Pert 11
CARA KERJA DYNAMIC ROUTING DALAM JARINGAN
KOMPUTER:
📘 Apa Itu Dynamic Routing?
Dynamic Routing adalah metode di mana router secara otomatis membangun dan memperbarui
tabel routing dengan menggunakan protokol routing. Tujuannya adalah untuk memilih rute terbaik
secara otomatis berdasarkan kondisi jaringan yang berubah-ubah.
Berbeda dengan Static Routing (yang harus dikonfigurasi manual), dynamic routing lebih efisien
untuk jaringan besar dan kompleks.
🧠 Cara Kerja Dynamic Routing
🔁 1. Pertukaran Informasi Routing (Routing Updates)
Router yang menggunakan dynamic routing saling bertukar informasi antar satu sama lain secara
berkala atau saat terjadi perubahan jaringan.
Informasi ini bisa berupa:
Jaringan yang dikenal
Biaya (metric) untuk mencapai jaringan tersebut
Jalur terbaik (next hop)
📥 2. Penghitungan Jalur Terbaik
Router menggunakan algoritma routing untuk menentukan jalur terbaik.
Contoh algoritma:
Distance Vector → menggunakan hop count (contoh: RIP)
Link State → menggunakan informasi topologi lengkap (contoh: OSPF)
🔄 3. Tabel Routing Dinamis Diperbarui Otomatis
Setelah menghitung jalur terbaik, router akan memperbarui tabel routing:
Menambah jalur baru jika tersedia
Menghapus jalur yang tidak bisa dilewati
Mengganti jalur jika ditemukan rute lebih efisien
📡 4. Menyesuaikan Diri Saat Topologi Berubah
Jika ada:
Link yang putus
Router yang offline
Jaringan baru ditambahkan
Maka router akan:
Mendeteksi perubahan (dengan hello packets, dll)
Menghitung ulang jalur terbaik (reconvergence)
Menyesuaikan isi tabel routing sesuai perubahan
📦 Protokol yang Digunakan dalam Dynamic Routing
Protokol Jenis Algoritma Karakteristik
RIP Distance Vector Hop count Max 15 hop, sederhana, lambat
OSPF Link State Dijkstra Cepat, skala besar, area-based
EIGRP Hybrid Dual Algorithm Cisco proprietary, efisien dan fleksibel
BGP Path Vector Policy-based Digunakan untuk routing antar ISP (internet)
🔍 Ilustrasi Cara Kerja
Misalnya jaringan memiliki 3 router:
less
SalinEdit
[Router A] --- [Router B] --- [Router C]
| | |
[Link] [Link] [Link]
Router A tahu tentang [Link] (langsung)
Router B tahu tentang [Link]
Dengan dynamic routing:
o Router A dan B bertukar info → Router A belajar tentang [Link]
o Router A → B → C → belajar tentang [Link]
o Jika koneksi A–B putus, A akan mencari jalur baru jika ada
📌 Kelebihan Dynamic Routing
🔄 Adaptif terhadap perubahan jaringan
🔧 Tidak perlu konfigurasi manual per jalur
🧠 Memilih jalur terbaik otomatis
🔍 Dapat meningkatkan skalabilitas
⚠️Kekurangan
🔃 Overhead jaringan: update routing mengonsumsi bandwidth
⏳ Konvergensi bisa memakan waktu
🧩 Kompleksitas lebih tinggi dibanding static routing
🏁 Kesimpulan
Dynamic Routing = "Router cerdas" yang belajar, beradaptasi, dan memperbarui jalurnya sendiri.
Sangat cocok untuk jaringan besar, karena:
Otomatis
Efisien
Tangguh terhadap perubahan topologi