0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Nota Pembelaan (Pledoi) : 123/Pid.B/2025/PN - KNG

Nota Pembelaan ini disampaikan oleh penasihat hukum Terdakwa Muhammad Alfajari dalam perkara pidana terkait penembakan Brigadir Iwan Firdaus. Penasihat hukum mengklaim bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung dakwaan perencanaan pembunuhan dan meminta agar Terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Kesimpulan ini didasarkan pada ketidakpastian dalam pembuktian dan prinsip in dubio pro reo.

Diunggah oleh

imam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Nota Pembelaan (Pledoi) : 123/Pid.B/2025/PN - KNG

Nota Pembelaan ini disampaikan oleh penasihat hukum Terdakwa Muhammad Alfajari dalam perkara pidana terkait penembakan Brigadir Iwan Firdaus. Penasihat hukum mengklaim bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung dakwaan perencanaan pembunuhan dan meminta agar Terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Kesimpulan ini didasarkan pada ketidakpastian dalam pembuktian dan prinsip in dubio pro reo.

Diunggah oleh

imam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NOTA PEMBELAAN

(PLEDOI)

SURAT TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM (JPU)


Dalam Perkara Pidana Tindak Pidana

Nomor: 123/Pid.B/2025/[Link]
Yang disampaikan oleh :
PENASEHAT HUKUM TERDAKWA

Atas Nama Terdakwa


MUHAMMAD ALFAJARI
A. PENDAHULUAN

Yang Mulia Majelis Hakim Yang Kami Muliakan, Yang Terhormat Saudara Jaksa
Penuntut Umum,

Kami Penasihat Hukum Terdakwa menyampaikan Nota Pembelaan (Pledoi) atas


Tuntutan Penuntut Umum dalam perkara pidana Nomor : 123/Pid.B/2025/[Link]
yang bernama MUHAMMAD ALFAJARI

1. Terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada


Yang Mulia Majelis Hakim Pemeriksa Perkara a quo yang telah dengan cermat,
arif, dan bijaksana memeriksa perkara ini guna menemukan kebenaran yang
sesungguhnya.
2. Dengan penuh rasa hormat terhadap lembaga peradilan dan menjunjung tinggi asas
due process of law, kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa Muhammad Alfajari
mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi) ini sebagai tanggapan resmi, yuridis, dan
konstitusional atas Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang mendakwakan
Terdakwa melanggar Pasal 340 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,
subsidiair Pasal 338 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
3. Nota Pembelaan ini tidak dimaksudkan untuk menafikan duka atas meninggalnya
korban Brigadir Iwan Firdaus, melainkan untuk menempatkan perkara a quo secara
objektif dalam kerangka hukum pidana yang berlandaskan asas legalitas, asas
kesalahan, dan prinsip pembuktian yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 183
KUHAP.

B. KRONOLOGIS KEJADIAN PERKARA

Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, dapat dijelaskan


kronologis singkat perkara sebagai berikut:
Bahwa benar pada tanggal 8 Juli 2025 terjadi peristiwa penembakan yang
mengakibatkan meninggalnya Brigadir Iwan Firdaus. Bahwa peristiwa tersebut terjadi
dalam situasi yang berlangsung cepat, emosional, dan tidak sebagaimana didalilkan
secara sistematis dan terencana oleh Jaksa Penuntut Umum.
Bahwa Terdakwa berada dalam kondisi psikologis yang terguncang akibat informasi
yang diterima sebelumnya, sehingga tindakan yang terjadi tidak dapat serta-merta
dikualifikasikan sebagai perencanaan matang sebagaimana dimaksud Pasal 340 KUHP.

C. FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN
1. KETERANGAN SAKSI DAN AHL
a. Bahwa dari keterangan para saksi terungkap adanya perbedaan dan
inkonsistensi dalam menjelaskan rangkaian peristiwa.

b. Bahwa tidak satu pun saksi yang dapat membuktikan secara langsung
adanya perencanaan pembunuhan yang matang dan disengaja oleh
Terdakwa.

c. Bahwa keterangan ahli yang dihadirkan pun tidak secara tegas


membuktikan terpenuhinya unsur pembunuhan berencana
2. Bahwa selama persidangan berlangsung, terungkap fakta-fakta sebagai berikut:
a. Bahwa tidak terdapat alat bukti yang menunjukkan adanya tenggang
waktu yang cukup bagi Terdakwa untuk berpikir secara tenang dan
rasional sebagaimana disyaratkan unsur voorbedachte rade.
b. Bahwa keterangan saksi-saksi sebagian besar berasal dari bawahan
langsung Terdakwa yang berada dalam relasi struktural dan hierarkis.
c. Bahwa tidak terdapat alat bukti yang secara sah dan meyakinkan
membuktikan bahwa Terdakwa telah merencanakan pembunuhan
tersebut sejak jauh hari.

ANALISA HUKUM

Yang Mulia Majelis Hakim,

Bahwa unsur utama Pasal 340 KUHP adalah adanya kesengajaan dan perencanaan
terlebih dahulu.

Bahwa dalam berbagai putusannya menegaskan bahwa perencanaan harus dibuktikan


dengan adanya jeda waktu yang cukup dan keadaan batin yang tenang.
Bahwa dalam perkara a quo, unsur perencanaan tersebut tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan.

Bahwa dengan demikian, dakwaan primair Pasal 340 KUHP tidak terpenuhi.

Bahwa terhadap dakwaan subsidiair Pasal 338 KUHP, unsur kesengajaan pun patut
diragukan karena peristiwa terjadi secara spontan dan emosional

KESIMPULAN

Bahwa berdasarkan seluruh uraian di atas, jelas bahwa Terdakwa Muhammad Alfajari
tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana
didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Bahwa keraguan yang timbul dalam pembuktian haruslah ditafsirkan untuk


kepentingan Terdakwa sesuai asas in dubio pro reo.

PERMOHONAN

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,

Berdasarkan seluruh uraian dalam Nota Pembelaan (Pledoi) ini, kami mohon kepada
Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo agar berkenan
menjatuhkan putusan sebagai berikut:

1. Menerima seluruh Nota Pembelaan (Pledoi) dari Penasihat Hukum Terdakwa;


2. Menyatakan Terdakwa Muhammad Alfajari tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut
Umum;
3. Membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum;
4. Memerintahkan agar Terdakwa segera dibebaskan dari tahanan;
5. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta
martabatnya;
6. Membebankan biaya perkara kepada Negara.

Atau,
Apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-
adilnya (ex aequo et bono).

Demikian Nota Pembelaan ini kami sampaikan, atas segala perhatian Yang Mulia
Majelis Hakim kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,

PENASIHAT HUKUM TERDAKWA

Anda mungkin juga menyukai