Teori Eknomi Bisnis
Internasional
Adya Azharani (212321054)
Manajemen 4B
A. Manfaat mempelajari teori bisnis internasional
1. Jika para praktisi bismis harus sering berhubungan dengan pejabat- pejabat pemerintah yang berlatar belakang
pendidikan ilmu ekonomi, para pelaku bisnis harus siap memahami konsep ekonomi secara menyeluruh sehingga
dapat berkomunikasi secara baik dengan para ekonom tersebut.
2. Jika para pelaku bisnis mengajukan berbagai usulan proyek yang memerlukan persetujuan pemerintah. mereka harus
mampu beragumentasi dan meyakinkan bahwa usulan tersebut layak, bermanfaat secara ekonomi, dan dinilai baik.
Dengan kata lain, pelaku bisnis juga harus dapat melakukan feasibilin study berdasarkan pendekatan ekonomi agar
usulan tersebut dapat dipahami sehingga berpeluang untuk dapat disetujui Para pemasar yang mengusulkan proyek-
proyek besar pada perencana pemerintah harus waspada bahwa penentu kunci sekarang adalah efisiensi ekonomi
daripada aspek finansial semata.
3. Para pelaku bisnis harus dapat menjelaskan kepada masyarakat manfaat dan rasionalisasi bisnisnya secara ekonomi
sehingga mereka dapat menjadi mitra dalam menyosialisasikan tren praktik teori ekonomi bisnis internasional. baik
kepada masyarakat umum maupun kepada masyarakat akademis
4. Dapat memahami gejala-gejala ekonomi yang terjadi sehingga dapatmelakukan antisipasi yang relevan.
Teori-teori Ekonomi Bisnis Internasional
01 Merkantilisme 04 Teori Faktor Pendukung oleh
Heckscer-Ohlin
Teori Heckscer-Ohlin menyatakan
Merkantilisme adalah falsafah ekonomi yang
bahwa perbedaan-perbedaan
menganut konsep bahwa penting bagi sebuah
negara untuk mengakumulasi persediaan logam- internasional dan interegional dalam
logam berharga demi mencapai kesejahteraan biaya produksi timbul karena perbedaan
dalam pasokan faktor-faktor produksi.
Teori Keunggulan
Teori Keunggulan Absolut
02 03 Komparatif
Adam Smith mengemukakan bahwa masing- Keuntungan komparatif melihatnya dari perbedaan secara
masing negara akan mengkhususkan diri relatif produktivitasnya. Yang menjadi pembeda adalah
dalam memproduksi barang-barang yang keuntungan komparatif menyertakan konsep biaya kesempatan
(opportunity cost) dalam menentukan kebaikan barang-barang
dapat diproduksinya dengan lebih efisien
apa saja yang dapat diproduksi pada suatu negara. Biaya
serta memiliki suatu keunggulan absolut, baik
kesempatan atau opportunity cost dari suatu kebaikan produk
alamiah maupun yang dibuat diproduksi adalah nilai yang didapat dari apa yang diberikan untuk
Sebagian barang-barang tersebut akan mendapatkan kebaikan barang-barang tersebut. Kebanyakan
dickspor untuk membayar impor barang- dari kita, tanpa disadari, telah menerapkan prinsip keuntungan
barang yang dapat diproduksi lebih efisien di komparatif dan prinsip biaya kesempatan (opportunity cost).
tempat lain.
Teori Kontemporer Bisnis
Internasional
[Link]-teori Kontemporer Bisnis Internasional
1. Economies of Scale dan Kurv Pengalaman (Experience Curve)
Pada tahun 1920-an, para ahli ekonomi mulai mempertimbangkan fakta bahwa kebanyakan industri
memperoleh keuntungan dari economies of scale. yaitu semakin besarnya pabrik dan meningkatnya
keluaran mengakibatkan biaya produksi per unit [Link] of scale dan kurva pengalaman
memengaruhi perdagangan internasional karena memungkinkan industri-industri suatu negara menjadi
produsen biaya rendah tanpa memiliki faktor-faktor produksi yang melimpah.
