0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan30 halaman

Stemi PCI

Laporan ini membahas asuhan keperawatan pada pasien dengan tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner, merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, dengan penekanan pada pentingnya penanganan yang tepat. Dokumen ini mencakup pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, dan evaluasi pasca prosedur untuk meningkatkan hasil kesehatan pasien.

Diunggah oleh

molliyana sopyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan30 halaman

Stemi PCI

Laporan ini membahas asuhan keperawatan pada pasien dengan tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner, merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, dengan penekanan pada pentingnya penanganan yang tepat. Dokumen ini mencakup pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, dan evaluasi pasca prosedur untuk meningkatkan hasil kesehatan pasien.

Diunggah oleh

molliyana sopyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TINDAKAN PRIMARY
PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PPCI)
DI RUANG KATETERISASI JANTUNG
RSUP DR. M. DJAMIL

PADANG

Disusun Oleh :
CECEP RUDI DARMAWAN,[Link],Ners
Latar Penyakit kardiovasular saat ini masih menjadi penyebab kematian
Belakang tertinggi di dunia 20 tahun terakhir. Menurut data WHO diperkirakan
kematian mencapai 19.8 juta orang meninggal akibat penyakit
kardiovaskular pada tahun 2022, mewakili sekitar 32 % penyebab
kematian global.
Di Indonesia sendiri, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab
nomor 1 kematian. Berdasarkan Global Burden of Desease dan Institute
for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019 penyakit jantung
menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan 14%,penyebab
kematian tersebut dikarenakan penyakit jantung koroner .

02
Pengertian
Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi karena penyempitan arteri koronaria akibat
aterosklerosis. Dampak utama PJK adalah gangguan pasokan oksigen dan nutrient
ke dalam jaringan miokard akibat penurunan aliran darah koroner (Kowalak, Welsh,
& Mayer, 2019).
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan istilah yang mencakup semua tanda dan
gejala iskemia miokard secara mendadak yang diklasifikasi menjadi ST segemen
elevasi miokard infrak (STEMI), infark miokard tanpa ST segmen elevasi dan
angina pektoris tidak stabil (PERKI, 2024).

03
Left
Main
Aorta Coronary
Artery
Circumflex
Right
Coronary
Coronary
Arteʳʸ
Artery
Left Anterior
Descending
Coronary
Artery
Coronary Arteries
Klasifikasi PJK

1. Anggina Pectoris 2. ACS


1. Ccs 1 1. UAP
2. Ccs 2 2. NSTEMI
3. Ccs 3 3. STEMI
4. Ccs 4
---------- RISIKO YANG TIDAK DAPAT DI RUBAH-—------—

Jenis Kelamin
keturunan

Pola Makan
Merokok Dísplîdemia Tidak SEHAT

Hipertensi & Obesitas


Diabetes Gerak Alkoholisme

@ Dipindai dengan CamScanner


Patofisiologi Manifestasi Klinis
Pemeriksaan Penunjan
Tes Labolatorium Halter monitor with ECG reading CT- SCAN JANTUNG

? Electrodes Heart

ECG reading showing heart thylhm


"EKG
Halter monitor

Tes Treadmill

@ Dipindai dengan CamScanner


Serangan Jantung Gagal Jantung

Cross-sectional Longitudinal view


view
Normal blood
flow
Ritme Jantung Cepat
Normal artery

UAtNSTEMl
Plaque buildup Ritme Jantung tidak
(Parñal
occlusion) Blocked blood flow
beraturan

Meninggal
mendadak
Anterior Des ending artery ’t
PI aque rupture, thrombosis

@ Dipindai dengan CamScanner


Before

melampirkan

atung
dipotong izans@a•+tas
AtheroscLerotic BaLfoon Sterrt hxngga sudah
pßque Cotheter iantung ne wk ditempat.
\ dapa
Tinjauan Kasus
Pengkajian

Riwayat kesehatan Riwayat kesehatan


Identitas Keluhan Utama dahulu & keluarga
sekarang

Nama Umur : Tn. KA Pasien datang dengan Nyeri dada 2 jam, Pasien mempunyai riwayat
Pendidikan : 55 th keluhan nyeri dada kiri terasa menyesak, mual darah tinggi dan diabetes
penis Kelamin : SMA sejak 2 Jam SMRS (+), muntah (+), tidak terkontrol. Dan ayah
Agama Pekerjaan : Laki-laki keringat dingin (+). pasien meninggal karena
Alamat : Islam mendadak karena serangan
Tanggal Masuk RS : Swasta jantung pada tahun 2009.
Diagnosa Medis : Padang
Tanggal pengkajian: 02-12-2025 jam 07.03 WIB
: STEMI inperioposterior onset 2 Jam
: 02 Desember 2025 jam 08.10 WIB
Pengkajian
TANDA-
TANDA VITAL EKG HASIL LAB

