OR
OR
OPERATIONS RESEARCH
PENDAHULUAN
membahas persoalan penggantian alat yang disebabkan kerusakan masalah persamaan/ ketidaksamaan matematis. Dalam model
yang mendadak, misalnya karena sesuatu benturan sehingga alat matematis, penyelesaian masalah dicapai dengan teknik
tidak dapat digunakan sama sekali. optimasi, dan model menghasilkan suatu pemecahan optimum.
Sedangkan pada model simulasi, hasil pemecahan hanya
E. FORMULASI PERSOALAN merupakan pendekatan terhadap pemecahan optimum.
Ada berbagai pendakatan berbeda yang dapat dipergunakan Adakalanya parameter suatu sistem yang akan dipecahkan
didalam memformulasikan persoalan. mengalami perubahan, untuk itu dipergunakan analisis kepekaan
Tetapi secara umum dalam mempelajari riset operasi ada (Sensitivity Analysis).
beberapa tahapan utama yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Merumuskan masalah yang akan dipecahkan sesuai dengan 4. Validisi atau pengujian model. Suatu model dinyatakan valid
tujuan yang hendak dicapai berdasarkan keadaan obyektif. (sahih) apabila dapat memberikan prediksi yang dapat dipercaya
Untuk itu perlu diperhatikan 3 (tiga) hal: Pertama, uraian yang dari hasil proses suatu sistem, disamping diakui adanya
tepat mengenai tujuan yang akan dicapai. Kedua, identifikasi ketidaktepatan model tersebut untuk mewakili keadan yang
berbagai alternatif dalam keputusan yang menyangkut suatu sebenarnya. Metode yang biasa digunakan untuk menguji
sistem. Ketiga, mengenali adanya kendala-kendala (constraints)
7 8
validitas model adalah membandingkan performannya dengan
data masa lalu yang tersedia.
II
harus ada kerjasama yang baik antara ahli riset operasi (sebagai
pembentuk model) dengan mereka yang bertanggungjawab
terhadap pelaksanaan sistem.
LINEAR
PROGRAMMING
9 10
2
B. MODEL LINEAR PROGRAMMING
Model linear programming merupakan bentuk dan susunan
dalam menyajikan masalah-masalah yang akan dipecahkan dengan
teknik Linear Programming (LP).
Model LP mempunyai tiga unsur utama, yaitu:
LINEAR PROGRAMMING 1. Variabel keputusan yaitu variabel persoalan yang akan
mempengaruhi nilai tujuan yang hendak dicapai. Didalam
A. DEFINISI LINEAR PROGRAMMING proses pemodelan, penemuan variabel keputusan harus
Linear Programming merupakan salah satu pendekatan dilakukan terlebih dahulu sebelum merumuskan fungsi tujuan
matematik yang paling sering diterapkan manajerial dalam dan fungsi batasan (kendala-kendalanya). Misalnya dengan
pengambilan keputusan. Tujuan dari penggunaan linear mengajukan pertanyaan: keputusan apa yang harus dibuat agar
programming adalah untuk menyusun suatu model yang dapat nilai fungsi tujuan menjadi maksimum atau minimum.
dipergunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam
2. Fungsi tujuan yaitu fungsi yang menggambarkan tujuan dalam
menentukan alokasi yang optimal dari sumber daya perusahaan ke
permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan secara
berbagai alternatif.
optimal sumber daya - sumber daya, untuk memperoleh
Penggunaan linear programming dalam hal ini adalah
keuntungan maksimal atau biaya minimum. Dengan simbol Z.
mengalokasikan sumber daya tersebut, sehingga laba akan
Oleh karena itu hanya ada dua kemungkinan fungsi tujuan, yaitu
maksimum atau alternatif biaya minimum. Alokasi yang dibuat
a. Maksimimkan Z = f (X1, X2, ...Xn)
tergantung dari sumber daya yang tersedia dan permintaan atas
b. Minimumkan Z = f (X1, X2, ...Xn)
sumber daya tersebut. Sedangkan tujuan dari alokasi adalah
memaksimumkan laba atau meminimalkan biaya. 3. Fungsi batasan (kendala) yaitu bentuk penyajian secara
Jadi linear programming adalah sebuah metode matematis matematis batasan-batasan kapasitas yang tersedia yang akan
yang berkarakteristik linear untuk menemukan suatu penyelesaian
dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.
optimal dengan cara memaksimumkan atau meminimumkan fungsi
tujuan terhadap satu susunan kendala. Untuk memudahkan pembahasan model Linear
Programming ini, digunakan simbol-simbol sebagai berikut:
11 12
Xj = banyaknya kegiatan j ( j = 1, 2, ..., n). Variabel Xj ini disebut Fungsi tujuan :
juga dengan variabel keputusan (decision variables) Maksimumkan/minimumkan:
Z = nilai fungsi tujuan yang diopotimalkan (maksimum atau Z C j . X j = C1X1 + C2X2 + ... + CnXn
minimum)
Dengan kendala atau batasan:
Cj = kenaikan nilai Z apabila ada pertambanhan tingkat kegiatan
(Xj) dengan satu satuan (unit) atau merupakan keuntungan
per unit (masalah maksimasi), biaya per unit (masalah
Atau:
minimasi) kegiatan j terhadap nilai Z. 1. a11X1 + a12X2 + ... + a1nXn b1
aij = banyaknya sumber i yang di perlukan guna menghasilkan 2. a21X1 + a22X2 + ... + a2nXn b2
setiap unit output kegiatan j (i = 1, 2, ..., m, dan j = 1,2, ..., n) .
bi = banyaknya sumber (fasilitas) i yang tersedia untuk .
m. am1X1 + am2X2 + ... + amnXn bm
dialokasikan ke setiap unit kegiatan (i = 1,2, ..., m)
dan
Keseluruhan simbol-simbol diatas selanjutnya disusun ke
Xj 0 atau X1 0, X2 0, ...... Xn 0
dalam bentuk tabel standar Linear Programming, seperti pada
Tabel 2.1 di bawah ini: Batasan pertama artinya: jumlah hasil (barang/jasa) 1 yang
Tabel 2.1. Data Model Linear Programming dihasilkan oleh kegiatan 1 dikalikan dengan kebutuhan akan
Kegiatan Pemakaian sumber per unit Kapasitas sumber 1 per satuan (berarti total alokasi 1 untuk kegiatan 1)
Sumber 1 2 3 .......... n Sumber
1 a11 a12 a13 ......... a1n b1 ditambah dengan hasil kegiatan 2 dikalikan dengan kebutuhan
2 a21 a22 a23 ......... a2n b2 tiap satuan keluaran 2 terhadap sumber 1 (dan seterusnya sampai
. . . . ......... . .
. . . . ......... . . dengan kegiatan ke-n) tidak akan melebihi atau sama dengan
m am1 am2 am3 ........ anm bm atau tidak boleh kurang dari jumlah (kapasitas) tersedianya
C1 C2 C3 ......... Cn
sumber 1 (yang dinyatakan dengan b1). Hal ini berlaku untuk
Banyak kegiatan X1 X2 X3 ......... Xn
batasan-batasan lainnya sampai ke m.
Atas dasar Tabel 2.1 di atas, dapat disusun model standard
Fungsi-fungsi batasan dapat di kelompokkan menjadi 2 macam,
Linear Programming sebagai berikut:
yaitu:
13 14
1. Fungsi batasan fungsional, adalah fungsi-fungsi batasan 1. Metode Grafis
sebanyak m yaitu a11X1 + a12X2 + ... + a1nXn a. Persoalan Maksimasi
2. Fungsi batasan non negatif (non negative constraints) yaitu o Untuk memaksimumkan laba
fungsi-fungsi batasan yang dinyatakan dengan o Fungsi batasan bertanda ≤
Xi 0 o Daerah feasible akan berada disebelah kiri bawah garis batas
Variabel Xj disebut sebagai variabel keputusan (decision tersebut
variables) Contoh :
aij, bi, Cj, yaitu masukan-masukan input konstan, disebut sebagai Perusahaan sepatu IDEAL membuat 2 model sepatu. Model
parameter model. pertama merek A dengan sol dari karet, dan model ke-dua merek B
dengan sol dari kulit. Untuk membuat sepatu-sepatu itu, perusahaan
C. METODE PEMECAHAN MODEL LINEAR
PROGRAMMING memiliki tiga macam mesin. Mesin 1 khusus membuat sol dari
karet, mesin 2 khusus membuat sol dari kulit, dan mesin 3
Ada 2 (dua) metode/pendekatan yang dapat digunakan
membuat bagian atas sepatu dan melakukan assembling bagian atas
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Linear Programming
dengan sol. Setiap lusin sepatu merek A mula-mula dikerjakan
(LP), yaitu dengan metode grafis dan dengan metode simpleks.
mesin 1 selama 2 jam, kemudian tanpa melalui mesin 2 terus
Bila persoalan LP hanya mempunyai 2 (dua) variabel keputusan,
dikerjakan di mesin 3 selama 6 jam. Sedangkan untuk sepatu merek
maka dua metode tersebut dapat dipergunakan. Bila variabel yang
B tidak diproses di mesin 1, tetapi pertama kali dikerjakan di mesin
terlibat dalam penyelesaian LP lebih dari dua, maka metode grafis
2 selama 3 jam, kemudian di mesin 3 selama 5 jam. Jam kerja
tidak dapat dipergunakan lagi.
maksimum setiap hari untuk untuk mesin 1 = 8 jqm, mesin 2 = 15
Metode yang lazim diterapkan untuk memecahkan
jam, dan mesin 3 = 30 jam. Sumbangan terhadap laba untuk setiap
persoalan LP yang mempunyai variabel keputusan lebih dari dua
lusin sepatu merek A = Rp 30.000, sedangkan untuk setiap lusin
adalah metode simpleks. Melalui metode simpleks, kombinasi
sepatu merek B = Rp 50.000. Berapa lusin sebaiknya sepatu merek
variabel keputusan optimal diselesaikan dengan menggunakan
A dan merek B yang di buat agar bias memaksimumkan laba.
pendekatan matematis.
Data diatas dapat disusun ke dalam Tabel 2.2 berikut ini:
15 16
Tabel 2.2. Data Model Linear Programming 2) Robah ketiga fungsi batasan ketidaksamaan menjadi kesamaan
Merek Jenis Produksi Kapasitas ( = ). Selesaikan masing-masing variabel X 1 dan X 2 dengan
Mesin A B Sumber
1 2 0 8 menetapkan salah satu variabel = 0.
2 0 3 15
3 6 5 30 (1) 2X1 = 8 X1 = 4
Sumbangan terhadap (2) 3X2 = 15 X2 = 5
Laba (Rp. 10.000) 3 5
(3) 6X1 + 5X2 = 30
X1 = 0 5X2 = 30 X2 = 6
X2 = 0 6X1 = 30 X1 = 5
Langkah-langkah penyelesaian:
1) Memformulasikan fungsi tujuan dan fungsi kendala (batasan) 3) Gambarkan masing-masing fungsi batasan dalam suatu sistem
dalam bentuk matematis. sumbu. Grafik dari ketidaksamaan ≤ mencakup semua titik –
titik yang memenuhi fungsi batasan, yaitu semua titik pada
Fungsi tujuan
garis dan disebelah kiri bawah garis batas tersebut.
Maksimumkan Z 3X 1 5X 2
Dengan batasan (1) 2 X 1 8 2X1 = 8
X2
(kendala) (2) 3 X 2 15
(3) 6 X 1 5 X 2 30
Batasan non negatif: X 1 , X 2 0 6
D C 3X2 = 15
5
Tiga (3) pertidaksamaan diatas disebut batasan tekhnis
(technical constraints) yang ditentukan oleh keadaan
tekhnologi dan tersedianya input. Dan batasan non negatif Daerah
Fisibel B
(non negative constraint) ditetapkan untuk menghindarkan
nilai negatif (yang tidak dapat diterima) dalam penyelesaian A
persoalan. 0 4 5 X1
6X1 + 5X2 = 30
17 18
4) Tentukan daerah feasible untuk X 1 dan X 2 (diarsir), yaitu Dengan demikian, solusi optimum dari soal diatas adalah
daerah yang memuat semua titik-titik yang memenuhi ketiga perusahaan harus membuat sepatu merek A sebanyak 5/6 lusin
batasan ditambah batasan non negatif. dan merek B sebanyak 5 lusin setiap hari dengan keuntungan
Daerah feasible dari soal di atas adalah OABCD (daerah yang sebesar Rp 275.000 ( 27,5 x Rp 10.000)
di arsir)
Cara lain untuk menentukan solusi optimal adalah dengan
5) Tentukan solusi optimal, yaitu suatu titik singgung nilai fungsi membandingkan nilai Z yang diperoleh pada berbagai titik X1 dan
tujuan dengan daerah feasible yang terjauh dari titik nol. X2 di daerah fisibel. Nilai Z makin besar bila makin jauh dari titik
Solusi optimal untuk soal diatas adalah pada titik C yaitu origin ( 0 ). Untuk itu yang dibandingkan sebaiknya adalah titik-
perpotongan antara garis DC dengan garis BC. titik yang ada di sudut-sudut daerah feasible, yaitu titik 0, A, B, C,
dan D.
6) Eliminasikan dan substitusikan, sehingga diperoleh nilai X 1
Titik O Pada titik ini X1 = 0, X2 = 0, sehingga Z = 0
dan X 2 . Dan nilai tersebut disubstitusikan ke fungsi tujuan
Titik A Pada titik ini X1 = 4 dan X2 = 0, sehingga Z = 12
(Z).
Titik B Pada titik ini X1 = 4.
3X2 = 15 5 15X2 = 75 6(4) + 5X2 = 30; X2 = (30 – 24)/5 = 6/5.
6X1 + 5X2 = 30 3 18X1 + 5X2 = 90 Sehingga Z = 18
Titik C Pada titik ini X2 = 5
-18X1 = -15
X1 = 18/18 = 5/6 6X1+ 5(5) = 30; X1 = (30 – 25)/6 = 5/6
Sehingga Z = 27,5
6X1 + 5X2 = 30
Titik D Pada titik ini X1 = 5 dan X2 = 0, sehingga Z = 30
6(5/6) + 5X2 = 30
Diantara ke-lima alternatif diatas, nilai Z terbesar adalah pada titik
5 + 5X2 = 30 5X2 = 25 X2 = 5
C, yaitu sebesar 27,5. Titik ini merupakan titik optimal, dengan X1
Sehingga diperoleh harga X1 = 5/6 dan X2 = 5, kemudian
= 5/6 lusin dan X2 = 5 lusin, dengan keuntungan sebesar Rp
substitusikan kedalam fungsi tujuan:
275.000.
Z 3 X 1 5 X 2 = 3 (5/6) + 5 (5) = 2,5 + 25 = 27,5
19 20
b. Persoalan Minimasi Langkah-langkah penyelesaian:
o Untuk meminimalkan biaya 1) Memformulasikan fungsi tujuan dan fungsi kendala (batasan)
o Fungsi batasan bertanda ≥ dalam bentuk matematis:
o Daerah feasible akan berada disebelah kanan atas garis batas Fungsi tujuan
tersebut Maksimumkan Z 5 X 1 10 X 2
Contoh: Dengan batasan (1) 7 X 1 2 X 2 28
PT. Asia Automotif memproduksi 2 jenis mobil, yaitu mobil sedan
(kendala) (2) 2 X 1 12 X 2 24
dan truk. Untuk dapat meraih konsumen berpenghasilan tinggi,
Batasan non negatif: X1, X 2 0
perusahaan ini memutuskan untuk melakukan promosi dalam 2
macam acara TV, yaitu pada acara hiburan dan acara olahraga.
2). Robah ketiga fungsi batasan ketidaksamaan menjadi kesamaan (
Promosi pada acara hiburan akan disaksikan oleh 7 juta pemirsa
= ). Selesaikan masing-masing variabel X 1 dan X 2 dengan
wanita dan 2 juta pemirsa laki-laki. Promosi pada acara olahraga
menetapkan salah satu variabel = 0.
akan disaksikan oleh 2 juta pemirsa wanita dan 12 juta pemirsa
(1) 7X1 + 2X2 = 28
laki-laki. Biaya promosi pada acara hiburan adalah Rp 5 juta per X1 = 0 2X2 = 28 X2 = 14
menit, sedangkan pada acara olahraga biayanya 10 juta per menit. X2 = 0 7X1 = 28 X1 = 4
Jika perusahaan menginginkan promosinya disaksikan sedikitnya 3) Gambarkan masing-masing fungsi batasan dalam suatu sistem
oleh 28 juta pemirsa wanita dan sedikitnya 24 juta pemirsa laki- sumbu. Grafik dari ketidaksamaan ≥ mencakup semua titik –
laki, bagaimanakah promosi itu sebaiknya? titik yang memenuhi fungsi batasan, yaitu semua titik pada
Data diatas disusun kedalam tabel seperti terlihat pada garis dan disebelah kanan garis batas tersebut.
Tabel 2.3 dibawah ini
4) Tentukan daerah feasible untuk X 1 dan X 2 (diarsir), yaitu
Tabel 2.3. Data dari Perusahaan Asia Automotif
daerah yang memuat semua titik-titik yang memenuhi ketiga
Promosi Jenis Promosi Jumlah batasan ditambah batasan non negatif.
Pemirsa H (X1) O (X2) Pemirsa
Wanita 7 2 28
Laki-laki 2 12 24
Biaya Promosi (Rp. Juta) 5 10
21 22
7X1 + 2X2 = 28
X2
7(3,6) + 2X2 = 28
25,2 + 2X2 = 28 2X2 = 2,8 X2 = 1,4
D
Sehingga diperoleh harga X1 = 3,6 dan X2 = 1,4, kemudian
14
substitusikan kedalam fungsi tujuan:
Z 5 X 1 10 X 2 = 5 (3,6) + 10 (1,4) = 18 + 14 = 32
Daerah feasible Keputusannya adalah lama promosi dalam acara hiburan 3,6
menit sedangkan dalam acara olahraga 1,4 menit dengan total biaya
2 C Rp 32 juta. Cara lain untuk menentukan solusi optimal adalah
dengan membandingkan nilai Z yang diperoleh pada tiap-tiap
A B
alternatif.
0 4 12 X1
2. Metode Simpleks
5) Tentukan daerah feasible untuk X 1 dan X 2 (diarsir), yaitu
Apabila suatu masalah Linear Programming hanya
daerah yang memuat semua titik-titik yang memenuhi ketiga mengandung 2 variabel keputusan saja (X1 dan X2), maka dapat
batasan ditambah batasan non negatif. diselesaikan dengan metode grafik dan metode simpleks. Tetapi
6) Tentukan solusi optimal, yaitu suatu titik singgung nilai fungsi apabila melibatkan lebih dari 2 variabel keputusan maka metode
tujuan dengan daerah feasible yang terdekat dengan titik nol. grafik tidak dapat digunakan lagi, sehingga diperlukan metode
Solusi optimal untuk soal diatas adalah pada titik C yaitu simpleks.
perpotongan antara garis DC dengan garis BC. Metode Simpleks yaitu suatu cara yang lazim dipakai
7) Eliminasikan dan substitusikan, sehingga diperoleh nilai X1 untuk menentukan kombinasi optimal dari dua variabel atau lebih,
dan X2. Dan nilai tersebut disubstitusikan ke fungsi tujuan (Z). dengan menggunakan tabel-tabel.
a. Masalah Maksimasi (Laba)
7X1 + 2X2 = 28 6 42X1 + 12X2 = 168 Langkah-langkah penyelesaian:
2X1 + 12X2 = 24 1 2X1 + 12X2 = 42 1) Mengubah fungsi tujuan dan batasan-batasan
23 24
Misalnya: Maksimumkan fungsi tujuan : Z = 3X1 + 5X2 Variabel dasar adalah variabel yang nilainya sama dengan sisi
maka menjadi : Z – 3X1 -5X2 kanan persamaan.
