terkoordinir. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
merupakan bentuk perwujudan untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan
suatu kondisi yang kondusif bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara–cara hidup
sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar mengetahui, mau dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan
kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah
tangga agar sadar, mau dan mampu mempraktikkan PHBS untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri
dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Oleh
karena itu tatanan rumah tangga sehat dapat diwujudkan dengan perilaku sehat dan
lingkungan sehat.
Rumah tangga sehat merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa
depan yang perlu dijaga, ditingkakan dan dilindungi kesehatannya. Adapun tujuan PHBS
Rumah Tangga adalah agar meningkatnya rumah tangga sehat di kabupaten/kota,
Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk
melaksanakan PHBS, dan Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Suku Anak Dalam (SAD) adalah
penerapan prinsip-prinsip kesehatan dasar yang disesuaikan dengan konteks budaya dan
kehidupan nomaden mereka untuk meningkatkan kemandirian dalam bidang kesehatan.
Secara umum, PHBS adalah sekumpulan perilaku kesehatan yang dilakukan atas
kesadaran pribadi untuk menolong diri sendiri dan berperan aktif dalam kesehatan
masyarakat. Bagi Suku Anak Dalam, pendekatannya harus mempertimbangkan kondisi
spesifik seperti keterbatasan akses air bersih, fasilitas sanitasi permanen, dan tradisi
"melangun" (berpindah tempat tinggal).
B. Tujuan PHBS Rumah Tangga
Adapun tujuan PHBS dirumah adalah :
1. Mengerti dan memahami PHBS
2. Meningkatkan kesehatan keluarga
3. Menjaga keluarga agar tidak mudah terserang penyakit
4. Agar anak tumbuh sehat dan cerdas
5. Meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga
6. Meningkatkan pengetahuan kesadaran dan keluarga untuk hidup bersih dan sehat.
7. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat di fokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan moral usaha untuk peningkatan modal usaha.
C. Manfaat PHBS didalam Rumah Tangga
1. Seluruh anggota keluarga menjadi sehat.
2. Anak akan tumbuh cerdas dalam lingkungan yang sehat
3. masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat mampu mencegah dan
menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan.
4. Biaya untuk kesehatan penyakit dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Dengan
meningkatkan kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadi dialokasikan
untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan
usaha lain.
5. Salah satu indikator menilai kebersihan wilayah di bidang kesehatan
6. Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.
D. Konsep PHBS yang Relevan
Beberapa indikator PHBS utama yang perlu disosialisasikan dan disesuaikan meliputi:
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan : Mendampingi proses persalinan,
melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, edukasi persalinan aman dan
steril, serta meminimalisir komplikasi pada saat persalinan
2. Memberi ASI eksklusif: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif
untuk kesehatan bayi.
3. Menimbang bayi setiap bulan : Agenda rutin tiap bulan, membantu memantau
tumbuh kembang anak untuk pencegahan stunting.
4. Menggunakan air bersih: Memastikan akses dan penggunaan air bersih untuk
keperluan minum dan kebersihan pribadi, meskipun sumbernya mungkin
berpindah-pindah.
5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir: Edukasi tentang pentingnya
mencuci tangan untuk mencegah penyakit, terutama sebelum makan dan setelah
buang air besar.
6. Menggunakan jamban sehat: Meskipun jamban permanen sulit diterapkan karena
pola hidup nomaden, edukasi ditekankan pada pengelolaan kotoran manusia yang
higienis untuk mencegah pencemaran lingkungan dan penularan penyakit.
7. Memberantas jentik nyamuk dirumah seminggu sekali : upaya menghindari
demam DBD dan Malaria.
8. Makan buah dan sayur setiap hari: Mendorong konsumsi makanan bergizi yang
tersedia dari lingkungan sekitar mereka atau melalui interaksi dengan masyarakat
luar.
9. Aktivitas fisik 30 menit setiap hari : untuk membantu meningkatkan kesehatan
tulang dan otot, dan mengurangi stress, dan mengurangi resiko penyakit kronis
seperti jantung dan diabetes.
10. Tidak merokok: Mengedukasi bahaya merokok, terutama di dalam area hunian.
E. Tantangan Penerapan
Penerapan PHBS di komunitas SAD menghadapi tantangan seperti keterbatasan
pengetahuan dan akses terhadap fasilitas kesehatan dan sanitasi. Nilai-nilai budaya
tertentu, seperti tradisi "melangun", yang dapat menghambat pembangunan fasilitas
kesehatan permanen.
Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah melalui pemberdayaan masyarakat dan
edukasi yang berkelanjutan yang menghormati kearifan lokal dan melibatkan tokoh adat,
alih-alih memaksakan metode yang tidak sesuai dengan cara hidup mereka.
RANGKAIAN KEGIATAN
FESTIVAL KESEHATAN LINGKUNGAN BATIN SEMBILAN
Penyelenggara : Staf Klinik Besamo
Peserta : Seluruh Masyarakat Batin Sembilan
(Sungai Kelompang, Glinding, Tanding, Simpang Macan Luar,
Simpang Macan Dalam)
Tempat : Klinik Besamo Camp 35, Hutan Harapan
Hari / Tanggal :
Rangkaian Kegiatan :
Waktu Proses Pelaksanaan Metode
Kegiatan
Rumah Sehat
H - 10 Point :
- Pemenuhan 10 Penilaian akan Penilaian menggunakan
Indikator PHBS dilakukan oleh Score
- Kebersihan staff klinik, dan Masing masing point
Lingkungan Rumah evaluasi hasil berbobot 20 score.
- Kerapian Tataan survei edukasi Hasil akan didapat
Rumah PHBS selama sebelum acara hari H
- Tanaman Herbal dan setahun terakhir. Pengumuman pemenang
sayuran pada acara hari H
- Tanya Jawab sigap Peserta hanya diambil 2
terbaik dari keseluruhan
tanggap rumah.
Pekan Jamu Tradisional ( Kearifan lokal Racikan Herbal Batin Sembilan )
Hari H Point : Penilaian akan lomba ini dilakukan per
21 Desember 2025 - Komposisi dan dilakukan oleh individu,
Kreativitas Penyajian dewan juri semua dinilai dengan
- Estetika dan Juri di score yang sudah sesuai
Kebersihan persilahkan dengan point” penilaian
- Metode Pembuatan melihat dan
- Khasiat dan keamanan interaksi secara
- Penguasaan Materi langsung dengan
(Informatif ) Performa peserta.
tanya jawab
Penyusunan Kata Dengan Tema Gaya Hidup Sehat
Hari H Point : Penilaian akan
- Ketepatan Kalimat dilakukan oleh
- Durasi dewan juri Lomba dilakukan secara
- Kekompakan dengan penilaian berkelompok, masing
- Penguasaan Materi terbanyak yang masing kelompok
(Informatif ) menyusun kalimat beranggotakan 5 orang.
- Performa tanya jawab benar saat lomba
RAB Kegiatan
Kegiatan Pemenang Reward Budget
Rumah Sehat Per Rumah Juara I 500.000
Kelompok Juara I Piala : 30.000 x 4
1. Kelompang Juara II Sapu Lidi : 25.000 x4
2. Glinding Sapu Rumah : 20.000 x4
3. Tanding
4. SML-SMD Juara II
Piala : 30.000 x4
Sapu Rumah : 20.000 x4
Pekan Jamu Tradisional Individu : Juara I 215.000
Juara I Teko + Gelas: 35.000
Juara II Kuali Besar : 50.000
Juara III
Juara II
Mangkok 12 pcs : 30.000
Kuali Sedang : 40.000
Juara III
Mangkok sayur penutup 4
pcs : 30.000
Kuali Kecil : 30.000
Penyusunan Kata Kelompok : Juara I 450.000
Juara I Ember 5 pcs : 200.000
Juara II
Juara III Juara II
Keranjang 5 pcs : 150.000
Juara III
Baskom 5 pcs : 100.000
Souvenir Peserta yang Centong sayur 100 pcs 60.000
tidak 25.000
memenangkan
lomba tetap Sisir : Sisir pcs
mendapatkan 35.000
souvenir.
Media Leaflet Lembaran 70 kk = 70 pcs 490.000
cetakan
edukasi untuk
dirumah warga
Konsumsi Snack 350.000 2.550.000
Tekwan Cup 2.000.000
Minuman 200.000
Spanduk 3x1 M 150.000 150.000
Plastik Sampah 2 Kantong 30.000 30.000
Biaya Tak terduga 300.000
Total Budget yang dibutuhkan Rp.4.745.000