0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Modul Ippd

Dokumen ini membahas berbagai penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat, termasuk infeksi saluran pernapasan akut, demam tifoid, diare, tuberkulosis, demam dengue, cacingan, penyakit kulit, malaria, dan difteri. Setiap penyakit dijelaskan dengan gejala, penyebab, dan langkah pencegahan yang dapat diambil. Selain itu, dokumen ini juga mencakup klasifikasi gangguan jiwa dan berbagai pemeriksaan penyakit berdasarkan sistem tubuh yang berbeda.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Modul Ippd

Dokumen ini membahas berbagai penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat, termasuk infeksi saluran pernapasan akut, demam tifoid, diare, tuberkulosis, demam dengue, cacingan, penyakit kulit, malaria, dan difteri. Setiap penyakit dijelaskan dengan gejala, penyebab, dan langkah pencegahan yang dapat diambil. Selain itu, dokumen ini juga mencakup klasifikasi gangguan jiwa dan berbagai pemeriksaan penyakit berdasarkan sistem tubuh yang berbeda.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL IPPD

A. Penyakit umum pada masyarakat


1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan dapat menyerang hidung, tenggorokan, saluran napas, dan
paru-paru. Penyakit ISPA biasanya ditandai dengan munculnya gejala, seperti demam,
sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, batuk kering atau berdahak, dan pilek. ISPA
tidak hanya disebabkan oleh virus, tetapi juga bakteri. ISPA yang disebabkan oleh
infeksi virus biasanya akan membaik dalam waktu 3–14 hari. Bila disebabkan oleh
bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menanganinya. Pencegahan
ISPA bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti mengonsumsi makanan bergizi
seimbang, membiasakan diri selalu mencuci tangan, dan melakukan vaksin influenza.
Perhatikan pula etika batuk dan bersin serta gunakan masker agar virus dan bakteri
tidak menular ke orang lain.
2. Demam tifoid
Demam tifoid merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui makanan
atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini
ditandai dengan sejumlah gejala, mulai dari demam tinggi, kelelahan, sakit kepala,
mual, sakit perut, dan diare. Terkadang juga disertai dengan adanya ruam pada kulit.
Gejala dari demam tifoid muncul 7-14 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri
Salmonella typhi. Meskipun penyakit ini umum dialami, demam tifoid perlu diatasi
dengan tepat karena bisa menyebabkan komplikasi serius yang dapat mengancam
nyawa. Oleh karena itu, konsultasikan kepada dokter ketika gejala dari demam tifoid
dirasakan. Penanganan yang biasa diberikan oleh dokter untuk mengatasi penyakit ini
adalah pemberian obat antibiotik dan penurun demam. Penting untuk mengonsumsi
obat antibiotik sampai habis sesuai dengan anjuran dokter meski gejala dari demam
tifoid sudah mereda. Untuk mencegah tertular penyakit ini, Anda disarankan untuk
rajin mencuci tangan setiap usai dari toilet atau saat akan makan. Selain itu, hindari
konsumsi makanan yang masih mentah dan cucilah buah di bawah air mengalir
sebelum Anda menyantapnya.
3. Diare
Diare ditandai dengan buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan tinja berbentuk
cair dan disertai rasa mulas. Untuk beberapa kondisi, diare juga dapat disertai darah
atau lendir. Diare sering kali dianggap sepele. Padahal, penyakit ini berpotensi
menyebabkan kematian, terutama pada balita. Diare dapat menular melalui air, tanah,
atau makanan yang telah terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Sama seperti
ISPA, pencegahan diare dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan baik dan
benar, mencuci bahan makanan sebelum diolah menjadi masakan, dan memastikan
makanan yang dikonsumsi telah matang sempurna. Untuk anak, pemberian vaksin
rotavirus dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini.
4. Tuberkulosis
Tuberkulosis atau TB disebabkan oleh bakteri yang menyerang paru-paru. Namun,
bakteri tersebut juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti tulang, sendi, selaput
otak (meningitis TB), kelenjar getah bening (TB kelenjar), dan selaput jantung.
Bakteri penyebab penyakit menular ini diketahui dapat menular melalui udara saat
penderita batuk atau bersin. Pencegahan infeksi penyakit tuberkulosis ini dapat
dicegah dengan pemberian vaksin BCG.
5. Demam dengue
Demam dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus
dengue. Virus ini menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus. Demam dengue merupakan penyakit musiman yang umum terjadi di
negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia, penyakit menular ini lebih
banyak terjadi saat musim hujan. Bila dibiarkan tanpa penanganan, demam dengue
dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, yaitu demam berdarah dengue
(DBD). Pencegahan penularan demam dengue bisa dilakukan dengan menerapkan 3M
plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mengubur barang
bekas, menggunakan losion antinyamuk, menggunakan kelambu saat tidur,
menghindari kebiasaan menggantung baju, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Cacingan

Cacingan disebabkan oleh cacing tambang, cacing pita, dan cacing kremi yang
menginfeksi usus. Gejala yang umum terjadi meliputi sakit perut, perut kembung,
diare, kelelahan, dan penurunan berat badan secara signifikan.

Penyakit cacingan bisa menular melalui kontak langsung dan tidak langsung.
Misalnya, secara tidak langsung saat Anda menyentuh benda yang mengandung telur
cacing kemudian menyentuh area mata, hidung, dan mulut.

Untuk mencegah terinfeksi penyakit menular ini, Anda sebaiknya menghindari makan
daging mentah atau setengah matang dan jangan lupa mencuci buah serta sayur hingga
bersih sebelum mengolah atau mengonsumsinya. Cuci tangan sebelum dan setelah
makan juga penting untuk pencegahan penyakit cacingan.
7. Penyakit kulit

Kudis, kusta, dan kurap merupakan macam-macam penyakit kulit menular yang
banyak terjadi. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan
diri dan lingkungan.

Gejala yang ditimbulkan tiap penyakit berbeda-beda. Pada penyakit kudis, gejalanya
dapat berupa rasa gatal terutama pada malam hari, muncul ruam, luka akibat garukan,
serta beberapa area kulit terasa kering dan menebal.

Sementara pada kurap, gejala yang muncul hampir sama dengan penyakit kudis, hanya
saja pada kurap muncul ruam berbentuk lingkaran pada area kulit dan terjadi
kerontokan pada rambut.
Sama seperti kudis dan kurap, kusta juga menyerang area kulit penderitanya dan
ditandai dengan bercak berwarna putih atau lebih terang dari kulit sekitarnya. Gejala
yang muncul biasanya berupa lemah otot dan kebas, terutama di tangan dan kaki, serta
masalah pada mata dan penglihatan.
Malaria

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan
melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria umumnya menunjukkan beberapa gejala,
seperti demam, menggigil, sakit kepala, keringat berlebih, nyeri otot, mual, dan
muntah.

Perlu diketahui bahwa malaria termasuk ke dalam penyakit endemik dengan daerah
yang masih memiliki kasus yang tinggi berada di wilayah Indonesia bagian timur.
Penduduk yang tinggal di wilayah endemik malaria memiliki risiko tertinggi tertular
penyakit ini.
9. Difteri

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya berupa
demam dan peradangan pada selaput saluran pernapasan bagian atas, hidung, serta
kulit.

Pada tahun 2017, difteri pernah menjadi kasus luar biasa di Indonesia. Kondisi ini
terjadi akibat adanya kelompok masyarakat yang mudah tertular difteri akibat tidak
mendapatkan vaksinasi atau status vaksinasinya tidak lengkap.

Selain ke-9 penyakit di atas, masih ada penyakit menular lain yang umumnya
menyerang masyarakat Indonesia, seperti campak dan radang tenggorokan.

Karena penyakit menular bisa mengganggu aktivitas dan tidak boleh diabaikan,
penting untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti
mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara rutin.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi dan imunisasi sesuai jadwal atau
sesuai anjuran dari dokter. Beberapa kebiasaan hidup bersih juga harus diterapkan di
kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan dan tidak berbagi pakai peralatan
pribadi bersamaan dengan orang lain.

B. Klasifikasi dan karakteristik gangguan jiwa


C. Menganalisis konsep psikodinamika gangguan jiwa
D. Memahami intervensi pada gangguan jiwa berdasarkan karakteristik
E. Menerapkan pemeriksaan penyakit system tubuh secara umum berdasarkan manifestasi
klinis
F. Menerapkan pemeriksaan penyakit sistem pernafasan (respiratori) berdasarkan
manifestasi klinis
G. Menerapkan pemeriksaan penyakit system pencernaan (gastrointestinal) berdasarkan
manifestasi klinis
H. Menerapkan pemeriksaan penyakit perkemihan (urinari) berdasarkan manifestasi klinis
I. Menerapkan pemeriksaan penyakit system reproduksi
J. Menerapkan pemeriksaan penyakit endokrin berdasarkan manifestasi klinis
K. Menerapkan pemeriksaan penyakit kulit (integument) berdasarkan manifestasi klinis
L. Menerapkan pemeriksaan penyakit indera berdasarkan manifestasi klinis
M. Mengevaluasi persiapan klien untuk melaksanakan pemeriksaan diagnostik dasar
N. Tindakan triage

Anda mungkin juga menyukai