0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Bab 3

Modul ajar ini berfokus pada pengukuran panjang dan berat dalam mata pelajaran matematika untuk siswa kelas III. Materi mencakup pengenalan satuan baku, praktik pengukuran, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan kolaboratif. Selain itu, modul ini menekankan nilai-nilai karakter seperti ketelitian, disiplin, dan kerja sama dalam proses belajar mengukur.

Diunggah oleh

fathanarya652
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Bab 3

Modul ajar ini berfokus pada pengukuran panjang dan berat dalam mata pelajaran matematika untuk siswa kelas III. Materi mencakup pengenalan satuan baku, praktik pengukuran, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan kolaboratif. Selain itu, modul ini menekankan nilai-nilai karakter seperti ketelitian, disiplin, dan kerja sama dalam proses belajar mengukur.

Diunggah oleh

fathanarya652
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA


BAB 3 : PENGUKURAN PANJANG DAN BERAT

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase / Semester : III / B / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20../20..

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal : Peserta didik pernah melakukan pengukuran panjang menggunakan
satuan tidak baku (misalnya jengkal, depa) dan memiliki pemahaman intuitif tentang
konsep "lebih berat" dan "lebih ringan".
● Minat : Peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengukur benda-benda
di sekitarnya, seperti tinggi badan teman, panjang mainan, atau berat buah-buahan.
● Latar Belakang : Peserta didik sering melihat aktivitas pengukuran dalam kehidupan
sehari-hari, seperti saat orang tua menimbang bahan kue, mengukur kain di penjahit, atau
saat pemeriksaan di posyandu.
● Kebutuhan Belajar :
○ Visual: Belajar melalui pengamatan langsung alat ukur (penggaris, meteran,
timbangan) dan melihat demonstrasi cara menggunakannya.
○ Auditori: Memahami konsep melalui penjelasan guru tentang satuan baku (cm, m, g,
kg) dan hubungan antar satuan.
○ Kinestetik: Belajar dengan melakukan praktik langsung mengukur berbagai benda
di dalam kelas.

C. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA

Topik Panca Cinta

1. Cinta Tuhan dan Saling Menghargai

Fokus: Mensyukuri kemampuan manusia untuk mengukur dan memahami ciptaan Tuhan.
Materi Insersi:

 Mengawali pembelajaran dengan doa dan rasa syukur atas kemampuan berpikir dan
tubuh yang sehat.
 Menghargai teman yang sedang belajar membaca penggaris, meteran, atau timbangan.
 Tidak mengejek jika teman salah membaca angka pada alat ukur.
 Mengaitkan keteraturan ukuran pada alam sebagai bagian dari kebesaran Tuhan.
2. Cinta Diri Sendiri

Fokus: Menjaga keselamatan diri dan membangun ketelitian.


Materi Insersi:

 Menggunakan alat ukur panjang (penggaris, meteran gulung) dengan hati-hati agar
tidak melukai diri.
 Mengangkat benda sesuai kemampuan ketika mengukur berat—tidak memaksakan
tubuh.
 Melatih ketelitian membaca angka pada skala penggaris (cm, m) dan timbangan
(gram, kg).
 Menyadari manfaat pengukuran untuk aktivitas sehari-hari: tinggi badan, panjang
meja, berat tas, dsb.

3. Cinta Sesama

Fokus: Bekerja sama dalam proses pengukuran.


Materi Insersi:

 Melakukan pengukuran berpasangan: satu mengukur, satu mencatat.


 Saling membantu mengatur posisi penggaris agar tepat.
 Mengangkat benda bersama jika terlalu berat untuk diangkat sendiri.
 Tidak memaksakan atau menertawakan hasil pengukuran tubuh teman (tinggi/berat).

4. Cinta Lingkungan

Fokus: Menggunakan alat dan sumber daya dengan bijak.


Materi Insersi:

 Mengukur benda-benda di sekitar kelas atau halaman sekolah untuk mengenal


lingkungan.
 Berlatih menggunakan alat ukur tanpa merusak fasilitas sekolah.
 Menghemat kertas saat mencatat hasil pengukuran.
 Menggunakan sampah bersih sebagai objek latihan (botol, kardus kecil) agar lebih
ramah lingkungan.

5. Cinta Bangsa dan Negara

Fokus: Menghargai satuan baku yang digunakan di Indonesia dan memupuk karakter teliti &
disiplin.
Materi Insersi:

 Mengenal satuan baku resmi di Indonesia: cm, m, g, kg.


 Menyadari pentingnya pengukuran dalam berbagai profesi Indonesia (petani,
pedagang, arsitek, atlet).
 Contoh penggunaan alat ukur dalam kehidupan masyarakat Indonesia: menimbang
sayur, mengukur kain, mengukur panjang jalan.
 Bersikap jujur dalam mencatat hasil pengukuran.

MATERI PEMBELAJARAN (INSERSI)

A. Pengukuran Panjang

 Mengenal satuan baku: cm, m.


 Membaca skala pada penggaris/meteran.
 Mengukur panjang benda: meja, pensil, buku, papan tulis.
 Mengestimasi panjang sebelum mengukur.
 Mengubah satuan:
o 1 m = 100 cm
o Contoh: 150 cm = 1 m 50 cm.

B. Pengukuran Berat

 Mengenal satuan baku: gram (g), kilogram (kg).


 Menggunakan timbangan sederhana: timbangan jarum, digital, atau timbangan pasar.
 Mengukur berat benda: tas, botol air, buah, buku.
 Mengubah satuan:
o 1 kg = 1.000 g
o Contoh: 2.500 g = 2 kg 500 g.

C. Pengukuran dalam Kehidupan Sehari-hari

 Mengukur tinggi badan dan berat badan (opsional, tetap menjaga privasi & perasaan
siswa).
 Mengukur panjang lintasan lari sederhana.
 Mengukur berat makanan atau bekal.
 Mengukur panjang ruangan kelas.

AKTIVITAS JOYFUL & MEANINGFUL

 “Stations of Measurement”: siswa berpindah pos untuk mengukur panjang/berat


benda berbeda.
 Tebak Panjang: siswa menebak sebelum mengukur.
 Toko Mini: siswa menimbang barang dan mencatat beratnya seperti pedagang kecil.
 Lari 1 Meter – 3 Meter: mengenal jarak secara nyata.
 Membuat Grafik sederhana: grafik tinggi benda/berat benda.
D. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami pentingnya satuan baku dalam pengukuran, konsep panjang
dan berat, serta hubungan kesetaraan antar satuan baku (1 m = 100 cm, 1 kg = 1000
g).
○ Prosedural: Mampu menggunakan alat ukur panjang (penggaris, meteran) dan berat
(timbangan) dengan benar, serta mampu melakukan konversi sederhana antar satuan.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat aplikatif dalam
kehidupan sehari-hari, mulai dari mengukur tinggi badan, menimbang berat badan,
membantu ibu di dapur, hingga kegiatan pertukangan sederhana.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Tantangan utama terletak pada ketelitian dalam
menggunakan alat ukur dan pemahaman konsep konversi antar satuan.
● Struktur Materi: Materi disusun secara terpisah antara pengukuran panjang dan berat.
Masing-masing dimulai dari pengenalan alat ukur dan satuan baku, praktik pengukuran,
lalu mempelajari hubungan antar satuan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengembangkan sikap teliti, cermat, sabar, dan jujur
dalam melaporkan hasil pengukuran.

E. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menyadari keteraturan alam semesta yang dapat diukur dan dipelajari sebagai wujud
kebesaran Tuhan.
● Kewargaan: Menggunakan keterampilan mengukur untuk kegiatan bersama di kelas,
seperti membuat proyek kerajinan tangan yang membutuhkan ukuran presisi.
● Penalaran Kritis: Mampu memilih alat ukur yang paling sesuai untuk benda yang akan
diukur (misalnya, menggunakan penggaris untuk buku, meteran untuk ruang kelas).
● Kreativitas: Merancang sebuah proyek sederhana yang melibatkan pengukuran,
misalnya membuat denah miniatur ruang kelas dengan skala.
● Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk melakukan pengukuran benda-benda yang
besar dan membutuhkan lebih dari satu orang.
● Kemandirian: Mampu melakukan pengukuran benda-benda pribadi secara mandiri dan
akurat.
● Kesehatan: Memahami pentingnya pengukuran dalam memantau kesehatan, seperti
mengukur tinggi dan menimbang berat badan secara berkala.
● Komunikasi: Mampu menyebutkan dan menuliskan hasil pengukuran dengan satuan
yang benar, serta menjelaskan hubungan antar satuan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Pengukuran
Mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku; menentukan hubungan
antar-satuan baku panjang (cm, m) dan antar-satuan berat (g, kg); serta mengukur dan
mengestimasi luas dan volumemenggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa
bilangan cacah.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Mengukur pertumbuhan tanaman
(panjang) atau menimbang massa benda.
● Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Mengukur jarak dalam
lompat jauh atau tinggi dalam lompat tinggi.
● Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Mengukur bahan-bahan yang akan digunakan
untuk membuat sebuah karya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu mengukur panjang benda menggunakan satuan baku
sentimeter (cm) dengan alat ukur yang sesuai. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu menentukan dan menggunakan hubungan
antarsatuan baku panjang (cm dan m). (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu mengukur berat benda menggunakan satuan baku
gram (g) dan kilogram (kg) dengan alat ukur yang sesuai. (2 JP)
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu menentukan dan menggunakan hubungan
antarsatuan baku berat (g dan kg). (2 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan
dengan pengukuran panjang. (2 JP)
● Pertemuan 6: Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan
dengan pengukuran berat. (2 JP)

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Menggunakan penggaris untuk mengukur panjang benda dalam satuan cm.
2. Memilih alat ukur panjang yang tepat (penggaris atau meteran) untuk suatu benda.
3. Mengubah satuan panjang dari meter ke sentimeter dan sebaliknya.
4. Menggunakan timbangan untuk mengukur berat benda dalam satuan g dan kg.
5. Memilih timbangan yang sesuai untuk benda yang akan diukur.
6. Mengubah satuan berat dari kilogram ke gram dan sebaliknya.
7. Menyelesaikan soal cerita yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan satuan
panjang.
8. Menyelesaikan soal cerita yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan satuan berat.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Kegiatan di posyandu (mengukur tinggi dan berat badan).
● Kegiatan jual beli di pasar (menimbang buah, sayur).
● Kegiatan membuat kue (menimbang bahan-bahan).
● Kegiatan pertukangan (mengukur kayu).

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek) dan
Pembelajaran Berbasis Praktik Langsung.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik dilatih untuk teliti dan fokus saat menggunakan
alat ukur, memastikan pengukuran dimulai dari titik nol dan membaca skala dengan
akurat.
○ Meaningful Learning: Keterampilan mengukur dihubungkan dengan kegiatan nyata
seperti menimbang bahan kue, mengukur tinggi badan, atau kegiatan pertukangan,
menunjukkan relevansi matematika dalam kehidupan.
○ Joyful Learning: Pembelajaran dirancang melalui kegiatan praktik yang menarik
seperti "Perburuan Ukuran", "Stasiun Timbang", dan permainan "Belanja di Pasar"
untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Praktik Langsung, Demonstrasi, Eksperimen, Permainan, Kerja
Kelompok, dan Proyek.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam benda untuk diukur, dari yang
sederhana (buku, pensil) hingga yang lebih menantang (panjang ruang kelas). Soal
cerita disajikan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih alat ukur yang paling sesuai
(penggaris vs. meteran). Pembelajaran dilakukan secara individu saat mengukur
benda pribadi, dan berkelompok saat mengukur benda besar atau saat bermain peran.
○ Diferensiasi Produk: Hasil belajar ditunjukkan melalui berbagai cara: catatan hasil
pengukuran, laporan kelompok, partisipasi aktif dalam permainan, dan produk akhir
berupa "Jurnal Pengukuranku" yang dikerjakan secara mandiri di rumah.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk mengukur
benda-benda besar yang tidak bisa dilakukan sendiri (misal: papan tulis). Mereka juga
saling membandingkan hasil pengukuran untuk melatih ketelitian.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Tugas proyek "Jurnal Pengukuranku"
mendorong peserta didik untuk menerapkan keterampilan mengukur pada benda-benda
di rumah, serta menghubungkan pembelajaran dengan konteks pasar, dapur, dan
posyandu.
● Mitra Digital: Pemanfaatan video tutorial online tentang cara menggunakan berbagai
jenis timbangan. Penggunaan aplikasi konversi satuan untuk memverifikasi hasil
perhitungan manual.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menyiapkan "pojok ukur" atau beberapa "stasiun timbang" di dalam kelas
dengan berbagai alat ukur (penggaris, meteran, timbangan dapur, timbangan badan) dan
aneka benda untuk diukur.
● Ruang Virtual: Mengakses simulasi pengukuran virtual di mana peserta didik dapat
berlatih menggunakan penggaris atau timbangan digital pada objek-objek virtual sebelum
praktik langsung.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya teliti, cermat, dan jujur dalam melaporkan data
hasil pengukuran. Menghargai proses mencoba dan pentingnya presisi dalam
matematika.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Proyektor/Layar: Menampilkan video demonstrasi penggunaan alat ukur yang benar
atau gambar berbagai jenis alat ukur dan fungsinya.
● Timbangan Digital: Menggunakan timbangan digital untuk menunjukkan hasil
pengukuran yang lebih presisi (terutama untuk satuan gram) dan memudahkan
pembacaan hasil.
● Kamera/Tablet: Peserta didik dapat mendokumentasikan proses pengukuran mereka
saat mengerjakan proyek, lalu membagikan foto atau video singkat di kelas sebagai
bagian dari presentasi.

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Kenali Ukuran Panjang: Sentimeter (cm)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Bagaimana cara kita tahu pensil ini lebih panjang dari
penghapus?" Arahkan diskusi dari satuan tidak baku (terlihat lebih panjang) ke
kebutuhan satuan baku.
● Motivasi (Meaningful Learning): Guru menunjukkan penggaris. "Alat ini namanya
apa? Apa gunanya? Coba perhatikan angka-angka dan garis-garis di penggaris ini."
● Penyampaian Tujuan: Belajar mengukur panjang benda dengan benar menggunakan
penggaris dalam satuan sentimeter.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Guru mendemonstrasikan cara mengukur panjang
sebuah pensil. Menekankan pentingnya memulai dari angka 0 pada penggaris dan
membaca angka di ujung benda yang lain dengan teliti.
● Menanya: "Apa yang terjadi jika kita mulai mengukur dari angka 1, bukan dari angka
0?"
● Mencoba (Joyful & Kinestetik Learning):
○ "Perburuan Ukuran": Setiap peserta didik diminta mencari benda di dalam tas
mereka (buku, pulpen, penghapus), lalu mengukurnya menggunakan penggaris.
○ Peserta didik mencatat hasilnya di buku tulis dengan format: "Nama Benda: ... cm".
● Mengasosiasi: Peserta didik membandingkan hasil pengukuran mereka dengan teman
sebangku. "Buku siapa yang lebih panjang?", "Berapa selisih panjangnya?".
● Mengomunikasikan: Beberapa peserta didik maju ke depan untuk mendemonstrasikan
cara mengukur benda yang mereka pilih dan menyebutkan hasilnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa hal terpenting yang harus diingat saat menggunakan penggaris?"
● Rangkuman: Menyimpulkan langkah-langkah mengukur panjang dengan benar.
● Tindak Lanjut: Tugas rumah: Ukur panjang 3 benda di rumah (misal: sendok, sikat
gigi, remote TV).
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Dari Pendek ke Panjang: Sentimeter (cm) dan Meter (m)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali cara mengukur dengan penggaris.
● Motivasi: Guru bertanya, "Bisakah kita mengukur panjang papan tulis dengan penggaris
ini? Apa kesulitannya?". Arahkan ke kebutuhan alat ukur yang lebih panjang.
● Penyampaian Tujuan: Mengenal satuan meter dan hubungannya dengan sentimeter.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Guru menunjukkan meteran (meteran pita/kain) dan
membandingkannya dengan penggaris. Peserta didik diajak mengamati dengan saksama
bahwa setelah angka 99 cm, ada tulisan 1 m. Guru menjelaskan bahwa 100 cm sama
dengan 1 m.
● Menanya: "Jika tinggi pintu 200 cm, berarti berapa meter?"
● Mencoba (Joyful & Kinestetik Learning): Secara berkelompok, peserta didik
menggunakan meteran untuk mengukur benda-benda yang lebih panjang di kelas (lebar
meja, tinggi pintu, panjang papan tulis).
● Mengasosiasi: Peserta didik mengerjakan latihan konversi sederhana di papan tulis.
Contoh: 3 m = ... cm, 500 cm = ... m, 1 m 25 cm = ... cm.
● Mengomunikasikan: Setiap kelompok melaporkan hasil pengukurannya dalam dua
satuan. Contoh: "Panjang papan tulis adalah 250 cm, atau 2 meter 50 sentimeter."
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Kapan kita sebaiknya menggunakan meteran daripada penggaris?"
● Rangkuman: Menyimpulkan hubungan bahwa 1 m = 100 cm.
● Tindak Lanjut: Memberikan soal latihan konversi satuan panjang.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Kenali Ukuran Berat: Gram (g) dan Kilogram (kg)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengingat kembali tentang pengukuran panjang.
● Motivasi (Meaningful Learning): Guru menunjukkan dua benda, misal penghapus dan
botol minum berisi air. "Mana yang lebih berat? Bagaimana cara kita tahu dengan
pasti?". Arahkan ke perlunya alat ukur berat.
● Penyampaian Tujuan: Belajar mengukur berat benda menggunakan timbangan dalam
satuan gram dan kilogram.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Guru menunjukkan berbagai jenis timbangan
(dapur/digital, badan) dan menjelaskan fungsinya. Guru mendemonstrasikan cara
menimbang benda ringan (misal: beberapa kelereng) menggunakan timbangan dapur
(satuan gram) dan benda lebih berat (misal: tumpukan buku) yang menunjukkan satuan
kilogram.
● Menanya: "Mengapa saat menimbang tepung kita pakai gram, tapi saat menimbang
beras karungan kita pakai kilogram?"
● Mencoba (Joyful & Kinestetik Learning): "Stasiun Timbang". Guru membuat
beberapa stasiun dengan timbangan dan berbagai benda. Kelompok peserta didik
bergiliran mengunjungi setiap stasiun, menimbang benda yang ada, dan mencatat
hasilnya (misal: "Berat buku: 500 g", "Berat tempat pensil: 150 g").
● Mengasosiasi: Peserta didik mengelompokkan benda-benda yang telah mereka timbang
ke dalam kategori "lebih cocok diukur dengan gram" atau "lebih cocok diukur dengan
kilogram".
● Mengomunikasikan: Perwakilan kelompok berbagi temuan mereka, "Menurut
kelompok kami, benda yang beratnya di bawah 1000 gram lebih mudah disebut dalam
gram."
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa perbedaan utama antara gram dan kilogram?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa gram untuk benda ringan dan kilogram untuk benda
berat.
● Tindak Lanjut: Tugas rumah: Mencari 3 kemasan makanan di rumah dan menuliskan
berat bersih (netto) yang tertera di kemasannya.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Hubungan Gram (g) dan Kilogram (kg)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali tentang satuan gram dan kilogram.
● Motivasi: Guru menunjukkan sebungkus gula pasir 1000 g dan sebungkus lain 1 kg.
"Menurut kalian, mana yang lebih berat?".
● Penyampaian Tujuan: Mempelajari hubungan kesetaraan antara gram dan kilogram.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Guru menempatkan sebungkus gula 1000 g di satu
sisi timbangan dan sebungkus gula 1 kg di sisi lain (menggunakan timbangan
pasar/kodok jika ada, atau menunjukkan pada timbangan digital secara bergantian).
Peserta didik mengamati bahwa beratnya sama. Guru menyimpulkan: 1000 g = 1 kg.
● Menanya: "Jika Ibu membeli 2 kg tepung, berarti berapa gram tepung yang Ibu beli?"
● Mencoba (Joyful Learning): Permainan "Belanja di Pasar". Guru menyiapkan "barang
dagangan" (benda-benda kelas) dengan label berat dalam gram. Peserta didik berperan
sebagai pembeli yang memesan dalam kilogram. Misal: "Saya mau beli buku 2 kg".
Kelompok penjual harus memberikan buku dengan total berat 2000 g.
● Mengasosiasi: Peserta didik mengerjakan latihan konversi sederhana: 3 kg = ... g, 5000 g
= ... kg, 2 kg 300 g = ... g.
● Mengomunikasikan: Diskusi kelas untuk membahas jawaban latihan dan mengatasi
kesulitan yang mungkin timbul.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Berapa gram dalam 1 kilogram?"
● Rangkuman: Menguatkan pemahaman bahwa 1 kg = 1000 g.
● Tindak Lanjut: Memberikan latihan soal konversi satuan berat.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Pecahkan Masalah Panjang!
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali konversi satuan cm dan m.
● Motivasi: Guru memberikan masalah: "Meutia menyambung dua utas pita. Pita pertama
1 m 50 cm. Pita kedua 2 m. Berapa panjang total pitanya?"
● Penyampaian Tujuan: Berlatih menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
pengukuran panjang.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Guru membedah soal cerita di papan tulis, langkah
demi langkah. Menekankan perlunya menyamakan satuan sebelum melakukan
penjumlahan atau pengurangan.
● Mencoba: Peserta didik secara berkelompok diberikan beberapa soal cerita tentang
panjang. Mereka berdiskusi untuk menemukan cara penyelesaiannya.
● Mengasosiasi: Peserta didik menuliskan langkah-langkah penyelesaian di buku mereka,
lengkap dengan kalimat matematikanya.
● Mengomunikasikan: Setiap kelompok mempresentasikan jawaban dari satu soal cerita,
menjelaskan alur berpikir mereka di depan kelas. Kelompok lain dapat bertanya atau
memberikan tanggapan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa langkah pertama yang harus dilakukan agar tidak salah hitung saat
menjumlahkan 2 m dengan 50 cm?"
● Rangkuman: Menyimpulkan pentingnya menyamakan satuan sebelum melakukan
operasi hitung.
● Tindak Lanjut: Memberikan satu soal cerita tentang panjang sebagai pekerjaan rumah.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Pecahkan Masalah Berat!
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali konversi satuan g dan kg.
● Motivasi: Guru memberikan masalah: "Sebuah karung berisi 5 kg beras. Ibu memasak
400 g hari ini. Berapa sisa beras di karung?"
● Penyampaian Tujuan: Berlatih menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan
pengukuran berat.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful Learning): Sama seperti pertemuan 5, guru memandu pemecahan
soal cerita tentang berat, menekankan pentingnya konversi satuan. 5 kg diubah dulu
menjadi 5000 g sebelum dikurangi.
● Mencoba (Joyful Learning): "Tantangan Dapur". Kelompok diberi "resep" yang berisi
soal cerita. Contoh: "Untuk membuat kue, dibutuhkan 2 kg tepung. Di rumah sudah ada
800 g. Berapa gram tepung lagi yang harus dibeli?".
● Mengasosiasi: Peserta didik mengerjakan soal-soal tersebut, mendiskusikan strategi
terbaik dalam kelompok.
● Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan "resep" mereka dan cara mereka
"memenuhi kebutuhan bahan" (menyelesaikan soal).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Kesulitan apa yang kalian temui saat mengerjakan soal cerita tentang berat?"
● Rangkuman: Menguatkan kembali strategi penyelesaian soal cerita yang melibatkan
satuan berat berbeda.
● Tindak Lanjut: Mengumpulkan hasil kerja kelompok sebagai bagian dari asesmen.
● Penutup: Doa dan salam.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab Awal: "Benda apa yang bisa dipakai untuk mengukur?", "Mana lebih
berat, buku atau pensil?".
ASESMEN FORMATIF
● Observasi: Mengamati cara peserta didik menggunakan alat ukur saat praktik. Apakah
sudah memulai dari angka 0? Apakah membaca skala dengan benar?
● Tanya Jawab: "Berapa sentimeter panjang penggarismu?", "2 kg itu berapa gram?".
● Latihan Singkat: Memberikan 5 soal konversi cepat di papan tulis.
ASESMEN SUMATIF
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Praktik: Memberikan sebuah benda (misal: kotak pensil) dan meminta peserta
didik mengukur panjangnya dengan benar dan melaporkan hasilnya. Memberikan
benda lain (misal: beberapa buku) dan meminta menimbangnya dengan benar.
● Produk (Proyek):
○ "Jurnal Pengukuranku": Peserta didik membuat jurnal sederhana berisi
pengukuran 5 benda di rumah (3 benda diukur panjangnya, 2 benda diukur beratnya
jika ada timbangan), lengkap dengan gambar dan hasil pengukuran.
● Tes Tertulis: Memberikan soal isian dan soal cerita yang mencakup:
○ Membaca alat ukur.
○ Konversi satuan panjang dan berat.
○ Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan
panjang dan berat.

Mengetahui, ..........., ......................... 20..


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................

Anda mungkin juga menyukai