0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Modul

Modul ajar ini berfokus pada pendidikan agama Islam untuk kelas 5 dengan tema 'Hidup Lapang dengan Berbagi', khususnya mengenai zakat. Rencana pembelajaran mencakup pemahaman tentang zakat fitrah, tujuannya, serta praktik berbagi sebagai manifestasi cinta kepada Allah dan sesama. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan problem-based learning dan melibatkan diskusi kelompok serta simulasi untuk mendalami konsep zakat.

Diunggah oleh

niniyusdaspdi88
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Modul

Modul ajar ini berfokus pada pendidikan agama Islam untuk kelas 5 dengan tema 'Hidup Lapang dengan Berbagi', khususnya mengenai zakat. Rencana pembelajaran mencakup pemahaman tentang zakat fitrah, tujuannya, serta praktik berbagi sebagai manifestasi cinta kepada Allah dan sesama. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan problem-based learning dan melibatkan diskusi kelompok serta simulasi untuk mendalami konsep zakat.

Diunggah oleh

niniyusdaspdi88
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING &

KURIKULUM BERBASIS CINTA


Pendidikan Agama Islam
KELAS 5
BAB 4

HIDUP LAPANG DENGAN BERBAGI

Disusun Oleh
RUWAIDA,[Link].I

MAHASISWA
PPG DALAM JABATAN BATCH 3
LPTK UIN SULTANAH NAHRASIYAH
LHOKSEUMAWE
2025
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SD Negeri 8 Blang Mangat


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)
Tema : Hidup Lapang dengan Berbagi (Zakat)
Tema Kurikulum : Hablum Minallah (Cinta kepada Allah: Ibadah Zakat) dan
Berbasis Cinta (KBC) Hablum Minannas (Cinta kepada Sesama: Kesejahteraan Sosial)

Materi Insersi : Rasa Syukur dan Keadilan Sosial


Fase/Kelas :C/5
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Nama Penyusun : Ruwaida,[Link].I

A. IDENTIFIKASI
1. TARGET PESERTA DIDIK :
Peserta didik reguler/tipikal dengan kemampuan pemahaman umum.

2. MATERI PELAJARAN
Esensial: Makna Zakat Fitrah dan Zakat Mal sebagai rukun Islam. Hikmah Zakat
(membersihkan harta dan jiwa, menciptakan keseimbangan sosial). Penerima Zakat
(Asnaf)

3. PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN


• Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah Beriman, Bertakwa
kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia (sub-elemen akhlak kepada
sesama, yaitu peduli dan berbagi) dan Gotong Royong (sub-elemen
kepedulian).
• Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin yang ingin dicapai adalah Keteladanan
(qudwah) dalam melaksanakan ajaran Islam, khususnya dalam konteks berbagi
dan kepedulian sosial, serta Berkeadaban (ta'addub) dalam berinteraksi sosial
melalui zakat.

B. DESAIN PEMBELAJARAN
1. Capaian Pembelajaran (CP):
Pada akhir Fase C, pada elemen Al-Qur’an Hadits peserta didik mampu membaca,
menghafal, menulis, dan memahami pesan pokok surah-surah pendek dan ayat Al-
Qur’an tentang keragaman dengan baik dan benar. Pada elemen akidah, peserta didik
dapat mengenal Allah melalui asmaulhusna, memahami keniscayaan peritiwa hari
akhir, qadaʾ dan qadr. Pada elemen akhlak, peserta didik mengenal dialog antar agama
dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tantangan yang bisa muncul dari
keragaman di Indonesia. Peserta didik memahami arti ideologi secara sederhana dan
pandangan hidup dan memahami pentingnya menjaga kesatuan atas keberagaman.
Peserta didik juga memahami pentingnya introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang
lebih baik setiap harinya. Peserta didik memahami pentingnya pendapat yang logis,
menerima perbedaan pendapat, dan menemukan titik kesamaan (kalimah sawa’) untuk
mewujudkan persatuan dan kerukunan. Peserta didik memahami peran manusia
sebagai khalifah Allah di bumi untuk menebarkan kasih sayang dan tidak membuat
kerusakan di muka bumi. Pada elemen fikih, peserta didik mampu memahami zakat,
infak, sedekah dan hadiah, memahami ketentuan haji, halal dan haram serta
mempraktikkan puasa sunnah. Pada elemen sejarah, peserta didik menghayati ibrah
dari kisah Nabi Muhammad saw. di masa separuh akhir kerasulannya serta kisah al-
khulafa al-rasyidin.

2. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)


a. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan dasar hukum zakat fitrah
sebagai wujud cinta kepada Allah dan sesama. dengan benar setelaH
mengamati tayangan video.
b. Peserta didik mampu mengidentifikasi waktu dan tata cara pelaksanaan zakat
fitrah dengan tepat melalui diskusi kelompok.
c. Peserta didik mampu menunjukkan sikap peduli dan tanggung jawab
sebagai perwujudan hikmah zakat fitrah dalam kehidupan sehari-hari.

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


(KKTP
• Peserta didik dapat menuliskan pengertian zakat fitrah.
• Peserta didik dapat menyebutkan dalil/dasar hukum zakat fitrah
(minimal 1 dalil).
• Peserta didik dapat membedakan zakat fitrah dengan zakat mal secara
sederhana.
• Peserta didik dapat mengurutkan waktu pelaksanaan zakat fitrah.
• Peserta didik dapat memeragakan tata cara penyerahan atau
penerimaan zakat fitrah (akad/niat).
• Peserta didik dapat menjelaskan minimal 3 hikmah/manfaat zakat
fitrah.
• Peserta didik dapat memberi contoh perilaku peduli dan berbagi
sebagai implementasi nilai zakat fitrah.

3. TOPIK PEMBELAJARAN
Zakat: Pembersih Harta, Pelapang Jiwa.

4. PRAKTIK PEDAGOGIS
• Model: Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis
Masalah dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi/role playing, penugasan.

5. SARANA PRASARANA :
Laptop, proyektor/layar, speaker, papan tulis, spidol, handout materi atau buku teks
PAI kelas 5, video animasi/edukasi tentang tata cara zakat fitrah, kartu/poster ilustrasi
tentang mustahik (penerima zakat).

6. PEMAHAMAN BERMAKNA
➢ Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi adalah manifestasi nyata dari
kepedulian sosial dan pembersihan diri setelah menjalankan ibadah puasa
Ramadan.
➢ Berbagi, khususnya melalui zakat, menciptakan keseimbangan sosial dan
memberikan ketenangan batin (hidup lapang) karena membantu sesama yang
membutuhkan, khususnya saat Idulfitri.

7. PERTANYAAN PEMANTIK
• Mengapa kita dianjurkan untuk berbagi makanan atau harta kepada orang lain,
terutama saat menjelang hari raya Idulfitri?
• Apa perbedaan antara "memberi sedekah" dengan "membayar zakat", dan
mengapa zakat fitrah itu wajib dilakukan?
• Bagaimana cara kita sebagai umat Islam memastikan bahwa semua orang bisa
merasakan kebahagiaan saat Lebaran?

C. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Waktu Kegiatan
1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar, dan meminta salah satu peserta didik memimpin
doa, dan menecek kehadiran siswa
2. Apersepsi & Motivasi: Guru menanyakan pengalaman puasa dan
Pendahuluan
mempersiapkan diri menyambut Idulfitri. Guru menghubungkan puasa
(10 menit)
dengan kewajiban berbagi (Zakat Fitrah).
3. Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan CP, Tujuan
Pembelajaran, dan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan.

1. Stimulasi (Melihat Masalah): Guru menayangkan video singkat


tentang “zakat dan hukumnya”.

