0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan14 halaman

1B Hardware Components

Dokumen ini menjelaskan komponen perangkat keras untuk sistem kontrol turbin gas, termasuk komponen utama, pendukung, dan fungsi masing-masing. Terdapat penjelasan rinci tentang kontrol suhu mesin, aktuator bahan bakar utama, dan sistem pengendalian kecepatan serta beban. Selain itu, informasi mengenai indikator malfungsi dan komponen pendukung listrik juga disediakan.

Diunggah oleh

Dian Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan14 halaman

1B Hardware Components

Dokumen ini menjelaskan komponen perangkat keras untuk sistem kontrol turbin gas, termasuk komponen utama, pendukung, dan fungsi masing-masing. Terdapat penjelasan rinci tentang kontrol suhu mesin, aktuator bahan bakar utama, dan sistem pengendalian kecepatan serta beban. Selain itu, informasi mengenai indikator malfungsi dan komponen pendukung listrik juga disediakan.

Diunggah oleh

Dian Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Hardware Components Hardware pendukung sistim control untuk turgin gas


yang masih menggunakan sistim relay listrik, di
kelompokkan dalam tiga bagian antara lain:

 Komponen Utama:
o GP Speed Monitor Z-183
o PT Speed Monitor Z-283
o T5 Engine Temperature Monitor Z-182
o Main Fuel Actuator Control Z-144
o Main Fuel Actuator L-344
o Ramp Generator Z-149.
o Governor Woodward 2301, Load
Sharing
o Back Up Over Speed.
o
 Komponen Pendukung Electric Control
Console dan lainnya:
o Hour Meter M-100
o Engine Speed Meter M-183
o Engine Temperature Meter M-182
o Frequency Meter
o Ampere Meter
o Voltmeter
o KW/KVAR Meter
o Ammeter Switch
o Voltmeter Switch
o KW / KVAR Switch
o Malfunction Indicator Control Z-189
o Battery BT-501
o Battery Charger TR-501
o
 Komponen Pendukung “ON SKID”
o Spark Plug E-340
o Magnetic Pickup G353, G353-1 dan
G383
o Ignition Exciter
o Thermocouple Hardness Assembly TC-
382-1 true 382-6
o Resistance Temperature Detector
(RTD)
o

BAB 1.B - 1
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Engine Temperature Control Engine temp. control adalah sebuah alat elektronik
solid-state, digunakan untuk mengendalikan step-
Z-182 step yang ditentukan di electrical sequence dari
operasi selama automatic engine start cycle, dan
menyediakan peringatan, temperature topping, dan
engine shutdown saat terjadinya temperature tinngi
hingga melebihi setting (over temperature). Control
ini terdiri dari sebuah switch box yang mempunyai
tiga set single-pole double-throw switch contact
yang dioperasikan oleh miniature relay dan sirkuit
yang berhubungan. Z-182, terletak di electrical
control box.

Sealed switch box ini dilengkapi juga dengan


sebuah multi-pin connector berikut dengan pin
untuk 28 vdc power supply input, sinyal input
Turbine outlet temp.(T-5) thermocouple
temperature, setpoint offset connection dari starter
relay K230 contacts C (yang menggeser setpoint
kenilai yang lebih tinggi diatas normal dari engine
temp. alarm and shutdown setpoint sewaktu start
sequence), sinyal output ke engine temp. meter, dc
analog output ke MFAC Z144, dan output
connection dari relay switch contact ke point yang
dituju di sistem elektris

Dalam operasinya, engine temp. control unit


mensensing Turbine outlet temp (T-5). dari sinyal
tegangan output rata-rata dari enam thermocouple
yang dipasang di sekeliling ujung belakang dari
engine combuster housing dan menembus masuk
ke turbine nozzle area. Sinyal tegangan ini nilainya
proporsional/sama dengan temperature pada
thermocouple junction, dikonversi dalam suatu
sinyal arus output dan digunakan untuk
menggerakkan engine temp. meter yang dikalibrasi
dalam derajat Fahrenheit dan derajat Celcius.

Dengan naiknya engine temp. sebagai kelanjutan


dari penyalaan sewaktu start sequence, set
pertama dari switch contact (G-H-J) transfer pada
350o F (177o C), kontrol fuel dari ramp generator
Z149 terputus dan knotrol fuel diambil alih oleh
MFAC. Jika engine temp. 350o F tidak tercapai
dalam 10 detik sejak ignition, maka malfunction
summary relay K278 akan di-deenergize.

