Indonesian Journal of Applied Statistics
Vol. 5, No. 1, pp. 58-66, May 2022
[Link]
[Link]
E-ISSN 2621–086X Copyright 2022 The Authors
Perbandingan K-Nearest Neighbor dan Random Forest dengan Seleksi
Fitur Information Gain untuk Klasifikasi Lama Studi Mahasiswa
Isran K. Hasan, Resmawan*, dan Jefriyanto Ibrahim
Jurusan Matematika, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
*Corresponding author: resmawan@[Link]
Abstract. Accreditation is a quality and feasibility assessment form in carrying out higher education. One
of the factors that affect accreditation is the length of student study. In this study, the length of student study
is classified by using the best attributes resulting from selecting information gain features. In optimizing
the classification algorithm, we process the data by converting the original data into data that is ready to
be mined. The next step is dividing the data into training and testing data so that the classification algorithm
can be applied. This study gives the best four attributes, with K-nearest neighbor (K-NN) classification of
86.67% and random forest classification of 100%.
Keywords: information gain; K-nearest neighbor; length of study; random forest
1. PENDAHULUAN
Akreditasi menjadi salah satu bentuk evaluasi mutu dan kelayakan program studi di suatu
perguruan tinggi. Ketepatan lama studi mahasiswa menjadi masalah yang signifikan karena
ketepatan ini adalah alasan berhasilnya suatu perguruan tinggi [1]. Dalam menjalankan masa
studi sarjana/S1 mahasiswa dikatakan tepat waktu jika menyelesaikan studinya maksimal 4 tahun
ataupun kurang dari itu [2]. Setiap perguruan tinggi berusaha untuk membenahi manajemennya
dalam meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan akreditasi. Salah satu komponen
penilaian pada perguruan tinggi yaitu tingkat kelulusan tepat waktu.
Ketiadaan data dan analisis yang didapat oleh Bidang Akademik menyebabkan sulitnya
melakukan klasifikasi terhadap lama studi mahasiswa. Klasifikasi lama studi mahasiswa bisa
membantu Bidang Akademik untuk membuat metode yang sesuai dalam memperpendek dan
mempersingkat lama studi mahasiswa. Untuk itu, penting dilakukan suatu pengujian klasifikasi
dalam memprediksi seorang mahasiswa disebut lulus tepat waktu atau tidak berlandaskan
informasi atau data yang diperoleh dari mahasiswa itu sendiri.
Klasifikasi yakni suatu operasi yang melakukan evaluasi pada suatu objek data sehingga
masuk pada suatu kelas tertentu dari beberapa kelas yang ada [3]. Metode K-nearest neighbor (K-
NN) dan random forest termasuk dalam metode klasifikasi. Metode K-NN adalah salah satu
algoritma yang termasuk dalam supervised [4]. Digunakannya K-NN karena metode K-NN itu
sendiri mampu diaplikasikan terhadap sejumlah data training yang banyak maupun sedikit, dan
juga dalam pengoperasiannya lebih mudah, efektif dan gampang untuk dipahami. Random forest
Submitted: 31 December 2021; Accepted: 31 May 2022 58
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
adalah algoritma yang digunakan untuk masalah klasifikasi dalam machine learning dan data
mining [5].
Penelitian menggunakan algoritma K-NN diantaranya dilakukan oleh Badu [6] yang
mengklasifikasikan dana desa dengan tingkat akurasi 78,95% dengan nilai K = 2. Pada penelitian
Subrata, et al. [7], K-NN digunakan untuk mengklasifikasikan penggunaan protokol komunikasi
pada trafik jaringan dengan tingkat akurasi 99,14%. Selanjutnya, penelitian tentang random forest
diantaranya dilakukan oleh Ratnawati dan Sulistyaningrum [8] yang menerapkan random forest
untuk mengukur tingkat keparahan penyakit pada daun apel. Dalam hal ini diperoleh hasil akurasi
sebesar 75,32%. Lebih lanjut Hanun dan Zailani [9] menerapkan klasifikasi random forest dalam
menentukan kelayakan pemberian kredit. Penelitian tersebut menganalisis debitur yang
bermasalah dan debitur tidak bermasalah dengan tingkat akurasi sebesar 87,88%. Dari hasil
penelitian yang telah disebutkan menunjukkan tingkat akurasi yang baik dari algoritma K-NN
maupun random forest.
Pada penelitian ini, algoritma K-NN dan random forest digunakan untuk
mengklasifikasikan lama studi mahasiswa, sedangkan information gain digunakan untuk
menyeleksi fitur-fitur yang tidak memiliki pengaruh. Hal ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan Bimantoro dan Uyun [10] yang menggunakan information gain dalam menyeleksi fitur
citra untuk menilai kesesuain lahan pada tanaman cengkeh. Dengan demikian akurasi yang
diperoleh pada pengguaan fitur tanpa proses seleksi hanya 50%, sedangkan fitur yang didapat
pada hasil seleksi dengan menggunakan information gain dengan nilai threshold 0,7 naik menjadi
88%. Selanjutnya, untuk melihat evaluasi dari sebuah model yang dibangun digunakan confusion
matrix.
2. LANDASAN TEORI
2.1. Klasifikasi
Klasifikasi adalah suatu siklus dalam mendapatkan suatu model atau manfaat yang
menggambarkan dan mengenali informasi atau gagasan yang dimanfaatkan dalam menilai kelas
item yang labelnya tidak diketahui [11]. Adapun jenis algoritma yang banyak dipakai dalam
klasifikasi yaitu, decision/classification trees, Bayesian classifiers/Naive Bayes classifiers, neural
networks, K-nearest neighbor, metode rule based, dan support vector machines (SVM). Berikut
langkah-langkah dalam metode klasifikasi, yaitu:
1. Pembelajaran (learning): pelatihan (training) pada fase ini dibuat untuk menganalisis data
training kemudian dipresentasikan.
2. Klasifikasi: data yang dicobakan digunakan untuk memperoleh ketepatan dari metode
klasifikasi. Apabila ketepatan diterima, maka metode bisa digunakan pada klasifikasi data
tuple yang baru.
2.2. Preprocessing
Preprocessing merupakan suatu proses penting yaitu mengurangi atribut yang tidak
berpengaruh pada proses klasifikasi. Dalam tahap ini data yang digunakan masih dalam keadaan
belum siap diolah, sehingga pada tahap ini data disiapkan agar mempermudah dalam proses
klasifikasi. Preprocessing dibutuhkan dalam mengoptimalkan kemampuan algoritma klasifikasi
[12]. Biasanya ada empat langkah dalam preprocessing untuk dokumen teks, yakni case folding,
tokenizing, stopwords removal dan stemming [13].
59
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
2.3. Information Gain
Information gain adalah suatu metode yang bertujuan sebagai pembatas yang akan
digunakan untuk suatu karakter atau atribut yang tersedia, minimal 1 atau lebih atribut yang akan
digunakan, dan merupakan cerminan dari sifat sifat yang akan dimanfaatkan [14]. Information
gain membantu dalam mereduksi atau mengelola noise yang diakibatkan oleh fitur immaterial.
Information gain mampu mengidentifikasi fitur yang memiliki banyak data yang terkandung
dalam suatu informasi dalam pandangan kelas tertentu. Dalam memilih atribut terbaik
diselesaikan dengan menghitung nilai entropy terlebih dahulu. Entropy adalah jenis kerentanan
kelas dengan memanfaatkan peluang kejadian atau sifat tertentu [15]. Penentuan fitur dengan
Information gain dilakukan dengan 3 tahap [16], yakni:
1. Menghitung nilai information gain untuk setiap atribut pada dataset.
2. Memastikan garis batas (threshold) yang diperlukan. Ini akan memungkinkan atribut dengan
bobot yang setara dengan garis batas atau lebih menonjol untuk ditahan pada atribut yang
berada di bawah batas.
3. Dataset diperbaiki dengan menghilangkan atribut yang tidak relevan.
2.4. K-Nearest Neighbor (K-NN)
K-NN adalah metode yang menjalankan klasifikasi berlandaskan pada kedekatan suatu
jarak data dengan data lainnya [3]. Pada K-NN nilai K berarti data yang paling dekat dari data uji.
