Saya Pertiwi, seorang guru informatika di SMP Islam Plus Annur Fatmah, akan membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi berfikir komputasional kelas 7. adapun capaian
pembelajarannya adalah peserta didik memahami dan menerapkan konsep berpikir komputasi
(dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) untuk menyelesaikan masalah, sedangkan
tujuan pembelajarannya adalah Siswa dapat menjelaskan konsep dasar berpikir komputasi
(dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dengan contoh [Link] dapat
mendekomposisikan masalah sehari-hari menjadi langkah-langkah sederhana. Siswa dapat
membuat algoritma sederhana dalam bentuk pseudocode atau diagram alur untuk menyelesaikan
[Link] itu tolong bantu saya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sekalian
lembar kerja peserta didik dengan sistematika ini:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Lembar Tugas 2: Menyusun RPP/MA Pembelajaran Mendalam
Identitas
Nama Penyusun: Pertiwi
Sekolah/Instansi: SMP Islam Plus Annur Fatmah
Mata Pelajaran: Informatika
Fase/Kelas: Fase D/Kelas 7
Semester: 1
Alokasi Waktu: 4 JP (2 x Pertemuan, 2 JP per pertemuan)
Identifikasi
Peserta Didik:
Siswa kelas 7 SMP, usia rata-rata 12-13 tahun, memiliki kemampuan dasar dalam penggunaan
teknologi dan logika sederhana. Siswa diharapkan memiliki pengalaman dasar dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari dan mulai mengenal konsep berpikir komputasional.
Materi Pelajaran
Konsep dasar berpikir komputasional:
Dekomposisi
Pengenalan pola
Abstraksi
Algoritma
Dimensi Profil Lulusan
Berpikir Kritis: Siswa mampu menguraikan masalah menjadi langkah-langkah
sederhana dan membuat solusi logis.
Kreatif: Siswa dapat merancang algoritma sederhana dengan pendekatan inovatif.
Kolaboratif: Siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menyelesaikan
masalah.
Bernalar Komputasional: Siswa memahami dan menerapkan konsep berpikir
komputasional dalam konteks sehari-hari.
Desain Pembelajaran
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik memahami dan menerapkan konsep berpikir komputasi (dekomposisi, pengenalan
pola, abstraksi, algoritma) untuk menyelesaikan masalah.
Lintas Disiplin Ilmu:
Matematika: Logika dan urutan langkah-langkah dalam algoritma.
Bahasa Indonesia: Penyusunan pseudocode dengan bahasa yang jelas dan terstruktur.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Kolaborasi dan kerja sama dalam
kelompok.
Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat menjelaskan konsep dasar berpikir komputasi (dekomposisi, pengenalan
pola, abstraksi, algoritma) dengan contoh sederhana.
2. Siswa dapat mendekomposisikan masalah sehari-hari menjadi langkah-langkah
sederhana.
3. Siswa dapat membuat algoritma sederhana dalam bentuk pseudocode atau diagram alur
untuk menyelesaikan masalah.
Topik Pembelajaran:
Berpikir Komputasional: Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Algoritma.
Praktik Pedagogis:
Pendekatan: Problem-Based Learning (PBL) dan Inquiry-Based Learning.
Metode: Diskusi kelompok, simulasi, dan presentasi.
Strategi: Aktivitas berbasis proyek untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Kemitraan Pembelajaran:
Guru sebagai fasilitator dan pembimbing.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk mendorong kolaborasi.
Orang tua diajak untuk mendukung siswa dalam mencari contoh masalah sehari-hari di
rumah.
Lingkungan Pembelajaran:
Ruang kelas dengan proyektor untuk presentasi.
Laboratorium komputer untuk simulasi algoritma (opsional).
Lingkungan interaktif dengan diskusi kelompok.
Pemanfaatan Digital:
Media presentasi (PowerPoint/Google Slides) untuk menjelaskan konsep.
Aplikasi diagram alur seperti [Link] untuk membuat flowchart.
Video interaktif tentang berpikir komputasional dari sumber terpercaya.
Pertemuan ke-1
Pengalaman Belajar
AWAL (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru membuka pelajaran dengan permainan “Tebak Langkah”: Siswa diminta menebak
urutan langkah untuk membuat segelas teh manis tanpa diberi petunjuk awal (5 menit).
2. Guru menjelaskan relevansi berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya dalam memasak atau merencanakan perjalanan (5 menit).
3. Siswa diminta berbagi pengalaman menyelesaikan masalah sederhana di rumah (10
menit).
INTI
Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru menjelaskan konsep dekomposisi dan pengenalan pola dengan contoh membuat
resep makanan (15 menit).
2. Siswa menonton video singkat tentang berpikir komputasional (5 menit).
3. Diskusi kelompok: Siswa mengidentifikasi langkah-langkah dalam aktivitas sehari-hari,
seperti memakai seragam sekolah (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Siswa dalam kelompok mendekomposisikan masalah sederhana, misalnya
“merencanakan perjalanan ke sekolah” menjadi langkah-langkah kecil (15 menit).
2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi mereka (10 menit).
3. Siswa mulai membuat pseudocode sederhana untuk masalah yang dipilih (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Siswa menuliskan apa yang mereka pelajari tentang dekomposisi dan pengenalan pola (5
menit).
2. Guru memfasilitasi diskusi refleksi: “Bagaimana dekomposisi membantu menyelesaikan
masalah?” (5 menit).
3. Siswa berbagi satu contoh masalah sehari-hari yang bisa didekomposisi di rumah (5
menit).
PENUTUP (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru merangkum konsep dekomposisi dan pengenalan pola (5 menit).
2. Siswa diberi tugas rumah: Mencari satu masalah sehari-hari dan mencoba
mendekomposisikannya (5 menit).
3. Guru memberikan motivasi: “Setiap masalah besar bisa diselesaikan dengan langkah
kecil!” (5 menit).
Pertemuan ke-2
Pengalaman Belajar
AWAL (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru memulai dengan kuis singkat: Siswa menyebutkan langkah-langkah dari tugas
rumah mereka (10 menit).
2. Guru memperkenalkan konsep abstraksi dan algoritma dengan analogi resep masakan (5
menit).
3. Siswa berdiskusi tentang pentingnya mengabaikan detail yang tidak relevan (abstraksi)
dalam menyelesaikan masalah (5 menit).
INTI
Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru menjelaskan konsep abstraksi dan algoritma dengan contoh membuat flowchart
untuk aktivitas sederhana seperti “membuat sandwich” (15 menit).
2. Siswa mencoba mengidentifikasi detail yang tidak relevan dalam masalah tertentu (10
menit).
3. Guru memperkenalkan format pseudocode dan flowchart dengan contoh (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Siswa dalam kelompok membuat flowchart atau pseudocode untuk masalah sederhana,
seperti “menyusun tas sekolah” (15 menit).
2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil flowchart/pseudocode mereka (10 menit).
3. Siswa memperbaiki flowchart/pseudocode berdasarkan masukan dari kelompok lain (10
menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Siswa menuliskan apa yang mereka pelajari tentang abstraksi dan algoritma (5 menit).
2. Guru memfasilitasi diskusi: “Mengapa algoritma penting dalam menyelesaikan
masalah?” (5 menit).
3. Siswa berbagi pengalaman membuat flowchart/pseudocode (5 menit).
PENUTUP (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
1. Guru merangkum konsep abstraksi dan algoritma (5 menit).
2. Siswa diberi tugas untuk membuat flowchart sederhana untuk aktivitas di rumah (5
menit).
3. Guru menutup dengan motivasi: “Berpikir komputasional membuat hidup lebih teratur
dan mudah!” (5 menit).
Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran:
Kuis lisan: Siswa menyebutkan langkah-langkah sederhana untuk aktivitas sehari-hari
(Pertemuan 1).
Diskusi kelompok: Mengidentifikasi masalah yang bisa didekomposisi (Pertemuan 1).
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): Siswa mengisi lembar kerja tentang dekomposisi
dan membuat pseudocode/flowchart (Pertemuan 1 dan 2).
Observasi: Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Produk: Flowchart atau pseudocode untuk masalah sehari-hari (dinilai berdasarkan
kejelasan dan logika).
Tes tertulis: Menjelaskan konsep berpikir komputasional dengan contoh (soal esai).
Lampiran
1. Materi Ajar
Konsep Berpikir Komputasional:
Dekomposisi: Memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah
dikelola. Contoh: Membagi tugas memasak menjadi langkah-langkah seperti menyiapkan
bahan, memotong, dan memasak.
Pengenalan Pola: Mengidentifikasi kesamaan atau pola dalam masalah untuk
mempermudah solusi. Contoh: Menemukan pola dalam urutan langkah memakai
seragam.
Abstraksi: Mengabaikan detail yang tidak relevan untuk fokus pada informasi penting.
Contoh: Hanya mencatat langkah utama dalam membuat sandwich tanpa detail kecil
seperti warna piring.
Algoritma: Menyusun langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah. Contoh:
Membuat pseudocode untuk menyusun tas sekolah.
2. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Judul: Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Kehidupan Sehari-hari
Petunjuk: Kerjakan tugas berikut secara individu atau dalam kelompok sesuai instruksi guru.
Bagian 1: Dekomposisi
1. Pilih satu aktivitas sehari-hari (contoh: membuat teh, pergi ke sekolah).
2. Tulis langkah-langkah kecil untuk menyelesaikan aktivitas tersebut (minimal 5 langkah).
oContoh: Membuat teh → 1. Rebus air, 2. Siapkan gelas, 3. Masukkan teh, dst.
3. Presentasikan hasil dekomposisi kepada kelompok lain.
Bagian 2: Pengenalan Pola
1. Amati langkah-langkah dari aktivitas di Bagian 1.
2. Identifikasi apakah ada pola atau kesamaan dalam langkah-langkah tersebut.
o Contoh: Apakah ada langkah yang berulang seperti “siapkan alat”?
Bagian 3: Abstraksi
1. Dari langkah-langkah di Bagian 1, tentukan detail yang tidak relevan dan bisa diabaikan.
o Contoh: Warna gelas tidak relevan untuk membuat teh.
2. Tulis ulang langkah-langkah dengan hanya mencantumkan informasi penting.
Bagian 4: Algoritma
1. Buat pseudocode atau flowchart untuk aktivitas yang sama. Contoh pseudocode:
2. MULAI
3. 1. Rebus air hingga mendidih
4. 2. Siapkan gelas
5. 3. Masukkan 1 sendok teh
6. 4. Tuang air panas ke gelas
7. 5. Aduk hingga rata
8. SELESAI
9. Gambar flowchart untuk aktivitas tersebut (gunakan kertas atau aplikasi seperti [Link]).
Pertanyaan Refleksi:
1. Apa yang kamu pelajari dari aktivitas ini?
2. Bagaimana berpikir komputasional membantu menyelesaikan masalah sehari-hari?
3. Instrumen Penilaian
Rubrik Penilaian LKPD
Skor 4 (Sangat
Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Baik)
Langkah-langkah Langkah-langkah Langkah-langkah Langkah-langkah
Dekomposis
jelas, lengkap, dan cukup jelas (4-5 kurang jelas (2-3 tidak jelas (<2
i
logis (>5 langkah). langkah). langkah). langkah).
Pola diidentifikasi Pola diidentifikasi,
Pengenalan Pola diidentifikasi Pola tidak
dengan contoh yang namun contoh
Pola tanpa contoh. diidentifikasi.
relevan. kurang jelas.
Abstraksi Detail tidak relevan Sebagian detail Detail tidak relevan Tidak ada abstraksi.
diidentifikasi dan tidak relevan diidentifikasi,
diabaikan dengan diidentifikasi. namun tidak
Skor 4 (Sangat
Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Baik)
tepat. diabaikan.
Pseudocode/ Pseudocode/
Pseudocode/ Tidak ada
flowchart cukup flowchart kurang
Algoritma flowchart logis, pseudocode/flowchar
jelas, ada sedikit jelas atau tidak
jelas, dan lengkap. t.
kekurangan. lengkap.
Refleksi mendalam
Refleksi cukup
Refleksi dan relevan dengan Refleksi dangkal. Tidak ada refleksi.
relevan.
pembelajaran.
Tes Tertulis (Soal Esai)
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dekomposisi dan berikan contohnya dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Bagaimana pengenalan pola dapat membantu menyelesaikan masalah? Berikan contoh.
3. Apa itu abstraksi? Mengapa penting dalam berpikir komputasional?
4. Tulis pseudocode untuk aktivitas sederhana seperti “mengikat tali sepatu”.