0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Tutorial

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah untuk login dan melakukan pemotongan pajak serta pelaporan SPT di situs coretaxdjp.pajak.go.id. Pengguna harus membuat bukti pemotongan, kode billing, dan melaporkan SPT sesuai dengan jenis pajak yang dikenakan. Selain itu, terdapat prosedur untuk mengecek faktur pajak dan melakukan pemindahbukuan jika diperlukan.

Diunggah oleh

deosamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Tutorial

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah untuk login dan melakukan pemotongan pajak serta pelaporan SPT di situs coretaxdjp.pajak.go.id. Pengguna harus membuat bukti pemotongan, kode billing, dan melaporkan SPT sesuai dengan jenis pajak yang dikenakan. Selain itu, terdapat prosedur untuk mengecek faktur pajak dan melakukan pemindahbukuan jika diperlukan.

Diunggah oleh

deosamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara Login :

1. Buka [Link]
2. ID Pengguna : NIK KTP Pengurus terdaftar yang sudah diregistrasi
3. Password :
4. Impersonate ke akun Instansi yang diwakili
5. Materi lengkap : [Link]/rumahpajakinstansipemerintah

A. Setiap belanja barang dan/atau jasa yang dikenakan PPh harus dibuatkan Bukti Pemotongan, Kode
Billing dan dilaporkan pada Surat Pemberitahuan (SPT) di [Link]

1. Membuat Bukti Pemotongan (harus ada NIK KTP Penjual)


a. PPh Unifikasi (PPh 23, PPh 22, dan PPh Final 4 ayat (2)) di menu => Ebupot – BPPU
- Lengkapi kolom aktif (yang berwarna putih)
- Kolom NPWP dituliskan NIK KTP Penjual
- Kolom Nama Objek Pajak dipilih sesuai dengan kegiatan yang dilakukan
Contoh Nama Objek Pajak atas Belanja makan minum dalam bentuk jasa catering ke badan
usaha => Jasa catering dan tata boga
Khusus belanja barang yang dikenakan PPh Pasal 22, Nama Objek Pajak adalah
pemungutan oleh bendaharawan
b. PPh 21 di menu => Ebupot – BP21
- Digunakan untuk membuat bukti pemotongan selain pegawai tetap (kegiatan non rutin
yang dikenakan PPH Pasal 21)
- Lengkapi kolom aktif (yang berwarna putih)
- Kolom NPWP dituliskan NIK KTP Penjual
- PTKP dipilih sesuai dengan kondisi penjual. Misalnya : penjual sudah menikah (K) ada
tanggungan (anak 1) maka pilih PTKP K/1, jika belum menikah, janda atau duda pilih (TK)
- Kolom Nama Objek Pajak dipilih sesuai dengan kegiatan yang dilakukan
Contoh Nama Objek Pajak atas Belanja makan minum dalam bentuk jasa catering ke orang
pribadi => Imbalan kepada pemberi jasa dalam segala bidang

2. Membuat Kode Billing


Ket : Deposit digunakan untuk jenis pajak PPh dan PPN yang ada faktur pajaknya
a. Pembayaran
b. Layanan Mandiri Kode Billing
c. Setoran untuk Deposit Pajak (411618 – 100)
d. Masa Pajak (jan-Des 2026)
e. Masukkan jumlah pajak dan pilih jenis pajak
f. Pilih Masa dan tahun pajak
g. Keterangan jika diperlukan
h. Unduh Kode Billing

3. Lapor SPT
a. Surat Pemberitahuan (SPT) – SPT
b. Pilih jenis pajak – buat konsep
c. Klik edit (icon pensil) - Posting
d. Pastikan jumlah pajak yang muncul di SPT, nilainya telah sesuai dengan bukti potong yang
dibuat dan billing yang sudah dibayar, cek di lampirannya juga
e. Kembali ke induk - Scroll kebawah – beri tanda centang
f. Isi jabatan pengurus – klik Bayar dan lapor
g. Pilih Pembayaran dengan pemindahbukuan deposit pajak
h. Masukkan kata sandi penandatangan
i. Konfimasi – simpan – konfirmasi

B. Pembayaran PPN yang tidak ada faktur pajaknya


1. Pembayaran - Layanan Mandiri kode billing
2. KAP -KJS (411211 – 108) Pembayaran PPn Dalam Negeri tanggung jawab secara renteng)
3. Pilih masa dan tahun pajak, lanjut – masukkan jumlah yang dibayar. Keterangan jika diperlukan
4. Unduh kode billing

C. Mengecek Faktur Pajak dari rekanan dan lapor SPT Masa PPN Pemungut
1. Klik menu efaktur
2. Pilih pajak masukan
3. Cek data faktur rekanan apakah jenis belanja, kode faktur dan nominal belanja sudah benar
4. Jika sudah sesuai,
5. Klik menu surat pemberitahuan – surat pemberitahuan
6. Buat konsep
7. Pilih ppn bagi pemungut selain pkp
8. Pilih masa pajak dan tahun pajak sesuai bulan faktur diterbitkan
9. Pilih status
10. Buat konsep - klik ikon pensil
11. Klik posting
12. Pastikan data faktur muncul sesuai, termasuk nominalnya
13. Klik centang pernyataan
14. Klik bayar dan lapor
15. Masukkan passphrase

Note : jika ada pembayaran PPN yang tidak ada faktur pajaknya, namun terlanjur dibuatkan billing
deposit, silahkan dilakukan pemindahbukuan secara mandiri melalui akun coretax pada menu
- Pembayaran
- Permohonan pemindahbukuan
- Buat permohonan pemindahbukuan
- Cari kredit pajak (nominal sesuai PPN dibayarkan)
- Pilih kepada Akun Wajib Pajak
- Pilih Lainnya
- Pilih KAP-KJS 411211 – 108 (Pembayaran PPN tanggung jawab secara renteng)
- Masukkan nominal
- Masukkan phassprase (sandinya)
- Klik tanda tangan
- Kirim permohonan

Anda mungkin juga menyukai