Karena sederhana dalam melakukan proses klasifikasi pada kelompok data, metode K-NN
menjadi salah satu metode pengenalan pola yang umum dan sering dimanfaatkan. Cara kerja K-
NN itu sendiri yaitu dengan mencari jarak antara dua titik yakni titik pelatihan dan titik uji, yang
selanjutnya dilakukan penilaian dengan K tetangga paling dekat dengan data latih. Pada penelitian
ini akan menggunakan pengukuran jarak dengan Euclidean distance. Adapun rumus dari
Euclidean distance dipresentasikan pada persamaan berikut [17],
𝑑(𝑥𝑖𝑥𝑗 ) = √∑𝑛𝑟=1(𝑥𝑖 −𝑥𝑗 )2 .
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi hasil K-NN, diantaranya yaitu menentukan
nilai K. Jika K terlalu kecil maka akan berdampak pada hasil perkiraan atau prediksi yang
diperoleh bisa sensitif pada adanya noise. Apabila K terlalu besar, maka tetangga paling dekat
yang dipilih terlalu banyak dari kelas lain yang tidak relevan karena jaraknya terlalu jauh.
Pemilihan nilai K genap atau ganjil juga menjadi perhatian. Untuk K genap dengan jumlah
klasifikasi genap akan ada kemungkinan voting dari kedua klasifikasi mendapat suara yang sama.
Akan tetapi untuk K ganjil dengan jumlah klasifikasi genap akan memudahkan karena dijamin
kedua kelas tidak akan mendapat suara yang sama [3].
2.5. Random Forest
Random forest adalah sekelompok tree dimana tiap-tiap tree tergantung pada jumlah piksel
untuk setiap vektor yang diambil dengan acak dan independen [18]. Metode random forest
merupakan model klasifikasi yang dipakai dengan mengembangkan beberapa pohon keputusan
berdasarkan seleksi data dan variabel yang dilakukan dengan acak. Hasil random forest yaitu
sekumpulan pohon acak. Kelas yang dihasilkan dari metode klasifikasi dipilih dari kelas dengan
angka paling banyak yang dibuat oleh pohon acak yang ada [19].
Banyak pohon yang ditumbuhkan kemudian terbentuk hutan atau yang dikenal dengan
forest, selanjutnya kumpulan pohon tersebut dianalisis sehingga menjadi metode random forest.
60
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
Pada sekelompok data yang tersusun dari n yang diamati dan p variabel penjelas, random forest
dikerjakan dengan cara berikut.
1. Di grup data, lakukan pemeriksaan tidak teratur ukuran n dengan pemulihan. Tahapan ini
dikenal sebagai tahapan bootstrap.
2. Memanfaatkan kasus bootstrap, pohon dibuat dengan ukuran paling besar (tanpa
pemangkasan). Di setiap simpul, pemilihan diselesaikan dengan memilih m faktor penjelas
dengan acak, dimana m < p. Pemilihan terbaik dipilih dari m faktor informatif. Tahap ini
merupakan penentuan komponen yang tidak beraturan. Tahapan ini merupakan random
feature selection.
3. Kemudian mengulang tahap 1 dan 2 sejumlah k kali, kemudian tercipta dari hutan yang
tersusun atas k pohon.
2.6. Confusion Matrix
Confusion matrix salah satu metode yang sering dipakai dalam melakukan pengujian
akurasi pada konsepsi data mining. Sistem yang menjalankan klasifikasi diharapkan mampu
melakukan klasifikasi semua dataset dengan tepat, namun tidak bisa dipungkiri juga untuk hasil
kerja dari sistem belum mampu bisa 100% tepat, maka sebuah sistem ini harus diukur kinerjanya
[3]. Pengujian confusion matrix mengutarakan hasil penilaian model dengan memanfaatkan table
matrix. Jika dataset tersusun atas dua kelas, maka kelas pertama dikatakan positif dan kelas kedua
dikatakan negatif. Tabel confusion matrix disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Tabel Confusion matrix
Classified as
Correct Classification Predicted “+” Predicted “-“
Actual “+” True Positives False Negatives
Actual “-” False Negatives True Positives
2.7. Lama Studi Mahasiswa
Salah satu bentuk evaluasi dari akreditasi perguruan tinggi yaitu lama studi [20]. Lama
studi merupakan waktu yang diperlukan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan yang
ditunjukkan oleh tiap-tiap tingkatan, umumnya untuk tingkat sarjana adalah 4 tahun. Disamping
itu, kelulusan tepat waktu menjadi masalah penting mengingat tingkat kelulusan menjadi alasan
efektifnya perguruan tinggi [1].
