0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Sop BHD

Dokumen ini adalah SOP Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang menjelaskan prosedur pertolongan pertama untuk korban henti jantung atau henti nafas. Tujuannya adalah sebagai acuan bagi petugas medis dalam melaksanakan BHD sesuai dengan kebijakan dan referensi yang berlaku. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari pemeriksaan kesadaran hingga evaluasi kondisi pasien setelah tindakan RJP.

Diunggah oleh

Ndah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Sop BHD

Dokumen ini adalah SOP Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang menjelaskan prosedur pertolongan pertama untuk korban henti jantung atau henti nafas. Tujuannya adalah sebagai acuan bagi petugas medis dalam melaksanakan BHD sesuai dengan kebijakan dan referensi yang berlaku. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari pemeriksaan kesadaran hingga evaluasi kondisi pasien setelah tindakan RJP.

Diunggah oleh

Ndah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

No. :
Dokumen [Link]/......./KL.
Lintas Klaster
/[Link]/20
SOP 25
No. Revisi :0

Tanggal : 6 Januari 2025


Terbit
Halaman : 1/3.

Kepala UPT Puskesmas


Widoropayung
UPT PUSKESMAS .
WIDOROPAYUNG Mochamad Maqfur,
[Link]
NIP. 197205151998031012
[Link] Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang
dilakukan pada korban henti jantung atau henti nafas
[Link] Sebagai acuan bagi petugas dalam melakukan bantuan hidup
dasar (BHD).
[Link] Surat Keputusan UPT kepala Puskesmas Widoropayung No:
188.4/1811/ [Link].20/2023 tentang Pelayanan Klinis di UPT
Puskesmas Widoropayung
[Link]  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47
Tahun 018 Tentang Pelayanan Kegawatdaruratan
 American Heart Association 2020 tentang Management
Heart Failure

[Link] 1. Pasien tiba – tiba tidak sadarkan diri


2. Petugas mengamankan diri sendiri dan pasien terlebih
dahulu
3. Petugas melakukan cek respon atau kesadaran pasien
dengan cara memanggil pasien atau menepuk-nepuk bahu
pasien atau dengan rangsangan nyeri
4. Jika pasien tidak ada respon, petugas meminta pertolongan
1/4
kepada orang disekitar untuk menghubungi tim code blue
5. Sambil menunggu bantuan datang petugas melakukan
pemeriksaan nadi pasien. Jika tidak teraba, maka dilakukan
pijat jantung
6. Lokasi pijat jantung di tengah dada atau 2 jari di atas tulang
ulu hati
7. Letakkan kedua tangan saling mengunci di titik tumpu.
Tangan tegak lurus dengan badan tidak boleh membungkuk
8. Kedalaman pijatan 5-6 cm dengan kecepatan 100-120
x/mnt, dengan rasio 30:2 ( 30 pijatan dan 2 nafas) dengan
satu atau dua penolong
9. Dilakukan setiap 2 menit atau 5 siklus ( 1 siklus 30 pijat
jantung, 2 bantuan nafas)
10. Petugas melakukan evaluasi setiap 2 menit dengan
memeriksa nadi carotis, pernafasan, dan kesadaran pasien
11. Jika pasien sudah sadar maka, RJP di hentikan
12. Pasien distabilkan (recorvery pasien)
13. Jika pasien tetap tidak ada respon setelah 20 menit RJP,
maka petugas melakukan KIE kepada keluarga pasien
14. Petugas mencatat direkam medis

2/4
6. Diagram Alir

7. Unit terkait 1. UGD


2. Loket
3. Poli Umum
4. Poli KIA
5. Poli gigi
6. Poli P2
7. Poli Gizi
8. Ruang TU
9. Apotik
10. Laboratorium

3/4
11. Ponkesdes
12. Pustu

Rekaman Historis
No Halaman Yang Perubahan Diberlakukan
dirubah Tgl.

4/4

Anda mungkin juga menyukai