Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
BAGIAN IV
TIPE DATA, VARIABEL, DAN I/O
Capaian Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu membedakan tipe data yang terdapat pada bahasa pemrograman
Python
2. Mahasiswa mampu memahami cara mengunakan ungsi input dan output standar
dalam bahasa Python
3. Mahasiswa mampu membuat program dengan mengunakan ariabel dengan tipe data
yang tepat
A Tipe Data
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data
mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2
bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer
maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan
nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih
efisien dan efektif.
Dalam bahasa Python terdapat beberapa tipe data dasar, seperti terlihat pada Tabel IV.1
Tabel IV.1: Tipe data dasar pada bahasa Python
Tipe Data Contoh Penjelasan
Menyatakan benar(True) yang bernilai 1, atau
Boolean True atau False salah(False) yang bernilai 0
Menyatakan karakter/kalimat bisa berupa huruf
String "Sisfo Untan" angka, dll (diapit tanda " atau ')
Integer 25 atau 1209 Menyatakan bilangan bulat
Float 3.14 atau 0.99 Menyatakan bilangan yang mempunyai koma
Menyatakan bilangan dalam format heksa (bilangan
Hexadecimal 9a atau 1d3 berbasis 16)
Complex 1 + 5j Menyatakan pasangan angka real dan imajiner
Data untaian yang menyimpan berbagai tipe data dan
List ['xyz', 786, 2.23] isinya bisa diubah-ubah
Data untaian yang menyimpan berbagai tipe data tapi
Tuple ('xyz', 768, 2.23) isinya tidak bisa diubah
Dictionary {'nama': 'adi','id':2} Data untaian yang menyimpan berbagai tipe data
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
berupa pasangan penunjuk dan nilai
B Variabel
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai
tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari
suatuvariable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan.
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan tidak
menggunakan keyword yang memang telah digunakan oleh python. Keyword yang tidak boleh
digunakan tersebut antara lain:
False class finally is return
None continue for lambda try
True def from nonlocal while
and del global not with
as elif if or yield
assert else import pass
break except in raise
Berikut ini adalah contoh script python yang menggunakan berbagai tipe data yang diambil dari
situs resmi python
>>> name = "Fred"
>>> f"He said his name is {name!r}."
"He said his name is 'Fred'."
>>> f"He said his name is {repr(name)}." # repr() is equivalent to !r
"He said his name is 'Fred'."
>>> width = 10
>>> precision = 4
>>> value = [Link]("12.34567")
>>> f"result: {value:{width}.{precision}}" # nested fields
'result: 12.35'
>>> today = datetime(year=2017, month=1, day=27)
>>> f"{today:%b %d, %Y}" # using date format specifier
'January 27, 2017'
>>> number = 1024
>>> f"{number:#0x}" # using integer format specifier
'0x400'
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
C Deklarasi
Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program.
Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.
C.1. Deklarasi Preprocessor
Pada bahasa Python, program tidak harus diawali dengan deklarasi preprocessor.
Preprocessor yang umum dideklarasikan pada kondisi-kondisi tertentu saja. Misalnya ketika
akan menggunakan library. Untuk deklarasi preprocessor bagi library insyaa Allah akan
dijelaskan pada pembahasan tentang library.
C.2. Deklarasi Variabel
Pada bahasa python tidak perlu untuk menentukan tipe data terlebih dahulu. Bahkan
variabel dapat langsung digunakan tanpa harus dibentuk terlebih dahulu. Variabel yang ingin
digunakan akan ditulis dan langsung diberikan nilai. Dengan pemberian nilai itulah nantinya
yang menentukan tipe data dari variabel tersebut.
Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah :
nama_variabel=nilai
Contoh :
>>> x = 123.456
>>> print(x)
123.456
>>> x = "This is a string"
>>> print(x + "!")
This is a string!
D Komentar
Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman
suatu program (untuk keperluan dokumentasi program). Dengan kata lain, komentar program
hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
penjelasan dalam bahasa Python digunakan tanda #. Komentar program tidak akan ikut diproses
dalam program (akan diabaikan)
Contoh Kode Program
x = 365
y = 7
# this is a comment
print(x % y) # find the remainder
# print (x // y)
# another comment
Terdapat pula jenis lain yang mirip dengan komentar yaitu adalah Docstring. Docstring
menyajikan tujuan yang sama dengan komentar, karena dirancang untuk menjelaskan kode.
Namun lebih spesifik dan memiliki sintaks yang berbeda. Docstring dibuat dengan meletakkan
string multiline yang berisi penjelasan tentang fungsi di bawah baris pertama fungsi ini.
Perhatikan contoh berikut:
def shout(word):
"""
Print a word with an
exclamation mark following it.
"""
print(word + "!")
shout("spam")
E Input dan Output (I/O)
Dalam pemrograman dua fungsi yang penting untuk digunakan adalah funsgi input dan
output. Kedua fungsi tersebut umumnya memberdayakan perangkat input dan perangkat
output pada komputer.
E.1. Input
Dalam bahasa Python proses memasukkan suatu data bisa menggunakan sebuah fungsi
yaitu input(). Perhatikan contoh berikut
>>> input("Enter something please: ")
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
Enter something please: This is what the user enters!
'This is what the user enters!'
E.2. Ouput
Bentuk umum dari output adalah :
print();
Contoh :
printf(“Sistem Informasi Universitas Tanjungpura”);
Perhatikan contoh program berikut:
>>> print(1 + 1)
2
>>> print("Hello\nWorld!")
Hello
World!
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
BAGIAN V
OPERATOR DAN EKSPRESI
Capaian Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam Operator dalam bahasa Python
2. Mahaiswa mampu menjelaskan macam-macam ekspresi dalam bahasa Python
3. Mahasiswa mampu membuat program sederhana dengan mengunakan operator dan
ekspresi dalam bahasa Python
A Operator
Operator merupakan simbol-simbol yang digunakan untuk tujuan tertentu. Operator
dalam bahasa Python dikelompokan berdasarkan keperluan atau kegunaannya.
A.1. Operator Penugasan
Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa Python berupa tanda sama
dengan(“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan
variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.
Ada berbagai operator majemuk dengan Python seperti += 5 yang menambahkan
variabel dan kemudian memberikan yang sama. Ini setara dengan a = a + 5.
Tabel V.1: Assignment operators pada Python
Operator Contoh Setara Dengan
= x=5 x=5
+= x += 5 x=x+5
-= x -= 5 x=x-5
*= x *= 5 x=x*5
/= x /= 5 x=x/5
%= x %= 5 x=x%5
//= x //= 5 x = x // 5
**= x **= 5 x = x ** 5
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
&= x &= 5 x=x&5
|= x |= 5 x=x|5
^= x ^= 5 x=x^5
>>= x >>= 5 x = x >> 5
<<= x <<= 5 x = x << 5
A.2. Operator Aritmatika
Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu :
* : untuk perkalian
/ : untuk pembagian
% : untuk sisa pembagian (modulo) 1
+ : untuk pertambahan
- : untuk pengurangan
Perhatikan contoh program berikut:
>>> 2 * (3 + 4)
14
>>> 10 / 2
5.0
>>> 2 + 2
4
>>> 5 + 4 - 3
6
A.3. Operator Hubungan
Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah
operand (sebuah nilai atau variabel). Operator hubungan dalam bahasa C dapat dilihat pada
Tabel V.2.
1 operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9 % 2 = 1
atau 9 % 3 = 0.
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
Tabel V.2: Tabel Macam-Macam Operator Hubungan Dalam Bahasa C
Operator Arti Contoh
< Kurang dari x<y Apakah x kurang dari y
<= Kurang dari atau sama dengan x<=y Apakah x kurang dari atau sama
dengan y
> Lebih dari x>y Apakah x lebih dari y
>= Lebih dari atau sama dengan x>=y Apakah x lebih dari atau sama
dengan y
== Sama dengan x==y Apakah x sama dengan y
!= Tidak sama dengan x!=y Apakah x tidak sama dengan y
Perhatikan contoh program berikut
>>> 5<2
False
>>> 4>2
True
>>> 4>=5
False
>>> 4==4
True
A.4. Operator Logika
Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka
operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator
hubungan.
Operator logika ada tiga macam, yaitu :
and : Logika AND (DAN)
or : Logika OR (ATAU)
not : Logika NOT (INGKARAN)
Perhatikan contoh program berikut
x = True
y = False
# Output: x and y is False
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
print('x and y is',x and y)
# Output: x or y is True
print('x or y is',x or y)
# Output: not x is False
print('not x is',not x)
A.5. Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di
memori.