Adapun variabel-variabel yang berhubungan dengan lama studi untuk seorang mahasiswa
dalam penelitian ini yaitu, tempat lahir, jenis kelamin, predikat, seleksi, dosen penasehat
akademik, jenis sekolah, pekerjaan orang tua, pendapatan orang tua, indeks prestasi kumulatif
(IPK), sistem kredit semester (SKS), jumlah cuti/nonaktif, jumlah mata kuliah nilai bagus, jumlah
mata kuliah nilai buruk dan waktu studi. Program studi yang diteliti yakni Program Studi
Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2013 yang lulus di tahun 2017 hingga 2019.
3. METODE PENELITIAN
Data Data pada penelitian merupakan data sekunder berupa data mahasiswa Program Studi
Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2013 yang lulus pada tahun 2017 hingga tahun 2019.
61
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
Data tersebut didapat dari Tata Usaha (TU) Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo.
Sebelum masuk pada proses klasifikasi untuk kedua model, hal pertama yang dilakukan
yakni mempersiapkan data, menghitung information gain yang digunakan untuk menyeleksi
atribut yang tidak berpengaruh, selanjutnya data dikonversi sehingga dapat digunakan pada kedua
metode klasifikasi. Data dibagi menjadi dua bagian yaitu data training dan data testing, masing-
masing sebesar 80% dan 20%.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Jumlah seluruh data sampel pada penelitian ini yakni 75 sehingga untuk nilai s=75, dengan
42 orang tepat waktu dan 33 orang yang lewat batas waktu dan terdapat atribut dan salah satunya
yakni atribut target yang akan dilihat pengaruhnya dalam suatu klasifikasi. Jumlah seleksi fitur
menggunakan asumsi penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa jumlah seleksi fitur yang
disarankan adalah log2n dengan n adalah jumlah seluruh fitur [21]. Jadi pada penelitian ini
digunakan 5 atribut yang memiliki nilai pengaruh terbesar, karena log215 = 3,9 ≈ 4 yang
ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2. Atribut yang berpengaruh
Atribut Nilai pengaruh
Dosen PA 0,510
Tempat Lahir 0,736
Asal Sekolah 0,763
Waktu Studi 0,990
4.1. Preprocessing Data
Preprocessing dibutuhkan dalam memaksimalkan kinerja algoritma klasifikasi [7]. Data
yang digunakan dalam sistem mining umumnya tidak dalam kondisi optimal untuk ditangani. Jadi
dalam penelitian ini hasil atribut yang telah diperoleh pada proses information gain selanjutnya
diproses dengan mengkonversi data dari bentuk asalnya menjadi data yang siap untuk dianalisis.
Adapun hasil konversi data yang diperoleh dari tahap preprocessing sebagai berikut.
1. Lama studi (Y). Pada lama studi tidak terjadi perubahan karena lama studi merupakan atribut
target dan tidak akan mempengaruhi proses.
2. Waktu studi (X1). Berhubung untuk waktu studi mahasiswa datanya berbentuk numerik maka
data ini tidak terjadi perubahan.
3. Asal sekolah (X2). Untuk asal sekolah dikelompokkan berdasarkan kabupaten yang ada di
Provinsi Gorontalo. Adapun untuk yang dari luar Gorontalo akan digabung menjadi satu
kelompok.
4. Tempat lahir (X3). Sama halnya dengan asal sekolah, untuk tempat lahir dikelompokkan
berdasarkan kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo. Adapun untuk yang dari luar
Gorontalo akan digabung menjadi satu kelompok.
5. Dosen PA (X4). Untuk Dosen PA dikelompokkan berdasarkan dosen-dosen yang berada di
lingkungan jurusan itu sendiri.
Selanjutnya data dibagi menjadi data training dan data testing. Pada penelitian ini data
training digunakan untuk direpresentasikan dalam bentuk aturan klasifikasi, selanjutnya data
62
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
testing digunakan dalam memprediksi akurasi dari aturan klasifikasi. Pembagian data ini
dilakukan dengan pemilihan secara random, yaitu 80% untuk data training dan 20% data testing.