Tekanan darah : 215/127 mmHg


HR : 51 x/i
RR : 20 x/i
SpO2 : 98 %
Suhu : 36 ᵒC
BB : 90 kg

Sinus Bradikardi dengan HR 51x/I disertai


ST elevasi di II, III , aVF, V9 dan ST
Depresi I,avl dengan normal axis
Pengkajian

HASIL ANGIO GRAFI HASIL PPCI

LCA Grafi RCA graphy Setelah di pasang 1 stent Biomatrix 3.5 mm x 19 mm


ke proximal RCA
Analisa Data
Pre Prosedur
Analisa Data
Intra Prosedur
Analisa Data
Post Prosedur
Diagnosa Keperawatan :
Pre Prosedur
Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedra fisiologi
Intra Prosedur
Risiko Perdarahan ditandai dengan pemberian agen farmakologis
Post Prosedur
Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama
jantung

SEMINAR PROPOSAL
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUANdilakukan


Setelah DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI KEPERAWATAN
Manajemen Nyeri (I.08238)
tindakan keperawatan
selama 1x60 menit Observasi :
diharapakan Nyeri
[Link] lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,
berkurang dengan
kriteria hasil : intensitas nyeri
[Link] nyeri
[Link] skala nyeri
menurun
Nyeri Akut b/d [Link] menurun [Link] respon nyeri non verbal
[Link] protektif
1. Agen Pencedra menurun [Link] faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
Fisiologis [Link] menurun [Link] pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
[Link] tidur
menurun [Link] pengaruh budaya terhadap respon nyeri
[Link] diri menurun [Link] pengaruh nyeri pada kualitas hidup
[Link] depresi
menurun [Link] keberhasilan terapi komplementer yang sudah
[Link] takut diberikan
mengalami cedera
berulang menurun [Link] efek samping penggunaan analgetik
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL p INTERVENSI KEPERAWATAN

[Link] Teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (mis: TENS,


hypnosis, akupresur, terapi music, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi, Teknik
imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, terapi bermain)
[Link] lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis: suhu ruangan,
pencahayaan, kebisingan)
[Link] istirahat dan tidur
[Link] jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan
nyeri
Edukasi :
[Link] penyebab, periode, dan pemicu nyeri
[Link] strategi meredakan nyeri
[Link] memonitor nyeri secara mandiri
[Link] menggunakan analgesik secara tepat
[Link] Teknik farmakologis untuk mengurangi nyeri
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI KEPERAWATAN


[Link] tanda dan gejala perdarahan
Setelah dilakukan [Link] nilai hematokrit/hemoglobin sebelum dan setelah kehilangan
tindakan keperawatan darah
selama 1x5 jam , [Link] tanda-tanda vital ortostatik
perdarahan tidak terjadi [Link] koagulasi (mis: prothrombin time (PT), partial thromboplastin
time (PTT), fibrinogen, degradasi fibrin dan/atau platelet)
dengan kriteria hasil :
Teraupetik :
[Link] ada kehilangan [Link] bed rest selama perdarahan
Risiko perdarahan darah yang terlihat [Link] tindakan invasive, jika perlu
[Link] ada perdarahan [Link] kasur pencegah decubitus
berhubungan
2. pasca pembedahan [Link] pengukuran suhu rektal
dengan efek agen [Link] ada penurunan Edukasi :
farmakologis tekanan darah [Link] tanda dan gejala perdarahan
[Link] menggunakan kaus kaki saat ambulasi
[Link] ada penurunan [Link] meningkatkan asupan cairan untuk menghindari konstipasi
haemoglobin dan [Link] menghindari aspirin atau antikoagulan
hematokrit [Link] meningkatkan asupan makanan dan vitamin K
[Link] ada kulit dan [Link] segera melapor jika terjadi perdarahan
membrane mukosa Kaloborasi
pucat [Link] pemberian obat pengontrol perdarahan, jika perlu
[Link] pemberian produk darah, jika perlu
17Kolaborasi pemberian pelunak tinja jika perlu
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI KEPERAWATAN


Pereda, kualitas, lokasi, radiasi, skala, durasi, dan frekuensi)
Setelah dilakukan
intervensi keperawatan [Link] aritmia (kelainan irama dan frekuensi)
selama 1x24jam, maka [Link] EKG 12 sadapan untuk perubahan ST dan T
diharapkan curah [Link] elektrolit yang dapat meningkatkan risiko aritmia (mis:
jantung membaik,
dengan kriteria hasil: kalium, magnesium serum)
[Link] nadi perifer [Link] enzim jantung (mis: CK, CK-MB, Troponin T, Troponin I)
Penurunan curah meningkat [Link] saturasi oksigen
jantung b/d [Link] turun
3. [Link] menurun
[Link] stratifikasi pada sindrom koroner akut (mis: skor TIMI,
perubahan irama
[Link] menurun Killip, Crusade)
jantung
[Link] menurun Teraupetik :
[Link]/sianosis
[Link] tirah baring minimal 12 jam
menurun
[Link] darah [Link] akses intravena
membaik [Link] hingga bebas nyeri
[Link] kapiler [Link] terapi relaksasi untuk mengurangi ansietas dan stress
membaik
[Link] lingkungan yang kondusif untuk beristirahat dan
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL . ju a e g da INTERVENSI


