0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Jurnal Informatika Terpadu

Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan Chatbot untuk memberikan informasi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri menggunakan API Telegram dan bahasa pemrograman Python. Chatbot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan umum calon mahasiswa baru dan diujicobakan dengan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chatbot berhasil membantu pengguna dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara efisien.

Diunggah oleh

Alya Salsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Jurnal Informatika Terpadu

Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan Chatbot untuk memberikan informasi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri menggunakan API Telegram dan bahasa pemrograman Python. Chatbot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan umum calon mahasiswa baru dan diujicobakan dengan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chatbot berhasil membantu pengguna dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara efisien.

Diunggah oleh

Alya Salsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No.

2 2021, 87-93

Jurnal Informatika Terpadu


[Link]
ISSN ONLINE : 2460-8998

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI CHATBOT DALAM


PELAYANAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PADA PERGURUAN
TINGGI
Muhammad Rizki Herfian1, Ahmad Rio Adriansyah2
1, 2
Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri
Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia 12640
iyanvermilian@[Link], arasy@[Link]

Abstract

This study aims to design and create a Chatbot that can answer general questions about New Student Admissions at Sekolah
Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF). The benefit of this research is to help users or prospective new students to
get information on New Student Admissions (PMB) at STT-NF. The research begins with Chatbot System Analysis and
Literature Study on Chatbot Creation. Then the Chatbot is implemented using the Telegram Messaging API using the Python
programming language. The program test using the Black Box Testing method while testing the user using the User Acceptance
Testing (UAT) and Questionnaire methods. Based on the study results, it can conclude that the author has succeeded in
designing and creating a Chatbot that can help users or prospective new students obtain information on New Student
Admissions at the Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF).
Keywords: Chatbot, Messaging API Telegram, Python, Admission of New Students, Web Service

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat Chatbot yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan umum
seputar informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF).
Manfaat dari penelitian ini yaitu membantu pengguna atau calon mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi Penerimaan
Mahasiswa Baru (PMB) pada STT-NF. Penelitian diawali dengan Analisis Sistem Chatbot dan Studi Literatur Pembuatan
Chatbot. Kemudian Chatbot diimplementasikan menggunakan Messaging API Telegram dengan menggunakan bahasa
pemrograman Python Program diuji dengan menggunakan metode Black Box Testing sedangkan pengujian kepada user
menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) dan [Link] hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penulis telah berhasil merancang dan membuat sebuah Chatbot yang dapat membantu pengguna atau calon mahasiswa baru
untuk mendapatkan informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.
Kata kunci: Chatbot, Messaging API Telegram, Python, Penerimaan Mahasiswa Baru, Web Service

1. PENDAHULUAN detail harus menanyakan langsung ke kampus atau dengan


Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah, ada menelpon. Kampus juga menyediakan Live Chat untuk
pilihan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kampus. live chat
atau universitas. Sebelum memutuskan untuk mendaftar ke merupakan suatu layanan yang memungkinkan
suatu perguruan tinggi atau universitas diperlukan informasi pelanggan/pengunjung untuk bertukar pesan dengan Chat
tentang seputar universitas tersebut seperti jurusan serta Agents (orang yang menangani pertanyaan
peminatan apa saja yang ada, lokasi kampus, biaya pelanggan/pengunjung) secara langsung [1]. Menurut
administrasi, cara pendaftaran, fasilitas yang tersedia, Econsultancy, 79% konsumen mengatakan mereka lebih
kegiatan dan agenda apa saja yang ada pada suatu memilih fungsi live chat karena pertanyaan mereka dijawab
universitas.. Untuk mendapatkan informasi yang dengan segera [2]. Namun layanan live chat tidak tersedia
dibutuhkan tentang universitas salah satunya dengan cara 24/7 jam karena dioperasikan oleh manusia yang
melihat informasi yang tersedia dari website resmi membutuhkan istirahat.
universitas tersebut. Tetapi untuk informasi yang lebih

Diterima 2 Agustus 2021, Direvisi 15 Agustus 2021, Diterima untuk publikasi 13 September 2021
88 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

Chatbot dapat menggantikan peran manusia dalam Pada penelitian lainnya, Nufusula [7] mengembangkan
menjawab pertanyaan user, Chatbot merupakan layanan Chatbot Telegram untuk melayani pengisian pulsa secara
obrolan yang dijalankan oleh robot atau tokoh virtual untuk otomatis. Pengguna dapat mengisi pulsa dari berbagai
bisa melakukan percakapan otomatis dengan user. Dalam operator dengan hanya memasukkan perintah-perintah yang
Chatbot diberikan kecerdasan buatan atau AI (Artificial sudah disediakan. Metode yang digunakan pada penelitian
Intelligence) yang memiliki kemampuan untuk menirukan ini adalah menggunakan metode Long Polling.
percakapan seperti sedang chatting atau berbicara dengan
manusia. Kemampuan AI yang memberikan kecerdasan Dari penelitian-penelitian yang sudah dijelaskan di atas,
virtual kepada Chatbot membuatnya bisa menilai jawaban bahwa penggunaan Telegram sebagai media untuk
yang paling tepat untuk pertanyaan yang diberikan mengembangkan bot dengan berbagai fungsi sangat
kepadanya. Cara yang dipakai Chatbot agar bisa mungkin dilakukan karena telah disediakan BOT API
mendapatkan jawaban yang tepat adalah melalui keyword. (Application Programming Interface) yang dapat digunakan
Dengan sistem pengoperasian yang sudah ditanamkan untuk pengembangan berbagai bot dengan fungsi yang
kepadanya, maka Chatbot bisa melihat keyword yang berbeda-beda. Selain itu kemudahan dalam implementasi
diberikan dan melihat mana jawaban yang paling dekat dan dapat berjalan pada berbagai macam platform juga
dengan keyword tersebut sehingga setiap pertanyaan yang menjadi pertimbangan pemilihan Telegram [8].
diberikan bisa dijawab dengan cepat dan tepat, yang dapat
berinteraksi dengan pengguna melalui antarmuka chat. 3. METODE PENELITIAN
Chatbot dapat berfungsi tanpa pengawasan manusia, dan Pada bagian ini akan menjelaskan mengenai metode
online selama mungkin 24/7 jam [3]. penelitian, tahapan penelitian, arsitektur Chatbot, jenis
sumber data dan metode pengumpulan data.
Jurnal ini akan membahas tentang perancangan Chatbot Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and
berbasis Telegram. Pengembangan Chatbot berbasis Development) karena memiliki karakteristik adanya produk
Telegram ini akan diimplementasikan untuk memberikan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu berupa Chatbot.
informasi dan menyediakan layanan di Sekolah Tinggi Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, studi
Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF). Chatbot ini akan literatur, pembuatan Chatbot, uji coba lapangan dan revisi
membantu pelayanan kampus menjadi lebih efektif hasil uji coba, uji kelayakan, revisi produk akhir dan
khususnya layanan penerimaan mahasiswa baru (PMB) impelemntasi produk.
dalam melayani calon pendaftar mahasiswa baru dengan Terdapat beberapa teknologi seperti Telegram yang
menjawab dan memberikan informasi yang diminta atau merupakan aplikasi dimana Bot berjalan yang dapat dilihat
ditanyakan oleh calon pendaftar yang memerlukan dan diakses oleh User, Python (Python Telegram Bot),
informasi kampus secara lengkap. Aplikasi Telegram Server Heroku dan PostgreSQL untuk pengaturan respon
dipilih karena aplikasi ini gratis, ringan dan multiplatform. dari request yang dilakukan oleh User melalui Bot
Telegram juga memiliki Bot API yang cukup lengkap dan Telegram, serta website yang hanya dapat diakses oleh
makin berkembang, sehingga memungkinkan untuk Admin untuk melakukan pengiriman pesan ke User melalui
membuat Bot pintar yang dapat merespon pesan dari API yang disediakan oleh Telegram. Arsitektur Chatbot
pengguna [4]. dapat dilihat pada Gambar 1.

2. PENELITIAN TERKAIT
Pada penelitian yang dilakukan oleh [5], telah diidentifikasi
bahwa terdapat ketertarikan yang besar terhadap
penggunaan Chatbot untuk mengotomatisasi layanan. Hal
ini didukung dengan perkembangan layanan messenger
yang terus berkembang ditambah lagi kemajuan di bidang
kecerdasan buatan yang membawa kepada penggabungan
layanan Chatbot dan implementasi teknik kecerdasan
buatan.

Hal ini pun sudah diimplementasikan pada [6] yang


membuat Bot Telegram yang mampu mengklasifikasikan
Gambar 1. Arsitektur Chatbot Telegram
jenis daun berdasarkan gambar daun yang diunggah ke bot
Telegram. Aplikasi yang dinamakan Botanicum dapat
mengidentifikasi 20 jenis spesies daun yang hidup di Rusia.
Akurasi klasifikasi yang didapatkan mencapai 97.8%.
Pemilihan messenger Telegram didasarkan pada
kemudahan yang disediakan oleh Telegram bagi developer
untuk membuat bot dengan fungsionalitas yang beragam.
89 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan bagian diinput user. Berikut penjelasan masing-masing keyword-
akademik sebagai penyedia layanan informasi. Kemudian nya:
diidentifikasi apa saja layanan yang perlu disediakan di
Tabel 1. Penjelasan Keyword yang Tersedia dalam Chatbot
Chatbot yang akan dikembangkan. Data yang akan
digunakan pada penelitian ini adalah semua informasi yang
User (Input) Chatbot (Output)
dimiliki oleh kampus khususnya informasi yang dibutuhkan
bagi para calon pendaftar mahasiswa baru. Kemudian data
foto yang diambil langsung dari lokasi penelitian dengan Chatbot memulai percakapan dengan user dengan
Start
metode dokumentasi untuk memberikan informasi yang cara bot memperkenalkan diri terlebih dahulu.
lebih spesifik terkait fasilitas apa saja yang tersedia di
kampus. Tempat yang akan dokumentasi adalah tempat- Menyapa nama user dan menanyakan kabar user
tempat yang memiliki fungsi sebagai sarana fasilitas. Halo kemudian memberikan keyword help untuk
membantu user dalam penggunaan Chatbot.
4. HASIL DAN PENGUJIAN
Pada bab ini akan menjelaskan mengenai implementasi Memberikan info apa saja keyword yang tersedia
Help dalam bot untuk diinputkan oleh user ketika ingin
perancangan Chatbot yang memiliki fungsi untuk mengetahui informasi tertentu.
memberikan informasi yang berkaitan dengan kampus
dengan adanya Chatbot ini diharapkan dapat membantu Memberikan informasi yang berkaitan dengan
pihak kampus dalam pelayanan pemberian informasi Info PMB
Penerimaan Mahasiswa Baru.
kepada calon mahasiswa baru khususnya informasi seputar
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Menjelaskan alur atau prosedur untuk mendaftar
Persyaratan
kampus, apa saja yang harus dipenuhi.
Terdapat keyword yang akan menjadi command utama
untuk menjalankan Chatbot antara lain informasi Menampilkan pesan yang memberikan informasi
Gelombang
penerimaan mahasiswa baru (PMB), Persyaratan, jadwal gelombang PMB.
Gelombang, Info kampus, Lokasi, Biaya, Fasilitas Kampus,
Prodi yang tersedia dan Info Beasiswa., alasan mengapa Memberikan informasi terkait kampus secara
keyword tersebut yang dijadikan command, karena dari Info kampus keseluruhan terkait akreditasi, visi misi dan lain
lain.
fungsi utama Chatbot itu sendiri adalah memberikan
informasi umum kampus kepada calon mahasiswa baru.
Lokasi Menampilkan pesan yang berisi Alamat kampus.
Dari riset yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa
keyword-keyword tersebut sering ditanyakan oleh calon
Menampilkan pesan berupa rincian biaya
mahasiswa baru ketika ingin mendaftar ke suatu kampus Biaya
administrasi kampus.
seperti info kampus, biaya, fasilitas, prodi dan lain-lain,
keyword yang akan di convert merupakan pertanyaan umum Memberikan informasi fasilitas apa saja yang
yang sering ditanyakan, Berikut desain alur cara kerja Fasilitas
tersedia di kampus.
keyword Chatbot.
Memberikan informasi prodi apa saja yang tersedia
Prodi
di kampus.

Memberikan Informasi seputar beasiswa yang


Beastudi
tersedia dan persyaratannya.

Sebelum membuat program bot Telegram dengan bahasa


pemrograman Python, langkah yang harus dilakukan
terlebih dahulu adalah membuat Bot Telegram, cara
membuat bot Telegram itu sendiri menggunakan Botfather
yang tersedia di Telegram dengan menggunakan username
@Botfather pada kolom pencarian untuk mendapatkan API
Gambar 2. Desain Alur Keyword pada Chatbot yang akan digunakan dalam pembuatan Chatbot.
Chatbot yang dirancang merupakan Chatbot yang
memberikan menu pilihan dengan menggunakan keyword
tertentu, cara kerja Chatbot, user hanya perlu mengirimkan
suatu pesan kemudian bot akan langsung memberikan
keterangan atau penjelasan mengenai keyword yang telah
90 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

kemudian output yang dihasilkan berupa informasi sesuai


keyword yang telah di input, Seperti gambar berikut:

Gambar 5. Program Dasar Pembuatan Command pada Chatbot

Penjelasan pada gambar 5 program message handler


memiliki fungsi untuk menyimpan keyword atau command
yang aka digunakan oleh user untuk menjalankan Chatbot,
Pada contoh pertama keyword yang digunakan adalah ‘halo’
kemudian penulis menambahkan fungsi untuk menyapa
nama user sesuai dengan nama Telegram user dengan
Gambar 3. Botfather Telegram mengambil data first & last name user yang mengakses bot.
Terakhir membuat kode bot reply yang merupakan eksekusi
Setelah berhasil membuat dan mendapatkan API bot dari keyword yang telah diinput oleh user, disini penulis
Telegram, kemudian implementasi rancangan Chatbot yang memberikan contoh kode program untuk keyword start dan
ingin dibuat ke dalam pemrograman. Seperti gambar halo.
berikut:
Chatbot yang dirancang untuk bisa beroperasi 24 jam perlu
dilakukan web hosting, pada perancangan ini penulis
menggunakan layanan hosting python anywhere, Tahap
testing merupakan tahap penyelesaian implementasi
membuat Chatbot, hal yang akan dilakukan adalah
membuat command untuk mengeksekusi program, berikut
adalah command-nya:

Gambar 6. Program Eksekusi Chatbot

Gambar 4. Program Awal Membuat Chatbot Telegram Langkah terakhir adalah menjalankan perintah untuk
hosting, kembali lagi ke halaman python anywhere
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengimport kemudian pada bagian console ada fungsi new console lalu
library yang diperlukan, kemudian insert API yang sudah klik button $Bash, setelah diklik akan diarahkan ke halaman
didapatkan tadi ke dalam program, Lalu fungsi library bash console seperti pada gambar berikut:
datetime berhubungan dengan kode di line 8, Algoritma ini
memiliki fungsi untuk melihat siapa saja nanti yang akan
mengakses atau berkomunikasi dengan Chatbot, keterangan
yang digunakan adalah keterangan tanggal, nama user
Telegram dan perintah apa saja yang diinput. kemudian
semua informasi ini nantinya akan disimpan di file
log_bot.txt.

Langkah berikutnya adalah membuat program inti dari Gambar 7. Eksekusi Program di Console Pyhtonanywhere
Chatbot yang akan dirancang, program memiliki algoritma
yang berfungsi untuk memproses keyword yang di input Setelah berhasil melakukan web hosting di python anywhere
untuk program Chatbot agar bisa beroperasi 24 jam, langkah
91 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

berikutnya adalah testing Chatbot di Telegram, untuk


No Pengujian Hasil yang diharapkan Status
langkahnya sendiri yang pertama adalah mencari username
Chatbot yang sudah dibuat di dalam layanan Botfather, 2 Menjalank-an Chatbot merespon keyword Berhasil
untuk mencari usernamenya hanya menginput username bot perintah /start. /start dengan mulai
Telegram di fitur pencarian, setelah sudah menemukan memperkenalkan fungsi
utama Chatbot kemudian
langkah selanjutnya adalah demo percakapan dengan mentrigger keyword /halo.
Chatbot, jika menginput keyword yang sudah dijadikan
command skemudian bot memberikan output sesuai input 3 Menjalan-kan Chatbot memulai percakapan Berhasil
maka program Chatbot dan hosting berhasil, pada gambar perintah /halo dengan menanyakan kabar
8. penulis memberikan contoh demo percakapan dengan dan menampilkan pesan
berisi keyword /help guna
Chatbot menggunakan command /start, /halo dan /help, untuk mempermudah
kemudian Chatbot memberikan output yang sesuai. mengetahui fungsi utama bot.

4 Dapat Hasil eksekusi perintah /help Berhasil


menjalank-an akan menampilkan seluruh
perintah /help command yang tersedia pada
Chatbot untuk mempermudah
user menemukan informasi
yang ingin diketahui dahulu
dengan menginput keyword
sesuai.

5 Dapat Chatbot membalas pesan Berhasil


menginput berupa informasi sesuai
semua dengan command yang
keyword diinput.
untuk
menjalanka-n
Chatbot tidak merespon Berhasil
fungsi
inputan keyword yang
Chatbot.
mengandung kesalahan
seperti tidak memakai tanda
“/”, mengandung huruf besar
seperti /Start, /hElp dan lain-
lain

Chatbot tidak merespon Berhasil


pesan sama sekali jika
inputan keyword tidak
Gambar 8. Menjalankan Chatbot Telegram
tersedia pada Chatbot.
Pengujian menggunakan metode Black Box Testing untuk
menguji aplikasi Chatbot, metode User Acceptance User 6 Menjalank-an Berhasil menjalankan semua Berhasil
semua keyword tanpa adanya error
dan Kuesioner untuk pengujian kepada user. keyword pada atau suatu keyword yang
Chatbot tidak bekerja.
Pengujian pertama, penulis melakukan pengujian Black Box
Testing dengan membuat tabel yang berisi deskripsi
pengujian, hasil yang diharapkan dan juga hasil pengujian
yang menunjukkan bahwa fitur yang dibuat sudah berjalan. Hasil yang didapat dari pengujian black box testing yang
Berikut ini adalah tabel hasil pengujiannya: dibuat penulis semua pengujian menunjukkan status
Berhasil dan dapat disimpulkan bahwa aplikasi Chatbot
Tabel 2. Pengujian Black Box Testing sudah layak untuk diuji kepada user dengan menggunakan
pengujian User Acceptance Testing dan Kuesioner.
No Pengujian Hasil yang diharapkan Status
Pengujian kedua menggunakan UAT, Pada bagian ini
penulis membuat tabel yang berisi kasus pengujian dan hasil
1 Mencari bot Username yang digunakan Berhasil
melalui fitur mudah untuk menemukan bot
pengujian yang menunjukkan bahwa fitur yang dibuat
pencarian karena output dari input berhasil dapat berjalan atau tidak berhasil. Data pengujian
Telegram username hanya yang diisi oleh 22 responden. Berikut ini adalah tabel hasil
dengan menampilkan 1 hasil pengujiannya:
menginput pencarian.
username bot.
Username dan input search Berhasil
terdapat typo sehingga bot
tidak dapat ditemukan.
92 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

Tabel 3. Pengujian User Acceptance Testing


No Pernyataan STS TS S SS Persentase

No Pengujian Hasil
2 Command ‘/start’
Chatbot berjalan 0 1 4 17 92,04%
1 User dapat mencari bot - Berhasil : 22 dengan baik
melalui fitur pencarian di - Tidak Berhasil : 0
Telegram
3 Fitur input keyword
mempermudah
2 User dapat menemukan bot - Berhasil : 22 untuk
dengan menginput username - Tidak Berhasil : 0 0 0 7 15 92,04%
pengaplikasian
bot ‘@registsttnfbot’ atau komunikasi dengan
‘registsttnfbot’ di fitur bot
pencarian Telegram

4 Semua inputan
3 User dapat memulai - Berhasil : 21
command yang
menjalankan bot dengan - Tidak Berhasil : 1 0 0 9 13 89,77%
tersedia di Chatbot
menginput command ‘/start’
berjalan dengan baik

4 User dapat menginput - Berhasil : 22


command ‘/halo’ untuk mulai 5 Chatbot memberikan
- Tidak Berhasil : 0
berkomunikasi dengan bot respon sesuai dengan
command yang 0 0 9 13 89,77%
diinput dan berjalan
5 User dapat menginput - Berhasil : 22 dengan baik
command ‘/help’ untuk - Tidak Berhasil : 0
menampilkan pesan yang
berisi semua keyword yang 6 Informasi yang
tersedia pada bot ditampilkan Chatbot
0 0 12 10 86,36%
sangat jelas dan
spesifik
6 User dapat menjalankan - Berhasil : 22
semua input command yang - Tidak Berhasil : 0
tersedia pada bot 7 Chatbot membantu
dalam mencari
7 Respon atau balasan chat dari - Berhasil : 22 informasi yang 0 0 8 14 90,90%
bot sesuai dengan command berkaitan dengan
- Tidak Berhasil : 0
yang diinput user PMB

8 Bot aktif 24/7 dan respon bot - Berhasil : 20 8 Dengan adanya


kepada user sangat cepat - Tidak Berhasil : 2 penerapan Chatbot,
mendapatkan
0 1 10 11 85,22%
informasi terkait
PMB menjadi lebih
efektif
Dari 8 pengujian UAT yang telah diuji oleh 22 responden,
hasil yang didapat memperoleh total 173 status berhasil dan
3 status tidak berhasil. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapatkan, penulis
mendapatkan kesimpulan dengan menggunakan skala likert.
Kemudian rancangan pengujian menggunakan kuesioner Pada pengujian kuesioner nomor 8 tentang efektivitas
untuk menilai Chatbot yang telah dibuat. Kuesioner ini penerapan Chatbot dapat disimpulkan bahwa penelitian ini
dinilai oleh responden yang sebelumnya telah melakukan berhasil menjawab rumusan masalah penulis, dengan skor
pengujian user acceptance testing dan metode penilaiannya 85,22% dengan interpretasi Sangat Baik, Kemudian total
menggunakan skala likert dengan 4 pilihan yaitu Sangat persentase keseluruhan kuesioner mendapatkan skor
Tidak Setuju (STS) dengan skor 1, Tidak Setuju (TS) 71,93% dengan interpretasi Baik maka dapat disimpulkan
dengan skor 2, Setuju (S) dengan skor 3, dan Sangat Setuju penerapan Chatbot sangat layak dan sesuai dengan
(SS) dengan skor 4, berikut kuesioner yang akan diberikan kebutuhan user dalam mencari informasi terkait PMB.
melalui bentuk tabel:
5. KESIMPULAN
Tabel 4. Data Pengujian Kuesioner Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa
penelitian ini berhasil menjawab permasalahan pada
No Pernyataan STS TS S SS Persentase penelitian yang saat ini sedang dilakukan. Penelitian
dimulai dari analisis sistem, observasi studi literasi,
1 Chatbot mudah perancangan sistem, dilanjutkan dengan hosting aplikasi
ditemukan melalui 0 0 8 14 90,90% dan diakhiri dengan pengujian aplikasi. Kemudian
fitur search penelitian yang dilakukan juga memiliki kesimpulan yang
menjawab perumusan masalah penulis, yaitu:
93 | Jurnal Informatika Terpadu Vol. 7 No. 2 September 2021

1. Pembuatan aplikasi Chatbot menggunakan bahasa chat-for-customer-service-stats/ (accessed Jul. 26,


pemrograman python kemudian diimplementasikan di 2020.
platform media sosial Telegram. Chatbot yang dibuat
menerapkan kode program berdasarkan hasil studi [3] “Chatbot vs. Live Chat: Which is Winning in
literatur yang dipelajari penulis. Lalu menjalankan Customer Service?,” Acquire, Sep. 04, 2017.
program Chatbot di web service python anywhere [Online]. Available: [Link]
untuk pengujian terhadap user, sehingga user dapat vs-live-chat/ (accessed Jul. 26, 2020)
mengakses bot selama 24 jam.
2. Efektivitas Chatbot diukur melalui pengujian [4] M. B. Chaniago and A. Junaidi, “Student Presence
Kuesioner nomor 8 dan pengujian terserbut Using RFID and Telegram Messenger Application,”
menghasilkan skor 85.22% dengan interpretasi Sangat p. 5.
Baik dan berhasil menjawab rumusan masalah
penelitian penulis tentang seberapa efektif penerapan [5] Accenture, “Chatbots In Customer Service,” 2016.
Chatbot dalam mendapatkan informasi seputar PMB.
3. Pengujian aplikasi Chatbot menggunakan black box [6] D. Korotaeva, M. Khlopotov, A. Makarenko, E.
testing berjalan dengan baik, tingkat keberhasilan Chikshova, N. Startseva, and A. Chemysheva,
100% dan hasil semua pengujian sesuai dengan hasil “Botanicum: a Telegram Bot for Tree
yang diharapkan. Classification,” in 2018 22nd Conference of Open
4. Pengujian User Acceptance Testing menghasilkan Innovations Association (FRUCT), Jyvaskyla, May
tingkat keberhasilan 173 dari 176 total pengujian yang 2018, pp. 88–93, doi:
dilakukan oleh 22 responden, Sehingga dapat 10.23919/FRUCT.2018.8468278
disimpulkan penerapan aplikasi Chatbot dalam
mendapatkan informasi terkait PMB sesuai dengan [7] R. Nufusula and A. Susanto, “Rancang Bangun
kebutuhan user. ChatBot pada Server Pulsa menggunakan Telegram
5. Pengujian dengan menggunakan kuesioner secara Bot API,” p. 10, 2018.
keseluruhan menghasilkan skor 71,93% dengan
intepretasi Baik. [8] A. Zubaidi and R. Ramdani, “Layanan Dan
Informasi Akademik Berbasis Bot Telegram di
DAFTAR PUSTAKA Program Studi Teknik Informatika Universitas
Mataram,” J. Teknol. Inf. Komput. Dan Apl. JTIKA,
[1] J. T. Campbell, “Web Design: Introductory,” 6 ed. vol. 1, no. 1, pp. 103–110, May 2019, doi:
Boston: Chengage Learning, 2017. 10.29303/jtika.v1i1.27
[2] G. Charlton, “Consumers prefer live chat for
customer service: stats,” Econsultancy, Nov. 25,
2013, [Online]. Available:
[Link]

Anda mungkin juga menyukai