4.2. Klasifikasi K-NN
Algoritma K-NN adalah teknik yang menjalankan algoritma supervised, yang bermaksud
untuk mengklasifikasi objek baru berlandaskan atribut dan data sampel. Pada proses klasifikasi
dengan K-NN terdapat tiga alur yakni pemilihan parameter K, menghitung jarak Euclid antara
data training dan data testing, dan menentukan rangking dari hasil perhitungan jarak. Hasil
Perhitungan jarak dan telah diurutkan ditampilkan pada Tabel 3.
Tabel 3 dan Tabel 4 menunjukkan bahwa dengan menggunakan 1-NN, pada data testing
pertama yaitu mahasiswa dengan lama studi 3,9 tahun, berasal dari sekolah dan lahir di Kab.
Gorontalo Utara (4), dan menjadi Bimbingan dosen PA dari Bapak Drs. Sumarno Ismail, [Link]
(4) diklasifikasikan lulus tepat waktu. Hasil prediksi ditampilkan pada Tabel 4.
Setelah mendapatkan hasil prediksi dari seluruh data testing menggunakan K=1, dapat
dilakukan evaluasi hasil klasifikasi metode K-NN dengan menggunakan confusion matrix. Pada
siklus penyusunan dengan teknik K-NN, jumlah objek yang benar dan salah diklasifikasikan pada
tiap-tiap kelompok (Tabel 5). Tanda (*) pada angka menunjukkan jumlah objek kelompok
tertentu yang salah diklasifikasikan dengan menjalankan metode K-NN.
Tabel 3. Ranking jarak Euclid
Jarak Setelah Klasifikasi
Y X1 X2 X3 X4 Rank
Diurutkan K=1
1 4 2 2 5 3.00 1 ya
1 4 5 5 1 3.32 2 tidak
2 5.6 3 7 2 4.11 3 tidak
1 4 7 2 2 4.12 4 tidak
1 4 6 6 1 4.12 5 tidak
1 3.9 7 7 3 4.36 6 tidak
1 4 7 7 3 4.36 7 tidak
… … … … … … … …
… … … … … … … …
2 5.6 1 10 19 16.52 59 tidak
2 5.6 1 1 20 16.64 60 tidak
Tabel 5 menunjukkan bahwa Lama Studi Mahasiswa Pendidikan Matematika angktan 2013
dengan menggunakan algritma K-NN diperoleh hasil yakni dari 10 orang dengan kelas tepat
waktu dan tidak terdapat kesalahan dalam klasifikasi. Dari 5 orang yang lewat batas waktu,
terdapat 3 orang yang dapat diklasifikasikan dengan benar dan 2 orang lainya di klasifikasikan
tepat waktu dengan demikian terdapat 2 orang yang tidak dapat diklasifikasikan dengan benar.
Tingkat akurasi untuk K=1 sebesar 86,67%. Selanjutnya dalam memudahkan menghitung nilai K
lainnya digunakan bantuan aplikasi R, dan didapatkan hasil 86,67% untuk K=3, 73,33% untuk
K=5, 66,66% untuk K=7, 66,66% untuk K=9, 66,66% untuk K=11, 66,66% untuk K=13, 60%
untuk K=15, 60% untuk K=17, 53,3%3 untuk K=19, dan 60% untuk K=21.
63
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
Tabel 4. Tabel hasil klasifikasi untuk k = 1
Hasil klasifikasi
Y X1 X2 X3 X4
K-NN K = 1
1 3.9 4 4 4 1
1 3.9 1 1 5 1
1 4 7 7 7 1
1 4 9 9 9 1
1 4 7 7 13 1
1 4 2 1 13 1
1 4 2 1 1 1
1 4 7 7 1 1
1 4 7 7 14 1
1 4 3 3 14 1
2 5.6 2 3 20 2
2 5.6 8 8 4 2
2 6 1 1 6 1
2 6.7 7 8 6 1
2 6.7 10 10 19 2
Tabel 5. Tabel hasil klasifikasi K-NN untuk K=1
Prediksi klasifikasi
Klasifikasi lama studi Total
Tepat waktu Lewat batas waktu
Tepat waktu 10 0* 10
Lewat batas waktu 2* 3 5
Total 12 3 15
4.3. Klasifikasi Random Forest
Random forest merupakan metode klasifikasi yang tersusun dari sejumlah pohon keputusan
berbagai subset dari dataset dan mengambil rata-rata dalam meningkatkan akurasi prediksi dari
dataset tersebut. Random forest mengambil prediksi dari setiap pohon berdasarkan pada suara
mayoritas. Sintak model random forest disajikan pada Gambar 1.
