Keputusan Direktur Tentang Pendelegasian Pelayanan Kefarmasian Ke Perawat Dan Bidan
Keputusan Direktur Tentang Pendelegasian Pelayanan Kefarmasian Ke Perawat Dan Bidan
TENTANG
PENDELEGASIAN PELAYANAN
KEFARMASIAN KE PERAWAT
DAN BIDAN
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE BIDAN VK
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MENIMBANG : 1. Bahwa dalam pelayanan di rumah sakit diperlukan kerja sama dengan
Perawat dalam pelayanan rawat inap.
2. Bahwa dalam pelayanan pendelegasian beberapa tindakan kefarmasian
Ke perawat untuk membantu dalam mengoptimalkan pelayanan
Kefarmasiaan.
3. Bahwa pendelegasiaan dilakukan karena karena jumlah tenaga di instalasi
Farmasi belum memenuhi standart untuk melayani seluruh pelayanan
kefarmasiaan di Instalasi Farmasi.
4. Bahwa dalam pendelegasiaan tindakan kefarmasiaan tersebut dibutuhkan
kebijakan dari rumah sakit untuk mengatur pendelegasiaan pelayanan
kefarmasian ke perawat.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap menjadi
tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu dilakukan kerja
sama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian tugas
Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang undang yang
berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di instalasi
Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
a. Pendelegasian pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl. MgSO4,dll )
b. Pendelegasian pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim, Ceftriaxon, Methyl
Prednisolon, dll )
c. Pendelegasian pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K inj , dll )
d. Pendelegasian pengoplosan nutrisi parenteral.
e. Pendelegasian pemberian obat.
Ditetapka di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
1. Kabid, Pelayanan Medis
2. Komite Medis
3. Seluruh dokter di Rumah Sakit
4. Kabid Keperawatan
5. Seluruh Kepala ruang Keperawatan
6. Instalasi
7. Arsip
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/001/VIII/2025
TANGGAL : 10 Januari 2025
Hal – hal yang perlu dipehatikan dalam menjalankan tugas pelimpahan wewenang
, tetap mengacu pada SOP Pelayanan Klinis yang berlaku di Rumah Sakit
N
NAMA PENDIDIKAN PELAKSANA / PJ SHIFT
O
1 SITI AISYAH, STr Keb D4 KEBIDANAN KARU
2 DESY ROFIQA MAYA, [Link] S1 KEBIDANAN PJ SHIFT
3 TRI ERI WIDIARTI, [Link] D3 KEBIDANAN PJ SHIFT
4 HESTI SETYANINGSIH, [Link] D3 KEBIDANAN PJ SHIFT
5 KHAKIM SISKA S, [Link] D3 KEBIDANAN PJ SHIFT
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/002/VIII/2025
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT ICU PICU
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MENIMBANG : 1. Bahwa dalam pelayanan di rumah sakit diperlukan kerja sama dengan
Perawat dalam pelayanan rawat inap.
2. Bahwa dalam pelayanan pendelegasian beberapa tindakan kefarmasian
Ke perawat untuk membantu dalam mengoptimalkan pelayanan
Kefarmasiaan.
3. Bahwa pendelegasiaan dilakukan karena karena jumlah tenaga di instalasi
Farmasi belum memenuhi standart untuk melayani seluruh pelayanan
kefarmasiaan di Instalasi Farmasi.
4. Bahwa dalam pendelegasiaan tindakan kefarmasiaan tersebut dibutuhkan
kebijakan dari rumah sakit untuk mengatur pendelegasiaan pelayanan
kefarmasian ke perawat.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap menjadi
tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu dilakukan kerja
sama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian tugas
Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang undang yang
berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di instalasi
Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
[Link] pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl. MgSO4,dll )
[Link] pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim, Ceftriaxon, Methyl Prednisoslon,
dll )
[Link] pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K inj , dll )
[Link] pengoplosan nutrisi parenteral.
[Link] pemberian obat.
