BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Uraian Teori
1. Kehamilan
a. Pengertian Kehamilan
Kehamilan yaitu suatu proses fisiologis yang terjadi pada
perempuan akibat adanya pembuahan antara sel kelamin laki-laki
dan sel kelamin perempuan. Dengan kata lain, kehamilan adalah
pembuahan ovum oleh spermatozoa, sehingga mengalami nidasi
pada uterus dan berkembang sampai kelahiran janin. Wiknjosastro
mendefinisikan kehamilan sebagai suatu proses yang terjadi antara
perpaduan sel sperma dan ovum sehingga terjadi konsespsi sampai
lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari atau 40
minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).12
Sebagian besar perempuan, mengalami ovulasi siklus
spontan dengan interval 25-35 hari terjadi terus-menerus selama
hampir 40 tahun antara menarche dan menopause. Tanpa
penggunaan kontrasepsi, seorang perempuan memiliki 400
kesempatan untuk hamil, yang dapat terjadi bila melakukan
hubungan seksual kapan pun dalam 1.200 hari, yaitu saat ovulasi dan
dua hari sebelumnya.13 Secara psikis, seorang ibu yang sedang hamil
akan dihadapkan pada perasaan cemas, emosional dan stres yang
sulit dikendalikan. Pernyataan tersebut diperkuat bahwa Wanita
11
hamil tidak berbeda dengan wanita lainnya yang memiliki
kecenderungan untuk memandang dirinya cantik dan menarik.14
b. Tanda-Tanda Kehamilan
Terjadinya kehamilan dapat dikenali melalui tanda-tanda dan gejala
yang secara garis besar terbagi menjadi tanda-tanda tidak pasti,
tanda-tanda kemungkinan, dan tanda-tanda pasti.
1) Tanda-Tanda Tidak Pasti (Presumtif) Kehamilan
a) Terlambat datang bulan
Terlambat datang bulan merupakan tanda-tanda umum
seorang perempuan hamil. Terjadinya nidasi
menyebabkan folikel de graff dan ovulasi tidak terjadi.
b) Mual
Mual-mual berkaitan erat dengan asam lambung.
Pengaruh hormon estrogen maupun hormon progesteron
dapat menimbulkan asam lambung yang berlebihan
sehingga memicu timbulnya rasa mual dan muntah.
Seperti yang sudah diketahui mual dan muntah adalah
gejala yang paling umum, mulai dari rasa tidak enak
sampai muntah terus-menerus. Mual dan muntah
biasanya lebih sering terjadi pada pagi hari sehingga
dalam bidang kedokteran dengan sebagai morning
sickness.
c) Ngidam
Pada tanda kehamilan ini, seorang Wanita hamil
biasanya sering menginginkan makanan atau minuman
tertentu dan setiap orang berbeda-beda.
d) Pingsan (sinkope)
Pingsan adalah kondisi ketika terjadi gangguan sirkulasi
ke kepala sehingga timbul iskemia susunan saraf pusat.
Kondisi ini akan berangsur-angsur menghilang setelah
usia kehamilan melewati masa 16 minggu.
e) Mastodinia
Salah satu gejala kehamilan adalah payudara terasa
kencang dan sakit akibat membesar, yang disebut juga
dengan mastodinia. Hormon estrogen dan progesteron
berperan dalam hal ini, di antaranya vaskularisasi
bertambah, dan asinus dan duktus berproliferasi.
f) Konstipasi
Hormon progesteron berpengaruh terhadap gerakan
peristaltik sehingga tidak jarang seorang perempuan
yang mengalami kesulitan untuk buang air besar.
g) Hiperpigmentasi Kulit
Pada perempuan hamil, terjadi pigmentasi kulit, di
antaranya di sekitar pipi, dinding perut, sekitar payudara,
dan varises atau penampakan pembuluh darah vena.
h) Perubahan Berat Badan
Pada wanita hamil yang tidak mengalami mual dan
muntah, perubahan berat badan yang signifikan dapat
dicurigai sebagai tanda kehamilan. Walaupun demikian,
perubahan berat badan semata tidak dapat digunakan
sebagai acuan untuk memastikan kehamilan.
2) Tanda-Tanda Kemungkinan Hamil
a) Tanda Hegar
Pada minggu ke-6, terlihat adanya pelunakan pada
daerah isthmus uteri sehingga segmen dibawah uterus
terasa lembek atau tipis saat diraba.
b) Tanda Chadwiks
Keadaan vagina berwarna kebiru-biruan yang dialami
ibu hamil sekitar minggu ke-6 karena mengalami
kongesti.
c) Tanda Piscacec’s
Pantikawati mengemukakan bahwa bagian uterus yang
berada di dekat implantasi plasenta mengalami
pertumbuhan yang tidak simetris.
d) Kontraksi Braxton His
Bila diberi stimulus atau rangsangan, uterus akan
berkontraksi. Hal ini merupakan tanda khas pada uterus
pasca masa kehamilan.
e) Tanda Goodell’s
Tanda ini diketahui melalui pemeriksaan bimanual.
Bagian serviks tampak lebih lunak. Seorang perempuan
yang menggunakan kontrasepsi oral dapat terkena
dampak ini.
f) Tanda Mc Donald
Fundus uteri dan serviks dapat di fleksikan satu sama lain
dengan mudah. Hal ini juga tergantung pada lunak atau
tidaknya jaringan isthmus.
g) Terjadi Pembesaran Abdomen
Setelah minggu ke-16, tampak terjadi pembesaran
abdomen atau perut. Hal ini karena uterus telah keluar
dari rongga pelvis dan menjadi organ rongga perut.
h) Kontraksi Uterus
Tanda kontraksi uterus akan timbul belakangan.
Biasanya ibu hamil akan mengeluhkan perutnya terasa
kencang. Tetapi tidak muncul rasa sakit.
3) Tanda-Tanda Pasti Hamil
a) Denyut Jantung Janin
Denyut jantung janin dapat didengar pada minggu ke-
17 hingga ke-18 dengan piranti stetoskop laenec . pada
ibu hamil yang gemuk, denyut jantung janin terdengar
lebih lambat.
b) Palpasi
Outline janin dapat dideteksi dengan jelas setelah
minggu ke-22, sedangkan setelah minggu ke-24, gerakan
janin dapat dirasakan secara jelas.
c) Tes kehamilan
Untuk memastikan kehamilannya, ibu dapat melakukan
tes dengan bantuan perangkat tes kehamilan, baik di
rumah maupun di laboratorium dengan mengambil
sampel urine atau darah ibu.
c. Perubahan-perubahan pada ibu hamil
1) Trimester pertama
Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen dan
progesteron dalam tubuh, maka akan muncul berbagai macam
ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah,
keletihan, dan pembesaran pada payudara. Hal ini akan memicu
perubahan psikologi seperti berikut:
a) Ibu untuk membenci kehamilan, merasakan kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan,
b) Mencari tahu secara aktif apakah memang benar-benar
hamil dengan memperhatikan perubahan pada tubuhnya
dan sering kali memberitahukan orang lain apa yang
dirahasiakannya.
c) Hasrat melakukan seks berbeda-beda pada setiap
Wanita.
d) Sedangkan bagi suami sebagai calon ayah akan timbul
kebanggaan, tetapi bercampur dengan keprihatinan akan
kesiapan untuk mencari nafkah bagi keluarga.
2) Trimester Kedua
Trimester kedua biasanya ibu merasa sehat dan sudah
terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi, serta rasa tidak
nyaman akibat kehamilan sudah mulai berkurang. Perut ibu
pun belum terlalu besar sehingga belum dirasakan ibu
sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan dapat
dimulai menggunakan energi dan pikirannya secara lebih
konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan
gerakan janinnya dan ibu mulai merasakan kehadiran
bayinya sebagai seseorang diluar dirinya dan dirinya sendiri.
Banyak ibu yang merasakan terlepas dari rasa kecemasan
dan tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester
pertama dan merasakan meningkatnya libido.
3) Trimester Ketiga
a) Sakit punggung disebabkan karena meningkatnya beban
berat janin yang ada di dalam kandungan.
b) Pernapasan, pada kehamilan 33-36 minggu banyak ibu
hamil yang susah bernafas karena tekanan bayi yang
berada di bawah diafragma menekan paru ibu, tapi
setelah kepala bayi yang sudah turun ke rongga panggul,
biasanya pada 2-3 minggu sebelum persalinan maka ibu
akan merasa lega dan bernafas lebih mudah.
c) Sering buang air kecil, pembesaran Rahim dan
penurunan bayi ke PAP membuat tekanan pada kandung
kemih ibu.
d) Kontraksi perut, braxton-hicks kontraksi palsu berupa
rasa sakit yang ringan, tidak teratur dan kadang hilang
bila duduk atau istirahat.
e) Cairan vagina, peningkatan cairan vagina selama
kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada
awal kehamilan biasanya agak kental dan pada
persalinan lebih cair.
d. Tanda Bahaya Kehamilan di Buku KIA
Segera bawa ibu hamil ke Puskesmas, rumah sakit, dokter dan bidan
bila di jumpai keluhan dan tanda-tanda di bawah ini.
1) Muntah terus dan tak mau makan
2) Demam tinggi
3) Bengkak kaki, tangan dan wajah, atau sakit kepala disertai
kejang
4) Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya
5) Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua
6) Air ketuban keluar sebelum waktunya
7) Demam, menggigil dan berkeringat. Bila ibu berada di
daerah endemis malaria, menunjukkan adanya gejala
penyakit malaria.
8) Terasa sakit pada saat kencing atau keluar keputihan atau
gatal-gatal di daerah kemaluan.
9) Batuk lama (lebih dari 2 minggu)
10) Jantung berdebar-debar atau nyeri di dada.
11) Diare berulang
12) Sulit tidur dan cemas berlebihan
2. Pemanfaatan Buku KIA
Pemanfaatan merupakan turunan kata dari kata “manfaat”, yang
mendapat imbuhan pe-dan-an yang berarti proses, cara, perbuatan
memanfaatkan.15 Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses
dan sumber-sumber belajar. Menurut Davis kemanfaatan adalah sejauh
mana seseorang percaya bahwa menggunakan teknologi akan
meningkatkan kinerjanya. Kemanfaatan (perceived usefulness)
merupakan penentu yang kuat terhadap penerimaan pengguna suatu
sistem informasi, adopsi, dan perilaku para pengguna.16
Penggunaan buku KIA merupakan salah satu strategi
pemberdayaan masyarakat terutama keluarga untuk memelihara
kesehatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Buku KIA disebut sebagai alat komunikasi karena tenaga kesehatan
dapat mengingatkan catatan-catatan penting yang dapat dibaca oleh
tenaga kesehatan lain dan ibu serta keluarga. Hal tersebut antara lain
keluhan, hasil pemeriksaan, catatan persalinan, pelayanan yang
diberikan kepada ibu/bayi/anak balita, hasil pemeriksaan tambahan dan
rujukan. Manfaat buku KIA bagi tenaga kesehatan adalah alat
pencatatan, pemantauan dan rujukan kesehatan ibu dan anak, alat
komunikasi dan penyuluhan KIA. Buku KIA juga digunakan sebagai
sarana informasi pelayanan KIA. Karena buku KIA dapat dijadikan
sebagai pedoman untuk ibu dalam bertanya kepada kader maupun
petugas kesehatan.
3. Pengetahuan
a. Pengertian
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah
orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.17
Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga
b. Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6
tingkatan17 yaitu :
1) Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah
dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat
ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dan
seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah di
terima. Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan
yang paling rendah.
2) Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan
dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
3) Aplikasi (aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan
materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi real
(sebenarnya).
4) Analisis (analisys)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi
atau suatu objek kedalam komponen-kompenen, tetapi masih
didalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama
lain.
5) Sintesis (sintesys)
Sintesis menunjuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan
atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk
keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu
kemampuan untuk menyusun formulasin baru dari formulasin-
formulasin yang sudah ada.
6) Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.
Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang
ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah
ada.
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Riyanto,
B.A. (2013) antara lain:
1) Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah (baik
formal maupun non formal), berlangsung seumur hidup.
Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
2) Informasi/ Media Massa
Informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula
yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan.
Selain itu, informasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu
teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan,
memanipulasi, mengumumkan, menganalisis, dan menyebarkan
informasi dengan tujuan tertentu.
3) Sosial, Budaya dan Ekonomi
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui
penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan
demikian, seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun
tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan
menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk
kegiatan tertentu sehingga status sosial ekonomi ini akan
mempengaruhi pengetahuan seseorang.
4) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu,
baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan
berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam
individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi
karena adanya interaksi timbal balik ataupun tidak, yang akan
direspons sebagai pengetahuan oleh setiap individu.
5) Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara
untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara
mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam
memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu.
6) Usia
Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang.
Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya
tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang
diperolehnya semakin membaik.
d. Kriteria Tingkat Pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara
atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin kita
ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-
tingkatan pengetahuan.17 Pengukuran pengetahuan bisa
dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup, kurang.
Menurut Notoatmodjo (2012) dengan kategori sebagai berikut :
1) Baik ( > 75%) = bila persentase jawaban benar skor 76-100
2) Cukup ( >56 -75%)= bila persentase jawaban benar skor 56-75
3) Kurang (<56 %) = bila persentase jawaban benar skor ≤ 55
4. Buku KIA
a. Pengertian Buku KIA
Buku KIA menurut Japan International Cooperation Agency
(JICA) adalah merupakan media pencatatan dan informasi yang
mencakup semua tahapan perawatan kesehatan ibu dan bayi baru
lahir, mulai dari kehamilan, persalinan, pasca persalinan, vaksinasi
anak, dan pemantauan pertumbuhan anak. Melalui proyek kesehatan
ibu dan anak, JICA telah membantu negara-negara di Asia, Timur
Tengah, Afrika, dan Amerika dalam mengembangkan standar Buku
KIA dan mempromosikan penggunaannya yang efektif untuk
pemanfaatan layanan KIA yang berkelanjutan dan pemberdayaan
ibu dan anak.18
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
284/Menkes/SK/III/2004 tentang buku KIA, menyatakan buku KIA
merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau
masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan
dengan informasi yang penting bagi ibu dan keluarga dan
masyarakat mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk
rujukannya dan paket (standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi, dan
tumbuh kembang balita
b. Sasaran Buku KIA
1) Sasaran langsung buku Kesehatan Ibu dan Anak: a) Setiap ibu
hamil mendapat buku KIA, buku KIA digunakan sejak masa
kehamilan dan dilanjutkan penggunaannya sampai anak usia 6
tahun. b) Sejak kehamilan ibu diketahui kembar maka ibu hamil
diberi buku KIA sejumlah janin yang dikandungnya. c) Jika
buku KIA hilang maka selama persediaan masih ada, ibu/anak
mendapat buku KIA baru.
2) Sasaran tidak langsung buku Kesehatan Ibu dan Anak: a) Suami/
anggota keluarga lain, pengasuh anak di panti/lembaga
kesejahteraan sosial anak. b) Kader c) Tenaga kesehatan yang
berkaitan langsung memberi pelayanan kesehatan ibu dan anak
(antara lain dokter, bidan, perawat, petugas gizi, petugas
imunisasi, petugas laboratorium) d) Penanggung jawab dan
pengelola program KIA Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selain
memfasilitasi penerapan buku KIA di wilayahnya juga
memastikan kesinambungan ketersediaan dan pemanfaatan
buku KIA.
c. Isi Buku KIA
Isi Buku KIA mencakup isi strategis, yaitu :
1) Ibu hamil antara lain periksa kehamilan secara rutin, persiapan
melahirkan, perawatan sehari-hari, anjuran makan buat ibu
hamil, serta tanda bahaya pada kehamilan.
2) Ibu bersalin antara lain tanda bayi yang akan lahir, proses
melahirkan hingga masalah pada persalinan.
3) Ibu nifas antara lain cara menyusui bayi, perawatan ibu, tanda
bahaya dan penyakit pada masa nifas
4) Keluarga berencana
5) Bayi baru lahir antara lain tindakan pada bayi baru lahir, cara
menjaga bayi tetap hangat, pelayanan kesehatan bagi bayi baru
lahir
6) Bayi dan anak antara lain imunisasi, perawatan sehari-hari
balita, perawatan anak sakit, cara memberi makan anak, cara
merangsang perkembangan anak, cara membuat MP-ASI.
d. Tujuan Buku KIA
Salah satu tujuan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
adalah meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara
kesehatan ibu dan anak. Dalam keluarga, ibu dan anak merupakan
kelompok yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan
seperti kesakitan dan gangguan gizi yang sering kali berakhir dengan
kecacatan atau kematian. Untuk mewujudkan kemandirian keluarga
dalam memelihara kesehatan ibu dan anak maka salah satu upaya
program adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
keluarga melalui penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak.
B. Kerangka Teori
Predisposing Factors
Knowledge of danger signs in
Age
pregnancy, labour and delivery
Education
Parity
Ethnicity
Religion, traditional beliefs
Preceptions of the need to
Enabling factors attend obstetric services:
Availability of information Preception that antenatal care
Household wealth can reduce the risk of
complications
Need factor Preception that women should
Experience of complication deliver in a health facility or
hospital
Source: Adapted from Karkee R, Lee AH, Khanal V. Need factors for utilisation of institutional delivery
services in Nepal: An analysis from Nepal Demographic and Health Survey, 2011. BMJ Open. 2014 Mar
1;4(3):e004372. [Link] 2013-004372
Conceptual framework of factors associated with knowledge of obstetric
complications and perceptions of need for services.19
C. Kerangka Konsep
Variabel Independen Variabel Dedependen
Pemanfaatan Buku Pengetahuan tentang
KIA Tanda Bahaya Kehamilan
Variabel Luar
Usia
Pendidikan
Paritas
Gambar 2. Kerangka Konsep
D. Hipotesis
Terdapat hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu
hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kalianda
tahun 2023