0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

PUISI

Kumpulan puisi ini menggambarkan keindahan alam, cinta, kerinduan, dan penghargaan terhadap tanah air serta sosok guru. Setiap puisi menyampaikan perasaan mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Tema-tema seperti harapan, kerendahan hati, dan perjalanan hidup juga diangkat, menciptakan refleksi yang menyentuh hati.

Diunggah oleh

pospitasari95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

PUISI

Kumpulan puisi ini menggambarkan keindahan alam, cinta, kerinduan, dan penghargaan terhadap tanah air serta sosok guru. Setiap puisi menyampaikan perasaan mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Tema-tema seperti harapan, kerendahan hati, dan perjalanan hidup juga diangkat, menciptakan refleksi yang menyentuh hati.

Diunggah oleh

pospitasari95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Bahagia di Alam Raya”

Setiap kali menatap langit-Mu,


Yang membentang indah membiru,
Disertai sapuan awan gemawan,
Lapang pulalah rasa dadaku.

Tiba-tiba berlaksa bahagia,


Memenuhi telaga dalam hatiku,
Karena aku tahu Tuhanku Maha Indah.

Hari ini,
Aku merindukan pertemuan dengan-Mu,
Dan esok aku mengharapkan perjumpaan.

Aku tahu, dunia ini begitu indah,


Tapi keindahan abadi hanya di surga.
Maka ke sanalah jiwaku menuju
Melepaskan diri dari hiruk pikuk dunia.
“Pemandangan Indah”

Wahai Tuhan,
Aku memendam kagumku pada-Mu,
Dari malam hingga ketemu malam,
Tak pernah padam api pesonaku.

Hembusan angin gunung,


Indahnya tarian tumbuhan,
Rasanya nyaman,
Bagai taman surga di bumi.

Sempurnalah alam ini,


Terpesona aku,
Terpana aku,
Harus dijaga selalu,
Agar tak pernah sirna.

Terjangan laut pun adalah kebiasaan alam,


Batu karang dipecahnya,
Aneka fauna terhempas,
Dari dasar laut paling dalam.
“Tanah Airku”

Angin berdesir di pantai


Burung berkicau dengan merdu
Matahari menyapa bumi
Embun pagi membasahi rumput-rumput

Itulah tanah airku


Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Di sanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Di sanalah aku menutup mata

Oh.. tanah airku tercinta


Indonesia jaya..
“Guruku Sang Panutan Jiwa”
Karya: Putu Surya Nata

Guruku sang panutan jiwa


Kau menuntunku agar hidup bertaqwa
Mengajarkanku untuk tidak jumawa
Dan selalu kuat menghadapi kecewa

Guruku sang panutan jiwa


Engkaulah sosok yang istimewa
Yang mendidikku dengan canda tawa
Penuh ceria namun tetap berwibawa

Guruku sang panutan jiwa


Engkau ibarat pelita di tengah rawa
Jadi petunjuk bagi semua siswa
Dalam memahami setiap peristiwa

Guruku sang panutan jiwa


Kasihmu lembut tulus bersenyawa
Hadirkan kehangatan seperti hawa
Laksana fajar di atas katulistiwa
“Rindu Pada Pantai”

Kepada pantai aku rindu


Bermain dengan ombak gelombang
Di pasir putih yang berbunyi
Bersama camar yang melayang

Kepada perahu aku rindu


Yang berdiam di tepi pantai
Milik nelayan yang berburu
Ikan-ikan di tengah lautan

Kepada angin yang semilir


Aku rindu untuk bermain
Menerpa wajah rambutku
Sampai datang waktu senja

Kepada karang yang menjulang


Tegar selalu menghalau badai
Walau diterpa oleh gelombang
Tiada menangis dan berderai
“Sahabat putih-biru”

Waktu bergulir begitu cepat


Berlalu bagai kilat
Menyambar sekejap mata
Menghiilang tanpa sirna

Tiga tahun t'lah berlalu


Diawali seragam merah-putih
Dilalui seragam putih-biru
Kini putih-biru akan pergi

Berat hati ini untuk berpisah denganmu


Namun, Sahabat biruku
Jalan kita berbeda
Kita mulai mengejar cita-cita

Jangan pernah lupakan aku


Sampai jumpa di masa depan nan cerah
Kelak kita 'kan temukan itu
Kebahagiaan dan ketenangan batin
"Negeri Sejuta Mimpi”"

Sudah terlalu lama bangsa ini tertidur


Tidur pulas diatas kasur janji janji
Berbuai alasan demokrasi
Berebut opini demi duduk diatas kursi

Bak ilusi, menciptakan sejuta mimpi


Bagai laut yang tak bertepi
Mimpi itu mati
Mati tertusuk janjinya sendiri

Kini dibalik kursi


Duduk santai mengayunkan kaki
Terbuai tahta, mengacuhkan ironi
Mengubur dalam semua orasi

Air mata mengalir di pipi


Merunduk, haru meratapi.
Teraut dalam wajah Ibu Pertiwi
Dalam doa yang tersirat untuk negeri
”Harapan”
Karya : Danakan Rifnatun

Jika haru tak kurindukan


Bisikan maut menyertai kegelapan
Angan demi anagn aku hempaskan
Menitih hidup sejuta harapan

Berisik mengelilingi ingatan


Akan kupanggil kalah terkesan
Membuktikan segelintir ucapan
Walaupun berbalut dengan kenyataan

Jika jiwaku terlalu buram


Maka kupastikan terang lewat khayalan
Aku adalah aku
Tak seorangpun tau tentang diriku

Rindu yang menyapa kehangatan


Terlalu rawan untuk diutarakan
Jejak itu akan kukejar
Sampai menjadikanku kenyataan
“Sajak Cinta Galau”

Kalau hati sedang galau


Pikiran ini selalu kacau
Siang malam selalu resah
Hidup terasa dirundung masalah

Karena cinta semuanya berubah


Memikirkan dia hingga lelah
Membalas cintaku dia tak pernah
Bagaimana hati tidak gelisah

Ingin rasanya cintaku diterima


Tentu dalam hati akan bahagia
Merangkai bahtera rumah tangga
Setia selamanya hingga tua

Namun itu semua hanya impian


Bahagia hanya sebatas angan
Dia kini sudah menerima pinangan
Besok tentu aku menerima undangan.
“Kerendahan Hati”

Karya : Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin


Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,


Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya


Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten


Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Anda mungkin juga menyukai