KEENAM : Pemberian obat harus memperhatikan kebenaran pemberian obat ke pasien
dengan mengisi ceklis 7 benar, yakni
[Link] pasien
[Link] obat
[Link] dosis
[Link] waktu
[Link] cara pemberian
[Link] dokumentasi
[Link] informasi
Ditetapka di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
SURAT PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/002/VIII/2025
TANGGAL : 10 Januari 2025
Hal – hal yang perlu dipehatikan dalam menjalankan tugas pelimpahan wewenang ,
tetap mengacu pada SOP Pelayanan Klinis yang berlaku di Rumah Sakit
N
NAMA PENDIDIKAN PELAKSANA / PJ SHIFT
O
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT IGD
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MENIMBANG : 1. Bahwa dalam pelayanan di rumah sakit diperlukan kerja sama dengan
Perawat dalam pelayanan rawat inap.
2. Bahwa dalam pelayanan pendelegasian beberapa tindakan kefarmasian
Ke perawat untuk membantu dalam mengoptimalkan pelayanan
Kefarmasiaan.
3. Bahwa pendelegasiaan dilakukan karena karena jumlah tenaga di instalasi
Farmasi belum memenuhi standart untuk melayani seluruh pelayanan
kefarmasiaan di Instalasi Farmasi.
4. Bahwa dalam pendelegasiaan tindakan kefarmasiaan tersebut dibutuhkan
kebijakan dari rumah sakit untuk mengatur pendelegasiaan pelayanan
kefarmasian ke perawat.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap menjadi
tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu dilakukan kerja
sama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian tugas
Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang undang yang
berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di instalasi
Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
[Link] pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl. MgSO4,dll )
[Link] pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim, Ceftriaxon, Methyl
Prednisoslon, dll )
[Link] pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K inj , dll )
[Link] pengoplosan nutrisi parenteral.
[Link] pemberian obat.
KEENAM : Pemberian obat harus memperhatikan kebenaran pemberian obat ke pasien
dengan mengisi ceklis 7 benar, yakni
[Link] pasien
[Link] obat
[Link] dosis
[Link] waktu
[Link] cara pemberian
[Link] dokumentasi
[Link] informasi
Ditetapkan di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
SURAT PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/003/VIII/2025
TANGGAL : 10 Januari 2025
1 Ari juniardi,[Link]
\
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/004/VIII/2025
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT OK
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MENIMBANG : 1. Bahwa dalam pelayanan di rumah sakit diperlukan kerja sama dengan
Perawat dalam pelayanan rawat inap.
2. Bahwa dalam pelayanan pendelegasian beberapa tindakan kefarmasian
Ke perawat untuk membantu dalam mengoptimalkan pelayanan
Kefarmasiaan.
3. Bahwa pendelegasiaan dilakukan karena karena jumlah tenaga di instalasi
Farmasi belum memenuhi standart untuk melayani seluruh pelayanan
kefarmasiaan di Instalasi Farmasi.
4. Bahwa dalam pendelegasiaan tindakan kefarmasiaan tersebut dibutuhkan
kebijakan dari rumah sakit untuk mengatur pendelegasiaan pelayanan
kefarmasian ke perawat.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap menjadi
tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu dilakukan kerja
sama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian tugas
Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang undang yang
berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di instalasi
Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
[Link] pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl. MgSO4,dll )
[Link] pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim, Ceftriaxon, Methyl
Prednisoslon, dll )
[Link] pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K inj , dll )
[Link] pengoplosan nutrisi parenteral.
[Link] pemberian obat.
KEENAM : Pemberian obat harus memperhatikan kebenaran pemberian obat ke pasien
dengan mengisi ceklis 7 benar, yakni
[Link] pasien
[Link] obat
[Link] dosis
[Link] waktu
[Link] cara pemberian
[Link] dokumentasi
[Link] informasi
KETUJUH : Pendokumentasian kebenaran pemberian obat ke pasien oleh perawat
didokumentasikan di CPO ( Catatan Pemakaian Obat ) dengan menulis pada
kolom perawat yang memberikn obat.
KEDELAPAN : Kebijakan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan evaluasi minimal 1
tahun sekali.
KESEMBILAN : Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka akan dilakukan
perubahan dan perbaikan sebagaimana semestinya.
Ditetapka di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
RUANG OK /IBS
NO NAMA JABATAN
1 AGUNG WALUYO,[Link] KARU
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT
IGD
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap
Menjadi tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu
dilakukan kerja sama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian
tugas Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang
undang yang berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di
Instalasi Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
[Link] pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl.
MgSO4,dll )
[Link] pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim,
Ceftriaxon, Methyl Prednisoslon, dll )
[Link] pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K
inj , dll )
[Link] pengoplosan nutrisi parenteral.
[Link] pemberian obat.
KEENAM : Pemberian obat harus memperhatikan kebenaran pemberian obat ke
Pasien dengan mengisi ceklis 7 benar, yakni
[Link] pasien
[Link] obat
[Link] dosis
[Link] waktu
[Link] cara pemberian
[Link] dokumentasi
[Link] informasi
KETUJUH : Pendokumentasian kebenaran pemberian obat ke pasien oleh
Perawat didokumentasikan di CPO ( Catatan Pemakaian Obat )
dengan menulis pada kolom perawat yang memberikn obat.
KEDELAPAN : Kebijakan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan evaluasi
minimal 1 tahun sekali.
KESEMBILAN : Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka
akan dilakukan perubahan dan perbaikan sebagaimana semestinya.
Ditetapkan di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
SURAT PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
NOMOR : 01.02/RSDH/005/VIII/2025
TANGGAL : 10 Januari 2025
No
NAMA PENDIDIKAN KETERANGAN
.
1 A. Agus Arfianti, S. Kep. Ns Ns KARU
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT
TERATAI
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
KESATU : Pengeloaan perbekalan farmasi di ruang perawatan rawat inap
Menjadi tanggung jawab ruang keperawatan.
KEDUA : Dalam memenuhi pelayanan kefarmasian yang efektif perlu
dilakukan kerjasama dengan perawat.
KETIGA : Dalam kerjasama pelayanan kefarmasian dilakukan pendelegasian
tugas Kefarmasian ke perawat yang masih sesuai dengan undang
undang yang berlaku.
KEEMPAT : Pendelegasian dilakukan karena masih terbatasnya jumlah tenaga di
instalasi Farmasi.
KELIMA : Pendelegasianke perawat meliputi
[Link] pencampuran elektrolit konsentrat pekat ( KCl.
MgSO4,dll )
[Link] pengoplosan injeksi serbuk kering ( Cefotaxim,
Ceftriaxon, Methyl Prednisoslon, dll )
[Link] pencampuran obat injeksi( Asam Tranexamat inj, vit K
inj , dll )
[Link] pengoplosan nutrisi parenteral.
[Link] pemberian obat.
KEENAM : Pemberian obat harus memperhatikan kebenaran pemberian obat ke
Pasien dengan mengisi ceklis 7 benar, yakni
[Link] pasien
[Link] obat
[Link] dosis
[Link] waktu
[Link] cara pemberian
[Link] dokumentasi
[Link] informasi
KETUJUH : Pendokumentasian kebenaran pemberian obat ke pasien oleh
perawat didokumentasikan di CPO ( Catatan Pemakaian Obat )
dengan menulis pada kolom perawat yang memberikn obat.
KEDELAPAN : Kebijakan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan evaluasi
minimal 1 tahun sekali.
KESEMBILAN : Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka akan
Dilakukan perubahan dan perbaikan sebagaimana semestinya.
Ditetapkan di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
No. NAMA
KETERANGAN
1 FEBRINA IKA. S, [Link],Ns KARU
TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN PELAYANAN KEFARMASIAN KE PERAWAT
LAVENDER
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
DIREKTUR RUMAH SAKIT
[Link] informasi
KETUJUH : Pendokumentasian kebenaran pemberian obat ke pasien oleh
perawat didokumentasikan di CPO ( Catatan Pemakaian Obat )
dengan menulis pada kolom perawat yang memberikn obat.
KEDELAPAN : Kebijakan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan evaluasi
minimal 1 tahun sekali.
KESEMBILAN : Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka akan
dilakukan perubahan dan perbaikan sebagaimana semestinya.
Ditetapkan di : Mojokerto
Tanggal : 10 Januari 2025
Direktur RS Dian Husada Mojokerto
Tembusan :
[Link], Pelayanan Medis
[Link] Medis
[Link] dokter di Rumah Sakit
[Link] Keperawatan
[Link] Kepala ruang Keperawatan
[Link]
[Link]
RUANG LAVENDER
NO NAMA PENDIDIKAN KET
1 Arin Wahyu A., [Link] Ners KARU
IN HOUSE TRAINING
PENCAMPURAN ASEPTIK
RUMAH SAKIT DIAN HUSADA
MOJOKERTO
2025
Kepada
Yth. Teman Sejawat Farmasi dan Perawat
Di Tempat
URAIAN PEMBICARA
Acara Pelatihan Dispensing Sediaan Obat Steril dibuka oleh ketua Panitia [Link]. 1. Apt Drs Taufik
Agustiani Ari Wahyu Utami dengan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Rochman
Direktur, Kepala Bidang , teman sejawat Farmasi dan Perawat
Adapun hasil yang didapat dari acara pelatihan Dispensing Sediaan Obat Steril
antara lain:
1. Penyiapan Obat Steril dilakukan oleh staf yang terlatih sesuai peraturan
perundang2an
2. Penyiapan sediaan steril untuk menjamin mutu, manfaat dan khasiat obat
3. Sediaan steril yang diserahkan harus terjaga sterilitasnya dan di pertahankan
stabilitasnya sampai di injeksikan kepada pasien
..................................... ......................................
SERTIFIKAT PELATIHAN ASEPTIK
DISPENSING
6 Januari 2025
STANDAR
PROSEDUR dr. Benny Nugroho Subiantoro
OPERASIONAL
Pencampuran/pengenceran obat di ruang perawatan dilakukan oleh
PENGERTIAN perawat sesuai ketentuan.
[Link] Kerja
[Link] Alat Pelindung Diri (APD) sesudah mencuci tangan(sarung
PROSEDUR
tangan dan masker)
[Link] meja kerja dengan benar (dengan Aquades kemudian
Alcohol 70 %)
[Link] seluruh alat Kesehatan dan wadah obat sebelum di gunakan
dengan alcohol 70 %
PENCAMPURAN OBAT ASEPTIK DI RUANG PERAWATAN
6 Januari 2025
STANDAR
PROSEDUR dr. Benny Nugroho Subiantoro
OPERASIONAL
[Link] pencampuran secara aseptis
[Link] serbuk kering.
a. Memegang vial yang berisi serbuk kering.
b. Menswab vial menggunakan kapas swab.
c. Menswab botol infus menggunakan kapas swab pada daerah
yang akan di ambil.
d. Memindahkan pelarut sesuai jumlah yang dibutuhkan,
memasukkan pelarut kedalam vial.
e. Menswab bekas tusukan pada botol infus (pelarut) dengan
PROSEDUR kapas swab.
f. Memegang vial dan menggoyang-goyangkan sampai larut.
g. Membuka spuit dari pembungkus.
h. Mengambil larutan obat dari vial sesuai jumlah yang di
inginkan.
i. Menutup neddle dengan penutup.
j. Siap disuntikkan ke pasien
PENCAMPURAN OBAT ASEPTIK DI RUANG PERAWATAN
6 Januari 2025
STANDAR
PROSEDUR dr. Benny Nugroho Subiantoro
OPERASIONAL
[Link] larutan konsentrat
a. Melakukan poin 1 sampai 5.
b. Memegang flas obat yang berisi larutan obat konsentrasi tinggi,
menswab searah bagian area yang akan diambil menggunakan
kapas swab
[Link] seluruh alat Kesehatan dan wadah obat sesudah di gunakan
dengan alcohol 70 %
[Link] seluruh bahan yang terkontaminasi ke dalam kantong
tertutup
6 Januari 2022
STANDAR
PROSEDUR dr. Benny Nugroho Subiantoro
OPERASIONAL
[Link] larutan konsentrat
c. Melakukan poin 1 sampai 5.
d. Memegang flas obat yang berisi larutan obat konsentrasi tinggi,
menswab searah bagian area yang akan diambil menggunakan
kapas swab
[Link] seluruh alat Kesehatan dan wadah obat sesudah di gunakan
dengan alcohol 70 %
[Link] seluruh bahan yang terkontaminasi ke dalam kantong
tertutup