2. Pengumpulan Data & Diskusi Kelompok:


Inti (50 menit)
• Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan
pengertian zakat, jenis-jenisnya, dan hikmahnya.
• Guru memfasilitasi diskusi dengan guiding question berbasis
cinta dan empati:
Waktu Kegiatan

“Bagaimana zakat menunjukkan rasa cinta kita kepada Allah dan


sesama manusia?”

3. Pengolahan Data (Deep Learning):


• Setiap kelompok menganalisis data untuk menjawab
pertanyaan: "Mengapa zakat fitrah harus dikeluarkan
sebelum salat Idulfitri dan siapa saja yang berhak
menerimanya?" (Fokus pada hikmah dan tata cara).
• Setiap kelompok menulis hasil diskusi dalam lembar refleksi
cinta (kertas berbentuk hati).

4. Presentasi dan Verifikasi:


• Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
Kelompok lain menanggapi. Guru memverifikasi dan
melengkapi konsep pengertian, dalil, dan rukun zakat fitrah.

5. Simulasi (Role Playing):


• Guru meminta beberapa peserta didik maju untuk memeragakan
(simulasi) tata cara pembayaran zakat fitrah (muzakki
memberikan, amil menerima, dan niat/akad).

6. Refleksi Nilai:
• Guru mengajak peserta didik merumuskan hikmah zakat fitrah,
menyoroti pentingnya kepedulian dan tanggung jawab sosial.

1. Rangkuman: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin


penting materi Zakat Fitrah (pengertian, hukum, waktu, dan hikmah).
Penutup (10 2. Tindak Lanjut & Pesan Moral: Guru memberikan penugasan
menit) individu (asesmen formatif) dan berpesan agar peserta didik mulai
membiasakan diri untuk peduli terhadap sesama.
3. Doa Penutup: Pelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

D. ASESMEN

• Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran): Pertanyaan lisan tentang pengetahuan


awal rukun Islam dan kegiatan berbagi.
• Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran):
o Penilaian Keterampilan Diskusi: Observasi saat diskusi kelompok dan
presentasi (menilai keaktifan, kerja sama, dan ketepatan konsep).
o Penilaian Sikap: Observasi sikap peduli dan gotong royong selama kegiatan
simulasi.
• Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran):
o Tes Tertulis (Individu): Menjodohkan atau mengisi singkat (misalnya: definisi
zakat fitrah, hukumnya, dan 3 hikmahnya).

E. PENGAYAAN DAN REMIDIAL

• Pengayaan: Bagi peserta didik yang sudah mencapai KKTP, diberikan tugas untuk
mencari dan membuat daftar golongan yang berhak menerima zakat (mustahik) beserta
penjelasan singkatnya.
• Remidial: Bagi peserta didik yang belum mencapai KKTP, diberikan bimbingan khusus
tentang tata cara dan waktu pelaksanaan zakat fitrah, serta diberikan tugas ringkasan
sederhana tentang konsep dasar zakat fitrah.

F. GLOSARIUM

• Zakat Fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan setiap jiwa Muslim menjelang Idulfitri
sebagai pembersih jiwa.
• Muzakki: Orang yang wajib mengeluarkan zakat.
• Mustahik: Orang yang berhak menerima zakat (8 golongan).
• Niat: Kehendak dalam hati untuk melakukan suatu ibadah.

G. DAFTAR PUSTAKA

• Kementerian Agama RI. Al-Qur'an dan Terjemahannya.


• Kementerian Agama RI. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 5 SD/MI. Edisi
Revisi. Jakarta: [Penerbit].
• Sumber-sumber online terpercaya (misalnya, situs resmi lembaga zakat) mengenai tata
cara dan fatwa zakat.

Mengetahui,
Lhokseumawe, 13 Oktober 2025
Kepala Sekolah
Guru Pendidikan Agama Islam

Rosmiati,[Link],I Ruwaida,[Link].I
NIP.196612311988012040 NIP.

Anda mungkin juga menyukai