2. Teori Penggerak Pertama (First Movers)
Sebuah studi yang meliputi kisaran industri yang luas menunjukkan bahwa penggerak pertama
memegang 30 persen bagian pasar (market share) dibandingkan dengan hanya 13 persen bagi
penerobos kemudian. Sebuah temuan lain, yaitu 70 persen pemimpin pasar yang ada sekarang adalah
para penggerak pertama.
3. Teori Linder
Teori Linder berkesimpulan bahwa perdagangan internasional dalam barang-barang manufaktur
akan menjadi lebih besar antara negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita
yang sama daripada antara negara- negara yang tidak sama tingkat pendapatan per kapitanya.
4. Teori Keunggulan Kompetitif dari Porter
Teori Porter menyatakan bahwa empat variabel akan mempunyai dampak atas kemampuan perusahaan-
perusahaan lokal di suatu negara untuk menggunakan sumber-sumber negara itu guna memperoleh
Keunggulan komparatif berikut.
A Kondisi-kondisi permintaan: sifat dasar dari permintaan domestik
B Kondisi-kondisi faktor level dan komposisi faktor produksi
C .Industri-industri terkait dan pendukung para pemasok dan jasadukungan industri
D Strategi, struktur dan persaingan perusahaan-perusahaan domestik, adanya hambatan-hambatan
untuk masuk, serta organisasi dan gaya manajemen perusahaan
B. TEORI-TEORI INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI
Teori investasi langsung luar negeri kontemporer merupakan perluasan dani teori klasik Teori ini didasarkan pada dalil
bahwa perbedaan-perbedaan dalam suku bunga investasi dan risiko adalah alasan penting yang menyebabkan modal
dapat berpindah dari satu negara ke negara lain. Beberapa teori investasi langsung luar negeri sebagai berikut
(Rusdin, 2002).
[Link] Keunggulan MonopolistisTeori ini dipelopori oleh Stephen Hymer (1960) yang menunjukkan bahwa investasi
langsung luar negeri lebih banyak terjadi dalam industri oligopolistis daripada dalam industri-industri yang
beroperasi dalam persaingan hampir sempurna.
2. Ketidaksempurnaan Pasar Produk dan Faktor Produksi Teori ini dipelopori oleh Caves (Harvard) yang
menunjukkan bahwa pengetahuan unggul memungkinkan perusahaan melakukan investasi untuk memproduksi
berbagai produk yang lebih disukai konsumen daripada barang-barang yang sama dengan buatan lokal.
[Link] Hidup Produk Internasional (International Product LifeCycle/[Link] IPLC menjelaskan pula investasi
langsung luar negeri sebagai tahap alamiah dalam kehidupan suatu produk.
4. Teori Internalisasi . Dengan melakukan investasi di cabang luar negeri daripada memberikan lisensi, perusahaan
tersebut mampu menjual pengetahuannya melewati batas negara dan tetap mempertahankannya di dalam
perusahaan dengan harapan dapat mewujudkan hasil yang lebih baik atas investasi yang dilakukan untuk
memproduksinya.
5. Teori Elektik Produksi Internasional Teori ini diperkenalkan oleh Dunning yang intinya menggabungkan unsur-
unsur dari beberapa teori sebelumnya Dunning mengemukakah bahwa apabila sebuah perusahaan bermaksud
melakukan investasi dalam sarana produksi di luar negeri, ia harus memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut
[Link] specific (kepemilikan yang khas)b. Internalization (internalisasi).c. Location specific (kekhasan
setempat/lokal),d. Lebih jauh. teori ini memberikan penjelasan atau pilihan sebuah perusahaan internasional
terhadap fasilitas produksinya di luar negeri.
