0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan11 halaman

Program Sekolah Ria Safitri

Dokumen ini membahas tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis siswa melalui berbagai program seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan pojok baca. GLS juga berfokus pada pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa, serta melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan minat baca, disiplin, dan kepercayaan diri siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Diunggah oleh

indrawanw773
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan11 halaman

Program Sekolah Ria Safitri

Dokumen ini membahas tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis siswa melalui berbagai program seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan pojok baca. GLS juga berfokus pada pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa, serta melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan minat baca, disiplin, dan kepercayaan diri siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Diunggah oleh

indrawanw773
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RRiiaa SSaaffiittrrii ,

M M .P P d d
.
Oleh : Ria Safitri, [Link]

PENDAHULUAN
Sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan gerakan literasi nasional diberikan
kewenangan untuk menyelaraskan program gerakan literasi terutama meningkatkan
literasi membaca dan menulis melalui gerakan literasi sekolah (GLS). GLS adalah gerakan
literasi yang kegiatannya melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. dan wali murid
.GLS bertujuan menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah, meningkatkan
kapasitas warga dan lingkungan sekolah, menjadi taman belajar yang menyenangkan dan
ramah anak, memelihara kontinuitas pembelajaran dengan Penanaman sikap yang
berkesadaran,bermakna,dan Menggembirakan Pesefrta didik.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi peserta didik
di sekolah dasar adalah dengan pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran
berbasis proyek dapat melatih kreativitas, kerja sama serta meningkatkan
kemampuan belajar siswa, penguatan literasi mulalui Proyek Penguatan Profil 8
kelulusan dapat dilakukan dengan menerapkan literasi minat baca dan tulis siswa
melalui literasi 15 menit sebelum KBM dimulai, pojok baca, dengan penanaman
sikap eksplortif dan kolaboratif.
Oleh : Ria Safitri, [Link]

TUJUAN KEGIATAN
Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk menumbuhkan minat baca
peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca
positif,untuk menstimulsi proses berfikir peserta didik
,menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata dalam
kehidupan sehari hari agar Pengetahuan literasi Murid
meningkat,dengan menanamkan nilai nilai moral dan etika yang
positif. Program ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya literasi
baca murid,hal ini terbukti dengan nilai rapot Pendidikan disekolah
kami khususnya dalam aspek Literasi masih tergolong rendah.
Gerakan Literasi Sekolah merupakan kegiatan yang dapat melatih
keterampilan, kreatifitas, dan mengembangkan pengetahuan literasi
murid, Begitupun dengan rekan guru, mereka menyambut baik
pembuatan program GLS ini, murid pun sangat senang antusias
dalam memberikan suaranya

terkait ide awal pembuatan program


Oleh : Ria Safitri, [Link]

MEMBACA 15 MENIT
Sekolah kami merancang
beberapa program untuk
meningkatkan kemampuan
literasi siswa dimulai dari
kegiatan membaca 15 menit
yang dilakukan setiap hari
sebelum pembelajaran pagi
dimulai. Program ini
bertujuan untuk

menanamkan kebiasaan
membaca secara rutin dan
meningkatkan minat baca
siswa
Oleh : Ria Safitri, [Link]

POJOK BACA
pojok baca menjadi kolase bagi peserta didik
untuk memperdalam minat baca mereka,
pojok baca hadir untuk membangun kebiasaan
membaca sebagai bentuk bagian dari
kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan
minat literasi siswa. Pojok baca ini
menyediakan peluang siswa untuk membaca
secara mandiri serta terlibat dalam kegiatan
membaca kelompok. Sudut baca adalah
tanggung jawab kolektif guru dan siswa. Siswa
harus diberikan tanggung jawab untuk
menjaga buku-buku di pojok baca. Tujuan
dibentuknya pojok baca antara lain:
meningkatkan minat baca siswa dan siswa
dapat meminjam buku serta membacanya
kapan saja.
Oleh : Ria Safitri, [Link] DIGITALISASI DALAM PROSES
PEMBELAJARAN

Digitalisasi Pembelajaran adalah proses


penggunaan teknologi dan media digital
untuk meningkatkan kualitas relevansi dan
akses pendidikan dengan memanfaatkan
perangkat lunak dan sumber daya digital
lainnya ,yang bertujuan yang menciptakan
proses belajar mengajar yang lebih
fleksibel,menarik dan
dinamis
danmenggembirakan ,sehingga dapat
membantu mengatasi kesenjangan belajar
dan mempersiapkan generasi masa depan
yang adaptif terhadap perubahan jaman.
Oleh : Ria Safitri, [Link]

Penguatan literasi tidak hanya tentang


membaca, tetapi juga tentang
memberikan keterampilan untuk berpikir
kritis melalui pendekatan berintegrasi
antara guru dan peserta didik. Konsep
gerakan literasi baca-tulis yang
menyenangkan diperlihatkan guru dengan
kegiatan yang kreatif dan inovatif. Guru
kelas bawah, misalnya, memperkenalkan
bacaan dengan lebih dahulu meminta
siswa mengidentifikasikan identitas buku,
seperti nama pengarang, judul bacaan,
tanggal membaca, lalu ringkasan
bacaan.
Oleh : Ria Safitri, [Link]

Pentingnya melibatkan murid dalam setiap


kegiatan menstimulasi proses berfikir peserta
didik menghubungkan dengan konteks nyata
dengan kehidupan sehari hari,memberikan
kebebasan eksploratif dan kolaboratif. dapa
membuat murid menyuarakan pendapatnya
menentukan pilihan yang mereka inginkan
sesuai minatnya, dan akan merasa memilik
program yang berguna bagi mereka, murid
akan lebih bersemangat dan antusias
sehingga akan menumbuhkan kepercayaan
dirinya menuju Student Agency. .
Oleh : Ria Safitri

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam menumbuhkan,


mengembangkan dan menguatkan karakter yang
dimiliki oleh peserta didik menunjukkan hasil bahwa
kegiatan tersebut dapat memberikan dampak yang
cukup signifikan, penerapan Gerakan Literasi Sekolah
(GLS) dapat memberikan dampak bagi pengembangan
karakter yang dimiliki oleh peserta didik. Dampak ini
berupa dampak positif yang diantaranya
mempengaruhi pengembangan karakter mandiri, 5S
(Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, peduli
sosial, ingin tahu, komunikatif, gemar membaca,
religius, disiplin, gemar membaca, rasa ingin tahu,
menghargai prestasi, dan bertanggung jawab. Selain
dapat menguatkan karakter yang dimiliki oleh peserta
didik, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga dapat untuk
meningkatkan motivasi dan minat membaca,
wawasam pengetahuan, serta giat literasi.

09
Oleh : Ria Safitri

HASIL KEGIATAN GLS

Program Gerakan Literasi Solah menjadikan lingkungan sekolah


sebagai pusat yang berbudaya literasi bagi warganya melalui
hasil karya peserta didik yang sistematis.
Motivasi dan minat sisiwa menjadi meningkat dan siswa menjadi
gemar membaca. Selain itu Gerakan Literasi Sekolah
menumbuhkan sikap disiplin,pesrcaya diri,kolaborasi,berfikir
kritis,kratifitas,dan minat baca siswa dan meningkatkan
keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai
secara lebih baik serta menjadikan sekolah sebagai taman
belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga
sekolah mampu mengelola pengetahuan. dan pembentukan
karakter Positif peserta [Link] nantinyamengahsilkan 8
dimensi profil lulusan yang diinginkan
Oleh : Ria Safitri, [Link]

SEKIAN
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai