0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan63 halaman

Andika File

Proposal skripsi ini membahas pengaruh kualitas objek wisata terhadap minat berkunjung ke Art Garden, Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari 35 responden, dan hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas objek wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis diterima.

Diunggah oleh

jainunrumodar66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan63 halaman

Andika File

Proposal skripsi ini membahas pengaruh kualitas objek wisata terhadap minat berkunjung ke Art Garden, Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari 35 responden, dan hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas objek wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis diterima.

Diunggah oleh

jainunrumodar66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH KUALITAS OBJEK WISATA TERHADAP MINAT

BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA ART GARDEN, NEGERI AMAHAI


KABUPATEN MALUKU TENGAH

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh

ANDIKA LAKOLLO
NIM : 1317104006

PROGRAM STUDI PARIWISATA


POLITEKNIK NEGERI AMBON PDD MASOHI
2023

1
i
LEMBARAN PERSETUJUAN

PENGARUH KUALITAS OBJEK WISATA TERHADAP MINAT


BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA ART GARDEN, NEGERI AMAHAI
KABUPATEN MALUKU TENGAH

Disusun oleh :
ANDIKA LAKOLLO
NIM. 1317104006

Proposal skripsi ini telah diuji pada tanggal ……………disetujui oleh:

Mengetahui,

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Evandro A.W. Manuputty SE,MM Anthoneta Telsy Waelauruw [Link]


19690320200501 1 001 NIP. 19840524 200812 2 005

i
LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH KUALITAS OBJEK WISATA TERHADAP MINAT


BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA ART GARDEN, NEGERI AMAHAI
KABUPATEN MALUKU TENGAH
Diujikan Untuk Memenuhi Persyaratan

Akhir Studi Pada Politeknik Negeri Ambon

DI SUSUN OLEH :

Nama : Andika Lakollo


Nim : 1317104006
Pembimbing I Pembimbing II

Evandro A. W. Manuputty SE, MM. Anthoneta Telsy [Link]


NIP . 19690320200501 1 001 NIP. 19840524 200812 2 005
Mengetahui, Menyetujui,

Wakil Direktur I Ketua Program Studi,


Bidang Akademik Pariwisata

Leonora Leuhery,ST.,MTSE,[Link] Anthoneta Telsy Waelauruw [Link]


Nip. 19700418 199403 2 001 NIP. 19840524 200812 2 005

ii
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Andika Lakollo


Nim : 1317104006
Jurusan : pariwisata

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Kualitas Objek


Wisata Terhadap Minat Berkunjung Ke Objek Wisata Art Garden, Negeri
Amahai Kabupaten Maluku Tengah“ adalah hasil karya saya sendiri, bukan
“duplikasi” karya orang lain. Apabila di kemudian hari ada “klaim” dari pihak
lain, maka bukanlah tanggung jawab dosen pembimbing ataupun pihak jurusan
pariwisata, tetapi menjadi tanggung jawab saya sendiri.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan
tanpa paksaan dari pihak manapun.

Ambon, 2023
Hormat saya,

Andika Lakollo
Nim. 1317104006

iii
ABSTRAK

Skripsi dengan judul “Pengaruh Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat


Berkunjung Ke Objek Wisata Art Garden, Negeri Amahai Kabupaten Maluku
Tengah ”, ini ditulis andika lakollo NIM 1317104006, Pembimbing Evandro A. W.
Manuputty SE,MM dan Anthoneta Telsy Waelauruw [Link].
Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui dan menguji pengaruh kualitas
objek dan indikator kualitas objek terhadap minat berkunjung ke art garden.
Penelitian ini termaksud penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner
yang disebarkan kepada pengunjung yang kebutulan hadir di art garden. Sampelnya
berjumlah 35 responden.

Hasil pengujian model diatas diperoleh nilai t Hitung variabel objek wisata
(X) sebesar 10.619 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan
pengujian hipotesis (uji t) pada model regresi ini didapatkan nilai signifikansi variabel
kualitas (X) sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari significance level 0,05 (5%), yaitu
0,000 < 0,05. Selain itu dapat dilihat juga dari hasil perbandingan antara t hitung dan ttabel
yang menunjukan nilai thitung variabel kualitas (10.619) lebih besar dari ttabel (1,689)
yaitu 10.619 > 1,689, maka dapat di katakan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima,
artinya variabel independen (kualitas) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel dependen (minat berkunjung) Ke Objek Wisata Art Garden, Negeri Amahai.

Kata kunci : kualitas objek, minat berkunjung

KATA PENGANTAR

iv
Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, sehingga penulis akhirnya
mampu menyelesaikan skripsi ini dengan judul "Pengaruh Kualitas Objek Wisata
Terhadap Minat Berkunjung Ke Objek Wisata Art Garden, Negeri Amahai
Kabupaten Maluku Tengah”. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat
memperoleh Gelar Sarjana sains terapan pariwisata di Politeknik Negeri Ambon PDD
Masohi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam penyusunan skripsi ini adalah
rahmat dan petunjuk dari Allah, juga semua pihak yang selama ini telah memberikan
dukungan, dorongan, uluran tangan, dan pikiran kepada penulis. Oleh karena itu
perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dady Mairuhu, ST.,MM, selaku Direktur Politeknik Negeri Ambon
2. Bapak Roy Wattimena S.E.,MSc, selaku Pengelola PDD Masohi
3. Ibu Anthoneta Telsy Waelauruw [Link], Selaku ketua program studi
pariwisata dan juga selaku pembimbing 2 saya.
4. Bapak Evandro A. W. Manuputty SE, MM, Selaku dosen pembimbing 1,
atas segala arahan dan bimbingannya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan
dengan baik dan lancar.
5. Seluruh Staf Pengajar pariwisata yang telah memberikan bekal ilmu kepada
penulis. .
6. Bapak Argun Soapatty selaku Pengelola Objek Wisata Air Belanda, Desa
Saleman Kabuapten Maluku Tengah yang telah memberikan ijin dan data-data
yang diperlukan penulis dalam melakukan penelitian ini.
7. Bapak dan Ibu, selaku orang tua yang tercinta, Kakak Tersayang terima kasih
atas doa restu, kasih sayang, didikan dan arahan, dukungan moril dan
finansial, serta kesabaran kepada penulis selama ini.
8. Teman-Teman Jurusan Prodi Pariwisata dan yang tidak dapat disebutkan satu
per satu. terima kasih atas dukungan dan motivasinya selama kita kuliah
bersama.
Serta Semua orang yang telah membantu hingga terselesaikannya skripsi ini
yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan imbalan

v
yang sesuai dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Akhir kata, dengan terselesaikannya
skripsi ini, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak
yang memerlukannya.

Ambon, 2023

Andika Lakollo
Nim. 1317104006

DAFTAR ISI
Halaman Sampul...................................................................................................
Lembar Persetujuan...............................................................................................i

vi
Lembar Pengesahan...............................................................................................ii
Abstrak..................................................................................................................ii
Kata Pengantar ......................................................................................................iv
Daftar Isi................................................................................................................vii
Daftar Tabel...........................................................................................................x
Daftar Ganbar........................................................................................................xi
BAB I Pendahuluan.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................4
1.3 Ruang Lingkup......................................................................................4
1.4 Tujuan Dan Manfaat Penelitian............................................................4
1.4.1 Tujuan Penelitian.........................................................................4
1.4.2 Manfaat Penelitian......................................................................4
1.5 Sistematika Penulisan ..........................................................................5
BAB II Tinjauan Pustaka.......................................................................................6
2.1 Kajian Teoritis......................................................................................6
2.1.1 Pariwisata.........................................................................................6
2.1.2 Objek Wisata....................................................................................7
2.1.3 Kualitas............................................................................................7
2.1.4 Wisatawan........................................................................................9
2.1.5 Minat Berkunjung............................................................................9
2.1.6 Hubungan Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat Berkunjung
Wisatawan........................................................................................10
2.2 Peneilitian Terdahulu............................................................................11
2.3 Kerangka Konseptual............................................................................13
2.4 Hipotesis...............................................................................................14

BAB III Metode Penelitian....................................................................................15


3.1 Lokasi Penelitian....................................................................................15
3.2 Jenis Dan Sumber Data..........................................................................15

vii
3.2.1 Jenis Data......................................................................................15
3.2.2 Sumber Data..................................................................................15
3.3 Populasi Dan Sampel.............................................................................16
3.3.1 Populasi.........................................................................................16
3.3.2 Sampel...........................................................................................16
3.4 Teknik Pengumpulan Data.....................................................................17
3.4.1 Kuesioner......................................................................................17
3.4.2 Wawancara....................................................................................18
3.4.3 Studi Kepustakaan.........................................................................18
3.5 Operasional Variabel..............................................................................18
3.5.1 Variabel Bebas..............................................................................18
3.5.2 Variabel Terikat............................................................................18
3.6 Teknik Pengolahan Data........................................................................19
3.6.1 Editing..........................................................................................19
3.6.2 Clasifying (Klasifikasi)................................................................19
3.6.3 Verifying ( Verifikasi).................................................................20
3.6.4 Concloding ( Kesimpulan)...........................................................20
3.7 Teknik Analisis Data..............................................................................20
3.7.1 Uji Validitas...................................................................................20
3.7.2 Uji Realibilitas...............................................................................20
3.8 Uji Asumsi Klasik..................................................................................21
3.8.1 Uji Normalitas................................................................................21
3.8.2 Uji Heteroksiditas..........................................................................21
3.9 Uji Hipotesis..........................................................................................21
3.9.1 Uji T...............................................................................................21
3.9.2 Uji F...............................................................................................21

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan...........................................................23


4.1 Gambaran Umum Lokasi Wisata...........................................................23
4.1.1 Letak Geografis..............................................................................23

viii
4.1.2 Gambaran Umum Negeri Amahai..................................................25
4.1.3 Kondisi Demografi.........................................................................28
4.1.4 Sistem Kekerabatan........................................................................28
4.1.5 Profil Umum Art Garden Negeri Amahai......................................30
4.1.6 Struktur Organisasi Dan Uraian Tugas..........................................31
4.2 Hasil Penelitian......................................................................................32
4.2.1 Deskripsi Responden......................................................................32
4.2.2 Deskripsi Variabel..........................................................................35
4.2.3 Uji Instrument................................................................................39
[Link] Uji Validitas.......................................................................39
[Link] Uji Realibilitas...................................................................40
4.3.4 Uji Asumsi Klasik..........................................................................41
[Link] Uji Normalitas....................................................................41
[Link] Uji Heteroksiditas..............................................................42
4.2.5 Uji Hipotesis...................................................................................43
[Link] Uji T...................................................................................43
[Link] Uji F...................................................................................45
4.3 Pembahasan............................................................................................45
BAB V Penutup.....................................................................................................46
5.1 Kesimpulan ...........................................................................................46
5.2 Saran.......................................................................................................46
Daftar Pustaka

DAFTAR TABEL
1. Tabel 1.1 Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2017-2021 2
2. Tabel 2.1 peneelitian terdahulu.................................................................11

ix
3. Tabel 3.1 skala likerts................................................................................17
4. Tabel 4.1 letak negeri / kelurahan di kecamatan amahai...........................24
5. Tabel 4.2 gambaran jumlah jiwa yang ada di negeri amahai....................28
6. Tabel 4.3 umur...........................................................................................32
7. Tabel 4.4 status perkawinan......................................................................33
8. Tabel 4.5 asal daerah.................................................................................33
9. Tabel 4.6 pendidikan.................................................................................34
10. Tabel 4.7 pekerjaan...................................................................................34
11. Tabel 4.8 variabel kualitas.........................................................................35
12. Tabel 4.9 variabel minat berkunjung.........................................................38
13. Tabel 4.10 hasil uji validitas......................................................................41
14. Tabel 4.11 hasil uji realibilitas..................................................................42
15. Tabel 4.12 hasil uji hipotesis.....................................................................45
16. Tabel 4.13 hasil uji determinasi.................................................................46

DAFTAR GAMBAR
1. Gambar 2.1 kerangka konseptual..............................................................13
2. Gambar 4.1 peta administrasi kecamatan amahai.....................................25

x
3. Gambar 4.2 pencitraan satelit negeri amahai............................................26
4. Gambar 4.3 struktur organisasi art garden................................................31
5. Gambar 4.4 hasil uji normalitas variable kualitas.....................................43
6. Gambar 4.5 hasil uji heteroksiditas...........................................................44

xi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam era modern ini, perkembangan industri pariwisata menjadi sorotan dimana
terjadi banyak fenomena di setiap kota di Indonesia saling berlomba- lomba
menggencarkan perkembangan dan kemajuan wisata yang dimilikinya dengan tujuan
menarik wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjadikan
kota tersebut sebagai pilihan destinasi dalam berwisata, karena kita ketahui bahwa
sektor pariwisata ini menjadi salah satu sektor yang berperan besar dalam
peningkatan pendapatan, baik pendapatan negara maupun daerah.

Berkembangnya suatu usaha pariwisata di suatu daerah akan mendorong


munculnya berbagai usaha-usaha penunjang lainya seperti usaha perhotelan, restoran,
souvenir dan sebagainya. Dengan begitu banyaknya tempat pariwisata yang ada
tentunya faktor kepuasan pengunjung harus menjadi prioritas oleh pelaku usaha
pariwisata. Pengukuran kepuasan pengunjung perlu dilakukan dengan alasan yaitu
pertama, tingkat pesaing yang semakin meningkat. Kedua, semakin besar investasi
yang dicurahkan oleh perusahaan untuk mengimplementasikan program kepuasan
konsumen. Ketiga, harapan konsumen yang berubah dari waktu ke waktu, menurut
Kirom dalam Deddy Kaligis (1994).

Untuk meningkatkan minat kunjungan, pengelola tempat wisata harus


memperhatikan beberapa faktor seperti pelayanan, obyek dan daya tarik wisata serta
fasilitas. Pemberian pelayanan yang baik kepada wisatawan oleh suatu perusahaan,
akan menciptakan kepuasan wisatawan. Apabila wisatawan merasa puas, mereka
akan berkunjung ulang dan merekomendasikan kepada orang lain untuk berkunjung
di tempat yang sama. Obyek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri tentunya akan
membuat wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Destinasi wisata yang bagus
harus mampu menyediakan fasilitas wisata yang sesuai dengan kebutuhan

1
pengunjung untuk memberikan kemudahan dan memenuhi kebutuhan mereka selama
berkunjung.

Tabel 1.1
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2017-2021
Kebangsaaan Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menurut
kebangsaan ( Asean )
2017 2018 2019 2020 2021
Brunai 23.695 17.279 19.278 2.701 144
darusalam
Malaysia 2.121.888 2.503.344 2.980.753 980.118 480.723
Filiphina 308.977 217.874 260.980 50.413 9.375
Singapura 1.554.119 1.768.744 1.934.445 280.492 18.704
Thailand 138.235 124.153 136.699 21.303 3.992
Vietnam 77.466 75.816 96.024 19.608 2.008
Myanmar 48.133 28.612 46.381 12.669 3.093
Asean 252.373 717.508 682.630 154.143 10.187
lainnya
Total asean 4.524.464 5.453.330 6.157.190 1.521.447 528.226
Sumber : kementrian hukum dan ham ( direktorat jendral imigrasi) hasil MPD.

Berdasarkan data pada Tabel 1.1 dapat diketahui jumlah kunjungan wisatawan ke
indonesia dari Tahun 2017 sampai dengan 2021 mengalami pertumbuhan yang pesat
dengan rata-rata terjadi ditahun 2019 dengan total jumlah kunjungan sebesar
6.157.190 kunjungan. Sendangkan pada Tahun 2021 mengalami penurunan dengan
total kunjungan sebesar 528.226 kunjungan, yang di akibatkan karena dampak wabah
covid – 19.

Meskipun demikian pengelolaan obyek wisata ini dirasakan masih belum optimal
karena atraksi (daya Tarik) wisatanya belum didukung dengan fasilitas wisata yang
memadai seperti petugas keamanan, penginapan, rumah makan, toko souvenir,

2
wahana bermain, dan fasilitas penting lainnya. Bahkan beberapa fasilitas lain yang
sudah ada sebelumnya mengalami rusak berat. Sehingga terkesan pengelolaan obyek
wisata ini seperti hanya mengejar keuntungan (profit oriented) tanpa memperhatikan
keberlanjutan pengembangannya.

Negeri Amahai adalah salah satu kecamatan yang berada di Maluku tengah ,
yang memiliki beberapa objek wisata yang terkenal seperti ( pantai kuako, mangrove,
art garden, dan wailapo) tempat wisata yang mudah dijangkau oleh wisatawan lokal.
Hampir semua wisata di negeri amahai memiliki objek wisata yang menarik. Salah
satu destinasi yang paling terkenal yaitu objek wisata pantai kuako hampir hari libur
maupun tidak libur lokasi objek wisata ramai pengunjung. Namun tak kalah menarik
ada juga objek wisata buatan yang dibuat oleh masyarakat negeri amahai yaitu wisata
art garden yang menawarkan berbagai spot foto-foto yang indah dan bagus. Dengan
keindahan ini, hampir tiap harinya jumlah wisatawan yang datang ke art garden terus
mengalami peningkatan semasa pembukaannya. Banyak wisatawan lokal yang
berkunjung menyebabkan perkambangannya mengalami kemajuan sehingga
pengelola objek tersebut melakukan berbagai tambahan terhadap spot foto seperti
penambahan rumah gantung dan jambatan kecil. Potensi wisata yang dipandang
sebagai salah satu peluang dalam bisnis dapat mendatangkan profit bagi
pengelolanya. Dalam peningkatan pengunjung pengelola wisata mengupayakan
kepuasan dari para pengunjung terhadap destinasi wisata yang telah di kunjungi.
Dengan kepuasan pengunjung serta minat diharapkan pengunjung melakukan
kunjungan kembali dan merekomendasikan ke orang-orang sekitarnya.

Berdasarkan survey yang dilakukan peneliti objek wisata art garden sekarang
tidak memiliki kunjungan seperti pada awal mula objek wisata ini dikarenakan
kualitas objek dari atraksi, informasi lokasi sudah tidak lagi menarik dari sisi kondisi
sekarang, serta yang lainnya sehingga membuat minat berkunjung makin berkurang.
Dari pernyataan tersebut maka peneliti menarik kesimpulan dengan meneliti”
Pengaruh Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat Berkunjung Ke Objek Wisata Art
Garden, Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah”

3
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang di atas maka penelitian mengidenfikasikan
masalah sebagai berikut:
1. Adakah pengaruh kualitas objek terhadap minat berkunjung ke objek wisata
art garden ?
2. Adakah pengaruh atraksi dan informasi terhadap minat berkunjung ke objek
wisata art garden ?
3. Adakah pengaruh kualitas pelayanan objek terhadap minat berkunjung ke
objek wisata art garden?

1.3 Ruang Lingkup


Ruang lingkup dari penelitian ini yaitu hanya sebatas untuk mengetahui pengaruh
kualitas objek wisata terhadap minat berkunjung ke art garden kabupaten Maluku
tengah.

1.4 Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian


1.4.1 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah dijelaskan di atas,
adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas objek terhadap minat berkunjung ke
art garden.
2. Untuk mengetahui pengaruh indikator kualitas objek terhadap minat
berkunjung ke art garden.

1.4.2 Manfaat Penelitian


1. Manfaat Praktis
Bagi pemerintah, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai
tambahan informasi dan masukan bagi lembaga-lembaga yang yang
terkait dengan pembuatan dan kebijakan yang berhubungan dengan
perkembangan pariwisata Kabupaten Maluku Tengah.

4
2. Manfaat Teoritis
 Hasil penelitian ini diharapkan sebagai kajian geografi
kepariwisatawan
 sebagai penerapan ilmu dan teori-teori yang didapatkan dalam bangku
kuliah dengn membandingkan kenyataan-kenyataan yang ada di
lapangan.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan
manfaat penilitian, sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan kajian teoritis, penelitian terdahulu, kerangka konseptual,
hipotesis.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan lokasi, jenis data dan sumber data, populasi dan sampel, teknik
pengumpulan data, teknik pengumpulan data, operasional variabel dan teknik
analisis data ( uji validitas, uji realibilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis ).
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Memaparkan dan menganalisis data-data yang didapatkan dari hasil pengujian.
BAB V : PENUTUP
Menjelaskan mengenai kesimpulan akhir penelitian dan saran-saran yang
direkomendasikan berdasarkan pengalaman dilapangan untuk perbaikan proses
pengujian selanjutnya.

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian teoritis
2.1.1 Pariwisata
Pariwisata menurut Undang-Undang No. 9 Tahun 1990 tentang
kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk
pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang ini.
Kemudian pariwisata dalam Undang- Undang No. 10 Tahun 2009 tentang
kepariwisataan adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai
fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah dan
pemerintah daerah (Bab 1, Pasal 1, Ayat 3). Pariwisata berasal dari dua kata yaitu pari
dan wisata. pari dapat diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau
lengkap. sedangkan wisata dapat diartikan sebagai perjalanan atau berpergian yang
dalam hal ini sinonim dengan kata “reavel” dalam bahasa inggris. atas dasar itu maka
“pariwisata” dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau
berputar-putar dari suatu tempat ketempat yang lain yang dalam bahasa inggris
disebut juga dengan istilah “tour” (yoeti, 1991). Pariwisata adalah kegiatan manusia
yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan
kesehariannya (world trade organization, 1999). Berdasarkan ulasan diatas dapat
disimpulkan bahwa pariwisata merupakan kegiatan manusia dalam melakukan
perjalanan dari tempat tinggalnya ketempat lain dengan tidak menetap atau tidak
tinggal dalam jangka waktu yang lama. Pariwisata merupakan pengusahaan objek
wisata atau daya tarik wisata yang didukung oleh kerjasama antara masyarakat,
pengusaha dan pemerintah dalam penyediaan dan pengelolaan fasilitas serta layanan.

6
2.1.2 Objek Wisata
Wahab (1988) mengemukakan bahwa obyek wisata adalah tempat atau
keadaan alam yang memiliki daya tarik wisata yang dibangun dan dikembangkan
sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi
wisatawan. Hal-hal yang dapat menarik orang untuk berkunjung ke suatu tempat
daerah tujuan wisata adalah sebagai berikut:
1. Sumber-sumber daya tarik yang bersifat alamiah (natural amenities), sepert
iklim pemandangan alam, danau, sungai, laut, gunung, flora dan fauna.
2. Sumber-sumber daya tarik yang bersifat manusiawi (man-made supply)
seperti tarian, nyanyian, pakaian adat, upacara keagamaan, upacara
perkawinan dan lain-lain.
3. Sumber-sumber daya tarik buatan manusia, seperti sisa-sisa peradaban
masa lampau, monument bersejarah, peralatan musik, rumah peribadatan
dan tempat pemakaman. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1979
obyek wisata adalah sebagai perwujudan daya cipta dan karsa manusia,
tatanan hidup, seni dan budaya, serta sejarah bangsa dan tempat maupun
keadaan alam yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan yang
mendatangkan keuntungan bagi Negara.

2.1.3 Kualitas
Eraqi (2006), pariwisata merupakan industri yang sangat kompetitif,
dan sektor usaha pariwisata tidak dapat hanya bersaing dengan hanya berdasarkan
pada biaya saja. Kualitasmerupakan sebuah elemen kunci bagi persaingan dalam
industri pariwisata. Kualitas juga penting bagi industri pengembangan pariwisata
yang berkelanjutan. [Link], al (2003) juga menegaskan bahwa kualitas dalam
bidang pariwisata merupakan sebuah faktor penting dan akhirnya menentukan
kesuksesan dalam bisnis pariwisata. Poerwanto (2004), menemukan ada 7 dimensi
kualitas produk/objek wisata yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak
dipisahkan antara kualitas dimensi yang satu dengan lainnya dan berkaitan dengan
tingkat kepuasan wisatawan. Tujuh dimensi kualitas objek wisata tersebut, yaitu:

7
atraksi (daya tarik obyek), informasi, fasilitas umum, sumber daya manusia (sdm),
pelayanan, kebersihan dan aksesibilitas (sulistiyani, 2010). berdasarkan tujuh dimensi
objek wisata maka diuraikan sebagai berikut :
1) Atraksi (daya tarik wisata) adanya keunikan, keindahan, dan nilai
(keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia).
2) Informasi merupakan bentuk dari iklan/promosi, saran/laporan teman,
rekomendasi, pengalaman wisatawan sebelumnya dan buku wisata.
3) Fasilitas umum merupakan sarana dan prasarana yang tersedia di objek
wisata.
4) Sumber daya manusia (SDM) merupakan pelayanan jasa, masyarakat,
pengusaha
dan pemerintah.
5) Pelayanan merupakan bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan
empati.
6) Kebersihan merupakan bentuk layanan higenis, tidak membuang sampah
sembarangan, kebersihan sarana dan prasarana lingkungan DTW,
kebersihan
makanan dan minuman, dan kebersihan perlengkapan penyajian makanan,
pakaian dan penanpilan petugas yang bersih (Pelatihan Fasilitator PNPM
Pariwisata, 2011).
7) Aksesibilitas merupakan ketersediaan jalan menuju objek wisata, kualitas
jalan,
transportasi umum dan petunjuk jalan.

8
2.1.4 Wisatawan
Wisatawan ialah orang yang mengadakan perjalanan dari tempat
kediamannya tanpa menetap di tempat yang didatanginya atau hanya untuk sementara
waktu tinggal di tempat yang di datanginya (Soekadijo 2000). Prajogo (1976)
wisatawan ialah pengunjung sementara yang tinggal sekurang-kurangnya 24 jam di
negara yang dikunjunginya dan maksud tujuan perjalanannya dapat digolongkan
sebagai berikut : pesiar (leisure) yaitu untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan,
studi, keagamaan, olah raga dan adanya hubungan dagang, sanak keluarga, handai
taulan, komperensi-komperensi, misi. Yoeti (1991) menyatakan bahwa berdasarkan
asalnya, wisatawan dibagi menjadi dua yaitu wisatawan nusantara (wisnus) dan
wisatawan mancanegara (wisman). Wisatawan nusantara adalah orang yang berdiam
dan bertempat tinggal pada suatu pada suatu negara, yang melakukan wisata di
wilayah negara dimana dia tinggal, sedangkan wisatawan mancanegara adalah orang
yang melakukan perjalanan wisata yang datang memasuki suatu negara lain yang
bukan merupakan negara dimana dia tinggal. pengelompokkan wisatawan merupakan
karakteristik spesifik dari jenis-jenis wisatawan yang berbeda yang berhubungan erat
dengan kebiasaan, permintaan dan kebutuhan mereka dalam melakukan perjalanan.
Wisatawan nusantara adalah seseorang warga negara suatu negara yang melakukan
perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri tanpa melewati perbatasan
negaranya (Karyono, 1997).

2.1.5 Minat Berkunjung


Minat Berkunjung Dalam hal ini menurut Philip Kotler et. al (2006)
mengasumsikan bahwa minat pembelian pada konsumen dapat disamakan dengan
minat berkunjung pada wisatawan. Belum ada teori yang membahas terkait minat
serta keputusan berkunjung, akan tetapi sesuai dengan teori Kotler et. al, bahwa minat
berkunjung disetarakan dengan minat pembelian yang diukur oleh indikator yang
sama. Minat berkunjung wisatawan merupakan salah satu bentuk atau wujud dari
perilaku wisatawan yang sedang akan berkunjung pada suatu objek wisata.

9
Sedangkan menurut Ferdinand dalam Suwarduki et. al (2016) indikator minat
berkunjung antara lain:
a) Minat transaksional, yaitu kecenderungan untuk berkunjung.
b) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
kepada orang lain.
c) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya
dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
d) Minat eksploratif, yaitu minat menggambarkan perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi menganai obyek wisata yang diminatinya dan
mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

2.1.6 Hubungan Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat Berkunjung


Wisatawan
Kualitas suatu objek wisata menurut Sulistiyani (2010) menjelaskan
bahwa kualitas produk/objek wisata ditentukan oleh sejauh mana komponen objek
tersebut mampu memuaskan pelanggannya sesuai dengan janji yang ditawarkan
oleh produsen. Dalam penelitiannya menemukan ada 7 dimensi kualitas produk
wisata yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan antara
kualitas dimensi yang satu dengan lainnya dan berkaitan dengan tingkat kepuasan
wistawan. Tujuh dimensi kualitas produk wisata tersebut, yaitu : Atraksi (daya tarik
obyek), Informasi, Fasilitas umum, Sumber Daya Manusia (SDM), Pelayanan,
Kebersihan dan Aksesibilitas.

10
2.2 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Penelitian terdahulu
No Nama Peneliti, Judul Hasil Penelitian
Tahun
1 Giffen Aldian Analisis pengaruh Hasil dari penelitian ini
Widipurnomo kualitas layanan, citra menunjukkan bahwa Kualitas
dan wisata, inovasi terhadap Layanan, Inovasi, Citra
Suryono Budi minat kunjung ulang Wisata, dan Daya Tarik
Santosa, 2020 dengan daya tarik wisata Wisata berpengaruh positif
sebagai variabel dan signifikan terhadap Minat
intervening (studi pada Kunjung Ulang pada
obyek wisata grand puri Obyek Wisata Grand Puri
maerokoco). Maerokoco.
2 Mery Lani Pengaruh Kualitas Hasil penelitian ini adalah
Purba, Glory Pelayanan dan Budaya kualitas pelayanan dan budaya
Simarmata, 2018 Terhadap Daya Tarik masyarakat berpengaruh
dan Minat Berkunjung positif dan signifikan terhadap
ke Wisata Percut daya tarik Wisata Bahari
Percut Sei Tuan. Demikian
juga daya tarik wisata
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat
berkunjung kembali ke tempat
wisata Bahari Percut Sei Tuan.
3 Yulianandaris Pengaruh kualitas Hasil penelitian menunjukkan
Yulianandaris, I produk wisata umrah bahwa terdapat dimensi
Made Adhi terhadap minat kualitas produk wisata yang
Gunadi, Meizar berkunjung wisatawan berpengaruh dan tidak
Rusli 2020 lansia di annisa travel berpengaruh terhadap minat

11
jakarta kunjungan. Dimensi yang
berpengaruh adalah fasilitas
umum, sumber daya manusia
dan aksesibilitas. Sedangkan
dimensi yang tidak
berpengaruh adalah dimensi
atraksi, kebersihan, informasi
dan pelayanan.
4 Denada Batari Pengaruh promosi dan Kualitas pelayanan tidak
Basuki, 2020 kualitas pelayanan berpengaruh positif tetapi
terhadap minat signifikan terhadap minat
berkunjung wisatawan berkunjung wisatawan di
objek wisata kambo Kambo Highland. Hal ini
highland menunjukkan bahwa kualitas
pelayanan mengalami
penurunan maka minat
berkunjung wisatawan akan
mengalami penurunan juga
5 Rosa meilinda Pengaruh kepuasan 1. Kualitas daya tarik
chindyana, 2020 wisatawan terhadap wisata, kualitas
minat kunjung ulang pelayanan,emosional,
daya tarik wisata di harga dan kemudahan
cunung kidul. berpengaruhi secara
simultan terhadap
minat kunjung ulang
daya tarik wisata di
gunung kidul.
2. Kualitas daya tarik
wisata berpengaruhi
signifikan terhadap

12
minat kunjung ulang
daya tarik wisata di
gunung kidul.
3. Kualitas pelayanan
berpengaruhi
signifikan terhadap
minat kunjung ulang
daya tarik wisata di
gunung kidul.

2.3 Kerangka Konseptual


Gambar 2.1
kerangka konseptual

KUALITAS OBJEK WISATA (X)

Indikator :

 ATRAKSI
 INFORMASI
 FASILITAS UMUM
MINAT
 SDM
BERKUNJUNG
 PELAYANAN
 KEBERSIHAN
 AKSESIBILITAS

Poerwanto 2004

2.4 Hipotesis

13
Menurut sugiyono (2011), hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penelitian dimana rumusan masalah penelitianb telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan. Bentuk hipotesis statistik dapat dirumuskan sebagai
berikut:
HO : Kualitas Objek Wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat
Berkunjung Wisatawan.
Ha : Kualitas Objek Wisata berpengaruh signifikan terhadap Minat
Berkunjung Wisatawan.

BAB III
METODE PENELITIAN

14
3.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian di lakuka di objek Wisata Art Garden Negeri Amahai
Kabupaten Maluku Tengah terhadap pengelola dan pengunjung.

3.2 Jenis Data Dan Sumber Data


3.2.1 Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah:
a) Data Kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk angka tetapi berupa
informasi secara lisan maupun tulisan tentang gambaran umum instansi.
Data kualitatif yang didapatkan yaitu gambaran umum mengenai lokasi
penelitian.
b) Data Kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka atau bilangan dalam
penulisan ini. Data kuantitatif yang di dapat yaitu minat kunjungan wisata
ke art garden desa souhuku.

3.2.2 Sumber Data


Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah:
a) Data sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil dokumentasi berupa
foto-foto, brosur pariwisata, dan buku Kabupaten Maros Dalam Angka.
b) Data primer adalah data yang diperoleh dari informan dan responden yang
terpilih sebagai wisatawan sampel.

3.3 Populasi dan Sampel


3.3.1 populasi

15
Menurut Sugiyono (2006), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas, obyek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola dan pengunjung art garden.
3.3.2 sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non
Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan
peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel (Sugiono, 2014). Metode pengambilan sampel yang
digunakan adalah Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan-pertimbangan tertentu (Sugiono, 2014). Pertimbangan
pertimbangan yang diajukan untuk menjadi kriteria penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Responden merupakan pengunjung yang minimal 1 kali pernah
melakukan kunjungan.
b. Responden merupakan pengelola art garden.
c. Responden berusia 20 ataupun lebih ke atas, dimana pada usia ini
diasumsikan telah mampu menilai variabel-variabel penelitian dan
objek penelitian.
Maka penentuan jumlah sampel mengacu pada pendapat Ferdinand (2006)
bahwa dalam menentukan jumlah sampel yang represenvative adalah tergantung
pada jumlah indikator dikali 5 sampai 10. Mengacu pada pendapat Ferdinand,
maka jumlah minimal responden yang diperlukan sebanyak 7 x 5 = 35
responden, sedangkan jumlah maksimalnya sebesar 10 x 10 = 100 responden.
Namun, Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 orang yang terdiri dari
pengelola dan pengunjung objek wisata art garden.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

16
Pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan data primer dan data
sekunder dari suatu penelitian. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat
penting, karena data yang dikumpulkan akan digunakan untuk pemecahan masalah
yang sedang diteliti atau untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Adapun
teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

3.4.1 Kuesioner
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang
memungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku dan
karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasinya, yang biasa di
pengaruhi oleh sistem yang diajukan atau sistem yang sudah ada. Ada
dua jenis kuesioner dalam pengumpulan data yaitu kuesioner tertutup dan
kuesioner terbuka. Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan
Skala Likert yaitu untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau
kelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert variabel yang
akan diukur, dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator
tersebut dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun butir-butir pertanyaan.
Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1-5 untuk
mewakili pendapat dari responden.
Tabel 3. 1
Nilai Skala Likert
No Pilihan Skor
1 Sangat Setuju 5
2 Setuju 4
3 Netral 3
4 Tidak Setuju 2
5 Sangat Tidak Setuju 1
Sumber data primer 2023

3.4.2 Wawancara

17
Wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan
informasi secara langsung. Adapun wawancara yang peneliti
gunakan adalah wawancara semi struktur yaitu wawancara yang
pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara
terstruktur. Adapun tujuan wawancara semi struktur adalah untuk
menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan pihak yang
diwawancarai dimintai pendapatnya.
3.4.3 Studi Kepustakaan, yaitu dengan cara mempelajari buku-buku,
literatur, dan segala macam bacaan yang berhubungan dengan
permasalahan yang diteliti.

3.5 Operasional Variabel


Operasional variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi
titik perhatian suatu penelitian. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi
obyek pengamatan penelitian, sering pula dinyatakan variabel penelitian sebagai
faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa yang akan diteliti.
variabel bebas adalah suatu variabel yang apabila dalam suatu waktu berada
bersamaan dengan variabel lain, maka variabel lain itu akan dapat berubah dalam
keragamannya. Dimana variabelnya dibagi menjadi dua, yaitu :
3.5.1 Variabel bebas (independent variable) yaitu variabel prediktor,
merupakan variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam
variabel terikat dan mempunyai hubungan yang positif dan negatif.
adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas (X)
3.5.2 Variabel terikat (dependent variable) atau disebut variabel kriteria,
menjadi perhatian utama (sebagai faktor yang berlaku dalam
pengamatan) dan sekaligus menjadi sasaran dalam penelitian. variabel
terikat dalam penelitian ini adalah minat berkunjung (Y).

3.6 Teknik Pengolahan Data

18
Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan
atau angka ringkasan dengan menggunakan cara- cara atau rumus-rumus
tertentu. Pengolahan data bertujuan mengubah data mentah dari hasil
pengukuran menjadi data yang lebih halus sehingga memberikan arah untuk
pengkajian lebih lanjut (Sudjana, 2001). Teknik pengolahan data dalam
penelitian ini menggunakan penghitungan program SPSS ( statistical product
and service solution ) karena program ini memiliki kemampuan analisis
statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis
menggunakan menu-menu dekriptif dan kotak-kotak dialog sederhana,
sehingga mudah dipahami cara pengoperasiannya (Sugianto,2007).
3.6.1 Editing
Editing adalah pengecekan atau pengoreksian data yang telah
terkumpul, tujuannya untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan
yang terdapat pada pencatatan dilapangan dan bersifat koreksi.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan proses editing terhadap
hasil data obeservasi, wawancara dan kuesioner yang telah di
bagikan.
3.6.2 Classifying(Klasifikasi)
Classifying adalah proses pengelompokan semua data baik yang
berasal dari hasil wawancara dengan subyek penelitian, pengamatan
dan pencatatan langsung di lapangan atau observsi. Seluruh data
yang didapat tersebut dibaca dan ditelaah secara mendalam,
kemudian digolongkan sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan agar
data yang telah diperoleh menjadi mudah dibaca dan dipahami,
serta memberikan informasi yang objektif yang diperlukan oleh
peneliti. Kemudian data-data tersebut dipilah dalam bagian-bagian
yang memiliki persamaan berdasarkan data yang diperoleh pada
saat wawancara dan observasi serta data yang diperoleh dari
dokumen.
3.6.3 Verifying(Verifikasi)

19
Verifying adalah proses memeriksa data dan informasi yang telah
didapat
dari lapangan agar validitas data dapat diakui dan digunakan dalam
penelitian
3.6.4 Concluding(Kesimpulan)
Selanjutnya adalah kesimpulan, yaitu adalah langkah terakhir
dalam proses pengolahan data. Kesimpulan inilah yang nantinya
akan menjadi sebuah data terkait dengan objek penelitian peneliti.
3.7 Teknik Analisa Data
3.7.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji apakah kuesioner yang dibuat
valid atau tidak. Untuk mengukur validitas kuesioner ini, peneliti
menggunakan SPSS versi. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan
valid, apabila Koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 atau
Koefisien korelasi product moment > r-tabel (α ; n – 2). n = jumlah
sampel atau Nilai sig. ≤ α.
Pengujian Validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi
Pearson Product Moment, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Item pernyataan yang diteliti dinyatakan valid jika r hitung > r tabel
2. Item pernyataan yang diteliti dinyatakan tidak valid jika r hitung ≤ r
tabel

3.7.2 Uji Reliabilitas


Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran
tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang
sama pula. Adapun teknik yang peneliti gunakan untuk mengukur
reliabilitas suatu instrumen penelitian adalah dengan teknik Alpha
Cronbach. Untuk uji reliabitas penulis menggunakan metode (rumusan)

20
koefisien Alpha Cronbach. Dengan kriteria, kuesioner dinyatakan
reliabel jika nilai Alpha Cronbach > 0,7 (Sekaran, 2006:182).

3.8 Uji Asumsi Klasik


3.8.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang
dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi
yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara
normal.
3.8.2 Uji Heterokedastisitas
Heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah
model penelitian terjadi ketidaksamaan varian dari residual pengamatan
satu ke pengamatan yang lainnya. Jika varian dari residual pengamatan satu
ke residual pengamatan tetap lain, maka dapat terlihat bahwa model terjadi
heterokedastisitas (Supranto, 1995). Model regresi yang baik adalah tidak
terjadi heteroskedastisitas. Pengujian heretoskedastisitas pada penelitian ini
dapat dilakukan dengan menggunakan Glejser Test. Adapun kriterianya
ialah sebagai berikut:
1) Jika nilai signifikansi < 0.05 maka terjadi heteroskedastisitas.
2) Jika nilai signifikansi > 0.05 maka tidak terjadi heterokedastisitas.

3.9 Uji Hipotesis


3.9.1 Uji Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk melihat signifikan pengaruh variabel
bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) secara parsial. Uji t dikenal
dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-
masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel
terikatnya. Untuk menguji kebenaran hipotesis ini digunakan
pengujian koefisien regresi secara parsial. Pengujian koefisien regresi
tersebut menggunakan uji statistik sebagai berikut:

21
Perumusan Hipotesis Uji t:
a. Ho : bi = 0, i = 1 artinya Ho diterima dan Ha ditolak, tidak ada
pengaruh secara parsial (individu) antara variabel bebas (X) terhadap
variabel terikat (Y).
b. Ha : bi ≠ 0, i = 1 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, ada pengaruh
secaranparsial (individu) antara variabel bebas (X) terhadap variabel
terikat (Y).
c. Level of Significance 5% (Uji 2 sisi 0.05 : 2 = 0.025)
Digital Repository Universitas JemberDigital Repository Universitas
Jember

3.9.2 uji f
Uji f digunakan sebagai alat penguji model regresi atas pengaruh
variabel independen tetap terhadap variabel dependen (kristanti,2015).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji f menggunakan bantuan spss.
Mengambil Keputusan (dengan nilai signifikansi)
a. Jika nilai signifikansi > dari pada 0,05,maka H0
diterima dan H1 ditolak
b. Jika nilai signifikansi < daripada 0,05, maka H0 ditolak
dan H1diterima

22
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Wisata
4.1.1 Letak Geografis
Kecamatan Amahai merupakan kecamatan yang terletak di pulau Seram
Kabupaten Maluku Tengah. Luas wilayah Kecamatan Amahai kurang lebih
1.149,07 Km2. Secara astronomis Kecamatan Amahai terletak pada 307” -
3027” lintang selatan dan 128010” – 129045” bujur timur. Desa yang
memiliki luas terbesar adalah Desa Tamilouw yaitu 596 Km2 sedangkan yang
terkecil adalah Desa Nuweletetu dengan l uas hanya 0,1 Km2.
Wilayah Amahai mengalami iklim laut tropis dan iklim musim.
Keadaan ini disebabkan oleh karena Amahai dikelilingi laut yang luas,
sehingga iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim
musim yang ada.
Tercatat Rata-rata temperatur pada tahun 2014 di Kecamatan Amahai
26,70C, dimana temperatur maksimum rata-rata 29,80C dan minimum rata-
rata 23,9 0C. Jumlah curah hujan pada tahun 2014 rata-rata sebesar 193,8 mm
dengan jumlah hari hujan rata-rata sebanyak 19.9 hari. Penyinaran matahari
pada tahun 2014 ratarata sebesar 65.4 % dengan tekanan udara rata-rata
1.011,3 Milibar dan kelembaban nisbi udara yang terjadi rata-rata sebesar 84,7
%. Negeri-negeri yang berada di kecamatan Amahai, kebanyakan terletak di
wilayah pesisir pantai, dimana negeri Soahuku merupakan wilayah yang
memiliki tinggi rata-rata di atas permukaan laut adalah 5 MDPL, paling
rendah jika di bandingkan dengan wilayah lain. Sedangkan negeri Hatuhenu
berada di titik paling tinggi yakni 22 MDPL. Untuk lebih jelasnya dapad
dilihat pada tabel 2 di bawah ini.

23
Tabel 4.1
Letak Negeri/Kelurahan di Kecamatan Amahai
Negeri/ Tinggi Dari Letak Negeri/Kelurahan
No Kelurah Pulau Permukaan Pesisi Bukan
an Laut r Pesisir
(MDPL)
1 Banda Seram 13 - Bukan Pesisir
Baru
2 Yafila Seram 11 - Bukan Pesisir
3 Holo Seram 11 - Bukan Pesisir
4 Makariki Seram 7 Pesisir -
5 Sehati Seram 7 Pesisir -
6 Haruru Seram 7 Pesisir -
7 Amahai Seram 7 Pesisir -
8 Soahuku Seram 5 Pesisir -
9 Rutah Seram 8 Pesisir -
10 Sepa Seram 9 Pesisir -
11 Tamilouw Seram 6 Pesisir -
12 Nuanea Seram 14 - Bukan Pesisir
13 Yainuelo Seram 6 Pesisir -
14 Nuweletet Seram 14 - Bukan Pesisir
u
15 Hatuhenu Seram 22 - Bukan Pesisir
Sumber data: statistic negeri amahai tahun 2017

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kecamatan Amahai

24
Sumber: Statistik kecamatan amahai 2015

4.1.2 Gambaran Umum Negeri Amahai


Negeri Amahai terletak di pulau seram, dengan luas wilayah 52
Km². adapun letak Astronomisnya yaitu, 3,3420 Lintang Selatan dan
128,9249 Bujur Timur. Posisi negeri ini berada di wilayah pesisir
dimana, rata-rata tinggi dari permukaan laut adalah 7 MDPL.
Bentuk pemerintahan di negeri ini adalah Negeri Adat, yang di pimpin oleh [Link]
selaku Raja (kepala desa), dengan jumlah penduduk sebesar 2.862 jiwa dan tingkat
kepadatan penduduk sebesar 55,3 orang/ Km². Dalam perkembangannya, negeri ini
tergolong sebagai negeri yang sedang berkembang.

25
Gambar 4.2 pencitraan satelit negeri amahai
sumber : google map tahun 2020

Sejarah mencatat bahwa, bencana dasyat yang sempat melanda


negeri ini adalah Bahaya Seram, bencna ini setidaknya telah
merenggut ribuan nyawa serta menenggelamkan empat negeri yaitu
negeri Elpaputih, Soahuku, Amahai Kristen dan Amahai Islam (Rutah).
Bahaya Seram terjadi pada 29 Februari 1899 tepatnya pada pukul 01.00
tengah malam. Ilmu pengetahuan modern mencatat kejadian di
Elpaputih itu sebagai amblesan dasar laut yang disusul tsunami
Di Amahai, kisah yang menggambarkan hubungan peristiwa
Bahaya Seram, di ceritakan turun-temurun kepada setiap generasi, serta
setiap tanggal 29 Februari, diadakan acara untuk memperingati kejadian
tersebut dalam peringatan panas pela dimana kisah ini menceritakan
tentang persaudaraan negeri Amahai dengan beberapa negeri lainnya.
Kisah ini turut diabadikan dengan adanya tugu peringatan panas pela
yang berada di dekat gerbang masuk negeri Amahai.
Sejauh ini upaya mitigasi Tsunami di negeri amahai telah berjalan
cukup baik, peran masyarakat dan LSM di negeri ini juga dapat terlihat.
LSM atau pokja yang aktif dalam upaya mitigasi bencana di negeri ini

26
adalah AMASOA Kalesang dimana, Amasoa bekerjasama telah dengan
beberapa organisasi seperti Mercy Corps dan API Perubahan dalam
kegiatan Kajian Risiko Bencana Terintegrasai Iklim Partisipatif Di
Negeri Amahai dan Negeri Soahuku – Kecamatan Amahai, dari
Kerangka Acuan Kegiatan tersebut dapat diketahui bahwa tujuan dari
kegiatan ini adalah:
1. Teridentifikasinya jenis-jenis ancaman, tingkat kerentanan, tingkat
kapasitas dan tingkat risiko bencana yang ada di Negeri Amahai dan
Negeri Soahuku.
2. Meningkatkan partisipasi dan membangun ketangguhan komunitas
berbasis kesadaran kritis atas risiko bencana yang dihadapi.

3. Membangun komitmen bersama dengan sumberdaya yang dimiliki


untuk mengurangi risiko bencana dalam satu kerangka kerja
strategis dan sistematis dalam bentuk sebuah rumusan rencana aksi
bersama Terintegrasinya hasil proyeksi iklim ke dalam dokumen
Kajian Risiko Bencana Negeri Amahai dan Negeri Soahuku
4. Peserta atau pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian tahapan
kegiatan Kajian Risiko Bencana Partisipatif Terintegrasi Iklim ini
yaitu : Anggota Pokja Amasoa, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah
Negeri, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Perwakilan-perwakilan
Masyarakat lainnya, Tim Kajian dan Analisis Iklim, dan PO API
Perubahan

4.1.3 Kondisi demografi


Dalam konteks masyarakat Amahai, telah terjadi percampuran antara
masyarakat asli dengan para pendatang. Percampuran ini terjadi karena
perkawinan, tenaga kerja, dan lain-lain. Meskipun begitu, melalui data
administratif negeri yang telah terkumpul pada tahun 2017 setidaknya dapat
diketahui bahwa jumlah kepala keluarga di Negeri Amahai adalah 578 KK,
dengan rincian sebagai berikut:

27
Tabel 4.2
Gambaran Jumlah Jiwa yang ada di Negeri Amahai
Jumlah laki-laki 1139
Jumlah perempuan 1213
Jumlah total 2353
Jumlah kepala keluarga 578
Sumber data: statistic negeri amahai tahun 2017

4.1.4 Sistem Kekerabatan


Sistem kekerabatan di Negeri Amahai pada dasarnya sama dengan
sistem kekerabatan yang berlaku di Maluku, khususnya Maluku Tengah.
Sistem kekeluargaan yang pertama dan yang paling mendasar adalah
keluarga batih yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak namun sepanjang
perjalanan hidupnya individu dalam masyarakat membangun hubungan-
hubungan kekeluargaan dan kekerabatan dengan cara menikah dan lain-lain.
Masyarakat Amahai mempraktekan pola patriakhal, termasuk tempat tinggal
setelah menikah (harus mengikuti suami/tempat tinggal ayah) dan sistem
[Link] lasimnya dikenal dengan istilahfam. Di Negeri Amahai, fam
mengikuti pola patriakhal dan pengertiannya merujuk pada suatu kesatuan
mata-rumah atau klan yang juga merupakan sistem kekeluargaan yang
patriakhal. Dalam mata-rumah anggotanya terdiri dari perempuan dan laki-
laki yang belum menikah dan beberapa keluarga batih.7Masing-masing
mata-rumah memiliki teon. Teon adalah sebuah sebutan yang diberikan dari
leluhur berdasarkan kejadian tertentu.
Menurut beberapa peneliti yang melakukan penelitian di Maluku
Tengah seperi Cooley mencatat bahwa teon dari tiap individu menandai asal
leluhur dan keanggotaan dalam klennya. Selain teon, ada juga istilah mara
yang oleh masyarakat Amahai merupakan sebuah gelar bagi seorang laki-
laki dalam keluarga. Tingkatan yang lebih besar dari mata-rumah adalah soa.
Soa biasanya berisi beberapa mata-rumah. Negeri Amahai berisi kurang

28
lebih enam belas matarumah dan empat soa. Nama beberapa soa, mata-
rumah dan teon-nya adalah sebagai berikut:
 Soa Loko
- Tupamahu : teono Maata
- Pelletimu : teono Napalesy
- Sopacua : teono Sitania
- Wattimena : teono Hualesy
- Lokollo : teono Hualesy
- Lernaya : teono Mansama
- Latuny : teono simpele
 Soa Nopu
- Kakiay : teono Maata
- Lewenusa :
- Sahalessy : teono Huamahu
 Soa Latu
- Mainassy : teuno
- Lasamahu : teuno Peunu
- Sopacuaperu: teuno Sanahu
- Wattimury : teuno laturessy
 Soa Lessy
- Hallatu : teuno Maserua Rumahauro (untuk puu Lesy Rumah
Iralo), teuno Maserua (untuk puu lesy Maweng), teuno
Uralessy (untuk puu Pele Saparute)
- Hallatukilang : teuno polomahu
- Latarissa
- Sangaji
- Titaley
Negeri Amahai juga memiliki ikatan pela gandong dengan beberapa
negeri. Gandongmerupakan bentuk kekerabatan yang terjalin antar dua atau
lebih negeri adat. Ikatan ini biasanya berasal dari tali persaudaraan para

29
leluhur. Pela merupakan bentuk kekebatan antar dua atau lebih negeri adat
yang biasanya terjadi karena sebuah kejadian di masa lalu. Negeri Amahai
memiliki empat negeri gandong dan satu pela. Empat negeri gandong dengan
Negeri Amahai biasanya dikenal dengan istilah “lima negeri bersaudara”.
Lima negeri bersaudara dalam urutannya yaitu Negeri Amahei, Negeri Rutah,
Negeri Haruru, Negeri Makariki, dan Negeri Soahuku. Sedangkan pela negeri
Amahai adalah Negeri Ihamahu.

4.1.5 Profil umum art garden negeri amahai


Kawasan wisata alam yang diberi nama “Art Garden” ini, tepat
berada di puncak gunung Karay. Taman wisata Art Garden terletak tidak jauh
dari Kota Masohi berada di petuanan negeri Amahai tepatnya di kawasan
Jakarta (Jalan Karay Atas) . Jarak yang ditempuh dari pusat kota Masohi ke
lokasi sekitar 20 menit, jalan menuju lokasi sedikit berlikuk dan menanjak. Dari
Art Garden, sejauh mata memandang pengunjung dapat menikmati, indahnya
laut dan pulau Saparua, Nusa Laut, sebagian pulau Seram maupun aktifitas
keluar masuk kapal di teluk tanjung kuako,demikian halnya kota Masohi .
Konsep Art Garden yang bersahabat dengan alam ini tidak saja banyak diminati
masyarakat Masohi dan dan sekitarnya, namun ada jujga beberapa pengunjung
yang datang dari berbagai daerah untuk menikmati libur akhir pekan. Di Art
Garden suasana alamnya sangat asri, pengunjung juga bisa melihat dan
mendengar langsung suara burung yang terbang bebas. Sebagian besar area
yang dikelilingi hamparan pepohonan menyuguhkan bermacam jenis spot untuk
berselfie ria. Misalnya rumah pohon, lorong payung, panggung bertuliskan I
love you serta sejumlah rumah untuk berteduh.

Pengelola memasang tarif untuk tiket masuk di area wisata ini


cukup murah, yakni Rp.5000 untuk anak-anak sedangkan Rp.10.000 untuk
orang dewasa. Dengan harga tiket masuk itu pengunjung dapat menikmati semua

30
fasilitas yang ada, baik sekedar untuk berselfie ria, maupun berteduh dan
menikmati indahnya tempat itu.

Walaupun area ini hanya baru sebetas tempat berteduh dan berfoto, setidaknya
apa yang disuguhkan pihak pengelola telah memberikan pilihan wisata baru
diluar wisata pantai yang banyak di pesisir tempat itu. Melihat potensi Art
Garden yang strategis tentu saja pihak pengelola akan menyediakan berbagai
paket menarik untuk memanjakan para pengunjung seperti layaknya wisata alam
yang ada di Bogor Jawa Barat, Kota Batu (Malang) maupun semarang dan
tempat lainya . Fasilitas lain yang disiapkan pengelola di Art Garden adalah area
parkir serta taman bermain, [Link]

4.1.6 struktur organisasi dan uraian tugas


gambar 4.3
struktur organisasi art garden

Pengelola

Tenaga lapangan Tenaga lapangan

Uraian tugas :
1. pihak pengelola
a. membangun fasilitas yang berkaitan dengan pendukung wisata di objek
wisata art garden.
b. Mengatur semua pekerjaan di lokasi objek wisata art garden
c. Mengatur semua penghasilan yang didapatkan pengunjung
2. tenaga lapangan
a. menjaga kebersihan lokasi objek wisata

31
b. mengatur parker
c. mengatur pembayaran masuk pengunjung.
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Deskripsi Responden
Pengambilan data responden ini menggunakan teknik porposive sampling
yang merupakan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan
tertentu. Peneliatian ini dilakukan pada pengunjung art garden Kabupaten
Maluku Tengah dengan jumlah respoden sebanyak 35 orang. Gambaran umum
responden dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Responden Berdasarkan umur
Distribusi jawaban berdasrkan jenis kelamin dapat dilihat berdasarkan
tabel berikut:
Tabel 4.3
Umur
Umur
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid 20-25 TAHUN 16 45.7 45.7 45.7
26-30 TAHUN 19 54.3 54.3 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber data : spss 25 tahun 2023
Dari tabel diatas, maka responden umur 20-25 tahun sebanyak 16
orang dengan 45.7 % sendangkan pengunjung ke dua 26-30 sebnayak
19 orang dari 54.3% sehingga pengunjung terbanyak di umur 26-30
tahun.

32
b. Responden Berdasarkan status perkawinan
Tabel 4.4
Status perkawinan
status_perkawinan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid KAWIN 3 8.6 8.6 8.6
BELUMKAWI 32 91.4 91.4 100.0
N
Total 35 100.0 100.0
Sumber data : spss 25 tahun 2023
Dari tabel di atas menjelaskan bahwa pengunjung yang sudah menikah
sebanyak 3 orang dengan 8.6 %, sengangkan yang belum kawin
sebnayk 32 orang dengan 91.4 %dari pernyataan tersebut pengunjung
yang sering datang ke lokasi objek wisata art garden yaitu yang belum
kawin dengan angka 32 orang dengan presentase 91.4 %.
c. Responden Berdasarkan asal daerah
Tabel 4.5
Asal daerah
asal_daerah
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid MASOHI 17 48.6 48.6 48.6
AMBON 9 25.7 25.7 74.3
AMAHAI 8 22.9 22.9 97.1
SAPARUA 1 2.9 2.9 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber data : spss 25 tahun 2023
Dari data di atas menjelaskan bahwa pengunjung berasal dari masohi
sebanyak 17 orang dengan presentase 48.6 %, kedua dari ambon
sebanyak 9 orang dengan presentase 25.7 %, ketiga amahai sebanyak 8
orang dengan presentase 22.9 % dan ke empat dari saparua sebanyak 1
orang dengan jumlah presentase 2.9 %.

33
d. Responden Berdasarkan pendidikan
Tabel 4.6
Pendidikan
Pendidikan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid SMP 15 42.9 42.9 42.9
S1 7 20.0 20.0 62.9
LAINNYA 13 37.1 37.1 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber data : spss 25 tahun 2023
Dari dat di atas menjelaskan bahwa pendidikan pengunjung dari SMP
sebanyak 15 orang dengan presentase 42.9 %, kedua S1 sebanyak 7
orang dengan presentse 20 % dan lainnya sebanyak 13 orang dengan
presntase 37.1%.
e. Responden Berdasarkan pekerjaan
Tabel 4.7
Pekerjaan
Pekerjaan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid PEGAWAI 1 2.9 2.9 2.9
WIRASWASTA 3 8.6 8.6 11.4
PNS 1 2.9 2.9 14.3
LAINNYA 30 85.7 85.7 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber data : spss 25 tahun 2023
Dari data di atas menjelaskan bahwa pengunjung profesi sebagai
pegawai sebanyak 1 orang dengan presentase 2.9 %, kedua wiraswasta
sebanyak 3 orang dengan presentase 8.6%, ketiga pns sebanyak 1 orang
dengan presentase 2.9%, ke empat lainnya sebanyak 30 orang dengan
presentase 85.7 %.

34
4.2.2 Deskripsi Variabel
Pada hasil penelitian yang menggambarkan bahan terdapat Pengaruh
Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat Berkunjung Ke Objek Wisata Art
Garden, Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah. variabel independent dalam
penelitian ini adalah kualitas (X), variabel dependent dalam penelitian ini adalah
minat berkunjung ( Y ).
a. Kualitas

Tabel 4.8
Variabel kualitas
No Item Frekuensi Presentase (%) Keterangan
1 X1: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 3 • 8.6 % 0%, TS 3 Orang dengan
N • 13 • 37.1 % presentase 8.6 %, N berjumlah 13
S • 2 • 5.7 % orang dengan presentase 37.1 %,
SS • 17 • 48.6 % S berjumlah 2 orang dengan
presentase 5.7% dan SS berjumlah
17 orang dengan presentase
48.6%.
2 X2 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 12 • 34.3 % 0%, TS 12 Orang dengan
N • 5 • 14.3 % presentase 34.3%, N berjumlah 5
S • 11 • 31.4 % orang dengan presentase 14.3 %,
SS • 7 • 20.0 % S berjumlah 11 orang dengan
presentase 31.4% dan SS
berjumlah 7 orang dengan
presentase 20.0%.
3 X3 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 2 • 5.7 % pilihan STS 2 dengan presentase

35
TS • 11 • 31.4 % 5.7%, TS 11 Orang dengan
N • 4 • 11.4 % presentase 31.4%, N berjumlah 4
S • 11 • 31.4 % orang dengan presentase 11.4 %,
SS • 7 • 20.0 % S berjumlah 11 orang dengan
presentase 31.4% dan SS
berjumlah 7 orang dengan
presentase 20.0%.
4 X4 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 11 • 31.4 % 0%, TS 11 Orang dengan
N • 6 • 17.1 % presentase 31.4%, N berjumlah 6
S • 14 • 40.0 % orang dengan presentase 17.1 %,
SS • 4 • 11.4 % S berjumlah 14 orang dengan
presentase 40.0% dan SS
berjumlah 4 orang dengan
presentase 11.4%.
5 X5 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 2 • 5.7 % pilihan STS 2 dengan presentase
TS • 10 • 28.6 % 5.7%, TS 10 Orang dengan
N • 8 • 22.4 % presentase 28.6%, N berjumlah 8
S • 10 • 28.6 % orang dengan presentase 22.4 %,
SS • 5 • 14.3 % S berjumlah 10 orang dengan
presentase 28.6% dan SS
berjumlah 5 orang dengan
presentase 14.3%.
6 X6 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 3 • 8.6 % 0%, TS 3 Orang dengan
N • 4 • 11.4 % presentase 8.6%, N berjumlah 4
S • 21 • 60.0 % orang dengan presentase 11.4 %,

36
SS • 7 • 20.0 % S berjumlah 21 orang dengan
presentase 60.0% dan SS
berjumlah 7 orang dengan
presentase 20.0%.
7 X5 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 11 • 31.4 % 0%, TS 11 Orang dengan
N • 5 • 14.3 % presentase 31.4%, N berjumlah 5
S • 12 • 34.3 % orang dengan presentase 14.3 %,
SS • 7 • 20.0 % S berjumlah 12 orang dengan
presentase 34.4% dan SS
berjumlah 7 orang dengan
presentase 20.0%.
8 X8 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 3 • 8.6 % 0%, TS 3 Orang dengan
N • 12 • 34.4 % presentase 8.6%, N berjumlah 12
S • 12 • 34.4 % orang dengan presentase 34.4 %,
SS • 8 • 22.9 % S berjumlah 12 orang dengan
presentase 34.4% dan SS
berjumlah 8 orang dengan
presentase 22.9%.
9 X9 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 2 • 5.7 % pilihan STS 2 dengan presentase
TS • 5 • 14.3 % 5.7%, TS 5 Orang dengan
N • 6 • 17.1 % presentase 14.3%, N berjumlah 6
S • 13 • 37.1 % orang dengan presentase 17.1 %,
SS • 9 • 25.7 % S berjumlah 13 orang dengan
presentase 37.1% dan SS
berjumlah 9 orang dengan

37
presentase 25.7%.
10 X10 Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 3 • 8.6 % pilihan STS 3 dengan presentase
TS • 11 • 31.4 % 8.6%, TS 11 Orang dengan
N • 14 • 40.0 % presentase 31.4%, N berjumlah 14
S • 3 • 8.6 % orang dengan presentase 40.0 %,
SS • 4 • 11.4 % S berjumlah 3 orang dengan
presentase 8.6% dan SS berjumlah
4 orang dengan presentase 11.4%.
Sumber data : spss 25 tahun 2023

b. Minat berkunjung
Tabel 4.9
Variabel minat berkunjung
No Item Frekuensi Presentase (%) Keterangan
1 Y1: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 2 • 8.6 % 0%, TS 2 Orang dengan
N • 12 • 37.1 % presentase 8.6%, N berjumlah 12
S • 11 • 31.4 % orang dengan presentase 37.1 %,
SS • 10 • 48.6 % S berjumlah 11 orang dengan
presentase 31.4% dan SS
berjumlah 10 orang dengan
presentase 48.6%.
2 Y2: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 9 • 25.7 % 0%, TS 9 Orang dengan
N • 8 • 22.9 % presentase 25.7 %, N berjumlah 8
S • 10 • 28.6 % orang dengan presentase 22.9 %,
SS • 8 • 22.9 % S berjumlah 10 orang dengan

38
presentase 28.6% dan SS
berjumlah 8 orang dengan
presentase 22.9%.
3 Y3: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 11 • 31.4 % 0%, TS 11 Orang dengan
N • 6 • 37.1 % presentase 31,4 %, N berjumlah 6
S • 14 • 40.0 % orang dengan presentase 37.1 %,
SS • 4 • 11.4 % S berjumlah 14 orang dengan
presentase 40.0% dan SS
berjumlah 4 orang dengan
presentase 11.4%.
4 Y4: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 1 • 2.9% pilihan STS 1 dengan presentase
TS • 6 • 17.1 % 2.9%, TS 6 Orang dengan
N • 7 • 20.0 % presentase 17.1 %, N berjumlah 7
S • 13 • 37.1 % orang dengan presentase 20.0 %,
SS • 8 • 22.9 % S berjumlah 13 orang dengan
presentase 37.1% dan SS
berjumlah 8 orang dengan
presentase 22.9%.
5 Y5: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 1 • 2.9% pilihan STS 1 dengan presentase
TS • 3 • 8.6 % 2.9%, TS 3 Orang dengan
N • 7 • 20.0 % presentase 8.6 %, N berjumlah 7
S • 18 • 51.4 % orang dengan presentase 20.0 %,
SS • 6 • 17.1 % S berjumlah 18 orang dengan
presentase 51.4% dan SS
berjumlah 6 orang dengan
presentase 17.1%.

39
6 Y6: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 0 • 0% pilihan STS 0 dengan presentase
TS • 4 • 11.4 % 0%, TS 4 Orang dengan
N • 5 • 14.3 % presentase 11.4 %, N berjumlah 5
S • 20 • 57.1 % orang dengan presentase 14.3 %,
SS • 6 • 17.1 % S berjumlah 20 orang dengan
presentase 57.1% dan SS
berjumlah 6 orang dengan
presentase 17.1%.
7 Y7: Dapat dilihat bahwa jawaban
STS • 1 • 2.9 % pilihan STS 1 dengan presentase
TS • 2 • 5.7 % 2.9%, TS 2 Orang dengan
N • 5 • 14.3 % presentase 5.7 %, N berjumlah 5
S • 19 • 54.3 % orang dengan presentase 14.3 %,
SS • 8 • 22.9 % S berjumlah 19 orang dengan
presentase 54.3% dan SS
berjumlah 8 orang dengan
presentase 22.9%.
Sumber data : spss 25 tahun 2023
4.2.3 Uji Instrument
[Link] uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan sah atau valid jika pertanyaan
pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh
kuesioner itu. Uji signifikansi dilakukan dengan dengan membandingkan
nilai r hitung (nilai Corrected item-Total Correlation pada Output Cronbach
Alpha) dengan nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n – 2 (n adalah
jumlah sampel) . Pada kasus ini dapat dihitung 35- 2 atau df = 33 dengan
alpha 0.05 di dapat r tabel 0,344 jika r hitung (dilihat pada kolom korelasi)

40
lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka butir pertanyaan tersebut
dikatakan valid atau signifikan.

Tabel 4.10
Hasil uji validitas
Variabel / indikator korelasi Korelasi R Tabel Keterangan
r tabel Keterangan
X
X1 0.846** 0,344 Valid
X2 0.862** 0,344 Valid
X3 0.848** 0,344 Valid
X4 0.790** 0,344 Valid
X5 0.734** 0,344 Valid
X6 0.533** 0,344 Valid
X7 0.845** 0,344 Valid
X8 0.734** 0,344 Valid
X9 0.577** 0,344 Valid
X10 0.549** 0,344 Valid
Y
Y1 0.722** 0,344 Valid
Y2 0.869** 0,344 Valid
Y3 0.726** 0,344 Valid
Y4 0.797** 0,344 Valid
Y5 0.682** 0,344 Valid
Y6 0.590** 0,344 Valid
Y7 0.601** 0,344 Valid
Sumber data : spss 25 tahun 2023

Tabel diatas menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk


mengukur variabel dalam penelitian ini dinyatakan sebagai item yang valid. Dapat
diketahui bahwa masing-masing pertanyaan memiliki r hitung > r tabel (0,344) dan

41
bernilai positif. Artinya butir-butir pertanyaan yang diajukan sesuai dengan
instrument / tidak menyimpang. Uji validitas menunjukkan bahwa nilai r hitung dari
masing-masing variabel lebis besar dari r tabel sebesar 0,252 dan tingkat signifikansi
dari masing-masing variabel kurang dari 0,05.

[Link] Uji Realibilitas

Uji reliabilitas dilakukan terhadap butir-butir pertanyaan yang dinyatakan


valid. Uji ini digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator
variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handak jika jawaban
seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Suatu variabel
dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach Alpha > 0,60. Perhitungan nilai koefisien
reliabilitas untuk instrument penelitian yang digunakan diperoleh hasilnya sebagai
berikut:

Tabel 4.11
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach Alpha Keterangan
(> 0,60)
Kualitas 0,774 Reliabel
Minat berkunjung 0,778 Reliabel
Sumber: SPSS 25 tahun 2023

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha dari
seluruh variabel yang diujikan nilainya diatas > 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa
seluruh variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.

4.2.4 Uji Asumsi Klasik


[Link] Uji Normalitas

42
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah suatu model regresi,
variabel peganggu atau variabel residual memiliki distribusi normal. Model
data yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati normal. Cara
yang bisa ditempuh kenormalan data adalah dengan menggunakan grafik
normal P-P Plot dengan cara melihat penyebaran datanya. Jika pada grafik
tersebut penyebaran datanya mengikuti pola garis lurus, maka datanya
normal.

Gambar 4. 4
Hasil Uji Normalitas variabel kualitas)

Sumber data: spss 25 tahun 2023


Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa semua data yang ada
berdistribusi normal, karena data menyebar membentuk dan mendekati garis
lurus diagonal maka data tersebut memenuhi asumsi normal atau mengikuti
garis normalitas.
[Link] Uji heteroskedastisitas

43
Uji heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan varians residual suatu
periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Cara memprediksi ada
tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dengan pola scatterplot,
regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas jika titik-titik data menyebar diatas dan
dibawah atau disekitar angka 0, titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas dan
dibawah saja, penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang
melebar kemudian menyempit dan melebar kembali, penyebaran titik-titik data tidak
berpola.

Gambar 4.5
Hasil Uji heteroskedastisitas

Sumber data :spss 25 tahun 2023


Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tidak ada pola yang
jelas serta titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah 0 tidak membentuk suatu
pola. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dan model regresi
layak dipakai.

44
Dengan demikian asumsi-asumsi normalitas, dan heteroskedastisitas dalam
model regresi dapat dipenuhi dari model ini.

4.2.5 Uji Hipotesis


[Link] Uji Parsil (T Hitung)
Uji t (t-test) ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh secara parsial
(individu) dan simultan (bersama-sama) variabel-variabel independen yaitu
pendapatan terhadap variabel dependen yaitu Kesejahteraan atau menguji
signifikansi konstanta dan variabel dependen.

Tabel 4.12
Hasil Uji hipotesis
Coefficientsa
Standardiz
ed
Unstandardized Coefficien Collinearity
Coefficients ts Statistics
Std. Toleranc
Model B Error Beta T Sig. e VIF
1 (Constant) 6.748 1.825 3.699 0.00
1
KUALIT 0.546 0.051 0.880 10.61 0.00 1.000 1.000
AS 9 0
a. Dependent Variable: MINAT_BERKUNJUNG
Sumber data : spss 25 tahun 2023

Hasil pengujian model diatas diperoleh nilai t Hitung variabel objek wisata
(X) sebesar 10.619 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,000.
Berdasarkan pengujian hipotesis (uji t) pada model regresi ini didapatkan nilai
signifikansi variabel kualitas (X) sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari
significance level 0,05 (5%), yaitu 0,000 < 0,05. Selain itu dapat dilihat juga dari
hasil perbandingan antara thitung dan ttabel yang menunjukan nilai thitung variabel
kualitas (10.619) lebih besar dari ttabel (1,689) yaitu 10.619 > 1,689, maka dapat di
katakan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima, artinya variabel independen
(kualitas) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (minat
berkunjung) Ke Objek Wisata Art Garden, Negeri Amahai.

45
[Link] uji f
Tabel 4.13
Hasil Uji Determinasi
ANOVAa
Sum of
Model Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 662.341 1 662.341 112.765 .000b
Residual 193.831 33 5.874
Total 856.171 34
a. Dependent Variable: MINAT_BERKUNJUNG
b. Predictors: (Constant), KUALITAS

Berdasarkan hasil perhitungan estimasi regresi, diperoleh nilai


Berdasarkan angka signifikansi diperoleh sebesar 0,000 < 0,05 maka
berpengaruh, objek wisata art garden berpengaruh terhadap minat berkunjung ke
objek wisata art garden, negeri amahai kabupaten Maluku tengah.

4.3 Pembahasan
Penelitian ini mengunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012). Penelitian ini
berlokasi di Objek Wisata art garden yang berada di negeri amahai, kabupaten
Maluku tengah. Jln. Jakarta baru. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel
independent Kualitas Objek (X) dan variabel dependent Minat Berkunjung (Y).
Teknik sampel yang di gunakan peneliti yaitu sampling insidental (sampel
berdasarkan kebetulan). Ukuran sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 responden.
Dengan teknik analisa yang digunakan untuk pengujian yaitu uji validitas, uji
realibiliatas, uji asumsi klasik dan hipotesis dengan menghitung menggunakan
aplikasi SPSS 25.

46
BAB V PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas tentang pengaruh kualitas objek
wisata terhadap minat berkunjung wisatawan nusantara di objek wisata art garden
yang diukur menggunakan teknik analisa dengan mengunakan beberapa teknik
pengujian. Berdasarkan pengujian hipotesis (uji t) pada model regresi ini didapatkan
nilai signifikansi variabel kualitas (X) sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari
significance level 0,05 (5%), yaitu 0,000 < 0,05. Selain itu dapat dilihat juga dari
hasil perbandingan antara thitung dan ttabel yang menunjukan nilai thitung variabel kualitas
(10.619) lebih besar dari ttabel (1,689) yaitu 10.619 > 1,689, maka dapat di katakan
bahwa Ho di tolak dan Ha diterima, artinya variabel independen (kualitas)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (minat berkunjung) Ke
Objek Wisata Art Garden, Negeri Amahai.
Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan variabel
kualitas objek wisata berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel minat
berkunjung ke objek wisata art garden negeri amahai.

5.2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan yaitu
sebagai berikut :
1. Kualitas objek wisata memiliki indikator berupa atraksi, informasi, sumber
daya manusia, pelayanan, kebersihan dan aksesibilitas yang digunakan untuk
melihat kualitas objek wisata di art garden. Hal tersebut diharapkan untuk
pengelolah dapat memperhatikan dan meningkatkan lagi kualitas dari objek
wisata art garden terutama untuk fasilitas yaitu penambahan toilet umum
serta lebih memperhatikan kebersihan di area tempat wisata tersebut.

47
2. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian berkaitan dengan
kualitas objek wisata dapat menambahkan atau menggunakan variabel
lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini dengan metode analisis yang
berbeda pula.

48
DAFTAR PUSTAKA
Denada Batari Basuki (2020). Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayanan Terhadapa
Minat Berkunjung Wisatawan Objek Wisata Kambo
Highland
Fentizar Welhelmina Lese, Rolland E. Fanggidae, Apriana H.J. Fanggidae (2019),
Pengaruh Kualitas Objek Wisata Terhadap Minat
Berkunjung Wisatawan (Studi Pada Wisatawan Di Pantai
Warna-Warni Oesapa, Kupang), Universitas Nusa Cendana
Kupang
Fit Tarmizi (2020). Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat
Berkunjung Kembali Wisatawan Di Candi Bumi Ayu
Kabupaten Pali. Universitas Muhammadiyah Palembang
[Link]
%20BASUKI_201620020.pdf
[Link]
unduh November 29, 2020
[Link] Di unduh 21 november
2021
[Link] di unduh tahun 2019
[Link]
%[Link] di unduh pada tahun 2020
[Link]
12sejuk-dan-indah/di unduh 13 maret 2021
Jalalludin Muhamad Akbar (2020), Pengaruh Pelayanan, Obyek Dan Daya Tarik
Wisata Serta Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan
(Study Kasus Pengunjung Pasar Yosomulyo Pelangi
(Payungi) Di Kota Metro), Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Islam.

49
Januar Efendi Panjaitan, Ai Lili Yuliati (2016) Pengaruh Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Jne Cabang Bandung.
Universitas Telkom. DeReMa Jurnal Manajemen Vol. 11
No. 2, September 2016
Nhikmatul Khusna (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga
Terhadap Minat Berkunjung Ulang Konsumen Kebun
Binatang Bali Safari & Marine Park Di Kabupaten Gianyar
Bali. Universitas jember
Denada Batari Basuki (2016) Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayanan
Terhadapa Minat Berkunjung Wisatawan Objek
Wisata Kambo Highland. Universitas Muhammadiyah
Palopo. e-mail: Denadabatari.b@[Link]
Yolanda, Fanny. (2017). Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan
Berkunjung Ke Objek Wisata Alahan Panjang Resort
Danau Diatas Kabupaten Solok. Manajemen Pariwisata.
Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Universitas Negeri
Padang

50

Anda mungkin juga menyukai