BAB 1.B - 2
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Lampu malfunction indicator , IGNITION FAILURE,


pada control console akan menyala dan engine
akan shutdown. Jika engine temperature (T-5)
selama operasi melampaui 1200o F (649o C), set
kedua dari switch contact ( M-L) transfer
untuk meyalakan lampu, IMPENDING HIGH
ENGINE TEMPERATURE, pada control console.
Kondisi ini bermaksud hanya untuk peringatan dan
tidak mengakibatkan engine shutdown.

Apabila kenaikan engine temperature T5 mencapai


1250o F maka akan menyebabkan set ketiga dari
switch contact (S-T-U) transfer, malfunction
summary relay K277 kemudian akan di-deenergize,
lampu malfunction indicator, HIGH ENGINE
TEMPERATURE, pada control console akan
menyala, dan engine shutdown.

Selama start sequence, alarm temperature 1200o F


dan shutdown setpoint temperature 1250o F digeser
(di-offset) hingga 1250o F dan 1300o F berturut-
turut, untuk memberikan batas temperature yang
lebih tinggi selama ignition cycle. Dengan naiknya
engine temperature T5, sinyal tegangan dc analog
hasil engine temperature control juga ikut naik, dan
dikirim ke MFAC Z144. Ketika T5 melampaui
topping threshold yang ditentukan (setpoint offset
ke nilai lebih tinggi selama ignition cycles), MFAC
mengirimkan suatu sinyal arus output yang
proporsional ke Main Fuel Actuator L-344.
T5 set point akan kembali normal setelah T5
mencapai 350o F sampai 100% GP speed tercapai.

Suatu saat threshold setpoint terlampaui, aktuator


akan mulai extend dan menggerakkan throttle valve
menuju posisi closed unutk mengurangi aliran fuel
dan menurunkan kecepatan engine. Sinyal
tegangan dc analog ke MFAC naik secara
proporsional dari nol ke maksimum sesuai dengan
naiknya Turbine oulet gas temperature (T-5) dari
nol ke nilai teoritis 1500 o F.

BAB 1.B - 3
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Main Fuel Actuaetor Control Main fuel actuator control (MFAC), terletak di
control box assy., adalah suatu alat elektronik solid
Z-144 state digunakan untuk mengontrol posisi main fuel
actuator L344 (dan throttle valve) sejak T5
mencapai 350o F (start sequence) sampai dan
selama engine beroperasi normal.

Unit ini terdiri dari suatu sealed metal case yang


terdiri dari sirkuit elektronik, dengan tujuh
potensiometer yang dapat di-adjust dari luar
(externally accessible adjustment potensiometer),
dan suatu multi-pin connector untuk seluruh
hubungan input dan output

Connector mempunyai pin untuk 28 vdc power


supply input, sinyal input GP speed control unit
Z183, sinyal input engine temperature control unit
Z182, setpoint-offset input connection dari starter
relay contacts K230D (yang menggeser / offset
engine temperature topping threshold untuk
menaikkan nilai melebihi batas normal selama
ignition cycles, dan output ke main fuel actuator
L344.

Dalam beroperasi, MFAC secara simultan


mensensing sinyal input dari GP speed control unit
dan engine temperature control unit dan memilih
sinyal input tertinggi sebagai sinyal pengendali. Jika
sinyal pengendali melampaui salah satu threshold
yang ditentukan, suatu sinyal yang berhubungan ke
main fuel actuator L344 menyebabkan actuator
menggerakkan throttle valve mengurangi atau
menambah aliran fuel sebagai response dari sinyal
pengendali.

Main Fuel Actuator L-344 Actutor dikendalikan sinyal miliampere dari salah
satu sumber berikut ini, Ramp Generator Z-149,
MFAC Z-144 atau Governor Woodward 2301 ( Load
Sharing & Speed Control) sebagai pilot valve
hydraulic system untuk menggerakkan /
mengaktifkan fuel throttle valve.
Posisi shaft aktuator proporsional dengan input
miliamp.

BAB 1.B - 4
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Fuel Valves Suatu rangkaian solenoid-actuated valve


mengontrol operasi dari fuel system, merespon
voltage control dari control system.

Ramp Generator Z-149 Ramp Generator, terletak di electrical control box,


merupakan alat elektronik solid-state yang
berfungsi mengendalikan Actuator L-344 hanya
selama penyalaan fuel. Ramp generator terhubung
secara otomatis dengan input elektris dari aktuator
ketika master selector switch digerakkan ke ON
sebelum engine start. Sewaktu igniter torch
dinyalakan selama start sequence, ramp generator
bekerja dan mulai menaikkan outputnya berupa
suatu ramp linier dari nol sampai maksimum. Sinyal
elektris ini menyebabkan main fuel actuator
menggerakkan throttle menuju posisi akselerasi
(fuel maksimum), sehingga memperkaya campuran
agar penyalaan terjadi pada perbandingan
fuel/udara yang optimum dan mencegah matinya
api sehingga surge.

Ramp generator terputus secara otomatis dari main


fuel actuator ketika temperature engine mencapai
350o F. 10 detik setelah ignitor torch dinyalakan,
torch mati dan ramp generator deenergized secara
otomatis oleh sistem kontrol elektris.

Load Sharing & Speed Load Sharing & Speed Control dari Woodward 2301
adalah electronic governing control yang
Control memberikan pengontrolan kecepatan (speed)
Woodward 2301 mesin dengan constant (ISOCHRONOUS) dan
sekaligus mengontrol beban dari generator / load
sharing.
Kontrol dari Load Sharing 2301 ini dirangkai dalam
satu module yang berisikan PCB (Printed Circuit
Board), yang hubungan sirkit didalamnya langsung
melalui PCB.

BAB 1.B - 5
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Backup Over Speed (BUOS) Backup overspeed switch adalah suatu alat
elektronik solid-state, digunakan untuk
mengoperasikan suatu set tunggal dari switch
contact di sistem kontrol elektris untuk
menyebabkan engine shutdown jika GP speed
control unit Z-183 gagal berfungsi, karena berbagai
sebab, untuk men-shutdown engine pada kondisi
overspeed. Z353 terletak dalam package junction
box sisi kanan bawah engine package daerah air
intake.

Alat ini terdiri dari suatu sealed switch box yang


mengandung sensing circuitry. Dilengkapi dengan
sebuah multi-pin connector dengan pin untuk 28
vdc power supply input, input dari backup GP speed
magnetic pickup yang terletak dibawah IGV, dan
output ke electrical system reset circuit dan ke
lampu malfunction indicator pada control console.
Dalam operasinya, switch mensensing frekuensi
dari suatu sinyal audio dari backup GP speed
magnetic pickup. Jika speed melampaui 110%,
normally open switch contact H-G membuka,
menon-aktifkan primary fuel valve, pilot valve
solenoid L341-1 dan L341-2.
Primary fuel valve tertutup, lampu malfunction
indicator sebelah kanan nomor 21, BACKUP
OVERSPEED, menyala, dan engine shutdown.
Setelah shutdown, engine tidak dapat distart
kembali hingga switch RESET telah ditekan dan
switch circuit reset.

BAB 1.B - 6
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Komponen Pendukung Electric

Komponen Sistem Elektris Hourmeter (elapsed time indicator) terletak di


control consule dan digunakan untuk mencatat
Control Console jumlah jam operasi engine. Meter beroperasi pada
Hour Meter M-100 power 24 vdc dan mulai mencatat waktu operasi
saat engine mencapai speed 60%, ketika diaktifkan
oleh relay 60% speed K251-1.

Engine Speed Meter M-183 Engine Speed Meter yang terletak pada control
consule berdampingan dengan Engine
Temperature Meter, dikalibrasi dalam persen dari 0
sampai 120 persen, dan beroperasi pada sinyal
mikroampere dari GP speed control unit, Z183.

Engine Temperature Meter Meter engine temperature, terletak pada control


console berdampingan dengan Engine Speed
M-182 Meter dikalibrasi dari 0 deg. ke 1500 deg. F (skala
luar) dan 0 deg. ke 800 deg. F (skala dalam), dan
menunjukkan Turbine outlet gas temperature (T5).
Meter menerima suatu sinyal input mikroampere
dari engine temperature control unit Z182 yang
proporsional dengan milivolt sinyal output rata-rata
dari enam thermocouple, TC382-1 dan TC382-2.

Frequency Meter Frequency meter ini terletak pada control console


pada kelompok Generator Panel. Frequency meter
bentuknya kotak memanjang secara vertical dan
skalanya mulai dari 55 Hz ke 65 Hz untuk system
60 Hz dan 45 Hz ke 55 Hz untuk Generator dengan
system 50 Hz.

Ampere Meter Ampere meter ini bentuknya sama persis dengan


Frequency meter dan terletak berdampingan
dengan Frequency Meter. Ampere meter ini
menunjukan besarnya arus pada tiap-tiap phase
generator (phase A, B.C) yang ditunjukan dengan
posisi Ampere meter selector.
Skala dari Ampere meter ini mulai dari 0 ke 4000
Ampere.

BAB 1.B - 7
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Volt Meter Volt Meter ini bentuknya sama seperti halnya


Frequency meter maupun Ampere meter dan
terletak berdampingan dengan Ampere meter.
Skala dari Volt meter ini disesuaikan dengan output
Voltage dari generator tersebut dan tegangan di
Bus Bar dari system yang ada.

KW / KVAR Meter KW / KVAR meter ini betuknya sama seperti ketiga


meter tersebut diatas dan letaknya berdampingan
dengan Frequency meter. Skala dari meter ini
mulai 0 ke 3000 KW / KVAR tergantung dari
kapasitas generatornya. Meter ini menunjukan
aktual output dari generator dinyatakan dalam KW
atau KVAR.

Ammeter Switch Ammeter switch ini terdiri dari tiga posisi yang dapat
diputar untuk memilih / mengukur besarnya arus /
ampere generator pada salah satu phase (A, B or
C).

Voltmeter Switch Voltmeter switch ini terdiri dari 8 posisi yang dapat
diputar untuk memilih / mengukur tegagan Bus Bar
atau tegangan generator yang lain (generator line to
line).

KW / KVAR Switch KW / KVAR switch ini terdiri dari 2 posisi yang


dapat diputar untuk memilih / mengukur besarnya
daya / beban generator yang dibaca dalam Kilo watt
atau Kilo Volt Ampere.

Malfunction Indicator Control Malfunction indicator control units Z189-1, -2, -3, -4,
-5 dan -6 adalah identical printed circuit board units
Unit Z-189 mounting diodes, silicon-controlled rectifiers,
capacitors, dan resistors dalam lamp test dan latch-
in circuits untuk setiap lima malfunction indicator.
Unit-unit ini, terletak dalam electrical control box
adalah tidak dapat di-adjust.

BAB 1.B - 8
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Battery BT501 Lead-acid atau nickel-cadmium battery mempunyai


kapasitas 55 atau 60 ampere hours (8-hour rate).
Dijaga pada suatu kondisi pengisian oleh battery
charger, dan menyediakan 24 volt (nominal) untuk
memberikan tenaga listrik bagi sistim kontrol dari
generator-set. Baterai dan charger-nya dipasang
pada rack assy yang dilengkapi dengan circuit
breakers. Dan harus diletakkan dalam suatu daerah
(ruangan) yang hangat, terpisah, dan tidak
termasuk daerah berbahaya (nonhazardous
location).

Battery Charger TR501 Battery charger bertujuan secara khusus untuk


mengisi sel-sel batery pada kondisi mengambang
(float), menyediakan regulasi tegangan output yang
tepat yang berasal dari sumber tegangan bolak-
balik (AC) dan dilengkapi dengan pembatas arus.
(28 Ampere).

BAB 1.B - 9
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Komponen Pendukung Sistem Elektris di Skid

Spark Plug E340 Spark plug terpasang pada sebuah boss pada sisi
torch igniter housing, dan menyembul melalui torch
igniter sleeve. Power disupply ke spark plug dari
ignition exiter melalui kabel terselubung (tegangan
tinggi).

Spark plug energized hanya untuk beberapa detik


(10 detik) sewaktu engine start cycle. Selama waktu
ini sejumlah kecil fuel disupply ke ignition torch
nozzle, yang memasukkan fuel melewati tip dari
elektroda. Sesaat spark menyalakan fuel untuk
menyediakan penyalaan yang positif dari campuran
fuel-udara dalam ruang pembakaran (combuster).

Magnetic Pickup G353, Setiap magnetic pickup adalah sebuah transducer /


elemen yang sensitif dengan suatu medan magnet
G353-1, G383 (magnetic field) permanen kecil pada probe tip-nya.
Ketika diposisikan di dekat proximitry untuk
memberikan jarak (gap) yang sama diseputar
keliling dari roda gigi / shaft yang berputar, medan
magnet tersebut berubah-ubah pada suatu laju
yang sama dengan jumlah gigi yang melewati
medan magnet per putaran shaft. Sebagai hasilnya,
pickup coil menghasilkan sebuah sinyal audio
dengan suatu frekuensi yang sebanding dengan
kecepatan putar shaft. Frekuensi gap per detik
diekspresikan dalam Hertz (Hz).

GP speed magnetic pickup, G383, dipasang pada


Gearbox housing, mensensing 39 atau 40 gap-gigi
setiap putaran dan meneruskan sinyal output
(biasanya 9976 Hz pada 100% GP speed) langsung
ke GP control unit, Z183. Back Up Over Speed
magnetic pickup, G353, terletak dibawah IGV,
mengirimkan suatu sinyal output yang sama (10963
Hz, untuk 110%) langsung ke Back Up Over Speed
Control Z-353.

BAB 1.B - 10
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Ignition Exciter G340 Ignition exciter terletak di engine junction box di


bawah engine subbase, dan dihubungkan oleh
kabel terselubung ke spark plug. Tegangan nominal
24 vdc input ke ignition exciter ditingkatkan oleh
sebuah vibrator/transformer. Arus dari sirkuit ini
mengisi (charge) sebuah kapasitor. Ketika
pengisian kapasitor mencapai suatu nilai kritis,
sebuah sealed gap terputus dan kapasitor
discharge melalui gap dari spark plug dalam torch
igniter assy.

Thermocouple Hardness Beberapa Thermocouple (TC382-1 sampai TC382-


6) terdapat pada dua harness assemby yang
Assembly TC-382-1 true -6 terpasang disekeliling combustor housing pada aft
end site. Masing masing lead terdiri dari dua kawat
(Wire) yang berlainan jenis, satu Chromel dan yang
lain Alumel. Kedua kawat ini adalah special anti
panas (Heat Resisting), nickel base alloy yang
mempunyai electrical characteristics yang
berlainan. Kawat (wire) pada tiap tiap ujungnya
dibungkus dalam suatu metallic tubing yang berisi
magnesium oxide dimaksdkan untuk insulation dan
perlindungan lingkungan. Ujung kawat
thermocouple disambungkan pada suatu
temperature plate yang stabil, dimana akan
disambungkan pada suatu kawat tembaga
(Copper), sehingga suatu cold junction reference
point akan terjadi pada plate tersebut. Plate
temperature kemudian dipantau oleh sebuah RTD
yang menempel pada plate. RTD tersebut akan
mengeluarkan signal sebagai temperature
reference yang proporsional terhadap plate
temperature, T3/T5 compensation.

Signal signal tersebut, bersama dengan signal


thermocouple dikirim kedalam control system,
dimana refernce signal ditambahkan kedalam signal
thermocouple dan diperlihatkan dalam CRT display.

BAB 1.B - 11
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Resistance Temperature RTD digunakan untuk mendeteksi temperature


pada beberapa lokasi yang critical pada package.
Detector (RTD) Signal signal temperature ini diterima dari RTD
yang terpasang pada air inlet assembly, lube oil
header, lube oil cooler serta engine dan compressor
bearing. Elemen dari Turbotronic Control System
melakukan fungsi signal conditioning, display dan
control dalam merespon signal signal RTD.

System Monitoring

Engine dan Generator Metrix Vibration dan Temperature Monitor (Z-284)


adalah suatu module untuk memonitor engine
Vibration Monitor Z284 vibration dan generator winding temperature terdiri
6 channel, terpasang didalam control console dan
terpasang menggantung di pintu cabinet (Flush
Mounted).

Monitor termasuk terdiri dari satu buah power


suplly, satu module card 4048 (relay output) untuk
memberikan peringatan awal (Alarm) dan
mematikan mesin (Shut down) jika salah satu dari
vibration signal atau temperature signal dari ke-
enam channel tersebut melampaui harga dari
setting alarm / shut down yang diijinkan.; 1 module
card 4025 (Accelerometer) untuk memonitor
vibration pada Gearbox ; 1 module card 4024
(velocity) untuk memonitor vibration pada Gas
Producer dan Power Turbine.
2 buah module card 3516 (Displacement) untuk
memonitor vibration pada Fwd dan Aft generator
Bearing, 2 buah module card 3572 (RTD) untuk
memonitor temperature dari generator winding
untuk ketiga phasenya.

BAB 1.B - 12
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Masing-masing card module terdiri dari 2 channel,


dan tiap channel dilengkapi sebuah lampu O.K light
sebagai indikasi bahwa circuit dari vibration
transducer / probenya OK dan gap voltagenya
berada pada linear range diatas 4.0 VDC hingga
dibawah 12 VDC, Alarm light berwarna kuning dan
Shut down light berwarna merah.

Display panel digital read out dan sebuah selector


switch 5 posisi untuk memilih posisi signal / reading,
Alarm setting, Shut down setting dan Gap voltage
dan Test position.
Satu buah selector switch terdiri 12 posisi untuk
memilih pembacaan pada masing-masing channel.

Contact H-G terbuka ketika switch deenergize, dan


menutup ketika S114 (RESET switch) ditekan
selama start.

Engine Vibration Transducer GP vibration transducer Z384-1 dan PT vibration


transducer Z384-2 merupakan komponen yang
Z384-1 dan Z-384-2 identik dengan yang terpasang pada engine
compressor set.
Z384-1 dibaut di engine compressor bearing
support housing. Transducer mendeteksi
perpindahan radial dari housing dan menyediakan
suatu proportional milivolt audio-frequency output
ke channel 1 di section A dari engine dan generator
vibration monitor Z284.

PT vibration transducer Z384-2 dibaut ke PT


bearing housing. Transducer mendeteksi
perpindahan radial dari housing dan menyediakan
suatu milivolt audio-frequency output ke channel 2
di section A dari engine dan generator vibration
monitor Z284.

BAB 1.B - 13
HAREDWARE B COMPONENT PLC Turbine Control System

Generator Vibration Proximitor terletak dalam sebuah junction box


menempel pada generator housing pada kedua sisi
Proximitor Z339-3) coupling side dan exciter side. Proximitor adalah
sebuah modulator / de-modulator yang dipakai
untuk mengirimkan radio frequency dan membawa
signal dynamic motion dari suatu sistem proximity /
displacement probe.
Proximitor mempunyai 3 connection cable dan satu
coaxial connection cable : satu input -18 vdc, satu
dc common, dan satu output ke monitor dan display
unit, dan satu coaxial lead ke probe. Dikarenakan
panjang dari coaxial cable ke probe merupakan
suatu parameter kritis, oleh karenanya total panjang
coaxial cable plus probe tidak boleh melebihi 15
FT , extra lead digulung (coil) dalam junction box.
Proximitor, coax, dan probe terdiri dari sirkuit
tunggal, dan variabel satu-satunya di sirkuit adalah
efek dari probe gap. Output dari proximitor ke
monitor dan display adalah suatu sinyal audio yang
proporsional dengan perpindahan seketika dari
rotor terhadap probe.

Generator Vibration Probes Setiap vibration probe terpasang di suatu bearing


dan seal assy. Depan dan belakang. Ujung (Tip)
Z339 (4 buah) halusnya mendeteksi / mengukur perubahan
gerakan dari rotor assy yang berjarak sekitar 50
mils. Perubahan dari jarak inilah (dari suatu
referensi nol) yang diukur dan ditampilkan oleh
vibration monitor. Probe ini dipasang X-Y 90
derajat berpotongan pada kedua bearing generator
Fwd dan Aft.

Alternator / Rectifier G501 Alternator/Rectifier tambahan adalah suatu


komponen yang digerakkan secara hydraulik dari
(Option) suatu off-skid mounted package digunakan untuk
supplement battery charge. Alternator/Rectier terdiri
dari suatu integral, adjustable voltage regulator;
kemampuan output nominalnya adalah 40 amps
pada 2500 rpm. Sewaktu engine beroperasi normal,
alternator/rectifier digerakkan dengan
menempatkan lengan hydraulic selector valve di
posisi “RUN” Relay K502 kontak menutup dan
lampu DS187 (pada control panel) menyala saat
unit diisi (charging).

BAB 1.B - 14

Anda mungkin juga menyukai