a uve Va sava (
KEPERAWATAN s: e geda saat
BAB atau batuk)
[Link] Tindakan yang dijalani pasien
[Link] Teknik menurunkan kecemasan dan ketakutan
Kaloborasi :
[Link] pemberian antiplatelet, jika perlu
[Link] pemberian antianginal (mis: nitrogliserin, beta
blocker, calcium channel blocker)
[Link] pemberian morfin, jika perlu
[Link] pemberian inotropic, jika perlu
[Link] pemberian obat untuk mencegah manuver Valsava
(mis: pelunak tinja, antiemetik)
[Link] pencegahan trombus dengan antikoagulan, jika
Implementasi Keperawatan dan Evaluasi
Pre Prosedur
No
Tanggal Jam Implementasi
Mengontrol Keperawatan
lingkungan yang Evaluasi
Diagnosa Skala nyeri 6
02/12/ memperberat rasa nyeri
08.10 TD : 215/127 mmHg Hr : 51x/i
2025 1 Menjelaskan penyebab,
RR : 20x/i Spo2: 99% (nasal
periode, dan pemicu nyeri
kanul 3 l/i)
Mengajarkan Teknik
Implementasi Keperawatan dan Evaluasi
Intra Prosedur
No
Tanggal Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi
RR : 24x/i Spo2: 99% (nasal
Diagnosa perdarahan
kanul 3 l/i)
02/12/2025 08.20 Memonitor tanda-tanda
2 Kreatinin: 1,7 mg/dl
vital
Perdarahan selama prosedur
Mempertahankan bedrest
sebanyak 100 cc
Implementasi Keperawatan dan Evaluasi
No Post Prosedur
Tanggal Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi
Diagnosa 12 jam A : Penurunan curah jantung b/d
02/12/20 Menganjurkan segera melapor jika perubahan irama jantung belum teratasi
3
25 08.45 nyeri dada P : Intervensi dilanjutkan
Menganjurkan menghindari manuver Perawatan jantung akut:
vagal (mengedan atau batuk) Monitor EKG12 sadapan untuk
Implementasi Keperawatan dan Evaluasi
No Post Prosedur
Tanggal Jam Implementasi
Memonitor Keperawatan
aritmia RR : 18x/i Evaluasi
Diagnosa
02/12/20 Memonitor saturasi oksigen Spo2: 98%
3
25 09.45 Menyiapkan untuk menjalani Skala nyeri 2
intervensi coroner A :Penurunan curah jantung b/d
Berkolaborasi pencegahan perubahan irama jantung belum
Pembahasan:
Kondisi Klinis [Link] Diagnosa Keperawatan Intervensi Keperawatan
Keluhan Utama : Nyeri dada sejak 2jam Pre Prosedur : Nyeri Akut Monitor TTV, NYERI , EKG
SMRS, terasa menyesak, mual , muntah Intra Proprosedur : Resiko Perdarahan Pantau tanda- tanda Perdarahan
dan keringat dingin. PostProsedur : Penurunan Curah Jantung Pantau Oksigenisasi
Riwayat : Hipertensi dan DM tidak Edukasi ke pasien dan keluarga
terkontrol. Kolaborasi pemberian analgetik dan
Hasil EKG : Sinus Bradikardi dengan HR antikoogulan
51x/I disertai ST elevasi di II, III , aVF, V9
dan ST Depresi I,avl dengan normal axis
Diagnosa Medis : Stemi Inferoposterior
onset 2 jam Implementasi Keperawatan Evaluasi
Memonitor TTV, NYERI , EKG Nyeri berkurang
Memantau tanda- tanda Perdarahan TTV stabil
Memantau Oksigenisasi Tidak ada tanda- tanda perdarahan
Mengedukasi ke pasien dan keluarga Pasien paham tentang cara bersktivitas
Berkolaborasi pemberian analgetik dan post tindakan PCI
antikoogulan

SEMINAR PROPOSAL
Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan Saran
Tn. KA Mengalami STEMI Inferoposterior onset Untuk pasien dan keluarga : Diharapakan

2 jam dengan faktor resiko utama Hipertensi Pasien dan keluarga mengerti dan paham

dan DM Tidak terkontrol tentang penyakit jantung coroner serta

Intervensi keperawatan berfokus pada mengerti tanda dan gejalanya

Manajemen Nyeri, Memantau Perdarahan dan Untuk Perawat : perawatperlu meningkatkan

memantau curah jantung pasien pengetahuan tentang penatalaksanaan pasien

Primary PCI berhasil dilakukan dengan hasil penyakit jantung koroner dan tindakan PPCI.

kondisi pasien membaik setelah tindakan


Galeri Pelatihan

SEMINAR PROPOSAL
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai