0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Program Literasi

Diunggah oleh

igunawan82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Program Literasi

Diunggah oleh

igunawan82
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOKUMENTASI LITERASI

SMP NEGERI 2 TEGALLALANG

TAHUN PELAJARAN 2025/2026


PROGRAM KEGIATAN LITERASI
SMP NEGERI 2 TEGALLALANG

A. Pendahuluan
Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup.
Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman).
Dengan kemampuan membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, maka
tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat akan
membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik.
Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia
kita tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,
sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca
dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa.
Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan
membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum dianggap
sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih
mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23
tahun 2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan sikap
budi pekerti luhur kepada anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di
sekolah dasar diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat
yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas
dimulai.
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan
menulis. la juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam
masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan
pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).
Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab
proses pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas
secara intelektual, tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu
kekeliruan besar dalam sistem pendidikan kita adalah sangat mengedepankan
kecerdasan intelektual, mengenyampingkan pelajaran yang mengandung nilai-nilai
moral. Tak heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi tak tahu
sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan semacamnya.
Padahal dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak digambarkan ucap dan laku
nenek moyang kita yang begitu luhur.
Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia emas sehingga
penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi
adalah salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut. Guru memiliki
peran penting dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan
pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta
progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk
berpikir kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran
yang tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan
kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya. Dalam pengembangan
pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan bahan ajar,
seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku yang berkualitas, karena
membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa untuk
kreatif dan berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di
sekolah, orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-
sama mendukung mewujudkan gerakan literasi.

B. Tujuan Kegiatan Literasi


Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas
yang memiliki komitmen dan budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan
untuk menulis yang komprehensif. Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah
adalah:
1. Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat sekolah
(siswa, guru, manajemen sekolah, kepala sekolah dan komite) agar dapat
melaksanakan kegiatan gerakan literasi sekolah yang merupakan bentuk
aksi/kegiatan;
2. Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala sekolah,
komite atau orang tua siswa tentang apa dan bagaimana gerakan literasi
sekolah;
3. Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang
untuk mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di
sekolah, setiap kelas di dorong untuk memiliki sudut baca (reading corner),
melalui kerjasama dengan komite sekolah dan wali murid;
4. Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar
setiap sekolah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna
membiasakan siswa, guru, manajeman sekolah dan kepala sekolah untuk
membaca di sekolah maupun di rumah;
5. One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk Meningkatkan
Jumlah Dan Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar Setiap Siswa Paling Sedikit
Memiliki 1 Buku Untuk Di Baca Di Sekolah Kelas Maupun Di Rumah,
Diharapkan Orang Tua Membelikan Minimal 1 Buku Untuk Satu Semester
Atau 1 Buku Satu Tahun, Yang Kemudian Disumbangkan Untuk Perpustakaan
Sekolah;
6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar
target/jumlah tertentu terhadap buku yang dibaca baik tingkat sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan membaca bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala
tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal
ini bertujuan agar meransang siswa agar terus membaca:
8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah
melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas untuk menulis
kembali buku yang telah dibaca dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik
bersakala tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat
provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa untuk bisa menulis;
10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara
khusus dalam upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan
kemampuan menulis siswa sesuai dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.

C. Konsep Dasar Literasi


a. Literasi Dasar
Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b. Literasi Perpustakaan
Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di
perpustakaan.
c. Literasi Tekhnologi.
Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi.
d. Literasi Media
Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi menjadi
media online seperti pembuatan blog yang akan me-link ke website Gorontalo
Meliterasi, facebook dan twitter. Sementara media cetak bisa dilakukan dengan
bekerjasama dengan koran agar menyediakan kolom khusus untuk bagi karya
anak, seperti puisi, karangan bebas, cerita bergambar, dsb. Atau bekerja sama
dengan stasiun TV dan radio untuk menyiarkan dan mengampanyekan gerakan
literasi.
e. Literasi Visual
Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.

D. Sasaran
Program literasi sekolah ini ditujukan untuk seluruh warga sekolah dengan sasaran
utama sebagai berikut:
1. Peserta didik
Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan berpikir kritis
melalui berbagai kegiatan literasi yang berkelanjutan, sehingga terbentuk budaya
gemar membaca dan belajar sepanjang hayat.
2. Guru dan Tenaga Kependidikan
Mendorong pendidik dan tenaga kependidikan untuk berperan aktif sebagai
teladan literasi serta mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam proses
pembelajaran.
3. Lingkungan Sekolah
Mewujudkan lingkungan sekolah yang kaya literasi melalui penyediaan sudut
baca, perpustakaan, media baca, dan kegiatan literasi yang mendukung suasana
belajar yang kondusif.

E. Implementasi
Teknis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per Semester/enam
bulanan) Sekolah:
1. HARIAN
 Membaca buku-buku budi pekerti 10 menit sebelum pelajaran dimulai di
setiap kelas
 Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, taman, atau tempat lain yang
nyaman di lingkungan sekolah
 Menjadwalkan kegiatan literasi (membaca, menulis, mendongeng, bermain
drama, menggambar, kerajinan tangan, dst) bagi setiap kelas di Pojok
Literasi
 Membuat Majalah Dinding di perpus sekolah sebagai media apresiasi karya
anak
 Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung
nilai-nilai budi pekerti luhur
 Mengarahkan hukuman siswa (yang bolos, tawuran, tdk mengerjakan tugas,
dll) dengan mendonasikan buku anak untuk sekolah
 Membuat form observasi untuk menilai kemajuan anak dalam hal literasi
 Memposting gambar cerita kegiatan literasi di media sosial (facebook dan
twitter SMP N 2 Tegalalang)

2. MINGGUAN
 Mengadakan quis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca,
mendongeng, berpuisi, drama cerita rakyat, menari, dst) yang
menyenangkan
 Meminta dan memotivasi anak untuk herkunjung ke Perpustakaan Taman
yang merupakan kegiatan mingguan Perpustakaan
 Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang, pusi,
gambar, dil) untuk dimuat di media massa
 Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di
akhir pekan

3. BULANAN
 Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (Gramedia,
museum, rumah adat, tokoh masyarakat, dinas Pariwisata, dst)
 Mengadakan festival literasi keluarga (misal: lomba membaca atau bermain
drama antara orang tua dan anak)
4. PER SEMESTER/ENAM BULAN
 Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam
bidang literasi (reading award dan writing award)
 Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di akhir
semester

F. Strategi Pelaksanaan
a. Perpustakaan Daerah bersama Dinas Pendidikan Nasional dan relawan
mengadakan sosialisasi pengantar ke 20 sekolah pilot project
b. Perpustakaan memberi training/couching khusus kepala sekolah dan
pustakawan sekolah (2-3 hari)
c. Perpustakaan melaksanakan pembangunan SIM Perpustakaan
d. Perpustakaan melakukan audiensi awal dengan PEMDA Gianyar (khususnya
Bupati) serta audiensi lanjutan dengan para stakeholder (media, LSM,
perusahaan, dll)

G. Monitoring dan Evaluasi


a. Perpustakaan hingga sekolah
b. Sekolah kepada siswa

H. Penutup
Demikianlah TOR ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang
dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja gerakan SMPN 2 Tegallalang
Meliterasi.

Mengetahui Tegallalang, 8 Januari 2026


Kepala SMP Negeri 2 Tegallalang Kordinator
I Ketut Seraya Adnyana, [Link]., [Link]. Ni Made Artini, [Link].
NIP. 197012271998031009 NIP.197211292006042005

Anda mungkin juga menyukai