RANCANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN
FASE :A
MUATAN PELAJARAN: SENI RUPA
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Materi
Mengalami Peserta didik memahami unsur ● Peserta didik memahami unsur rupa ● Unsur rupa di
(Experiencing) rupa di lingkungan sekitarnya dan di lingkungan sekitarnya. lingkungan
menyimpulkan hasil pemahaman sekitar.
atas dua unsur rupa.
● Unsur rupa di
● Peserta didik menyimpulkan hasil
lingkungan
pemahaman atas dua unsur rupa.
sekitar.
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan ● Peserta didik dapat menilai karya ● Karya seni
(Reflecting) menciptakan karya seni rupa dengan dengan menggunakan kosakata
menggunakan kosakata sehari-hari. sehari-hari.
● Peserta didik menciptakan karya seni
dengan menggunakan kosakata ● Karya seni
sehari-hari.
Berpikir dan Peserta didik menggunakan ● Peserta didik menggunakan ● Pengalaman
Bekerja Artistik pengalaman visualnya sebagai pengalaman visualnya sebagai Visual
(Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. sumber gagasan dalam berkarya.
Working Peserta didik mengeksplorasi alat
Artistically) dan bahan dasar yang tersedia ● Peserta didik mengeksplorasi alat ● Eksplorasi
dilingkungan sekitar. dan bahan dasar yang tersedia alat dan
dilingkungan sekitar. bahan.
Menciptakan Peserta didik membuat karya seni ● Peserta didik dapat menciptakan ● Jenis garis,
(Making/Creati rupa menggunakan hasil karya seni rupa menggunakan hasil bentuk
ng) pengamatan terhadap lingkungan pengamatan terhadap lingkungan geometris dan
sekitar menggunakan unsur garis, sekitar menggunakan unsur garis. non
bentuk, dan/warna. geometris.
● Bentuk pada
● Peserta didik membuat karya seni
wajah
rupa menggunakan hasil pengamatan
terhadap lingkungan sekitar berupa
bentuk.
● Peserta didik membuat karya seni ● Warna primer
rupa menggunakan hasil pengamatan dan sekunder
terhadap lingkungan sekitar berupa dalam warna
warna. seni rupa.
Berdampak Peserta didik memberikan respons ● Peserta didik memberikan respon ● Karya seni
terhadap kejadian sehari-hari melalui rupa.
(Impacting) terhadap kejadian sehari-hari dan
karya seni rupa yang memberikan
keadaan lingkungan sekitar dampak positif bagi dirinya.
melalui karya seni rupa yang ● Peserta didik dapat merespon
keadaan lingkungan sekitar melalui ● Karya seni
memberi dampak positif bagi
karya seni rupa yang berdampak rupa.
dirinya. positif.
Materi :
Unsur rupa di lingkungan sekitar.
Unsur-unsur seni rupa yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar adalah garis, bentuk, bidang, warna, tekstur, gelap terang, dan ruang.
Garis : Goresan yang dapat membentuk kontur dan struktur karya seni
Bentuk : Dimensi fisik dari objek yang ada dalam karya seni
Warna : Unsur seni rupa yang dapat berupa warna-warna tertentu
Tekstur : Unsur seni rupa yang dapat berupa tekstur tertentu
Ruang : Unsur seni rupa yang dapat berupa ruang positif atau ruang negatif
Gelap terang: Unsur seni rupa yang dapat berupa nada gelap terang
Menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur rupa dapat dilakukan dengan melihat hubungan antara unsur-unsur tersebut. Unsur-unsur
rupa yang saling berhubungan dapat membentuk kesatuan dalam karya seni.
Unsur-unsur rupa yang saling berhubungan dapat membentuk kesatuan ide, kesatuan gaya, dan kesatuan bentuk.
Karya Seni
Hasil dari proses kreatif yang melibatkan pemikiran, perasaan, dan teknik tertentu. Karya seni dapat berupa benda estetik, ciptaan artistik,
atau karya yang dianggap berseni.
Karya seni dapat dibedakan berdasarkan wujudnya, yaitu dua dimensi, tiga dimensi, dan empat dimensi.
Karya seni dua dimensi Lukisan, Gambar, Foto, Tenunan, Batik.
Karya seni tiga dimensi Patung, Boneka, Bangunan.
Karya seni empat dimensi Seni rupa yang diproyeksikan di dinding, Seni rupa pertunjukan, Seni rupa media baru (new media)
bersifat interaktif.
Karya seni dapat juga dibedakan berdasarkan jenisnya, seperti seni rupa, seni musik, dan seni tari.
Menilai karya dengan menggunakan kosakata sehari-hari bisa dilakukan melalui apresiasi seni.
Tujuan apresiasi seni adalah: Mengevaluasi karya seni, Meningkatkan kemampuan, Mengembangkan karya seni, Menyempurnakan karya
seni.
Karya seni yang dibuat dengan menggunakan kosakata sehari-hari dapat berupa seni rupa terapan. Seni rupa terapan adalah karya seni
yang memiliki nilai fungsi dan nilai seni, dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman Visual
Pengalaman visual adalah pengalaman sadar yang melibatkan penglihatan. Pengalaman visual dapat berupa persepsi, ilusi, atau
halusinasi.