Batasan-batasan diubah menjadi kesamaan, dengan cara
Variabel
menambah slack variabel. Slack variabel adalah S1, S2, …, Sn. Z X1 X2 S1 S2 S3 NK
Dasar
Jika hasil kegiatan yang ada mewakili X1 dan X2, maka Z 1 -3 -5 0 0 0 0
S1 0 2 0 1 0 0 8
slack variabel dimulai dari S1, S2, dast-nya.
S2 0 0 3 0 1 0 15
Misalnya: Batasan-batasan (1) 2X1 ≤ 8 S3 0 6 5 0 0 1 30
(2) 3X2 ≤ 15
3) Memilih kolom kunci
(3) 6X1 + 5X2 ≤ 30
Pilihlah kolom yang mempunyai nilai pada garis fungsi tujuan
Non negatif X1, X2 ≥ 0
yang bernilai negatif dengan angka terbesar, dan berilah tanda
MENJADI :
segiempat pada kolom tersebut.
27 28
= (1 0 0 -5/18 1/6 5/6) Maksimumkan Z 300 X 1 400 X 2 (profit)
Z = (-3 0 0 5/3 0 25) – (-3). (1 0 0 -5/18 1/6 Dengan batasan (1) 3 X 1 2 X 2 18 (emas, ons)
5/6)
(2) 2 X 1 4 X 2 20 (platinum, ons)
= (-3 0 0 5/3 0 25) – (-3 0 0 15/18 -3/6 -15/6)
= 0 0 0 5/6 1/2 271/2 (3) X 2 4 (permintaan, gelang)
S1 = (2 0 1 0 0 8) – (2). (1 0 0 -5/18 1/6 5/6) Batasan non negatif: X1, X 2 0
= (2 0 1 0 0 8) – (2 0 0 -10/18 2/6 10/6)
1
= 0 0 1 5/9 -1/3 6 2. “Rahmat Taylor” membuat jaket dan celana panjang. Dua
3
X2 = Baris lama, karena koefisien pada kolom kunci adalah 0 sumber daya yang dibutuhkan diantaranya adalah bahan wol
dan tenaga kerja. “Rahmat Taylor” telah mengembangkan suatu
b. Masalah Minimasi (Biaya) model program linear untuk menentukan jumlah jaket dan
Langkah – langkah Penyelesaian
beberapa pasang celana panjang ( X 1 dan X 2 ) yang akan
Untuk langkah 1, 2 = maksimasi
dibuat dalam usaha memaksimumkan profit. Adapun
Langkah ke 3 : Pilihlah kolom yang mempunyai nilai pada
persamaannya sebagai berikut:
garis fungsi tujuan yang bernilai negatif dengan angka terkecil
Maksimumkan Z 50 X 1 40 X 2 (profit)
Untuk langkah 4,5, dan 6 = maksimasi
Dengan batasan (1) 3 X 1 5 X 2 150 (wol, yard)
Langkah ke 7 : Ulangi langkah ke 3 s/d ke 6. Perubahan baru
(2) 10 X 1 4 X 2 20 (tenagakerja, jam)
berhenti setelah “pada baris pertama” (fungsi tujuan) tidak ada
yang bernilai positif. Batasan non negatif: X1, X 2 0
X 1 dan X 2 ) yang akan dibuat dalam usaha memaksimumkan proses finishing. Sedangkan untuk memproduksi jaket
Vitamin 1 3 90
Tepung pati 5 1 100
Protein 3 2 120
5. PT. Pelita berpeluang untuk menghasilkan 3 jenis kipas angin
elektrik yang berbeda. Ketiga model tersebut diberi nama
31 32
3
METODE TRANSPORTASI
A. PENDAHULUAN
Metode Transportasi (Transportation) merupakan bagian
dari topik program linier yang secara khusus membahas tentang
III
alokasi dari tempat asal ke tempat tujuan agar biaya
alokasi/distribusi minimum.
Banyak sekali kegunaan dari metode transportasi, terutama
dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan masalah seperti:
Skedul pengiriman dari pabrik ke lokasi gudang atau wilayah
pemasaran.
METODE Penentuan lokasi pabrik.
33 34
2. Atas barang tersebut tiap sumber dapat memasok suatu jumlah Tabel 3.1. Model Transportasi
yang tetap dan tiap tempat tujuan mempunyai jumlah Tujuan Kapasitas
T1 T2 T3
Asal Pabrik
permintaan yang tetap (permintaan pada setiap sumber harus
c1 c12 c13
dipenuhi tanpa melebihi kapasitas produksi pada setiap sumber). A1 X11 X12 X13 s1
c21 c22 c23
A2 X21 X22 X23 s2
Persyaratan yang perlu dipenuhi dalam penggunaan
c31 c32 c33
Metode Transportasi : A3 X31 X32 X33 s3
Dimana:
Z = biaya total transportasi
Xij = jumlah barang yang harus diangkut dari i ke j
35 36
cij = biaya angkut per unit barang dari i ke j Biaya pengiriman satu ton gandum dari tiap cerobong butir
si = banyaknya barang yang tersedia di tempat asal i gandum (sumber) ke tiap penggilingan (tempat tujuan) berbeda-
dij = banyaknya permintaan barang di tempat tujuan j beda menurut jarak dan sistem jaringan kereta api.
m = jumlah tempat asal
Biaya-biaya ini ditunjukkan pada tabel dibawah ini:
n = jumlah tempat tujuan
Biaya Penggilingan ($)
Cerobong
CONTOH: Chicago Louis Cincinnati
Butir Gandum
A B C
1. Kansas City 6 8 10
1. Gandum di panen di Midwest dan disimpan dalam cerobong 2. Omaha 7 11 11
butir gandum ini memasok 3 (tiga) penggilingan tepung yang 3. Des Moines 4 5 12
berlokasi di kota Chicago, Louis, dan Cincinnati. Butir-butir Tentukan banyak gandum (ton) yang harus dikirim dari tiap
gandum tersebut dikirim ke penggilingan dengan menggunakan cerobong butir gandum ke tiap penggilingan setiap bulannya
gerbong kereta api, yang tiap gerbongnya memuat satu ton agar total biaya transportasi minimum!
gandum. Setiap bulannya, tiap cerobong butir gandum dapat Jawab:
memasok penggilingan sejumlah ton gandum berikut ini: Formulasi model program linear untuk permasalahan ini adalah
sebagai berikut:
Cerobong Butir Gandum Jumlah yang ditawarkan
1. Kansas City 150 Minimumkan: Z = 6X1A + 8X1B + 10X1C + 7X2A + 11X2B +
2. Omaha 175 11X2C + 4X3A + 5X3B + 12X3C
3. Des Moines 275
600 ton Dengan batasan: X1A + X1B + X1C = 150
Jumlah gandum yang diminta per bulan dari tiap penggilingan X2A + X2B + X2C = 175
adalah berikut ini: X3A + X3B + X3C = 275
X1A + X2A + X3A = 200
Penggilingan Jumlah yang diminta
A. Chicago 200 X1B + X2B + X3B = 100
B. Louis 100 X1C + X2C + X3C = 300
C. Cincinnati 300
600 ton Xij ≥ 0
37 38
C. SOLUSI TRANSPORTATION PROBLEM X1A = 150 X2A = 175 X2B = 100 X2C = 25 X3C = 275
1. Solusi Layak Awal Ke dalam fungsi tujuan:
Dapat ditentukan dengan 3 (tiga) metode alternatif, yaitu; Z = 6X1A + 8X1B + 10X1C + 7X2A + 11X2B + 11X2C + 4X3A + 5X3B
a. Metode Northwerst Corner + 12X3C
b. Metode Biaya Sel Minimum = 6(150) + 8(0) + 10(0) + 7(50) + 11(100) + 11 (25) + 4(0) +
c. Metode Vogel’s Aproximation 5(0) + 12(275) = $ 5,925
39 40
Alokasi Biaya Sel Minimum Kedua Langkah-langkah penyelesaian:
Tujuan 1) a. Tentukan biaya penalti untuk tiap baris dengan cara
A B C Pasokan
Asal
mengurangkan biaya sel terendah pada baris terhadap
6 8 10
1 - 150
biaya sel terendah berikutnya pada baris yang sama.
7 11 11
2 - 175 b. Tentukan biaya penalti untuk tiap kolom dengan cara
4 5 12 mengurangkan biaya sel terendah pada kolom terhadap
3 200 75 275
biaya sel terendah berikutnya pada kolom yang sama.
Permintaan 200 100 300 600
2) Pilih baris atau kolom dengan biaya penalti tertinggi.
3) Alokasi sebanyak mungkin ke sel fisibel dengan biaya
Alokasi Biaya Sel Minimum Ketiga
transportasi terendah pada baris atau kolom dengan biaya
Tujuan
A B C Pasokan penalti tertinggi.
Asal
1
6 8 10
150 4) Semua biaya penalti harus dihitung kembali, dengan
- 25 125
7 11 11 menghilangkan biaya penalti tertinggi.
2 - - 175 175
5) Ulangi langkah 1,2, 3, dan 4 sampai semua kebutuhan
4 5 12
3 200 75 - 275 terpenuhi.
Permintaan 200 100 300 600
Metode Vogel’s Aproximation
Tujuan
X1B = 25 X1C = 125 X2C = 175 X3A = 200 X3B = 75 Asal A B C Pasokan
Ke dalam fungsi tujuan: 6 8 10
1 150
2 (8-6)
Z = 6X1A + 8X1B + 10X1C + 7X2A + 11X2B + 11X2C + 4X3A + 5X3B 7 11 11
2 175 4 (11-7)
+ 12X3C
4 5 12
3 275 1 (5-4)
Z = 6(0) + 8(25) + 10(125) + 7(0) + 11(0) + 11 (175) + 4(200) +
5(75) + 12(0) = $ 4.550 Permintaan 200 100 300 600
2 (6-4) 3 (8-5) 1 (11-10)
c. Metode Vogel’s Aproximation
Metode ini berdasarkan pada konsep biaya penalti.
41 42
Alokasi Vam Awal Ke dalam fungsi tujuan:
Tujuan Z = 6X1A + 8X1B + 10X1C + 7X2A + 11X2B + 11X2C + 4X3A +
Asal A B C Pasokan
6 8 10 5X3B + 12X3C
1 - 150
4 (10-6) = 6(0) + 8(0) + 10(150) + 7(175) + 11(0) + 11 (0) + 4(25) +
7 11 11
2 175 - - 175 5(100) + 12(150) = $ 5.125
4 5 12
3 275 8(12-4)
100
2. Solusi Optimal
Permintaan 200 100 300 600
Setelah solusi awal ditentukan oleh salah satu dari ketiga metode
2 (6-4) 2 (12-10)
diatas, langkah selanjutnya adalah menentukan solusi optimal.
Alokasi Vam Kedua Dapat ditentukan dengan 2 (dua) metode alternatif, yaitu;
Tujuan a. Metode Stepping Stone
Asal A B C Pasokan
6 8 10 b. Metode Distribusi yang Dimodifikasi (MODI), pada dasarnya
1 150
2 (8-6) adalah suatu modifikasi dari metode stepping stone. Namun
7 11 11
2 175 175 dalam metode MODI perubahan biaya pada sel ditentukan
4 5 12
3 275 1 (5-4) secara matematis, tanpa mengidentifikasi lintasan sel-sel
Permintaan 200 100 300 600 kosong seperti pada metode stepping stone.
43 44
a. Mengevaluasi sel-sel kosong tersebut (dalam soal ini : Alokasi Satu Ton ke Sel 1A
sel IA, 2A, 2B, dan 3C) untuk mengetahui apakah Tujuan
A B C Pasokan
Asal
dengan menggunakan sel-sel tersebut dapat menurunkan
6 8 10
1 25 125 150
total biaya.
7 11 11
b. Untuk menentukan lintasan stepping stone, selalu 2 175 175
dimulai dengan sel yang kosong dan membentuk suatu 4 5 12
3 200 75 275
lintasan tertutup dari sel-sel yang telah dialokasikan.
Permintaan 200 100 300 600
c. Buat perubahan biaya dari pengalokasian.
3) Alokasikan sebanyak mungkin ke sel kosong yang
Pengurangan Satu Ton dari Sel B
menghasilkan penurunan biaya terbesar.
Tujuan
4) Ulangi langkah 2, 3 dan 4 sampai semua sel kosong A B C Pasokan
Asal
+1 6 -1 8 10
memiliki perubahan biaya positif yang mengindikasikan 1 25 125 150
tercapainya solusi optimal. 7 11 11
2 175 175
4 5 12
Solusi Biaya Sel Minimum 3 200 75 275
45 46
1A 1B 3B 3A 2B 2C 1C 1B
$6 – 8 + 5 – 4 = - $1 $11 – 11 + 10 – 8 = + $2
Artinya : untuk setiap ton yang di alokasikan ke sel 1A (rute yang Artinya : untuk setiap ton yang di alokasikan ke sel 2B (rute yang
tidak digunakan sebelumnya), total biaya akan berkurang tidak digunakan sebelumnya), total biaya akan
sebesar $ 1. bertambah sebesar $ 1.
Lintasan Stepping Stone untuk Sel 2A Lintasan Stepping Stone untuk Sel 3C
Tujuan Tujuan
A B C Pasokan A B C Pasokan
Asal Asal
1
6 - 8 + 10
150
6 + 8 - 10
25 125 1 25 150
125
+ 7 11 - 11 7 11 11
2 175 2 175
175 175
- 4 + 5 12 4 - 5 + 12
3 200 75 275 3 200 75 275
Permintaan 200 100 300 600 Permintaan 200 100 300 600
3C 1C 1B 3B
2A 2C 1C 1B 3B 3A $12 – 10 + 8 – 5 = + $5
$7 – 11 + 10 – 8 + 5 = - $1
Artinya : untuk setiap ton yang di alokasikan ke sel 3C (rute yang
Artinya : untuk setiap ton yang di alokasikan ke sel 2A (rute yang
tidak digunakan sebelumnya), total biaya akan
tidak digunakan sebelumnya), total biaya akan berkurang
bertambah sebesar $ 5
sebesar $ 1.
Kita pilih sel 1A, karena mengurangi biaya sebanyak $1:
Lintasan Stepping Stone untuk Sel 2B
Lintasan Stepping-stone untuk Sel 1A
Tujuan
A B C Pasokan Tujuan
Asal A B C Pasokan
6 - 8 + 10
Asal
1 25 125 150 + 6 - 8 10
1 25 125 150
+ 7 + 11 - 11
2 175 175 7 11 11
2 175 175
- 4 + 5 12
3 200 75 275 - 4 + 5 12
3 175 100 275
Permintaan 200 100 300 600
Permintaan 200 100 300 600
47 48
Lintasan Stepping-stone untuk Sel 2A 2B 3B 3A 1A 1C 2C
$11 – 5 + 4 – 6 + 10 – 11 = $3
Tujuan
A B C Pasokan
Asal
Lintasan Stepping-stone untuk Sel 3C
- 6 8 + 10
1 25 125 150 Tujuan
A B C Pasokan
+ 7 11 - 11 Asal
2 175 175 + 6 8 - 10
1 25 125 150
4 5 12
3 175 100 275 7 11 11
2 175 175
Permintaan 200 100 300 600 - 4 5 + 12
3 200 75 275
2A 2C 1C 1A
$7 – 11 + 10 – 6 = $0 Permintaan 200 100 300 600
49 50
b. Metode Distribusi yang Dimodifikasi (MODI) ui + vj = cij untuk sel yang ada muatannya, yaitu
Pada MODI, perubahan biaya pada sel ditentukan secara X1B; X1C; X2C; X3A; X3B
matematis tanpa mengidentifikasi lintasan sel-sel kosong seperti X1B : u1 + vB = 8
pada metode stepping stone. X1C : u1 + vC = 10
Tambahan kolom sisi kiri dengan symbol ui dan tambahan X2C : u2 + vC = 11
baris teratas dengan symbol vj dalam MODI mewakili nilai-nilai X3A : u3 + vA = 4
kolom baris yang harus di hitung untuk semua sel berisi X3B : u3 + vB = 5
pengalokasian dengan menggunakan formula: ui + vj = cij
Terdapat lima persamaan dengan 6 variabel yang tidak
Nilai cij merupakan biaya transportasi barang untuk sel ij.
diketahui. Untuk memecahkan persamaan ini, maka salah satu
Langkah-langkah: dari variabel yang tidak diketahui, diberi nilai nol.
1) Tentukan solusi awal menggunakan satu dari ketiga metode Misalkan u1 = 0.
yang tersedia
X1B : u1 + vB = 8 X1C : u1 + vC = 10 X2C : u2 + vC = 11
Solusi Awal Biaya Sel Minimum
0 + vB = 8 0 + vC = 10 u2 + 10 = 11
vj vA = vB = vC =
vB = 8 vC = 10 u2 = 1
Ke
ui Dari A B C Pasokan
6 8 10
X3B : u3 + vB = 5 X3A : u3 + vA = 4
u1 1 25 125 150
7 11 11 u3 + 8 = 5 -3 + vA = 4
u2 2 175 175 u3 = -3 vA = 7
4 5 12
u3 3 200 75 275
Permintaan 200 100 300 600 Persamaan untuk sel 3B dapat diselesaikan sebelum persamaan
untuk sel 3A diselesaikan. Semua nilai ui dan vj dapat di
2) Hitung nilai ui dan vj untuk tiap baris dan kolom dengan substitusikan dalam Tabel di bawah ini:
menerapkan formula
ui + vj = cij pada tiap sel yang telah memiliki alokasi.
51 52
vj vA = 7 vB = 8 vC = 10 vj vA = 6 vB = 7 vC = 10
Ke Ke
ui Dari A B C Pasokan ui Dari A B C Pasokan
6 8 10 6 8 10
u1 = 0 1 25 125 150 u1 = 0 1 25 125 150
7 11 11 7 11 11
u2 = 1 2 175 175 u2 = 1 2 175 175
4 5 12 4 5 12
u3 = -3 3 200 75 275 u3 = -2 3 175 100 275
Permintaan 200 100 300 600 Permintaan 200 100 300 600
3) Hitung perubahan biaya, kij untuk setiap sel kosong (X1A; X2A; X1A : u1 + vA = 6 X1C : u1 + vC = 10 X2C : u2 + vC = 11
X2B; X3C) menggunakan formula: cij – ui – vj = kij. 0 + vA = 6 0 + vC = 10 u2 + 10 = 11
vA = 6 vC = 10 u2 = 1
X1A : k1A = c1A – u1 – vA = 6 – 0 – 7 = -1
X2A : k2A = c2A – u2 – vA = 7 – 1 – 7 = -1
X3A : u3 + vA = 4 X3B : u3 + vB = 5
X2B : k2B = c2B – u2 – vB = 11 – 1 – 8 = +2
u3 + 6 = 4 -2 + vB = 5
X3C : k3C = c3C – u3 – vC = 12 – (-3) – 10 = +5
u3 = -2 vB = 7
Kita pilih sel 1A, karena mengurangi biaya sebanyak $1:
53 54
D. Model Transportasi Tidak Seimbang Tujuan
A B C Pasokan
Asal
Persoalan yang tidak seimbang timbul apabila jumlah
6 8 10
supply (penawaran) tidak sama dengan jumlah demand 1 150
7 11 11
(permintaan), yang bisa terjadi karena berkurangnya permintaan 2 175
atau bertambahnya permintaan yang tidak terantisipasi sebelumnya. 4 5 12
3 275
Contoh 1: Suatu model tidak seimbang (Permintaan > Penawaran)
0 0 0
Dummy 50
Tujuan
A B C Pasokan Permintaan 200 100 350 650
Asal
6 8 10
1 150
7 11 11
2 175 Contoh 2: Suatu model tidak seimbang (Penawaran > Permintaan)
4 5 12 Tujuan
3 275 A B C Pasokan
Asal
6 8 10
Permintaan 200 100 350 600 1 150
7 11 11
2 175
D = 650 > S = 600 S ditambah 50 ton 4 5 12
3 375
Agar model menjadi seimbang, baris dummy ditugaskan untuk
memasok penawaran sebesar 50 ton. Permintaan tambahan sebesar Permintaan 200 100 300 600
50 ton yang tidak akan dipasok, akan dialokasikan ke sebuah sel
dalam baris dummy. Biaya transportasi sel-sel dalam baris dummy S = 700 > D = 600 D ditambah 100 ton
bernilai 0 (nol), karena jumlah yang dialokasikan ke sel-sel tersebut Agar model menjadi seimbang, kolom dummy ditugaskan untuk
bukan jumlah yang benar-benar dipindahkan tetapi jumlah yang memasok permintaan sebesar 100 ton.
