0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Program Tahunan

Dokumen ini adalah program tahunan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan BP di SMP Negeri 1 Balikpapan untuk tahun pelajaran 2025/2026. Program ini mencakup elemen pembelajaran seperti sejarah, ritual, dan etika, dengan tujuan untuk mengembangkan sikap bijaksana, menghargai keragaman, serta memahami nilai-nilai moral dalam ajaran Buddha. Setiap elemen memiliki capaian pembelajaran yang spesifik dan alokasi waktu yang ditentukan.

Diunggah oleh

bodhi.pannavira23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Program Tahunan

Dokumen ini adalah program tahunan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan BP di SMP Negeri 1 Balikpapan untuk tahun pelajaran 2025/2026. Program ini mencakup elemen pembelajaran seperti sejarah, ritual, dan etika, dengan tujuan untuk mengembangkan sikap bijaksana, menghargai keragaman, serta memahami nilai-nilai moral dalam ajaran Buddha. Setiap elemen memiliki capaian pembelajaran yang spesifik dan alokasi waktu yang ditentukan.

Diunggah oleh

bodhi.pannavira23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM TAHUNAN

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Balikpapan


Mata Pelajaran : Pendidikan agama Buddha dan BP
Fase/Kelas : D/IX
Semester :1
Tahun Pelajaran : 2025/2026

A. Elemen dan Capaian Pembelajaran


ELEMEN PEMBELAJARAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen sejarah Peserta didik membuat rencana dan
meneladan sikap Buddha dan penyokong
Buddha dengan memiliki sikap bijaksana,
sadar sejarah, dan terbuka serta
menghargai keragaman tradisi Buddhis di
Indonesia dan dunia ditinjau dari
keragaman aliran dalam agama Buddha,
minimal dengan melibatkan diri dalam
kegiatan kunjungan sejarah dan festival
budaya atau sejenisnya di lingkungan
sosialnya. Peserta didik menyimpulkan
informasi dan meneladan sifat-sifat dan
nilai- nilai moral dalam riwayat Buddha
Gotama dan peristiwa- peristiwa
monumental setelah Buddha wafat yang
berpengaruh terhadap kelestarian ajaran
Buddha hingga saat ini.

Elemen Ritual Peserta didik menyusun rencana serta


menghargai dan menghayati makna ziarah
(dharmayatra) ke tempat- tempat suci
dalam agama Buddha serta agama dan
kepercayaan lain dengan melakukan
kebajikan, ziarah ke tempat-tempat suci
agama Buddha terdekat, kunjungan ke
tempat suci atau tempat ibadah agama dan
kepercayaan lain, dan dengan dialog
antaraliran atau antartradisi agama Buddha
serta antaragama dan kepercayaan di
lingkungan sosialnya.

Elemen etika Peserta didik menyimpulkan, menerima,


dan mengamalkan nilai-nilai ajaran
moralitas, perbuatan baik, dan jalan
Bodhisattva berlandaskan pada kesadaran
terhadap nilainilai Hukum Karma dan
Hukum Kelahiran Kembali dalam
menentukan sikap terhadap hak asasi
manusia, hak hidup hewan, dan hak untuk
hidup damai, serta dalam memenuhi
kebutuhan ekonomi sejalan sikap Buddhis
terhadap kekayaan; dan dalam pergaulan,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
yang majemuk secara bijaksana.

B. Program Tahunan
ALOKASI
KATA KUNCI ELEMEN TUJUAN PEMBELAJARAN WAKTU
PEMBELAJARAN
Sikap Buddha dan Elemen sejarah 9.1 Menghargai keragaman tradisi 12 JP
penyokong Buddha dalam agama Buddha ditinjau
Sikap bijaksana, sadar dari negara dan keragaman
sejarah, dan terbuka budaya bangsa.
Keragaman tradisi 9.2 Menjunjung tinggi nilai-nilai
Buddhis di Indonesia moral Buddha Gotama dan
dan dunia peristiwa-peristiwa
Kunjungan sejarah monumental setelah Buddha
dan festival budaya Gotama wafat terhadap
Sifat-sifat dan nilai- kelestarian ajaran Buddha.
nilai moral kehidupan 9.3 Meneladan nilai-nilai moral
Buddha Buddha Gotama dan peristiwa-
Peristiwa peristiwa monumental setelah
Buddha Gotama wafat terhadap
monumental setelah
kelestarian ajaran Buddha.
Buddha wafat
9.4 Memetakan peristiwa
Kelestarian ajaran
monumental setelah Buddha
Buddha
Gotama wafat (Parinibbana)
untuk menemukan fenomena
ancaman kelestarian Dhamma.
9.5 Menyajikan peristiwa
monumental setelah Buddha
Gotama wafat (Parinibbana)
untuk menemukan fenomena
ancaman kelestarian Dhamma.
Makna ziarah Elemen Ritual 9.1 Menghayati makna ziarah 12 JP
(dharmayatra) ke (dharmayatra) dan menghargai
kegiatan ziarah ke tempat-
tempat- tempat suci
tempat suci dalam agama
dalam agama Buddha serta agama dan
Buddha kepercayaan lain.
Agama dan 9.2 Membuat gagasan untuk
kepercayaan kegiatan ziarah ke tempat-
Kunjungan ke tempat suci dalam agama
Buddha serta agama dan
tempat suci atau kepercayaan lain.
tempat ibadah 9.3 Mendaftar kegiatan ziarah
agama dan (dharmayatra) dan menghargai
kepercayaan lain kegiatan ziarah ke tempat-
Landasan pola pikir tempat suci dalam agama
Buddha serta agama dan
dan sikap dalam
kepercayaan lain.
merencanakan serta 9.4 Menilai makna kegiatan ziarah
melaksanakan ziarah (dharmayatra) dan menghargai
Dialog antaraliran kegiatan ziarah ke tempat-
atau antartradisi tempat suci dalam agama
agama Buddha serta Buddha serta agama dan
kepercayaan lain.
antaragama dan 9.5 Melakukan dialog antaraliran
kepercayaan atau antartradisi agama Buddha
serta antaragama dan
kepercayaan di lingkungan
sosialnya.
9.6 Menghubungkan dan
menemukan titik temu makna
ziarah ke tempat-tempat suci
dalam agama Buddha serta
agama dan kepercayaan lain
sebagai , menunjukkan sikap
baik serta menghargai ketika
umat agama dan kepercayaan
lain melakukan ziarah.
Nilai-nilai ajaran Elemen etika 9.1 Menerima nilai-nilai-nilai moral 12 JP
moralitas, perbuatan kepedulian terhadap kelestarian
Dharma dalam riwayat Buddha
baik, dan jalan
Gotama dan merelevansikan
Bodhisattva dengan konteks kekinian serta
Kesadaran terhadap menentukan sikap dan
nilai-nilai Hukum keputusan melalui rancangan
Karma dan Hukum program untuk berkontribusi
Kelahiran Kembali mengatasi ancaman kelestarian
Dharma dalam kehidupan
dalam menentukan sehari-hari.
sikap 9.2 Menjunjung tinggi nilai-nilai-
Hak untuk hidup nilai kepedulian terhadap
damai kelestarian Dharma dalam
Kebutuhan ekonomi riwayat Buddha Gotama dan
relevansinya dengan konteks
sejalan sikap Buddhis
kekinian serta menentukan
terhadap kekayaan sikap melalui rancangan
Pergaulan, program untuk berkontribusi
bermasyarakat, mengatasi ancaman kelestarian
berbangsa, dan Dharma dalam kehidupan
bernegara yang sehari-hari.
9.3 Menemukan nilai-nilai moral
majemuk secara kepedulian terhadap kelestarian
bijaksana. Dharma dalam riwayat Buddha
Gotama dan merelevansikan
dengan konteks kekinian serta
menentukan sikap dan
keputusan melalui rancangan
program untuk berkontribusi
mengatasi ancaman kelestarian
Dharma dalam kehidupan
sehari-hari.
9.4 Menafsirkan nilai-nilai-nilai
moral kepedulian terhadap
kelestarian Dharma dalam
riwayat Buddha Gotama dan
merelevansikan dengan konteks
kekinian serta menentukan
sikap dan keputusan melalui
rancangan program untuk
berkontribusi mengatasi
ancaman kelestarian Dharma
dalam kehidupan sehari-hari.
9.5 Mengamalkan nilai-nilai ajaran
moralitas dan jalan Bodhisattva
dalam menentukan sikap
terhadap hak asasi manusia dan
hidup hewan didasari kesadaran
terhadap nilai-nilai Hukum
Karma dan Hukum Kelahiran
Kembali.
9.6 Mengamalkan nilai-nilai ajaran
moralitas dan perbuatan baik
dalam menentukan sikap
terhadap hak untuk hidup
damai dan pemenuhan
kebutuhan ekonomi didasari
kesadaran terhadap nilai-nilai
Hukum Karma dan Hukum
Kelahiran Kembali.

Mengetahui, Balikpapan, 12 Juli 2025


Kepala SMPN 1 Balikpapan Guru Mata Pelajaran

Arintoko [Link] Bodhi Pannavira, [Link]


NIP 196605251991031017 NIP 198609162024211001

Anda mungkin juga menyukai