Pengertian Python
Pengertian Python
© [Link]
Bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Guido van Rossum ini terus
mengalami pembaruan hingga saat ini. Nama Python sendiri diambil dari prorgam
otomatisasi.
Melalui bahasa pemrograman Python, setiap program akan menjadi lebih ringkas
Tak hanya itu, Python bertujuan untuk menghasilkan kode yang lebih
bagi developer untuk mengembangkan fitur baru dari suatu situs atau aplikasi.
Python banyak diaplikasikan pada berbagai sistem operasi seperti Linux, Microsoft
Windows, Mac OS, Android, Symbian OS, Amiga, Palm dan lain-lain.
Dengan kemudahan yang diberikan, tak heran Python lebih mudah dipelajari oleh
pemula.
Saking mudah dan uniknya Python, tak heran jika banyak raksasa teknologi juga
menggunakannya.
Pentingnya Python
© [Link]
Seperti dijelaskan sebelumnya, pentingnya Python tak hanya terbatas untuk urusan
teknologi saja.
1. Pengembangan website
Dalam membangun bisnis, adanya website tentu menjadi unsur penting di
dalamnya. Selain sebagai pemberi informasi kepada calon konsumen, website juga
2. Pengembangan IoT
Hal lain yang menunjukan pentingnya Python adalah pengembangan internet of
things (IoT).
Internet of things adalah sebuah sistem di mana berbagai benda atau peralatan
3. Penambangan data
Hal lain yang termasuk dalam kegunaan Python
Beragam data yang masuk kemudian diolah untuk menjadi suatu tindakan yang
5. Pengembangan game
Ternyata, Python juga berguna untuk mengembangkan game yang kamu mainkan.
untuk berinteraksi dengan komputer menggunakan elemen visual seperti ikon atau
Inilah yang membuat game yang kamu mainkan menjadi lebih atraktif dan
menantang.
menggunakan Python, aplikasi dan berbagai fitur yang ada di fintech akan lebih
aman.
Selain itu, karena fintech memerlukan pengoperasian yang cepat, Python-lah yang
© [Link]
Keunggulan Python
Menyadur dari [Link], Python merupakan bahasa pemrograman yang dianggap
Kode-kode yang ada di dalamnya mudah dibaca dan dapat menjalankan banyak
Kekurangan Python
Meskipun begitu, terdapat kekurangan dari Python yang layak menjadi
yang berbeda.
Baca Juga: Pertanyaan yang Sering Muncul saat Interview Web Developer
Itulah tadi pentingnya Python dan kegunaannya yang perlu kamu ketahui. Dengan
Python termasuk bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Sampai saat ini bahasa
pemrograman Python hampir dipakai di segala bidang seperti game, sistem berbasis web, dan
bahkan dapat membuat mesin pencari sendiri. Jadi secara umum, bahasa pemrograman ini
dipakai dalam pengembangan website, pengembangan software, matematika, dan system
scripting.
Supaya lebih dalam mengenal Python, artikel ini akan menjelaskan apa saja yang perlu
diketahui ketika belajar Python pemula. Apa saja sebenarnya yang dapat dilakukan dengan
Python?
Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan menggunakan Python:
1. Python dapat menjadi salah satu bahasa pemrograman untuk membangun server ketika
Anda membuat website.
2. Ketika Anda membutuhkan proses pembuatan prototipe atau pengembangan perangkat
lunak siap produksi, Python dapat Anda andalkan.
3. Python dapat digunakan untuk membuat workflow di dalam pengembangan perangkat
lunak.
4. Python dimanfaatkan untuk membaca dan memodifikasi sebuah file di dalam pembangunan
sistem database.
5. Python memungkinkan Anda untuk menangani big data dan menjalankan pemrosesan
matematika yang komplek.
1. Python memiliki sintaksis yang sederhana dan lebih mirip dengan Bahasa Inggris.
2. Python dapat berjalan di berbagai macam sistem operasi.
3. Python berjalan di dalam sistem interpreter, artinya bahasa baris kode bahasa pemrograman
ini akan segera dieksekusi setelah ditulis.
4. Python dapat diperlakukan dengan cara prosedural, cara berorientasi objek atau cara
fungsional.
5. Python memiliki sintaks yang memungkinkan pengembang untuk menulis program dengan
ringkas daripada bahasa pemrograman lain.
Jika sistem operasi Anda belum terdapat Python di dalamnya, Anda dapat mengunduh versi
Python terbaru melalui halaman ini. Setelah terinstall, Anda dapat melakukan percobaan
seperti mencetak teks atau semacamnya. Di bawah ini adalah contoh penggunaan Python di
salah satu sistem operasi:
Python memang sangat sederhana dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain.