Operator bitwise dalam bahasa Python :
Tabel V.3: Operator Bitwise Python
Operator Kegunaan Contoh
& Bitwise AND x& y = 0 (0000 0000)
| Bitwise OR x | y = 14 (0000 1110)
~ Bitwise NOT ~x = -11 (1111 0101)
^ Bitwise XOR x ^ y = 14 (0000 1110)
>> Bitwise right shift x>> 2 = 2 (0000 0010)
<< Bitwise left shift x<< 2 = 40 (0010 1000)
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
BAGIAN VI
STRUKTUR KONTROL DASAR
Capaian Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Struktur kontrol dasar
2. Mahasiswa mampu membuat program sederhana dengan mengunakan struktur kontrol
dasar pada bahasa Python
Struktur kontrol di dalam pemrograman adalah kumpulan perintah dengan bentuk
tertentu yang digunakan untuk melakukan pegontrolan terhadap jalannya program. Pada
dasarnya struktur kontrol terdapat beberapa macam diantaranya adalah:
1. Struktur kontrol berurutan (Sequence Control Structure)
2. Struktur kontrol keputusan/percabangan/kondisi (Selection Control Structure)
3. Struktur kontrol pengulangan (Iteration Control Structure)
Bila struktur kontrol digambarkan dalam bentuk flowchart maka dapat dilihat pada
Gambar VI.1
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
Gambar VI.1: Macam-macam struktur kontrol
Struktur kontrol berurutan merupakan struktur kontrol yang paling sederhana dari
sebuah program. Pada struktur kontrol berurutan program berjalan berdasarkan perintah-
perintah berurutan yang diberikan oleh programmer dari awal kode sumber program hingga
akhir kode sumber program. Pada umumnya contoh-contoh program yang telah dibahas pada
bagian-bagian sebelumnya, dan memiliki pola sebagai berikut:
statement 1
statement 2
statement 3
Perhatikan contoh program berikut
a = 1;
b = 2;
c = 3;
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
d=a*c;
printf(d);
Pada contoh program tersebut, program akan menjalankan perintah mulai dari
penugasan/pemberian nilai pada variabel a kemudian memberi nilai pada variabel b, dilanjutkan
pemberian nilai pada variabel c, dan diakhiri dengan pemberian nilai d yang merupakan hasil
dari perkalian a dan c untuk kemudian ditampilkan di layar monitor.
Dalam suatu program dikenal pula istilah blok kode program yang merupakan
kumpulan perintah yang diait oleh tanda kurung kurawal {} . Kumpulan perintah yang diapit
oleh tanda tersebut akan dijalankan sesuai dengan fungsi dari blok tersebut. Python
menggunakan indentasi (spasi putih di awal baris) untuk membatasi blok kode. Bahasa lain,
seperti C, gunakan kurung kurawal untuk membatasi blok kode, namun dengan identasi Python
adalah wajib, program tidak akan bekerja tanpa itu.
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
BAGIAN VII
STRUKTUR KONTROL PERCABANGAN
Capaian Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Struktur kontrol percabangan
2. Mahasiswa mampu membuat program sederhana dengan mengunakan struktur kontrol
percabangan pada bahasa C
Banyak istilah dari struktur kontrol percabangan. Pada literatur-literatur lain didapatkan
istilah percabangan dengan nama seleksi, ada pula yang menyebutnya sebagai struktur kontrol
keputusan. Namun dari semua istilah mengandung makna yang sama, sebab pada beberapa hal
berubahnya nama tidaklah dapat mengubah makna dari sesuatu. Begitu pula dengan
percabangan dari beberapa istilah yang telah disebutkan sebelumya merujuk pada makna sebuah
struktur program yang digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses.
Percabangan dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Bila
katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir
atau akan mengalir melalui tempat lain. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam
penyusunan bahasa C, terutama untuk program yang kompleks.
A Struktur Kondisi If...
Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu
kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang
ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah :
if expression:
statements
Perhatikan contoh program berikut:
if 10 > 5:
print("10 besar dari 5")
print("Program Selesai")
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
Bentuk if sederhana ini dapat pula bersarang, misalnya seperti pada contoh berikut
num = 12
if num > 5:
print("Bigger than 5")
if num <=47:
print("Between 5 and 47")
B Struktur Kondisi if... else...
Dalam struktur kondisi if.....else minimal terdapat dua pernyataan. Jika kondisi yang
diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika
kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk
umumnya adalah sebagai berikut :
if kondisi:
statement jika benar
else:
statement jika salah
Perhatikan contoh program berikut:
x = 4
if x == 5:
print("Yes")
else:
print("No")
If … else ini dapat juga dibuat bersarang. Perhatikan contoh berikut
num = 7
if num == 5:
print("Angkanya adalah5")
else:
if num == 11:
print("Angkanya adalah11")
else:
if num == 7:
print("Angkanya adalah7")
else:
print("Number isn't 5, 11 or 7")
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Tanjungpura Pontianak
C Struktur Kondisi elif
Pernyataan elif (singkatan dari else … if ...) adalah jika pernyataan ada 3 kondisi atau
lebih. Serangkaian elif dapat memiliki blok akhir yang lain, yang disebut jika tidak ada ekspresi if
atau elif yang Benar. Bentuk umum struktur kondisi elif adalah sebagai berikut
if kondisi:
pernyataan
elif kondisi 2:
pernyataan
else:
pernyataan
Perhatikan contoh kode program berikut:
num = 7
if num == 5:
print("Angkanya adalah5")
elif num == 11:
print("Angkanya adalah11")
elif num == 7:
print("Angkanya adalah7")
else:
print("Angkanya bukan 5, 11 atau 7")
Modul Pembelajaran: Algoritma Pemrograman 20