permintaannya tidak terpenuhi. Sel-sel dummy ini sebenarnya
adalah variabel pengurang.
55 56
Tujuan Tujuan Kapasitas
A B C Pasokan Sumber
Asal G1 G2 G3 G4 Pabrik
6 8 10 0 I 80 60 50 20 590
1 150
II 70 50 60 50 830
7 11 11 0 III 50 50 50 70 750
2 175
Permintaan 470 550 630 390
4 5 12 0
3 375
3. PT. XYZ akan melakukan pengiriman barang dari tiga buah
Permintaan 200 100 300 100 700 pabriknya ke tiga gudang, seperti pada Tabel di bawah ini:
57 58
4
METODE PENUGASAN
A. PENDAHULUAN
Metode Penugasan adalah suatu model transportasi yang
penawaran dari tiap sumber dan permintaan dari tiap tempat
B. MASALAH MINIMASI
METODE Metode yang berhubungan dengan penempatan para
PENUGASAN karyawan pada bidang yang tersedia agar biaya yang ditanggung
dapat diminimumkan, atau waktu/jarak minimum.
Contoh :
Suatu perusahaan mempunyai 4 (empat) jenis pekerjaan yang
berbeda untuk diselesaikan oleh 4 (empat) orang karyawan. Setiap
orang mendapat pekerjaan yang berbeda. Biaya yang dikeluarkan
59 60
untuk setiap jenis tugas oleh masing-masing karyawan ditunjukkan 2. Lakukan pengurangan kolom dengan cara: mengurangi nilai
oleh Tabel di bawah ini: pada setiap kolom dengan nilai yang terkecil pada kolom
tersebut.
TIM KARYAWAN
A B C D KARYAWAN
TIM
I 15 14 18 17 A B C D
II 21 16 18 22 I 1 0 4 3
III 21 21 24 19 II 5 0 2 6
IV 22 18 20 16 III 2 2 5 0
IV 6 2 4 0
KARYAWAN
Langkah-langkah penyelesaian: TIM
A B C D
1. Menyusun total opportunity cost table, dengan cara: I 0 0 2 3
mengurangi nilai pada setiap baris dengan nilai yang terkecil II 4 0 0 6
III 1 2 3 0
pada baris tersebut. IV 5 2 2 0
61 62
4. Jika jumlah garis tersebut lebih kecil dari jumlah baris/kolom Kesimpulan dari penugasan ini sebagai berikut: (Lihat kembali
pada tabel, maka penugasan optimum belum dapat ditemukan. pada tabel soal):
Maka; Pekerjaan Karyawan Biaya
I B 14
Kurangi semua angka yang tidak tertutup garis dengan angka
II C 18
terkecil yang tidak tertutup. III A 21
IV D 16
Tambahkan angka terkecil itu pada angka yang menepati
Jumlah 69
posisi silang.
Angka yang tertutup garis adalah TETAP.
C. MASALAH MAKSIMASI
Model yang berhubungan dengan penugasan optimal dari
KARYAWAN
TIM bermacam-macam sumber yang produktif atau personalia, yang
A B C D
I 0 0 2 4 mempunyai tingkat efisiensi yang berbeda untuk tugas berbeda
II 4 0 0 7
III 0 1 2 0 pula dengan tujuan tercapai hasil yang optimal. Dalam metode
IV 4 1 1 0 penugasan baik masalah maksimasi maupun minimasi penawaran
Jumlah garis (4) = jumlah baris/kolom (4).
dari tiap sumber dan permintaan dari tempat tujuan adalah satu.
5. Penugasan sudah optimum apabila jumlah garis = jumlah
baris/kolom Contoh :
6. Jika penugasan sudah optimum, beri tanda segi empat pada nilai Manajer pemasaran sebuah perusahaan, sedang mempelajari
0 pada masing-masing baris/kolom. laporan penjualan dan mengevaluasi ke-5 (lima) tenaga penjualan.
Setiap tenaga penjualan ditugaskan ke salah satu wilayah
KARYAWAN
TIM pemasaran selama tiga bulan mendatang. Masing-masing wilayah
A B C D
pemasaran mempunyai potensi penjualan sebagai berikut :
I 0 0 2 4
Wilayah utara Rp. 100.000.000
II 4 0 0 7 Wilayah selatan Rp. 80.000.000
III 0 1 2 0 Wilayah barat Rp. 60.000.000
IV 4 1 1 0 Wilayah timur Rp. 45.000.000
Wilayah tengah Rp. 40.000.000
63 64
Tabel berikut ini memperlihatkan probabilitas pencapaian potensi Tenaga Wilayah Pemasaran
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah
penjualan oleh masing-masing tenaga penjualan:
A 10 16 24 18 12
B 15 24 48 9 20
Tenaga Wilayah Pemasaran C 20 20 51 13,5 24
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah D 15 24 30 18 28
A 0,10 0,20 0,40 0,40 0,30 E 30 40 36 31,5 18
B 0,15 0,30 0,80 0,20 0,50
C 0,20 0,25 0,85 0,30 0,60
D 0,15 0,30 0,50 0,40 0,70
E 0,30 0,50 0,60 0,70 0,45 Tenaga Wilayah Pemasaran
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah
Bagaimanakah manajer pemasaran mengatur tugas kelima tenaga A 41 35 27 33 39
B 36 27 3 42 31
penjualan agar diperoleh pencapaian potensi penjualan C 31 31 0 37,5 27
semaksimum mungkin? D 36 27 21 33 23
E 21 11 15 19,5 33
-21 -11 tetap -19,5 -23
Jawab: (dalam juta)
Tenaga Wilayah Pemasaran
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah Tenaga Wilayah Pemasaran
A 10 16 24 18 12 Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah
B 15 24 48 9 20 A 20 24 27 13,5 16
C 20 20 51 13,5 24 B 15 16 3 22,5 8
D 15 24 30 18 28 C 10 20 0 18 4
E 30 40 36 31,5 18 D 15 16 21 13,5 0
E 210 0 15 0 10
Langkah-langkah penyelesaian :
2. Lakukan pengurangan baris dengan cara: mengurangi nilai pada
1. Ambil nilai yang tertinggi pada Tabel dikurangi dengan nilai
setiap baris dengan nilai yang terkecil pada baris tersebut. Baris
yang lain. Lakukan pengurangan kolom dengan cara:
nilai tertinggi TETAP.
mengurangi nilai pada setiap kolom dengan nilai yang terkecil
pada kolom tersebut. Kolom nilai tertinggi TETAP.
65 66
Tenaga Wilayah Pemasaran Tenaga Penjual Wilayah Pemasaran Penjualan
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah A Timur 18 juta
A 20 24 27 13,5 16 -13,5 B Barat 48 juta
B 15 16 3 22,5 8 -3 C Utara 20 juta
C 10 20 0 18 4 -0 D Tengah 28 juta
D 15 16 21 13,5 0 -0 E Selatan 40 juta
E 210 0 15 0 10 -0 Jumlah 154 juta
3. Untuk langkah selanjutnya sama dengan minimasi. D. JUMLAH PEKERJAAN TIDAK SAMA DENGAN
JUMLAH KARYAWAN
Tenaga Wilayah Pemasaran
Penjual Apabila jumlah pekerjaan tidak sama dengan jumlah
Utara Selatan Barat Timur Tengah
A 6,5 10,5 13,5 0 2,5 karyawan, harus ditambahkan suatu baris/kolom semu (dummy)
B 12 13 0 19,5 5
agar jumlah baris = jumlah kolom, membentuk tabel n x n. Biaya
C 10 20 0 18 4
D 15 16 21 13,5 0 pada baris/kolom semu ini = 0 (nol).
E 0 0 15 0 10
Jumlah garis (4) tidak sama dengan jumlah baris/kolom (5). KARYAWAN
TIM
A B C D E
I 15 14 18 17 0
Tenaga Wilayah Pemasaran
II 21 16 18 22 0
Penjual Utara Selatan Barat Timur Tengah
III 21 21 24 19 0
A 6,5 10,5 23,5 0 12,5
IV 22 18 20 16 0
B 2 3 0 9,5 5 V 32 30 32 35 0
C 0 10 0 8 4
Pada tabel di atas, setiap baris sudah memiliki sel bernilai
D 5 6 21 3,5 0
nol, sehingga analisis langsung di lakukan untuk membuat setiap
E 0 0 25 0 20
kolom memiliki paling tidak sebuah sel bernilai nol. Selanjutnya,
dilakukan langkah-langkah penyelesaian metode penugasan pada
Kesimpulan dari penugasan ini sebagai berikut: (Lihat kembali
contoh sebelumnya.
pada Tabel soal):
67 68
SOAL LATIHAN 3. Tabel berikut menunjukkan biaya penyelesaian kegiatan
berdasarkan tim. Masing-masing tim hanya mengerjakan satu
1. Persatuan Bola Basket mengadakan 4 pertandingan bola basket kegiatan. Kembangkan suatu rencana penugasan untuk
pada suatu malam tertentu. Panitia mengirim 4 tim pendamping mengalokasikan masing-masing tim pada kegiatan yang dapat
ke 4 pertandingan tersebut, sehingga total jarak yang harus meminimalkan biaya!
ditempuh minimum. Adapun jarak tempuh tiap-tiap pendamping
Tim
dapat dilihat pada Tabel dibawah ini: Kegiatan
A B C
1 45 50 54
LOKASI 2 60 65 53
TIM
A B C D 3 40 49 48
I 210 90 180 160 4 77 53 68
II 100 70 130 200
III 175 105 140 170
IV 80 65 105 120
Karyawan
Pekerjaan
A B C D E
I 10 12 10 8 15
II 14 10 9 15 13
III 8 8 7 9 12
IV 13 15 8 16 11
V 10 13 14 11 17
69 70
5
NETWORK PLANNING
71 72
3. Dapat memindahkan jalur yang lebih ekonomis
4. Dapat dipelajari kemungkinan percepatan waktu C=4 D=1
3 3 4 7 5 8
B=2 5 9 10 H=1
5. Dapat diketahui waktu penyelesaian suatu pekerjaan.
A= 1 J=1
1 0 2 1 9 11 10 12
1
C. LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN JALUR KRITIS 0 1 11 12
75 76
6
PERT
(Project Evaluation and Review
Technique)
A. PENDAHULUAN
77 78
dibuat dengan pasti. Sebagai alternatif bagi CPM, maka Langkah – langkah penyelesaian :
digunakanlah PERT. 1. Tentukan Et.
2. Tentukan Varians.
C. PERT (Project Evaluation and Review Technique)
3. Gambarkan diagram network, dan hitung waktu masing-masing
Dalam PERT ada 3 estimasi waktu, yaitu :
kegiatan.
1. Waktu Optimistik (a), waktu kegiatan bila semuanya
4. Tentukan jalur kritis, dan perkiraan waktu penyelesaian proyek
berjalan baik tanpa hambatan
tersebut.
atau penundaan.
5. Tentukan probabilitas proyek, dimana proyek dapat diselesaikan
2. Waktu Realistik (m), waktu kegiatan yang akan terjadi bila
pada waktunya
suatu kegiatan dilaksanakan dalam
kondisi normal, dengan penundaan Contoh:
tertentu yang dapat diterima. Robert Wongso sebagai manajer produksi ditugaskan untuk
3. Waktu Pesimistik (b), waktu kegiatan bila terjadi hambatan memasang alat pendingin di dalam ruang operator mesin.
lebih dari semestinya. Departemen produksi perusahaan telah menyediakan estimasi
Dari estimasi waktu tersebut diperoleh waktu kegiatan yang waktu kegiatan yang dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
diharapkan (Espected Time / ET), dengan menggunakan rumus :
Waktu (Minggu)
Kegiatan Deskripsi
a m b
a 4(m) b 1–2 Desain prosedur instalasi 2 4 6
Et 2–3 Order alat pendingin 1 2 5
6
2–4 Mendapatkan kontraktor 2 8 16
Varians : 4–5 Memperluas ruang operator 1 3 5
4–6 Memasang pipa dari sisi lain 4 8 20
2
5–7 Mengebor lantai 1 2 3
ba 6–7 Memasang pipa dalam ruang operator 1 2 3
v
6 4–8 Memasang aliran 2 4 8
8–9 Memasang generator 1 4 10
Probabilitas Proyek 3 – 10 Heat time alat pendingin baru 5 10 18
7 – 10 Menyambung pipa ke alat pendingin 3 6 12
x 8 – 10 Menyambung listrik ke alat pendingin 1 3 5
x = usulan waktu penyelesaian proyek 9 – 10 Kegiatan semu 0 0 0
10 – 11 Memperbaiki tembok 1 2 5
σ = standar deviasi
79 80
a. Gambarkan diagram network dan hitung waktu masing-masing a. Diagram network
kegiatan!
b. Tentukan jalur kitis dan perkiraan waktu penyelesaian proyek Et=2,33 3 6,33 Et=10,55
19,66
tersebut!
1 0 Et=4 2 4
c. Bila proyek tersebut dijadwalkan selama 25 minggu, berapa 5 15,33
0 4 Et=3
21,66
Et=2
81 82
Maka probabilitas proyek tersebut akan selesai dalam waktu 34 Waktu
Kegiatan
minggu adalah: a m b
1 - 2 1 3 5
0,5 + 0,1480 = 0,648 = 64,8% 1 - 4 4 6 10
1 - 6 20 35 50
2 - 3 4 7 12
SOAL LATIHAN 3 - 4 2 3 5
4 - 7 8 12 25
1. Perusahaan “AA” untuk meningkatkan kualitas syrup 4 - 8 10 16 21
4 - 5 5 9 15
jagungnya, menggunakan komputer untuk pengendalian 3 - 9 6 8 14
proses produksinya. Adapun kegiatan pemasangan komputer 6–8 1 2 2
6 – 13 5 8 12
adalah sebagai berikut :
8 – 10 5 10 15
Kegiatan Deskripsi
Waktu 8 – 11 4 7 10
a m b 9 – 13 5 7 12
1 - 2 Studi kelayakan 1 3 15
2 - 3 Perancangan sistem 3 4 11
11 - 12 5 9 20
2 - 4 Rancangan & prog kode pengendalian 2 6 10 12 - 13 1 3 7
3 - 5 Pengumpulan dan test data 2 6 13
4 - 5 Rancangan dan kode subroutine 1 4 5 12
4 - 6 Rancangan dan kode subroutine 2 3 6 9 Tentukan perkiraan lamanya waktu proyek dan varians serta
5 - 7 Test subroutine 1 2 4 6 probabilitas penyelesaian proyek tersebut dalam 67 hari!
6 - 7 Test subroutine 2 1 4 7
7 - 8 Implementasi dan pemeliharaan sistem 2 3 10
83 84
7
TEORI PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
VII A. PENDAHULUAN
Pengambilan keputusan merupakan suatu
manajemen yang dimulai dengan perencanaan/persiapan dan
proses
85 86
3. Kembangkan model dengan beberapa alternatifnya. 2. Model Skematik, yaitu model yang dinyatakan dalam bentuk
Model dapat dibuat dalam bentuk fisik, skematik, atau skema, diagram, grafik, atau gambar dari suatu obyek.
matematik dan memuat unsur-unsur utama yang dapat 3. Model Matematika, yaitu model yang menggunakan symbol,
mencerminkan keadaan nyata dan situasi yang diamati. rumus, atau persamaan yang menggambarkan proses atau sistem
4. Analisis model dan bandingkan. yang diwakili. Bila sustu model sudah dikembangkan, model
Tahap ini merupakan pengembangan penyelesaian masalah harus diuji validitasnya terlebih dahulu sebelum digunakan.
untuk mencari kemungkinan berbagai jenis solusi yang dapat Dalam model matematika, uji validitas dilakukan sesuai dengan
diambil. kaidah statistika.
5. Pilih model terbaik. Dalam bab ini, membahas model matematika sebagai alat
Pilih solusi yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan bantu dalam proses pengambilan keputusan.
realistis untuk diimplementasikan.
C. TEORI KEPUTUSAN
6. Terapkan model terpilih.
Teori keputusan adalah suatu pendekatan analitik untuk
Tahap ini mencakup kegiatan memantau pelaksanaan keputusan
memilih alternatif terbaik dari suatu keputusan. Pada saat
untuk menjamin hasil yang dikehendaki tercapai.
pengambilan keputusan, terdapat 3 (tiga) jenis kondisi/situasi yang
B. MODEL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN dihadapi pengambil keputusan, yang diklasifikasikan berdasarkan
Model merupakan abstraksi dari keadaan nyata, yang dibuat tingkat kepastian dari hasil (payoff, outcome) yang akan terjadi.
secara sederhana namun mengandung unsur-unsur utama dari suatu Tiga jenis kondisi tersebut adalah:
produk, proses atau system yang diwakili. Dengan menggunakan 1. Ketidakpastian : mengacu kepada situasi dimana terdapat lebih
model, pengeambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih dari satu hasil yang mungkin terjadi dari suatu keputusan, dan
praktis, murah, cepat, dan aman. probabilitas setiap kemungkinan tidak diketahui.
Model dalam pengambilan keputusan diklasifikasikan 2. Beresiko : mengacu pada situasi dimana terdapat lebih dari satu
dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu: hasil yang mungkin terjadi dari suatu keputusan, dan
1. Model Fisik, yaitu model yang menggambarkan obyek aslinya. probabilitas setiap hasil diketahui atau dapat diperkirakan oleh
Keuntungannya memberikan efek visual terhadap keadaan nyata pengambil keputusan.
dari benda itu.
87 88
3. Kepastian, mengacu kepada situasi dimana hanya ada satu hasil 1. Pengambilan Keputusan pada Kondisi Ketidakpastian.
yang mungkin terjadi dari suatu keputusan, dan hasil ini Pengambilan keputusan pada kondisi ketidakpastian
diketahui secara tepat oleh pengambil keputusan. (decision making under uncertainty), mengasumsikan : pengambil
Dalam hal ini tidak setiap teknik keputusan cocok untuk keputusan tidak tahu dengan pasti hasil yang mungkin terjadi dari
semua kondisi. Pada proses pengambilan keputusan, semua setiap alternatif, bahkan probabilitasnya sekalipun.
informasi yang diperlukan disusun dalam bentuk tabel yang disebut Terdapat 3 (tiga) kriteria pengambil keputusan, yaitu :
sebagai tabel hasil (payoff table) atau tabel keputusan. maximax, maximin, dan sama rata.
Tabel hasil merupakan suatu matriks yang terdiri dari baris
Maximax (Keputusan Optimistik)
yang menunjukkan berbagai alternatif pilihan/keputusan, dan
Kriteria : mencari hasil yang paling baik (maksimum) untuk setiap
kolom yang menunjukkan nilai harapan untuk setiap alternative
pilihan investasi, dan membuat keputusan berdasarkan
pilihan/keputusan pada berbagai kondisi yang mungkin terjadi.
nilai maksimum dari hasil maksimum tersebut
Nilai harapan menunjukan keuntungan ekonomis (hasil bersih)
(maximax).
yang diukur dalam nilai sekarang (present value)
Dalam contoh diatas, nilai hasil maksimum dari hasil alternatif
Contoh : fasilitas besar, medium, dan kecil, masing-masing secara berturut-
Manajer suatu perusahaan kontraktor PT. XYZ sedang turut adalah 40, 38, dan 15. Dengan kriteria maximax terpilih angka
mempertimbangkan kemungkinan permintaan fasilitas kedepannya. 40. Maka keputusan yang dipilih adalah permintaan fasilitas besar,
Terdapat 3 (tiga) alternatif fasilitas yaitu besar, medium dan kecil. dengan harapan mendapatkan hasil sebesar Rp 40 juta.
Satuan dalam jutaan rupiah, dinyatakan dalam nilai sekarang.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 7.1 dibawah ini: Alternatif Kemungkinan permintaan kedepan
Fasilitas Rendah Sedang Tinggi
Tabel 7.1. Tabel Hasil Permintaan PT. XYZ Fasilitas besar 6 20 4
40
Alternatif Kemungkinan permintaan kedepan Fasilitas medium 9 28 38
Fasilitas Rendah Sedang Tinggi Fasilitas kecil 15 15 15
Fasilitas besar 6 20 40
Fasilitas medium 9 28 38
Fasilitas kecil 15 15 15
89 90
Maximin (Keputusan Pesimistik) Fasilitas kecil : 15 + 15 + 15 = 45/3 = 15
Kriteria : Mencari alternatif yang maksimum dari hasil yang Nilai tertinggi dari ketiga nilai tersebut adalah 25. Dengan
minimum dari setiap alternatif. demikian, jika menggunakan kriteria Laplace akan dipilih
Pertama, dicari hasil minimum dari setiap alternatif dan selanjutnya permintaan fasilitas medium, yang memiliki nilai harapan sebesar
memilih alternatif dengan nilai terbesar dari yang terkecil tadi. Rp 25 juta.
Dalam contoh diatas, nilai hasil minimum dari hasil alternatif
fasilitas besar, medium, dan kecil, masing-masing secara berturut- Alternatif Kemungkinan permintaan kedepan Rata-
Fasilitas Rendah Sedang Tinggi rata
turut adalah 6, 9, dan 15. Dengan kriteria maximin terpilih angka
Fasilitas besar 6 20 40 22
15. Maka keputusan yang dipilih adalah permintaan fasilitas kecil,
Fasilitas medium 9 28 38 25
dengan harapan mendapatkan hasil sebesar Rp 15 juta.
Fasilitas kecil 15 15 15 15
91 92
berdasarkan probabilitas untuk keadaan yang relevan. Jumlah bobot dengan harapannya. Nilai dari informasi itu disebut sebagai nilai
(probabilitas) harus sama dengan 1,00. harapan dari informasi sempurna (EVPI).
93 94
D. POHON KEPUTUSAN terbaik (nilai harapan tertinggi atau biaya terendah) dari berbagai
Pohon keputusan (decision tree) adalah gambaran skematik alternatif yang ada pada simpul tersebut.
dari alternatif yang tersedia bagi pengambil keputusan dan Dari pohon keputusan pada Gambar 7.1, dihitung nilai
kemungkinan hasilnya. Pohon keputusan memiliki fungsi yang harapan simpul 1, 2, dan 3 sebagai berikut:
sama dengan tabel keputusan.
EV1 = 0,1(6) + 0,3 (20) + 0,6 (40) = 0,6 + 6 + 24 = 30,6
Dari Tabel 7.1, dapat digambarkan dalam bentuk pohon
EV2 = 0,1 (9) + 0,3 (28) + 0,6 (38) = 0,9 + 8,4 + 22,8 = 32,1
keputusan, yaitu sebagai berikut:
EV3 = 0,1 (15) + 0,3 (15) + 0,6 (15) = 1,5 + 4,5 + 9 = 15
Rendah (p = 0,1) Maka : dipilih kemungkinan permintaan kedepan pada fasilitas
30,6 6
Sedang (p = 0,3) medium, karena memilki EV terbesar.
1 20
Tinggi (p = 0,6)
40
SOAL LATIHAN
Rendah (p = 0,1)
32,1 32,1 9
Sedang (p = 0,3) 1. Tabel berikut merupakan tabel hasil yang menunjukkan hasil
2 28
Tinggi (p = 0,6) untuk setiap alternatif dari berbagai keadaan. Satuan dalam
38
jutaan rupiah, dinyatakan dalam nilai sekarang. Tentukan
Rendah (p = 0,1) alternatif yang harus dipilih berdasarkan kriteria maximax,
15 15 maximin, dan Laplace.
Sedang (p = 0,3)
3 15 Kemungkinan permintaan kedepan
Tinggi (p = 0,6) Alternatif
15 Rendah Sedang Tinggi
- Simpul kejadian Fasilitas besar 6 20 40
Fasilitas medium 9 20 25
- Simpul keputusan Fasilitas kecil 15 15 15
VIII
Konsumen memilih uang kas sebesar Rp 100.000 atau memilih
kupon. Jika memilih kupon, konsumen harus memilih satu dari
tiga buah kupon yang masing-masing bernilai Rp 300.000, Rp
150.000 dan Rp 10.000.
a. Gambarkan pohon keputusan untuk kuis ini
b. Keputusan apa yang harus dibuat untuk memperoleh nilai
I
TEORI ANTRIAN
harapan tertinggi.
97 98
8
(seperti waktu rata-rata yang diperlukan seseorang untuk
menunggu sampai dilayani) digunakan oleh manajer untuk
mengambil keputusan dalam suatu operasi yang mengandung
masalah antrian.
Ada 2 (dua) jenis sistem antrian yang paling umum
TEORI ANTRIAN digunakan untuk menganalisa sistem antrian yaitu sIstem
pelayanan tunggal (single server system) dan system pelayanan
ganda (multiple server system).
A. PENDAHULUAN
Definisi Antrian yaitu Garis tunggu dari Nasabah yang di C. SISTEM ANTRIAN PELAYANAN TUNGGAL
ukur dengan satuan tertentu yang memerlukan satu layanan atau Pelayanan tunggal merupakan bentuk paling sederhana
lebih (fasilitas layanan). dalam sistem antrian yang digunakan untuk memperagakan dasar-
Garis tunggu yaitu kemampuan atau kapasitas pelayanan. dasar sistem antrian. Contoh: Fast Shop Drive-In Market, memiliki
Terbentuknya garis tunggu di dalam sistem adalah karena fasilitas satu tempat kasir dan satu karyawan yang bertugas mengoperasikan
pelayanan sedang sibuk melayani pelanggan sehingga pelanggan mesin kas pada tempat kasir tersebut. Kombinasi antara mesin kas
yang datang harus menunggu. dan tempat kasir disebut server (fasilitas pelayanan), dan para
Teori Antrian yaitu Suatu kejadian / garis tunggu yang di pelanggan yang menunggu giliran pada tempat tersebut untuk
rumuskan secara matematika (menggunakan model) membayar barang belanjaan membentuk suatu barisan atau
Tujuannya : antrian.
Merancang pelayanan optimal Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam
Menjaga keseimbangan biaya melakukan sistem antrian adalah:
Menjaga keseimbangan waktu 1. Disiplin antrian (pada urutan ke berapa pelanggan di layani)
a. First Come – First Served (FCFS), pertama datang pertama
B. ANALISA SISTEM ANTRIAN
dilayani.
Analisa antrian merupakan bentuk analisa probabilita,
Artinya : orang yang pertama berada dalam antrian di
bukan teknik penentuan. Hasil dari analisa antrian disebut sebagai
tempat kasir tersebut akan dilayani lebih dahulu.
“karakteristik operasi”, bersifat probabilita. Statistik operasi ini
99 100
b. Last – in, first – out (LIFO), terakhir masuk pertama keluar. ANTRIAN PELAYANAN TUNGGAL
Misalnya : Seorang operator mesin menyusun bagian- = tingkat kedatangan (rata-rata jumlah kedatangan tiap periode
bagian yang sedang di proses di samping mesin sedemikian waktu)
rupa, sehingga bagian terakhir diletakkan paling atas dan = tingkat pelayanan (rata-rata jumlah yang dilayani tiap periode
akan menjadi yang pertama dipilih. waktu)
c. Serve In Random Order (SIRO)
Misalnya : Operator mesin mengambil salah satu bagian Dengan asumsi:
yang dikumpulkan dalam sebuah kotak secara acak. 1. Populasi pelanggan (Calling Population) yang tidak terbatas
d. Berdasarkan jadwal, pelanggan akan dilayani sesuai dengan 2. Disiplin antrian “ datang pertama, dilayani pertama”
Misalnya : Pasien-pasien pada praktek dokter umum, maka 4. Waktu pelayanan eksponensial
fasilitas jasa sesuai dengan distribusi probabilita. Rata-rata jumlah pelanggan yang berada dalam suatu sistem
4. Tingkat pelayanan (seberapa cepat pelanggan di layani), antrian (jumlah pelanggan yang dilayani dan yang berada
adalah rata-rata jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam baris antrian):
selama periode waktu tertentu. Waktu pelayanan, ditentukan
L
oleh distribusi eksponential.
101 102
Rata-rata jumlah pelanggan yang berada dalam baris 24
P0 1
antrian: 30
dan dilayani):
1 L 4 pelanggan secara rata-rata dalam sistem antrian
W
tersebut.
Waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pelanggan untuk
Lq
24 2
probabilita seorang pelanggan dapat dilayani) : 0,133 jam (0,133 x 60 menit = 8 menit) waktu rata-rata
I 1U tiap pelanggan dalam baris antrian
24
I 1 U 0,80 probabilita pelayan akan sibuk dan
30
pelanggan harus menunggu
Contoh : = 24 pelanggan per jam yang datang.
= 30 pelanggan per jam yang keluar. I = 1 – 0,80 = 0,20 probabilita pelayan tidak sibuk dan
maka : pelanggan dapat dilayani
103 104
Data menambahkan : 24 24
Wq 0,038 = 2,25 menit
a. Berdasarkan harapan pelanggan, manager toko berpendapat 4040 24 16
bahwa pelanggan tidak mau menunggu selama 8 menit dan 24
U 0,60
menghabiskan total waktu 10 menit dalam sistem antrian (belum 40
bagi manager toko sebesar $150 per minggu. Manager tersebut Rata-rata waktu menunggu bagi tiap pelanggan adalah
menetapkan bahwa untuk setiap menit pengurangan waktu (Wq) : W3 = 8 menit – 2 menit = 5,75 menit
menunggu, ia terhindar dari kerugian penjualan sebesar $75 per 5,75 x $75 / minggu = $ 431,25/Minggu
minggu (Toko tersebut mengalami kerugian jika pelanggan $431,25 $150 $281,25 /Minggu
pergi sebelum sempat berbelanja karena panjangnya antrian atau
b. Manager ingin menguji alternatif II yaitu : membuat tempat
jika pelanggan tidak kembali ke toko itu lagi). Penambahan
kasir baru. Total proyek ini $6,000 dengan biaya tambahan
karyawan baru akan meningkatkan tingkat pelayanan menjadi
sebesar $200 perminggu untuk kasir tambahan. Tempat kasir
= 40 pelanggan per jam. Dengan asumsi tingkat kedatangan
baru akan berada di depan tempat kasir lama (sehingga para
sama ( = 24 pelanggan per jam ).
karyawan akan saling membelakangi dalam suatu area).
105 106
= 12 pelanggan per jam Apabila biaya sudah berhasil ditutup, toko tersebut akan
dengan tingkat pelayanan yang sama untuk setiap tempat kasir: menghemat $300,00 – $281,25 = $18,75 per Minggu lebih banyak
= 30 pelanggan per jam dengan membuat tempat kasir baru dari pada menambah karyawan
Jawab: baru.
Bagi Manajer toko, kedua alternatif ini tampak lebih baik dari
24
U 0,60 kondisi awal, yang menimbulkan waktu menunggu selama 8 menit
40
per pelanggan.
I 1 0,60 0,40
D. SISTEM ANTRIAN PELAYANAN GANDA
Jadi :
= tingkat kedatangan (rata-rata jumlah kedatangan tiap
Rata-rata waktu menunggu bagi tiap pelanggan adalah:
periode waktu)
(Wq) : W3 = 8 menit – 1,33 menit = 6,67 menit
= tingkat pelayanan (rata-rata jumlah yang dilayani tiap
6,67 x $75 / minggu = $500,00/Minggu
periode waktu) per pelayanan (saluran)
$500,00 $200 $300 /Minggu
c = jumlah pelayan
Karena total proyek adalah sebesar $6.000, maka dibutuhkan waktu
c = rata-rata tingkat pelayanan efektif sistem tersebut,
$6000 : $300 = 20 Minggu untuk menutup biaya permulaan (bunga
dimana nilainya harus melebihi tingkat kedatangan
diabaikan).
107 108
Dengan asumsi: Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam antrian
1. Populasi pelanggan (Calling Population) yang tidak terbatas menunggu untuk dilayani adalah:
2. Disiplin antrian “ datang pertama, dilayani pertama” 1
Wq W
3. Tingkat kedatangan Poisson
4. Waktu pelayanan eksponensial Probabilita seorang pelanggan yang dating dalam sistem
Rumus: tersebut harus menunggu untuk dilayani (probabilita seluruh
pelayan sibuk)
Probabilita tidak adanya pelanggan dalam sistem tersebut:
1 1 c
n
P0 Pw Po
nc 1 1 1 c c c! c
n
n0 n! c! c
Contoh:
Probabilita terdapat n pelanggan dalam sistem tersebut: Sebuah penelitian atas bagian pelayanan pelanggan untuk periode
n 12 bulan menunjukkan bahwa tingkat kedatangan dan tingkat
1
Pn Po untuk n > c
c!c nc pelayanan adalah sebagai berikut:
n = 10 pelanggan per jam yang datang ke bagian pelayanan
1
Pn Po untuk n < c = 4 pelanggan per jam dapat dilayani oleh setiap pelayan
n!
Tambahan: sistem ini merupakan system antrian tiga pelayan (tree
Rata-rata jumlah pelanggan dalam system antrian tersebut:
server system), oleh karena itu :
/ c
L P c = 3 pelayanan pelanggan Toko
c 1!c 2 o
Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam system Dengan menggunakan rumus model pelayanan ganda, maka
antrian tersebut (untuk menunggu dan untuk dilayani): karakteristik operasi bagian pelayanan adalah:
L 1
W P0
n
1 c c
1
n c 1
Rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian tersebut: n0 n! c! c
Lq L
109 110
1 Pw = 0,73 probabilita seorang pelanggan harus menunggu
P0
1 10 0 1 10 1 1 10 2 1 10 3 3(4) untuk dilayani (terdapat 3 atau lebih pelanggan
o! 4 1! 4 2! 4 3! 4 3(4) 10 dalam sistem tersebut)
1 1
P0 Berdasarkan harapan pelanggan, manager toko berpendapat
0 2,5 3,125 (2,60.6) 21,225
bahwa pelanggan tidak mau menunggu selama 21 menit dan
P0 = 0,047 probabilita bahwa tidak ada pelanggan di bagian
terdapat kemungkinan menunggu sebesar 0,73. Untuk itu Manajer
pelayanan
mempertimbangkan penambahan seorang karyawan baru (c = 4).
/ c
L P Jadi karakteristik operasi adalah:
c 1!c 2 o
Po = 0,073 probabilita tik ada pelanggan dalam bagian pelayanan
(10)(4)(10 / 4) 3
L 0,045 10 625 (0,047) + 2,5 L = 3,0 pelanggan secara rata-rata dalam bagian pelayanan
3 1!3.4 102 4 8
W = 0,30 jam (18 menit) waktu rata-rata pelanggan dalam bagian
L = 6 pelanggan secara rata-rata dalam bagian pelayanan
pelayanan
L 6
W = Lq = 0,5 pelanggan secara rata-rata yang menunggu untuk
10
dilayani
W = 0,60 jam (36 menit) rata-rata waktu per langganan di
Wq = 0,05 jam (3 menit) waktu menunggu rata-rata per pelanggan
bagian pelayanan
dalam barisan
10
Lq L 6 Pw = 0,31 probabilita seorang pelanggan harus menunggu untuk
4
Lq = 3,5 pelanggan secara rata-rata yang menunggu untuk dilayani
111 112
SOAL LATIHAN DAFTAR PUSTAKA
Petugas pelayanan rekening pinjaman baru pada citizens
Herjanto, Eddy, Manajemen Operasi, Edisi ketiga , PT.
Northren Savings Bank mewawancara seluruh nasabah yang Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2006
ingin membuka rekening pinjaman baru. Tingkat kedatangan
Mulyono, Sri, Operations Research, Edisi kedua, Fakultas
para nasabah tersebut adalah 4 nasabah per jam berdasarkan Ekonomi Universitas Indonesia, 1999
distribusi Poisson, dan petugas rekening tersebut menghabiskan
Stevenson, William J., Operations Management,
waktu rata-rata 12 menit untuk setiap nasabah yang ingin International Edition, McGraw-Hill Education (Asia),
2005
membuka rekening baru ( = 60/12 = 5 nasabah per jam)
a. Tentukan karakteristik operasi untuk sistem ini (Po, L, Lq, Siswanto, Operations Research, Jilid I, Erlangga, Jakarta,
2007
W, Wq, U, dan Pw)
b. Berdasarkan harapan nasabah, manager berpendapat bahwa Siswanto, Operations Research, Jilid II, Erlangga, Jakarta,
2007
nasabah tidak mau menunggu selama 10 menit dan
menghabiskan total waktu 12 menit dalam sistem antrian. Taylor III, Bernard. W, Sains Manajemen, Buku Satu, Edisi
keempat, Salemba Empat, Jakarta, 1996
Manager ingin menguji alternatif: penambahan karyawan.
Penambahan seorang karyawan akan menimbulkan biaya Taylor III, Bernard W, Sains Manajemen, Buku Dua, Edisi
Keempat, Salemba Empat, Jakarta, 1996
bagi manager sebesar $280 per minggu. Manager tersebut
menetapkan bahwa untuk setiap menit pengurangan waktu Winston, Wayne. L, Operations Research, Thomson
Learning, Australia 2004
menunggu, ia terhindar dari kerugian sebesar $120 per
minggu. Penambahan karyawan baru akan meningkatkan
tingkat pelayanan menjadi = 7 nasabah per jam. Dengan
asumsi tingkat kedatangan sama ( = 4 per jam ).
c. Tambahkan seorang karyawan baru pada system tersebut
untuk menggambarkan masalah ini sehingga sistem tersebut
menjadi system antrian pelayanan ganda dengan dua saluran,
dan tentukan karakteristik operasi yang diminta pada bagian a
(c=2)
113 114