Anda tidak perlu membuat ini itu untuk membuat program “Hello World”. Bahkan tagline
dari pengembang bahasa pemrograman ini adalah membuat pengguna Python dapat bekerja
lebih cepat dan efektif.
Sintaks
Python sintaks dapat dieksekusi langsung dengan mengetikkannya di Command Line. Selain
itu, Anda dapat membuat file Python di dalam server menggunakan ekstensi .py dan
menjalankannya menggunakan Command Line.
Komentar
Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, Python juga memiliki kode untuk menjadikan
baris program menjadi komentar. Anda dapat menggunakan tanda pagar ‘#’ untuk
menjadikan baris kode di Python menjadi komentar.
Python Identitations
Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, jika Anda menulis dalam bahasa Python,
indentasi –penempatan kalimat atau baris kode– sangat diperhatikan. Python menggunakan
indentasi untuk mengindikasikan baris kode.
Namun ketika baris kode dituliskan menjadi satu kolom atau dalam tab yang sama, maka
program akan menjadi error. Di bawah ini adalah contoh penulisan yang menghasilkan error.
Variabel
Python juga memiliki Variabel, tidak berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya. Variabel
ini digunakan untuk proses penyimpanan dan bekerja dengan berbagai tipe data.
Python sendiri punya standar pendeklarasian variabel. Variabel di Python dapat berupa nama
singkat (seperti x dan y tadi) atau nama yang lebih mendeskripsikan seperti umur, nama,
alamat, dan lain sebagainya. Aturan penamaan variabel di Python seperti:
Namun berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, Python tidak memerlukan inisiasi
variabel untuk mendeklarasikan variabel. Ini berarti sebuah variabel terbuat ketika pertama
kali Anda menambahkan nilai ke dalamnya.
Contohnya ketika Anda ingin membuat variabel ‘x’ dan ‘y’, Anda tinggal memasukkan
nilainya langsung seperti di bawah ini:
x = 10y = “Budi”
print(x)print(y)
Perintah di atas akan mengisi variabel ‘x’ dengan nilai ‘5’ dan ‘y’ dengan nilai ‘Budi’. Jadi
proses penyusunan baris kode lebih ringkas.
Kemudahan lainnya, Anda tidak perlu mendefinisikan tipe variabel. Python secara otomatis
akan memberikan tipe variabel sesuai dengan nilai yang diberikan pada variabel tersebut.
Misalnya pada contoh di bawah ini:
Booleans
Setelah mempelajari variabel bekerja, di bagian ini Anda akan belajar tentang Booleans. Jika
Variabel dapat menyimpan bilangan dengan satu tipe data, booleans juga digunakan untuk
menyimpan sebuah tipe data, tapi tipe data yang berbeda.
Tipe data di Booleans hanya ‘benar’ atau ‘salah’. Jadi ini mirip dengan saklar lampu, hanya
memiliki dua nilai. Anda dapat menggunakan booleans seperti contoh di bawah ini:
a = Trueb = False
Number
Ketika Anda belajar Python number, ada tiga tipe numerik variabel di Python, yaitu int, float,
dan complex. Anda mungkin tidak akan pernah menuliskan tipe variabel di setiap
pendeklarasiannya, karena (seperti yang sudah dijelaskan di atas) Python sudah menginisiasi
tipe variabel ketika Anda menambahkan nilai ke dalamnya.
Int, float, dan complex mempunyai range yang berbeda. Int atau bilangan integer adalah
bilangan bulat positif atau negatif, tanpa desimal, dengan panjang tak terbatas. Float atau
‘angka floating point’ adalah angka, positif atau negatif, yang mengandung satu atau lebih
desimal. Sedangkan complex adalah bilangan kompleks yang ditulis dengan “j” sebagai
bagian dari imajiner.
Sebagai contoh, di bawah ini adalah tiga tipe numerik variabel yang berbeda:
Jadi Python akan mengenali dan membedakan tipe setiap variabel pada saat Anda mengisinya
dengan sebuah nilai. Sedangkan untuk mengetahui tipe setiap variabel Anda dapat
menggunakan fungsi type():
print(type(x))print(type(y))print(type(z))
String
Ketika ingin belajar Python string, Anda hanya perlu menambahkan tanda kutip tunggal atau
tanda kutip ganda di antara nilai variabel yang ingin ditambahkan. Misalnya saja ketika Anda
ingin menambahkan string “Budi” ke dalam variabel x maka yang perlu Anda lakukan adalah
mendeklarasikannya seperti di bawah ini:
Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, string dalam Python adalah array byte yang
mewakili karakter unicode. Namun, Python tidak memiliki tipe data karakter sehingga satu
karakter hanyalah string dengan panjang 1. Ketika Anda ingin mengakses satu karakter di
dalam string, yang perlu Anda gunakan adalah menggunakan tanda kurung kotak.
Di bawah ini adalah contoh mengambil karakter kedua pada sebuah string.
a = “Hello, World!”print(a[1])
Contoh baris kode di atas akan menampilkan karakter ‘H’ karena untuk penulisan di dalam
bahasa pemrograman, karakter pertama berposisi 0 (yang disini adalah huruf H), sedangkan
karakter kedua berposisi 1. Anda dapat mencobanya seperti di bawah ini:
Ketika Anda ingin mengambil sebuah karakter dari posisi 3 sampai dengan 6 maka baris kode
yang Anda gunakan seperti di bawah ini:
a = “Hello, World!”print(a[3:6])
Selain perintah di atas, masih ada banyak fungsi string lain seperti: len() digunakan untuk
menghitung panjang string, lower() menghasilkan string dengan huruf
kecil, upper() menghasilkan string dengan huruf besar, replace() untuk mengganti nilai di
dalam variabel string, dan split() untuk memisahkan string berdasarkan tanda baca tertentu.
Operator
Bagian terakhir dari pengenalan komponen Python adalah Operator. Selama melakukan
proses coding Anda pasti akan membutuhkan operator untuk membuat sebuah alur logika,
penghitungan angka, atau yang lainnya.
Operator ini bekerja untuk melakukan operasi pada variabel dan nilai. Dalam bahasa
pemrograman Python, terdapat beberapa grup dari operator, seperti operator aritmatika,
penugasan (assignment), pembanding (comparison), logika (logical), identitas (identity),
keanggotaan (membership), dan bitwise.
Di antara operator lainnya, operator aritmatika sering digunakan. Operator aritmatika ini
mengandung beberapa operator. Di bawah ini adalah daftar operator aritmatika secara
lengkapnya:
+ Penambahan x+y
– Pengurangan x–y
* Perkalian x*y
/ Pembagian x/y
% Modulus x%y
** Exponensian (Pangkat) x ** y
// Floor division x // y
Selain itu, beberapa proses pengembangan juga sering membutuhkan operator yang dapat
menetapkan suatu nilai ke dalam variabel. Berikut ini adalah daftar operator assignment yang
dapat Anda gunakan di dalam Python:
= x=5 x=5
+= x += 3 x=x+3
-= x -= 3 x=x–3
*= x *= 3 x=x*3
/= x /= 3 x=x/3
%= x %= 3 x=x%3
//= x //= 3 x = x // 3
**= x **= 3 x = x ** 3
|= x |= 3 x=x|3
^= x ^= 3 x=x^3
Sedangkan ketika Anda ingin membandingkan antara satu atau beberapa variabel, biasanya
membutuhkan operator perbandingan di antaranya. Operator ini terdiri dari enam jenis.
Berikut ini adalah operator perbandingan yang digunakan untuk membandingkan dua nilai:
== Sama dengan x == y
Python if .. Else
Ketika Anda membutuhkan perbandingan antara kondisi satu dengan yang lain, Python dapat
Anda gunakan untuk mendukung kondisi logis dari matematika. Aturan logika ini biasanya
digunakan untuk memberikan syarat sebelum sebuah baris program diambil.
Sesuai dengan tabel perbandingan yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, ada enam
kondisi logis yang dapat digunakan di Python; sama dengan (a == b), tidak sama dengan (a !=
b), kurang dari (a < b), kurang dari atau sama dengan (a <= b), lebih besar dari (a > b), lebih
besar atau sama dengan (a >= b).
Kondisi ini dapat digunakan dengan beberapa modifikasi, lebih sering digunakan untuk
“pernyataan If” dan perulangan. Ketika digunakan untuk “pernyataan If”, contohnya seperti
di bawah ini:
Selain penggunaan “If”, Anda dapat menggunakan “Elif dan Else”. Elif berarti “jika kondisi
sebelumnya tidak benar, maka coba kondisi ini. Sedangkan Else menyatakan “lakukan
perintah berikut jika semua kondisi tidak sesuai”.
Di bawah ini adalah contoh penggunaan If, Elif, dan Else dalam satu logika.
a = 8b = 10if a > a: print(“b lebih besar dari a”)elif a == b: print(“a sama dengan
b”)Else: print( lebih besar dari b”)
Anda harus memperhatikan indentasi di Python karena jika penempatannya salah bisa
membuat suatu fungsi dapat berjalan pada proses yang salah.
# Jika bilangan yang dimasukkan sama dengan atau kurang dari angka 1
else: print(num, ‘bukan bilangan prima’)
By Muzanni
9 July 2019
Python
1 // C==
2 #include <iostream>
4 int main() {
6 return 0;
7 }
1 // java
2 class HelloWorld
3 {
5 {
6 [Link]("Hello, World");
7 }
8 }
1 #python
Dari tiga contoh code program diatas (C++, Java, Python) bisa kita lihat
bahwa code python lebih sederhana dan mudah dipahami jika dibandingkan
kedua jenis bahasa pemrograman.
Statement di Pyhton
Statement (pernyataan) merupakan semua baris perintah yang dieksekusi
oleh python, contohnya a=”muzanni”, a adalah statement penugasan
dengan nilai didalamnya”muzanni“.
2 a ="Muzanni"
3 print(a)
1 #statement multibaris
2 a = 1+2+\
3 3+4+\
4 5
5 print(a);
statement multibaris
Maksud dari statement multibaris ini adalah satu buah statement bisa buat ke
dalam beberapa baris dengan catatan setiap baris di akhiri dengan tanda
backslash(\), bisa di lihat di contoh diatas.
1. Case sansitive, artinya : bahasa python menganggap huruf besar dan kecil
itu berbeda. Contohnya : Nama, berbeda dengan nama.
2. baris perintah python boleh untuk tidak diakhiri dengan tanda titik koma
(;) dan boleh juga untuk menggunaakn titik koma, ini tidak berpengaruh
sama sekali
3. boleh menggunakan tanda petik satu (‘ ‘), tanda petik dua (” “) atau
tanda petik tiga (“”” “””), contohnya
1 kata = 'kata'
5 print(kata)
6 print(kalimat)
7 print(paragraf)
aturan penulisan syntax python
pada bahasa python komentar ditandai dengan tanda pagar (#), komentar
tidak akan di proses oleh interpreted python.
2 print("Muzanni")
oke, sekilan dulu Tutorial Python # 5 : Syntax Dasar Python, kita lanjutkan ke
materi berikutnya dengan tema tipe data pada python. Jika ada yang kuran
jelas dengan materi ini, silahkan komentar dalam kolom komentar di bawah.
Terimakasih
print(“Hello, World!”)
Setelah itu, Anda akan mendapatkan hasil seperti di bawah ini.
Hello, World!
Namun, Anda tentunya dapat mengubah kata atau kalimat apapun yang
Anda inginkan. Misalnya seperti di bawah ini.
import calendar
Setelah itu, Anda bisa menentukan tahun dan bulan sesuai dengan yang
Anda inginkan. Misalnya sebagai berikut.
yy = 2021
mm = 5
Di atas, yy berarti year atau tahun. Sedangkan mm berarti month atau
bulan. Jika sudah, Anda bisa mulai menampilkan kalender dengan
menuliskan perintah seperti di bawah ini.
print([Link](yy, mm))
Kode yang Anda tuliskan di atas akan menampilkan kalender sesuai yang
Anda inginkan.
Jika Anda ingin mendapatkan input tahun dan bulan dari user Anda,
penulisan kode seperti di bawah ini dapat Anda lakukan.
yy = int(input("Enter year: "))
mm = int(input("Enter month: "))
Namun, sebelum menghitung, Anda perlu tahu terlebih dahulu apa itu
kilometer dan mil. Kilometer adalah satuan panjang yang setara dengan
1000 meter. Sedangkan mil setara dengan 1760 yard.
Selain itu, hal yang tentunya harus Anda ketahui adalah perbandingan
kilometer dan mil itu sendiri, yaitu sebagai berikut.
# calculate miles
miles = kilometers * conv_fac
print('%0.3f kilometers is equal to %0.3f miles' %
(kilometers,miles))
Misalkan, Anda mendapatkan input dari user berupa 3 kilometer. Maka,
hasil yang akan didapatkan adalah sebagai berikut.
a
be
i
programmer
to
want
5. Membuat Kamus
Dengan bahasa pemrograman Python, Anda juga dapat membuat kamus
atau dictionary. Penulisan sintaks untuk kamus ini sedikit berbeda dari
kasus sebelumnya. Hal ini karena penulisannya menggunakan tanda
kurung kurawal. Contohnya seperti ini.
my_dict = {'name': 'Ariana', 'age': 37}
Jika Anda ingin mendapatkan hasil nama ‘Ariana’, maka Anda dapat
menuliskan perintah sebagai berikut.
print(my_dict['name'])
Namun, jika sasaran Anda adalah umurnya, maka Anda bisa mengubah
sedikit penulisan perintahnya. Contohnya seperti di bawah ini.
print(my_dict.get('age'))
Dikarenakan Anda hanya memasukkan nama dan umur ke dalam kamus,
Anda tidak dapat menuliskan perintah untuk sesuatu yang tidak
dicantumkan sebelumnya. Misalnya, Anda menuliskan perintah seperti ini:
print(my_dict['address'])
Hasil yang akan Anda dapatkan adalah berupa pesan error dari Python.
6. Menghasilkan Nomor Acak
Seperti yang sudah dijelaskan pada poin ke-2, Python memiliki elemen
modul. Namun, di sini, modul yang dipakai bukanlah modul kalender,
melainkan modul random. Modul yang satu ini akan digunakan untuk
menghasilkan nomor acak.
Pertama-tama, Anda perlu mengimpor modulnya terlebih dahulu, yaitu
seperti ini.
import random
Selanjutnya, Anda dapat menggunakan kode random() untuk
menghasilkan nomor acak, tepatnya antara nomor 0 sampai dengan nomor
1. Contoh keseluruhan sintaksnya adalah sebagai berikut.
import random
n = [Link]()
print(n)
Dengan begitu, Anda akan mendapatkan contoh hasil sebagai berikut.
0.8053503984689108
Jika Anda memiliki rentang angka tertentu, Anda dapat mencantumkannya
ke dalam tanda kurung. Namun, Anda perlu menggunakan
kode randint() dan memisahkan rentang angkanya dengan tanda koma.
Contohnya seperti ini.
import random
n = [Link](90,120)
print(n)
Hasil yang Anda akan dapatkan tentunya beragam. Berikut salah satu
contohnya.
113
7. Menampilkan Tabel
Perkalian
Dalam sebuah tabel perkalian, tentunya akan ada angka yang diulang-
ulang. Untuk menampilkan tabel tersebut, Anda akan membutuhkan
elemen Python bernama loop. Elemen ini digunakan untuk mengulangi
sebuah urutan atau mengulang objek iterable, yaitu objek yang memang
bisa diulang.
Fungsi loop yang akan digunakan di sini adalah fungsi range(). Di sini,
Anda akan mencantumkan rentang angka perkaliannya ke dalam tanda
kurung.
Pertama-tama, Anda bisa menentukan terlebih dahulu perkalian berapa
yang Anda inginkan. Contohnya seperti ini.
num = 7
Namun, Anda juga bisa mengambil angka yang dimasukkan oleh user.
Sintaksnya akan menjadi seperti di bawah ini.
Semua perintah yang bisa dieksekusi oleh Python disebut statement. Misalnya, a =
1 adalah sebuah statement penugasan. Selain statement penugasan ada statement
lain seperti statement if, statement for, dan lain sebagainya.
Statement Multibaris
Di Python, akhir dari sebuah statement adalah karakter baris baru (newline). Kita
dapat membuat sebuah statement terdiri dari beberapa baris dengan menggunakan
tanda backslash ( \ ). Misalnya:
a = panjang1 + panjang2 + \
panjang3 + \
panjang4
Statement yang ada di dalam tanda kurung [ ], { }, dan ( ) tidak memerlukan tanda \.
Contohnya:
Python tidak menggunakan tanda { } untuk menandai blok / grup kode. Blok kode di
python menggunakan tanda indentasi (spasi). Jumlah spasi untuk setiap baris yang
ada dalam satu blok kode harus sama. Contoh yang benar adalah sebagai berikut:
if nilai <= 5:
print("Nilai merah")
print("Tidak lulus")
else:
print("Nilai biru")
print("Lulus")
Bila indentasi dalam satu grup kode tidak sama, python akan menampilkan sintaks
error.
if True:
print ("Jawab")
print ("Benar")
else:
print ("Jawab")
print ("Salah")
Python menggunakan tanda kutip tunggal (‘), ganda (“), maupun triple (”’ atau “””)
untuk menandai string, sepanjang stringnya diawali oleh tanda kutip yang sama di
awal dan akhir string.
Tanda kutip tiga digunakan untuk string multibaris. Ketiga contoh berikut, semuanya
adalah benar,
kata = 'kata'
Komentar di Python
# Komentar pertama
Hello World!
Python tidak memiliki fitur komentar multibaris. Kita harus mengomentari satu
persatu baris seperti berikut:
# Ini komentar