C. PANDANGAN UMUM MENGENAI TEORI BISNIS INTERNASIONAL.
Secara umum, bisnis internasional timbul terutama karena perbedaan- perbedaan
harga relatif di antara negara. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari perbedaan
dalam biaya produksi yang diakibatkan oleh (Rusdin, 2002):
1. perbedaan-perbedaan dalam karunia Tuhan atas faktor produksi.
2. perbedaan-perbedaan dalam tingkat teknologi yang menentukanintensitas faktor
yang digunakan;
3. perbedaan-perbedaan dalam efisiensi pemanfaatan faktor-faktor ini.
4. kurs valuta asing.
Teori bisnis internasional jelas menunjukkan bahwa bangsa-bangsa akan memperoleh
suatu tingkat kehidupan yang lebih tinggi dengan melakukan spesialisasi dalam
barang-barang tempat mereka memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor
barang-barang yang mempunyai kerugian secara komparatif.
Kekuatan Ekonomi dan Keuangan dalam
Lingkup Bisnis Internasional
A. KEKUATAN KEUANGAN
1. Nilai Tukar/Kurs Nilai tukar uang/kurs adalah pertukaran suatu mata uang dengan
mata uang lain atau biasa disebut dengan transaksi valas (Kuncoro, 1996)
2. Tarif dan PajakKata tarif dan bea menuliki arti yang hampir sama dan biasanya
merupakan pajak atas barang impor. Pajak tersebut besarnya dapat tinggi atau rendah
dan sangat penting bagi perusahaan untuk meminimalkannya.
3. Pengaruh Inflasi dalam Bisnis Internasionala.
a. Kebijakan moneter dan fiskal memengaruhi inflasi
b. Pentingnya inflasi bagi bisnis
c. Inflasi dan perusahaan internasional
4. Penyebab Meningkatnya Utang Negara Berkembang Penyebab bertambahnya utang
negara berkembang adalah melonjaknya harga minyak (impor minyak mentah oleh
negara berkembang rata-rata 16 persen dari total impor negara-negara berkembang
yang bukan penghasil minyak).
5. Solusi Masalah Utang
a Solusi jangka pendek
Cara mengatasi masalah utang jangka pendek meliputi penjadwalan ulang pembayaran utang
untuk negara-negara yang tidak mampu membayar sesuai jatuh temponya. Akan tetapi,
renegosiasi telah menjadi semakin sulit
b. Solusi jangka panjang
1)Negara-negara berkembang penerima pinjaman harus membuat kebijakan yang memastikan
bahwa dana pinjaman baru yang diperoleh dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi dan untuk
konsumsi, bukan untuk pelarian modal atau rencana persenjataan pemerintah yang terlalu
ambisius
2) Negara penerima pinjaman hendaknya mengumpulkan dana cadangan di tahun-tahun yang baik
3) Negara maju harus terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka
pasarnya untuk barang ekspor dari negara penerima pinjaman.
4) IMF dan negara pemberi pinjaman hendaknya tidak mencobamemaksakan program rencana
penghematan yang terlalu ketat kepada negara penerima pinjaman.
5) IMF. Bank Dunia dan lembaga lain yang membantu negara penerima pinjaman hendaknya
memastikan pendanaan yang mencukupi sehingga dapat mengambil pandangan jangka panjang
6) Sebagian dari utang eksternal yang besar tersebut harus diubah menjadi jenis-jenis ekuitas.
7) Negara penerima pinjaman harus melonggarkan batasan-batasan atas investasi asing dan
repatriasi laba dari investasi yang telah ada.
8) Kesalahan dari krisis utang ada di pundak beberapa pihak.
B. KEKUATAN EKONOMI DAN SOSIOEKONOMI
1. Analisis Ekonomi Internasional
Analisis ekononi internasional hendaknya
juga memberikan data ekonomi mengenai
pasar aktual ataupun prospektif. Sebagai
bagian dari penilaian atas kekuatan-kekuatan
kompetitif. banyak perusahaan memantau
kondisi ekonomi dari negara-negara tempat
para pesaing utamanya berlokasi karena
perubahan kondisi bisa memperkuat atau
memperlemah kemampuan para pesaing
untuk bersaing di pasar dunia.