Gambar 1. Sintak model random forest
64
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
Sintak yang diberikan pada Gambar 1 menunjukkan bahwa jenis random forest yang
terbentuk merupakan klasifikasi dengan jumlah pohon yang dibuat sebanyak 500 dan banyaknya
variabel yang digunakan pada tiap iterasinya sebanyak 2 dengan perkiraan tingkat kesalahan OOB
pada data training yang digunakan 0%. Dari Gambar 1 juga dapat dilihat semua data berhasil
dimodelkan dengan benar, sehingga class error yang dihasilkan sebesar 0%.
Setelah model terbentuk pada data training, tahap selanjutnya adalah menguji data testing
untuk melihat ketepatan model yang didapat. Hasil prediksi dari seluruh data testing dengan
menggunakan model random forest, selanjutnya dapat dilakukan evaluasi hasil klasifikasi metode
random forest dengan menggunakan confusion matrix ditampilkan pada Tabel 6. Berdasarkan
pada Tabel 6 dapat diketahui bahwa Lama Studi Mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan
2013 dengan menggunakan algoritma random forest diperoleh hasil yakni dari 10 orang dengan
kelas tepat waktu dan tidak terdapat kesalahan dalam klasifikasi. Selain itu, dari 5 orang yang
lewat batas waktu, tidak terdapat kesalahan, sehingga dapat dilihat bahwa tingkat akurasi dengan
algoritma random forest sebesar 100%.
Tabel 6. Tabel hasil klasifikasi
Prediksi klasifikasi
Klasifikasi lama studi Total
Tepat waktu Lewat batas waktu
Tepat waktu 10 0* 10
Lewat batas waktu 0* 5 5
Total 10 5 15
4.4. Perbandingan Tingkat Akurasi
Pengukuran tingkat akurasi baik pada algoritma K-NN maupun random forest diselesaikan
dengan memastikan peluang kesalahan klasifikasi. Dalam proses klasifikasi diharapkan
melakukan klasifikasi pada semua objek dengan benar, sehingga semakin kecil kesalahan
klasifikasi membuktikan bahwa semakin baik hasil klasifikasi yang diperoleh. Pada penelitian ini
didapatkan bahwa algoritma yang memiliki tingkat akurasi terbesar adalah algoritma random
forest dengan akurasi sebesar 100%, lebih unggul daripada algoritma K-NN dengan akurasi
sebesar 86,67%. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma random forest bekerja lebih baik daripada
algoritma K-NN dalam mengklasifikasikan Lama Studi Mahasiswa.
5. KESIMPULAN
Pembahasan hasil menunjukkan bahwa dari 15 atribut dan salah satu diantaranya adalah
atribut target, didapatkan 4 atribut terbaik berdasarkan seleksi fitur information gain. Algoritma
random forest bekerja lebih baik dibandingkan dengan algoritma K-NN dalam
mengklasifikasikan Lama Studi Mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. H. Nasrullah, “Penerapan Metode C4.5 untuk Klasifikasi Mahasiswa Berpotensi Drop
Out,” Ilk. J. Ilm., vol. 10, no. 2, pp. 244–250, Sep. 2018, doi: 10.33096/ilkom.v10i2.300.
244-250.
[2] Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum
Perguruan Tinggi, 2000.
65
Indonesian Journal of Applied Statistics, 5(1), 58-66, 2022
[3] E. Prasetyo, Data Mining: Konsep dan Aplikasi Menggunakan MATLAB, 1st ed.
Yogyakarta: Andi Ofset, 2012.
[4] J. Han, M. Kamber, and J. Pei, Data Mining: Concepts and Techniques. New York:
Morgan Kaufmann, 2012.
[5] D. T. Larose and C. D. Larose, Discovering Knowledge in Data: An Introduction to Data
Mining, Vol 4. New York: John Wiley & Sons, Inc., 2014.
[6] Z. S. Badu, “Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbor Untuk Klasifikasi Dana Desa,” J.
Inform., 2016.
[7] K. K. A. Subrata, I. M. O. Widyantara, and L. Linawati, “Klasifikasi Penggunaan Protokol
Komunikasi Pada Trafik Jaringan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor,” Maj.
Ilm. Teknol. Elektro, vol. 16, no. 1, p. 67, 2016, doi: 10.24843/MITE.1601.10.
[8] L. Ratnawati and D. R. Sulistyaningrum, “Penerapan Random Forest untuk Mengukur
Tingkat Keparahan Penyakit pada Daun Apel,” J. Sains dan Seni ITS, vol. 8, no. 2, 2020,
doi: 10.12962/j23373520.v8i2.48517.
[9] A. U. Zailani and N. L. Hanun, “Penerapan Algoritma Klasifikasi Random Forest Untuk
Penentuan Kelayakan Pemberian Kredit Di Koperasi Mitra Sejahtera,” Infotech J.
Technol. Inf., vol. 6, no. 1, pp. 7–14, 2020, doi: 10.37365/jti.v6i1.61.
[10] D. A. Bimantoro and S. Uyun, “Pengaruh Penggunaan Information Gain untuk Seleksi
Fitur Citra Tanah dalam Rangka Menilai Kesesuaian Lahan pada Tanaman Cengkeh,”
JISKA (Jurnal Inform. Sunan Kalijaga), vol. 2, no. 1, pp. 42–52, 2017, doi:
10.14421/jiska.2017.21-06.
[11] F. Gorunescu, Data Mining: Concepts, Models and Techniques. New York: Springer,
2011.
[12] W. Sun, Z. Cai, Y. Li, F. Liu, S. Fang, and G. Wang, “Data Processing and Text Mining
Technologies on Electronic Medical Records: A Review,” J. Healthc. Eng., vol. 2018, pp.
1–9, 2018, doi: 10.1155/2018/4302425.
[13] S. F. Crone, S. Lessmann, and R. Stahlbock, “The impact of preprocessing on data mining:
An evaluation of classifier sensitivity in direct marketing,” Eur. J. Oper. Res., vol. 173,
no. 3, pp. 781–800, Sep. 2006, doi: 10.1016/[Link].2005.07.023.
[14] A. S. Budiman and X. A. Parandani, “Uji Akurasi Klasifikasi Dan Validasi Data Pada
Penggunaan Metode Membership Function Dan Algoritma C4.5 Dalam Penilaian
Penerima Beasiswa,” Simetris J. Tek. Mesin, Elektro dan Ilmu Komput., vol. 9, no. 1, pp.
565–578, Apr. 2018, doi: 10.24176/simet.v9i1.2021.
[15] N. A. Shaltout, M. El-Hefnawi, A. Rafea, and A. Moustafa, “Information Gain as a Feature
Selection Method for the Efficient Classification of Influenza Based on Viral Hosts,” in
Proceedings of the World Congress on Engineering, 2014, pp. 625–631.
[16] M. R. Maulana and M. A. Al-Karomi, “Information Gain untuk Mengetahui Pengaruh
Atribut Terhadap Klasifikasi Persetujuan Kredit,” J. LITBANG KOTA PEKALONGAN,
vol. 9, pp. 113–123, 2015.
[17] M. Lestari, “Penerapan Algoritma Klasifikasi Nearest Neighbor (K-Nn) Untuk
Mendeteksi Penyakit Jantung,” Fakt. Exacta, vol. 7, no. 4, pp. 366–371, 2014.
[18] L. Breiman, “Random Forest,” Mach. Learn., vol. 45, pp. 5–32, 2001, doi:
[Link]
[19] G. Biau, “Analysis of a Random Forests Model,” J. Mach. Learn. Res., vol. 13, pp. 1063–
1095, 2012, doi: [Link]
[20] I. M. B. Adnyana, “Prediksi Lama Studi Mahasiswa Dengan Metode Random Forest
(Studi Kasus : Stikom Bali),” CSRID (Computer Sci. Res. Its Dev. Journal), vol. 8, no. 3,
pp. 201–208, 2016, doi: 10.22303/csrid.8.3.2016.201-208.
[21] A. Roihan, Seleksi Fitur Menggunakan Symmetrical Uncertainty pada Prediksi Cacat
Perangkat Lunak, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2018.
66