Pengalam visual dapat terjadi dalam berbagai situasi seperti ;
Pengalaman visual dalam seni, seperti melihat karya seni yang dapat memicu respons emosional
Pengalaman visual dalam pembelajaran, seperti menggunakan desain visual untuk membangkitkan emosi dan meningkatkan
keterlibatan
Pengalaman visual dalam belanja, seperti menggunakan VR video untuk melihat produk secara virtual
Pengalaman visual dalam iklan, seperti menggunakan teknologi The Real Anamorphic untuk membuat iklan yang lebih hidup
Pengalaman visual dapat memberikan dampak yang kuat dan berkesan, sehingga dapat terus diingat dalam jangka waktu yang lama.
Eksplorasi alat dan bahan
Eksplorasi alat dan bahan dalam seni rupa adalah proses mencari dan mencoba berbagai alat dan bahan untuk membuat karya
seni. Tujuannya untuk menemukan ide baru, kebaruan, dan peluang baru dalam seni rupa.
Beberapa contoh alat dan bahan yang digunakan dalam seni rupa:
Pensil : Alat utama untuk menggambar, terbuat dari grafit dan tanah liat
Pensil warna : Pensil yang berisi warna-warna lembut
Krayon : Pewarna padat yang terbuat dari lilin dan kapur
Pastel : Terbuat dari kapur yang dicampur pigmen warna dan minyak, sehingga teksturnya lembut
Cat air : Bahan transparan yang digunakan untuk melukis di atas kertas
Cat minyak : Bahan yang digunakan untuk melukis di atas kanvas
Kanvas : Kain yang bercampur cat dan lem
Kuas : Alat untuk menyapukan cat
Palet : Wadah untuk mencampur warna cat
Kertas : Media untuk menggambar
Komputer : Media untuk menggambar atau desain grafis teknik digital
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat karya seni rupa dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis.
Jenis garis bentuk geometris dan non geometris
Garis bentuk geometris adalah garis yang lurus, tegas, dan teratur.
Garis bentuk non geometris adalah garis yang tidak memiliki ukuran pasti.
Garis bentuk geometris :
Garis bentuk geometris adalah garis yang terukur dan dapat didefinisikan.
Garis bentuk geometris memiliki garis sudut yang tegas, lurus, dan teratur.
Garis bentuk geometris memiliki wujud yang jelas dan dapat didefinisikan secara pasti.
Contoh garis bentuk geometris adalah lingkaran, bola, bujur sangkar, tabung, limas, persegi, persegi panjang, kerucut, silinder.
Garis bentuk non geometris
Garis bentuk nongeometris adalah garis yang tidak memiliki ukuran pasti.
Garis bentuk nongeometris memiliki sifat fleksibel dan tidak terpaku pada bentuk bangunan ruang.
Garis bentuk nongeometris biasanya cenderung lebih bebas, namun memiliki susunan yang rapi.
Contoh garis bentuk nongeometris adalah bentuk tumbuhan atau binatang, bisa juga bentuk awan, gunung, dan lain sebagainya.
Bentuk pada wajah
Contoh bentuk wajah pada geometris
Bentuk nongeometris pada wajah adalah bentuk yang tidak memiliki ukuran pasti dan tidak sesuai dengan alat ukur. Bentuk
nongeometris memiliki sifat fleksibel dan tidak terpaku pada bentuk baku bangun ruang.
Bentuk nongeometris pada wajah bisa diartikan sebagai bentuk yang meniru bentuk alam seperti manusia.
Contoh bentuk nongeometris pada wajah ;
Daun, Pohon, Bunga, Hewan, Pemandangan alam, Keadaan sekitar rumah.
Warna primer dan sekunder dalam warna seni rupa.
Warna primer adalah warna dasar yang tidak bisa dipecah menjadi warna lain, sedangkan warna sekunder adalah hasil pencampuran dua
warna primer.
Warna primer Merah, Kuning, Biru.
Warna sekunder Oranye, Hijau, Ungu.
Warna primer dan sekunder merupakan unsur penting dalam seni rupa. Pemahaman tentang warna primer dan sekunder membantu
seniman dalam mencampur warna untuk mendapatkan warna yang diinginkan.
Cara mendapatkan warna sekunder ;
Campurkan warna merah dan kuning untuk menghasilkan warna oranye
Campurkan warna kuning dan biru untuk menghasilkan warna hijau
Campurkan warna biru dan merah untuk menghasilkan warna ungu
Hasil warna sekunder tergantung pada seberapa banyak setiap warna primer yang digunakan.
Tiga warna utama sebagai dasar dan disebut warna primer, yaitu merah (M), kuning (K), dan biru (B). Apabila dua warna primer masing-
masing di campur, maka akan menghasilkan warna kedua atau warna sekunder. Bila warna primer dicampur dengan warna sekunder akan
menghasilkan warna ketiga atau warna tersier.
Karya seni rupa
Karya seni rupa adalah hasil ekspresi kreatif yang menggunakan unsur-unsur visual untuk menyampaikan pesan, emosi, atau ide. Karya
seni rupa dapat dilihat dan diraba.
Jenis-jenis karya seni rupa dibagi berdasarkan dimensi, fungsi, dan wujudnya.
Dimensi
Karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Contohnya poster.
Karya seni rupa tiga dimensi (trimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi.
Contoh beberapa dampak positif pada karya seni rupa;
Menambah apresiasi terhadap keindahan
Membantu memahami diri sendiri
Meningkatkan kesehatan mental
Meningkatkan kesehatan mental
Memperkuat hubungan social
Membantu melihat masalah dari berbagai sudut pandang