2. Dimensi-dimensi Ekonomi
a Pendapatan nasional bruto
(PNB)Pendapatan nasional bruto (gross
national income GNT) merupakan
penjumlahan dari seluruh barang dan jasa
final yang dihasilkan
b. GNI/kapita dan PDB/kapita[
c Distribusi pendapata
d. Konsumsi perorangan
e. Biaya tenaga kerja per unit
3. Dimensi Sosioekonomi 4. Rencana-rencana Ekonomi
Nasional
Sumber data ekonomi lain yang terbukti
a. Populasi total dapat bermanfaat bagi perusahaan,
terutama untuk para agen
b. Distribusi umur pemasarannya, adalah rencana-rencana
ekonomi nasional yang diterbitkan oleh
c. Keprihatinan di negara-negara maju banyak negara Rencana-rencana
tersebut berkisar dari [Link] tahunan
d. Kepadatan dan distribusi penduduk dan lima tahunan (dalam wujud
anggaran) yang digunakan sebagai
instrumen pengendali produksi oleh
suatu negara, seperti Kuba, Vietnam, dan
Cina, sampai rencana-rencana indikatif
dari negara-negara lainnya.
Kekuatan Fisik dan Lingkungan dalam Lingkup Bisnis Internasional
A. LOKASI
Lokasi adalah penting karena merupakan faktor untuk menerangkan politik dan hubungan perdagangan sebuah
bangsa Banyak di antaranya yang secara langsung memengaruhi beroperasinya suatu [Link]
geografis sering kali merupakan alasan pokok terjadinya perdagangan di antara bangsa-bangsa
B. TOPOGRAFI
1. Pegunungan dan Dataran Rendah.
2. Pegunungan Membagi Pasar.
3. Konsentrasi Penduduk.
4. Gurun Pasir dan Hutan Tropis.
5. Padang Pasir.
6. Hutan Hujan tropis
7. Badan-badan Air.
[Link]-jalan Air di Darat
C. IKLIM
Iklim merupakan faktor penting karena dapat menetapkan batas-batas mengenai apa yang dapat dilakukan oleh
manusia, baik secara fisik maupun ekonomi.
1. Iklim dan Pembangunan
Pembangunan ekonomi dan intelektual yang terbesar telah terjadi di iklim sedang dari Eropa bagian utara dan AS.
Berbagai studi yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa banyak faktor yang bertanggung jawab atas
keterbelakangan dari hampir semua negara tropis karena iklim tropis.
2. Implikasi Iklim bagi Para Pelaku Bisnis
Perbedaan dalam kondisi iklim di antara pasar-pasar perusahaan dapat mempunyai dampak yang signifikan atas
bauran produknya.
