MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
Nama Penyusun : SURIANA, [Link]
NIP : 196812151991092001
Nama Sekolah : SDN 014 TENGGARONG
Mata pelajaran : SENI BUDAYA
Fase, Kelas / Semester : B / IV /1 DAN 2
Tahun Ajaran : 2025/2026
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SDN 014 TENGGARONG
Nama Penyusun : SURIANA, [Link]
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : B - IV / 2
Tahun Penyusunan : 20../20..
BAB : Bab VI Membuat Karya Seni Yang Berdampak
Alokasi waktu : 24 jp (@ 35 menit)
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya, dengan mengaplikasikan unsur-unsur rupa
dan prinsip desain, serta menggunakan alat dan bahan dasar yang tersedia secara mandiri.
Peserta didik juga mampu menjelaskan suatu karya seni dan proses penciptaannya dengan
menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan
(Experiencing) sekitarnya. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahaman dua atau lebih unsur rupa dan satu prinsip desain.
Menciptakan Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya
(Making/ sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan
Creating) menggunakan unsur garis, warna, bentuk dan bangun. Peserta didik
menerapkan prinsip keseimbangan dalam menyusun unsur-unsur rupa
yang digunakan
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan
(Reflecting) menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Berpikir dan Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber gagasan
Bekerja Artistik dalam berkarya. Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus
(Thinking and suatu alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar,
Working kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan tersebut.
Artistically)
Berdampak Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari dan
(Impacting) keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi
dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA (PPP)
Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan
global.
D. 8 PROFIL LULUSAN
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
E. SARANA DAN PRASARANA
Media : LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber Belajar : LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain
F. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik regular (tahap operasional konkret)
G. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Metode Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Membuat karya seni rupa yang mengandung nilai positif untuk lingkungan terkecil
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Selain "Konsep karya, Berkarya Seni dengan Menerapkan Muatan Positif dalam Karya" juga
bisa ditambahkan pokok materi "Presentasi Karya Berdampak" supaya relevan dengan
aktivitas pembelajaran
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa kalian suka menggambar?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Pendahuluan (15 Menit)
1. Ice Breaking:
o Guru menyapa siswa dan mengajak bermain kuis singkat tentang seni.
2. Apersepsi:
o Guru menampilkan gambar karya seni yang memiliki dampak sosial dan meminta
siswa mengamati serta memberikan pendapat.
3. Tujuan Pembelajaran:
o Guru menjelaskan bahwa hari ini siswa akan belajar membuat karya seni yang
memiliki pesan positif.
B. Kegiatan Inti (90 Menit)
1. Mindful Learning (Kesadaran Penuh):
o Guru menjelaskan konsep karya seni yang memiliki dampak sosial dengan contoh
nyata (misalnya mural lingkungan, poster anti-bullying, dll.).
o Diskusi kelompok: siswa berdiskusi mengenai pesan positif yang bisa disampaikan
dalam karya seni mereka.
2. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan):
o Siswa mulai membuat sketsa ide karya seni mereka dengan bimbingan guru.
o Guru memberikan umpan balik kepada setiap kelompok.
3. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna):
o Siswa mulai mewarnai dan menyelesaikan karya seni mereka.
o Guru mengajak siswa untuk berbagi makna dari karya mereka kepada teman
sebangku.
C. Penutup (15 Menit)
1. Refleksi:
o Guru bertanya: “Apa pesan yang kalian coba sampaikan dalam karya seni kalian?”
2. Tindak Lanjut:
o Siswa diminta menyelesaikan karya mereka di rumah dan menyiapkan presentasi
untuk pertemuan berikutnya.
PERTEMUAN 2: Presentasi Karya Seni yang Berdampak
A. Pendahuluan (15 Menit)
1. Ice Breaking:
o Permainan “Tebak Karya”: siswa menebak pesan dari contoh karya seni yang
ditampilkan guru.
2. Apersepsi:
o Guru mengajak siswa merefleksikan kembali tujuan dari karya seni yang telah
mereka buat.
B. Kegiatan Inti (90 Menit)
1. Mindful Learning:
o Guru menjelaskan cara mempresentasikan karya seni dengan baik.
o Siswa berlatih berbicara tentang makna karyanya secara berpasangan.
2. Joyful Learning:
o Setiap siswa mempresentasikan karya seni mereka di depan kelas.
o Teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik.
3. Meaningful Learning:
o Guru menekankan bahwa seni tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga dapat
memberikan dampak positif bagi lingkungan.
o Siswa menuliskan refleksi singkat tentang pengalaman mereka dalam berkarya.
C. Penutup (15 Menit)
1. Refleksi:
o Siswa menjawab pertanyaan: “Bagaimana perasaanmu setelah membuat dan
mempresentasikan karya seni ini?”
2. Tindak Lanjut:
o Siswa diminta menuliskan pesan moral yang bisa disampaikan melalui seni di
kehidupan sehari-hari.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian pernah menggambar?
