0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan28 halaman

Contoh RPP

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Boja, dengan fokus pada materi debat selama 9 jam pelajaran. RPP mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan kegiatan pembelajaran yang terstruktur dalam tiga pertemuan. Tujuan utama adalah agar siswa dapat memahami dan berpartisipasi dalam debat dengan sikap yang baik dan keterampilan yang sesuai.

Diunggah oleh

anggerprakuntama31
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan28 halaman

Contoh RPP

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Boja, dengan fokus pada materi debat selama 9 jam pelajaran. RPP mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan kegiatan pembelajaran yang terstruktur dalam tiga pertemuan. Tujuan utama adalah agar siswa dapat memahami dan berpartisipasi dalam debat dengan sikap yang baik dan keterampilan yang sesuai.

Diunggah oleh

anggerprakuntama31
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 BOJA


Mata pelajaran : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Debat
Alokasi Waktu : 9 x 45’ (3 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku a. jujur, b. disiplin, c. santun, d.
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), e. bertanggung jawab, f.
responsif, dan g. pro-aktif, dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan
internasional.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang a.
ilmu pengetahuan, b. teknologi, c. seni, d. budaya, dan e. humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara: a.
efektif, b. kreatif, c. produktif, [Link], e. mandiri, f.
kolaboratif,[Link], dan h. solutif, dalam ranah konkret dan abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Mengidentifikasi pendapat narasumber 3.1.1 menentukan isi pendapat narasumber


dalam suatu debat yang bertema ilmu 3.1.2 membandingkan isi pendapat
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, narasumber
dan atau humaniora 3.1.3 menyimpulkan isi pendapat
narasumber
4.1 Berdebat dengan tema ilmu 4.1.1 mengontruksi naskah debat dalam
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, kegiatan kelompok
dan atau humaniora 4.1.2 melisankan proses debat dalam
kegiatan kelompok

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model sintesis dari pedagogi genre,
saintifik, dan CLIL dengan metode pemodelan dan kuis, peserta didik mengamati
(membaca) table dan atau pendapat untuk dapat memahami informasi dari suatu
pendapat dalam berdebat. Selain itu, peserta didik dapat menemukan informasi dari
suatu debat . Pembelajaran ini juga mengembangkan sikap menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif, serta rasa ingin tahu, disiplin, kerja
keras dalam penyelesaian setiap penugasan, pantang menyerah, dan menghargai
pendapat orang lain dalam berdiskusi.

D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian debat
2. Alur debat
3. Pendapat dalam berdebat
4. Menyanggah dalam berdebat

E. Pendekatan /Model/ Metode Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Model : sintesis pedagogi genre, saintifik, dan CLIL
Metode : ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, pemodelan, dan kuis

F. Media/Alat/Bahan
Media : naskah debat,
Alat : Laptop, LCD
Bahan : video debat

G. Sumber Belajar
Kosasih, Engkos. 2016. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia; Untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: Erlangga.
[Link] naskah debat-pendapat-
[Link]
[Link]
[Link]

H. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

Tahapan Kegiatan Pembelajaran Waktu


Pendahuluan
Tahapan 1. Peserta didik merespon salam dari pendidik; 15 mnt
Membangun Konteks: 2. Salah seorang peserta didik memimpin doa;
curah pendapat 3. Peserta didik menyanyikan lagu Indonesia
tentang naskah debat Raya atau lagu wajib lainnya yang dipimpin
atau pendapat yang
oleh teman sejawatnya.
pernah dibaca atau
dipelajari di mata 4. Peserta didik dan pendidik melakukan curah
pelajaran Bahasa pendapat tentang naskah debat atau
Indonesia sewaktu di pendapat yang pernah dibaca atau dipelajari
SMP di mata pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu
di SMP;
a. Pernahkah kalian membaca naskah debat?
b. Dimanakah kalian pernah membaca
naskah debat?
c. Berisi tentang apa naskah debat yang
kalian baca itu?
d. Menurut kalian, sulitkan membaca naskah
debat itu?

1
5. Peserta didik mengamati beberapa gambar,
lalu mengidentifikasi gambar manakah yang
termasuk naskah debat.
6. Peserta didik mencoba membaca naskah
debat..
7. Peserta didik mencoba menguraikan
langkah-langkah membahas naskah debat.
(kegiatan 5, 6, dan 7 terlampir)
8. Peserta didik menerima informasi
kompetensi, indikator, materi, manfaat, dan
langkah pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Kegiatan Inti
Tahapan Menelaah 9. Peserta didik duduk berdasarkan 110
Model: peserta didik kelompoknya masing-masing. mnt
mendapatkan 10. Peserta didik menyimak dengan baik
pengetahuan tentang video tutorial tentang membaca data
langkah langkah
dalam bentuk naskah debat sebagai
membahas naskah
debat dengan intensif pemodelan dan langkah-langkah
dan teknik membahas naskah debat. Selain itu
menguraikan naskah peserta didik membaca BPT tentang
debat dalam kalimat- menentukan naskah debat dan pendapat
kalimat efektif yang pada halaman 6 s.d 26
mudah dipahami secara 11. Peserta didik secara berkelompok
berkelompok dengan mengamati dan mencoba membaca
bimbingan guru. naskah debat dan atau pendapat yang
Kegiatan ini dapat disediakan oleh pendidik.
dilakukan secara
12. Peserta didik secara berkelompok
individual,berpasangan,
atau berkelompok. menentukan pokok-pokok informasi
dalam naskah debat dan atau pendapat
yang disediakan.
13. Peserta didik secara berkelompok
menguraikan isi naskah debat dan atau
pendapat berdasarkan pokok-pokok
informasi yang ditemukan dalam bentuk
uraian.
14. Peserta didik mempresentasikan hasil
pekerjaan kelompoknya di depan kelas.
15. Peserta didik lainnya memperhatikan
presentasi rekan sejawat untuk
memberikan penguatan, masukan,
maupun kritik terhadap uraian naskah
debat dan atau pendapat yang
disampaikan
Penutup
16. Peserta didik saling mengemukakan hal- 10 mnt
hal yang menyenangkan maupun
kesulitan-kesulitan yang ditemukan
dalam kegiatan pembelajaran membaca
naskah debat.
17. Peserta didik membuat rangkuman
materi yang telah dipelajari dengan
penguatan-penguatan dari pendidik.
18. Peserta didik menyimak penjelasan

2
kegiatan pada pertemuan berikutnya
oleh pendidik, yaitu melakukan kuis dan
penilaian terhadap jawaban rekan
sejawat, sehingga peserta didik diminta
untuk membaca kembali materi-materi
yang berkaitan dengan langkah langkah
membahas naskah debat.
19. Pendidik menutup pembelajaran dengan
salam.

Pertemuan 2

Tahapan Kegiatan Pembelajaran Waktu


Pendahuluan
Tahapan Membangun 1. Peserta didik merespon salam dari 15 mnt
Konteks: curah pendapat pendidik;
tentang naskah debat atau 2. Salah seorang peserta didik memimpin
pendapat yang pernah doa;
dibaca atau dipelajari pada
3. Peserta didik menyanyikan lagu
pertemuan 1
Indonesia Raya atau lagu wajib lainnya
yang dipimpin oleh teman sejawatnya.
4. Peserta didik merespon pertanyaan dari
guru yang berhubungan dengan
pembelajaran sebelumnya;
a. Mengapa penulis atau peneliti
membuat naskah debat atau pendapat
dalam artikel/tulisan yang dibuatnya?
b. Hal-hal apa yang harus diperhatikan
dalam membaca naskah debat da
pendapat?
c. Pentingkah keterampilan membaca
naskah debat bagi diri kita?
kemukakan alasan kalian! Dan
5. Peserta didik menerima informasi
kompetensi, indikator, materi, manfaat,
dan langkah pembelajaran dengan
metode kunjungan rekan sejawat yang
akan dilaksanakan.
Kegiatan Inti
Tahapan Menelaah 5. Peserta didik mengatur tempat 110
Model: peserta didik duduknya agar tidak berdekatan. mnt
mendapatkan 6. Peserta didik menyimak penjelasan
pengetahuan tentang pendidik mengenai cara menilai
langkah langkah
pembacaan naskah debat dalam
membahas naskah
debat dengan intensif bentuk rubrik penilaian.
dan teknik 7. Peserta didik diberikan naskah debat
menguraikan naskah dan pendapat disertai dengan
debat dalam kalimat- pertanyaan-pertanyaan.
kalimat efektif yang 8. Peserta didik mengerjakan
mudah dipahami secara pertanyaan nomor 1 dalam waktu 10
berkelompok dengan s.d 15 menit.
bimbingan guru. 9. Setelah 10 s.d 15 menit, peserta didik
Kegiatan ini dapat menukarkan hasil pekerjaannya
dilakukan secara
dengan rekan sebangku.

3
individual,berpasangan, 10. Peserta didik menilai kelengkapan
atau berkelompok. data dengan bantuan guru dan rubrik
penilaian terhadap pekerjaan rekan
sebangku dalam waktu 10 menit.
11. Peserta didik mengerjakan
pertanyaan yang kedua dengan
proses yang sama ketika mengerjakan
soal soal pertama, demikian
seterusnya hingga semua soal selesai
dikerjakan

Penutup
13. Peserta didik membuat rangkuman 10 mnt
materi yang telah dipelajari dengan
penguatan-penguatan dari pendidik.
14. Peserta didik saling memberikan
umpan balik/refleksi hasil
pembelajaran yang telah dicapai.
15. Peserta didik menyimak penjelasan
kegiatan pada pertemuan berikutnya
oleh pendidik, yaitu membuat naskah
debat dan atau pendapat, jadi peserta
didik boleh membawa pensil
berwarna
16. Pendidik menutup pembelajaran
dengan salam.

Pertemuan 3

Tahapan Kegiatan Pembelajaran Waktu


Pendahuluan
Tahapan 1. Peserta didik merespon salam dari 15 mnt
Membangun Konteks: pendidik;
curah pendapat 2. Salah seorang peserta didik memimpin
tentang naskah debat doa;
atau pendapat yang
3. Peserta didik menyanyikan lagu
pernah dibaca atau
dipelajari pada Indonesia Raya atau lagu wajib lainnya
pertemuan ke 2 yang dipimpin oleh teman sejawatnya.
4. Peserta didik merespon pertanyaan dari
guru yang berhubungan dengan
pembelajaran sebelumnya, dan
5. Peserta didik menerima informasi
kompetensi, indikator, materi, manfaat,
dan langkah pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Kegiatan Inti
6. Peserta didik dengan berpasangan 110
Mengonstruksi membaca naskah debat dan pendapat mnt
Terbimbing: yang disediakan oleh pendidik lalu
kegiatan ini mengubah naskah debat dan pendapat
merupakan aplikasi tersebut menjadi informasi yang mudah
dari pemahaman
dipahami.

4
tentang langkah
langkah membahas
naskah debat serta
teknik
menguraikan
naskah debat
dalam kalimat-
kalimat efektif yang
mudah dipahami.
Peserta didik
menguraikan
naskah debat dan
atau pendapat yang
dibaca menjadi
sebuah informasi
yang mudah
dipahami.

Mengonstruksi 7. Peserta didik secara mandiri membaca


Mandiri: Setelah tentang teks yang berisi uraian tentang
peserta didik data tertentu.
berkegiatan untuk 8. Peserta didik membuat naskah debat
mendapatkan
dan atau pendapat berdasarkan teks yang
pemahaman dan
berbagai latihan dibaca.
subkompetensi 9. Peserta didik menukarkan hasil
menulis pekerjaannya dengan rekan sebangku
diharapkan peserta untuk mendapat masukan maupun
didik sudah kritikan terhadap naskah debat dan atau
memiliki pendapat yang dibuat.
kepercayaan diri 10. Peserta didik memperbaiki naskah debat
untuk menyusun dan atau pendapat yang dibuat
teks secara berdasarkan masukan dari rekan sejawat
mandiri.
maupun pendidik.

Penutup
11. Peserta didik melakukan evaluasi 10 mnt
terhadap kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan pada materi membahas
naskah debat;
a. Setelah beberapa kali pertemuan
yang kita lakukan dengan materi
membahas naskah debat, apa yang
dapat kalian kemukakan?
b. Senangkah kalian dengan
pembelajaran ini?
c. Manfaat apa yang dapat kalian
rasakan dengan mempelajari materi
ini?
12. Peserta didik membuat rangkuman
materi yang telah dipelajari.
13. Peserta didik menyimak informasi pada
pertemuan berikutnya oleh pendidik,
yaitu melaksanakan tes tertulis tentang
materi membahas naskah debat.
14. Peserta didik bersama-sama
menyanyikan salah satu lagu wajib

5
nasional.
15. Pendidik menutup pembelajaran dengan
doa dan salam.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran


1. Pertemuan pertama
a. Penilaian Sikap
1) Teknik : pengamatan sikap
2) Bentuk : lembar pengamatan
3) Instrumen : contoh terlampir
4) Aspek yang dinilai : tanggung jawab, proaktif, kerja keras

b. Penilaian Pengetahuan
1) Teknik : tes tertulis
2) Bentuk : jawaban singkat
3) Instrumen : terlampir
4) Aspek yang dinilai : indikator nomor 3.3.1

c. Penilaian Keterampilan
1) Teknik : tertulis
2) Bentuk : lembar penugasan
3) Instrumen : terlampir
4) Aspek yang dinilai : indikator nomor 4.1.1

2. Pertemuan kedua
a. Penilaian Sikap
1) Teknik : pengamatan sikap
2) Bentuk : lembar pengamatan
3) Instrumen : contoh terlampir
4) Aspek yang dinilai : tanggung jawab, proaktif, kerja keras

b. Penilaian Pengetahuan
1) Teknik : tes tertulis
2) Bentuk : jawaban singkat
3) Instrumen : terlampir
4) Aspek yang dinilai : indikator nomor 3.1.2 dan 3.1.3

c. Penilaian Keterampilan
1) Teknik : tertulis
2) Bentuk : lembar penugasan
3) Instrumen : terlampir
4) Aspek yang dinilai : indikator nomor 4.1.1

3. Pertemuan ketiga
a. Penilaian Sikap
1) Teknik : pengamatan sikap
2) Bentuk : lembar pengamatan

6
3) Instrumen : contoh terlampir
4) Aspek yang dinilai : tanggung jawab, proaktif, kerja keras

b. Penilaian Keterampilan
1) Teknik : tertulis
2) Bentuk : lembar penugasan
3) Instrumen : terlampir
4) Aspek yang dinilai : indikator nomor 4.1.1, 4.1.2, dan 4.1.3

Boja, Juli 2018


Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala SMA Negeri 1 Boja

Puji Hastuti, [Link], [Link], [Link]. Nurhadi, [Link].


NIP 19630607 198703 2 005 NIP 1967606102007011012

7
Lampiran 1 Materi

NASKAH DEBAT

1. Pengertian Naskah debat


naskah debat adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data-data informasi
yang biasanya berupa kata-kata maupun bilangan yang tersusun dengan garis pembatas
sehingga mudah untuk disimak.
Sementara mosi adalah gambaran/sketsa buram untuk memperlihatkan atau
menerangkan sesuatu. Data maupun informasi yang ingin disampaikan direalisasikan
melalui gambar. Mosi ada yang berbentuk diagram mempunyai bentuk yang beragam,
antara lain: lingkaran, garis, pohon, dan batang.
Sementara itu pendapat adalah lukisan dengan gambar/garis untuk mengetahui
naik turunnya suatu keadaan.

2. Menemukan Informasi dalam Pendapat, naskah debat, dan Mosi


Setelah mengetahui pengertian pendapat, naskah debat, dan mosi beserta dengan
contoh-contohnya, pada pelajaran ini kamu akan diajarkan cara mencari informasi di
dalamnya. Mencari informasi dalam pendapat, naskah debat, dan mosi dapat
menggunakan beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.
a. Bacalah judul pendapat, naskah debat, dan mosi.
b. Perhatikan keterangan yang terdapat dalam gambar tersebut.
c. Perhatikan setiap perbedaan dari masing-masing gambar.
d. Ajukan pertanyaan- pertanyaan dengan mengacu pada rumus 5W + 1H (what,
where, when, who, why, dan how) terdapat isi pendapat tersebut dan temukan
jawabannya.

3. Mengubah Informasi dalam Pendapat, naskah debat, dan Mosi Menjadi


Beberapa Kalimat
Sekarang kamu telah mengetahui cara mencari informasi dalam sebuah pendapat,
naskah debat, dan mosi. Namun, bagaimana menuangkannya dalam bentuk uraian
kalimat? Hal ini mengingat bahwa informasi dalam bentuk pendapat naskah debat, dan
mosi masih menyulitkan orang lain mengetahui informasi di dalamnya.
Mengubah informasi dari sebuah pendapat, naskah debat, dan mosi ke dalam
beberapa kalimat bertujuan membantu pembaca memahami isinya. Kegiatan
menguraikan pendapat, naskah debat, dan mosi ke dalam kalimat berarti
menerjemahkan gambar menjadi wacana, sehingga akan lebih dipahami.

Sumber: [Link] naskah debat-


[Link]

8
Lampiran 2 Instrumen Penilaian

1. Pertemuan Pertama
a. Contoh Penilaian Sikap

Butir
No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Pos/Neg Tindak Lanjut
Sikap
1. 19/3/2017 Ayuniar Tidak mengerjakan Tanggung -  Dipanggil untuk
tugas bersama jawab diberi
kelompoknya; asyik pemahaman
bermain HP dan tentang perilaku
game tidak baiknya.
 HP ditahan
selama proses
pembelajaran.
 Dilakukan
pembinaan.
2. 23/5/2017 Panji Membantu dengan Gotong + Diberikan
penuh semangat royong apresiasi/pujian
rekan-rekannya dan
dalam kegiatan tanggung
Jumat Bersih; jawab
menanam bunga,
membuat pot dari
botol minuman
bekas, dan
mengangkat
tanaman dalam pot-
pot kecil dari lt 1 ke
lt 4.
dst … … … … … …

b. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi

Level No. Bentuk


No. KD/IPK Materi Indikator Soal
Kognitif Soal Soal
1. 3.1 Langkah Disajikan sebuah Pengetahuan 1 Uraian
Memahami langkah naskah debat, dan singkat
informasi membahas peserta didik pemahaman
dari suatu naskah menentukan pokok- (1)
naskah debat debat pokok informasi
dan atau dengan dalam naskah debat
pendapat intensif dengan benar.
dengan Disajikan sebuah Pengetahuan 3, 4, 5, Uraian
membaca pendapat, peserta dan dan 6 singkat
intensif didik menemukan pemahaman
3.1.1 hal yang dijelaskan (1)
Menentukan dalam pendapat
pokok-pokok dengan benar.
informasi Disajikan sebuah Aplikasi (2) 7 Uraian
dalam pendapat, peserta singkat
naskah debat didik menjelaskan
dan atau permasalahan yang
pendapat terdapat pada
pendapat dengan
alasan yang tepat.

9
Pertanyaan:
Amatilah naskah debat berikut dengan saksama!
Jumlah Siswa Kelas X Tahun Pelajaran 2017/2018
SMA Negeri 1 Boja

Kelas/ Jumlah Siswa Total


Peminatan Laki-laki Perempuan
X MIPA 1 13 23 36
X MIPA 2 13 23 36
X MIPA 3 16 20 36
X MIPA 4 15 21 36
X MIPA 5 15 21 36
X MIPA 6 9 26 35
X IPS 1 14 22 36
X IPS 2 16 20 36
X IPS 3 15 21 36
X IPS 4 13 23 36
X IPS 5 11 24 35
X BAHASA 6 30 36
Jumlah 156 274 430
Soal:
1. Temukan 4 pokok informasi penting yang terdapat pada naskah debat di atas!
2. Tuliskan uraian isi naskah debat yang mencakup keseluruhan informasi yang
terdapat dalam naskah debat di atas dengan memperhatikan kesesuaian
informasi yang ditemukan, keefektifan kalimat, dan penggunaan PUEBI!

10
Bacalah teks berikut dan amati pendapat yang terdapat pada teks dengan
saksama! Terpengaruh Motivasi Belajar Siswa,
Nilai Unas Terus Turun

Nilai rata-rata hasil ujian nasional (unas) SMP/MTs turun drastis. Selama tiga
tahun terakhir, hasil unas terus merosot. Benarkah itu dampak kebijakan untuk tidak lagi
menjadikan nilai unas sebagai penentu kelulusan?
”Berdasar data sementara, empat tahun terakhir memang cenderung turun,” kata
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin Kamis (1/6).
Dia berharap hasil unas tersebut bisa menjadi parameter nilai kejujuran dan
integritas siswa dan lembaga. Pada 2017 ini 88 SMP/MTs mengikuti ujian nasional
berbasis komputer (UNBK). Selebihnya ujian nasional pensil dan kertas (UNPK). ’’Apa pun
hasilnya, nilai tahun ini bisa menjadi gambaran murni hasil kerja siswa,” imbuh Mahin.
Berikut gambaran UN SMP/MTs Gresik dari Tahun ke Tahun

Kabid Pendidikan Dasar Nur Maslichah menambahkan, keputusan meluluskan


siswa mutlak kewenangan satuan pendidikan atau sekolah. Sebab, sekolah yang paling
mengetahui kemampuan siswa. Parameter kelulusan berdasar pada hasil pembelajaran
selama tiga tahun, budi pekerti siswa, dan nilai UN.
Dia membenarkan bahwa nilai unas tahun ini cenderung turun. Salah satu
penyebabnya adalah hasil unas tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Kelulusan
akhir diserahkan ke sekolah masing-masing. Dampaknya, motivasi siswa dalam belajar
pun kurang optimal. ’’Kuncinya adalah motivasi belajar siswa,” ujar Maslichah.

Sumber : [Link]
unas-terus-turun dengan beberapa pengubahan

Soal :
3. Hal apakah yang dijelaskan pada pendapat di atas?
4. Pada tahun berapakah nilai tertinggi berhasil diperoleh oleh SMP/MTs Gresik?

11
5. Apa fungsi pendapat dalam teks di atas?
6. Faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya masalah dalam teks tersebut?
7. Setujukah kalian dengan penyebab turunnya nilai UN/Unas? Jelaskan jawaban
kalian!
Kunci Jawaban
1. Empat pokok informasi penting yang terdapat pada naskah debat adalah :
a. Jumlah siswa perempuan pada semua kelas/peminatan lebih banyak
daripada jumlah siswa laki-laki.
b. Jumlah siswa perempuan pada kelas/peminatan X Bahasa lebih banyak
dan di kelas/peminatan X MIPA 3 dan X IPS 2 paling sedikit.
c. Jumlah siswa laki-laki di kelas /peminatan X MIPA 1, X MIPA 2, dan X IPS
4 sama, yaitu 13 siswa.
d. Jumlah siswa laki-laki paling banyak terdapat pada kelas/peminatan X
MIPA 3 dan X IPS 2, yaitu 16 siswa
3. Pendapat di atas menjelaskan tentang perolehan nilai UN/Unas SMP/MTs.
Gresik sejak tahun 2014 s.d 2017.
4. Pada tahun 2014 SMP/MTs. memperoleh nilai tertinggi yaitu 4,00
5. Fungsi pendapat pada teks adalah untuk mendeskripsikan secara ringkas
data nilai rata-rata UN/Unas SMP/MTs. Gresik dan nilai tertinggi sejak tahun
2014 s.d 2017 sehingga mudah dipahami.
6. sesuai pedoman penskoran
7. sesuai pedoman penskoran

Rubrik dan Pedoman Penskoran

No Aspek yang Dinilai Skor


1 Menemukan 4 pokok informasi penting
a. Menemukan 4 pokok informasi penting 4
b. Menemukan 3 pokok informasi penting 3
c. Menemukan 2 pokok informasi penting 2
d. Menemukan 1 pokok informasi penting 1
e. Tidak menemukan pokok informasi penting 0
3. a. Menjawab sesuai kunci jawaban 1
b. Menjawab tidak sesuai kunci jawaban/tidak memberikan 0
jawaban
4. a. Menjawab sesuai kunci jawaban 1
b. Menjawab tidak sesuai kunci jawaban/tidak memberikan 0
jawaban
5. a. Menjawab sesuai kunci jawaban 1
c. Menjawab tidak sesuai kunci jawaban/tidak memberikan 0
jawaban
6. a. Faktor penyebab sesuai dengan isi teks bacaan 3
b. Faktor penyebab kurang sesuai dengan isi teks bacaan 2
c. Faktor penyebab tidak sesuai dengan isi teks bacaan 1
d. Tidak memberikan jawaban 0
7. a. Alasan sesuai dengan data dan fakta 2
b. Alasan tidak sesuai dengan data dan fakta 1
c. Tidak memberikan jawaban 0
Jumlah Skor 12

Contoh pengisian hasil penilaian penugasan


No Nama 1 3 4 5 6 7 Jumla Nilai

12
Kelompok h skor
1. Chairil Anwar 4 1 1 1 2 1 10 83
2. …

Keterangan:
 Skor maksimal = jumlah keseluruhan skor
Pada contoh di atas, skor maksimal = 12

Jumlah soal perolehan


 Nilai tugas = x 100
Jumlah skor maksimal

10
 Pada contoh di atas nilai tugas kelompok Chairil Anwar = x 100 = 83.33
12

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian Praktik Menulis
Kompetensi Dasar : 4.1 Mengubah informasi dari bentuk naskah debat
dan atau pendapat ke dalam bentuk uraian

Indikator Soal : Peserta didik dapat mengubah sajian naskah debat


dan atau pendapat menjadi bentuk uraian

Soal (No. Soal) : 2. Tuliskan uraian isi naskah debat yang mencakup
keseluruhan informasi yang terdapat dalam
naskah debat di atas dengan memperhatikan
kesesuaian informasi yang ditemukan,
keefektifan kalimat, dan penggunaan PUEBI!

8. Tuliskan uraian isi naskah debat yang


mencakup keseluruhan informasi yang
terdapat dalam naskah debat di atas dengan
memperhatikan kesesuaian informasi yang
ditemukan, keefektifan kalimat, dan
penggunaan PUEBI!

13
Rubrik dan Pedoman Penskoran Keterampilan

No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor


1. Kesesuaian isi dengan informasi pada naskah debat dan pendapat
a. Uraian isi naskah debat dan pendapat sesuai dengan informasi pada 3
naskah debat 2
b. Uraian isi naskah debat dan pendapat kurang sesuai dengan 1
informasi pada naskah debat 0
c. Uraian isi naskah debat dan pendapat tidak sesuai dengan informasi
pada naskah debat
d. Tidak membuat uraian
2. Keefektifan kalimat
a. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat efektif 2
b. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat kurang efektif 1
3. Penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
a. Tidak ada kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan 3
Bahasa Indonesia)
b. Terdapat 1 s.d 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum 2
Ejaan Bahasa Indonesia)
c. Terdapat lebih dari 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman 1
Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
Jumlah skor 8

Penilaian Praktik
Contoh pengisian format penilaian menulis

No. Nama Kesesuaia Keefektifan Penggunaan Jumlah Nilai


Kelompok n isi kalimat PUEBI Skor Akhir
1. Chairil 2 2 2 6 75
Anwar
… … … … … …

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 + 2 + 3 = 8

Jumlah soal perolehan


 Nilai praktik = x 100
Jumlah skor maksimal

6
 Pada contoh di atas nilai praktik kelompok Chairil Anwar = x 100 = 75
8

Penilaian Unjuk Kerja

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja

Kriteria Skor Indikator


Penguasaan materi 2 Menguasai materi yang disajikan
1 Kurang menguasai materi yang disajikan
Penggunaan bahasa lisan 2 Penggunaan bahasa lisan (diksi) sangat baik;

14
tidak ada kesalahan
1 Penggunaan bahasa lisan (diksi) baik;
terdapat sedikit (≤ 5) kesalahan

Contoh pengisian format penilaian unjuk kerja

Penguasaan Penggunaan Jumlah


No. Nama Kelompk Nilai
Materi Bahasa Lisan Skor
1. Chairil Anwar 2 1 3 75
2. …. …. …. …. ….

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 2 + 2 = 4

Jumlah soal perolehan


 Nilai unjuk kerja = x 100
Jumlah skor maksimal

3
 Pada contoh di atas nilai unjuk kerja kelompok Chairil Anwar = x 100 = 75
4

Format observasi diskusi kelompok


Nama Kelompok: Chairil Anwar

Penggunaan Bahasa
Penguasaan Materi
No Nama Lisan
Y T Y T
1. Panji  
2. Risma A.  
3. dll
Keterangan :
Diisi tanda cek (); Y = ya/benar/tepat. T = tidak tepat
Hasil observasi ini dimaksudkan untuk melihat kelemahan maupun kekuatan penguasaan
kompetensi pengetahuan maupun keterampilan dan memperbaiki proses pembelajaran
khususnya pada indikator-indikator yang belum muncul.

2. Pertemuan Kedua
a. Penilaian Sikap

Butir
No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Pos/Neg Tindak Lanjut
Sikap
1. 19/3/2017 Ayuniar Tidak mengerjakan tugas Tanggung -  Dipanggil
bersama kelompoknya; asyik jawab untuk diberi
bermain HP dan game pemahaman
tentang
perilaku tidak
baiknya.
 HP ditahan
selama proses
pembelajaran.
 Dilakukan
pembinaan.

15
2. 23/5/2017 Panji Membantu dengan penuh Gotong + Diberikan
semangat rekan-rekannya royong apresiasi/pujian
dalam kegiatan Jumat Bersih; dan
menanam bunga, membuat pot tanggung
dari botol minuman bekas, dan jawab
mengangkat tanaman dalam
pot-pot kecil dari lt 1 ke lt 4.
dst …… ….. …….. …… ….. ……

b. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi

No. Bentuk
No. KD/IPK Materi Indikator Soal Level Kognitif
Soal Soal
1. 3.1 Memahami Langkah Disajikan sebuah Pengetahuan 1 dan Uraian
informasi dari langkah teks yang dan 2 singkat
suatu naskah membaha disertai naskah pemahaman
debat dan atau s naskah debat dan (1)
pendapat dengan debat pendapat,
membaca intensif dengan peserta didik
3.1.2 Menafsirkan intensif dapat menjawab
data dari naskah pertanyaan-
debat dan atau pertanyaan yang
pendapat terkait pada teks
3.1.3 Menyimpulkan dengan tepat.
2. isi naskah debat Disajikan sebuah Aplikasi (2) 3 Uraian
dan atau teks yang singkat
pendapat disertai naskah
4.1.1 Mengubah sajian debat dan
naskah debat dan pendapat,
atau pendapat peserta didik
menjadi bentuk dapat
uraian memberikan
penilaian
terhadap sajian
naskah debat
dan pendapat
pada teks.
3. Disajikan sebuah Penalaran (3) 4 dan Uraian
teks yang 5 singkat
disertai naskah
debat dan
pendapat,
peserta didik
dapat
mengungkapkan
pendapatnya
terhadap
persoalan yang
terjadi secara
tertulis.
4. Disajikan sebuah Penalaran (3) 6 Uraian
teks yang singkat
disertai naskah
debat dan
pendapat,
peserta didik
dapat
menyimpulkan
data-data yang

16
No. Bentuk
No. KD/IPK Materi Indikator Soal Level Kognitif
Soal Soal
terdapat pada
naskah debat
dan pendapat
dengan tepat.

Pertanyaan:
Bacalah teks berikut dengan saksama! Amati juga naskah debat dan pendapat
yang terdapat pada teks!

Darurat Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa


Angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar secara nasional saat ini
masih tinggi mencapai 27 persen. “Tingginya penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar
yang mencapai 27 persen secara nasional, perlu mendapat keprihatinan dan perhatian
semua elemen masyarakat,” kata Kepala BNN Kuningan Edi Heryadi MSi, belum lama ini.
Kasus yang sering muncul yakni anak menjual narkoba, anak menjadi sasaran
sindikat baik sindikat narkoba maupun perdagangan manusia berupa prostitusi. Selain
itu, modus penyalahgunaan narkoba saat ini di kalangan remaja adanya istilah 'Paket
Hemat'. Artinya, anak remaja itu membayar Rp 20.000 untuk sekali menghisap narkoba.
Bahkan, yang lebih memprihatinkan, narkoba sudah masuk dalam ranah Taman Kanak
Kanak dalam bentuk permen.
Berikut data tersangka narkoba di kalangan pelajar

Menurutnya, pelajar harus diberi pengetahuan mengenai bahaya narkoba dan


menghindari diri supaya tidak terjerumus ke dalam lingkaran setan narkoba yang dapat
merusak otak syaraf.
Selain itu, penyebab dan jenis penggunaan narkoba ternyata berbeda-beda.
Berikut data yang diungkap pada tahun 2011.

17
“Sekali mencoba narkoba jangan harap bisa terlepas dari jeratannya,
penggunanya akan terus mau menggunakan karena sudah kecanduan zat kandungan di
dalamnya yang mengandung zat Habituasi dan Adiksi,” jelasnya. Sehingga tak heran
presiden kita menetapkan hukuman mati bagi pengedar narkoba.
“Mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar menjadi tanggungjawab
kita. Mari jaga anak-anak kita karena mereka itu merupakan generasi penerus agama,
bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sumber: [Link]
fakta-yang-mengerikan_54f3575f745513972b6c714e dengan beberapa pengubahan

Soal:
1. Persoalan apa yang dijelaskan pada naskah debat dan pendapat pada teks di
atas?
2. Pelajar dengan latar pendidikan apa yang paling banyak sebagai tersangka
narkoba?
3. Apakah informasi dalam naskah debat dan pendapat di atas dapat dipahami
dengan jelas? Berikan alasan kalian!
4. Mengapa penulis menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba terutama di
kalangan pelajar?
5. Setujukah kalian dengan sanksi yang diberikan oleh pemerintah kita? Berikan
alasan kalian!
6. Apa yang dapat kalian simpulkan dari data-data pada naskah debat dan pendapat
di atas?

Kunci Jawaban

1. Persoalan yang dijelaskan pada naskah debat dan pendapat di atas adalah
tentang jumlah tersangka narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang kian
mengkhawatirkan
2. Pelajar SMA pada tahun 2008, dengan jumlah 28,479.
3. sesuai pedoman penskoran
4. sesuai pedoman penskoran
5. sesuai pedoman penskoran
6. sesuai pedoman penskoran
Rubrik dan Pedoman Penskoran

18
No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor
1 Persoalan yang dijelaskan
a. Jawaban sesuai dengan maksud kunci jawaban 2
b. Jawaban tidak sesuai dengan maksud kunci jawaban 1
c. Tidak memberikan jawaban 0
2 d. Menjawab sesuai kunci jawaban 1
e. Menjawab tidak sesuai kunci jawaban/tidak memberikan jawaban 0
3 a. Alasan sesuai dengan informasi/data yang terdapat pada teks 2
b. Alasan tidak sesuai dengan informasi/data yang terdapat pada teks 1
c. Tidak memberikan jawaban 0
4 a. Alasan disertai dengan fakta dan data 2
b. Alasan tidak disertai dengan fakta dan data 1
c. Tidak memberikan jawaban 0
5 a. Alasan disertai dengan fakta dan data 2
b. Alasan tidak disertai dengan fakta dan data 1
c. Tidak memberikan jawaban 0
6 a. Simpulan merujuk pada data-data yang ada pada naskah debat dan 2
pendapat 1
b. Simpulan tidak merujuk pada data-data yang ada pada naskah 0
debat dan pendapat
c. Tidak memberikan jawaban
Jumlah Skor 11

Contoh pengisian hasil penilaian penugasan


Nama Jumla
No 1 2 3 4 5 6 Nilai
Kelompok h skor
1. Chairil Anwar 4 1 1 1 2 1 10 91
2. …

Keterangan:
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 11

Jumlah soal perolehan


 Nilai tugas = x 100
Jumlah skor maksimal

10
 Pada contoh di atas nilai tugas kelompok Chairil Anwar = x 100 = 90,9
dibulatkan menjadi 91 11

c. Penilaian Keterampilan
Penilaian Praktik Menulis
Kompetensi Dasar : 4.1 Mengubah informasi dari bentuk naskah debat
dan atau pendapat ke dalam bentuk uraian
Indikator Soal : Peserta didik dapat mengubah sajian naskah debat
dan atau pendapat menjadi bentuk uraian
Soal (No. Soal) : 7. Tuliskan uraian tentang isi naskah debat dan
pendapat yang terdapat pada teks dengan
memperhatikan ketepatan data-data yang
disajikan, keefektifan kalimat, dan penggunaan
PUEBI!

19
Rubrik dan Pedoman Penskoran Keterampilan

No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor


1. Kesesuaian isi dengan data-data pada naskah debat dan pendapat
a. Uraian isi naskah debat dan pendapat sesuai dengan data-data pada 3
naskah debat dan pendapat
b. Uraian isi naskah debat dan pendapat kurang sesuai dengan data- 2
data pada naskah debat dan pendapat
c. Uraian isi naskah debat dan pendapat tidak sesuai dengan data-data 1
pada naskah debat dan pendapat
d. Tidak membuat uraian 0
2. Keefektifan kalimat
a. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat efektif 2
b. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat kurang efektif 1
3. Penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
a. Tidak ada kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan 3
Bahasa Indonesia)
b. Terdapat 1 s.d 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum 2
Ejaan Bahasa Indonesia)
c. Terdapat lebih dari 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman 1
Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
Jumlah skor 8

Penilaian Praktik
Contoh pengisian format penilaian menulis

No. Nama Kesesuaia Keefektifan Penggunaan Jumlah Nilai


Kelompok n isi kalimat PUEBI Skor Akhir
1. Chairil 3 2 2 7 88
Anwar
… … … … … …

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 + 2 + 3 = 8

Jumlah soal perolehan


 Nilai praktik = x 100
Jumlah skor maksimal

7
 Pada contoh di atas nilai praktik kelompok Chairil Anwar = x 100 =
87,5 dibulatkan menjadi 88 8

3. Pertemuan Ketiga
a. Penilaian Sikap

Butir
No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Pos/Neg Tindak Lanjut
Sikap
1. 19/3/2017 Ayuniar Tidak mengerjakan tugas Tanggung -  Dipanggil
bersama kelompoknya; asyik jawab untuk diberi
bermain HP dan game pemahaman
tentang
perilaku tidak
baiknya.

20
 HP ditahan
selama proses
pembelajaran.
 Dilakukan
pembinaan.
2. 23/5/2017 Panji Membantu dengan penuh Gotong + Diberikan
semangat rekan-rekannya royong apresiasi/pujian
dalam kegiatan Jumat Bersih; dan
menanam bunga, membuat pot tanggung
dari botol minuman bekas, dan jawab
mengangkat tanaman dalam
pot-pot kecil dari lt 1 ke lt 4.
dst …… ….. …….. …… ….. ……

b. Penilaian Keterampilan
Penilaian Praktik Menulis
Kompetensi Dasar : 4.1 Mengubah informasi dari bentuk naskah debat
dan atau pendapat ke dalam bentuk uraian
Indikator Soal : Peserta didik dapat mengubah sajian naskah debat
dan atau pendapat menjadi bentuk uraian
Soal (No. Soal) : 1. Tuliskan uraian tentang isi naskah debat dan
pendapat yang terdapat pada teks dengan
memperhatikan ketepatan data-data yang disajikan,
keefektifan kalimat, dan penggunaan PUEBI!

21
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Kurangnya Minat Masyarakat Mengonsumsi Ikan

Potensi sumber daya ikan di Indonesia selama ini dikenal sangat berlimpah.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, potensi sumber daya ikan saat ini
sudah mencapai 9,9 juta ton. Selain itu, potensi luas lahan budidaya juga mencapai 83,6
juta hektare.
Namun, dari semua potensi tersebut, minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan
sebagai lauk masih harus terus ditingkatkan. Hal itu dikatakan langsung Direktur Jenderal
Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo.
Berikut data ketersediaan ikan dengan minat masyarakat dalam mengonsumsi
ikan.

Ikan tidak hanya yang berasal dari laut, ikan air tawar pun dapat menjadi salah
satu alternative dalam meningkatkan gizi masyarakat maupun produktivitas masyarakat
sehingga dapat mewujudkan kemandirian ekonomi untuk mendukung percepatan
pembangunan industri perikanan nasional Salah satu budidaya ikan air tawar adalah
Budidaya ikan bandeng air tawar. Sistem polikultur yang diterapkan dalam budidaya dapat
menghasilkan ikan Mas dan nila serta patin. Agar harga jual bisa meningkat maka perlu
sistem pemasaran hasil yang tidak hanya di jual mentah atau segar. Dengan jalan
pengolahan, akan memperolah nilai jual yang lebih tinggi bagi pembudidaya dan pengolah
di wilayah setempat.
Berikut Kandungan Protein, lemak, karbohidrat, mineral dan air beberapa ikan.

22
Tuliskan uraian tentang isi naskah debat dan pendapat yang terdapat pada teks
dengan memperhatikan ketepatan data-data yang disajikan, keefektifan kalimat, dan
penggunaan PUEBI!

Rubrik dan Pedoman Penskoran Keterampilan

No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor


1. Kesesuaian isi dengan informasi pada naskah debat dan pendapat
a. Uraian isi naskah debat dan pendapat sesuai dengan informasi pada 3
naskah debat 2
b. Uraian isi naskah debat dan pendapat kurang sesuai dengan 1
informasi pada naskah debat 0
c. Uraian isi naskah debat dan pendapat tidak sesuai dengan informasi
pada naskah debat
d. Tidak membuat uraian
2. Keefektifan kalimat
a. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat efektif 2
b. Penggunaan kalimat pada uraian naskah debat kurang efektif 1
3. Penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
a. Tidak ada kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan 3
Bahasa Indonesia)
b. Terdapat 1 s.d 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum 2
Ejaan Bahasa Indonesia)
c. Terdapat lebih dari 5 kesalahan penggunaan PUEBI (Pedoman 1
Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
Jumlah skor 8

Penilaian Praktik
Contoh pengisian format penilaian menulis

No. Nama Kesesuaia Keefektifan Penggunaan Jumlah Nilai


Siswa n isi kalimat PUEBI Skor Akhir
1. Panji 3 2 2 7 88
… … … … … …

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 + 2 + 3 = 8

23
Jumlah soal perolehan
 Nilai praktik = x 100
Jumlah skor maksimal

7
 Pada contoh di atas nilai praktik kelompok Chairil Anwar = x 100 =
87,5 dibulatkan menjadi 88 8

Kompetensi Dasar : 4.1 Mengubah informasi dari bentuk naskah debat


dan atau pendapat ke dalam bentuk uraian
Indikator Soal : Peserta didik dapat membuat naskah debat dan atau
pendapat
Soal (No. Soal) : 2. Buatlah naskah debat atau pendapat berdasarkan
informasi yang disajikan!

Bacalah teks berikut dengan saksama!


Ini Kota-Kota dengan Minat Baca Tinggi

[Link], YOGYAKARTA -- Minat baca pelajar di beberapa provinsi di tanah air terbilang
tinggi. "Data statistik mencatat tiga daerah yang minat baca pelajarnya cukup tinggi di Indonesia"
kata Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Badan Pusat Statistik (BPS) Gantjang
Amanullah, Sabtu (3/9). Urutan pertama ditempati Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 94,01
persen. Urutan kedua ditempati Provinsi DKI Jakarta sebanyak 93,10 persen, dan urutan ketiga
Provinsi Bali mencapai 92,44 persen. SEdangkan Daerah Istimewa Yogyakarta menempati urusan
keempat dengan 91,00 persen.
Ia melanjutkan, minat baca siswa juga bisa terlihat dari jenis bacaan yang dibaca, seperti
surat kabar atau majalah, membaca artikel elektronik, buku pelajaran dan buku nonpelajaran.
"Dari beberapa jenis bacaan tersebut, minat baca siswa di DIY cukup tinggi secara nasional," ujar
Gantjang. Berdasarkan persentase siswa yang membaca surat kabar atau majalah, tercatat siswa
DIY berada di urutan pertama sebanyak 27,62 persen. Urutan kedua dan ketiga ditempati
Kalimantan Utara sebanyak 16,86 persen, dan DKI Jakarta sebanyak 14,36 persen. Sedangkan,
persentase siswa yang membaca artikel elektronik, tercatat siswa DIY pada urutan pertama
sebanyak 57,85 persen. Urutan kedua dan ketiga ditempati DKI Jakarta sebanyak 51,33 persen dan
Bali 39,46 persen.
Sedangkan persentase siswa yang membaca buku pelajaran tercatat, urutan pertama
ditempati siswa Kepulauan Riau 74,13 persen. Urutan kedua dan ketiga ditempati oleh DIY 68,21
persen, dan DKI Jakarta 67,29 persen."Persentase yang sama juga terjadi pada siswa yang
membaca buku nonpelajaran. Urutan pertama hingga ketiga ditempati oleh Kepulauan Riau
sebanyak 74,13 persen, DIY 68,21 persen, dan DKI Jakarta 67,29 persen," kata Gantjang lagi.

Sumber : [Link]
kotakota-dengan-minat-baca-tinggi

Rubrik dan Pedoman Penskoran Keterampilan

24
No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor
1. a. Terdapat judul 2
b. Tidak terdapat judul 1
2. a. Informasi yang disajikan singkat, jelas, dan mudah dipahami 2
b. Informasi yang disajikan kurang singkat, jelas, dan sulit dipahami 1
3. a. Informasi yang disampaikan sesuai dengan teks 3
b. Informasi yang disampaikan kurang sesuai dengan teks 2
c. Informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan teks 1
Jumlah skor 7

Penilaian Praktik
Contoh pengisian format penilaian menulis

No. Nama Judul Keefektifan Kesesuaian Jumlah Nilai


Siswa Informasi Informasi Skor Akhir
1. Panji 2 2 2 6 86
… … … … … …

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 7

Jumlah soal perolehan


 Nilai praktik = x 100
Jumlah skor maksimal

6
 Pada contoh di atas nilai praktik kelompok Chairil Anwar = x 100 =
85,7 dibulatkan menjadi 86 7

Kompetensi Dasar : 4.1 Mengubah informasi dari bentuk naskah debat


dan atau pendapat ke dalam bentuk uraian
Indikator Soal : Peserta didik dapat memperbaiki naskah debat dan
atau pendapat
Soal (No. Soal) : 2. Analisislah naskah debat atau pendapat yang dibuat
oleh rekan kalian, perbaikilah bila ada
ketidaksesuaian antara isi teks dengan penyajian
data pada naskah debat atau pendapat tersebut!

Rubrik dan Pedoman Penskoran Keterampilan

No Kriteria/Rambu-rambu Jawaban Skor


1. a. Terdapat perbaikan dan sesuai dengan teks 2
b. Terdapat perbaikan namun tidak sesuai teks 1
Jumlah skor 2

Penilaian Praktik
Contoh pengisian format penilaian menulis

25
No. Nama Perbaikan Jumlah Nilai
Siswa Skor Akhir
1. Panji 2 2 100
… … … … …

Keterangan :
 Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 2

Jumlah soal perolehan


 Nilai praktik = x 100
Jumlah skor maksimal

2
 Pada contoh di atas nilai praktik kelompok Chairil Anwar = x 100 =
100 2

1. Debat adalah proses saling bertukar pendapat untuk membahas suatu isu
dengan masing-masing pihak yang berdebat memberi alasan. Apabila
perlu,ditambah dengan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan
pendapat masing-masing. Hasil debat biasanya menghasilkan sudut pandang
baru yang bisa diterima kedua belah pihak.
2. Unsur-unsur debat adalah
(a) mosi,
(b) tim afirmasi,
(c) tim oposisi,
(d) tim netral, penonton/juri yang dipanggil,
(e) moderator, dan
(f) penulis.
3. Mosi adalah permasalahan yang diperdebatkan dan bisa diketahui dari judul
dan pendapat yang disampaikan pihak-pihak yang berdebat.
4. Ragam bahasa yang digunakan dalam debat adalah ragam ilmiah yang harus
memenuhi ciri:
(a) Sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata
bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf);
(b) Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima
akal sehat (logis), harus tepat, dan hanya memiliki satu makna, padat,
langsung menuju sasaran, runtun dan sistematis dan tersaji sebagai kalimat
efektif; dan
(c) Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif).

1. Debat adalah kegiatan untuk mempertahankan pendapat dengan disertai


argumen yang mendukung pendapat.
2. Mosi dalam debat sama dengan topik dalam sebuah teks. Mosi menjadi dasar
bagi pihak-pihak yang terlibat debat untuk menentukan sikap apakah
mendukung atau menolak mosi. Berdasarkan mosi, semua pihak dapat
menyiapkan argumen untuk mendukung pendapatnya tentang mosi.
3. Sebelum mempertahankan pendapat tentang suatu isu atau permasalahan, hal
pertama yang harus dimiliki seseorang adalah memahami isu atau
permasalahan dengan baik.
4. Tahapan terakhir yang harus dilakukan oleh pihak yang berdebat, baik tim
afirmasi maupun tim oposisi adalah menyampaikan simpulan.

26
5. Simpulan dirumuskan berdasarkan pendapat dan argumen yang telah
disampaikan sebelumnya.
6. Simpulan dapat juga disebut sebagai hasil dari pembicaraan.
7. Penalaran yang digunakan dalam menyusun simpulan debat termasuk dalam
penalaran induktif.

Langkah-langkah mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun teks debat


1. Merumuskan esensi debat
2. Mengidentifikasi unsur-unsur debat;
3. Menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral dalam debat;
4. Merumuskan mosi berdasarkan isu atau permasalahan yang sedang
berkembang;
5. Menyusun pendapat disertai argumen baik untuk mendukung maupun menolak
mosi.

27

Anda mungkin juga menyukai