D . SUMBER DAYA ALAM
a Sumber konvensional
Estimasi atas cadangan minyak berubah karena (1) penemuan- penemuan baru terus dilakukan di bidang-bidang
yang telah terbukti dengan bantuan teknologi pencari prospek yang disempurnakan dan (2) pemerintah telah
membuka diri bagi negaranya untuk dilakukan eksplorasi dan produksi, seperti negara-negara bekas Uni Soviet
yang memperbolehkan eksploitasi komersial atas cadangan-cadangan di bawah Laut Kaspia(3) Teknik-teknik baru,
seperti injeksi uap dan air panas, memungkinkan para produsen memperoleh output yang lebih banyak dari sumur-
sumur yang telah beroperasi. Dengan demikian, hal itu dapat meningkatkan jumlah yang diperoleh dari suatu
ladang minyak. (4) Peralatan otomatis yang lebih murah menurunkan biaya pengeboran, seperti kepala sumur
yang diletakkan di dasar lautan menggantikan anjungan-anjungan pengeboran lepas pantai yang mahal. Hal ini
memungkinkan sebuah perusahaan melakukan penemuan- penemuan berukuran lebih kecil. tetapi
menguntungkan Jika tidak menguntungkan, hal itu tidak akan disentuh oleh perusahaan
b Sumber inkonvensional
1) Pasir minyak
[2) Serpihan batu yang mengandung minyak toil-bearing shale)
3) Batu bara
4) Gas alam
5) Mineral Nonbahan Bakar
Perbedaan Sistem Politik dan Ekonomi dalam Bisnis Internasional
A. SISTEM POLITIK
a. Kolektivisme dan individualisme Sistem kolektivisme adalah sistem yang menekankan pada pencapaian tujuan
bersama daripada tujuan individu. Dengan kata lain, kebutuhan bersama harus diutamakan dibandingkan kebutuhan
individu. Konsekuensi dari sistem ini adalah hak individu untuk melakukan sesuatu dibatasi sebab khawatir akan
bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Sistem int dikenal pada zaman Yunani kuno. Pada zaman modern,
sistem kolektivisme dikenal dengan sebutan sosialisme.
1) Sosialisme
Pada awal abad ke-20-an, ideologi sosialis terbagi menjadi dua kubu, yaitu sosialis komunis dan sosialis demokrat.
Sosialis komunis berpendirian bahwa sosialisme hanya dapat dicapai melalui revolusi keras dan kepemimpinan yang
diktator. Sementara itu, sosialis demokrat berpendapat bahwa sosialisme dapat dicapai melalui demokrasi
2) Individualisme
Filosofi dari paham individualis adalah terjaminnya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi dan politik.
Dalam sistem ini, kepentingan individu lebih penting daripada kepentingan negara. Paham individualis dipelopori oleh
Aristoteles yang berpendapat bahwa kebebasan individu dan kepemilikan pribadi lebih menguntungkan. Ada dua prinsip
utama dari paham individualis. Pertama, terjaminnya kebebasan individu dan kebebasan berekspresi Kedua,
kesejahteraan masyarakat dapat tercapai dengan membiarkan masing-masing individu mengejar kepentingan
ekonominya masing-masing.
b. Demokrasi dan totaliter Demokrasi adalah sistem politik ketika pemerintah berasal dari rakyat yang dibentuk
dengan cara dipilih langsung atau dipilih melalui parlemen. Totaliter adalah bentuk pemerintahan ketika satu
orang atau satu partai politik tertentu menguasai pemerintahan dan dengan tegas melarang adanya partat
oposisi. Ciri lain dari sistem totaliter adalah dibatasinya kebebasan individu, kebebasan media, dan tidak ada
pemilihan umum.
Ada empat bentuk sistem totaliter yang ada di dunia sekarang ini(Rusdin, 2002).
1) Komunis totaliter berpendapat bahwa sosialisme dapat dicapai melalui
totaliter dictator.
2) Theocratic totaliter sistem ini ditemukan di negara-negara yang kekuatan politik dimonopoli oleh satu partai,
satu kelompok, atau individu berdasarkan prinsip-prinsip religius.
3) Tribal totaliter ditemukan di negara-negara Afrika. Ini disebabkan karena batas negara di Afrika ditentukan
secara administratif sesuai peninggalan kolonial, bukan ditentukan berdasarkan realitas kesukuan. Akibatnya
tiap negara di Afrika terdiri atas beberapa suku. Tribal totaliter terjadi jika sebuah partai yang hanya mewakili
sebagian kecil suku memonopoli kekuasaan.
4) Right wing totaliter bentuk sistem totaliter yang setiap individu diberi kebebasan dalam bidang ekonomi,
tetapi tidak dalam bidang politik. Hal ini karena kebebasan politik diyakini dapat mengarahkan masyarakat
kedalam sistem komunis
B. SISTEM EKONOMI
1. Sistem Ekonomi
[Link] ekonomi pasar
Dalam sistem ekonomi pasar. produksi barang dan jasa sepenuhnya diserahkan pada hukum permintaan dan
penawaran melalui mekanisme harga.
b. Sistem ekonomi komando
Dalam sistem ini, produksi barang dan jasa, baik jenis, jumlah, maupun harganya, ditentukan oleh negara.
Selain itu, semua aktivitas bisnis dikuasai oleh negara. Tujuannya adalah memobilisasi sumber daya ekonomi
untuk mencapai kesejahteraan bersama. Dalam kenyataannya, sistem ini berjalan tidak efisien dan membatasi
inovasi produk sehingga terdapat stagnasi ekonomi.
c. Sistem ekonomi campuran
Dalam sistem ekonomni campuran, sebagian sektor ekonomi dikuasai oleh negara dan sebagian sektor lainnya
diserahkan kepada mekanisme pasar .
2. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
a. Perbedaan pertumbuhan ekonomi
b Politik ekonomi dan kemajuan ekonomi
c. Inovasi sebagai mesin pembunuh.
d. Inovasi memerlukan suatu ekonomi pasar
e. Inovasi dan hak kekayaan intelektual
f. Sistem politik
g. Kemajuan ekonomi dan demokrasi
Perbedaan Sistem Hukum dan Budaya dalam Bisnis Internasional
A. SISTEM HUKUM
Sistem hukum sangat besar pengaruhnya terhadap bisnis internasional Maksud dari sistem hukum
adalah aturan atau hukum yang mengatur perilaku. bagaimana hukum ditetapkan, dan bagaimana
tanggapan atas pengaduan didapatkan. Sistem hukum berbeda antara negara yang satu dan lainnya.
Perbedaan sistem hukum ini akan berpengaruh terhadap daya tarik investasi negara tersebut.
1. Hak Milik Pribadi (Property Rights))
Property rights adalah hak yang dimiliki oleh pemilik sumber daya untuk menyimpan atau menggunakan sumber
daya yang dimilikinya) sehingga menghasilkan keuntungan.
Private action, yaitu hak milik pribadi dapat hilang karena adanya pencurian, pembajakan, pemerasan oleh individu
atau kelompok (dalam bahasa kriminal sering dikenal dengan istilah mafia).
2. Proteksi terhadap Kekayaan Intelektual (HAKI)
Kekayaan intelektual adalah kekayaan yang dihasilkan dari penggunaan kepintaran intelektualitas.
Misalnya, software komputer dan formula kimia untuk menciptakan obat baru Kekayaan intelektual
adalah kekayaan yang dihasilkan dari penggunaan kepintaran intelektualitas. Misalnya, software
komputer dan formula kimia untuk menciptakan obat baru. Ada beberapa instrumen hukum yang dapat
digunakan untuk melindungi kekayaan intelektual sebagai berikut..
a. Paten,
b. Copyrights,
e Trademaq[2/3 04.01] Adya Azharani:
3. Product Safety and Product Liability
Aturan hukum mengenai product safety berisi standar-standar yang harus dimiliki/terdapat pada
sebuah produk Product liability merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh perusahaan
apabila produk dari hasil perusahaan tersebut mengakibatkan efek negatif kepada penggunanya
(keracunan, kematian, danefek negatif lainnya) .
4. Hukum Kontrak (Contract Law)
hukum kontrak adalah seperangkat aturan hukum yang mengharuskan dijalankannya suatu
kontrak.
B. BUDAYA
Dua tema atau isu sentral tentang sistem budaya dalam suatu masyarakat
bangsa sebagai berikut.
1) Kinerja bisnis internasional yang sukses memerlukan cross culture
literacy Maksudnya, bagaimana memahami dan mengatasi perbedaan
perbedaan budaya antar dan dalam suatu bangsa negara karena dapat
memengaruhi praktik-praktik bisnis internasional.
2) Adanya hubungan nyata antarbudaya dan biaya-biaya yang ditimbulkan
dalam praktik bisnis pada suatu bangsa/negara Faktor-faktor budaya ini dapat
membantu perusahaan-perusahaan mencapai keunggulan kompetitif dalam pere
conomian atau bisnis internasional.
1. Pengertian Budaya
a Edward Taylor, seorang antropolog pada tahun 1870-an, mendefinisikan budaya sebagai suatu kesatuan antara
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan lain-lain yang diperoleh sebagai anggota atau
bagian masyarakat
b. Hofstede, seorang ahli perbedaan lintas budaya dan manajemen.
mendefinisikan budaya sebagai program kolektif (bersama-sama) dari pemikiran yang membeda-bedakan anggota-
anggota darı suatu kelompok atau komunitas manusia dengan yang lainnya. Hal ini meliputi sistem nilai dan nilai-
nilai di antara bangunan blok-blok budaya. Zhi Namentwirth dan Robert Weber melihat budaya sebagai suatu sistem
dari ide-ide (pemikiran) dan pendapat bahwa pengesahan ide-ide ini dirancang untuk kehidupan
Dapat disimpulkan bahwa budaya sebagai suatu sistem nilai dan norma-norma yang diberikan pada suatu kelompok
atau komunitas manusia dan ketika itu disepakati atau disahkan bersama-sama sebagai landasan dalam kehidupan.
2. Nilai-nilai (Values).
Nilai-nilai membentuk struktur suatu budaya atau dapat juga melatarbelakangi suatu budaya. Dalam konteks ini,
nilai-nilai memberikan suatu norma-norma masyarakat yang ditetapkan dan dibenarkan Nilai-nilai ini meliputi sikap
atau perilaku masyarakat terhadap konsep-konsep kebebasan individu, demokrasi, kepercayaan, keadilan, kejujuran,
kesetiaan. kewajiban sosial, tangg ing jawab bersama. aturan-aturan dalam hal perempuan, cinta, perkawinan, seks,
dan lain-lain.
3. Norma-norma
Norma-norma merupakan aturan-aturan sosial yang mengatur tindakan- tindakan manusia terhadap orang lain
a. Adat istiadat adalah konvesi-konvesi rutin dalam kehidupan sehari-hari.
[Link] adalah norma-norma yang merupakan pusat dari fungsi masyarakat dan kehidupan sosialnya.
4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Budaya Nilai-nilai atau norma-norma suatu budaya tidak akan muncul dari mana
pun yang terbentuk secara utuh. Namun, semuanya itu berevolusi dengan sejumlah faktor yang bekerja dalam suatu
masyarakat Faktor-faktor ini meliputi filosofi politik dan ekonomi, struktur sosial masyarakat, kelompok agama
mayoritas. bahasa, serta pendidikan.
5. Struktur Sosial
Struktur sosial suatu masyarakat adalah organisasi-organisasi yang mendasar
1) Individu
Pada mayoritas masyarakat Barat, individu dipandang sebagai dasar utama dari organisasi sosial. Ini tidak hanya
direfleksikan dalam organisasi politik dan ekonomi masyarakat, tetapi direfleksikan juga dalam cara orang- orang
memandang diri sendiri dan hubungan satu sama lainnya di dalam kegiatan sosial atau bisnis.
2) Kelompok (group) Kelompok dapat diartikan sebagai sekumpulan dua atau lebih individu yang memiliki keinginan
berbagi pikiran dan berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam penyusunan beberapa harapan dasar mengenai
tingkah laku: dengan yang lainnya
a. Stratifikasi sosial
b. Mobilitas sosial
c. Kepentingan
d. Agama
e. Bahasa
f. Budaya dan tempat kerja
g. Perubahan budaya
h. Pemahaman tentang silang budaya
[Link] dan keunggulan bersaing
i) Budaya dan keunggulan bersaing
Secara sederhana, sistem nilai dan norma suatu negara memengaruhi biaya dalam menjalankan bisnis di
negara tersebut. Biaya untuk menjalankan bisnis yang didasarkan pada budaya di suatu negara memengaruhi
kemampuan perusahaan untuk memantapkan keunggulan bersaing di pasar global.
C. IMPLIKASI PEREEDAAN EKONOMI, POLITIK. DAN BUDAYA PADA BISNIS INTERNASIONAL
1. Perbedaan Ekonomi dan Politik: Implikasinya pada Bisnis Internasional
a. Aplikasi bisnis
Implikasi materi dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, politik ekonomi dan lingkungan legal suatu negara
memengaruhi daya tarik suatu negara sebagai pasar atau tempat investasi. Manfaat dan biaya risiko timbul
akibat adanya bisnis di suatu negara yang merupakan sebagian fungsi politik. ekonomi, dan sistem legal suatu
negara. Kedua, politik ekonomi dan sistem legal suatu negara dapat menimbulkan persoalan etika yang
mempunyai implikasi untuk bisnis internasional.
b. Daya tarik Ketertarikan pasar di suatu negara atau tempat investasi ditanamkan bergantung pada
keseimbangan antara profit jangka panjang.
c. Biaya
Faktor biaya dalam bisnis ditentukan oleh sejumlah faktor politik, ekonomi, dan hukum. Berdasarkan faktor
politik, biaya bisnis di suatu negara akan menjadi tinggi ketika negara yang bersangkutan menganut sistem
politik totaliter.
d. Risiko Faktor-faktor biaya dan risiko bisnis di suatu negara juga ditentukan oleh faktor politik, ekonomi, dan
hukum Risiko politik adalah kemungkinan adanya tekanan politik yang akan menyebabkan perubahan drastis
dalam lingkungan bisnis suatu negara yang dapat berakibat buruk terhadap keuntungan dan tujuan-tujuan lain
dari perusahaan.
2. Perbedaan Budaya-Agama: Implikasi dalam Perekonomiannya
a Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Hindu Max Weber berpendapat bahwa untuk mencapai kebatinan
atau rohani, terdapat dalam prinsip-prinsip pendeta Hindu yang melekat dalam Hinduisme, yaitu tidak
dianjurkannya segala macam kegiatan wirausaha, seperti yang ditemukan dalam Protestanisme. Menurut Weber,
nilai-nilai Hindu tradisional menekankan bahwa individu-individu sebaiknya udak menilai pada pencapaian
material, tetapi diharapkan penilaian terhadap pencapaian rohani Hindu menerima bahwa pengejaran material
akan membuat seseorang sukar mencapai nirwana.
b. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Buddha Ajaran Buddha tidak mendukung sistem kasta, kebalikan
dari ajaran Hindu yang mendukung sistem kasta. Namun demikian, ada persamaannya. Kedua ajaran tersebut
menekankan pada kehidupan yang akan datang dan pencapaian kesempurnaan spiritual daripada kehidupan di
dunia saat ini.
[c. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Konghucu
[Adapun nilai pokok dalam sistem etika dari ajaran ini yang memengaruhi kegiatan bisnis (ekonomi) adalah
kesetiaan (loyalty), kewajiban umbal balik (reciprocal obligation). dan kejujuran (honesty) dalam persetujuan
dengan yang lain.
d. Implikasi dalam perekonomian etika kerja Islam Terdapat beberapa prinsip ekonomi secara eksplisit terdapat
dalam Alquran dan hadis Prinsip-prinsip ekonomi tersebut antara lain memotivasi penganut Islam agar bekerja
keras, jujur, adil, dan condong pada perdagangan bebas Alquran mendukung kebebasaan berusaha dan
mengesahkan perolehan keuntungan melalui berdagang (Nabi Muhammad juga seorang pedagang)
Perlindungan terhadap hak kepemilikan pribadi/swasta juga ditekankan di dalam Islam walaupun Islam
menganggap semuanya adalah milik Allah SWT. (Tuhan) yang menciptakan dan memiliki segalanya.