2 Apakah kalian suka menggambar?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran.
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan
peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan
permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
Apakah didalam kegiatan pembukaan siswa sudah dapat diarahkan dan siap untuk
mengikuti pelajaran dengan baik?
Apakah dalam memberikan penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan dapat
dipahami oleh siswa?
Bagaimana respon siswa terhadap sarana dan prasarana (media pembelajaran) serta
alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran mempermudah dalam memahami
materi pada bab ini?
Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi atau bahan ajar yang disampaikan sesuai
dengan yang diharapkan?
Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas dalam pembelajaran?
Bagaimana tanggapan siswa terhadap latihan dan penilaian yang telah dilakukan?
Apakah dalam kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan?
Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?
Apakah 100% siswa telah mencapai penguasaan sesuai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai?
Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh siswa.
Refleksi Peserta Didik:
No Pertanyaan Refleksi Jawaban Refleksi
1 Pada bagian mana dari materi bab ini yang
dirasa kurang dipahami?
2 Apa yang akan kamu lakukan untuk
memperbaiki hasil belajar pada materi ini?
3 Kepada siapa kamu meminta bantuan untuk
lebih memahami materi ini?
4 Kesulitan apa yang kalian temui dalam
mempelajari bab ini?
LAMPIRAN- LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD
Nama : ………………………………….
Kelas : ………………………………….
Tanggal : ………………………………….
A. Petunjuk:
1. Bacalah setiap soal dengan baik.
2. Jawablah dengan jujur dan teliti.
B. Soal:
1. Apa yang dimaksud dengan karya seni yang memiliki dampak positif?
2. Sebutkan 3 contoh karya seni yang dapat memberikan pesan moral!
3. Gambarkan sebuah sketsa karya seni yang menurutmu bisa memberikan dampak baik bagi
lingkungan sekitar.
4. Tuliskan deskripsi singkat tentang pesan yang ingin kamu sampaikan melalui sketsa
tersebut.
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
Teks bahan ajar :
SIBI - Sistem Informasi Perbukuan Indonesia
LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
Garis: Goresan memanjang yang memiliki panjang dan arah. Garis dapat lurus, melengkung, tebal, tipis,
putus-putus, dan seterusnya.
Bentuk: Wujud dua dimensi yang dihasilkan oleh garis. Bentuk dapat geometris (lingkaran, segitiga,
persegi) atau non-geometris (wajah manusia, hewan, tumbuhan).
Warna: Cahaya yang dipantulkan dari suatu benda dan ditangkap oleh mata manusia. Warna memiliki tiga
unsur utama, yaitu merah, kuning, dan biru.
Tekstur: Permukaan suatu benda yang dapat dirasakan oleh indra peraba. Tekstur dapat halus, kasar, licin,
lengket, dan seterusnya.
Ruang: Bidang yang ditempati oleh suatu benda. Ruang dapat dibagi menjadi ruang depan, ruang tengah,
dan ruang [Link]: Alat tulis yang terbuat dari grafit dan batang kayu. Pensil memiliki berbagai
tingkat kekerasan (HB, 2B, 4B, dan seterusnya).
Krayon: Alat gambar yang terbuat dari lilin dan pigmen warna. Krayon tersedia dalam berbagai warna dan
dapat digunakan untuk menggambar dan mewarnai.
Cat air: Cat yang terbuat dari pigmen warna yang dicampur dengan air. Cat air dapat digunakan untuk
melukis dengan berbagai teknik, seperti sapuan kuas tipis, gradasi warna, dan teknik layering.
Kertas: Bahan yang digunakan untuk menggambar, melukis, dan membuat karya seni lainnya. Kertas
memiliki berbagai jenis dan ketebalan, seperti kertas HVS, kertas karton, dan kertas manila.
Lem: Bahan perekat yang digunakan untuk menyatukan berbagai bahan seni rupa. Lem tersedia dalam
berbagai jenis, seperti lem putih, lem UHU, dan lem tembak.
Menggambar: Membuat garis dan bentuk pada permukaan dua dimensi dengan menggunakan alat gambar
seperti pensil, krayon, dan spidol.
Melukis: Mengisi permukaan dua dimensi dengan warna dengan menggunakan cat air, cat minyak, cat
akrilik, dan media lainnya.
Membuat kolase: Menyatukan berbagai bahan seperti kertas, kain, dan foto untuk menciptakan karya seni
dua dimensi.
Membuat patung: Membentuk benda tiga dimensi dari bahan-bahan seperti tanah liat, kayu, batu, dan
logam.
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi menggunakan bentuk,
warna, dan tekstur untuk menyampaikan ide atau perasaan.
Konkret: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis.
Komposisi: Penataan elemen-elemen seni rupa dalam suatu karya seni, seperti garis, bentuk, warna, dan
ruang.
Proporsi: Perbandingan ukuran antara satu elemen dengan elemen lainnya dalam suatu karya seni.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis untuk menciptakan ilusi kedalaman pada permukaan dua
dimensi.
LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
Della Naradika, Rizki Raindriati. 2023. Seni Rupa Sekolah Dasar kelas IV. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi